You are on page 1of 30

Praktikum Jaringan Sensor

Praktikum 2
Topologi Jaringan

A. TUJUAN
Setelah dilaksanakan praktikum diharapkan:
1. Mahasiswa mengenal konsep dasar dari topologi pada sebuah jaringan.
2. Mahasiswa dapat membangun topologi sederhana dari sebuah jaringan untuk suatu aplikasi
memanfaatkan pengaturan parameter jaringan pada modul XBee
B. DASAR TEORI
Topologi jaringan merupakan hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur
dasar penyusun jaringan (misalnya: node, router, dan gateway/server). Secara sederhana topologi
dapat juga diartikan sebagai suatu teknik untuk menghubungkan suatu perangkat (divais) menjadi
sebuah jaringan. Ada beberapa tipe topologi jaringan yang saat ini digunakan. Berikut ini beberapa
hal yang mendasari pemilihan topologi jaringan yang digunakan pada suatu aplikasi:
Skala jaringan, berhubungan dengan luas area dari jaringan yang ingin di-cover.
Biaya, berhubungan dengan total biaya yang dibutuhkan untuk membangun jaringan.
Tujuan, berhubungan dengan misi yang ingin diselesaikan menggunakan sistem
berbasis jaringan.
Pengguna, berhubungan dengan jumlah pengguna yang tergabung dalam jaringan yang
pada akhirnya akan berkaitan dengan kecepatan akses data misalnya akibat delay
pengiriman data.
Hal yang perlu diperhatikan, setiap jenis topologi jaringan memiliki kekurangan dan kelebihan
masing-masing, oleh karena itu pemilihan jenis topologi hendaknya disesuaikan dengan jenis
aplikasi yang akan dikembangkan.
Berikut ini beberapa jenis topologi jaringan yang sering digunakan:
Topologi Bus
Pada jenis topologi ini seluruh perangkat dalam jaringan terhubung pada sebuah jalur
umum/bus yang sama. Pada realitanya topologi bus ini dapat dibangun untuk sistem jaringan
sensor yang bersifat wired, misalnya menggunakan basis RS-485/RS-422.

Gambar 1. Topologi Bus


Halaman
1

Praktikum Jaringan Sensor

Topologi Ring
Topologi ini berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya,
sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin.

Gambar 2. Topologi Ring

Topologi Star
Topologi ini merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah
ke setiap node atau pengguna. Pada jenis topologi ini terdapat sebuah node yang berfungsi
sebagai central node yang berfungsi sebagai node penghubung ke node-node lainnya.

Gambar 3. Topologi Star

Topologi Mesh
Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat
terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya,
dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang
dituju (dedicated links).

Gambar 4. Topologi Mesh

Topologi Tree
Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus.
Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi
bus sebagai jalur tulang punggung atau backbone.
Halaman
2

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 5. Topologi Tree


Pada praktikum ini akan dibangun beberapa konfigurasi topologi jaringan menggunakan parameterparameter jaringan yang terdapat pada modul XBee. Berikut ini parameter-parameter jaringan pada
modul XBee yang akan digunakan:
PAN ID
(kode: ID)
PAN ID merupakan kode identifikasi untuk suatu jaringan personal. Semua perangkat
komunikasi dalam 1 jaringan memiliki PAN ID yang sama. Range PAN ID adalah 0-FFFFH
(terdapat 65536 pilihan PAN ID).
Kanal komunikasi
(kode: CH)
Kanal komunikasi menentukan pilihan kanal yang digunakan pada operasional modul XBee.
Pada modul XBee S1 terdapat 16 pilihan kanal yang bisa digunakan. Range kanal komunikasi
adalah 0x0B-0x1A. Pada modul XBee S1, semua perangkat komunikasi dalam 1 jaringan
beroperasi pada kanal yang sama.
Nomor serial
(kode: SH dan SL)
Setiap modul XBee memiliki nomor serial yang berbeda-beda (bersifat unik). Nomor serial
berupa 64-bit kode yang terbagi menjadi nomor serial atas (SH: Serial High) dan nomor serial
bawah (SL: Serial Low).
Alamat asal/diri
(kode: MY)
Alatmat asal/diri merupakan alamat 16 bit yang dapat diatur sendiri oleh user. Alamat ini harus
bersifat unik dalam sebuah jaringan.
Alamat tujuan
(kode: DH dan DL)
Alamat tujuan merupakan 64 bit alamat tujuan pengiriman data suatu modul XBee. Alamat
tujuan ini dibagi menjadi 2 yaitu alamat tujuan atas (DH: Destination High) dan alamat tujuan
bawah (DL: Destination Low).
C. KEBUTUHAN ALAT & BAHAN
Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:
Komputer yang dilengkapi dengan port USB dan telah terinstalasi software X-CTU
2 buah.
XBee S1 (Series 1) 4 buah.
UARTBee, modul konverter USB ke UART TTL 3V3 4 buah.
Kabel USB (tipe A ke micro USB) 4 buah
Halaman
3

Praktikum Jaringan Sensor


D. SETTING PERCOBAAN
Modul XBee terhubung ke modul konverter UARTBee

Gambar 6. Koneksi modul XBee dengan UARTBee

Gambar 7. Koneksi modul XBee dengan kabel USB

Modul XBee terhubung dengan komputer

Komputer A
XBee A
XBee B
Komputer B
Gambar 8. Koneksi modul XBee dengan komputer via UARTBee
E. KESELAMATAN KERJA
Hati-hati saat melepas dan memasang modul XBee ke modul UARTBee.
Perhatikan posisi (orientasi) XBee saat terpasang ke modul UARTBee, pastikan tidak
terbalik
Saat mencoba, pastikan modul berada pada kondisi yang aman.
Gunakan perlatan praktikum sesuai dengan fungsinya.
F. PROSEDUR PRAKTIKUM
Halaman
4

Praktikum Jaringan Sensor


Sebelum dilaksanakan praktikum, siapkan perlatan dan bahan yang akan digunakan untuk
praktikum. Mohon bantuan ke PLP Laboratorium untuk membantu menyiapkan peralatan dan
bahan yang akan digunakan.
Selesaikanlah beberapa contoh permasalahan berikut ini:
1. Permasalahan pertama
Sebuah topologi memiliki konfigurasi sebagai berikut:

Gambar 9. Contoh topologi (1)


Keterangan:
4 buah node berada dalam 1 jaringan.
Setiap node hanya memiliki 2 buah link yaitu dengan node sebelum dan node
sesudahnya sehingga membentuk sebuah lingkaran (ring). Misal node A
memiliki 2 buah link yaitu link source dari D dan link destination ke B.
Link pada setiap node hanya bersifat satu arah saja (bukan bidirectional).
2. Permasalahan kedua
Sebuah topologi memiliki konfigurasi sebagai berikut:

Gambar 10. Contoh topologi (2)


Halaman
5

Praktikum Jaringan Sensor


Keterangan:
4 buah node berada dalam 1 jaringan.
Terdapat sebuah central node yaitu node A dan terdapat 3 buah client node (node
B, C, D).
Masing-masing client node hanya dapat berkomunikai dengan central node.
Client node tidak dapat berkomunikasi dengan client node secara langsung.
Central node dapat berkomunikasi secara langsung dengan semua node client
3. Permasalahan ketiga
Sebuah topologi memiliki konfigurasi sebagai berikut:

Gambar 11. Contoh topologi (3)


Keterangan:
Terdapat 7 buah node dalam sistem
Terdapat 3 buah jaringan yaitu:
Jaringan 1: terdiri dari node A
Jaringan 2: terdiri dari node B, D, E
Jaringan 3: terdiri dari node C, F, G
Node master adalah node A yang dapat berkomunikasi dengan seluruh node
dalam jaringan secara langsung.
Node B, D, E berada dalam 1 jaringan. Node B sebagai node central yang
memiliki 2 node client D dan E. Node D dan E hanya dapat berinteraksi dengan
node B saja. Node D dan E tidak dapat saling berkomunikasi secara langsung.
Node C, F, G berada dalam 1 jaringan. Node C sebagai node central yang
memiliki 2 node client F dan G. Node F dan G hanya dapat berinteraksi dengan
node C saja. Node F dan G tidak dapat saling berkomunikasi secara langsung.

Halaman
6

Praktikum Jaringan Sensor

G. DATA HASIL PRAKTIKUM


1. Permasalahan pertama
a) Setting parameter jaringan
No Node
ID
CH
1
A
2
B
3
C
4
D

SH

SL

DH

DL

NI

b) Node Discovery
Catatlah node yang teridentifikasi saat dilakukan node discovery
Node
A
B
C
D
Discovery
A
B
C
D
c) Pengiriman data
Pengirim
A
B
C
D

Data

2. Permasalahan kedua
a) Setting parameter jaringan
No Node
ID
CH
1
A
2
B
3
C
4
D

SH

SL

DH

DL

b) Node Discovery
Catatlah node yang teridentifikasi saat dilakukan node discovery
Node
A
B
C
D
Halaman
7

NI

Praktikum Jaringan Sensor


Discovery
A
B
C
D

c) Pengiriman data
Pengirim
A
B
C
D

Data

3. Permasalahan ketiga
a) Setting parameter jaringan
No Node ID
CH
1
A
2
B
3
C
4
D
5
E
6
F
7
G
b) Node Discovery
Node
A
Discovery
A
B
C
D
E
F
G
c) Pengiriman Data
Pengirim
Data
A

SH

SL

DH

Halaman
8

DL

NI

Praktikum Jaringan Sensor


B
C
D
E
F
G
H. ANALISA DATA
Lakukan analisa data dari data-data yang telah diperoleh sebelumnya meliputi Jenis topologi,
mode pengalamatan, serta aliran transmisi data.

I. TUGAS
Carilah informasi mengenai kelebihan dan kekurangan dari masing-masing jenis
topologi yang sering digunakan (topologi: bus, ring, star, mesh, tree)!
Carilah contoh sebuah paper yang membahas mengenai jaringan sensor, kemudian
identifikasi jenis topologi jaringan yang digunakan dan bagaimanakah aliran transmisi
datanya? Sertakan paper tersebut pada lampiran laporan anda.
J. KESIMPULAN
Buatlah kesimpulan dari praktikum yang telah dilakukan berdasarkan data-data yang telah
dianalisa.
K. LAMPIRAN
Sertakan lampiran jika ada

Halaman
9

Praktikum Jaringan Sensor

PROSEDUR DAN DATA HASIL PRAKTIKUM

1. Hubungkan modul Xbee S1 pada USB PC.


2. Buka software X-CTU pada PC.
3. Pada tampilan awal pilih halaman user com ports. Tulis COM1 pada Com Port Number, lalu
klik Add.
4. Maka akan tampil sebuah tampilan seperti di bawah ini.

Gambar 12. Tampilan awal.


5. Arahkan kursor ke user (COM1) lalu klik yang bagian atas, setelah itu klik Test / Query.
6. Maka akan muncul tampilan tipe modem dan serial number dari Xbee s1 seperti di bawah ini,
ini menunjukkan bahwa modul Xbee telah terhubung dengan PC atau bisa di gunakan, setelah
itu tekan OK.

Gambar 13. Tampilan Xbee terhubung dengan PC.


Halaman
10

Praktikum Jaringan Sensor


7. Setelah itu pilih modem configuration untuk mengubah parameter sesuai keterangan parameter
pertama. Pada channel dan ID pada masing masing node A,B,C,D di buat C dan 1. Ubah
masing masing DH dan DL untuk syarat komunikasi antar node. Sebelum itu ganti node
identifier sesuai urutan nama node untuk mempermudah berkomunikasi.
DH = SH B
DL = SH B

DH = SH C
DL = SH C
DH = SH A
DL = SH A

DH = SH D
DL = SH D
Gambar 14. Topologi permasalahan 1

Halaman
11

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 15. Mengatur modem configuration


8. Lalu pilih Write, untuk menyimpan dan membaca pengaturan pada modem configuration, lalu
menuju pada bagian terminal untuk mengecek apakah node node tersebut telah menjadi
topologi jaringan untuk permasalahan pertama.

Halaman
12

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 16. Node A dan B sudah membentuk jaringan


9. Setelah itu untuk pengecekan apakah masing masing node ini terhubung membentuk topologi,
perlu adanya pengkomunikasian pada masing masing AtCommand di PC.

Halaman
13

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 17. Node B sudah membentuk jaringan pada Node C,A,D

10. Hasil dari percobaan topologi jaringan pertama yang membentuk seperti topologi ring yaitu,
seperti dibawah ini :
a) Setting parameter jaringan
No Node
ID
CH
1
A
1
C
2
B
1
C
3
C
1
C
4
D
1
C

SH
SHA
SHB
SHC
SHD

SL
SLA
SLB
SLC
SLD

DH
SHB
SHC
SHD
SHA

DL
SLB
SLC
SLD
SLA

b) Node Discovery
Catatlah node yang teridentifikasi saat dilakukan node discovery
Node
A
B
C
D
Discovery
A
V
V
V
B
V
V
V
C
V
V
V
D
V
V
V
Halaman
14

NI
A
B
C
D

Praktikum Jaringan Sensor


c) Pengiriman data
Pengirim
A
B
C
D

Data
INI A
INI B
INI C
INI D

B
INI A

INI B
INI C
INI D

11. Pada permasalahan topologi jaringan ke dua yaitu salah satu node akan menjadi server atau
center untuk bias berkomunikasi ke-3 node yang lain, sedangkan ke-3 node ini tidak bias saling
berkomunikasi, dengan mengatur masing masing node pada modem configuration untuk
membentuk jaringan topologi pada percobaan ke-2.
DH = 0
DL = FFFF

DH = SH A
DL = SH A
DH = SH A
DL = SH A
DH = SH A
DL = SH A
Gambar 18. Topologi permasalahan 2

Halaman
15

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 19. Mengatur modem configuration pada ID


12. Lalu pilih Write, untuk menyimpan dan membaca pengaturan pada modem configuration, lalu
menuju pada bagian terminal untuk mengecek apakah node node tersebut telah menjadi
topologi jaringan untuk permasalahan kedua.

Halaman
16

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 20. Node center dan B sudah membentuk jaringan

13. Setelah itu untuk pengecekan apakah masing masing node ini terhubung membentuk
topologi, perlu adanya pengkomunikasian pada masing masing AtCommand di PC.

Halaman
17

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 21. Node B sudah membentuk jaringan pada Node C (center),A,D


14. Hasil dari percobaan topologi jaringan kedua yang membentuk seperti topologi star, namun
pada praktikum ini dibuat node C sebagai pusat untuk terhubung ke node lainnya, hasil dari
praktikum topologi jaringan kedua seperti dibawah ini :
a. Setting parameter jaringan
No Node
ID
CH
1
A
1
C
2
B
1
C
3
C
1
C
4
D
1
C

SH
SHA
SHB
SHC
SHD

SL
SLA
SLB
SLC
SLD

DH
SHC
SHC
0
SHC

DL
SLC
SLC
FFFF
SLC

b. Node Discovery
Catatlah node yang teridentifikasi saat dilakukan node discovery
Node
A
B
C
D
Discovery
A
V
V
V
B
V
V
V
C
V
V
V
D
V
V
V

Halaman
18

NI
A
B
C
D

Praktikum Jaringan Sensor


c. Pengiriman data
Pengirim
Data
A
INI
DARI
CENTER
B
INI B
C
INI C
D
INI D

A
B
C
D
INI
DARI INI
DARI INI
DARI INI
DARI
CENTER
CENTER
CENTER
CENTER
INI B
INI C
INI D

15. Pada permasalahan ketiga yaitu penggabungan dari topologi tree atau pohon, dengan server
akan saling terhubung dengan 2 node dan 2 node tersebut akan terhubung dengan masing
masing 2 node yang lain, tetapi tidak dapat terhubung dengan node pusat atau center.
DH = 0
DL = FFFF
ID = FFFF
DH = 0
DL = FFFF
ID = 2
DH = 0
DL = FFFF
ID = 1

DH = SH B
DL = SL B
ID = 1

DH = SH B
DH= SH E DH = SH E
DL = SL B
DL = SL E DL = SL E
ID = 1
ID = 2 ID = E
Gambar 22. Topologi permasalahan 3

Halaman
19

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 23. Mengatur modem configuration pada ID, DH, DL


16. Lalu pilih Write, untuk menyimpan dan membaca pengaturan pada modem configuration, lalu
menuju pada bagian terminal untuk mengecek apakah node node tersebut telah menjadi
topologi jaringan untuk Permasalahan ketiga.

Gambar 24. Node center (B) D, E sudah membentuk jaringan


17. Pada node C langkah untuk membentuk jaringan topologi memiliki pengaturan modem
configuration yang sama dengan B, namun pada node C terhubung dengan node F dan G.

Halaman
20

Praktikum Jaringan Sensor


18. Lalu pada pembuatan node pusat, yaitu node A dengan menggunakan PAN ID FFFF, channel C,
SH = SHA, SL = A, DH = 0, DL= FFFF. Untuk memantau atau terhubung dengan node yang
lainnya, setelah itu node pusat akan membuat salam komunikasi pada node node lainnya.

Gambar 25. Node pusat menulis kata mengirim data ke node lain
19. Namun pada node B dan C agar bias terhubung dengan node A yaitu node pusat, node B dan C
harus mengatur modem configuration pada EE dan KY, pada EE bias diatur 1ENABLE lalu
pada KY klik set lalu masukkan karakter sebanyak 32 agar bias terhubung dengan pusat, lalu
OK.
20. Hasil dari percobaan topologi jaringan kedua yang membentuk seperti topologi tree, namun
pada praktikum ini dibuat node A sebagai pusat untuk terhubung ke node lainnya, hasil dari
praktikum topologi jaringan ketiga seperti dibawah ini
Setting parameter jaringan
No Node ID
CH
1
A
FFF C
F
2
B
1
C

SH
SHA

SL
SLA

DH
0

SHB

SLB

SHC

SLC

4
5
6
7

D
E
F
G

1
1
2
2

C
C
C
C

SHD
SHE
SHF
SHG

SLD
SLE
SLF
SLG

SHB
SHB
SHE
SHE

Halaman
21

DL
FFF
F
FFF
F
FFF
F
SLB
SHB
SLE
SLE

NI
A
B
C
D
E
F
G

Praktikum Jaringan Sensor

ANALISA DATA

Pada praktikum kali ini mempelajari cara membuat suatu topologi jaringan dan cara membuat
jaringan dengan mengatur pada software X-CTU untuk Xbee S1. Topologi jaringan sendiri adalah, hal
yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link,
dan station. Topologi jaringan dapat dibagi menjadi 5 kategori utama, yaitu : bus, ring, star, mesh, tree.
Dalam pembuatan jaringan pada percobaan 1, 2, dan 3 yang perlu diperhatikan yaitu jenis topologi
jaringan, semakin banyak node yang di perlukan, semakin sulit untuk mengatur dan terhubung dengan
node lainnya, pada percobaan pertaama dan kedua, pengaturan pada Modem Configuration hanya
meliputi PAN ID, DH, DL, CHANNEL. Pada setiap pengaturan tersebut harus saling mengetahui
nomer serial modul Xbee S1 yang digunakan dan juga pada Channel yang paling utama untuk
membangun sebuah jaringan antar masing masing node. Selanjutnya di lanjutkan pengaturan pada
PAN ID, pada pengaturan PAN ID FFFF, ini bias di pakai sebagai pusat node, pengaturan ini akan
terhubung dengan semua node yang memiliki Channel yang sama, ditambahkan dengan DH dan DL,
masing masing di atur dengan mengetahui nomer serial SL dan SH pada node pusat supaya jaringan
akan terbentuk dengan sebuah node pusat yang terhubung dengan node node lainnya.
Pada percobaan ketiga pengaturan pada Modem Configuration sedikit agak rumit, node pusat yang
tuganya untuk terhubung dan mengirimkan data dengan node node yang lain, ini sekaligus menerima
data dari 2 node yang sebelumnya sebagai pusat node di setiap masing- masing 2 node tersebut, maka
pada 2 node ini perlu di atur lagi pada EE dan KY di Modem Configuration, pada EE diatur 1-Enable,
sedangkan pada KY di atur dan di isi smpai 32 karakter lalu tekan OK, pengiriman data dari 2 node
tersebut akan bias tercapai ke node pusat, yang berfungsi untuk menerima dan mengirim data.
TUGAS
1. Topologi bus merupakan topologi yang banyak digunakan pada masa penggunaan kabel
sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung
network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu
sama
lain.
Kelebihan :
a. Keunggulan topologi Bus adalah pengembangan jaringan atau penambahan workstation
baru dapat dilakukan dengan mudah tanpa mengganggu workstation lain.
b. Hemat kabel.
c. Layout kabel sederhana.
Kekurangan:
Halaman
22

Praktikum Jaringan Sensor


a. Kelemahan dari topologi ini adalah bila terdapat gangguan di sepanjang kabel pusat maka
keseluruhan jaringan akan mengalami gangguan.
b. Kepadatan pada jalur lalu lintas.
c. Diperlukan Repeater untuk jarak jauh.
2. Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing
terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk
cincin.
Kelebihan:
a. Mudah untuk dirancang dan diimplementasikan
b. Memiliki performa yang lebih baik ketimbang topologi bus, bahkan untuk aliran data yang
berat sekalipun.
c. Mudah untuk melakukan konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru.
d. Mudah untuk melakukan pelacakan dan pengisolasian kesalahan dalam jaringan karena
menggunakan konfigurasi point to point
e. Hemat kabel
f. Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu
node yang dapat mengirimkan data
Kelemahan:
a. Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan
terganggunya seluruh jaringan. Namun hal ini dapat diantisipasi dengan menggunakan
cincin ganda (dual ring).
b. Pengembangan jaringan lebih kaku, karena memindahkan, menambah dan mengubah
perangkat jaringan dan mempengaruhi keseluruhan jaringan.
c. Kinerja komunikasi dalam jaringan sangat tergantung pada jumlah titik/node yang terdapat
pada jaringan.
d. Lebih sulit untuk dikonfigurasi ketimbang topologi bintang
e. Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur]
f. Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandles
3. Topologi bintang merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node
tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan
dengan
biaya
menengah.
Kelebihan:
a. Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan
station yang terpaut.
b. Tingkat keamanan termasuk tinggi.
c. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk.
d. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah.
Halaman
23

Praktikum Jaringan Sensor


e. Akses Kontrol terpusat.
f. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan. Paling fleksibel.
Kekurangan:
a.
b.
c.
d.

Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti.
Boros dalam pemakaian kabel.
HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat.
Peran hub sangat sensitif sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan
tersebut akan down.
e. Jaringan tergantung pada terminal pusat.
f. Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat.
g. Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring.

4. Topologi Pohon adalah kombinasi karakteristik antara topologi bintang dan topologi bus.
Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi bintang yang dihubungkan dalam satu topologi bus
sebagai jalur tulang punggung atau backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub,
sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung.
Keunggulan :
Keungguluan jaringan pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang
dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh,perusahaan dapat membentuk kelompok yang
terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.
Kelemahan :
Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi,
maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara
kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat. Menurut jeremyah joel, tapologi ini
menggunakan banyak kabel dan di Backbone [Kabel terbawah] merupakan pusat dari tapologi
ini.
5. Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap
perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan.
Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan
perangkat yang dituju (dedicated links).
Kelebihan :
Halaman
24

Praktikum Jaringan Sensor


a. Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa
harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan
khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara
beramai-ramai/sharing).
b. Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan
komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut
tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya.
c. Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi
antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya.
d. Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar
komputer.
Kekurangan :
a. Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi
mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan
kebutuhan kabel dan Port).
b. Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap
komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan
konfigurasi menjadi lebih sulit.
c. Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan
di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.
d. Berdasarkan kelebihan dan kekurangannya, topologi mesh biasanya diimplementasikan
pada komputer-komputer utama dimana masing-masing komputer utama tersebut
membentuk jaringan tersendiri dengan topologi yang berbeda (hybrid network).

KESIMPULAN

Dari percobaan yang telah di laksanakan dapat disimpulkan bahwa pembuatan sebuah jaringan
perlu diperhatikan jenis topologi jaringan yang akan di buat, itu untuk menentukan pengaturan node
dan mengatur modul Xbee S1 pada Modem Configuration. Pengaturan pada Modem Configuartion
untuk pembuatan suatu topologi jaringan yaitu meliputi pengaturan PAN ID, CHANNEL, DH, DL
dan beberapa bagian lainnya yang perlu di atur sesuai topologi jaringan yang diinginkan seperti di
tambahkan EE dan KY. Pada suatu topologi dapat di kembangkan menjadi jenis topologi baru, dan
harus memerlukan pengaturan node pusat ke node pendukung, untuk mendapatkan topologi
jaringan yang diinginkan.

Halaman
25

Praktikum Jaringan Sensor

LAMPIRAN

Topologi yang digunakan dalam mendeteksi kejadian gempa bumi ialah topologi star. Artinya
topologi yang digunakan membatasi transmisi menjadi hubungan tunggal, antara sensor dengan
pengaturnya (controller), jadi pada masing-masing sensor yang secara langsung telah terhubung dan
akan mengirimkan informasi yang telah dikumpulkan menuju gateway. Pada topologi star ini, memiliki
beberapa kelebihan dibanding dengan topologi lainnya, kelebihannya antara lain: unjuk kerja yang
lebih baik, tahan terhadap kondisi traffic yang sibuk, serta memiliki tingkat keamanan data yang cukup
tinggi. Penempatan pada masing-masing komponen dilakukan dengan tingkatan yang sejajar, artinya
komponen dengan tingkat yang paling kecil, dalam hal ini komponen yang berada dalam ujung
topologi yaitu node,dan masing masing node dikonfigurasikan untuk langsung mengirim data hasil
pembacaan menuju gateway.
Pada paper yang didapatkan yaitu tugas akhir dari mahasiswa ITS yang dibuat oleh Bagus Seto
Wahyono.

Halaman
26

Praktikum Jaringan Sensor


Sistem Deteksi Gempa Bumi
Berbasis Jaringan Sensor Nirkabel
Bagus Seto Wahyono 2204100132
Jurusan Teknik Elektro FTI, Institut Teknologi Sepuluh Nopember
Kampus ITS, Surabaya 60111

1. Karakteristik Umum Gempa Bumi.


Gempa bumi yang terjadi di dunia ini telah mengakibatkan korban jiwa yang tidak sedikit. Dampak
dari gempa bumi antara lain, bangunan yang roboh, tsunami, tanah longsor, dan lain-lain. Dampak
tersebut yang memakan korban jiwa paling banyak tiap tahunnya. berbagai sebab, dalam hal ini yang
sering terjadi di Indonesia adalah gempa bumi tektonik, yaitu gempa bumi yang terjadi akibat
bergesernya lempeng tektonik pada permukaan bumi, dalam hal ini terjadi pergeseran lempeng pada
lapisan Lithosphere, yaitu lapisan yang berada pada kedalaman 25-60km di bawah permukaan bumi[1].
Sedangkan pada gempa bumi sendiri terdapat 2 jenis gelombang, yaitu gelombang P, dan gelombang S.
Pada gelombang P, gelombang dari pusat epicentrum dating dengan bentuk gelombang transversal, dan
memiliki kecepatan hingga 8km/detik, sehingga gelombang ini datang pada permukaan bumi terlebih
dahulu daripada gelombang S, sedangkan gelombang S, datang dengan bentuk gelombang longitudinal,
serta memiliki kecapatan yang lebih lambat daripada gelombang P. Akan tetapi gelombang S memiliki
daya destruktif lebih besar daripada gelombang P. Pada tugas akhir kali ini, akan dilakukan pencatatan
hasil pembacaan gempa bumi buatan oleh sensor yang telah dirancang menggunakan jaringan sensor
network yang di simulasikan oleh shaking table, dengan hasil pencatatan menggunakan skala shindo.
Skala shindo sendiri ialah skala yang digunakan untuk mengukur PGA (Peak Groud Acceleration) dari
gempa bumi yang terjadi pada suatu tempat. Dengan level skala pengukuran sampai dengan 10 level,
maka hasil pembacaan sensor pada sistem jaringan sensor network akan dibandingkan dengan hasil
pengukuran yang terdapat pada shaking table. Teknik pengukuran pada tugas akhir ini menggunakan
Intensity scale, yaitu teknik pengukuran yang dilakukan dengan cara qualitative data yang dihasilkan
pada pengukuran gempa bumi dapat digunakan untuk mengentahui dampak kerusakan daripada gempa
bumi yang terjadi. Penelitian yang pernah dilakukan di Jepang dengan menggunakan JMA-Kobe NS
shaking table seperti yang ditunjukkan pada gambar 1 dibawah ini.

Halaman
27

Praktikum Jaringan Sensor

Gambar 26. Shaking table JMA-Kobe NS


2. Sistem Operasi Serta Bahasa Pemrograman
Pada jaringan sensor nirkabel, setiap sensor membutuhkan suatu sistem operasi untuk menjalankan
serta mengatur hardwareagar dapat berinteraksi dengan software apliaksinya. Dan pada setiap sistem
operasi menggunakan bahasa pemrograman yang beragam pula. Pada tugas akhir ini digunakan sistem
operasi TinyOS dengan bahasa pemrograman NesC. TinyOS merupakan suatu opem source OS yang
didesain khusus untuk jaringan sensor nirkabel. TinyOS memiliki arsitektur berbasis komponen yang
mendukung adanya inovasi dan implementasi jaringan sensor nirkabel, dengan cara meminimalisir
ukuran kode yang dibutuhkan, karena komponen sensor memiliki memori yang sangat terbatas. TinyOS
sendiri memiliki model pemrograman yang berbasis komponen, yaitu NesC. TinyOS mengorganisir
komponen softwarenya ke dalam beberapa lapisan. Lapisan yang paling bawah berkaitan dengan
hardware, dan lapisan yang paling atas adalah aplikasi yang digunakan. Lapisan TinyOS.
3. Perencanaan Topologi
Pada tugas akhir ini topologi yang digunakan dalam mendeteksi kejadian gempa bumi ialah
topologi star. Artinya topologi yang digunakan dalam tugas akhir ini membatasi transmisi menjadi
hubungan tunggal, antara sensor dengan pengaturnya (controller), jadi pada masing-masing sensor
yang secara langsung telah terhubung dan akan mengirimkan informasi yang telah dikumpulkan
menuju gateway. Pada topologi star ini, memiliki beberapa kelebihan dibanding dengan topologi
lainnya, kelebihannya antara lain: unjuk kerja yang lebih baik, tahan terhadap kondisi traffic yang
sibuk, serta memiliki tingkat keamanan data yang cukup tinggi. Penempatan pada masing-masing
komponen dilakukan dengan tingkatan yang sejajar, artinya komponen dengan tingkat yang paling
kecil, dalam hal ini komponen yang berada dalam ujung topologi yaitu node,dan masingmasing node
dikonfigurasikan untuk langsung mengirim data hasil pembacaan menuju gateway. Pada Gambar 27
Halaman
28

Praktikum Jaringan Sensor


adalah ilustrasi daripada topologi jaringan yang akan digunakan dalam penelitian ini. Terdapat 3 buah
node, sebuah sink, dan sebuah server.. Pada node0 adalah sebagai sink, sedangkan node1,2, dan 3
adalah sebagai endpoint daripada jaringan. Akan tetapi perlu diketahui lagi, bahwa fungsi sensingjuga
ditanamkan pada semua nodekecuali node0. Artinya yang berperan sebagai sensor dalam jaringan ini
adalah node1,2, dan 3,. Dan yang berperan sebagai gateway atau penghubung antara jaringan sensor
dengan user adalah node 0.

Gambar 27. Topologi Jaringan Sensor Nirkabel

Gambar 28. Gateway(MIB 600) dan Mote Micaz


4. Tahap implementasi
Pada tugas akhir kali ini sistem deteksi gempa bumi berbasis jaringan sensor nirkabel dibangun
dengan cara menyebar ke tiga node yang telah diinject dengan program ke dalam bak shaking table.
Halaman
29

Praktikum Jaringan Sensor


Persebaran node dalam shaking table, dapat dilihat pada gambar 7. Sebelum dilakukan persebaran node
dalam bak shaking table, perlu dilakukan kalibrasi alat pada sensor yang akan kita gunakan. Kalibrasi
alat dilakukan dengan cara mendiamkan node yang kita gunakan, dan menyalakannya dalam ruang
tertutup selama kurung waktu tertentu. Node tersebut dalam keadaan steady., hasil pembacaan dari
ketiga node yang dilakukan kalibrasi tersebut akan dapat dilihat angka penunjukannya Peletakkan ke
tiga node yang telah disebar dilakukan ketika node dalam keadaan on, kemudian node akan di
diamkan selama 15 detik, kemudian setelah memasuki detik ke 15, shaking table dinyalakan sehingga
akan terjadi permodelan gempa bumi yang dilakukan oleh shaking table. Lama waktu gempa bumi
telah di atur sedemikian rupa selama 15 detik, setelah itu shaking
table akan dimatikan kembali, pada saat sesudah permodelan gempa bumi yang dilakukan oleh
shaking table node akan di diamkan selama 30 detik, sehingga waktu dari node dihidupkan hingga
selesai pengambilan data ialah selama 1 menit. Pada pengambilan data gempa bumi akan dilakukan
permodelan gempa bumi pada 3 zona yang berbeda sesuai dengan SNI-1726 tahun 2002 dimana pada
tiap-tiap zona yang akan di ujikan memiliki PGA yang berbeda satu sama lain.

Gambar 29. Persebaran Node Pada Shaking Table.

Halaman
30