You are on page 1of 16

Laporan Praktikum

Proteksi dan Keselamatan Radiasi (PKR)
MATERI:
PENGUKURAN TINGKAT KONTAMINASI DAN DEKONTAMINASI

Disusun oleh :
Nama

: Rikhi Galatia

NIM

: 011300355

Prodi

: Teknik kimia Nuklir

Semester

: IV

RekanKerja

: Julbintara Sarira
Michael Situmorang

Asisten

: Maria Christina, S.ST, M.Eng.

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NUKLIR
BADAN TENAGA NUKLIR NASIONAL
YOGYAKARTA
2015
PENGUKURAN TINGKAT KONTAMINASI
DAN DEKONTAMINASI

Pengawasan terhadap kontaminasi radioaktif sangat diperlukan untuk keselamatan kerja di lingkungan yang menangani bahan radioaktif. harus ditentukan efisiensi alat. Menghitung faktor dekontaminan 4. Melakukan dekontaminasi menggunakan bahan dekontaminan 3. yaitu secara langsung dan tidak langsung. a  Ra  Rb A p dengan : a = Efisiensi Alat Ra = Laju cacah pengukuran (cps) Rb = Laju cacah latar (cps) A = Aktivitas sumber (Bq) 1 . Tujuan Instruksional Khusus: Setelah melakukan percobaan ini. diharapkan mampu . kemudian kertas saring tersebut dilakukan pencacahan menggunakan sistem pencacah. 1. Tujuan Instruksional Umum: Mampu melakukan pengukuran tingkat kontaminasi dan melakukan dekontaminasi suatu permukaan bahan menggunakan bahan dekontaminan B. langsung di atas permukaan bahan terkontaminasi. Pengukuran tingkat kontaminasi radioaktif permukaan dapat dilakukan dengan 2 cara.A. dinyatakan sebagai: TK  Aktivitas (A) Luas Permukaan Terkontami nasi (L) Sebelum melakukan pengukuran tingkat kontaminasi (TK) suatu permukaan bahan. yaitu suatu parameter yang berkaitan antara nilai yang ditunjukkan oleh suatu sistem pencacah dengan aktivitas zat radioaktif yang sedang diukur. sedangkan pengukuran secara tidak langsung dilakukan dengan uji usap menggunakan kertas saring. Menghitung aktivitas yang tertinggal pada permukaan bahan C. Menghitung tingkat kontaminasi suatu permukaan bahan 2. TEORI DASAR Pengukuran tingkat Kontaminasi Kontaminasi adalah keberadaan substansi radioaktif (sumber terbuka) yang mempunyai potensi bahaya radiasi interna. Pengukuran secara langsung dilakukan dengan meletakkan alat pencacah. Tingkat Kontaminasi (TK) zat radioaktif pada suatu permukaan bahan adalah besarnya aktivitas zat radioaktif yang mengkontaminasi permukaan bahan per satuan luas.

dinyatakan dengan TK  Ra  Rb  pL dengan: TK = Tingkat Kontaminasi (Bq/cm2) L = Luas permukaan terkontaminasi yang diukur (cm2) Untuk pengukuran tingkat kontaminasi zat radioaktif pada permukaan bahan dengan uji usap.p = Probabilitas pancaran radiasi Rumusan Tingkat Kontaminasi. Nilai batas tertinggi Tingkat Kontaminasi permukaan yang diizinkan bergantung pada faktor resuspensi. bahan pengusap dan teknik pengusapan sehingga diperlukan nilai efisiensi usap yang dinyatakan dengan u  Aktivitas Kontaminan Terambil Aktivitas Kontaminan Rumusan Tingkat Kontaminasi menjadi: TK  Ru  Rb  a  p u  L dengan: TK = Tingkat Kontaminasi (Bq/cm2) L = Luas permukaan terkontaminasi yang diukur (cm2) u = Efisiensi Usap Pengukuran aktivitas secara uji usap yang dilakukan dalam praktikum ini adalah aktivitas total. sehingga F Kontaminas i tertinggi yang diizinkan di udara Kontaminas i tertinggi yang diizinkan pada permukaan dengan: F = Faktor resuspensi Nilai F bergantung pada kondisi laboratorium. 2 . maka dapat ditentukan nilai Tingkat Kontaminasi permukaan tertinggi yang diizinkan.10-5/cm. dalam keadaan normal nilai F rata-rata 5. kontaminan yang terambil pada pengusapan tergantung jenis permukaan bahan kontaminan. yaitu merupakan nilai perbandingan antara Tingkat Kontaminasi maksimum yang diizinkan dalam udara (Bq/cm2) dengan Tingkat Kontaminasi maksimum yang diizinkan pada permukaan (Bq/cm2). Bila diketahui nilai kontaminasi tertinggi yang diizinkan di udara untuk suatu radioisotope.

47 10-3 229.06 I125 9. yang berarti menunjukkan perubahan Tingkat Kontaminasi-nya.18 1982) adalah: 1.4 Zn65 22. Faktor dekontaminasi merupakan perbandingan Tingkat Kontaminasi sebelum dan sesudah dekontaminasi. Pertimbangan Keselamatan dan Kesehatan 2. Tujuan dekontaminasi ( menurut IAEA Technical Report Series No.14 Cr51 7. Mengurangi interferensi pencacahan peralatan tertentu sehingga diperoleh hasil pencacahan yang baik 3.99 10-4 19.57 10-4 45. FD  TK Sebelum Dekontamin asi TK Sesudah Dekontamin asi Faktor yang mempengaruhi Faktor Dekontaminasi adalah: 1. Permukaan Benda 3 .77 10-2 1554 Br82 7. Bahan Kontaminan 2.6 Tc99 4.F 5.92 10-3 118.4 Mo99 19.9 S35 11.4 P32 5. Memperkecil tingkat Kontaminasi suatu alat sehingga layak dipakai kembali.10-4/cm Radioisotop Udara (Bq/cm2) Permukaan (Bq/cm2) I131 7. kemudian memperlakukan bahan yang kurang ekonomis tersebut sebagai limbah radioaktif.07 10-4 8140 Dikutip dari buku”Ketentuan Keselamatan Kerja Terhadap Radiasi” Dekontaminasi Dekontaminasi adalah proses untuk mereduksi/ mengurangi atau bahkan menghilangkan suatu kontaminan zat radioaktif dari suatu bahan yang bernilai ekonomis ke suatu bahan yang kurang ekonomis.77 10-3 155.98 10-3 399.03 10-4 14.

dan alumunium) o Planset Alumunium o Label zat radioaktif E. kertas merang) o Gelas Beker o Sabun lunak pencuci tangan o Bak sampah aktif o Bahan yang akan dikontaminasi dan didekontaminasi (Keramik. Alat Kerja o Shielding / Penahan Pb o Micropipet 10 µL o Monitor perorangan. Bahan Kerja o Sumber radiasi terbuka / zat radioaktif I131 o Air biasa o Air sabun (campuran air dengan molto) o EDTA o Larutan HNO3 o Detergen II. PERALATAN DAN BAHAN I. vinyl. Alas kaki khusus. Sarung tangan karet o Alat Ukur radiasi (Surveymeter Surface. Bahan Dekontaminan Aktivitas tersisa At adalah kontaminan yang masih tertinggal setelah proses dekontaminasi dapat ditentukan dengan persamaan: At  1 x100% FD D. Sistem Pencacah GM) o Alat Pembersih (Kertas Saring. Cara Dekontaminasi 4. Jas Lab.3. Pencacahan latar belakang kertas saring dan planset dilakukan sebanyak 3 kali menggunakan sistem pencacah GM 4 . LANGKAH KERJA PENENTUAN EFISIENSI USAP 1.

sarung tangan karet. 9. 3. 10. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Air)  Cacah Latar (Plat) : > 387 cpm > 354 cpm > 310 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  Cacah Dekontaminasi : : > 20. 6. 7. Sarung tangan yang dikenakan di cek terkontaminasi atau tidaknya menggunakan surveymeter surface.2.08 k cpm > 592 cpm > 344 cpm 5 . Larutan sumber radioaktif terbuka I131 dipipet sebanyak 10 µL dan ditetesin di atas plat keramik tersebut. 7. Kertas saring dan planset tersebut dicacah sebanyak 3 kali menggunakan system pencacah GM selama 300 detik. Jas lab. Jas lab. dan pendose dikenakan dengan baik.d. 8.5 k cpm > 3. 9. dan pendose dikenakan dengan baik. 5.d.2 k cpm > 16. 2. Plat keramik disiapkan dan dicacah sebanyak 3 kali sebagai cacah latar menggunakan surveymeter surface. 11. Plat terkontaminasi tersebut diusap dengan kertas saring dengan metode melingkar ke dalam. 8 diulangi dengan plat lain yaitu vinyl dan alumunium. 4.2 k cpm > 15. Langkah 2 s. Kertas saring tersebut di letakkan di atas planset. Langkah 6 diulangi hingga hasil cacah mendekati atau sama dengan cacah latar. Larutan sumber radioaktif terbuka I 131 dipipet sebanyak 10 µL dan ditetesin di atas plat alumunium. Plat alumunium dan zat radioaktif dicacah 3 kali. DATA PERCOBAAN PLAT KERAMIK A. 5. Setelah dicacah. 6. 10. F. kertas saring dan sarung tangan yang terkontaminasi di buang ke bak sampah aktif serta planset di cuci menggunakan radiowash. 4. Plat yang telah terkontaminasi tersebut dicacah 3 kali dan dicatat. Plat tersebut didekontaminasi menggunakan air dan diusap dengan kertas merang kembali kemudian dicacah. Plat terkontaminasi tersebut diusap menggunakan kertas merang dan dicacah kembali. 3. Faktor kalibrasi surveymeter surface dicatat. Efisiensi detector GM dan besar tegangan tingginya dicatat. 8. Plat Alumunium disiapkan dan di cacah latar. sarung tangan karet. 7 diulangi dengan dekontaminan lain yaitu air sabun dan radiowash. PENENTUAN TINGKAT KONTAMINASI SECARA LANGSUNG DAN PROSES DEKONTAMINASI 1. Langkah 2 s.

8 k cpm : > 9.6 k cpm > 22.2 k cpm : > 11 k cpm > 10. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Air Sabun)  Cacah Latar (Plat) : > 311 cpm > 323 cpm > 310 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  Cacah Dekontaminasi : Cacah Dekontaminasi : Cacah Dekontaminasi : Cacah Dekontaminasi : > 24. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Radiowash)  Cacah Latar (Plat) : > 317 cpm > 320 cpm > 315 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  : > 468 cpm > 312 cpm > 227 cpm 6 .8 k cpm > 999 cpm > 498 cpm > 327 cpm C.2 k cpm > 11. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Air Sabun)  Cacah Latar (Plat) : > 259 cpm > 255 cpm > 268 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  : > 730 cpm > 372 cpm > 291 cpm PLAT VINYL A.B.1 k cpm > 9.2 k cpm > 470 cpm > 259 cpm B.9 k cpm > 21.8 k cpm > 20.3 k cpm > 10. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Air)  Cacah Latar (Plat) : > 280 cpm > 298 cpm > 285 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  > 24.3 k cpm > 19.

3 k cpm > 11 k cpm > 3.9 k cpm > 15.5 k cpm > 18 k cpm > 17.8 k cpm : > 21.5 k cpm > 15.0 k cpm > 16.C.86 k cpm > 248 cpm TES USAP DENGAN KERTAS SARING :  Cacah latar (planset) : 497 cacah per 300 detik 7 .05 k cpm > 305 cpm > 205 cpm C.4 k cpm > 11. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Radiowash)  Cacah Latar (Plat) : > 281 cpm > 290 cpm > 277 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  Cacah Dekontaminasi Cacah Dekontaminasi : > 17. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Radiowash)  Cacah Latar (Plat) : > 231 cpm > 257 cpm > 227 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  Cacah Dekontaminasi : Cacah Dekontaminasi : > 1.5 k cpm > 357 cpm > 248 cpm B.7 k cpm : > 17. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Air)  Cacah Latar (Plat) : > 228 cpm > 213 cpm > 233 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  : : : > 0.02 k cpm > 216 cpm PLAT ALUMUNIUM A.4 k cpm > 12. Plat berbahan Keramik (Pembersih : Air Sabun)  Cacah Latar (Plat) : > 258 cpm > 265 cpm > 244 cpm  Cacah Kontaminasi (Plat + Zat Radioaktif I131)  > 11.

0144 % G.35 k cpm R 8 .3503 k cpm R ´ blank =0.0 k cpm Keterangan :  Alat Detektor yang digunakan :  Surveymeter Surface digital dengan Faktor Kalibrasi (FK) sebesar 0.648 Bq/cm2 kcpm  Detektor Geiger Muller Counter : o HV : 800 Volt o Efisiensi detector : 0.2+15. Cacah kertas saring (pengusap zat radioaktif) dan planset: 39707 cacah per 300 detik 41742 cacah per 300 detik  Cacah zat Radio Aktif : > 17.3 cpm R ´ blank =0.5 k cpm > 17.9 k cpm R 3 ´ kontaminasi=17.3 k cpm R ´ blank = ( 387+354 +310 ) cpm R 3 ´ blank = 1051 cpm R 3 ´ blank =350.4 k cpm > 21. PERHITUNGAN  Menghitung Tingkat Kontaminasi o Plat Keramik Aktivitas Tingkat Kontaminasi ( TK )= Luas permukaan terkontaminasi Atau TK =( R´ kontaminasi− R´ blank ) × FaktorKalibrasi  Untuk bahan pencucinya nanti air : ´ kontaminasi= ( 20.5 ) k cpm R 3 ´ kontaminasi= 51.2+16.

75 cps−1.000144 dps 134.1895 10. A B C 1 Keramik 10.3 k cpm−0.66 cps ) cps 0.648 TK=10.35 k cpm) ×0.648 TK=( 16.9912 6.3872 3 9.9836 13.8145 14. maka diperoleh : No Plat Tingkat Kontaminasi (Bq/cm2) .8295 7.Maka: TK=( 17.9836 Bq/cm Bq / cm2 k cpm Bq/cm2 k cpm 2 Dengan cara yang sama.09 cps cps 0.95 k cpm ) × 0.000144 A kontaminan terambil = A kontaminan terambil = cps dps ( 135.5096 m Keterangan : A adalah FD ketika bahan pencucinya nanti air B adalah FD ketika bahan pencucinya nanti air sabun C adalah FD ketika bahan pencucinya nanti radiowash  Menghitung Efisiensi Usap Rumus : Aktivitas kontaminan terambil ηusap = ×100 Aktivitas kontaminan A kontaminan terambil = ( R´ kontaminanterambil − R´ blank ) 0.000144 dps 9 .3408 Alumuniu 12.7632 2 Vinyl 5.

63 k cpm−0.648 Bq/cm k cpm 2 Bq /cm 2 k cpm TK setelah dekontaminasi=0.5556 Bq A kontaminan =( R´ kontaminan− R´ blank ) × Faktor Kalibrasi A kontaminan =( 18.344 k cpm× 0.223 Bq/cm 2 10 .5 cpm ×100 18.A kontaminan terambil =931180.0994 k cpm ) × 0. sehingga : ( 7941.4 cpm 3 ηusap = 8045.0) k cpm−99. maka untuk menentukan efisiensi usap digunakan hasil cacahan sebagai parameternya.5339 k cpm ηusap =43.4 +21.5556 dps=931180.41  Menghitung Faktor Dekontaminasi Plat keramik Rumus : TK sebelum dekontaminasi Faktor Dekontaminasi= TK setelah dekontaminasi  Untuk pembersih air TK setelah dekontaminasi=Rdekontaminasi terakhir × 0.5+17.00744 Bq/cm2 Dikarenakan tidak adanya pengukuran luasan kertas saring yang dijadikan sebagai bahan uji usap.0994 k cpm ηusap = 8.0455 k cpm × 100 18.6333 k cpm−0.53 k cpm ) × Faktor Kalibrasi A kontaminan =12.4 cpm 2 ηusap = ×100 (17.648 TK setelah dekontaminasi=0.648 Bq /cm k cpm 2 A kontaminan =( 18.4+8348.4 ) cpm−99.

4288 (3 kali) 52.44 % 1. 1 2 Plat Keramik Vinyl Alumuniu 3 m Rata-rata A 2.7609 (3 kali) 65.53 % 1.80 % 1.64 % 2.1399 (3 kali) 65. A (banyak B (banyak C (banyak pencucian) pencucian) pencucian) 1 Keramik 47.1747 (2 kali) m Keterangan : A adalah FD ketika bahan pencucinya air B adalah FD ketika bahan pencucinya air sabun C adalah FD ketika bahan pencucinya radiowash  Menghitung Aktivitas tersisa (At) Rumus : 1 At= × 100 FD No .1947 (3 kali) 78.57 % 11 .09 % 1.1399  3 kali pencucian Dengan cara yang sama maka akan diperoleh : No Plat Faktor Dekontaminan .15 % 1.Maka: Faktor Dekontaminasi= 10.6976 (2 kali) 46.4459 (2 kali) Alumuniu 91.2581 (2 kali) 3 59.2909 (3 kali) 2 Vinyl 35.12 % 2.91 % 1.69 % 2.28 % 1.29 % 1.20 % Aktivitas Tersisa B 1.53 % 2.59 % Rata-rata C 1.233 Bq/ cm 2 Faktor Dekontaminasi=47.9836 Bq/cm 2 0.

50 Aktivitas Tersisa (%) 1.50 Aktivitas Tersisa (%) 1.50 0.00 Keramik Vinyl Alumunium Plat Grafik hubungan antara Bahan Pencuci vs Persentase At setelah dekontaminasi.00 1. Hubungan antara Plat terkontaminasi vs Aktivitas tersisa setelah dekontaminasi 2.50 0.00 0.50 2.00 1.50 2.00 Air Air sabun Radiowash Bahan Dekontaminan 12 .00 0.Grafik hubungan antara Bahan Plat Terkontaminasi vs Persentase At setelah dekontaminasi. Hubungan antara Bahan Pencuci vs Aktivitas tersisa setelah dekontaminasi 2.

peran EDTA sangatlah penting karena merupakan suatu senyawa pengkhelat atau pengikat yang mengkhelat suatu zat kontaminan yang mengkontaminasi suatu plat atau permukaan. Hasil yang diperolah. bahan dekontaminan yang memiliki pengaruh besar dalam pendekontaminasian suatu zat kontaminan adalah radiowash. Hal lain juga dapat disebabkan dengan kemampuan penyerapan suatu logam terhadap sumber radiasi terbuka. dimana hal ini dapat disebabkan daya penyerapan yang kecil dibandingkan plat lain. Radiowash dibuat dari pencampuran larutan HNO 3. Hal ini dapat disebabkan dari plat itu sendiri. Hasil efisiensi uji usap menggunakan kertas saring yang diperoleh sebesar 43. Pada percobaan ketiga dilakukan untuk mengetahui berapa besar pengaruh suatu bahan dekontaminan terhadap pencucian atau sterilisasi suat zat radioaktif yang mengkontaminasi. Hal ini juga terbukti dari pendekontaminasian dengan radiowash memiliki aktivitas tersisa yang lebih sedikit dibandingkan bahan dekontaminan yang lain.H. Hal ini juga sesuai dengan teori yang ada yang mengatakan bahwa bahan dekontaminan terbaik adalah radiowash. Dari efisiensi tersebut dapat digunakan untuk menentukan besar kontaminasi secara tidak langsung. Pernyataan tersebut terbuktikan dengan plat berbahan vinyl yang memiliki daya penyerapan lebih besar dibandingkan dengan plat lainnya dan juga plat vinyl merupakan plat berbahan non-logam sehingga penambahan radiasi alaminya juga kecil dibandingkan plat lainnya. Hasil usapnya diukur menggunakan detector GM. PEMBAHASAN Praktikum kali ini bertujuan umum untuk mengukur tingkat kontaminasi dan melakukan dekontaminasi suatu permukaan bahan menggunakan bahan dekontaminan. dan menghitung aktivitas yang tertinggal pada permukaan bahan. artinya pengukuran tingkat kontaminasi yang ditunda dikarenakan instrument pengukurnya yang tidak ada sehingga diperlukan tes pengusapan yang hasil usapan disimpan dan dibawa ke tempat yang memiliki instrument pengukur tingkat kontaminasi tersebut. EDTA. EDTA juga yang membuat radiowash memiliki factor dekontaminan yang leih besar dari pada air sabun dan air keran. diikuti dengan plat alumunium. dan yang ketiga adalah plat berbahan vinyl.41 %. dimana plat yang berbahan dasar logam merupakan plat yang memiliki kandungan radiasi alami yang tinggi daripada yang berbahan semi-logam ataupun non-logam. Dari praktikum ini diperoleh hasil bahwa bahan vinyl memiliki hasil aktivitas tertinggi daripada keramik dan alumunium. Pada percobaan kedua. dilakukan pengujian tes usap plat terkontaminasi menggunakan kertas saring. 13 . Hal ini bertujuan untuk simulasi atau praktek penentuan tingkat kontaminasi secara tidak langsung serta penentuan efisiensi uji usap yang diberikan. dimana semakin besar tingkat pennyerapannya dapat mengecilkan potensi pengkontaminasi dan penyebaran zat kontaminan. Dari table tingkat kontaminasi setiap bahan plat yang terkontaminasi dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat kontaminasi setiap penambahan 10 µL sumber terbuka I 131 yang tertinggi berada pada plat keramik. Pada Radiowash. dan Detergen. melakukan dekontaminasi menggunkan bahan dekontaminan. menghitung faktor dekontaminan. Hal tersebut diharapkan dapat dilakukan dengan beberapa cara yaitu dengan menghitung kontaminasi suatu permukaan bahan.

Rikhi Galatia 14 . Maria Christina P. Pembimbing. Tingkat kontaminasi tertinggi setiap pemberian 10 µL zat kontaminan adalah pada plat berbahan keramik. dimana hal ini dapat disebabkan daya penyerapan yang kecil dibandingkan plat lain. 3. Rahardjo. 2015. Yogyakarta: STTN-BATAN. Dari praktikum ini diperoleh hasil bahwa bahan vinyl memiliki hasil aktivitas tertinggi daripada keramik dan alumunium. diakses pada tanggal 26 Maret 2015.41 %. “Petunjuk Praktikum Proteksi dan Keselamatan Radiasi”. Hal lain juga dapat disebabkan dengan kemampuan penyerapan suatu logam terhadap sumber radiasi terbuka. 2011. Hal ini disebabkan peran EDTA karena merupakan suatu senyawa pengkhelat atau pengikat yang mengkhelat suatu zat kontaminan yang mengkontaminasi suatu plat atau permukaan. Pengembangan prosedur baku Dekontaminasi Internal radionuklida. Yogyakarta. Hal ini dapat disebabkan dari plat itu sendiri. Sumber: http://nhc. DAFTAR PUSTAKA Maria. KESIMPULAN Dari praktikum ini. 27 Maret 2015 Praktikan.I. 4. Tur. dimana semakin besar tingkat pennyerapannya dapat mengecilkan potensi pengkontaminasi dan penyebaran zat kontaminan 2. Bahan dekontaminan yang memiliki pengaruh atau faktor dekontaminan besar dalam pendekontaminasian suatu zat kontaminan adalah radiowash.go.php. dkk.id/tur1. J. Modul. C.batan. Hasil efisiensi uji usap menggunakan kertas saring yang diperoleh sebesar 43. dimana plat yang berbahan dasar logam merupakan plat yang memiliki kandungan radiasi alami yang tinggi daripada yang berbahan semi-logam ataupun non-logam. dapat ditarik kesimpulan : 1.

15 .