You are on page 1of 5

Seiring dengan meningkatnya kesadaran untuk pelestarian lingkungan ,kebutuhan

bahan plastik biodegradabel mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Kehadiran plastik
biodegradabel yang berbahan baku tongkol jagung ini akan membantu pemenuhan kebutuhan
plastik biodegradabel dan juga akan memicu berkembangnya industri plastik biodegradabel
dimasa yang akan datang.
1. Proses Pembentukan PLA
Dalam proses pembuatan Poly Lactic Acid (PLA) dari tongkol jagung terdapat lima
langkah rangkaian proses utama.Tahapan tersebut adalah :
1. Ekstraksi Pati
Pati tongkol jagung dibuat melalui beberapa tahap, yaitu; pemarutan, pemerasan,
penyaringan, pengendapan, dan pengeringan (Iryanto, 1995).

Diagram 1.1 Proses Persiapan Tongkol Jaggung yang akan di Ekstraksi
Berdasarakan Cinantya (2015) ektraksi tongkol jaggung dapat dilakukan dengan
pelarut HNO3 dengan diagram alr sebagai berikut:

Diagram 1.2 Proses Ekstraksi Tongkol Jaggung menggunaka pelarut HNO3
2. Hidrolisis Pati menjadi Glukosa
Hidrolisis adalah pemecahan kimiawi suatu molekul karena pengikatan air sehingga
menghasilkan molekul-molekul yang lebih kecil (Gaman dan Sherington, 1981).
Berdasarkan Manfaati (2013) jurnal ‘Hidrolisis Pati menjadi Glukosa’ proses
hidrolisis pati menjadi glukosa adalah sebagai berikut

Beberapa metode kimia yang memungkinkan sintesis asam laktat adalah degradasi gula dengan alkali seperti kapur atau NaOH. yang dilakukan oleh bakteri asam laktat. dan hidrolisa dari asam αkloropropionat (Tito.1 Proses Hidrolisis Pati menjadi Glukosa 3. . Proses fermentasi dapat digolongkan berdasarkan jenis bakteri yang digunakan.2009). Reaksi dasar proses kimiawi adalah mengubah laktonitril (asetaldehid sianohidrin) menjadi asam laktat. Asam laktat dapat dihasilkan melalui proses fermentasi atau secara sintesis kimiawi.Diagram 2. Fermentasi Asan Laktat Glukosa yang dihasilkan pada hidrolisis digunakan sebagai bahan fermentasi asam laktat. interaksi asetaldehid dan karbonmonoksida pada suhu dan tekanan yang dinaikkan.

Kemudian larutan Ca-laktat dipekatkan di dalam evaporator untuk menghasilkan kalsium laktat 32%. Dimana dalamm proses fermentasi ditambahkan media-media yang berfungsi menbantu proses kerja bakteri yang ada didalam fermentor. 2000). tahap pemurnian asam laktat. Secara umum. Proses fermentasi berlangsung selama 24-48 jam. etanol. sebuah molekul glukosa akan diubah menjadi 2 buah molekul asam laktat. 4. Ring opening polymerization (ROP. Gypsum dan asam laktat . Proses pembuatan poliasam laktat dengan bahan baku dektrosa. Untuk mendapatkan asam laktat. Esterifikasi dan Pembentukan Polimer Asam laktat yang terbentuk melalui fermentasi kemudian diesterifikasi. dengan konversi yield glukosa menjadi asam laktat lebih dari 90% (Hofvendahl dan Hahn–Hägerdal. dan sekarang telah diadaptasi untuk proses komersial seiring dengan kemajuan teknologi fermentasi dekstrosa jagung. Penambahan diammonium fosfat dan malt sprouts berfungsi sebagai nutrient untuk bakteri sedangkan penambahan kalsium karbonat secara berkala berfungsi untuk menetralakan pH fermentor agar pH nya tidak terlalu rendah dimana proses fermentasi berlangsung pada pH 4-6 dengan suhu 40 °C. atau menghasilkan produk samping dengan jumlah yang sangat kecil. proses ROP pada produksi poli asam laktat dimulai dari polimerisasi kondensasi asam laktat untuk menghasilkan poli asam laktat dengan bobot molekul rendah (prepolimer). kalsium laktat selanjutnya diasamkan dengan menambahkan larutan asam sulfat di dalam acidifier pada temperatur 70°C sehingga menghasilkan asam laktat dan gypsum ( kalsium sulfat dihidrat ). Kinetika reaksi dari pembuatan PLA dapat ditingkatkan dengan penggunaan zink oksida dan suhu tingg i(1350C. menghasilkan kurang dari 1. tahap fermentasi. Tahap awal adalah tahap menghasilkan asam laktat yaitu melalui proses fermentasi dekstrosa dan pemurnian asam laktat. Metoda homofermentatif ini banyak digunakan di industri.2003). gliserol. (2) metoda homofermantatif yang hanya menghasilkan asam laktat.8 mol asam laktat per mol heksosa dengan hasil fermentasi lainnya dengan jumlah yang signifikan diantaranya asam asetat. manitol dan karbondioksida. reaksi polimerisasi pembukaan cincin) merupakan metoda yang lebih baik untuk menghasilkan poli asam laktat dengan bobot molekul yang tinggi. tahap prapolimerisasi dan tahap polimerisasi. terdiri dari beberapa tahap yaitu.(1) metoda heterofermentatif. dilanjutkan dengan depolimerisasi untuk menghasilkan dimer laktida yang berbentuk molekul siklik. Dektsrosa difermentasi di dalam fermentor dengan bantuan bakteri lactobacillus derbucki. Laktida kemudian dengan bantuan katalis dipolimerisasi ROP untuk menghasilkan PLA dengan bobot molekul yang tinggi.6 jam) dilanjutkan dengan pembukaan cincin lactide dan polimerisasi (Vink et al. Untuk mencegah produk asam laktat yang dihasilkan memiliki pH yang terlalu tinggi maka perlu dilakukan penambahan kalsium hidroksida (Ca(OH)2) pada tangki koagulasi sehingga terbentuk Ca-laktat dimana proses ini dipanaskan dengan uap dalam tangki koagulasi dan selanjutnya disaring sehingga bebas dari bahan yang tidak diinginkan.

serta pencetakan dan pembentukan.ekstraksi pati. .hidrolisis pati menjadi glukosa. Tahap prepolimerisasi merupakan reaksi polikondensasi dimana terjadi proses pemutusan molekul air dari 2 buah molekul asam laktat sehingga molekul air air akan terpisah dan kemudian dilanjutkan dengan proses depolimerisasi untuk menghasilkan senyawa dimer siklik (laktida). 5. Dimana reaktor ini berfungsi untuk melepaskan molekul air dengan proses polikondensasi. 2000) 2.5% dan kemudian diaduk di dalam reaktor. 3) Kehadiran plastik biodegradable berbahan tongkol jagung dapat memicu pengembangan industri plastik biodegradable dimasa yang akan datang.yakni.fermentasi asam laktat. Didalam kolom destilasi uap air dan uap asam laktat akan keluar bagian atas kolom destilasi kemudian akan dikompres dan akan ditampung. Kemudian hasilnya akan dipisahkan dengan menggunakan sentrifuse dan poli asam laktat yang dihasilkan akan dimasukkan ke dalam cristallyzer yang dilengkapi dengan pelletilizer sehingga produk yang dihasilkan berbentuk pellet. Drumright et al. suhu reaktor dijaga pada temperature 170°C. Pada tahapan ini berat molekul yang dihasilkan antara 100-5000. kemudian ditambahkan katalis (zinc β Diimate ). KESIMPULAN 1) Melihat komposisi selulosa dan hemiselulosa yang cukup besar pada tongkol jagung sangat potensial untuk dimanfaatkan menjadi bentuk biopolimer jenis selulosa asetat. Ke dalam reaktor juga ditambahkan katalis SnO sebanyak 0.teritama dengan polistiren (Sodegard. Jenis reaktor yang digunakan adalah fix bed reactor. Uap yang dihasilkan akan didestilasi sedangkan larutan yang tidak terkonversi akan ditampung dan dipisahkan katalisnya sehingga dapat digunakan kembali. Kemudian dialirkan menuju reaktor polimerisasi.200°C. Sedangkan produk bagian bawah kolom destilasi adalah produk yang diinginkan. 2) Dalam proses pembuatan Poly Lactic Acid dari tongkol jagung terdapat lima langkah rangkaian proses utama.005-0. maka proses selanjutnya adalah tahap prapolimerisasi dan tahap polemirsasi. suhu reaktor dijaga antara 170°C . Asam laktat yang dihasilkan kemudian dialirkan ke dalam reaktor prapolimer.esterifikasi dan pembentukan polimer.disaring sehingga asam laktat terpisah dari gypsum kemudian asam laktat dipekatkan lagi di dalam evaporator 99% pada evaporator II. Setelah tahap proses fermentasi dan proses pemurnian untuk menghasilkan asam laktat. Pencetakan dan Pembentukan Pembentukan dilakukan sebagaimana halnya proses pencetakan plastik sintetik karena bioplastik PLA mempunyai sifat-sifat mekanis yang mirip dibandingkan plastik . 2000. reaktor ini dilengkapi dengan pengaduk dan suhu dalam reaktor dijaga pada suhu 160°C-200°C selama 1 jam.

Edisi Kedua. Setya Rizal. 2015.27:1123-1163 Vink ETH. Ilmu Pangan. E.Henton. Gruber PR. Poly Degrad Stab 80:403-419 . Dan K. B. M. D. Yogyakarta.1841-1846 Gaman. Polylactic acid technology. Iryanto. P.Skripsi . 2009.. Stolt M. Pengaruh Fermentasi Bakteri Asam Laktat Terhadap Kadar Protein Susu Kedelai.Gruber. Applications of life cycle assessment to Nature works polylactide (PLA) production. Pembuatan Sirup Glukosa dan Suspensi Pati Hasil Perasan Ubi Kayu Secara Enzimatik.DAFTAR PUSTAKA Bangun.2003. Sodegard A. E.2000. Rabago KR. Puspita. Pengantar Ilmu Pangan. Sherrington. R. Nutrisi dan Mikrobiologi.12. Advanced Materials.. Gajah Mada University Press. Bogor. 1981. R. Pro Polym Sci 2002. Semarang: Universitas Negeri Semarang Cinantya. 1985.Fateta-IPB. P. Properties of lactic acid based polymers and their correlation with composition. Semarang: Universitas Negeri Semarang Drumright. Ekstraksi Asam Oksalat dari Tongkol Jagung dengan Pelarut HNO3. Glassner DA.