You are on page 1of 24

MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL

REPUBLIK INDONESIA
PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Nomor
TENTANG
KEWAJIBAN MEMILIKI IZIN PENGGUNAAN UNTUK PLATFORM MINYAK DAN
GAS BUMI DI DAERAH LEPAS PANTAI
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL,
Menimbang

: a. bahwa untuk menjamin keamanan dan keselamatan kerja pada platform
minyak dan gas bumi di daerah lepas pantai, dianggap perlu setiap
platform memiliki Izin Penggunaan Platform;
b. bahwa untuk keperluan tersebut, dianggap perlu untuk mengatur tata
cara pemeriksaan teknis platform tersebut dengan suatu Peraturan
Menteri;

Mengingat

: 1. Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2001 Nomor 136,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4152);
2. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1973 tentang Landas Kontinen
Indonesia (Lembar Negara Republik Indonesia Tahun 1971 Nomor 76,
Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 2971);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 1974 tentang Pengawasan
Pelaksanaan Eksplorasi dan Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi di Daerah
Lepas Pantai (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1974 Nomor
20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3031);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha
Hulu Minyak dan Gas Bumi (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2004 Nomor 123, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 4435) sebagaimana telah dua kali diubah terakhir
dengan Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2009 (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 128, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5047);
5. Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 18 Tahun
2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Energi dan Sumber
Daya Mineral (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor
552);

MEMUTUSKAN :
Menetapkan

: PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
TENTANG KEWAJIBAN MEMILIKI IZIN PENGGUNAAN UNTUK
PLATFORM MINYAK DAN GAS BUMI DI DAERAH LEPAS PANTAI.

BAB I
KETENTUAN UMUM
Pasal 1
Dalam Peraturan Menteri ini yang dimaksud dengan:
1. Minyak dan Gas Bumi, Eksplorasi, Eksploitasi, Wilayah Kerja, Menteri,
adalah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1 Undang-Undang Nomor
22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi.
2. Platform adalah setiap bangunan di atas dan atau di bawah air, yang
dipasang secara tetap dan digunakan untuk operasi minyak dan gas
bumi di daerah lepas pantai (tidak termasuk API RP 2SK).
3. Izin Penggunaan Platform adalah persetujuan yang diberikan Direktur
Jenderal atas operasi atau penggunaan Platform setelah dilakukan
pemeriksaan teknis.
4. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi.
5. Direktur adalah Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas
Bumi.
6. Daerah Lepas Pantai adalah daerah yang meliputi perairan Indonesia
dan landas kontinen Indonesia;
7. Kepala Inspeksi Minyak dan Gas Bumi, selanjutnya disebut Kepala
Inspeksi adalah pejabat pemerintah setingkat eselon II yang mengepalai
pelaksanaan inpeksi keselamatan minyak dan gas bumi.
8. Inspektur Minyak dan Gas Bumi yang selanjutnya disebut Inspektur
Migas adalah Pegawai Negeri Sipil yang diangkat oleh Menteri dan
diberi tugas, tanggung jawab, wewenang dan hak oleh Kepala Inspeksi
untuk melakukan Inspeksi Keselamatan Migas.
9. Kepala Teknik Minyak dan Gas Bumi, selanjutnya disebut Kepala
Teknik adalah pimpinan tertinggi atau pejabat yang ditunjuk oleh
pimpinan tertinggi dari Kontraktor atau Badan Usaha Pemegang Izin
Usaha, yang bertindak untuk dan atas nama Kontraktor atau Badan
Usaha Pemegang Izin Usaha dan memiliki kewenangan melaksanakan
Keselamatan Migas sesuai peraturan perundang-undangan.

adanya kerusakan pada platform. informed opinions. Analisa Risiko adalah kegiatan untuk mengidentifikasi dan menganalisa potensi sebab dan kemungkinan akibat risiko secara kuantitatif. 12. atau perubahan kekuatan pondasi platform. Platform Assessment adalah proses untuk menentukan apakah suatu platform layak untuk dioperasikan selama umur layan platform tersebut. gambar konstruksi. by modifications to the condition of the platform such as damage or deterioration. Design Appraisal adalah kegiatan penelaahan dokumen desain (data platform.10. Informasi yang digunakan dapat berupa data historis. Platfrorm assessment dilakukan bila terdapat perubahan pada kondisi platform dari desain awal. Pemeriksaan Khusus. standar dan spesifikasi proyek. seperti adanya penambahan personel. 13. Information can include historical data. theoretical analysis. (3) Pemeriksaan teknis terhadap platform dilaksanakan oleh Kepala Inspeksi dengan dibantu oleh Inspektur Migas atau dengan bantuan Commented [FG1]: Analisa Risiko adalah kegiatan sistematis yang menggunakan informasi yang tersedia untuk mengidentifikasi sumber risiko dan menilai besaran risiko. Rekualifikasi adalah kegiatan penelaahan dokumen desain (data platform. perhitungan desain) oleh pihak independen yang tidak terlibat dalam desain platform tersebut. Pemeriksaan Tahunan adalah pemeriksaan platform yang dilakasanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam kurun waktu satu tahun. penambahan pembebanan. 15. 14.9 An assessment to determine fitness for purpose may be required during the life of a platform. Hasil analisa risiko digunakan sebagai dasar dalam evaluasi risiko. Perusahaan Jasa adalah Perusahaan Jasa Inspeksi Teknik bidang pemeriksaan platform minyak dan gas bumi yang telah mendapatkan penunjukan Direktur Jenderal. mitigasi risiko dan penerimaan risiko. dan analisa independen untuk verifikasi kesesuaian desain terhadap persyaratan ketentuan peraturan perundang-undangan. pendapat dan pertimbangan dari para pemangku kepentingan (stakeholders) Ref: risk analysis (API 580 – 4. or by a reevaluation of the environmental loading or the strength of the foundation . Commented [FG2]: Ref: API RP2A -1. perubahan kondisi lingkungan platform. c. b. 11. dan analisa independen untuk verifikasi kesesuaian desain dalam rangka menentukan kelayakan platform untuk dioperasikan kembali setelah melewati umur layan desain. modifikasi platform. perhitungan desain) oleh pihak independen yang tidak terlibat dalam desain platform tersebut. d. risk mitigation and risk acceptance. gambar konstruksi. This procedure is normally initiated by a change in the platform usage such as revised manning or loading. and concerns of stakeholders.37) Systematic use of information to identify sources and to estimate the risk. Risk analysis provides a basis for risk evaluation. semi kuantitatif dan kualitatif. Pasal 2 (1) Setiap platform yang dipergunakan dalam kegiatan usaha minyak dan gas bumi wajib dilakukan pemeriksaan teknis (2) Pelaksanaan pemeriksaan teknis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan terhadap platform meliputi: a. Pemeriksaan Tahunan.1. Pemeriksaan Berkala. guna pengambilan keputusan pengendaliannya. Pemeriksaan Permulaan. analisa teroritis.

perusahaan jasa yang ditunjuk oleh Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi.) di atas tidak dipenuhi. Melaporkan hasil tindak lanjut sebagaimana dimaksud diatas kepada Kepala Inspeksi. Lokasi platform dalam wilayah kerja/wilayah kuasa pertambangan Kontraktor yang bersangkutan. b. (3) Izin penggunaan platform berlaku selama maksimal 4 tahun atau sesuai hasil Analisa Risiko sampai batas umur layan yang ditetapkan. (2) Apabila pengajuan permohonan pemeriksaan teknis sebagaimana dimaksud ayat (. maka Kepala Inspeksi dapat menolak pelaksanaan Pemeriksaan teknis. . Pasal 5 (1) Pemeriksaan Permulaan sebagaimana dimaksud pasal (.. Data lain yang diperlukan. b. Pasal 3 (1) Kepala Inspeksi menerbitkan Izin Penggunaan Platform berdasarkan hasil pemeriksaan teknis platform yang telah memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan kerja. Kepala Inspeksi dapat menerbitkan Izin Penggunaan Platform sepanjang: a. Nama penanggung jawab platform. Maksud penggunaan platform. (2) Pemeriksaan Permulaan terdiri dari: a. (3) Permohonan pemeriksaan teknis harus disertai dengan: a.) dilaksanakan terhadap platform baru yang dimulai dari tahap perencanaan. (2) Apabila hasil pemeriksaan teknis tidak memenuhi persyaratan keamanan dan keselamatan kerja. pada waktu platform dirakit (fabrikasi) dan pada waktu platform didirikan (instalasi). BAB II PEMERIKSAAN TEKNIS Pasal 4 (1) Kepala Teknik wajib mengajukan permohonan pemeriksaan teknis secara tertulis kepada Kepala Inspeksi dalam jangka waktu selambatlambatnya 14 (empat belas) hari sebelum dilaksanakan pemeriksaan teknis. Terdapat tindak lanjut atas rekomendasi hasil pemeriksaan teknis. c.. Penilaian perencanaan (design appraisal). d.

Penambahan fasilitas dan/atau penambahan beban terhadap platform (modifikasi) yang melebihi 10% (sepuluh persen) dari total beban design. Pemeriksaan selama platform didirikan (instalasi) untuk menilai apakah platform serta pondasinya tidak mengalami kelainan yang dapat mempengaruhi kekuatan. Pemeriksaan bagian-bagian platform di daerah splash zone.. Pemeriksaan bagian-bagian platform di bawah air. Pasal 6 (1) Pemeriksaan Berkala dilaksanakan terhadap platform yang telah didirikan setiap 4 tahun sekali atau sesuai hasil Analisa Risiko sampai batas umur layan yang ditetapkan. Pemeriksaan bagian-bagian platform di atas air. b. (2) Pemeriksaan Berkala terdiri dari: a.b.) harus dilakukan kembali penilaian perencanaan ulang (design re-appraisal).) Peraturan ini. Penambahan beban eksternal (beban lingkungan) yang menyebabkan penurunan kemampuan struktur melebihi 10% dari rancangan design. umur dan kegunaannya.) Peraturan ini. c.. (4) Tatacara Pemeriksaan Berkala adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran (. Penelaahan terhadap penilaian perencanaan (review design appraisal) atau penilaian perencanaan ulang (review design reappraisal). Kepala Teknik wajib melakukan platform assessment dengan menggunakan data Pemeriksaan Teknis sebelumnya. dan c. .. (5) Tatacara Pemeriksaan Permulaan adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran (. b. e. Pasal 7 (1) Pemeriksaan Khusus harus sesegera mungkin dilaksanakan apabila salah satu dari kondisi dibawah ini terjadi: a. platform tersebut wajib dilakukan perencanaan ulang. Pemeriksaan uji tidak merusak pada sambungan-sambungan las pada bagian struktur yang mengalami kerusakan. (3) Apabila Pemeriksaan Berkala sebagaimana dimaksud diatas tidak dilaksanakan. Pemeriksaan selama platform dirakit (fabrikasi) untuk menilai sesuai tidaknya perakitan platform dengan perencanaan. c. (3) Apabila pemeriksaan pada waktu platform dirakit (fabrikasi) dan/atau didirikan (instalasi) tidak sesuai dengan perencanaan. Platform mengalami kerusakan. (4) Terhadap perencanaan ulang sebagaimana dimaksud ayat (. d.

b.) menunjukkan kemungkinan (indikasi) adanya kerusakan pada platform bagian bawah air. Pasal 9 (1) Pemeriksaan Tahunan meliputi sekurang-kurangnya pemeriksaan bagian-bagian platform di atas air dan di daerah splash zone. modifikasi. Prosedur pelaksanaan pemeriksaan teknis. (3) Tatacara Pemeriksaan Khusus adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran (. tegangan tertinggi dan/atau umur kelelahan terendah.) Peraturan ini. Keadaan platform diragukan integritas strukturnya. perbaikan. Pemeriksaan bagian-bagian platform di daerah splash zone. c. atau f. Platform mengalami perubahan integritas struktur (seperti deck raising). Pemeriksaan bagian-bagian platform di bawah air. Pemeriksaan bagian-bagian platform di atas air. c.. e.. Pemeriksaan uji tidak merusak pada sambungan-sambungan yang mengalami kerusakan. (3) Kepala Teknik mengajukan permohonan pemeriksaan tahunan selama umur layan platform secara tertulis kepada Kepala Inspeksi..) di atas tidak dipenuhi. (2) Pemeriksaan Khusus meliputi antara lain: a. (2) Pemeriksaan Tahunan dapat dilaksanakan oleh Kepala Teknik setelah mendapatkan persetujuan dari Kepala Inspeksi. . Pasal 8 (1) Pemeriksaan Tahunan dilakasanakan sekurang-kurangnya satu kali dalam kurun waktu satu tahun. Platform assessment b. Tidak pernah dilakukan pemeriksaan permulaan untuk platform yang telah berdiri sebelum berlakunya Peraturan Menteri ini. dan d. d. Tenaga Kerja Inspeksi yang berkualifikasi dan kompeten. maka harus dilaksanakan sekurang-kurangnya pemeriksaan bagianbagian platform di bawah air. (2) Apabila hasil pemeriksaan bagian-bagian platform di atas air dan di daerah splash zone sebagaimana dimaksud ayat (. Rencana pemeriksaan teknis (5) Apabila pengajuan permohonan pemeriksaan tahunan sebagaimana dimaksud ayat (. Peralatan kerja yang dibutuhkan.d. maka Kepala Inspeksi dapat menolak pelaksanaan Pemeriksaan tahunan oleh Kepala Teknik. (4) Permohonan pemeriksaan tahunan selama umur layan platform harus disertai dengan: a. e.

) ditemukan adanya kerusakan pada platform.) di atas tidak dipenuhi..) Peraturan ini.. dan . Dokumen hasil Pemeriksaan Khusus untuk platform yang mengharuskan dilakukan Pemeriksaan Khusus.. disertai dengan laporan perbaikan struktur jika terdapat perbaikan pada platform. Dokumen hasil Pemeriksaan Berkala dan laporan hasil pemeriksaan platform setiap tahun selama 3 (tiga) tahun berturut-turut sejak Pemeriksaan Berkala sebelumnya. Pasal 10 (1) Pemeriksaan Tahunan sebagaimana dimaksud Pasal (.) dilaporkan kepada Kepala Inspeksi pada waktu dilaksanakan Pemeriksaan Berkala. maka Kepala Inspeksi dapat menolak permohonan Izin Penggunaan Platform. c. (4) Apabila Pemeriksaan Tahunan tidak dilaksanakan dan/atau tidak sesuai sebagaimana dimaksud ayat (. (3) Pengajuan permohonan Izin Penggunaan Platform sebagaimana dimaksud ayat 1 diatas harus disertai dengan: a.. dan .. Pasal 11 (1) Kepala Teknik mengajukan permohonan Izin Penggunaan Platform secara tertulis kepada Kepala Inspeksi selambat-lambatnya 30 hari setelah dilakukan pemeriksaan teknis.. maka harus dilaksanakan platform assessment untuk menilai integritas dari struktur platform. b.) maka harus dilaksanakan platform assessment untuk menilai integritas dari struktur platform (5) Tatacara Pemeriksaan Tahunan adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran (. . BAB III ANALISA RISIKO Pasal 11 ... Dokumen hasil Pemeriksaan Permulaan untuk platform baru..(3) Apabila hasil pemeriksaan sebagaimana dimaksud ayat (. (2) Terhadap bagian-bagian platform yang tidak memenuhi syarat keamanan dan keselamatan kerja wajib dilakukan perbaikan sehingga memenuhi syarat keamanan dan keselamatan kerja dan dilaporkan kepada Kepala Inspeksi pada waktu dilaksanakan Pemeriksaan Berkala. (2) Apabila pengajuan permohonan Izin Penggunaan Platform sebagaimana dimaksud ayat (.

b.) Peraturan ini..(1) Rencana pelaksanaan analisa risiko dalam rangka pemeriksaan teknis platform sebagaimana dimaksud Pasal (. tegangan tertinggi dan/atau umur kelelahan terendah.) Peraturan ini.) diajukan oleh Kepala Teknik kepada Kepala Inspeksi. (2) Jangka waktu perpanjangan umur layan baru tidak melebihi umur layan desain. (4) Pemeriksaan Teknis Umur Layan meliputi antara lain: a. dapat tetap digunakan berdasarkan hasil penilaian perpanjangan umur layan (rekualifikasi). (5) Tatacara perpanjangan umur layan terhadap platform sebagaimana dimaksud dalam Lampiran (. Pemeriksaan bagian-bagian platform di bawah air. (3) Setelah umur layan diperpanjang. Pemeriksaan bagian-bagian platform di daerah splash zone. (3) Rencana penerapan analisa risiko untuk penentuan interval dan lingkup inspeksi harus diajukan dan mendapatkan persetujuan Kepala Inspeksi sebelum diterapkan (4) Persetujuan pelaksanaan analisa risiko diberikan selama batas umur layan masih memenuhi. BAB V KETENTUAN LAIN adalah . (5) Petunjuk pelaksanaan analisa risiko adalah sebagaimana dimaksud dalam Lampiran (.. perbaikan.. c. d. Kepala Inspeksi dapat mempertimbangkan untuk memberikan Izin Penggunaan Platform untuk jangka waktu tertentu setelah dilaksanakan Pemeriksaan Teknis Umur Layan dengan hasil memenuhi syarat keamanan dan keselamatan kerja. Pemeriksaan bagian-bagian platform di atas air. BAB IV PERPANJANGAN UMUR LAYAN Pasal 12 (1) Platform yang batas umur layannya telah terlampaui. modifikasi. (2) Hasil kajian analisa risiko wajib disampaikan kepada Kepala Inspeksi untuk mendapatkan persetujuan. Pemeriksaan uji tidak merusak pada sambungan-sambungan yang mengalami kerusakan.

BAB VII KETENTUAN PERALIHAN Pasal 16 Dengan berlakunya Peraturan Menteri ini. Kepala Inspeksi dapat melakukan tindakan penghentian pengunaan platform dan mencabut Izin Penggunaan Platform. Pasal 17 . Pasal 14 Segala biaya yang diperlukan untuk melaksanakan pemeriksaan teknis atas platform dibebankan pada Kontraktor yang menggunakan platform. (2) Apabila platform menurut penilaian Kepala Inspeksi dianggap berbahaya sedemikian rupa. BAB VI SANKSI ADMINISTRATIF Pasal 15 (1) Apabila platform dianggap berbahaya untuk operasi maka Kepala Inspeksi dapat melakukan tindakan-tindakan sebagai berikut: a. Teguran untuk meniadakan bahaya termaksud dalam jangka waktu yang ditetapkan kepada perusahaan yang menggunakan platform 3 (tiga) kali berturut-berturut dalam jangka waktu 1 (satu) bulan. Apabila tindakan tersebut pada huruf (b) di atas tidak dipatuhi. b. Apabila teguran tersebut pada huruf (a) diatas tidak diindahkan. c. maka Peraturan Menteri Pertambangan Nomor: 05/P/M/Pertamb/1977 tentang Kewajiban Memiliki Sertifikat Kelayakan Konstruksi Untuk Platform Minyak Dan Gas Bumi Di Daerah Lepas Pantai dinyatakan tidak berlaku.Pasal 13 Platform yang tidak dipergunakan lagi harus dibongkar seluruhnya. maka Kepala Inspeksi dapat segera menghentikan penggunaan platform tersebut dan mencabut Izin Penggunaan Platform. dengan melakukan tindakan-tindakan yang layak untuk memenuhi aspek keamanan dan keselamatan kerja serta lindungan lingkungan. maka Kepala Inspeksi dapat melakukan penghentian untuk sementara waktu penggunaan platform sampai platform tersebut diperbaiki sebagai tersebut pada huruf (a) di atas.

tetap berlaku sampai habis masa berlakunya BAB VIII KETENTUAN PENUTUP Pasal 18 Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.Sertifikat Kelayakan Konstruksi Platform yang diterbitkan sebelum ditetapkannya Peraturan Menteri ini. . Ditetapkan di Jakarta pada tanggal MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL.

h. j. . e. sertifikat dan traceability. kedalaman air laut. .Inplace Analysis. . Gambar perencanaan konstruksi.Rekomendasi pemancangan pondasi. Desain perlindungan terhadap korosi (cathodic protection design). . Site plan. . angin. g. temperatur udara dan air laut. Pemeriksaan Selama Platform Dirakit (Fabrikasi) Pemeriksaan selama fabrikasi meliputi pemeriksaan terhadap: a. . . .Gelombang laut. f. k. b.Seabed topography. Pemeriksaaan dimensi dan toleransi. lokasi dan orientasi platform. g.Kedalaman air laut dan variasi pasang surut. pasang surut. . Penetapan umur layan platform. . Penilaian Perencanaan (Design Appraisal) Penilaian perencanaan meliputi penelitian terhadap: a.Kondisi angin. . b.Hasil penyelidikan tanah (Geotechnical data). Pemeriksaan pemasangan anode. Transportasi dan Lifting analisis.Fatigue Analysis.Seismic Analysis. c. Pemeriksaan pekerjaaan uji tak merusak NDT.Seabed topography dan stability. Pemeriksaan prosedur dan kualifikasi personel NDT. c. Analisa indpeneden terhadap: . Data lingkungan yang meliputi: . Load out. d. arus laut. Faktor keamanan (safety factor) dari konstruksi dan pondasi termaksuk faktor keamanan dalam keadaan laut yang terburuk yang mungkin terjadi dalam setiap jangka waktu 100 (seratus) tahun (one hundred year return period). d. Pemeriksaan pekerjaan heat treatment. Pemeriksaan pekerjaan pengelasan. h. Pemeriksaan kesesuaian WPS/PQR dan juru/operator las. . stability. f. e. termasuk struktur organisasi serta pelaksanaannya.Hasil evaluasi gempa (seismic conditions).LAMPIRAN I PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : TENTANG TATACARA PEMERIKSAAN PERMULAAN TERHADAP PLATFORM 1. Pemeriksaan dokumentasi quality assurance dan quality control. i. 2.Tinggi dan perioda gelombang laut. geotechnical data dan seismic conditions. Pemeriksaan Load out dan seafastening. Pemeriksaan material. Pemeriksaan pemotongan dan pembentukan material.Kondisi arus laut.

upending. Pemeriksaan elevasi dan kemiringan jacket j. i. Pemeriksaan elevasi dan kemiringan deck l. Pemeriksaan pemasangan pile. dan positioning jacket f. Pemeriksaan prosedur grouting dan uji grout. pemancangan dan pengelasannya g. Pemeriksaan koordinat platform . Pemeriksaan pemasangan dan pengelasan deck k.3. Pemeriksaan lifting/launching. Pemeriksaan pemasangan aksesoris platform lainnya m. Pemeriksaan Selama Platform Didirikan (Instalasi) Pemeriksaan selama instalasi meliputi pemeriksaan terhadap: a. Pemeriksaan WPS/PQR dan kualifikasi juru/operator las c. Pemeriksaan kondisi platform saat tiba di lokasi terhadap kerusakan e. Pemeriksaan kedalaman hasil pemancangan pile dan soil plug h. jika diperlukan. Pemeriksaan prosedur NDT dan kualifikasi personel d. Pemeriksaan prosedur instalasi b.

tangga. Site plan. pasang surut. grider.Tinggi dan perioda gelombang laut. swing rope. Penelaahan Terhadap Penilaian Perencanaan (Review Design Appraisal) atau Penilaian Perencanaan Ulang (Review Redesign Appraisal) Penelaahan terhadap penilaian perencanaan meliputi penelaahan terhadap: a. pelat shim/crown dan lasan pada sambungan T-K-Y. . conductor. Data lingkungan yang meliputi: . meliputi: peralatan bejana tekan. perubahan tata letak struktur atau sesuatu yang mempengaruhi integritas struktur. sambungan-sambungan butt serta pelat shim/crown. angin. meliputi. tata letak riser. girder. barge bumper. batang diagonal dan lasan yang ada pada kaki deck. stability. batang horizontal.Member-member setiap deck yaitu: kaki deck. caisson. .Gelombang laut. . kedalaman air laut.Hasil evaluasi gempa (seismic conditions). mulai dari splash zone sampai elevasi paling atas (top of jacket elevation) yaitu: kaki jacket.Crane pedestal. batang horizontal. lokasi dan orientasi platform. c. helideck. caisson. boat landing.Seabed topography dan stability. peralatan putar. peralatan listrik. temperatur udara dan air laut. Pemeriksaan Di Atas Air Pemeriksaan Di Atas Air meliputi pemeriksaan terhadap: a.Kondisi arus laut. . bangunanbangunan seperti MCC/ruang battery. geotechnical data dan seismic conditions.Hasil penyelidikan tanah (Geotechnical data). . batang diagonal. . beam. batang diagonal. .Kedalaman air laut dan variasi pasang surut. jembatan. . kerusakan. conductor dan peralatan lain yang dapat mempengaruhi integritas struktur.Kondisi angin.Rekomendasi pemancangan pondasi. fender. Pemeriksaan tata letak peralatan yang terpasang berdasarkan gambar As Built revisi terakhir. . . Desain perlindungan terhadap korosi (cathodic protection design). 2. Pemeriksaan Perlengkapan Keselamatan personel dan lainnya dilakukan untuk mengetahui adanya kerusakan pada handrails. b. Pemeriksaan Coating (lapis lindung) dilakukan untuk mengetahui kondisi dan efektifitas sistem lapis lindung pada struktur platform. b. . . Gambar perencanaan konstruksi. .LAMPIRAN II PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : TENTANG TATACARA PEMERIKSAAN BERKALA TERHADAP PLATFORM 1. batang horizontal. c. d. riser dan riser clamp.Member-member jacket. Pemeriksaan visual kondisi struktur di atas air terhadap korosi. boat landing. grating. arus laut.Seabed topography.

pengukuran dimensi. J-Tubes.Mengetahui jumlah. Pemeriksaan Visual Bawah Air terdiri dari pemeriksaan visual dengan menggunakan video meliputi keseluruhan struktur bawah air dan kelengkapan platform. bengkok. pergerakan. d. dari area splash zone sampai dasar laut. dilaksanakan dari atas air dengan cara menjatuhkan probe dari alat ukur tersebut pada masing-masing kaki jacket sampai kedalaman paling tidak (-) 25 ft. c.Konfirmasi kesesuian geometri struktur terhadap gambar konstruksi . . letak. g.Mendeteksi tanda terjadinya korosi . Pemeriksaan dan pengukuran potensial dari sistem proteksi katodik. 3. sumbatan. . untuk kedalaman selebihnya sampai ke dasar laut. dan lengkungan riser di dasar laut sampai jarak 15 meter. Survei kerusakan meliputi identifiasi lokasi. Pemeriksaan Bawah Air (Underwater Inspection) dilakukan untuk mengetahui dan mengukur adanya kerusakan atau anomali pada platform yang dapat mempengaruhi integritas struktur platform. crane pedestal. Pemeriksaan Kerusakan (damage survey) lebih detil dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak data yang akan digunakan untuk evaluasi kerusakan tersebut.Mendeteki adanya kerusakan pada struktur platform (hilang. dan kebocoran c. dilakukan pada bagian luar seluruh kaki jacket di daerah splash zone dan semua elevasi horisontal yang ada pada jacket (T-K-Y joints) sampai dasar laut. f. bagian tengah kaki diantara 2 elevasi horisontal. Pengukuran dilakukan setiap 5 ft. . retak.Mendeteksi kelonggaran atau hilangnya kelengkapan (appurtenances) platform . Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone meliputi pemeriksaan terhadap: a. Pemeriksaan. e. b. penyangga perahu penyelamat. setiap titik elevasi horisontal (sambungan T-K-Y). Pemeriksaan Ketinggian Deck dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penurunan dasar laut (subsidence). Pemeriksaan ketebalan struktur. korosi. tipe dan kondisi anode . Pemeriksaan.Inspeksi caissons/sumps terhadap kerusakan. dan clamps terhadap kerusakan. Pemeriksaan dan pengukuran/pembacaan potensial dari sistem perlindungan korosi. b.penyangga (supports) riser. deformasi. penyok. dari permukaan laut sampai kedalaman (-) 25 ft. pemotretan dan pengukuran pertumbuhan tumbuhan laut. menara komunikasi. Inspeksi penyangga dan clamps terhadap kerusakan. hilangnya coating. 4. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari gerusan (scour) di sekitar kaki jacket. jenis dan penyebab kerusakan. batang-batang horisonal.Inspeksi risers. . Pemeriksaan Di Bawah Air Pemeriksaan Di Bawah Air meliputi pemeriksaan terhadap: a. paling tidak dilakukan pada salah satu kaki jacket untuk platform yang mempunyai maksimum 4 (empat) kaki dan paling tidak 2 (dua) kaki untuk platform yang mempunyai kaki lebih dari 4 (empat). patah) yang terlihat tanpa membersihkan marine growth. dan pengukuran setiap 15 ft. pencatatan. d. Pemeriksaan sampah logam (metal debris). dan struktur penunjang rute evakuasi dan perlindungan sementara. Pengukuran ketebalan dilakukan paling tidak pada 1 (satu) kaki setiap platform yaitu pada daerah splash zone.

pencatatan. Pemeriksaan.Sistem isolasi arus listrik dalam kondisi baik j. Pemeriksaan CVI dan NDT dilakukan pada lokasi sambungan atau bagian struktur yang terindikasi mengalami kerusakan atau korosi. Pemeriksaan Detil Visual (Close Visual Inspection) dan Uji Tak Merusak (NDT) dilakukan dengan membersihkan area pemeriksaan dari marine growth yang menutupi sampai ke permukaan logam dasar (base metal). Pemeriksaan.Sambungan kabel ke anode dalam kondisi terhubung dengan baik .h. tergenang atau tergenang sebagian). Pemeriksaan Flooded Member Detection (FMD) dilakukan untuk mengetahui adanya air dalam suatu member bawah air (berupa status kering. FMD dapat digunakan sebagai alternatif CVI pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan. pencatatan. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari anode korban (sacrificial anode) meliputi lokasi. Untuk platform dengan sistem proteksi arus tanding (impressed current) pemeriksaan meliputi: .Anoda dalam kondisi baik / tidak hilang . . i. jumlah. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari sampah (debris) yang melekat pada konstruksi platform dan sekitarnya sampai radius 6 meter. k. perkiraan ukuran sisa anoda korban.

batang diagonal. c. . barge bumper. . pelat shim/crown dan lasan pada sambungan T-K-Y. . batang diagonal. temperatur udara dan air laut. f. Pemeriksaan tata letak peralatan yang terpasang berdasarkan gambar As Built revisi terakhir. batang horizontal. . geotechnical data dan seismic conditions. Site plan.Fatigue Analysis. conductor. b. .Hasil evaluasi gempa (seismic conditions). perubahan tata letak struktur atau sesuatu yang mempengaruhi integritas struktur. lokasi dan orientasi platform.LAMPIRAN III PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : TENTANG TATACARA PEMERIKSAAN KHUSUS TERHADAP PLATFORM 1. Platform Assessment Penilaian ulang perencanaan meliputi penelitian terhadap: a. kerusakan. sambungan-sambungan butt serta pelat shim/crown. Desain perlindungan terhadap korosi (cathodic protection design).Hasil penyelidikan tanah (Geotechnical data). fender. Load out. bangunan- .Seismic Analysis. pasang surut. Data lingkungan yang meliputi: .Tinggi dan perioda gelombang laut. beam.Seabed topography dan stability. Pemeriksaan visual kondisi struktur di atas air terhadap korosi. peralatan putar. . . meliputi: peralatan bejana tekan. . batang horizontal.Inplace Analysis. . angin.Kedalaman air laut dan variasi pasang surut. Transportasi dan Lifting analisis. d.Kondisi angin. stability.Seabed topography. . boat landing. .Member-member jacket. Faktor keamanan (safety factor) dari konstruksi dan pondasi termaksuk faktor keamanan dalam keadaan laut yang terburuk yang mungkin terjadi dalam setiap jangka waktu 100 (seratus) tahun (one hundred year return period). . meliputi. girder.Rekomendasi pemancangan pondasi. peralatan listrik. 2.Kondisi arus laut. . mulai dari splash zone sampai elevasi paling atas (top of jacket elevation) yaitu: kaki jacket. grider. Gambar perencanaan konstruksi.Crane pedestal. . g. Pemeriksaan Di Atas Air Pemeriksaan Di Atas Air meliputi pemeriksaan terhadap: a.Member-member setiap deck yaitu: kaki deck. caisson. e.Gelombang laut. arus laut. batang diagonal dan lasan yang ada pada kaki deck. b. Analisa indpeneden terhadap: . batang horizontal. riser dan riser clamp. kedalaman air laut.

tipe dan kondisi anode . Pemeriksaan Perlengkapan Keselamatan personel dan lainnya dilakukan untuk mengetahui adanya kerusakan pada handrails.Konfirmasi kesesuian geometri struktur terhadap gambar konstruksi . tangga. e.Mendeteki adanya kerusakan pada struktur platform (hilang. Pemeriksaan Kerusakan (damage survey) lebih detil dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak data yang akan digunakan untuk evaluasi kerusakan tersebut. b. dan kebocoran c. pengukuran dimensi. dan struktur penunjang rute evakuasi dan perlindungan sementara. Pemeriksaan. penyok. dari area splash zone sampai dasar laut. caisson. d. 3. bengkok. Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone meliputi pemeriksaan terhadap: a. jenis dan penyebab kerusakan. Pemeriksaan Visual Bawah Air terdiri dari pemeriksaan visual dengan menggunakan video meliputi keseluruhan struktur bawah air dan kelengkapan platform.Inspeksi risers. tata letak riser.Mendeteksi kelonggaran atau hilangnya kelengkapan (appurtenances) platform . Pengukuran dilakukan setiap 5 ft. c. . Pemeriksaan Ketinggian Deck dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penurunan dasar laut (subsidence). Pemeriksaan Coating (lapis lindung) dilakukan untuk mengetahui kondisi dan efektifitas sistem lapis lindung pada struktur platform.bangunan seperti MCC/ruang battery. penyangga perahu penyelamat. 4. J-Tubes. dan clamps terhadap kerusakan. swing rope. Survei kerusakan meliputi identifiasi lokasi. conductor dan peralatan lain yang dapat mempengaruhi integritas struktur. dilaksanakan dari atas air dengan cara menjatuhkan probe dari alat ukur tersebut pada masing-masing kaki jacket sampai kedalaman paling tidak (-) 25 ft. . menara komunikasi. letak. .Mendeteksi tanda terjadinya korosi . Inspeksi penyangga dan clamps terhadap kerusakan. Pemeriksaan dan pengukuran/pembacaan potensial dari sistem perlindungan korosi. patah) yang terlihat tanpa membersihkan marine growth. paling tidak dilakukan pada salah satu kaki jacket untuk platform yang mempunyai maksimum 4 (empat) kaki dan paling tidak 2 (dua) kaki untuk platform yang mempunyai kaki lebih dari 4 (empat). b. korosi. helideck. pemotretan dan pengukuran pertumbuhan tumbuhan laut. crane pedestal. pergerakan. retak.Mengetahui jumlah.Inspeksi caissons/sumps terhadap kerusakan. . dan pengukuran setiap 15 ft. Pemeriksaan sampah logam (metal debris). jembatan. dari permukaan laut sampai kedalaman (-) 25 ft. d. hilangnya coating. boat landing. untuk kedalaman selebihnya sampai ke dasar laut. grating. penyangga (supports) riser. Pemeriksaan Bawah Air (Underwater Inspection) dilakukan untuk mengetahui dan mengukur adanya kerusakan atau anomali pada platform yang dapat mempengaruhi integritas struktur platform. Pemeriksaan Di Bawah Air Pemeriksaan Di Bawah Air meliputi pemeriksaan terhadap: a. deformasi. Pemeriksaan ketebalan struktur. c. sumbatan.

Pemeriksaan Detil Visual (Close Visual Inspection) dan Uji Tak Merusak (NDT) dilakukan dengan membersihkan area pemeriksaan dari marine growth yang menutupi sampai ke permukaan logam dasar (base metal).Sambungan kabel ke anode dalam kondisi terhubung dengan baik . Pemeriksaan. Pemeriksaan. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari anode korban (sacrificial anode) meliputi lokasi. pencatatan. batang-batang horisonal. bagian tengah kaki diantara 2 elevasi horizontal. FMD dapat digunakan sebagai alternatif CVI pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan. dan lengkungan riser di dasar laut sampai jarak 15 meter. g.e.Anoda dalam kondisi baik / tidak hilang . i. Pemeriksaan Flooded Member Detection (FMD) dilakukan untuk mengetahui adanya air dalam suatu member bawah air (berupa status kering. f. dilakukan pada bagian luar seluruh kaki jacket di daerah splash zone dan semua elevasi horisontal yang ada pada jacket (T-K-Y joints) sampai dasar laut. Pemeriksaan dan pengukuran potensial dari sistem proteksi katodik. tergenang atau tergenang sebagian). pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari sampah (debris) yang melekat pada konstruksi platform dan sekitarnya sampai radius 6 meter.Sistem isolasi arus listrik dalam kondisi baik j. Pengukuran ketebalan dilakukan paling tidak pada 1 (satu) kaki setiap platform yaitu pada daerah splash zone. perkiraan ukuran sisa anoda korban. Untuk platform dengan sistem proteksi arus tanding (impressed current) pemeriksaan meliputi: . Pemeriksaan. jumlah. . pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari gerusan (scour) di sekitar kaki jacket. pencatatan. pencatatan. setiap titik elevasi horisontal (sambungan T-K-Y). h. Pemeriksaan CVI dan NDT dilakukan pada lokasi sambungan atau bagian struktur yang terindikasi mengalami kerusakan atau korosi k.

crane pedestal. grating. penyangga perahu penyelamat. c. dilaksanakan dari atas air dengan cara menjatuhkan probe dari alat ukur tersebut pada masing-masing kaki jacket sampai kedalaman paling tidak (-) 25 ft. riser dan riser clamp. fender. helideck. conductor. Pemeriksaan sampah logam (metal debris). b. boat landing. . kerusakan. d. Pemeriksaan Bawah Air (Underwater Inspection) dilakukan untuk mengetahui dan mengukur adanya kerusakan atau anomali pada platform yang dapat mempengaruhi integritas struktur platform. Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone meliputi pemeriksaan terhadap: a. batang diagonal dan lasan yang ada pada kaki deck. bangunanbangunan seperti MCC/ruang battery. beam. Pemeriksaan Ketinggian Deck dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penurunan dasar laut (subsidence). b. . . caisson. swing rope. boat landing. batang horizontal. caisson. sambungan-sambungan butt serta pelat shim/crown. dan struktur penunjang rute evakuasi dan perlindungan sementara.Member-member jacket.LAMPIRAN IV PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : TENTANG TATACARA PEMERIKSAAN TAHUNAN 1. batang horizontal. Pemeriksaan ketebalan struktur.Crane pedestal. tata letak riser. batang diagonal. Pemeriksaan Perlengkapan Keselamatan personel dan lainnya dilakukan untuk mengetahui adanya kerusakan pada handrails. meliputi. Pemeriksaan Coating (lapis lindung) dilakukan untuk mengetahui kondisi dan efektifitas sistem lapis lindung pada struktur platform. Pemeriksaan dan pengukuran/pembacaan potensial dari sistem perlindungan korosi. . batang diagonal. barge bumper. batang horizontal. mulai dari splash zone sampai elevasi paling atas (top of jacket elevation) yaitu: kaki jacket. 2. e. menara komunikasi. jembatan. meliputi: peralatan bejana tekan. peralatan listrik. penyangga (supports) riser. tangga. Pemeriksaan tata letak peralatan yang terpasang berdasarkan gambar As Built revisi terakhir. Pemeriksaan Di Atas Air Pemeriksaan Di Atas Air meliputi pemeriksaan terhadap: a. peralatan putar. conductor dan peralatan lain yang dapat mempengaruhi integritas struktur. pelat shim/crown dan lasan pada sambungan T-K-Y.Member-member setiap deck yaitu: kaki deck. perubahan tata letak struktur atau sesuatu yang mempengaruhi integritas struktur. 3. c. Pemeriksaan Di Bawah Air Pemeriksaan Di Bawah Air meliputi pemeriksaan terhadap: a. grider. girder. Pemeriksaan visual kondisi struktur di atas air terhadap korosi.

tipe dan kondisi anode . pemotretan dan pengukuran pertumbuhan tumbuhan laut.Inspeksi risers. dan clamps terhadap kerusakan. batang-batang horisonal. FMD dapat digunakan sebagai alternatif CVI pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan.Sistem isolasi arus listrik dalam kondisi baik j. dari permukaan laut sampai kedalaman (-) 25 ft. perkiraan ukuran sisa anoda korban.Mendeteksi kelonggaran atau hilangnya kelengkapan (appurtenances) platform .b.Sambungan kabel ke anode dalam kondisi terhubung dengan baik . Untuk platform dengan sistem proteksi arus tanding (impressed current) pemeriksaan meliputi: . h.Mendeteki adanya kerusakan pada struktur platform (hilang. . e. jumlah. Pemeriksaan Flooded Member Detection (FMD) dilakukan untuk mengetahui adanya air dalam suatu member bawah air (berupa status kering. bagian tengah kaki diantara 2 elevasi horisontal. Pengukuran ketebalan dilakukan paling tidak pada 1 (satu) kaki setiap platform yaitu pada daerah splash zone. korosi. dan lengkungan riser di dasar laut sampai jarak 15 meter. dilakukan pada bagian luar seluruh kaki jacket di daerah splash zone dan semua elevasi horisontal yang ada pada jacket (T-K-Y joints) sampai dasar laut. bengkok. deformasi. pengukuran dimensi. paling tidak dilakukan pada salah satu kaki jacket untuk platform yang mempunyai maksimum 4 (empat) kaki dan paling tidak 2 (dua) kaki untuk platform yang mempunyai kaki lebih dari 4 (empat). penyok. . pencatatan. Pemeriksaan. dan pengukuran setiap 15 ft. pencatatan. Pengukuran dilakukan setiap 5 ft. Pemeriksaan Visual Bawah Air terdiri dari pemeriksaan visual dengan menggunakan video meliputi keseluruhan struktur bawah air dan kelengkapan platform.Mengetahui jumlah. d. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari anoda korban (sacrificial anode) meliputi lokasi. Pemeriksaan. . Pemeriksaan CVI dan NDT dilakukan pada lokasi sambungan atau bagian struktur yang terindikasi mengalami kerusakan atau korosi k. pergerakan. Survei kerusakan meliputi identifiasi lokasi. Inspeksi penyangga dan clamps terhadap kerusakan.Konfirmasi kesesuian geometri struktur terhadap gambar konstruksi . Pemeriksaan. sumbatan.Inspeksi caissons/sumps terhadap kerusakan. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari gerusan (scour) di sekitar kaki jacket. pencatatan. setiap titik elevasi horisontal (sambungan T-K-Y). i. jenis dan penyebab kerusakan. g. J-Tubes. Pemeriksaan. dan kebocoran c. Pemeriksaan Kerusakan (damage survey) lebih detil dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak data yang akan digunakan untuk evaluasi kerusakan tersebut. f.Mendeteksi tanda terjadinya korosi . untuk kedalaman selebihnya sampai ke dasar laut.Anoda dalam kondisi baik / tidak hilang . letak. retak. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari sampah (debris) yang melekat pada konstruksi platform dan sekitarnya sampai radius 6 meter. Pemeriksaan dan pengukuran potensial dari sistem proteksi katodik. patah) yang terlihat tanpa membersihkan marine growth. hilangnya coating. tergenang atau tergenang sebagian). . dari area splash zone sampai dasar laut. Pemeriksaan Detil Visual (Close Visual Inspection) dan Uji Tak Merusak (NDT) dilakukan dengan membersihkan area pemeriksaan dari marine growth yang menutupi sampai ke permukaan logam dasar (base metal).

3.LAMPIRAN V PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : TENTANG TATACARA ANALISA RISIKO 1. scour. korosi. Karakteristik platform (umur. Data kondisi platform .Data umum . proteksi katodik.data condition monitoring . Penentuan peluang kegagalan (likelihood of failure) platform dalam analisa risiko harus mempertimbangkan hal-hal berikut: a. gempa. keselamatan instalasi dan kerusakan lingkungan.Data disain . Kondisi platform (kerusakan (damage). kemiringan dan lainnya) 5.data modifikasi/perbaikan/penguatan platform . Data-data platform yang diperlukan antara lain: a. fatigue. Kondisi pembebanan (cuaca ekstrim. semi-kuantitatif maupun kuantitatif. beban lain-nya) c. benda jatuh (dropped objects).Data intalasi b.hasil evaluasi kerusakan (damage) . Analisa risiko dilakukan dengan mengevaluasi data platform yang tersedia. 4. Bila terjadi perpindahan pemilik atau pengguna. Data karakteristik platform . Pemilik/pengguna platform harus mengumpulkan dan memelihara data-data tersebut diatas selama masa umur layan atau operasi platform. cacat bawaan. data-data tersebut harus diserahkan ke pemilik atau pengguna yang baru.Data fabrikasi . retak. . jumlah kaki dan konfigurasi bracing. ketinggian deck) b.data proteksi katodik . Penentuan akibat suatu kegagalan (consequence of failure) platform dalam analisa risiko harus mempertimbangkan minimum terhadap keselamatan personel. kelebihan beban. Sebagai tambahan faktor kerugian ekonomis dan reputasi perusahaan juga dapat menjadi pertimbangan dalam penentuan akibat suatu kegagalan.data operational dan kecelakaan (incident) 2. Analisa risiko dapat dilakukan dengan metoda kualitatif. penurunan dasar laut (subsidence). marine growth.hasil pemeriksaan berkala . tabrakan kapal (vessel collision).

perubahan tata letak struktur atau sesuatu yang mempengaruhi integritas struktur.Kedalaman air laut dan variasi pasang surut.Tinggi dan perioda gelombang laut. 1.Hasil penyelidikan tanah (Geotechnical data). stability. meliputi. pelat shim/crown dan lasan pada sambungan T-K-Y. batang horizontal.Hasil evaluasi gempa (seismic conditions). girder. Load out. g. . . sambungan-sambungan butt serta pelat shim/crown. temperatur udara dan air laut. . batang horizontal. caisson.Inplace Analysis.Rekomendasi pemancangan pondasi. pasang surut. Site plan. Faktor keamanan (safety factor) dari konstruksi dan pondasi termaksuk faktor keamanan dalam keadaan laut yang terburuk yang mungkin terjadi dalam setiap jangka waktu 100 (seratus) tahun (one hundred year return period). Penetapan umur layan platform.Kondisi angin.Gelombang laut. . . kedalaman air laut. h. . mulai dari splash zone sampai elevasi paling atas (top of jacket elevation) yaitu: kaki jacket. barge bumper. . .LAMPIRAN VI PERATURAN MENTERI ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL NOMOR : TANGGAL : TENTANG TATACARA PERPANJANGAN UMUR LAYAN 1. Penilaian perpanjangan umur layan (requalification) Penilaian perencanaan meliputi penelitian terhadap: a. . Transportasi dan Lifting analisis. batang diagonal dan lasan yang ada pada kaki deck. .Crane pedestal.Kondisi arus laut. fender. . riser dan riser clamp. geotechnical data dan seismic conditions. Data lingkungan yang meliputi: . . batang diagonal. lokasi dan orientasi platform. batang diagonal. b.Seabed topography dan stability. Gambar perencanaan konstruksi. kerusakan. boat landing.Fatigue Analysis. . Pemeriksaan Di Atas Air Pemeriksaan Di Atas Air meliputi pemeriksaan terhadap: a. Desain perlindungan terhadap korosi (cathodic protection design).Seabed topography. d.Member-member setiap deck yaitu: kaki deck. grider. conductor. angin. f. c.Pushover Analysis. arus laut.Seismic Analysis. Analisa indpeneden terhadap: . Pemeriksaan visual kondisi struktur di atas air terhadap korosi. batang horizontal. . beam. e. . .Member-member jacket.

sumbatan. Survei kerusakan meliputi identifiasi lokasi. d. dan pengukuran setiap 15 ft. J-Tubes. patah) yang terlihat tanpa membersihkan marine growth. tangga. 3.Konfirmasi kesesuian geometri struktur terhadap gambar konstruksi . grating.Mendeteki adanya kerusakan pada struktur platform (hilang. dari permukaan laut sampai kedalaman (-) 25 ft. penyangga (supports) riser. pemotretan dan pengukuran pertumbuhan tumbuhan laut. bengkok. crane pedestal. tipe dan kondisi anode . peralatan listrik. dan clamps terhadap kerusakan.b. b. Pemeriksaan Bawah Air (Underwater Inspection) dilakukan untuk mengetahui dan mengukur adanya kerusakan atau anomali pada platform yang dapat mempengaruhi integritas struktur platform. Pemeriksaan sampah logam (metal debris). bangunanbangunan seperti MCC/ruang battery.Inspeksi caissons/sumps terhadap kerusakan. Pemeriksaan ketebalan struktur. helideck. jembatan. Pemeriksaan Ketinggian Deck dilakukan untuk mengetahui kemungkinan terjadinya penurunan dasar laut (subsidence).Mendeteksi kelonggaran atau hilangnya kelengkapan (appurtenances) platform . swing rope. c. boat landing.Mendeteksi tanda terjadinya korosi . hilangnya coating. Pemeriksaan tata letak peralatan yang terpasang berdasarkan gambar As Built revisi terakhir. paling tidak dilakukan pada salah satu kaki jacket untuk platform yang mempunyai maksimum 4 (empat) kaki dan paling tidak 2 (dua) kaki untuk platform yang mempunyai kaki lebih dari 4 (empat). penyangga perahu penyelamat. Pemeriksaan Kerusakan (damage survey) lebih detil dilakukan untuk mengumpulkan lebih banyak data yang akan digunakan untuk evaluasi kerusakan tersebut. Pemeriksaan Perlengkapan Keselamatan personel dan lainnya dilakukan untuk mengetahui adanya kerusakan pada handrails. . . Pemeriksaan. Pemeriksaan Di Bawah Air Pemeriksaan Di Bawah Air meliputi pemeriksaan terhadap: a. pergerakan. Inspeksi penyangga dan clamps terhadap kerusakan. peralatan putar. caisson. retak. Pemeriksaan Coating (lapis lindung) dilakukan untuk mengetahui kondisi dan efektifitas sistem lapis lindung pada struktur platform. b. Pengukuran dilakukan setiap 5 ft. . 2. dari area splash zone sampai dasar laut. . penyok. tata letak riser.Mengetahui jumlah. untuk kedalaman selebihnya sampai ke dasar laut. letak. dan kebocoran c. menara komunikasi. jenis dan penyebab kerusakan. d. dilaksanakan dari atas air dengan cara menjatuhkan probe dari alat ukur tersebut pada masing-masing kaki jacket sampai kedalaman paling tidak (-) 25 ft. deformasi. e. Pemeriksaan Visual Bawah Air terdiri dari pemeriksaan visual dengan menggunakan video meliputi keseluruhan struktur bawah air dan kelengkapan platform. Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone Pemeriksaan Di Daerah Splash Zone meliputi pemeriksaan terhadap: a. meliputi: peralatan bejana tekan. conductor dan peralatan lain yang dapat mempengaruhi integritas struktur. c. korosi. Pemeriksaan dan pengukuran/pembacaan potensial dari sistem perlindungan korosi.Inspeksi risers. dan struktur penunjang rute evakuasi dan perlindungan sementara. pengukuran dimensi.

setiap titik elevasi horisontal (sambungan T-K-Y). jumlah. pencatatan.e. Pemeriksaan Flooded Member Detection (FMD) dilakukan untuk mengetahui adanya air dalam suatu member bawah air (berupa status kering. dilakukan pada bagian luar seluruh kaki jacket di daerah splash zone dan semua elevasi horisontal yang ada pada jacket (T-K-Y joints) sampai dasar laut. pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari anode korban (sacrificial anode) meliputi lokasi. bagian tengah kaki diantara 2 elevasi horizontal. batang-batang horisonal. Pengukuran ketebalan dilakukan paling tidak pada 1 (satu) kaki setiap platform yaitu pada daerah splash zone.Sambungan kabel ke anode dalam kondisi terhubung dengan baik . pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari sampah (debris) yang melekat pada konstruksi platform dan sekitarnya sampai radius 6 meter.Sistem isolasi arus listrik dalam kondisi baik j. pencatatan. perkiraan ukuran sisa anoda korban. Pemeriksaan CVI dan NDT dilakukan pada lokasi sambungan atau bagian struktur yang terindikasi mengalami kerusakan atau korosi k. Pemeriksaan. Untuk platform dengan sistem proteksi arus tanding (impressed current) pemeriksaan meliputi: .Anoda dalam kondisi baik / tidak hilang . pembuatan sketsa dan foto dokumentasi dari gerusan (scour) di sekitar kaki jacket. Pemeriksaan dan pengukuran potensial dari sistem proteksi katodik. Pemeriksaan Detil Visual (Close Visual Inspection) dan Uji Tak Merusak (NDT) dilakukan dengan membersihkan area pemeriksaan dari marine growth yang menutupi sampai ke permukaan logam dasar (base metal). dan lengkungan riser di dasar laut sampai jarak 15 meter. pencatatan. f. i. h. Pemeriksaan. g. tergenang atau tergenang sebagian). FMD dapat digunakan sebagai alternatif CVI pada lokasi-lokasi yang telah ditentukan. . Pemeriksaan.