You are on page 1of 3

Nama; Dimas Tri Prasetyo.

Nim ; 2013030026

BAB 1
LINGKUP PEMERIKSAAN MANAJEMEN
Pemeriksaan adalah suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti
secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan kegiatan-kegiatan dan kejadian ekonomi untuk
menentukan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan criteria yang telah
ditentuka, serta mengkomunikasikan hasil-hasilnya kepada pihak-pihak yang berkepentingan.
Ditinjau dari pemeriksaan dibagi menjadi dua, yaitu; pemeriksaan pihak luar (external),
pemeriksaan pihak dalam (internal). Didefinisi dan tujuan pemeriksaan tersebut adalah;
Pemeriksaan pihak luar adalah suatu proses pemeriksaan yang sistematik dan obyektif terhadap
laporan keuangan suatu perusahaan atau unit organisasi lain dengan tujuan untuk memberikan
pendapat mengenai kewajaran keuangan dan hasil usaha perusahaan atau unit organisasi tersebut.
Pemeriksaan internal adalah kegiatan penilaian independen yang dibentuk dalam suatu
organisasi untuk memberikan jasa kepada manajemen dalam bentuk penelaahan kegiatan
organisasi.
Jenis pemeriksaan yang dilakukan oleh pemeriksa internal dapat digolongkan menjadi;
1. Pemeriksaan keuangan adalah suatu proses pemeriksaan secara sistematik yang dilakukan
oleh pemeriksa independen untuk memperoleh dan mengeveluasi bukti secara obyektif
terhadap transaksi keuangan, rekening, dan laporan.
2. Pemeriksaan kepatuhan adalah suatu proses penelaahan secara sistematik yang dilakukan
oleh pemeriksa independen untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara obyektif atas
prosedur manajemen.
3. Pemeriksaan prestasi/pelaksanaan adalah suatu proses pemeriksaan yang sistematik yang
dilakukan oleh pemeriksa independen untuk memperoleh dan mengevaluasin bukti secara
obyektif atas kegiatan manajemen.
4. Pemeriksaan manajemen adalah suatu proses pemeriksan secara sistematik yang dilaksanakan
oleh pemeriksa independen untuk mendapatkan dan mengevaluasi bukti secara obyektif atas
prosedur dan kegiatan manajemen.
5. Pemeriksaan program adalah suatu proses pemeriksaan secara sistematik yang dilakukan oleh
pemeriksa independen untuk memperoleh dan memriksa bukti secara obyektif atas hasil
kegiatan dan program.
Tujuan pemeriksaan manajemen adalah membantu semua peringkat manajemen dalam
meningkatkan perencanaan dan pengendalian manajemen dengan cara mengidentifikasikan
aspek-aspekn system dan prosedur serta rekomendasi kepada manjemen untuk meningkatkan
efisiensi, efektivitas, dan kehematan. Lingkup pemeriksaan meliputi suatu organisasi, program,
kegiatan, atau fungsi yang harus meliputi;
1. Keuangan dan kepatuhan menentukan; (a) apakah laporan keuangan suatu kesatuan ekonomi

yang diperiksa menyajikan secara wajar posisi keuangan dan hasil kegiatan keuangan sesuai

dengan prinsip akuntansi yang diterima umum, dan (b) apakah kesatuan ekonomi yang
diperiksa mematuhi undang-undang dan peraturan yang secara material mempengaruhi
laporan keuangan.
2. Kehematan dan efisiensi menentukan; (a) apakah kesatuan ekonomi mnegelola dan
memanfaatkan sumbernya secara hemat dan efisien, (b) penyebab praktek-praktek yang tidak
efisien dan tidak hemat, dan (c) apakah kesatuan ekonomi tersebut mematuhi undang-undang
dan peraturan yang berhubungan dengan kehematan dan efisiensi.
3. Hasil-hasil program menentukan (a) apakah hasil atau manfaat yang ditentukan oleh badan
legislative atau badan otoritas lainnya dapat tercapai, dan (b) apakah pelaksana
mempertimbangkan alternatif-alternatif pencapaian hasil yang diinginkan dengan biaya yang
rendah.
Manfaat pemeriksaan manajemen;
1. Mengidentifikasikan tujuan, kebijakan, sasaran, prosedur, dan struktur organisasi yang belum
ditentukan sebelumnya.
2. Mengidentifikasikan criteria pengukuran pencapaian tujuan organisasi dan penilaian prestasi
manajemen.
3. Secara independen dan obyektif menilai prestasi individual dan kegiatan unit organisasi
tertentu.
4. Menentukan apakah organisasi mematuhi tujuan, kebijakan, sasaran, peraturan, prosedur, dan
struktur organisasi yang telah ditentukan sebelumnya.
5. Menentukan efisiensi, efektifitas, dan kehematan system perencanaandan pengendalian
manajemen.
6. Menentukan reliabilitas dan manfaat berbagai laporan pengendalian manajemen.
7. Mengidentifikasikan kesempatan potensial untuk meningkatkan laba.
Syarat-syarat efektifitas pemeriksaan manajemen meliputi;
1. Dukungan yang berkesinambung dari organisasi secara menyeluruh terhadap pemeriksaan
manajemen, khususnya dari manajemen puncak. Dukungan tersebut meliputi penentuan status
organisasi pemeriksaan yang independen.
2. Pengakuan dari para pemakai bahwa informasi yang dihasilkan oleh pemeriksaan manajemen
penting dan bermanfaat.
3. Kesadaran para pemeriksa itu sendiri terhadap status organisasi pemerisa yang independen.
Hubungan manusia merupakan masalah yang peka dalam pemeriksaan manajemen.
Kadang-kadang pemeriksa menghadapi pertentangan atau permusuhan dari manajemen dan
karyawan unit organisai yang diperiksa karena pemeriksaan dapat mengakibatkan;
1. Gangguan atau menambah pekerjaan karyawan unit organisasi yang diperiksa.
2. Timbulnya kecenderungan dari manajemen dan karyawan unit organisasi yang diperiksa
menjadi khawatir atau bersikap mempertahankan diri karena laporan pemeriksaan dapat
mengakibatkan diketahuinya kelemahan-kelemahan manajer unit yang diperiksa dalam
melaksankan wewenangnya.
3. Timbulnya keinginan unit organisasi yang diperiksa agar laporan pemeriksaan hanya
menyajika informasi yang baik-baik saja menurut pandangannya, namun pemeriksa harus
melaporkan kelemahan-kelemahan dalam system perencanaan dan pengendalian unit tersebut.

Nama; Dimas Tri Prasetyo.


Nim ; 2013030026
BAB 2
HUBUNGAN PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN
MANAJEMEN DENGAN PEMERIKSAAN
MANAJEMEN
Sistem pengendalian manajemen terdiri atas dua unsure penting yaitu; (1) struktur pengendalian
manajemen, dan (2) proses pengendalian manajemen. Struktur pengendalian manajemen terdiri
atas; (a) pusat-pusat pertanggungjawaban, dan (b) penilaian prestasi pusat-pusat
pertanggungjawaban. Proses pengendalian manajemen terdiri atas; (a) penyusunan program, (b)
penyusunan anggaran, (c) pelaksaan dan pengukuran, (d) pelaporan dan analisis