You are on page 1of 4

Komponen


Komponen
Sistem
Panas
Bumi
Komponen sistem panas bumi yang dimaksud di sini adalah komponenkompenen dari sistem panas bumi jenis hidrotermal, karena sistem inilah
yang paling umum ditemukan di Indonesia. Sistem hidrotermal didefenisikan
sebagai jenis sistem panas bumi dimana transfer panas dari sumber panas
menuju permukaan bumi adalah melalui proses konveksi bebas yang
melibatkan fluida meteorik dengan atau tanpa jejak fluida magmatik. Fluida
meteorik contohnya adalah air hujan yang meresap jauh ke bawah
permukaan tanah.
Komponen-komponen penting dari sistem hidrotermal adalah: sumber
panas, reservoir dengan fluida termal, daerah resapan (recharge), daerah
luahan (discharge) dengan manifestasi permukaan.
1.
Sumber
Panas
Sepanjang waktu panas dari dalam bumi ditransfer menuju permukaan bumi
dan seluruh muka bumi menjadi tempat penampungan panas (heat sink).
Namun begitu, di beberapa tempat energi panas ini dapat terkonsentrasi
dalam jumlah besar dan melebihi jumlah energi panas per satuan luas yang
rata-rata ditemui.
Gunung api merupakan contoh dimana panas terkonsentrasi dalam jumlah
besar. Pada gunung api, konsentrasi panas ini bersifat intermittent yang
artinya sewaktu-waktu dapat dilepaskan dalam bentuk letusan gunung api.
Berbeda dengan gunung api, pada sistem panas bumi konsentrasi panas ini
bersifat kontinu. Namun demikian, pada kebanyakan kasus, umumnya
gunung api baik yang aktif maupun yang dormant, adalah sumber panas
dari sistem panas bumi. Hal ini ditemui di Indonesia dimana umumnya
sistem panas buminya adalah sistem hidrotermal yang berasosiasi dengan
pusat vulkanisme atau gunung api. Dalam hal ini, gunung api menjadi
penyuplai panas dari sistem panas bumi di dekatnya.
Oleh karena gunung api merupakan sumber panas potensial dari suatu
sistem panas bumi, maka daerah yang berada pada jalur gunung api
berpotensi besar memiliki sistem panas bumi temperatur tinggi (di atas 225
Celcius). Itulah kenapa Indonesia yang dikenal berada pada jalur cincin api
(ring of fire) diklaim memiliki potensi panas bumi atau geothermal terbesar
di dunia.

Daerah lain yang berpotensi menjadi sumber panas adalah: daerah dengan
tekanan litostatik lebih besar dari normal (misal pada geopressured system),
daerah yang memiliki kapasitas panas tinggi akibat peluruhan radioaktif
yang terkandung di dalam batuan, daerah yang memiliki magmatisme
dangkal di bawah basemen. Namun pada kasus-kasus ini, intensitas
panasnya tidak sebesar panas dari gunung api.
2.
Reservoir
Reservoir panas bumi adalah formasi batuan di bawah permukaan yang
mampu menyimpan dan mengalirkan fluida termal (uap dan atau air panas).
Reservoir biasanya merupakan batuan yang memiliki porositas dan
permeabilitas yang baik. Porositas berperan dalam menyimpan fluida termal
sedangkan permeabilitas berperan dalam mengalirkan fluida termal.
Reservoir panas bumi dicirikan oleh adanya kandungan Cl (klorida) yang
tinggi dengan pH mendekati normal, adanya pengayaan isotop oksigen pada
fluida reservoir jika dibandingkan dengan air meteorik (air hujan) namun di
saat bersamaan memiliki isotop deuterium yang sama atau mendekati air
meteorik, adanya lapisan konduktif yang menudungi reservoir tersebut di
bagian atas, dan adanya gradien temperatur yang tinggi dan relatif konstan
terhadap kedalaman.
Reservoir panas bumi bisa saja ditudungi atau dikelilingi oleh lapisan batuan
yang memiliki permeabilitas sangat kecil (impermeable). Lapisan ini dikenal
sebagai lapisan penudung atau cap rock. Batuan penudung ini umumnya
terdiri dari minera-mineral lempung yang mampu mengikat air namun sulit
meloloskannya (swelling). Mineral-mineral lempung ini mengandung ikatanikatan hidroksil dan ion-ion seperti Ka dan Ca sehingga menyebabkan
lapisan tersebut menjadi sangat konduktif. Sifat konduktif dari lapisan ini
bisa dideteksi dengan melakukan survei magneto-tellurik (MT) sehingga
posisi lapisan konduktif ini di bawah permukaan dapat terpetakan. Dengan
mengetahui posisi dari lapisan konduktif ini, maka posisi reservoir dapat
diperkirakan, karena reservoir panas bumi biasanya berada di bawah lapisan
konduktif ini.
3.
Daerah
Resapan
(Recharge)
Daerah resapan merupakan daerah dimana arah aliran air tanah di tempat
tersebut bergerak menjauhi muka tanah. Dengan kata lain, air tanah di
daerah resapan bergerak menuju ke bawah permukaan bumi.

Dalam suatu lapangan panas bumi, daerah resapan berada pada elevasi
yang lebih tinggi dibandingkan dengan elevasi dari daerah dimana sumursumur produksi berada. Daerah resapan juga ditandai dengan rata-rata
resapan air tanah per tahun yang bernilai tinggi.
Menjaga kelestarian daerah resapan penting artinya dalam pengembangan
suatu lapangan panas bumi. Menjaga kelesatarian daerah resapan berarti
juga menjaga keberlanjutan hidup dari reservoir panas bumi untuk jangka
panjang. Hal ini karena daerah resapan yang terjaga dengan baik akan
menopang tekanan di dalam formasi reservoir karena adanya fluida yang
mengisi pori di dalam reservoir secara berkelanjutan. Menjaga kelestarian
daerah resapan juga penting artinya bagi kelestarian lingkungan hidup.
Sehingga dari sini dapat dikatakan juga bahwa pengembangan panas bumi
bersahabat dengan lingkungan.
4.
Daerah
Discharge
dengan
Manifestasi
Permukaan
Daerah luahan (discharge area) merupakan daerah dimana arah aliran air
tanah di tempat tersebut bergerak menuju muka tanah. Dengan kata lain,
air tanah di daerah luahan akan bergerak menuju ke atas permukaan bumi.
Daerah luahan pada sistem panas bumi ditandai dengan hadirnya
manifestasi di permukaan. Manifestasi permukaan adalah tanda-tanda yang
tampak di permukaan bumi yang menunjukkan adanya sistem panas bumi di
bawah permukaan di sekitar kemunculannya.
Manifestasi permukaan bisa keluar secara langsung (direct discharge)
seperti mata air panas dan fumarola. Fumarola adalah uap panas (vapor)
yang keluar melalui celah-celah batuan dengan kecepatan tinggi yang
akhirnya berubah menjadi uap air (steam). Tingginya kecepatan dari
fumarola sering kali menimbulkan bunyi bising.
Manifestasi permukaan juga bisa keluar secara terdifusi seperti pada kasus
tanah beruap (steaming ground) dan tanah hangat (warm ground), juga bisa
keluar secara intermittent seperti pada manifestasi geyser, dan juga bisa
keluar secara tersembunyi seperti dalam bentuk rembesan di sungai.
Secara umum, manifetasi permukaan yang sering muncul pada sistemsistem panas bumi di Indonesia adalah: mata air panas, fumarola, steaming
ground, warm ground, kolam lumpur panas, solfatara, dan batuan
teralterasi. Solfatara adalah uap air (steam) yang keluar melalui rekahan

batuan yang bercampur dengan H2S, CO2, dan kadang juga SO2 serta
dapat mengendapkan sulfur di sekitar rekahan tempat keluarnya.
Sedangkan batuan teralterasi adalah batuan yang terubahkan karena adanya
reaksi antara batuan tersebut dengan fluida panas bumi.