You are on page 1of 16

TUGAS UAS

PERENCANAAN SISTEM TENAGA LISTRIK

OLEH :

I PUTU GOVINDA RIAWAN


NIM. 1304405090

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO DAN KOMPUTER


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
2016

1. SISTEM TENAGA LISTRIK.


Sistem Tenaga Listrik dikatakan sebagai kumpulan/gabungan yang terdiri dari
komponen-komponen atau alat-alat listrik seperti generator, transformator, saluran
transmisi, saluran distribusi dan beban yang saling berhubungan dan merupakan
satu kesatuan sehingga membentuk suatu sistem.

Gambar 1. Sistem Tenaga Listrik

Didalam dunia kelistrikan sering timbul persoalan persoalan teknis,


dimana tenaga listrik pada umumnya dibangkitkan pada tempat-tempat tertentu
yang jauh dari kumpulan pelanggan, sedangkan pemakai tenaga listrik atau
pelanggan tenaga listrik tersebar disegala penjuru tempat, Dengan demikian
maka penyampaian tenaga listrik dari tempat dibangkitkannya yang disebut
pusat tenaga listrik sampai ke tempat pelanggan memerlukan berbagai
penanganan teknis. Dengan menggunakan Blok diagram sistem tenaga listrik
dapat digambarkan sebagai berikut :

Gambar 2 Diagram line Sistem Distribusi Tenaga Listrik

Tenaga Listrik dibangkitkan di Pusat-pusat Tenaga Listrik seperti PLTA,


PLTU, PLTG, PLTGU, PLTP dan PLTD kemudian disalurkan melalui saluran
transmisi setelah terlebih dahulu dinaikkan tegangannya oleh transformator
penaik tegangan (step up transformer) yang ada di Pusat Listrik. Pemberian
nama PLTA PLTU PLTP dan sebagainya yang umum diberikan kepada unit
pembangkit listrik di lingkungan PLN didasarkan atas nama tenaga penggerak
mulanya. PLTA misalnya dimana mesin pembangkit listriknya (generator) yang
ada di kawasan tersebut digerakan atau diputarkan oleh suatu turbin penggerak
yang berputar karena digerakan oleh pergerakan aliran air (turbin air) demikian
juga halnya dengan PLTU mesin pembangkit listriknya digerakan oleh turbin
uap. Saluran tenaga listrik yang menghubungkan pembangkitan dengan gardu
induk (GI) dikatakan sebagai saluran transmisi karena saluran ini memakai

standard tegangan tinggi dikatakan sebagai saluran transmisi tegangan tinggi


yang sering disebut dengan singkatan SUTT. Dilingkungan operasional PLN
saluran transmisi terdapat dua macam nilai tegangan yaitu saluran transmisi
yang bertegangan 70 KV dan saluran transmisi yang bertegangan 150 KV
dimana SUTT 150 KV lebih banyak digunakan dari pada SUTT 70 KV. Khusus
untuk tegangan 500 KV dalam praktek saat ini disebut sebagai tegangan ekstra
tinggi. yang disingkat dengan nama SUTET
2. PEMBANGKITAN TENAGA LISTRIK
Tenaga listrik dibangkitkan oleh generator / alternator dimana kumparan
medannya /rotor generator diputar oleh penggerak mula dan interaksi antara
fluksi medan dengan putaran rotor dengan prinsip induksi menghasilkan gaya
gerak listrik dan jika terminal jangkar terhubung dengan beban akan mengalir
arus listrik ke beban sehingga menghasilkan tenaga listrik sesuai dengan prinsip
dasar pembangkitan yaitu :
e. = ggl = BLV
B = Rapat fluksi ( fluksi dari kumparan medan )
L = Panjang / kumparan jangkar
V = Kecepatan putar kumparan medan / poros
Sesuai dengan hukum Ohm dimana arus berbanding lurus dengan tegangan /
ggl dan berbanding terbalik dengan impedansi sehingga jika terhubung dengan
beban maka akan timbal arus . Tenaga Listrik / Daya Listrik merupakan perkalian
dari tegangan , arus dan faktor daya serta perkalian daya listrik ini dengan waktu
pelayanan beban dalah energi listrik .

Gambar 3 single line diagram sistem tenaga listrik

Perhitungan Beban ke Rumah sakit


Beban pada pembangkit sebesar 200 MVA untuk tumah sakit
A.

Pada tugas ini saya mengambil transmisi dari pembangkit ke rumah sakit.
Transmisi ini menggunakan penghantar TACSR 240 mm dengan KHA 973A.
transmisi ini menggunakan single sirkuit.

B.

Impedansi sumber pembangkit

Impedansi sumber dihitung dengan menggunakan data MVA hubung


singkat. Nilai arus hubung singkat di sisi 150 kV sebesar 17.307 kA,
perhitungan impedansi sumber dapat dihitung menggunakan persamaan
sebagai berikut.

Berdasarkan data kapasitas daya hubung singkat MVA di hitung Impedansi


sumber pada sisi 150 kV menggunakan persamaan sebagai berikut

Selanjutnya arus yang akan dihitung adalah arus gangguan hubung singkat
di sisi sekunder 150 kV. Sehingga daya transformator di sisi primer dan di sisi
sekunder sama, maka impedansi arus gangguan hubung singkat pada sisi 150 kV
dihitung dengan persamaan sebagai berikut.

Jadi perhitungan impedansi sumber pada sisi primer dan sisi sekunder
yang sudah didapat akan digunakan untuk menghitung impedansi ekivalen urutan
positif
Perhitungan Reaktansi Transformator Tenaga
Reaktansi urutan positif dan urutan negatif pada trafo 60 MVA dengan reaktansi
12,19 % nilai ini digunakan untuk mendapatkan nilai reaktansi urutan positif,
yang dihitung dengan persamaan sebagai berikut

Selanjutnya, trafo tersebut memiliki belitan delta, maka nilai reaktansi


urutan nol

di hitung dengan persamaan (2.6) sebagai berikut.

Impedansi Jaringan Distribusi


Dengan panjang saluran 13,41 kms dimana nilai impedansinya adalah
Impedansi Urutan positif
Penyulang 150 kv

dan negatif
R
0.056

Impedansi urutan positif

Dimana

Impedansi urutan nol

Impedansi Urutan Nol

jX
j0.224

R
0.206

jX
j0.735

Perhitungan impedansi ekivalen urutan positif


impedansi ekivalen urutan nol

, negatif

dan

, digunakan untuk menghitung arus hubung

singkat 3 fasa , arus hubung antar 2 fasa dan arus hubung singkat 1 fasa ketanah.
Untuk memperoleh besarnya nilai impedansi urutan positif dan negatif dapat
mengunakan persamaan

=
Selanjutnya impedansi ekivalen urutan nol dimana nilai tahanan NGR
sebesar 40 ohm

Gangguan hubung singkat dapat menyebabkan sistem tak seimbang dan


terjadinya sympathetic trip pada penyulang yang berdekatan atau paralel, untuk
menekan terjadinya gangguan sympathetic Perhitungan arus hubung singkat
dihitung sebagai berikut.
Arus hubung singkat 3 phasa

Arus hubung singkat 2 phasa

803.66

Arus hubung singkat satu fasa ke tanah

D. Pengaman
Setting Arus Lebih dan TMS
Diketahui daya beban adalah 200 MVA dan tegangan 150 kV, Sebelum
menyetting relay harus tahu arus beban (Ib)

Jadi arus beban yang digunakan untuk perhitungan setting relay adalah 770A
Perhitungan Iset adalah

847 A

Setting TMS
Berikut perhitungan setting OCR pada relay di GH, Menggunakan hubung singkat pada
lokasi 1% yaitu 8746 A waktu kerja relay arus lebih diambil 0,3 detik maka TMS dapat

dihiting:

Untuk t dapat dihitung

Perhitungan setting relayarus lebih di GI


Ibeban = 770

924 A

Perhitungan setting TMS di GI

Nilai t dapat dihitung

Perhitungan setting Ground Fault Relay


Setting arus GFR
Diambil arus hubung singkat 1 fasa ketanah yaitu 551,55 maka perhitungannya
adalah:

60.6705 A

Setting TMS
Arus gangguan 1 fasa ke tanah yang digunakan adalah 551.55 A waktu kerja relay yang
diambil 0.3 detik , maka dapat dihitung

Sedangkan t dapat dihitung:

Setting arus GFR di Pembangkit


Perhitungannya adalah:

66.186 A
Setting TMS di GI

Untuk t dapat dihitung

3. Transmisi
Sistem transmisi adalah penyaluran energi listrik dari suatu tempat ke tempat
lainnya atau dari pembangkit listrik ke gardu induk Sebelum energi listrik
ditransmisikan, hal pertama yang harus dilakukan adalah menaikkan tegangan
yang disuplai dari generator menjadi 70 kV, 150 kV atau 500 kV, sebab tegangan
yang dikeluarkan dari generator hanya berkisar antara 6,6 kV sampai 24 kV.
Menaikkan tegangan berfungsi untuk mengurangi rugi daya pada saluran
trasnmisi dan untuk mengimbangi jauhnya jarak saluran transmisi. Kemudian
listrik ditransmisikan melalui Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) atau
melalui Saluran Udara Tegangan Extra Tinggi (SUTET).

Gambar 4 Konfigurasi Transmisi tenaga listrik

Gardu Induk merupakan bagian (sub sistem) dari sistem transmisi, berfungsi
untuk :

Mentransformasikan tenaga listrik tegangan tinggi yang satu ketegangan


tinggi lainnya (500 kV/150kV,150 kV/70 kV) atau dari tegangan tinggi ke
tegangan menengah (150 kV/20kV, 70 kV/20 kV).

Pengukuran, pengawas operasi serta pengaturan pengaman dari sistem


tenaga listrik.

Pengaturan pelayanan beban (daya) ke gardu-gardu induk lain melalui


tegangan tinggi dan ke gardu-gardu distribusi setelah melalui proses
penurunan tegangan melalui penyulang (feeder) tegangan menengah.

4. Distribusi
Sistem Distribusi dimulai dari Gardu Induk dimana tegangan tinggi
diturunkan menjadi tegangan menengah sebesar 20 KV yang disebut tegangan
distribusi primer. Kemudian tenaga listrik disalurkan melalui penyulangpenyulang yang berupa saluran udara ataupun saluran kabel bawah tanah. Pada
penyulang distribusi ini terdapat gardu-gardu distribusi. Fungsi Gardu Distribusi
ini menurunkan Tegangan Distribusi Primer menjadi Tegangan Rendah atau
Tegangan Distribusi Sekunder sebesar 220 V. Konsumen tenaga listrik disambung
dari Jaringan Tegangan Rendah(JTR) melalui Saluran Rumah(SR). Dari SR,
tenaga listrik masuk ke Alat Pembatas dan Pengukur (APP) terlebih dahulu
sebelum memasuki Instalasi rumah milik konsumen. APP berfungsi membatasi
daya dan mengukur pemakaian energi listrik oleh konsumen.

Gambar 5 Konfigurasi Distribusi tenaga listrik

Secara umum bentuk fisik sistem distribusi terdiri atas beberapa bagian yaitu :

Gardu Induk

Berfungsi menerima tenaga listrik dari jaringan tegangan tinggi/tegangan ekstra


tinggi (bertegangan 500 KV, 150 KV, atau 70 KV) dan menurunkan tegangannya
menjadi tegangan jaringan primer.

Jaringan Distribusi Primer

Berfungsi menyalurkan energi listrik dari gardu induk ke trafo-trafo distribusi


dimana tegangan kerjanya adalah 20 KV.

Gardu Hubung

Berfungsi sebagai penghubung (titik temu) dua atau lebih jaringan primer.

Trafo Distribusi

Berfungsi menurunkan tegangan dari distribusi primer (20 KV) menjadi tegangan
untuk distribusi sekunder (220 V/380 V).

Jaringan Distribusi Sekunder

Jaringan yang menyalurkan tenaga listrik dari trafo distribusi sampai pelanggan
dimana tegangan kerjanya adalah 220/380 V.Untuk lebih jelasnya lihat gambar
berikut ini tentang sistem distribusi.
Instalasi Tenaga Listrik adalah bangunan sipil, elektromekanik, mesin, peralatan,
saluran dan perlengkapan yang digunakan untukpembangkitan, konversi,
transmisi, distribusi dan pemanfaatan tenaga listrik.