You are on page 1of 4

Menjadikan Sistem Perbankan Syariah sebagai Alternatif Sistem Dunia

Perbankan Indonesia

Dewasa ini, maraknya pertumbuhan perbankan, terkhususnya perbankan syariah
Indonesia yang dimulai pada tahun 1991 dipelopori oleh Bank Muamalat Indonesia. Hal ini
terjadi dikarenakan sistem dari perbankan yang dianut oleh bank-bank tersebut sesuai dengan
hukum-hukum islam yang diatur dalam ekonomi syariah dalam Undang-Undang No.21 tahun
2008 tentang Perbankan Syariah sebelumnya diatur oleh Undang-Undang No.7 Tahun 1992
tentang Perbankan. Perbankan Syariah di Indonesia ini disambut baik oleh khasanah hukum
di Indonesia yang notabene penduduknya beragama islam. Betapa tidak, di Indonesia saja ada
sekitar 11 bank syariah seperti Bank Syariah Mandiri, Bank Syariah Muamalat Indonesia dan
lain sebagainya.
Perlulah kita mengetahui apa itu bank syariah terlebih dahulu. Berkaitan dengan
perngertian bank syariah, pasal 1 angka 7 Undang-Undang No. 21 Tahun 2008 tentang
Perbakan Syariah merumuskan bahwa: “Bank Syariah adalah Bank yang menjalankan
kegiatan usahanya berdasarkan prinsip syariah (dalam hal ini ekonomi syariah) dan menurut
jenisnya terdiri atas Bank Umum Syariah dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah.
Maka terbitlah pertanyaan dari yang dipaparkan diatas, kenapa Indonesia lebih baik
menganut sistem perbankan syariah? Apa yang membuat perbankan syariah itu lebih
ditekankan untuk menjadi alternatif pada dunia perbankan di Indonesia dibandingkan sistem
konvensional?
Laju pertumbuhan perbankan syariah di tingkat global cukup signifikan. Aset
lembaga keuangan syariah di dunia diperkirakan telah mencapai 250 miliar Dollar AS,
tumbuh rata-rata lebih dari 15% per tahun. Giatnya pertumbuhan-pertumbuhan perbankan
syariah secara global menunjukkan tingkat kemakmuran dapat tercapai dengan memkai
sistem ekonomi yang berbasis syariah dalam perbankan tersebut.
Di negara – negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, perbankan syariah
ternyata sudah sangat berkembang dan sudah berdiri cukup lama, seperti Bahrain Islamic
Bank, Islamic Bank Bangladesh, Qatar Islamic Bank, dan lain sebagainya.

Dalam waktu singkat.8 juta pound Mesir dengan lebih dari 250.Negara Malaysia ternyata telah memiliki bank syariah sejak 1987 yang diprakarsai oleh Bank Islam Malaysia Berhad. Selain itu negara-negara yang minoritas muslim jua sudah mulai giat mengembangkan sistem ekonomi syariah. negara non muslim juga akan melihat pasar yang menggiurkan untuk masyarakat dunia. usahanya berkembang menjadi sembilan cabang dan mengelola dana dengan nilai1. negara Pakistan juga memiliki track record yang cukup baik di dunia perbankan syariah. Dengan menigkatnya kesejahteraan melalui sistem ekonomi syariah ini. lembaga pelopor gerakan keuangan dan perbankan islam kontemporer. dalam operasinya bank ini menitikberatkan pada bidang perdagangan dan industry berdasarkan konsep bagi hasil (profit-andloss sharing) telah sukses memperluas pangsa pasarnya. Dibuktikan oleh jurnal yang berjudul “The Profitability of Islamic and Conventional Bank : Case Study in Malaysia” yang ditulis oleh Hamidah Ramlan dan Mohd Sharrizat Adnan pada 2015 silam. berikut dikarenakan sistem dari ekonomi syariah sendiri bertumpu pada keadilan dan transparansi kepada nasabahnya sehingga lebih bisa menjamin kesejahteraan masyarakat secara merata. Bank-bank syariah yang ada di Malaysia ternyata memiliki prospek yang cukup bagus.000 nasabah sebagaimana yang tercatat dalam buku “Perjalanan Perbankan Syariah di Indonesia” oleh Bank Indonesia. dibandingkan dengan bank konvensional. Disisi lain. Keberhasilan bank syariah di Malaysia Pakistan dan Mesir memperlihatkan bahwa jumlah penduduk yang mayoritas beragama muslim dapat menjadi suatu aset yang potensial bagi bank syariah untuk berkembang. Hal ini disebabkan rasio total pinjaman dan total aset bank syariah lebih tinggi dibanding dengan bank konvensional. menunjukkan bahwa bank syariah memiliki profit yang jauh lebih tinggi daripada bank konvensional. Tentunya hal ini dapat menjadi tolak ukur bagi Indonesia sebagai negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam untuk menjadi bank syariah sebagai poros perbankan. Di Negara Mesir pada tahun 1963. . Mit Ghamr Local Saving Bank. Dilihat dari hasil penelitian Abid Usman dan Muhammad Kashif Khan pada 2012 lalu yang berjudul “Evaluating The Financial Performance of Islamic and Conventional Bank in Pakistan” memperlihatkan bahwa bank – bank syariah yang ada di Pakistan memiliki pertumbuhan yang baik dengan tingkat keuntungan dan tingkat likuiditas yang lebih tinggi.

pelarangan masyir untuk memastikan investasi yang produktif. maslahat. transisi pengawasan yang tetap menjaga kesinambungan pengembangan perbankan syariah. Pertumbuhan dana masyarakat perbankan syariah menunjukkan trend penurunan.6 % hingga pertengahan tahun 2015. mengingat Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam tetapi sangat minim kesadaran untuk menggunakan perbankan syariah sebagai pilihan dalam perbankan. Dengan itu Bank Indonesiapun secara nyata telah menyusun berbagai rencana pendekatan strategis untuk meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah pada pembiayaan perbankan syariah yang lebih mengarah kepada sektor produktif dan masyarakat yang lebih luas. Dibuktikan dengan pangsa pasar yang menurun dari 4. Selain jumlah nasabah yang masih sangat kecil. pengembangan produk yang lebih memenuhi kebutuhan masyarakat dan sektor produktif. sementara itu. Ini artinya nasabah perbankan syariah hanya sekitar 18. nasabah perbankan konvensional menyentuh sekitar 80 juta jiwa.75 % dari jumlah nasabah bank konvensional. pelarangan riba untuk melancarkan investasi. pembagian resiko dan pelarangan gharar yang dapat mengakibatkan ketidakdilan yang bermuara pada ketidakpastian. Menilik dari segi tersebut sudah sepantasnya dunia perbankan Indonesia diranahi oleh sistem perbankan syariah hal tersebut . penipuan dan keuntungan. sektor ekonomi yang memiliki kelebihan modal ke sektor ekonomi yang membutuhkan pembiayaan. perbankan syariah di Indonesia dapat menyelesaikan masalah dan tantangan yang dihadapinya serta bersaing untuk menjadi poros dunia perbankan di Indonesia. Diharapkan melalui paparan diatas. Tersebutlah dalam pilar-pilar ekonomi syariah yang terdapat dalam perbankan syariah yang diantaranya: kewajiban zakat dan anjuran wakaf yang berguna untuk menggerakkan ekonomi serta mendorong investasi komersial dan sosial. revitalisasi peningkatan sinergi dengan bank induk dan peningkatan edukasi dan komunikasi. Hal ini patut disayangkan. total nasabah perbankan syariah mencapai 15 juta jiwa.Berdasarkan laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hasil penelitian yang dikemukakan oleh Ali Rama dalam jurnalnya yang berjudul “Analisis Kontribusi Perbankan Syariah Terhadap Pertumbuhan Ekonomi Indonesia” menunjukkan bahwasanyanya dalam jangka panjang perbankan syariah secara positif dan signifikan berhubungan dengan pertumbuhan ekonomi dan riil output di Indonesia.8 % pada akhir 2014 menjadi 4. Perbankan syariah secara efektif memainkan perannya sebagai lembaga intermediasi yang memobilisasi modal dari unit surplus ke unit defisit.

Wallahu A’lam Bishawab. Secara nyata Indonesia lebih baik menganut sistem perbankan syariah. Hal ini telah dibuktikan dengan melihat dari negara-negara yang telah maju sistem perekonomiannya diluar sana dan dari pilar-pilar yang telah dipaparkan diatas. Jika saja negara lain bisa sukses dengan sistem tersebut kenapa Indonesia tidak? Bukankah perbankan syariah juga termasuk salah satu kewajiban menaati frasa dalam syariat islam yaitu Amar ma’ruf nahi munkar. Terjawablah pertanyaan yang diajukan sebelumnya.karena sistem syariah ini bukan hanya memberikan profit bagi para nasabah tetapi juga turut serta menata kemajuan sistem perekonomian negara dengan asas keterbukaan dan keadilan. . bukan hanya ditilik dari segi mayoritas penduduknya beragama islam tetapi jua karena memberikan profit yang lebih menggiurkan kepada nasabah dan turut memajukan perkonomian pemerintah yang terikat dengan adanya rencana untuk meningkatkan pertumbuhan perbankan syariah oleh Bank Indonesia.