You are on page 1of 13

LAPORAN PENGUKURAN LISTRIK

WILIBRODUS SUCIPTO
1304405111

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
JIMBARAN BALI
2014

LAPORAN PRAKTIKUM PENGUKURAN LISTRIK

I. TUJUAN
1. Mengetahui cara mengukur besaran listrik 1 phasa dengan alat ukur analog dan
digital.
2. Mengetahui cara mengukur tegangan yang diukur.
3. Mengetahui cara mengukur arus yang diukur.
4. Mengetahui cara mengukur sistem tahanan pentanahan (grounding).

II. ALAT - ALAT YANG DIPERGUNAKAN


1. Clamp Ampere
Clamp Ampere atau dikenal juga dengan Clamp Meter atau Ampere Meter
adalah alat untuk mengukur arus listrik tanpa memutus jalur arus tersebut. Sebuah
tang ampere atau clamp meter terdapat fungsi lain selain untuk ukur arus listrik adalah
untuk ukur voltase atau ukur nilai tahanan.

2. Earth Tester
Alat ukur listrik yang berfungsi untuk mengukur besarnya tahanan
pentanahan.

III. DASAR TEORI

A. Sistem 1 Fasa
Listrik 1 phasa adalah instalasi listrik yang menggunakan dua kawat
penghantar yaitu 1 kawat phasa dan 1 kawat 0 (netral). Pengertian sederhananya
adalah listrik 1 phasa terdiri dari dua kabel yaitu 1 bertegangan dan 1 netral.
Umumnya listrik 1 phasa bertegangan 220 volt yang digunakan banyak orang.
Biasanya listrik 1 phasa digunakan untuk listrik perumahan, namun listrik PLN di
jalanan itu memiliki 3 phasa, tetapi yang masuk ke rumah kita hanya 1 phasa karena
kita tidak memerlukan daya besar. Misalnya yang ke rumah kita adalah Phase
R, tetangga kita mungkin Phase S, dan tetangga yang lain Phase T. Kekurangan dan
kelebihan jaringan 1 fasa :

1.Kekurangan sistem 1 fasa :

Hanya terdiri dari 2 penghantar saja yaitu Fasa R dan Netral

Beban yang besar di tampung oleh 1 penghantar saja

Pada generator 1 fasa ,generator menjadi lebih besar.


2.Kelebihan sistem 1 fasa:

Lebih simpel karena terdiri hanya 2 Penghantar saja dalam jaringan

Ekonomis

B. SISTEM TAHANAN PENTANAHAN (GROUNDING)


Sejak dahulu petir telah banyak menimbulkan kerusakan yang merugikan
manusia. Semakin banyaknya pemakaian alat elektronik dan peralatan tegangan
rendah saat ini telah meningkatkan jumlah statistik kerusakan yang timbul akibat
sambaran petir, baik langsung maupun tidak langsung. Sambaran petir pada tempat
yang jauh sekalipun sudah mampu merusak sistem elektronika dan peralatannya,
misalnya instalasi jaringan komputer, perangkat telekomunikasi seperti PABX dan
modem, sistem kontrol, alat-alat pemancar dan instrumen, serta peralatan elektronik
sensitif lainnya.

Untuk mengatasi masalah ini, perlindungan yang sesuai harus diberikan dan
dipasang pada peralatan atau instalasi terhadap bahaya sambaran petir langsung
maupun induksinya.
Sistem pentanahan dan sistem proteksi, yang merupakan solusi menyeluruh
berupa perlindungan peralatan elektronik, bangunan, ketersediaan layanan, dan
keselamatan manusia terhadap kemungkinan bahaya kejut listrik serta kerusakan
akibat petir/tegangan berlebih.
Sistem pentanahan atau biasa disebut sebagai grounding system adalah sistem
pengamanan terhadap perangkat-perangkat yang mempergunakan listrik sebagai
sumber tenaga, dari lonjakan listrik utamanya petir. Sistem pentanahan digambarkan
sebagai hubungan antara suatu peralatan atau sirkit listrik dengan bumi.

Tujuan Utama Sistem Pentanahan


Tujuan utama pentanahan adalah menciptakan jalur yang low-impedance

(tahanan rendah) terhadap permukaan bumi untuk gelombang listrik dan transient
voltage. Penerangan, arus listrik, circuit switching dan electrostatic discharge adalah
penyebab umum dari adanya sentakan listrik atau transient voltage. Sistem
pentanahan yang efektif akan meminimalkan efek tersebut.

IV. PENGUKURAN
A. Mengukur Arus
1. Beban Phasa R : 112,5 A

2. Beban Phasa S : 99,7 A

3. Beban Phasa T : 57,7 A

B. Mengukur Tegangan
1. Tegangan Dengan Netral
R - N : 211,6 V

S - N : 216,1 V

T - N : 221,9 V

2. Tegangan Antar Phasa


R - S : 378,1 V

R - T : 385,9 V

S - T : 383, 7 V

C. Mengukur Daya
P=VxI
V : 200,9 V

I : 11,5 A

P=VxI
= 200,9 V x 11,5 A
= 2310,35 A

D. Mengukur Sistem Tahanan Pentanahan (Grounding)


Hasil pengukuran di depan gedung elektro

Skala x100 : 0,2 V


Nilai : 0,2 V x 100 = 20

Skala x10 : 3,8 V


Nilai : 3,8 x 10 = 38

IV. KESIMPULAN
1. Avometer adalah suatu alat untuk mengukur arus, tegangan, baik tegangan
bolak-balik (AC) maupun tegangan searah (DC) dan hambatan listrik.
2. Earth Tester
Alat ukur listrik yang berfungsi untuk mengukur besarnya tahanan
pentanahan.

3.

Dalam pengukuran ini tidak dapat membandingkan antara pengukuran


menggunakan alat ukur analog dengan alat ukur digital karena alat yang
kurang lengkap di setiap tempat pengukuran.