You are on page 1of 4

Daerah paling pusat, yang dikelilingi oleh pembuluh darah, adalah daerah

yang terosifikasi. Mengarah ke perifer dan secara langsung mengelilingi zona
osifikasi adalah zona sferikal dari kondrosit hipertrofi. Bagian paling luar adalah
sel-sel yang tersusun secara radial dalam kolom pendek yang terdiri atas dua
sampai lima lapis sel. Susunan dari semua sel-sel di atas disebut lapisan kondrosit
germinal, yang juxtaposed terhadap sistem kanal-kartilago.
Pembesaran dari pusat osifikasi tampak terjadi dalam beberapa cara.
Pertama, terdapat perluasan sferikal yang konstan, sentrifugal dari pusat awal
yang tidak diragukan lagi terlibat dalam penambahan sel germinal perifer yang
baru sebagaimana pada perubahan dari kartilago hyalin yang tidak berdiferensiasi
ke dalam kemampuan sel untuk bermodulasi selanjutnya serta berdiferensiasi
secara fungsional. Kedua, proses dalam membentuk sebuah nukleus ossifik di
sekeliling kompleks kapiler dapat terjadi ke arah perifer dan terpisah dari pusat
osifikasi sekunder utama. Ketiga, osifikasi dapat terjadi di sepanjang dinding
kanal-kartilago, memanjangkan pusat osifikasi utama atau menghubungkan pusat
osifikasi lainnya. Keempat, pusat osifikasi sekunder dapat muncul dari foki kecil
multipel dari osifikasi, dimana merupakan kasus yang terjadi pada bagian tertentu
di troklea dari humerus distal. Setiap foki ini membesar dan secara radiologis
menjadi

bukti

adanya

perubahan

massa

sebelum

pemanjangan

yang

menguntungkan berakibat pada penyatuan pusat osifikasi ini menjadi pusat
osifikasi tunggal.
Aspek variabel yang tinggi dari sirkulasi femur proksimal adalah
pembeuluh darah transepifiseal, yang merupakan struktur sinusoid yang melintasi
lempeng pertumbuhan dan menghubungkan sistem sirkulasi epifiseal dan
metafiseal. Pembuluh darah ini jumlahnya sedikit dan cenderung terdapat pada
bagian perifer dari fisis (kurang matur). Ketika pusat osifikasi memanjang, jumlah
pembuluh darah transepifiseal menurun, sehingga ketika seorang anak memasuki
usia 15 sampai 18 bulan, mereka secara anatomis tidak signifikan. Saat ini,

kontribusi dari arteri ini pada kaput femur masih minimal dan tampak tidak berubah. Tampak bahwa dalam waktu singkat sufisiensi suplai arterial dapat membantu peranan pertumbuhan yang potensial dari pembuluh darah. Lebih dari satu arteri dapat muncul dalam ligamen.bagaimanapun usia ini memudahkan terjadinya jalur penyebaran infeksi yang potensial dari metafisis ke dalam kaput femur (Gambar 2-11). percabangan pembuluh darah-ligamen dapat memasuki pusat osifikasi dengan lebih mantap dan memainkan peranan fungsional yang harus dipertimbangkan dengan baik. Selama 3 sampai 4 tahun pertama kehidupan. Arteri dapat berasal dari arteri abturator (54%) atau arteri medial sirkumfleksa (15%). Studi injeksi tampaknya berindikasi pada kurangnya pengisian pusat osifikasi yang signifikan dari arteri dari ligamentum kaput femoris sampai seorang anak berusia 10 tahun atau lebih. Pembuluh darah ini berasal dari ekstrakapsular dan kemudian memasuki ligamen yang berada di bawah ligamentum asetabular transversus pada jalinan asetabular. SIRKULASI DAN PENYAKIT PANGGUL KONGENITAL Selama fase transisi dari pembuluh darah multipel menjadi pembuluh darah tunggal. SIRKULASI DARI LIGAMENTUM KAPUT FEMORIS Arteri yang kecil dapat diamati pada ligamentum kaput femoris saat fetus mencapai ukuran panjang 105 mm sampai 110 mm. Arteri mencapai kaput femur lebih awal pada masa perkembangan namun jarang sekali dapat berpenetrasi lebih dari beberapa milimeter dari kaput femoris fovea ke dalam kartilago hyalin (Gambar 2-12). di mana saat ini pusat osifikasi epifiseal memanjang ke arah fovea dan membentuk karakteristik indentation adjacent terhadap masuknya ligamen (Gambar 2-12). Selama tahap akhir dari pemanjangan. epifisis kaput femur secara nyata rentan terhadap gangguan . atau dari keduanya (31%).

vaskuler. kita harus mencurigai bahwa oklusi terjadi pada bagian eksternal dari kapsul. gangguan vaskuler yang cukup parah yang dapat menyebabkan perubahan pola pertumbuhan misalnya akibat nekrosis avaskuler yang merupakan komplikasi dari penyakit panggul kongenital mengimplikasikan adanya oklusi dengan ukuran yang signifikan pada pembuluh darah. pada anak yang lebih tua (sebagai contoh. yang dapat saja normal atau tidak normal. Oleh karena aliran darah bermula sebagai suatu sistem pembuluh darah kecil multipel. Waktu dari gangguan vaskuler umumnya sangat signifikan. Tampaknya dalam waktu singkat terdapat tiga oklusi pada epifisis. Oklusi dari arteri kecil di sepanjang jalinan intertrokanterik selama masa neonatal dapat saja hanya terjadi pada daerah yang kecil. ketimbang akibat pembuluh darah kecil multipel. BAB III LEMPENG PERTUMBUHAN PADA KAPUT FEMUR Lempeng pertumbuhan kaput femur umumnya sama dengan lempeng pertumbuhan yang terdapat pada tulang panjang yang terdiri dari berbagai jaringan yang memiliki karakteristik fungsional tersendiri yang kerjanya sesuai . terutama jika terdapat ganggyan dari interrelasi secara anatomis. oklusi intrakapsuler dapat terjadi. kita dapat melihat Gambar 2-13 menunjukkan hubungan yang potensial dari tipe spesifik dari gangguan anatomis akibat deformitas tertentu. Setelah memahami bab ini. Pembahasan yang lengkap dari komplikasi avaskuler atau nekrosis iskemik yang beragam akan dibahas pada bab ini. seseorang yang kolum femorisnya memiliki pembuluh darah posterosuperior dan posteroinferior yang berbeda telah berkembang) lebih selektif. dimana oklusi walaupun hanya terjadi pada arteri posterosuperior pada anak yang lebih tua dapat memiliki efek untuk membantu perkembangan. Pada anak yang diterapi selama beberapa bulan pertama kehidupan yang mengalami nekrosis avaskuler.

.dengan tujuan primer struktur awalnya—sehingga dapat memaksimalkan pertumbuhan secara longitudinal.