You are on page 1of 5

BAB III

GAMBARAN UMUM APOTEK SAMIREJO FARMA
A. Waktu dan Tempat
Praktik Kerja Lapangan dilakukan di Apotek Samirejo Farma di Jl. Delanggu –
Polanharjo No. 41 Rejosari, Sabrang, Delanggu, Klaten. Praktek dilakukan pada 25 Juli – 29
Agustus, yang dibagi menjadi dua shift, yaitu :
Shift pagi

: pukul 08.00 – 14.00 WIB

Shift siang

: pukul 14.00 – 20.00 WIB

B. Sejarah dan Latar Belakang
Apotek Samirejo Farma terletak di Jl. Delanggu-Polanharjo No. 41 Rejosari, Sabrang,
Delanggu, Klaten. Apotek ini berdiri di bawah naungan PT. PRABAWATAMA INDONESIA.
Apotek Samirejo Farma berdiri pada tanggal 01 Agustus 2006 atas prakarsa Pemilik Sarana
Apotek (PSA) dr. Muhammad Husein Prabawa. Pada awalnya didirikan sebuah praktek umum
dr. Muhammad Husein Prabawa dimana kebutuhan obat-obatnya berasal dari apotek-apotek
terdekat, kemudian berkembang menjadi Poliklinik dan Rumah bersalin Rejosar Husada
sehingga kebutuhan obat semakin bertambah banyak. Untuk memudahkan penyediaan obat maka
didirikanlah Apotek Samirejo Farma yang berfungsi untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dan
alat-alat kesehatandari Poliklinik dan Rumah Bersalin Rejosari Husada dengan Apoteker
Pengelola Apotek (APA) adalah Ibu Yuni Lianawati, S.Farm., Apt. Kemudian ditahun 2013 PT.
PRABAWATAMA INDONEISA menaungi Apotek Samirejo Farma, Poliklinik dan Rumah
Bersalin Rejosari Husada dan RH Skin Care.
C. Stuktur Organisasi
Apotek Samirejo Farma masih berada di bawah naungan PT. PRABAWATAMA
INDONESIA dengan dr. Ika Puspitasari sebagai direkturnya dan dr. Muhammad Husein Prabawa
sebagai komisarisnya. Selain menaungi Apotek Samirejo Farma, PT ini juga menaungi Rumah
Bersalin, Poliklinik Pratama Rejosari Husada dan RH Skin Care.
Apotek Samirejo Farma sendiri mempunyai stuktur organisasi agar dalam pelayanan
kesehatan lebih maksimal

D. Visi-Misi

alat kesehatan. 4. Perencanaan Perencanaan pengadaan obat di Apotek Samirejo Faema didasarkan pada pertimbangan pola penyakit (penyakit yang diderita masyarakat sekitar pada saat itu) dan melihat stok obat yang menipis/ habis dengan melihat sistem data base komputer. 3. Surat Pesanan ditandatangani oleh APA (Apoteker Pengelola Apotek) dan dibuat tiga rangkap. Cek keabsahan resep. b. b. 2. Cek kelaziman dosis dan pemakaian obat. menjelaskan aturan pakai dan menanyakan alamat/ nomor telepon pasien dan mencatat pada lembar resep. Sistem Pengelolaan Obat 1. c. Obat bukan racikan: kasir dapat langsung menghitung. Surat Pesanan harus . Obat racikan: Tenaga Teknis Kefarmasian/ Apoteker menentukan jumlah obat yang diperlukan kemudian kasir menghitung harga. Pengadaan Barang Kegiatan pengadaan barang obat-obatan. F. 2. Standar Prosedur Kerja 1. Pemesanan Menyiapkan Surat Pesanan setiap PBF. satu untuk PBF dan lainnya untuk arsip. Persiapan Melakukan pengumpulan data-data obat yang akan dipesan. yang satu untuk arsip apotek dan satunya lagi untuk PBF. Proses pengadaan barang di Apotek Samirejo Farma dilakukan dengan langkah sebagai berikut : a. memasukkan obat dalam pengemas dan menulis etiket. Apoteker/ Tenaga Teknis Kefarmasian menyerahkan obat kepada paien. b. dan alat pelengkap lainnya dilakukan dengan memesan ke PBF sesuai dengan Surat Pesanan. Tanyakan nama pasien jika kurang jelas. mencocokkan dengan resep. ini didapatkan dari bagian gudang maupun peracikan termasuk obat-obat baru yang akan dibeli. Kegunaaan Surat Tembusan pada Surat Pesanan yang ada di petugas apotek adalah untuk mengontrol apakah barang atau obat yang dipesan sudah sesuai dengan pesanan. Penerimaan Resep a. alat kontrasepsi.E. Surat Pesanan minimal rangkap dua. Tenaga Teknis Kefarmasian bagian peracikan menyiapkan obat. Menghitung Harga Obat a. dan tanyakan umur bila perlu.

Dari catatan ini dapat diketahui apakah pembelian setiap bulannya melebihi . Kartu stock berfungsi untuk mencatat barang masuk dan keluar. Surat Pesanan untuk Obat Keras. nama supplier.dilampirkan sesuai dengan yang dipesan dan harus dilampirkan dengan faktur pada waktu pengiriman barang. petugas apotek harus mencocokkan barang / obat yang diterima dengan faktur dan surat pesanan dari apotek. Surat Pesanan untuk Narkotik 4. Ruang penyimpanan harus betul-betul diperhatikan dari segi keamanannya. Pencatatan Faktur disalin dalam buku besar penerimaan barang. Surat Pesanan untuk Obat c. Tujuan penyimpanan barang adalah supaya barang aman. tanggal ED. Kegiatan penyimpanan barang dilakukan oleh petugas. nama barang. Obat Bebas 2. sejuk kering. total harga. Surat Pesanan ada empat macam : 1. dan tidak bocor. Penyimpanan Penyimpanan obat dan perbekalan farmasi obat diapotek dilakukan sesuai dengan indikasi obat untuk OWA (Obat Wajib Apotek) yang paten sedangkan untuk OWA yang generik disesuaikan dengan abjad. batch dan sisa barang di apotek. Surat Pesanan untuk Psikotropik 3. Obat Bebas Terbatas. d. mudah diawasi . discount. tanggal kadaluarsa. Setiap satu tahun sekali dilakukan stock opname barang/obat untuk mengetahui fisik barang apakah cocok dengan saldo barang pada kartu stock. Apabila barang yang diterima sudah sesuai dengan faktur kemudian ditandatangani oleh petugas apotek yang menerima barang disertai nama terang dan cap apotek. barang yang datang dicek keadaan fisik. e. harga satuan. nomor faktur. no. jumlah sesuai dengan surat pesanan. Pengeluaran barang dari gudang dengan system FIFO (First In First Out) dan FEFO . Dilakukan pula pemeriksaan jumlah barang yang diterima. Penerimaan Penerimaan barang dilakukan oleh petugas apotek. harga satuan. dan perhitungannya sudah benar atau belum. ditulis tanggal. tidak terkena sinar matahari langsung. menjaga stabilitas obat dan menjamin kelancaran pelayanan. potongan harga. jumlah merk barang/obat.

asisten apoteker. alat kontrasepsi tertentu. pengelola apoteker. maka faktur yang asli dari supplier diminta oleh apotek untuk arsip dan pembukuan tahunan. kosmetika. Apabila sudah dibayar baik dengan uang. beberapa macam alat kesehatan. Pembayaran Bila sudah jatuh tempo maka tiap faktur dikelompokkan per debitur atau PBF masing-masing dibuatkan bukti kas keluar atau cek maupun giro. giro maupun cek. f. Administrasi Membuat laporan harian.anggaran yang ditetapkan atau tidak. Obat-obat Kadaluarsa (Expired Date) . dikemas dan diperiksa kebenarannya oleh APA atau APA . membayar dan diserahkan kepada pasien. Obat disiapkan lalu diberi etiket. Penjualan Penjualan obat bebas (HV) atau tanpa resep dokter dilakukan pada obat-obatan yang termasuk dalam daftar obat bebas. Keterangan : HNA : Harga Netto Apotek PPN : Pajak Pertambahan Nilai Penjualan obat dengan resep dokter. Resep yang telah diracik diserahkan ke pasien disertai informasi mengenai penggunaan obat tersebut. Resep yang masuk dperiksa keabsahannya. penjualan tunai. Faktur-faktur ini kemudian dimasukkan dalam map sesuai dengan PBFnya dan menunggu jatuh tempo untuk dilunasi. obat bebas terbatas. kelengkapan dan ketersedian obatnya oleh apoteker.M harus didahulukan. Rumus harga penjualan obat bebas adalah : Harga obat bebas : (HNA + PPN) + 10% Harga OWA : (HNA + PPN) + 15% (bias berubah sesuai dengan ketentuan apotek. lalu obat dibawa keruang racikan dan dipersiapkan. obat wajib apotek. 3.I. Rumus pemberian harga obat resep adalah : HT = HJA + TS Keteranagan : HT : Harga total yang dibayar HJA : Harga Jual Apotek TS : Tuslah 4. Resep yang diberi tanda cito atau P. Pembelian obat bebas dilakukan secara langsung. dan penjualan kredit.

baik obat dengan resep (obat paten & obat racikan). 5. dan pembayaran pajak dibayarkan setiap satu bulan sekali. Perpajakan Pajak yang dikeluarkan meliputi: 1) Pajak pendapatan 2) Pajak reklame 3) Pajak Pertambahan nilai (PPn) 4) Pajak kendaraan 5) Pajak listrik 6) Pajak Bumi Bangunan (PBB). Untuk perhitungan pajak menggunakan norma (pajak pendapatan). Keuangan a. pembayaran gaji karyawan dan biaya lainnya. Perpajakan dan Keuangan a. Untuk obat-obat narkotika dan psikotropika pemusnahannya harus disaksikan oleh pihak yang berwenang dan dibuat BAP (Berita Acara Pemusnahan). b. penjualan OWA dan pemasangan display. G.Untuk obat-obat yang sudah kadaluarsa dikumpulkan terlebih dahulu dan ditempatkan dalam dus kemudian baru dimusnahkan dengan cara dibakar atau ditimbun dengan membuat BAP (Berita Acara Pemusnahan). Pengeluaran Pengeluaran meliputi pembelian obat. Sistem Pengelolaan Obat Narkotik dan Psikotropik . penjualan obat HV. b. Pemasukan Pemasukan berasal dari penjualan obat.