You are on page 1of 20

PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN FISIKA BERBASIS ICT:

Teori Pembuatan Media Presentasi yang Kreatif, Efektif, Efisien,


Menarik, serta Interaktif untuk Pembelajaran
Disusun untuk Melengkapi Tugas Mata Kuliah Pengembangan
Media Pembelajaran Fisika Berbasis ICT

OLEH:
STAVINI BELIA
14175034/2014
PENDIDIKAN FISIKA

DOSEN PEMBIMBING:
Prof. Dr. Festiyed, MS
Dr. Usmeldi, M.Pd

JURUSAN FISIKA
FAKULTAS PASCASARJANA
UNIVERSITAS NEGERI PADANG
2015

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan segenap
kekuatan dan kesanggupan, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah statistika dengan
judul Teori Pembuatan Media Presentasi yang Kreatif, Efektif, Efisien,
Menarik, serta Interaktif untuk Pembelajaran dengan baik. Melalui kesempatan
ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada:
1. Ibu Prof. Dr. Festiyed, M.S dan Bapak Dr. Usmeldi, M.Pd selaku dosen mata kuliah
Pengembangan Media Pembelajaran Fisika Berbasis IT yang telah membimbing penulis
dalam menyelesaikan makalah ini.
2. Orang tua yang telah memberikan dorongan baik moril maupun materil, sehingga
makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
3. Saudara dan teman-teman yang telah memberikan semangat serta doa kepada penulis
sehingga makalah ini dapat diselesaikan dengan baik.
Sehubungan dengan keterbatasan ilmu dan pengetahuan yang penulis miliki,
penulis menerima kritik dan saran terhadap makalah ini dalam hal penyempurnaan
untuk perbaikan selanjutnya.

Padang, 18 Februari 2015

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR.................................................................................................................i
DAFTAR ISI..............................................................................................................................ii
BAB I.........................................................................................................................................1
PENDAHULUAN.....................................................................................................................1
A. Latar Belakang................................................................................................................1
B. Rumusan Masalah...........................................................................................................2
C. Tujuan Penulisan.............................................................................................................2
BAB II........................................................................................................................................3
PEMBAHASAN........................................................................................................................3
A. Pengertian Media............................................................................................................3
B. Pengertian Media Pembelajaran.....................................................................................5
C. Pengertian Presentasi......................................................................................................6
D. Media Presentasi.............................................................................................................8
E. Langkah-Langkah Membuat Media Presentasi yang Baik...........................................10
BAB III....................................................................................................................................16
PENUTUP................................................................................................................................16
A. Kesimpulan...................................................................................................................16
B. Saran.............................................................................................................................16
DAFTAR PUSTAKA...............................................................................................................17

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Media telah dikenal sebagai alat bantu mengajar baik pada jenjang persekolahan
maupun diklat yang seharusnya dimanfaatkan oleh guru atau instruktur, namun seringkali
terabaikan. Tidak dimanfaatkannya media dalam proses pembelajaran dan pelatihan, pada
umumnya disebabkan oleh berbagai alasan, seperti waktu persiapan mengajar terbatas,
sulit mencari media yang tepat, biaya yang tidak tersedia, atau alasan lain.
Hal tersebut sebenarnya tidak perlu muncul apabila pengetahuan akan ragam
media, karakteristik, serta kemampuan masing-masing diketahui oleh para instruktur.
Media sebagai alat bantu mengajar, berkembang sedemikian pesatnya sesuai dengan
kemajuan teknologi. Ragam dan jenis media pun cukup banyak sehingga dapat
dimanfaatkan sesuai dengan kondisi, waktu, keuangan, maupun materi yang akan
disampaikan.
Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu mendapat perhatian
dari para instruktur sehingga mereka dapat memilih media yang sesuai dengan kondisi
yang dihadapi. Pelatihan diupayakan mencakup semua variabel Pelatihan yang dirasa
turut mempengaruhi belajar. Hal tersebut sesuai dengan makna yang terkandung dalam
surah An-Nahl ayat:89

Artinya : (dan ingatlah) akan hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang
saksi atas mereka dari mereka sendiri dan Kami datangkan kamu (Muhammad) menjadi
saksi atas seluruh umat manusia. Dan Kami turunkan kepadamu Al kitab (Al Quran)
untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi
orang-orang yang berserah diri.
Dalam ayat ini secara tidak langsung Allah mengajarkan kepada manusia untuk
menggunakan sebuah alat/ benda sebagai suatu media dalam menjelaskan segala sesuatu.
1

Sebagaimana Allah Swt menurunkan Al Quran kepada Nabi Muhammad Saw untuk
menjelaskan segala sesuatu, maka sudah sepatutnya jika seorang menggunakan suatu
media tertentu dalam menjelaskan segala hal.
Ayat diatas juga menjelaskan tentang bagaimana seharusnya syarat suatu media
yang akan digunakan. Pada surat An Nahl ayat 89 tersebut dijelaskan bahwa Al Quran
selain berperan untuk menjelaskan, juga merupakan sesuatu yang berfungsi sebagai
petunjuk, rahmat, dan pemberi kabar gembira bagi orang yang menyerahkan diri.
Jenis, media yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan pelatihan cukup
beragam, mulai dari media yang sederhana sampai pada media yang cukup rumit dan
canggih. Untuk mempermudah mempelajari jenis media, karakter, dan kemampuannya,
dilakukan pengklasifikasikan atau penggolongan.
Salah satu klasifikasi yang dapat menjadi acuan dalam pemanfaatan media adalah
klasifikasi yang dikemukan oleh Edgar Dale yang dikenal dengan kerucut pengalaman
(Cone Experience). Kerucut pengalaman Dale mengklasifikasikan media berdasarkan
pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh peserta didik, mulai dari pengalaman
belajar langsung, pengalaman belajar yang dapat dicapai melalui gambar, dan
pengalaman belajar yang bersifat abstrak.
B. Rumusan Masalah
Bagaimana Teori Pembuatan Media Presentasi yang Kreatif, Efektif, Efisien,
Menarik, serta Interaktif untuk Pembelajaran?
C. Tujuan Penulisan
Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana Teori
Pembuatan Media Presentasi yang Kreatif, Efektif, Efisien, Menarik, serta Interaktif
untuk Pembelajaran.

BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Media
Kata media berasal dari bahasa Latin yaitu medius yang artinya tengah, perantara
atau pengantar. Kata media, merupakan bentuk jamak dari kata medium, yang secara
etimologi berarti perantara atau pengantar. Kamus Besar Ilmu Pengetahuan (dalam
Dagun, 2006: 634) media merupakan perantara/ penghubung yang terletak antara dua
pihak, atau sarana komunikasi seperti koran, majalah, radio, televisi, film, poster, dan
spanduk. Menurut Arsyad (2002: 4) media adalah semua bentuk perantara yang
digunakan oleh manusia untuk menyampaikan atau menyebar ide, gagasan atau pendapat,
sehingga ide, gagasan atau pendapat yang dikemukakan itu sampai kepada penerima yang
dituju.
Dalam konteks dunia pendidikan, Gerlach & Ely (dalam Arsyad, 2002: 3)
mengungkapkan bahwa media secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian
yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan,
keterampilan, atau sikap. Dalam pengertian ini, guru, buku teks, dan lingkungan Sekolah
merupakan media. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran
cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Dari
beberapa penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa media adalah alat untuk
menyampaikan informasi kepada penerima dan segala sesuatu yang dapat digunakan
untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran,
perasaan, perhatian agar terjadi komunikasi yang efektif dan efisien.
Media telah dikenal sebagai alat bantu mengajar baik pada jenjang persekolahan
maupun diklat yang seharusnya dimanfaatkan oleh guru atau instruktur, namun seringkali
terabaikan. Tidak dimanfaatkannya media dalam proses pembelajaran dan pelatihan, pada
umumnya disebabkan oleh berbagai alasan, seperti waktu persiapan mengajar terbatas,
sulit mencari media yang tepat, biaya yang tidak tersedia, atau alasan lain. Hal tersebut
sebenarnya tidak perlu muncul apabila pengetahuan akan ragam media, karakteristik,
serta kemampuan masing-masing diketahui oleh para instruktur. Media sebagai alat bantu
mengajar, berkembang sedemikian pesatnya sesuai dengan kemajuan teknologi. Ragam

dan jenis media pun cukup banyak sehingga dapat dimanfaatkan sesuai dengan kondisi,
waktu, keuangan, maupun materi yang akan disampaikan.
Karakteristik dan kemampuan masing-masing media perlu mendapat perhatian dari
para instruktur sehingga mereka dapat memilih media yang sesuai dengan kondisi yang
dihadapi. Pelatihan diupayakan mencakup semua variabel Pelatihan yang dirasa turut
mempengaruhi belajar. Ada tiga variabel pembelajaran dan pelatihan yang perlu
dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran dan pelatihan. Ketiga variabel tersebut
adalah:
1. variabel kondisi,
2. variabel metode, dan
3. variabel pelatihan.
Apabila dikaitkan dengan pelatihan maka media dapat diartikan sebagai alat
komunikasi yang digunakan dalam proses pelatihan untuk membawa informasi dari
instruktur ke peserta didik. Dengan demikian media dalam pelatihan adalah segala bentuk
alat komunikasi yang dapat digunakan untuk menyampaikan informasi dari sumber ke
peserta didik yang bertujuan merangsang mereka untuk mengikuti kegiatan pelatihan
secara utuh, dapat juga dimanfaatkan untuk menyampaikan bagian tertentu dari kegiatan
pelatihan, memberikan penguatan maupun motivasi.
Jenis media yang dimanfaatkan dalam proses pembelajaran dan pelatihan cukup
beragam, mulai dari media yang sederhana sampai pada media yang cukup rumit dan
canggih. Untuk mempermudah mempelajari jenis media, karakter, dan kemampuannya,
dilakukan pengklasifikasikan atau penggolongan. Salah satu klasifikasi yang dapat
menjadi acuan dalam pemanfaatan media adalah klasifikasi yang dikemukan oleh Edgar
Dale yang dikenal dengan kerucut pengalaman (Cone Experience). Kerucut pengalaman
Dale mengklasifikasikan media berdasarkan pengalaman belajar yang akan diperoleh oleh
peserta didik, mulai dari pengalaman belajar langsung, pengalaman belajar yang dapat
dicapai melalui gambar, dan pengalaman belajar yang bersifat abstrak. Penggolongan lain
yang dapat dijadikan acuan dalam pemanfaatan media adalah berdasarkan pada teknologi
yang digunakan, mulai media yang teknologinya rendah (low technology) sampai pada
media yang menggunakan teknologi tinggi (high technology). Salah satu bentuk
klasifikasi yang mudah dipelajarai adalah klasifikasi yang disusun oleh Heinich dkk.
(1996) sebagai berikut:
1. Media yang tidak diproyeksikan (non projected media), Realita, Model, Bahan
Grafis (graphical material), Display.
4

2. Media yang diproyeksikan (projected media) OHT, Slide, Opaque,


3. Media Audio (Audio) Kaset, Vission, Active Audio Vission
Media Video (Video)
4. Media berbasis komputer (computer based media), Computer Assisted Instruction
(CAI), Computer Managed Instruction (CMI) Multimedia Kit Perangkat Praktikum.
Media memiliki kontribusi dalam meningkatkan mutu dan kualitas pembelajaran
dan pelatihan. Kehadiran media tidak saja membantu instruktur dalam
menyampaikan materi ajarnya, tetapi memberikan nilai tambah pada kegiatan
pembelajaran dan pelatihan. Hal ini berlaku bagi segala jenis media, baik yang
canggih dan mahal ataupun media yang sederhana dan murah.
B. Pengertian Media Pembelajaran
Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti tengah,
perantara, atau pengantar. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses belajar
mengajar cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronik untuk
menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. AECT
(Association of Education and Communication Technology) memberi batasan tentang
media sebagai segala bentuk dan saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan
atau informasi. Disamping sebagai sistem penyampai atau pengantar, media yang sering
diganti dengan kata mediator, dengan istilah mediator media menunjukkan fungsi atau
perannya, yaitu mengatur hubungan yang efektif antara dua pihak utama dalam proses
belajar, yaitu siswa dan isi pelajaran. Ringkasnya, media adalah alat yang menyampaikan
atau mengantarkan pesan-pesan pengajaran (Azhar Arsyad, 2010: 3).
Pengertian media pembelajaran adalah paduan antara bahan dan alat atau
perpaduan antara software dan hardware (Sadiman, dkk, 1996: 5). Media pembelajaran
bisa dipahami sebagai media yang digunakan dalam proses dan tujuan pembelajaran.
Pada hakikatnya proses pembelajaran juga merupakan komunikasi, maka media
pembelajaran bisa dipahami sebagai media komunikasi yang digunakan dalam proses
komunikasi tersebut, media pembelajaran memiliki peranan penting sebagai sarana untuk
menyalurkan pesan pembelajaran.
Menurut Anderson (1987) yang dikutip Bambang Warsita (2008: 123). Media
dapat dibagai dalam dua kategori, yaitu alat bantu pembelajaran (instructional aids) dan
media pembelajaran (instructional media). Alat bantu pembelajaran atau alat untuk
membantu guru (pendidik) dalam memperjelas materi (pesan) yang akan disampaikan.
5

Oleh karena itu alat bantu pembelajaran disebut juga alat bantu mengajar (teaching aids).
Misalnya OHP/OHT, film bingkai (slide) foto, peta, poster, grafik, flip chart, model benda
sebenarnya dan sampai kepada lingkungan belajar yang dimanfaatkan untuk memperjelas
materi pembelajaran.

C. Pengertian Presentasi
Presentasi adalah salah satu bentuk komunikasi yaitu pertukaran pesan/informasi
antara Anda dengan seseorang atau beberapa orang. Anda membawa informasi tersebut
kemudian menyampaikannya kepada orang lain melalui sebuah saluran. Selanjutnya
orang menerima informasi dan bereaksi atas informasi yang diterimanya tersebut.
Keberhasilan suatu presentasi ditentukan oleh seberapa banyak informasi yang dapat
diterima oleh orang dan seberapa ketepatan reaksi yang diberikan oleh orang seperti yang
Anda inginkan. Sebagai contoh, Anda melakukan presentasi produk untuk melakukan
penjualan. Anda mempresentasikan semua keunggulan produk yang Anda jual. Presentasi
dikatakan berhasil jika orang yang mengikuti presentasi mau membeli produk Anda
tersebut.
Ada banyak sekali saluran untuk melakukan presentasi. Pada makalah ini
presentasi di batasi dengan menggunakan komputer sebagai salah satu alat bantu untuk
presentasi. Presentasi dapat juga dilakukan secara langsung (face to face) dengan media
slide proyektor, OHP, atau data proyektor (LCD/InFocus). Presentasi dapat juga

dilakukan secara tidak langsung. Misalnya dengan mengirimkan file presentasi dalam CD
kepada orang lain.
1. Tujuan Presentasi
Tujuan presentasi akan sangat menentukan bagaimana kita akan melakukan
dan mendesain presentasi. Tujuan presentasi tersebut adalah sebagai berikut:
a. Menginformasikan: presentasi berisi informasi yang akan disampaikan kepada
orang lain. Presentasi semacam ini sebaiknya menyampaikan informasi secara
detail dan jelas (clear) sehingga orang dapat menerima informasi dengan baik
dan tidak salah presepsi terhadap informasi yang diberikan tersebut.
b. Meyakinkan: presentasi berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang disusun
secara logis sehingga menyakinkan orang atas suatu topik tertentu.
Kondradiksi dan ketidakjelasan informasi dan penyusunan yang tidak logis
akan mengurangi keyakinan orang atas presentasi yang diberikan.
c. Membujuk: presentasi yang berisi informasi, data, dan bukti-bukti yang
disusun secara logis agar orang mau melakukan suatu aksi/tindakan. Presentasi
dapat berisi bujukan, atau rayuan yang disertai dengan bukti-bukti sehingga
orang merasa tidak ragu dan yakin untuk melakukan suatu tindakan.\
d. Menginspirasi: presentasi yang berusaha untuk membangkitkan inspirasi
orang.
e. Menghibur: presentasi yang berusahan untuk memberi kesenangan pada orang
melalui informasi yang diberikan.
2. Keunggulan Power Point
PowerPoint merupakan salah satu media untuk menyampaikan presentasi.
PowerPoint dapat merupakan bagian dari keseluruhan presentasi maupun menjadi
satu-satunya sarana penyampaian informasi. PowerPoint sebagai pendukung
presentasi misalnya adalah PowerPoint sebagai alat bantu visual dalam presentasi
oral. PowerPoint dapat pula menjadi media utama penyampaian presentasi,
misalnya pada presentasi produk/iklan mini, profil perusahaan, dan presentasi
online. Presentasi semacam ini dapat disertai dengan narasi dan ilustrasi suara,
musik, atau video yang dimainkan pada saat presentasi. PowerPoint memiliki
beberapa keunggulan dibandingkan program lain, antara lain sebagai berikut:
a. Menyediakan banyak pilihan media presentasi:

1) Overhead Tranparacies (Tranparansi Overhead): menggunakan slide


proyektor atau OHP,
2) Slide Show Presentation (Presentasi Slide Show): menggunakan LCD atau
InFocus,
3) Online Presentation (Presentasi Online): melalui internet atau LAN,
4) Print Out dan Handout : presentasi dicetak dan dibagikan pada peserta.
b. Presentasi Multimedia: kita dapat menambahkan berbagai multimedia pada
slide presentasi, seperti : clip art, picture, gambar animasi (GIF dan Flash),
background audio/musicnarasi, movie (video klip).
c. Pemaketan slide presentasi ke dalam CD. PowerPoint 2003 memiliki fasilitas
untuk memaket slide presentasi ke dalam CD. Presentasi ini dapat ditampilkan
langsung (autorun) dan masih dapat ditampilkan walaupun tidak terinstall
program PowerPoint.
d. Modus Slide Show yang lengkap.
e. Custom Animation. PowerPoint memiliki fasilitas custom animation yang
sangat lengkap. Dengan fasilitas ini presentasi dapat menjadi lebih hidup,
menarik, dan interaktif.
D. Media Presentasi
Media presentasi adalah pesan atau materi yang akan disampaikan dikemas dalam
sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji atau
proyektor.biasanya materi yang disajikan berupa teks,gambar,animasi dan video yang
digabung dalam kesatuan yang utuh. Bekat keefektifannya dalam penyajian pesan,maka
saat ini media presentasi banyak diaplikasikan untuk keperluan pendidikan dan
pembelajaran.Tentu saja ini bukan berarti bahwa media presentasi merupakan media
paling cocok untuk semua materi dan topik pembelajaran.
1. Aplikasi yang digunakan.
Sekarang sudah banyak penggunaan presentasi multimedia.contohnya perangkat
lunak software yang digunakan untuk membuat media presentasi dan banyak jenis
software yang harus dibeli atau didapat misalnya:program visual basic,makromedia
flash, direktor, authorware, dream weaver dan masih banyak lagi.Naa diantara
banyak jenis software tersebut, salah satunya biasa digunakan dikalangan pendidik
khususnya guru adalah microsoft powerpoint.

2. Prinsip pengembangan media presentasi untuk pembelajaran.


Pengembangan media presentasi harus dilakukan sesuai dengan prinsipprinsip pengembangan media pembelajaran. Beberapa prinsip berikut perlu Anda
pertimbangkan ketika akan mengembangkan media presentasi.
a. Harus dikembangkan sesuai dengan prosedur pengembangan instruksional,
karena padasarnya media presntasi yang kita bahas di modul ini adalah untuk
keperluan pembelajaran. Jika kita tidak menerapkan prinsip ini, maka bahan
presentasi yang kita hasilkan akan menjadi tidak efetif untuk mencapai tujuan
pembneleran. Atau malah mirip seperti bahan presentasi untuk informasi pada
umumnya.
b. Harus diingat bahwa media presentasi berfungsi sebagai alat bantu mengajar,
bukan merupakan media pembelejaran yang akan dipelajari secara mandiri oleh
sasaran. Media presentasi kurang cocok digunakan sebagai bahan belajar yang
bersifat pengayaan. Ini berbeda dengan program multimedia inteaktif. Oleh
karena itu pesan-pesan yang disajikan dalam media presentasi sebaiknya dibuat
secara garis besa dan tidak detail, sebab penjelqasan secara detail akan
disajikan oleh penyajinya atau guru.
c. Pengembang media presentasi seyogyanya mempertimbangkan atau
menggunakan secara maksimal segala potensi dan karakteristik yang dimiliki
oleh jenis media presentasi ini. Unsur-unsur yang perlu didayagunakan pada
pembuatan media presentasi ini antara lain memiliki kemampuan untuk
menampilkan teks, gambar, animasi, dan unsur audio-visual. Sedapat mungkin
unsur-unsur tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal dalam pembuatan
media poresentasi yang akan dibuat.
d. Prinsip kebenaran materi dan kemenarikan sajian. Materi yang disajikan harus
benar substansinya dan disajikan secara menarik pula.
3. Teknis penulisan naskah pada media presentasi.
Kegiatan yang kita lakukan pada saat menulis naskah media presentasi adalah
mengurangi materi-materi pokok sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.Agar
materi tersebut dapat dituangkan kedalam media presentasi dengan baik,adapun
beberapa teknis yang harus diperhatikan antara lain:
a. Tetukan topik sesuai dengan materi yang disampaikan.
b. Siapkan materi yang sesuai dengan tujuan yang telah ditentukan.
9

c. Identitas bahan-bahan tersebut untuk diseleksi mana yang sesuai dengan


karakteristik media presentsi.
d. Tuangkanlah pesan-pesan yang akan disajikan dalam bentuk teks(kata-kata),
gambar, animasi dan lain-lain.
e. Pastikan bahwa materi yang ditulis telah cukup lengkap,jelas dan mudah
dipahami oleh peserta.
f. Sajikan isi materi secara berurut dan sistematis agar mempermudah penyajian
dan pesan mudah dipahami.
4. Langkah-langkah pembuatan media presentasi.
Langkah-langkah pembuatan media presentasi misalnya dengan menggunakan
program aplikasi microsoft powerpoint XP 2003 adapun langkah-langkahnya:
1.

Membuka program.

2.

Mulai menulis.

3.

Memberi warna teks.

4.

Membuat animasi teks.

5.

Memberi background pada tampilan slide.

6.

Masukkan gambar dengan teknik insert.

7.

Masukkan video dengan teknik insert.

8.

Membuat hyperlink pada media presentasi.


Kelemahan media presentasi ini disajikan hanya dalam bentuk teks dan

kebanyakan hanya berbentuk animasi-animasi gambar saja.Sedangkan kelebihannya


ini bahan materi-materinya mudah didapat dan pembuatannya tidak terlalu rumit
sehingga tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya pembuatannya.

E. Langkah-Langkah Membuat Media Presentasi yang Baik


1. Langkah-langkah Desain Presentasi
Membuat desain presentasi tidak hanya sekedar mempercantik tampilan
presentasi, namun lebih dari itu, yaitu: mendesain presentasi yang memudahkan
audien menyerap informasi dan tujuan presentasi tercapai. Sering penulis
perhatikan, banyak presenter yang mendesain presentasi sedemikian indahnya,
sayangnya desain tersebut hanya enak dilihat tapi sulit dipahami. Sering juga desain
presentasi dibuat monoton dan datar-datar saja atau hanya melulu berisi teks saja,
sehingga audien menjadi cepat bosan dan mengantuk.
10

Sebelum mulai mendesain presentasi ada beberapa langkah untuk mendesain


presentasi. Pertama tetapkan terlebih dahulu tujuan melakukan presentasi. Tujuan
harus jelas dan spesifik. Tujuan ini akan menjadi guideline pada saat membuat
desain presentasi. Selanjutnya kenali audien atau pada siapa presentasi tersebut
ditujukan. Dengan lebih mengenal audien akan semakin memudahkan untuk
membuat desain presentasi yang sesuai. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dari
audien antara lain:
a. Usia
b. Jenis Kelamin
c. Tingkat Pendidikan
d. Latar Belakang Sosial Budaya
e. Kedudukan dan Jabatan
f. Jumlah
Media apa yang dipakai untuk melakukan presentasi. Misalnya media yang
digunakan adalah OHP, maka kita tidak mungkin menggunakan custom animation,
sound, dan video klip. Langkah berikutnya adalah mulailan membuat ouline
presentasi.
a. Tuliskan outline di atas kertas atau dalam dokumen MS Word atau langsung di
atas slide PowerPoint. Outline dibuat berdasarkan makalah presentasi jika ada.
Pada saat membuat outline ini, pikirkan juga bahan-bahan pendukung
presentasi, misalnya: clip art, picture, sound, background musik, video klip dan
lain sebagainya. Selanjutnya mulailah tuangkan desain di atas slide PowerPoint
b. Lengkapi outline yang sudah dibuat dengan keterangan tambahan.
c. Berilah warna pada font.
d. Atur tata letaknya.
e. Berilah warna pada background.
f. Berikutnya, mulai menambahkan multimedia ke dalam slide.
g. Tambahkan clip art, picture, atau gambar lainnya.
h. Aturlah tata letaknya agar tampak menarik.
i. Tambahkan pula efek animasi, bakcground audio, dan video. Namun harus
diperhatikan bahwa semua komponen multimedia ini harus memperjelas isi
presentasi dan mendukung pencapaian tujuan presentasi.

11

j. Sebelum menyelesaikan desain, ulas ulang desain yang telah dibuat. Jika perlu
minta pendapat dan masukan dari orang lain. Lakukan perbaikan-perbaikan jika
diperlukan, hingga Anda telah yakin presentasi telah seperti yang diinginkan.
2. Elemen dan Prinsip Desain Presentasi
Presentasi dengan PowerPoint adalah presentasi visual, Anda memiliki
kekuatan untuk mengatur gerakan mata audien, memanipulasi emosinya, dan
mempercepat denyut jantung audien. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh
Universiti of Minnesota School of Management dan disponsori oleh 3M
menemukan bahwa presentasi visual lebih efektif dalam menyampaikan informasi
dan mempengaruhi audien daripada presentasi non-visual. Elemen-elemen visual
presentasi jika digunakan secara efektif dapat memberikan dampak yang besar pada
audien. Elemen-elemen desain presentasi antara lain sebagai berikut:
a. Warna
Warna adalah cahaya dan cahaya adalah energi. Ilmuwan banyak
menemukan bukti bahwa ada pengaruh nyata warna terhadap aspek psikologi
manusia. Orang akan memberikan reaksi tertentu ketika terekspose oleh
warna-warna tertentu. Warna dapat menstimulasi, membangkitkan gairah,
menekan, menenangkan, membangkitkan selera makan, dan menciptakan
kesan hangat atau dingin.
Aspek psikologi warna berkaita erat dengan pengalaman personal dan
lingkungan sosial budaya. Warna juga memberikan pengaruh pada tubuh
seperti halnya memberikan pengaruh pada pikiran manusia. Namun,
demikian warna juga memilik pengaruh yang universal, misalnya: kesan
hangat atau dingin.
Warna yang dominan dalam desain presentasi akan memberi jiwa
pada presentasi tersebut. Sesuaikan kombinasi warna dengan respon audien
yang diinginkan sehingga tujuan presentasi tercapai.
Pembagian warna:
1) Warna Primer: Merah, Biru Kuning
2) Warna Sekunder: warna dari campuran dua warna primer yang
berdekatan dalam roda warna
3) Warna Tersier: warna dari campuran dua warna sekunder dan warna
primer yang saling berdekatan
12

4) Temperatur Warna: warna dingin, warna hangat, dan warna netral.


Tidak ada aturan umum untuk mengkombinasikan warna dalam slide
presentasi. Namun demikian ada beberapa aturan dasar untuk
mengkombinasikan warna, yaitu: kombinasi warna komplemen dan
kombinasi warna analog.
Beberapa tip untuk mengkombinasikan warna dalam PowerPoint:
1) Ada dua skema yang biasa digunakan untuk menentukan warna desain
presentasi,yaitu: latar belakang warna gelap dengan teks atau gambar
berwarna terang; atau latar belakang terang dengan teks atau gambar
berwarna gelap.
2) Gunakan tiga hingga empat warna pokok saja. Jangan
mengkombinasikan terlalu banyak warna, karena akan menyulitkan
audien untuk memfokuskan perhatian. Warna-warna lainnya dapat
divariasikan dari warna-warna pokok tersebut.
3) Gunakan kombinasi warna yang konsisten untuk semua slide.
b. Gambar (picture), animasi dan movie
Satu gambar dapat mengantikan penjelasan yang dituliskan dengan
kata-kata. Orang akan lebih cepat dan lebih mudah menangkap informasi
yang disampaikan dengan gambar daripada dengan kata-kata/tulisan. Selain
daripada itu gambar lebih bersifat universal, sedangkan kata-kata terbatas
pada orang yang memahami bahasa dari kata-kata tersebut. Dalam mendesain
presentasi sebaiknya visualisasikan ide, gagasan, data dan informasi.
Pengambaran visual ini sangat membantu orang mencerna isi presentasi.
Apabila isi presentasi tidak dapat ditampilkan dalam bentuk gambar, sebisa
mungkin disertakan ilustrasi yang dapat membantu audien mengerti dan
memusatkan perhatian pada isi presentasi tersebut. Jadi gambar tidak hanya
dijadikan sebagai penghias presentasi saja.
Animasi
Efek animasi merupakan salah satu kelebihan PowerPoint Tidak
kurang dari 203 efek animasi yang tersedia. Efek animasi ini dapat diterapkan
pada objek teks, grafik, gambar, garis dan shape. Penggunaan efek animasi
yang tepat dan efektif dapat membantu keberhasilan presentasi. Namun,
penggunaan efek animasi yang berlebihan justru akan mengacaukan
13

presentasi. Penggunaan efek animasi dalam desain presentasi harus benarbenar efektif.
a. Bentuk (shape)
b. Garis
c. Teks
d. Value atau tone
e. Tekstur
f. Suara
g. Volume atau ukuran
Elemen-elemen desain presentasi secara bersama-sama membangun sebuah
presentasi PowerPoint . Desain presentasi akan terlihat bagus, menarik, dan mudah
dipahami apabila mengikuti prinsip-prinsip desain presentasi.
Prinsip-prinsip desain presentasi antara lain adalah sebagai berikut:
1. Penekanan (emphasis)
Emphasis atau penekanan sering juga disebut dengan pusat perhatian. Dalam
setiap desain slide presentasi yang akan menjadi pusat perhatian. Emphasis
dapat diberikan pada sebuah elemen atau sekelompok elemen. Emphasis
dapat juga diberikan pada bagain yang paling penting dari isi presentasi.
Emphasis dapat diberikan dengan berbagai cara, misalnya: ukuran yang
paling besar, warna yang paling mencolok atau menonjol, animasi,
penambahan suara, ataupun dengan movie.
2. Harmoni
Harmoni berkaitan dengan rasa atau perasaan. Harmoni dapat diciptakan
dengan berbagai cara. Kombinasi warna akan menciptakan harmoni. Variasi
ukuran/volume untuk huruf/bentuk akan menciptakan harmoni. Begitu pula
variasi bentuk akan menciptakan harmoni.
3. Kesatuan dan Konsistensi
Kesatuan (Unity) dan konsistensi akan menjaga perhatian audien. Kesatuan
disini bukan berarti tanpa variasi. Kesatuan dapat diciptakan misalnya dengan
menggunakan huruf yang sama tetapi dengan ukuran yang berbeda-beda.
Ukuran font untuk judul- misalnya- 28 pt, sedangkan ukuran teks biasa 20 pt.
Penggunan huruf yang sama dengan ukuran dan warna yang sama untuk
setiap sub judul akan menciptakan konsistensi. Kalau Anda menggunakan

14

desain template, penggunaan desain template yang sama untuk seluruh slide
akan menciptakan kesatuan dan konsistensi.
4. Keseimbangan
Keseimbangan berkaitan dengan penempatan elemen-elemen desain
presentasi. Keseimbangan adalah perbandingan komposisi sisi kanan dan sisi
kiri atau sisi bawah dengan sisi atas. Keseimbangan dapat dibagi menjadi dua
macam:
a. Keseimbangan Simetris atau formal. Sisi yang saling berlawanan
memiliki bobot yang sama atau seimbang.
b. Keseimbangan Asimetris. Sisi yang berlawanan memiliki bobot yang
tidak sama.
Arah keseimbangan dapat dibagi menjadi :
a. Radial
b. Diagonal

15

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Media presentasi adalah pesan atau materi yang akan disampaikan dikemas dalam
sebuah program komputer dan disajikan melalui perangkat alat saji atau
proyektor.biasanya materi yang disajikan berupa teks,gambar,animasi dan video yang
digabung dalam kesatuan yang utuh. Bekat keefektifannya dalam penyajian pesan,maka
saat ini media presentasi banyak diaplikasikan untuk keperluan pendidikan dan
pembelajaran.Tentu saja ini bukan berarti bahwa media presentasi merupakan media
paling cocok untuk semua materi dan topik pembelajaran.
B. Saran
Semoga guru dapat mengetahui tentang teori pembuatan media presentasi yang
kreatif, efektif, efisien, menarik, serta interaktif sehingga dapat dimanfaatkan dalam
pembelajaran.

16

DAFTAR PUSTAKA
Adrianti, Ramadiah. 2012. Media Presentasi - Sebuah Pengertian. http://media-presentasisebuah-pengertian.html (diakses 1-03-2015)
Kenthut. Aristo Rahadi. 2008. PEMBUATAN MEDIA PRESENTASI. Pelatihan Pemanfaatan
TIK Untuk Pembelajaran. Tingkat Nasional Tahun 2008
Tafsir Tarbawi. 2011. Tafsir dan Analisa Ayat-ayat tentang Media Pendidikan.
https://makalah27.wordpress.com/2011/09/26/tafsir-dan-analisa-ayat-ayat-tentang
media-pendidikan/ (diakses 1-03-2015)
Elang Krisnadi. (2009). Rancangan Materi Pembelajaran Berbasis ICT. disajikan dalam
Workshop Pengembangan Materi Pembelajaran Berbasis ICT di FMIPA UNY pada
tanggal 6 Agustus 2009.
I Wayan Santyasa. (2007). Landasan Konseptual Media Pembelajaran. disajikan dalam
Workshop Media Pembelajaran bagi Guru-Guru SMA Negeri Banjar Angkan pada
tanggal 10 Januari 2007 di Banjar Angkan Klungkung
Steketee, C. (2005). "Integrating ICT as an integral teaching and learning tool into preservice teacher training courses". Issues In Educational Research, 15(1), 101-113.
http://www.iier.org.au/iier15/steketee.html (diakses 1-03-2015)

17