You are on page 1of 17

Tugas Katalis

Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol

PENDAHULUAN

Asetaldehid dalam dunia industri dikenal sebagai senyawa antara (intermediate
product) untuk membuat bahan kimia organic. Bahan-bahan kimia yang merupakan
turunan dari asetaldehihd antara lain asam asetat, anhidrida asetat, pentaeritriol, etil
asetat, dan lain-lain. Selain itu, asetaldehid juga merupakan produk antara yang biasa
diperoleh pada respirasi tumbuhan tingkat tinggi, fermentasi alkohol, dekomposisi gula
dalam tubuh, dan produk utama pada sebagian besar oksidasi hidrokarbon.

Berkaitan dengan hal itu maka bahan-bahan turunan asetaldehid tersebut akan
memberikan dampak pada industri asetaldehid, contoh salah satu diantaranya adalah
kebutuhan asam asetat serta permintaan yang semakin besar terhadap produk turunannya
yang lain di Indonesia yang dalam beberapa tahun semakin meningkat. Sampai tahun
1999 di Indonesia hanya ada satu pabrik asam asetat, yaitu PT. Indo Acidatama
Chemical.
Aseataldehid dapat dibuat dari etanol melalui reaksi oksidasi dan dehidrasi.
Oksidasi etanol merupakan proses utama untuk memproses asetaldehid. Jalur ini
memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia, mengingat Indonesia memiliki bahan baku
asetaldehid dalam jumlah besar yaitu etanol.

Teknik Gas & Petrokimia UI

1

electric Power (Battery Limits) : 100 KWH 5.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol Reaksi oksidasi etanol biasanya dilaksanakan dalam fasa gas dengan menggunakan katalis padat dengan memanfaatkan reaksi heterogen. Process water : 2 M3 6. Catalyst (Silver) : 1. Cooling Water (Circulation) C. bahan peledak  Butanol  Selulosa asetat. dan produk kasein. Katalis menjadi faktor penting dalam reaksi ini untuk membuat reaksi ini dapat mencapai konversi dan selektivitas produk yang optimum. merupakan bahan baku pembuatan zat kimia pemberi sifat plastik (plasticizer) pada resin polivinil klorida (PVC)  Sebagai bahan baku zat pengeras pada gelatin. 3. Dry Saturated Steam at 8kg/cm square : 2500 kgs : 18. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan untuk memproduksi 1000 kg asetaldehid : 1. 4.0 gms (Including melting & handling losses) Asetaldehid dapat digunakan sebagai bahan baku untuk pembuatan obat dan bahan kimia. bahan pelarut yang paling banyak digunakan  Akrilonitril dan butadiena. Teknik Gas & Petrokimia UI 2 . Ethyl Alcohol 100% : 1150 kg 2. diantaranya adalah :  Asam asetat  Asetat anhidrat  Asoton. salah satu bahan polimer yang terkenal  Senyawa 2-etiol heksanol. senyawa penting dalam industri tekstil  Etil asetat. Produk asetaldehid ini nantinya akan disimpan dalam tempat yang telah dilindungi oleh gas inert N2. at 30 deg. Proses pembuatan asetaldehid dilakukan dengan peningkatan tekanan secara bertahap dengan tujuan untuk meningkatkan titik didih dari asetaldehid. lem.5 M 3/Hr.

01 -228.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol REAKSI PEMBENTUKAN ASETALDEHID Reaksi utama + ½  + Reaksi lain pembentukan Asetaldehid  CH = CH + H2O C2H4 + ½ O2   C2H6O + H2 + H2 TINJAUAN TERMODINAMIKA Pada keadaan temperatur 298 K dan tekanan 1 atm didapat : C2H6O O2 C2H4O H2O Heat of Formation (kJ/mol) -234.800 + ½ (0)) = -173.2 -241.ΔH0reaktan ΔG0rx = (-133.874 + ½ (0)) = -193.800 0 -166.874 0 -133.83 Energi bebas Gibbs (kJ/mol) -167.83) – (-234.6) – (-167.01 – 228.718 kJ/mol = -193718 J/mol Teknik Gas & Petrokimia UI 3 .2 – 241.6 ΔH0rx = ΔHproduk – ΔHreaktan ΔH0rx = (-166.216 kJ/mol = -163216 J/mol Besar dari ΔH0rx ini menandakan bahwa reaksi ini berlangsung secara eksotermis ΔG0rx = ΔG0produk .

081 d ln K dT = H 0 RT 2 Integrasi kedua ruas menghasilkan K = K 298 ln H 0 R  1 1     T298 T  K K 298 =  H 0 exp   R  1 1      T298 T  K =   H 0 K298  exp    R  K =   173.718 = = 0. maka konversi kesetimbangan dari reaksi ini dapat dicari dengan perhitungan sebagai berikut : Reaksi utama : A + ½B  C + D 2A + B  2C + 2D Sehingga persamaan reaksinya menjadi : 2A + B  2C + 2D Mulai 2 1 - - Reaksi -2x -x x x Akhir 2 – 2x 1–x x x Nilai Ptotal = 2 – 2x + 1 – x + x + x = 3 – x Teknik Gas & Petrokimia UI 4 . Hubungan antara Konversi & Temperatur Harga konstanta kesetimbangan sebagai fungsi temperatur dapat diperoleh :  G 0 298 193.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol Besar dari ΔG0rx ini menunjukkan bahwa reaksi ini dapat berlangsung secara spontan.081 exp    8.314(298) ln K298 = K298 = 1.216  1 1    1.0782 RT298 8.314  298 T   1 1        T298 T   (1) Dengan mengasumsikan bahwa diawal reaksi terdapat 2 mol C2H60 dan 1 mol O2.

Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol 2 K= C 2 .542647 1400 0.546644 300 0.543083 1000 0. 3  x      2  2  2x  1  x   3  x  .216  1 1  1.314  298 T  16 x 4 ( x  3).(2  2 x) 2 . 3  x     =  2  2  2x  1  x   3  x  . 3  x      (2) Dengan menggabungkan persamaan (1) dan (2) 2 2  x   x   3  x  .543465 800 0.216  1 1  1.D2 B.543253 900 0.543737 700 0.081 exp      8. 3  x      =   173.(1  x) =   173.549187 600 0.542731 1300 0.545372 400 0.314  298 T  Besaran x merupakan konversi kesetimbangan termodinamika yang didapat dengan menggunakan program Solver pada Microsoft Excel: Teknik Gas & Petrokimia UI Konversi (%) T(K) 0.081 exp      8.542944 1100 0.542829 1200 0.542574 1500 5 . A2 2  x   x   3  x  .544609 500 0.

PA .Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol TINJAUAN KINETIKA Tinjauan kinetika reaksi ini diambil dengan menggunakan metode Langmuir – Hinshelwood. A  dz  des Pada kesetimbangan  dn A   dn     A  dt  ads  dz  des k.PA  dt  ads  dn  2 Laju desorpsi :  A   k '.(1   A ) 2 .PA    k` 1 A   A  K A .PC Teknik Gas & Petrokimia UI 6 . dimana asumsi yang dipakai merupakan gabungan dengan metode Langmuir Isothermal :  Reaksi elementer  Satu active site hanya mengadsorpsi 1 molekul  Tidak ada komponen inert pada reaksi  Permukaan berstruktur homogen  Hanya komponen A.PA  k ` A 2 2  A  k .1   2 Dimana K = k/k` [1-∑θ] = vacant site yang harus disediakan agar reaksi dapat berlangsung baik = 1 1  K A . B dan C yang teradsorpsi Reaksi yang terjadi : 2A + B  2C + 2D Untuk spesi A  dn  Laju adsorpsi :  A   k .PB  K C .(1   A ) 2 .PA  K B .

K B .PB  K C . KB dan KC diasumsikan sama dengan 1 karena keterbatasan data.PA .dt (kedua ruas diintegralkan) CA CA t dC A   k  CA 0 dt C0 ` ln Dimana : CA  k .(1   B ).PB . K A .PA . sehingga berlaku persamaan : dC A  k . B  dz  des Pada kesetimbangan  dn B   dn     B   dt  ads  dz  des k .PC ) 2 Besar nilai KA. (1 – x) x = konversi kesetimbangan Teknik Gas & Petrokimia UI 7 .PA  K B .C A dt dC A  k .PB (1  K A .Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol Untuk spesi B  dn  Laju adsorpsi :  B   k .PB  dt  ads  dn  Laju desorpsi :  B   k '.1    Persamaan laju reaksi r = -k.PB  k `.Σθ]) r = -k . Karena tidak ada data hasil eksperimen laju reaksi (misalnya hubungan antara konsentrasi atau tekanan parsial spesi terhadap waktu) dari hidrasi asetaldehid menjadi asetil asetat maka diasumsikan reaksi ini merupakan reaksi orde satu. r=  k .t C0 CA = C0 .(1   ) 2 (KB.[1. B  B  K B . θA .PB.(1   B ). θB K A .

655 exp   .t C0 ln (1 – x) = .PC  3 x  3 x 2 ln (1 – x) = -k .314 J .[1.PC ) 2 1  2  2x   1  x  )2.T   6  3x   3  x  mol.655 exp        8.PB (1  K A .Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol 2 Maka didapat : K = ln 2  x   x   3  x  .K   1         3 x  3 x 3 x ln (1 – x) 2  2  2 x   1  x   3  x    3  x      2  327936.PA  K B . A2 C0 . K A . ln (1 – x) = -k . K A .(1  x)  k .2 J/mol  327936.D2 B.K B .PB.K   Maka persamaan untuk mencari konversi kesetimbangan kinetika menjadi :     327936.T  mol.PA . 3  x     =  2  2  2x  1  x   3  x  .314 J .PA .  3  x  .   2  2x   1  x   x      1    3 x  3 x 3 x 2  2  2 x   1  x   3  x    3  x      Besaran nilai k didapat dengan menggunakan rumus berikut :  E  k = A exp   a   RT  Dimana nilai A Ea Sehingga nilai k = 1.kt = -k .Σθ])  k .K   Teknik Gas & Petrokimia UI 8 .    2  2x   1  x   x    8.655 exp    8.2 J   1     mol ln (1 – x)= -1.314 J .2 J    mol = 1.PA  K B . (     1   ln (1 – x) = -k.(1   ) 2 (KB.PB  K C .T  mol.     1  K A . 3  x      C 2 .PB  K C . 3  3x  = -1.2 J  mol  .655 = 327936.

2 J / mol  = -0.(1  x) =  0.T  (2  x). Teknik Gas & Petrokimia UI 9 .5517 exp    8. namun kondisi operasi ini tidak akan menjadi pilihan karena faktor keamanan proses. Selain itu masih terdapat kemungkinan konversi kinetika dan termodinamika bertemu pada temperatur tinggi (sekitar 1600 K).314TJ / molK .5517 exp  .6% pada temperatur yang relatif rendah (sekitar 380 K ).544 -80000 0.546 -20000 -40000 0.(1  x)   327936.(2  x) 2 (3  x).542 -120000 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 Temperatur (K) Dari grafik diatas dapat terlihat bahwa konversi kinetika dan termodinamika untuk reaksi oksidasi etanol menjadi asetaldehid mancapai nilai yang tidak terlalu besar. sekitar 54.2 J / mol  (3  x).545 -60000 0.543 -100000 0.(2  x) [ln(1  x)].547 0 0.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol ln (1 – x)   327936.314 J / molK .  8.T  Maka besar x (konversi kesetimbangan kinetika) dicari dengan menggunakan program Solver pada Microsoft Excel dengan menggunakan rentang temperatur (T) dari 1-1500 K dan didapatkan gambar konversi kesetimbangan termodinamika dan kinetika adalah sebagai berikut : Konversi (%) Konversi Kesetimbangan 0.

namun konversi etanolnya kurang dari 52% dan selektivitas asetaldehidnya 75%. DESAIN KATALIS Reaksi pembuatan asetaldehid pertama kali ditemukan menggunakan bahan dasar asetilen dengan katalis raksa (Hg) yang terlarut dalam asam sulfat pada tekanan operasi sekitar 15 psig. Proses ini berlangsung pada temperatur 300-5750C.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol Konversi reaksi ini secara umum dapat dikatakan cukup rendah. Sebelum mendesain katalis. dehidrogenasi -206. C2H6O  CH2O + CH4 Reaksi sendiri -193.723 Dehidrasi. Proses ini kemudian dianggap tidak ekonomis karena bahan bakunya yang dianggap mahal. C2H6O + ½ O2  C2H4O + H2O Oksidasi. C2H6O  C2H6 + ½ O2 Reaksi sendiri 22.859 4. Kemudian bahan bakunya diganti menjadi etanol dan katalisnya diubah menjadi perak (Ag) atau tembaga (Cu).65 5.677 Oksidasi. C2H6O + ½ O2  C2H4O2 + H2 Teknik Gas & Petrokimia UI 10 . C2H6O  C2H2 + H2O + H2 Reaksi sendiri 7. Sehingga pada tugas ini. C2H6O + H2O  C2H4O2 + 2H2 Dehidrogenasi.171 7.202 3. kita perlu mengetahui reaksi samping yang mungkin terjadi pada reaksi dengan menggunakan reaktan utama etanol : Reaksi Jenis Reaksi ∆G0rx (kJ/mol) 1.864 2. C2H6O  C2H4O + H2 Reaksi sendiri 34.718 6. hidrasi 149. serta temperatur reaksi yang lebih rendah. akan dicari alternatif katalis yang dapat digunakan untuk menunjang reaksi pembuatan asetaldehid ini untuk mencapai konversi dan selektivitas yang lebih tinggi. C2H6O  C2H4 + H2O Reaksi sendiri 135. hidrogenasi 14.38 8. sehingga pemakaian katalis dalam reaksi ini sangat dibutuhkan untuk mencapai konversi reaksi yang optimum. Kebutuhan katalis lebih diutamakan pada kondisi temperatur rendah sebelum terjadinya kesetimbangan antara kinetika dan termodinamika. dehidrasi -92. C2H6O + H2  C2H6 + H2O 9.

dan 9.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol Reaksi mungkin terjadi adalah reaksi yang memiliki nilai delta Gibbs negatif (∆G0rx < 0). sehingga dapat menyebabkan etanol dapat mengalami reaksi dehidrasi. Teknik Gas & Petrokimia UI 11 . oksidasi. dehidrogenasi. Cara Pembuatan Asetildehid Sifat-sifat fisik dan kimia dari etanol sangat bergantung dari gugus hidroksil yang dikandungnya. Gugus ini mempengaruhi kepolaran molekul dan meningkatkan ikatan hidrogen. 7. Besaran ini ditemui pada reaksi nomor 5. dan esterifikasi.

Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol Perkiraan mekanisme reaksi permukaan O=O O2- O O O O : Teknik Gas & Petrokimia UI 12 .

Ni. MoS2 Dengan mempertimbangkan sifat penting yang harus dimiliki katalis dalam pembuatan asetaldehid dari oksidasi etanol ini. Selain itu. Cd. Sedangkan sebagai zat pembawa oksigen pada reaksi oksidasi ini adalah oksigen atau udara. maka disarankan katalis yang digunakan adalah : . Cu. Pt. Mn. untuk meningkatkan aktivitas katalis ini. Dengan menggunakan tambahan support diharapkan dapat menambah luas permukaan katalis sehingga dapat meningkatkan konversi ataupun laju reaksinya. Nominasi katalis didasarkan pada kedua sifat diatas : Dehidrasi kuat : Ni. Pd. Promotor yang dipilih adalah TiO2 yang dapat meningkatkan aktivitas katalis ini.MoO3 . MoS2 Oksidator kuat : Co. Ag. Ag. Material katalis memilliki sifat dehidrasi yang kuat sehingga dapat mengusir hidrogen serta molekul air yang terbentuk sebagai produk dari permukaan katalis. Teknik Gas & Petrokimia UI 13 . 2. Kondisi operasi yang dibutuhkan adalah temperatur yang berkisar 3000-3800C dengan kondisi tekanan atmosferik.Fe/Mo Katalis yang dipilih adalah Fe/Mo dengan inti katalis yang berasal dari Fe dengan didukung support Mo karena memiliki sifat yang saling melengkapi.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol NOMINASI KATALIS Sifat-sifat penting yang harus dimiliki oleh katalis adalah : 1. Cu.Fe2O3 . Katalis merupakan inisiator oksidasi kuat. maka digunakan promotor. Fe.

Padatan yang diambil kemudian dicuci dengan menggunakan HNO3.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol PREPARASI KATALIS Pembuatan katalis ini dilakukan secara bersamaan baik preparasi inti aktifnya maupun support. lalu dicuci kembali dengan aquades hingga pH larutan = 7. Proses pembuatannya diawali dengan membuat larutan yang terdiri dari senyawa amonium heptamolibdat yang dilarutkan dengan menggunakan aquades. yang dibuat dengan melarutkan senyawa kompleks FeCl3. Proses pembuatan katalis diatas dapat disederhanakan sebagai berikut : Teknik Gas & Petrokimia UI 14 . Kemudian larutan ini dicampurkan dengan FeCl3. Larutan ini harus diatur keasamannya dengan menggunakan HCl. padatan tersebut dikarakteristik untuk mengetahui kandungan senyawa serta komposisi yang terbentuk pada katalis tersebut. Larutan kemudian dipanaskan dan ditambahkan katalis besi molibdenum oksida komersial sebagai starter. Setelah didiamkan selama beberapa saat larutan ini disaring untuk mendapatkan endapan yang terbentuk.6H2O kedalam pelarut air. Setelah dikeringkan. yaitu dengan menggunakan proses impregnasi.

Diawali dengan HNO3 lalu dengan aqua hingga pH = 7 Characteristic Teknik Gas & Petrokimia UI 15 .6H2O Fe2(MoO4)3 Filtration Washing ± 10 min.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol Aquades Aquades FeCl3.

Sinar X yang terhambur akan bersifat koheren sehinggga saling menguatkan atau saling melemahkan. ketika sinar X jatuh pada kristal. akan terjadi hamburan ke segala arah.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol KARAKTERISASI KATALIS Karakterisasi yang akan dilakukan untuk katalis ini adalah :  Karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction) Tujuan dari Analisa XRD adalah untuk menganalisis keberadaan logam dalam sampel katalis dengan menglihat struktur kristal logam yang terbentuk. Jika suatu gas dialirkan pada suatu permukaan logam yang bersih Teknik Gas & Petrokimia UI 16 . Luas permukaan katalis yang terukur merupakan luas permukaan total dari katalis tersebut. Bidang-bidang ini dinamai bidang Bragg yang diambil dari nama orang yang pertama kali melakukan difraksi sinar X pada tahun 1914. Berdasarkan hukum Bragg yang menyatakan bahwa n  2d sin  di mana :  = panjang gelombang dari berkas sinar X yang tergantung dari tabung anoda dari generator penghasil sinar X yang dipakai. o ) Karakterisasi BET Pengukuran luas permukaan merupakan hal penting dalam karakterisasi katalis.  n = bilangan bulat yang menyatakan fasa di mana fraksi menghasilkan terang d = lebar celah  = sudut pengukuran (sudut difraksi. Hasil pengukuran XRD ini didapatkan data harga intensitas dan nilai panjang celah pada sudut 2 tertentu. Atom-atom dalam kristal dapat dipandang sebagai unsur yang dapat membentuk susunan bidang datar yang masing-masing mempunyai jarak karakteristik antara bidang-bidang komponennya. Atom-atom dalam zat padat dapat menghamburkan sinar X. Prinsip kerja difraksi sinar X berdasarkan difraksi yang disebabkan adanya hubungan fasa tertentu antara dua gerak gelombang atau lebih sehingga paduan gelombang tersebut dapat saling menguatkan.

com http://wikipedia.php?t=475&sid=022244b95819fa http://www.org/wiki/ Teknik Gas & Petrokimia UI 17 . ikatan antara logam dan gas dapat diputuskan dengan mudah. Sedangkan pengukuran multi point dilakukan jika profil isotermnya belum diketahui.com/symbiosis/gbsright8. Muhammad. dilakukan dengan memvariasikan nilai tekanan parsial adsorbat pada rentang 0.gif http://www. Pengukuran luas permukaan dengan metode BET dapat dilakukan dengan dua cara.htm#3 http://www. Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia. yaitu single point dan multi point.org/fa/acid0001. Mc-Graw Hill. Bila adsorbat yang digunakan adalah gas nitrogen. DAFTAR PUSTAKA Purnama. Diktat Kuliah Katalisis Heterogen. Nasikin. Charles.35.org/phpbb/viewtopic. Pengukuran single point dilakukan bila profil isoterm telah diketahui dan dilaksanakan pada suatu nilai tekanan parsial adsorbat dimana profil isotermnya linier. Heterogenous Catalysis in Industrial Practise. http://www.html http://www. Production of Asetaldehyde with Ethanol Oxidation. Adanya gaya pengikat antara permukaan logam dan lapisan gas yang lemah yaitu gaya van der walls.chem_is_try. Deni.com/c45alco.tohmnas. Departemen Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Pada fenomena ini.05<(p/po)<0. sebagian dari gas tersebut akan menempel (terkondensasi) pada permukaan logam dan membentuk lapisan.ceri.Tugas Katalis Pembuatan Asetaldehid dengan Oksidasi Etanol pada kondisi cair jenuhnya. Satterfield. maka nitrogen cair digunakan sebagai media pendinginnya.labartlibrary.cyberlipid. menimbulkan physical adsorption.