You are on page 1of 44

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari Sistem Ekonomi pada Bab I ini pembaca dan
mahasiswa diharapkan mampu :
1.
2.
3.
4.

Menjelaskan beberapa pengertian dengan sistem.
Menjelaskan Sistem Ekonomi dan Sistem Politik.
Menjelaskan macam-macam Sistem Ekonomi yang pernah ada.
Membedakan Sistem Liberal-Kapitalistik dan Sistem Sosisalis-Komunistik

dan Mixed Ekonomi.
5. Memberkan contoh mengenai praktik Sistem Ekonomi yang diterapkan
pada suatu Negara.
A. PENDAHULUAN
P

erihal Sistem Ekonomi yang diterapkan di Indonesia atau berlangsung
sering menjadi pertanyaan atau perdebatan dalam masyarakat.

Hal ini

disebabkan karena adanya Inkonistensi antara penetapan Sistem Ekonomi di
lapangan dengan pola dasar Sistem Ekonomi yang menjadi landasan
pembangunan ekonomi Indonesia.
B. PENGERTIAN SISTEM
Sistem menurut Chester A. Bernard adalah Satu kesatuan yang terpadu
secara holistic, yang didalamnya terdiri dari bagian-bagian dan masing –
masing bagian memiliki cirri dan batas tersendiri. Dan Masing-masing
bagian memiliki keterkaitan yang saling mendukung dalam system yang
holistic tersebut.
Suatu Sistem pada dasarnya adalah merupakan “organisasi besar” yang
menjalin berbagai subjek (atau objek). Himpunan subjek atau objek menjadi
1 | SISTEM

EKONOMI

INDONESIA

suatu Sistem jika lengkap dengan perangkat kelembagaan yang mengatur
dan menjalin tentang bagaimana subjek atau objek yang dapat bekerja,
berhungan dan berjalan atau dijalankan. Perangkat kelembagaan dimaksud
meliputi lembaga atau wadah tempat subjek (objek) itu berhubungan, cara
kerja dan mekanisme yang menjalin hubungan subyek (objek) tadi, serta
kaidah atau norma yang mengatur hubungan subjek (objek) tersebut serasi.
Kaidah atau norma yang dimaksud bisa berupa aturan atau peraturan,
baik yang tertulis maupun tidak tertulis, untuk suatu Sistem yang menjalin
hubungan antar manusia. Contohnya aturan-aturan dalam suatu Sistem
kekerabatan,

peraturan-peraturan

dalam

suatu

system

politik

atau

pemerintahan.
Secara Teoritis pengertian sistim ekonomi dapat dikatakan sebagai
keseluruhan

lembaga-lembaga

ekonomi

yang

dilaksanakan

atau

dipergunakan oleh suatu bangsa/Negara dalam mencapai cita-cita yang
telah ditetapkan.
Pengertian lembaga atau Institusi ekonomi adalah suatu pedoman, aturan
atau kaidah yang digunakan seseorang atau masyarakat dalam melakukan
kegiatan-kegiatan ekonomi untuk memenuhi kebutuhannya. Kegiatan
ekonomi adahal kegiatan yang berkaitan dengan usaha (bisnis), dengan
pasar, transaksi jual-beli, dan pembayaran dengan uang. Secara sistematik
kegiatan ekonomi dapat dibedakan antara Kegiatan Produksi yaitu kegiatan
yang ditujukan untuk menciptakan atau menambah nilai suatu barang atau
jasa. Sedangkan Kegiatan Distribusi yaitu kegiatan yang bersifat
meningkatkan nilai atau valle added, dengan cara membagi atau
memindahkan suatu barang atau jasa. Dan Konsumsi adalah kegiatan yang
berupa pengurangan atau menghabiskan nilai suatu barang dan jasa.
Pengertian lembaga juga dapat diartikan sebagai Produk-produk hokum
tertulis (Tap MPR, Undang-Undang, Pereturan Pemerintah, Peraturan
Daerah, ARD/ART suatu organisasi dan lain-lain) selain itu dapat diartikan

2 | SISTEM

EKONOMI

INDONESIA

produk hokum tidak tertulis (kebiasaan, adat istiadat, cara-cara yang bias
dilakukan masyarakat dalam kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.
C. SISTEM EKONOMI DAN SISTEM POLITIK
Teori Sistim Ekonomi adalah teori yang mencoba menyelesaikan
persoalan-persoalan ekonomi. Persoalan-persoalan ekonomi hakikatnya
adalah

masalah

transformasi

atau

pengolahan

alat-alat/sumber

pemenuh/pemuas kebutuhan, yang berupa faktor-faktor produksi yaitu
tenaga kerja, modal, SDA, dan keterampilann (skill) menjadi barang dan
jasa.
Menurut Dumairy (1996) :
“ Sistim Ekonomi adalah Suatu Sistim yang mengatur serta menjalin
hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam
suatu tatanan kehidupan ”
Menurut Gregory Gossman dalam P. Rahardja dan M. Manurung (2004) :
“ Sistim Ekonomi adalah sekumpulan komponem-komponen atau unsurunsur terdiri atas unit-unit dan agen-agen ekonomi serta lembaga-lembaga
(institusi) ekonimi, yang bukan saja saling behubungan dan berinteraksi,
melainkan

juga

sampai

tingkat

tertentu

saling

menampung

dan

mempengaruhi (“….System is the nation that the verios parts and
components (economics unit and agents, institutions) no: only interconnect
ang interact but do so with a certaindegree of mutual consistency and
coherence….”)
Sebagai supra sistem kehidupan, sistem ekonomi berkaitan erat dengan
sistem sosial lain yang berlangsung di dalam masyarakat. Di Dunia ini
terdapat kecendrungann secara umum bahwa sistem ekonomi di suatu
negara “bergandengan tangan” dengan sistem politik di negara yang
bersangkutan, dimana ideologi ekonomi berjalan seiring dengan ideologi
politik.
Secara umum dapat digambarkan benang merah unsur-unsur system
ekonomi dan unsur-unsur system politik sebagai berikut :
3 | SISTEM

EKONOMI

INDONESIA

Tabel 1.1
Benang Merah Sistem Ekonomi dengan Sistem Politik
KUTUB A
Liberalisme
(Liberal)

KONTK PENGUTUPAN
Ideologi Politik

KUTUB B
Komunisme
(Komunis)

Demokrasi
(Demokratis)
Egalitarianisme
(Egaliter)

Rejim Pemerintahan
(Cara memerintah)
Penyelenggaran

Otokrasi
(Otoriter)
Etisme
(Etatis)

Desentralisme
(Desentralistis)
Kapitalisme
(Kapitalis)
Mekanisme Pasar

Kenegaraan
Ideologi Ekonomi
Ideologi Ekonomi
Pengelolaan ekonomi

Sentralisme
(Sentralistis)
Sosialisme
(Sosialis)
Perencanaan Terpusat

Sumber : Dumairy, 1996

Sistem Ekonomi suatu Negara dikatakan bersifat khas, sehingga
dibedakan dari sistim ekonomi yang berlaku atau diterapkan dinegara lain,
berdasarkan beberapa sudut tinjauan seperti :
1. Sistem pemilikan sumber daya atau faktor-faktor produksi.
2. Keleluasaan masyarakat untuk saling berkompetensi satu sama lain dan
untuk menerima imbalan atas prestasi kerjanya.
3. Kadar peranan pemerintah dalam mengatur, mengarahkan,

dan

merencanakan kehidupan bisnis dan perekonomian pada umumnya
Sistem Ekonomi Negara lain menurut Gray dalam Sumodiningrat (1999)
adalah faktor meta ekonomis, sepserti pandangan hidup suatu bangsa, nilainilai yang dijunjung tinggi, kebudayaan suatu bangsa atau masyarakat.
D. MACAM - MACAM SISTEM EKONOMI
Sistem Ekonomi dapat diklasifikasikan beberapa cara, yaitu :
1. Dilihat dari mekanisme koordinasinya, dapat dibedakan menjadi 3
kelompok :
a. Sistem tradisi.
4 | SISTEM

EKONOMI

INDONESIA

Sistem Ekonomi Sosialis – Komunistik. b. sebab pemerintah berkedudukan sebagai “pengamat” dan “pelindung” dalam perekonomian. dimana sumber daya ekonomi atau faktor produksi dikuasai sebagai milik Negara dan menekanan pada kebersamaan masyarakat dalam menjalankan dan memajukan ekonomi. c. b. Sistem Pasar.b. Namun. Sistem Ekonomi Liberal – Kapitalis. Dalam hal ini campur tangan pemerintah minim. Imbalan yang diberikan pada 5 | SISTEM EKONOMI INDONESIA . Adalah sistem kebailikan dari Sistem Ekonomi Liberal – Kapitalis. Adanya pengekuan yang luas terhadapt hak-hak pribadi. secara umum Sistim Ekonomi dikelompokan menjadi 3 yaitu: 1. c. berdasarkan prinsip laissez faire (persaingan bebas) dan meyakini kemampuan (the invisible hand) dalam menuju efisiensi ekonomi. 2. Dilihat berdasarkan penekanan hak kepemilikan yang termasuk dalam Sistem Ekonomi yang ekstrem dan dapat dikelompokan menjadi 2 : a. ciri-ciri sistem ekonomi liberal-kapitalistik dapat dirumuskan sebagai berikut : a. 2. Adalah suatu sistem yang memberikan kebebasan yang cukup besar bagi pelaku-pelaku ekonomi untuk melakukan kegiatan yang terbaik bagi kepentingan individual atas sumber daya-sumber daya ekonomi atau faktor produksi. Sistem Komando. Praktik perekonomian diatur menurut mekanisme pasar. Dalam terminology teori ekonomi yang menyadarkan diri sepenuhnya pada mekanisme pasar. Sistem Kapitalis (Capitalis Economy). Prinsip “Keadilan” yang dianut oleh sistem ekonomi kapitalis adalah “Setiap orang menerima imbalan berdasarkan prestasi kerjanya”. Sistem Sosialis (Socialist Ekonomy). Praktik perekonomian digerakan oleh motif keuntungan (profil motive). Secara garis besar.

yakni menelaah peranan pemerintah atau Negara dalam struktur perekonomian. pendekatan sejarah. yaitu Pendekatan Faktualstruktural dan Pendekatan Sejarah. mewakili sektor usaha swasta = Pengeluaran konsumsi pemerintah = Ekspor dan Inpor.C . Kedua. Pada sistem ini campur tangan pemerintah sangat tinggi.G . Untuk menyukur kadar keterlibatan pemerintah dalam perekonomian dengan pendekatan fakulstrukttural. adalah pendekatan faktual-struktural. Dalam sistem ini hal yang paling menonjol adalah kebersamaan. dan From Whom (untuk siapa diproduksi). dapat digunakan Kesamaan Agregat Kaybesian yang berumuskan : Y = C + I + G + (X-M). How (bagaimana memproduksinya). dimana semua alat produksi adalah milik bersama (Negara) dan didistribusikan sesuai kepentingan dan kebutuhan masing-masing. bukan berdasarkan jasa yang diberikan.I . Ket : . dan justru pemerintah yang menentukan dan merencanakan 3 persoalan pokok eonomi yaitu: What (apa yang harus diproduksi). Prinsip “Keadilan” yang dianut oleh sistem ini ialah “setiap orang menerima imbalan yang sama”.perorangan didasarkan pada kebutuhannya. yakni dengan menelusuri bagaimana perekonomian bangsa di organisasikan dari waktu ke waktu. Pertama. Sistem ini umumnya ditrapkan oleh Negara-negara berkembang atau Negara-negara Dunia Ketiga. Untuk melihat besarnya kadar sistem kapitalisme dan sistem sosialisme mewarnai sistem ekonomi Indonesia.X dan M 6 | SISTEM = Pengeluaran konsumsi masyarakat. Sistem Ekonomi Campuran (Mixed Economy). seseorang dapat melihat dari 2 pendekatan. yang mewakili sektor perorangan dan rumah tangga = Pengeluaran investasi perusahaanperusahaan. 3. yang mewakili sektor EKONOMI INDONESIA .

Berdasarkan Harga Berlaku) Ket. berdiri hinggasekitar tahun 1959.47 22.87 9.70 100 Sumber : BPS dan Dumairy diolah Percobaan-percobaan kapitalistik yang pengelolaan dilakukanberbagai makro cabinet ekonomi sejak RI yang.perdagangan luar negeri yang bersangkutan.40 32.23 8.28 18. C 1980 60.83 100 25.89 28.30 100 27.45 100 25.97 1990 53. akhirnya Runtuh karena tidak diterima (unaccepted).97 1995 52.20 25.05 36.20 I 20.00 7.52 1985 58.2 PDB Indonesia Menurut Sektor Penggunaan/Pelaku Ekonomi Tahun 1980-2004 (Presentase.32 11.03 100 25.43 2000 66. Tabel 1.85 7.20 18.40 M PDB 22.40 G 10.49 35.18 100 20. 7 | SISTEM EKONOMI INDONESIA .50 2004 62.29 31.87 28.60 X 20.

Bangsa Indonesia tidak mengatakan bahwa sistem ekonominya adalah ekonomi sosialis atau ekonomi kerakyatan.TUJUAN PEMBELAJARAN Setelah mempelajari perkembangan sistem ekonomi Indonesia pada Bab II ini pembaca dan mahasiswa diharapkan mampu : 1. Menjelaskan sistem ekonomi campuran dan ekonomi Pancasila. 4. PERKEMBANGAN PEMIKIRAN SISTEM EKONOMI INDONESIA 8 | SISTEM EKONOMI INDONESIA . B. Menjelaskan Perkembangan pemikiran Sistem Ekonomi Indonesia. Namun dalam kenyataannya ekonomi kapitalis dan sosialis. Menjelaskan Reformasi menuju sistem ekonomi Pancasila. PENDAHULUAN P ada Bab I telah disebutkan bahwa pengertian sistem ekonomi adalah sebagai keseluruhan lembaga-lembaga ekonomi yang dilaksanakan atau dioergunkan oleh suatu bangsa/Negara dalam mencapai cita-cita yang telah ditetapkan. 3. Menjelaskan Pelaku-pelaku ekonomi yang ada di Indonesia. A. 2.

9 | SISTEM EKONOMI berkeadilan. Ayat (2) : Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh Negara.Dalam lembaga-lembaga ekonomi menunjukan adanyanya bandul jam (swings of pendulum) yang bergeser kekiri dan kekanan. Hal ini tercermin dari perkembangan pemikiran tentang Sistem Ekonomi Pancasial (SEP). berwawasan . maka pasal 33 ditambah dua ayat yaitu : Ayat (4) : Perekonomian nasional diselenggarakan berdasarkan atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan. efiiensi. Ada 3 pasal yang dianggap penting karena memberikan fondasi penting tentang SEP. 1. yaitu Pasal 33. Setelah diamandemen yang keempat pada tahun 2002. Pasal 33 : Ayat (1) : Perekonomian disusun sebagai usaha bersama bedasar atas asas kekeluargaan. Pasal 23 dan Pasal 34 UUD 1945. Pasal-pasal Ekonomi dalam UUD 1945 Wakil Presiden RI dalam pidato konferensi ekonomi di Yogyakarta pada tanggal 3 Februari 1946 ditegaskan bahwa dasar sistem ekonomi Indonesia adalah pasal 33 UUD 1945. Kekanan berarti liberalisasi atau reliberalisasi dan kekiri berarti sentralisasi atau resentralisasi. menurut Sri-Edi Swasono (1985) pergulatan pemikiran tentang SEP pada hakikatnya merupakan dinamika penafsiran tentang pasalpasal ekonomi dalam UUD 1945. INDONESIA berkelanjutan. Ayat (3) : Bumi dan air kekayaan alam yang terkandung di dalamnya dikuasai oleh Negara dan di pergunkan untuk sebesar-besarnya kemamkmuran rakyat.

Artinya seluruh perekonomian rakyat harus berdasarkan koperasi. Dari pasal ini kita melihat pentingnya peranan Negara dalam mengatur perekonomian Indonesia. Ayat (5) : Ketentuan lebih lanjut mengenai pelaksanaan pasal ini akan diatur dalam undang-undang. yang dimaksud dengan cabangcabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak adalah barang dan jasa yang vital bagi kehidupan manusia.lingkungan. Apabila Dwan Perwakilan Rakyat tidak menyetujui anggrapan yang diusulkan. Pasal 33 UUD 1945 dianggap sebagai pasal yang paling penting bagi peraturan perekonomian nasional. sebab pasal ini mencerminkan sikap tegas para pendiri Negara untuk tidak menagnut sistem kapitalisliberal. Salah satu isi pasal 23 Ayat (1) menyatakan bahwa anggaran pendapatan dan belanja Negara ditetapkan dengan undang-undang. dan tersedia dalam jumlah yang terbatas. kemandirian. Untuk itu diperlukan anggaran untuk menjalankan fungsi Negara. tetapi tidak semua usaha harus dilakukan secara koperasi. 10 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . serta dengan menjaga keseimbangan. Pasal 33 ayat (2) UUD 1945. (1)Anggaran Pendapatkan dan Belanja Negara ditetapkan tiaptiap tahun dengan Undang-undang. Pasal 23 UUD 1945 memberikan landasan untuk pengaturan tentang itu. Pemerintah menjalankan anggaran tahun yang lalu. Dalam pidatonya tersebut Bung Hatta menegaskan bahwa dasar perekonomian yang sesuai dengan asas kekeluargaan adalah koperasi.

juga dikenal sebagai perumus pasal 33 UUd 1945. yang berbunyi : (2)Tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghasilan yang layak bagi kemanusiaan. Tokoh-tokoh ekonomi yang mewarnai sistem ekonomi kita antaranya : a. 11 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Tujuan dari SEP adalah tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Hal ini dapat dimaknai bahwa tiap-tiap warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak. karena ketidak mampuan bersaing maupun karena kemalangan yang menimpa diri dan keluarganya. Penerapan sistem ini diindonesia telah menimbulkan kesengsaraan dan kemelaratan.Pasal 23 ayat (1) dapat ditafsirkan bahwa keputusan pemerintah tentang anggaran harus bersadarkan hak dan kedaulatan rakyat. Oleh karena itu menurut Bung Hatta sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan diIndonesia harus berasaskan kekeluargaan. menurut Bung Hatta adalah Bangun Usaha Koperasi. menurut pasal 34 dipelihara oleh Negara. Pemikiran Mohammad Hatta (Bung Hatta) Bung Hatta selain sebagai tokoh Proklamator Bangsa Indonesia. Namun. Pasal 4 berbunyi “Fakir miskin dan anak terlantar dipelihara oleh Negara”. yang diwakili oleh para anggota DPR. Sedangakan sebagai jembatan penghubung antara perekonomia pedesaan dengan perekonomian dunia. Bung Hatta menyusun pasal 33 didasari pada pengalaman pahit bangsa Indonesia yang selama berabat-abat dijajah oleh bangsa asing yang menganut sistem ekonomi Liberal-kapitalistik. dalam kenyataannya tidak semua warga Negara mampu mendapatkan pekerjaan. Untuk mewujudkan hal tersebut diatur dalam pasal 27 ayat (2) UUD 1945. Dan bagi mereka yang tidak beruntung.

d. Dengan demikian sektor swasta berperan dalam proses pertumbuhan dan pemerataan. karena itu SEP juga menolak sektor swasta yang merupakan penggertak utama sistem ekonomi Liberal-Kapitalistik. Salah satu perbedaan SEP dengan kapitalis atau sosialis adalah pandangan tentang manusia. manusia dipandang sebagai makhluk rasional yang memiliki kecendrungan untuk memenuhi kebutuhan akal materi saja. Menurut manusia dalam SEP adalah manusia yang selalu nenyeimbangkan 12 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Munurut beliau. SEP adalah sistem ekonomi yang bukan kapitalis dan juga bukan sosialis. Pemikiran Wijoyo Nitisastro. pasal 33 memiliki arti SEP sangat menolak sistem liberal. c. Menurut Wilopo. Pemikiran Wilopo. Pemikiran Mubyarto. 23 September 1955. Pemikiran Wijoyo Nitisastro ini merupakan tanggapan terhadap pemikiran Wilopo.b. Asusmsi ini tidak cocok untuk membangun SEP. Agar sektor swasta tidak menjadi eksploitatif. Dalam sistem Kapitalis atau Sosialis. pasal 33 UUD 1945 jangan ditafsirkan sebagai penolakan terhadap sektor swasta. Penolakan ini berdasarkan pada kekhawatiran bahwa sektor swasta akan memunculkan eksploitasi kaum kaya/pemilik modal terhadap lkaum ekonomi lemah/buruh. Justru dalam SEP sektor swasta diberikan kesempatan berkembang sesuai dengan pasal 27 UUD 945. Pemikiran wilopo disampaikan pada pedebatan dengan Wijoyo Nitisastro tentang pasal 38 UUd (pasal ini identic dengan pasal 33 UUD1945). Menurut Wijoyo Nitisastro. maka peranan Negara amat penting dalam memimpin dan melaksanakan pembangunan ekonomi. karena itu Mubyarto menyusun sebuah konsep ideal tentang manusia Pancasila.

tanggal Februari 1949. sedangkan yang lain-lain akan terus terletak dalam lingkungan usaha swasta. 2. Lapangan-lapangan usaha tertentu akan dinassionalisasi dan dijalankan oleh pemerintah. Pemikiran Emil Salim. ekonomi pasar dengan perencanaan. Maka orang bicara tentang sistem ekonomi liberal yang banyak terdapat di Negara-negara berideologi liberalisme. Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di hadapan School Of Advanced International Studies di Wangsingon. AS. upah dan gaji. Azimnya suatu sistem ekonomi bergantung erat dengan paham-ideologi yang dianut secara Negara. e. 1979). Menurut Emil Salim. Konseop Demokrasi Ekonomi (KDE) Konsep Demokrasi Ekonomi (KDE) adalah merupakan kelanjutan penafsiran pasal 33 UUD 1945. Konseop beliau sangat sederhana yaitu. pasal 33 tersebut 13 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Menurut konsep ini. baik karena dorongan rasional maupun moralitas. Begitu juga orang berbicara tentang sistem ekonomi komunis bagi Negara-negara yang menganut paham komunisme – sejalan dengan ini maka sistem ekonomi Indonesia. di dalam sitem tersebutlah tercapai keseimbangan antara sistem komando dan sistem pasar. serta politik pegawai. menegaskan bahwa yang dicita-citakan bangsa Indonesia adalah suatu macam ekonomi campuran. bisa pula dinamakan sistem ekonomi Pancasila sesuai dengan paham ideology yang dianutnya” (Emil Salim.kebutuhan jasmani dan rohani. Lingkungan usaha swasta harus tunduk kepada politik pemerintah yang berkaitan dengan syarat kerja.

2000). Bumi. Konsep Ekonomi Pasar Terbelola (KEPT) Konsep Ekonomi Pasar Terkelola (KEPT) adalah merupakan perkembangan baru tentang pemikiran SEP. Yang dikemukakan oleh ISEI pada kongresnya ke-13 di Medan. air dan kekayaan alam yang terkandung di dalam bumi adalah pokok-pokok kemakmuran rakyat. Menurut ISEI “Konsep Ekonomi Pasar Terkelola memperhatikan perkembangan sejarah dalam kehiduppan bermasyarakat. berbangsa dan brnegara sehinggaperubahan dan penyesuaian dalam penyelenggaraan pembangunan ekonomi nasional merupakan keharusan dalam rangka mengantisipasi segala perubahan (ISEI. Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menjelaskan bahwa dalam dek=mokrasi ekonomi “… produksi dikerjakan oelh semua. KEPT memberikan penekanan (aksentuasi) pada peningkatan daya saing dan perwujudan fairness. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan. penyempurnaan maupun pembubaran danpembentuinstitusi yang ada dalam perekonomian Indonesia dapat mendukung proses kemajuan ekonomi (getting institutions right) 14 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . untuk semua di bawah pimpinan dan kepemilikan anggota-anggota masyarakat. Peningkatan daya-saing dapat dicapai dengan 1. Perbaikan. Sebab itu harus dikuasai oleh Negara dan dipergunkan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat (ISEI. Hanya perusahaan-perusahaan yang tidak menguasai hajat hidup orang banyak yang boleh ada ditangan orangorang. Perkonomian berdasarkan atas demokrasi ekonomi.dapat ditafsirkan bahwa SEP adalah demokrasi ekonomi yang mempunyai tujuan untuk tercapainya masyarakat Indonesia yang adil dan makmur. 1990). KEPT ini dipersiapkan untuk menghadapi era perdagangan bebas abad ke-21. artinya kemakmuran bagi semua orang. Memfaatkan mekanisme harga atau pasar (getting prices right) 2. bukan kemakmuran orang seorang. 3.

Fairness yang harus diwujudkan pada tataran operasional (Level Playing Field) misalnya : 1. yang dilakukan secara konkrit. C. Penegakkan hokum yang konsisten 6. Kemitraan. SISTEM EKONOMI PANCASILA 15 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Mengoreksi kekuatan anti mekanisme pasar bersaing sempurna seperti penghapusan monopoli dan bentuk-bentuk ketidak sepmpurnaan pasar lainnya b. Keberpihakan dalam rangka poengentasan kemiskinan. khususnya otonomi daerah yang bertanggung jawab dan peningkatan mobilitas faktor produksi antara daerah 5. misalnya kerjasama yang saling menguntungkan 4. Pengembangan sumber-daya manusia dan Iptek 5. Menciptakan kondisi makro ekonomi yang kondusif dan kerangka hokum (ruler and regulatory from frame work) yang adil dan trasparan dalam pelaksanaanya. khususnya oleh birokrasi yang cepat dan efisien\ 6. Berbagai bentuk kerjasama. terencana dan bertahap 3. Berperan sebagai fasilitator untuk menggalang modal (capital formation) dalam proyek-proyek insfrastuktur seperti pembangunan jalan.3. Pelayanan jasa ekonomi. telekomunikasi dan sistem informasi c. Pelayanan jasa umum yang cepatr dan murah. berdasarkan aturan (ruled based) ISEI (2000) secara spesifik menyebutkan bahwa peranan pemerintah dalam ekonomi pasar terekelola adalah a. Desentralisasi. Privasi dan restrukturisasi 4. Mengembangkan instituational capacity building d. Adanya deregulasi dan persaingan sehat 2. research and development.

Juga tidak didasarkan pada dominasi buruh. seperti halnya dalam sistem ekonomi kapitalis. yang ditujuakan untuk mewujudkan tercapainya masyarakat yang adil dan makmur. Masyarakat adalah unsur ekonomi non Negara yakni ekonomi swasta. Dalam SEP usaha negara dan swasta tumbuh berdamping dengan perimbangan tanpa dominasi berlebihan satu terhadap lain. Ketiga. Produksi dikerjakan oleh semua untuk semua dibawah pimpinan atau kepemilikan anggota-anggota masyarakat. tetapi tidak dominan agar dicegah tumbuhnya sistem etatisme (serba Negara). Kedua. Tekanan kepada masyarakat. hubungan kerja antara lembaga-lembaga ekonomi tidak didasarkan pada dominasi modal. dalam SEP. masyarakat sebagai satu kesatuan memegang peranan sentral dalam Sistem Ekonomi Pancasila. 16 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . seperti halnya dalam sistem ekonomi komunis. tidak berarti mengabaikan individu. Peranan Swasta adalah penting. Sedangka menurut Emil Salim ciri-ciri Sistem Ekonomi Pancasila adalah sebagai berikut : Pertama. Tetapi masyarakat sebagai satu kesatuan.Sistem Ekonomi Pancasila atau Sistem Ekonomi Kerakyatan secara umum diartikan sebagai sistem ekonomi yang memadukan ideologykonstitusional (Pancasila dan UUD 1945) bangsa Indonesia dengan Sistem Ekonomi Campuran (Sistem Ekonomi Pasar Terkelola) yang diwujudkan melalui kerangka demokrasi ekonomi serta dijabarkan dalam langkah-langkah ekonomi yang berpihak dan perdayaan seluruh lapisan masyarakat. tetapi langkah individual harus serasi dengan kepentingan masyarakat. Dalam ekonomi swasta ini yang menonjol bukan perorangan. tetapi asas kekeluargaan menurut keakraban hubungan antar manusia. tetapi juga tidak dominan agar dicegah tumbuhnya Free Fight . Peranan Negara beserta aparatur ekonomi Negara adalah penting.

Negara menguasai bumi.Keempat. Pemilik Pengatur Perencana Pelaksana 17 | S I S T E M 5. Dalam melaksanakan hak mengusai ini perlu dijaga supaya sistem yang berkembang tidak mengarah etatisme. 2. 3. 4. Pengawas 6. EKONOMI INDONESIA . air dan kekayaan alam lainnya yang terkandung dalam bumi dan yang merupakan pokok bagi kemakmuran masyarakat. Oleh karena itu hak menguasai oleh Negara harus dilihat dalam konteks pelaksaan dan kewajiban Negara sebagai : 1.

11. Bahkan sistem nilai (value system) inilah yang mempengaruhi kelakuan pelaku ekonomi. Sistem Ekonomi Komando artinya Negara beserta aparatur ekonomi Negara bersifat dominan. Sistem Ekonomi Pancasila sebenarnya sudah diperkenalkan pada awal Repelita III (1979). sekaligus berfungsi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. sistem ekonomi liberal yang bebas di Indonesia telah menimbulkan kelemahan posisi Indonesia dalam percaturan ekonomi dunia. Sistem Ekonomi Liberal yang bebas Artinya sistem ekonomi yang menumbuhkan eksploitasi atau pemerasan terhadap menusia dan bangsa lain. mendesak. 8. 3. REFORMASI MENUJU SISTEM EKONOMI PANCASILA 10. Kelima. Persaingan tidak sehat. 2. yang terjadi setelah jatuhnya harga minyak ekspor (1982) adalah ditanggapi pemerintah dengan kebijakan diregulasi 18 | S I S T E M byang kemudian kebablasan. D. Dalam sistem ekonomi ini koperasi perlu terus dtumbuhkan kembangkan. serta pemusatan kekuatan ekonomi pada satu kelompok atau monopoli yang merugikan masyarakat. Ideology Pancasial masih terus berkembang sesuai dengan dinamika pertumbuhan masyarakat. namun kelima sila secara utuh harus dijadikan leitstar (bintang pengarahan). kearah mana sistem nilai dikembangkan. Namun. dengan akibat pertumbuhan EKONOMI INDONESIA . Sistem yang dikembangkan dalam bertolak dari ideology yang dianut. Sistem Ekonomi Pancasila adalah suatu sistem ekonomi yang didasarkan pada sila-sila dalam Pencasila. Sistem Ekonomi Pancasila tidak bebas nilai. Untuk menumbuh kembangkan SEP maka harus dihindarkan hal-hal negative seperti : 1. hai ini adalah ideologi Pancasila. Dalam sejarahnya. 9.7. dan mematikan potensi serta daya kreasi unitunit ekonomi swasta.

Mengembangkan ekonomi rakyat adalah upaya kongret menciptakan keadilan social yang terkandung dalam ekonomi pancasila. 19 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . 15. adalah upaya kongres melaksanakan perintah GBHN 1993. tetapi dibarengi dengan ketimpangan ekonomi dan kesenjangan social yang memprihatinkan. yaitu saling menghargai martabat manusia dengan tidak melakukan pemaksaan kehendak atau ekloitasi (sila ke -2 ) mewujutkan kebersamaan dalam melakukan kegiatan ekonomi (sila ke-3). 14. 2. memupuk semangat gotong. 12. dan ajaran untuk mewujutkan pemerataan social bagi seluru rakyat Indonesia (sila ke5) dengan tetap menjunjung tinggi etika dan nilai-nilai moral beragama (sila elaksanaan pertama). bahkan momentum tersebut dijadikan peluang mas bagi kalangan pebisnis di Indonesia. Melaksanakan kebijakan dan strategi pemerataan pembangunan dan mengurangi kesenjangan ekonomi social 3.4). Krisis moneter kita dewasa ini merupakan ulangan kedua kreisis serupa dimasa lalu (1966-1973) dan (1980-1987) yang semuanya betapa kita bangsa Indonesia perlu selalu kembali ke pancasila sebagai pegangan dasar sistem dan moral ekonomi Indonesia. Program Edete mempunnyai 3 misi besar : 1. Sejak bangsa Indonesia menetapkan GBHN 1993 berbagai ekonomi pancasila diterapkan.ekonomi yang memang meningkat tajam. Memacu dan memicu gerakan Nasional Gerakan kemiskinan . Pada pelita VI (Bab 9) yang berjudul Pemerataan Pembangunan Dan penanggulangan Kemiskinan dan kemudian Edete berdasarkan Inpres Nomor 5/1993. Globalisasi makin semarak setelah bangkrutnya unisofiat (1990)meskipun perekonomian ini dapat mengancam perekonomian nasional tetapi tidak ditolak. Kehidupan ekomimi yangcenderung mewah dan manja pada suasana serba kemakmuran (19731980) dan sebaliknya hidup serba keprihatinan dan hemat serba kekurangan (1966-1973 dan 1980-1987) ternyata amat akrab dengan bangsa Indonesia secara silih berganti. 13.royong dan kerakyatan (sila ke.

7%) menjadi 22. koperasi sebagai badan usahan ditunjuk kan pada penguatan dan perluasaan basis usaha. 7. Kemitraan usaha yang dijiwain semangat kebersamaan dan kekeluargaan yang saling menguntungkan harus ditumbuh kembangkan. 17. 3. Selama 3 tahun repelita VI.5 juta (11. Perekonomian Nasional harus dikembanmgkan kearah perekonomian yang berkeadilan dan berdaya saing tinggi. 5. 2. Demokrasi ekonomi harus diwujutkan untuk memperkukuh struktur usaha nasional. 20. 20 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . 6.16. 18. Reformasi ekonomi (ekonomi reform) menjadi anggenda politik penting karna membangun ekonomi selama PJP 1 (1969-1994) yang berhasil mengangkat Indonesia dari Negara miskin menjadi negra berpendapatan menengah. Ekonomi adalah soko guru perekonomian nasional sebagai gerakan dan wadah ekonomi rakyat. Harus menyumbangkan pada terciptanya ketahanan ekonomi nasional yang kukuh dan tangguh. tingkat kemiskinan dapat diturunkan cukup tajam dari 25. Harus mengandung sikap dan tekat dalam diri manusia. Usaha nasional harus dikembangkan sebagai usaha berdsarkan asas kekeluargaa dalam sistem ekonomi pasar terkelola.4%) penurunan ini 3 kali lebih cepat dibandingkan 3 tahun sebelumnya (19901993) 19.9 Juta (13. dan dikendalikan oleh keimanan dan ketakwaaan TuhanYang Maha Esa serta nasionalisme yang tinggi. keluarga dan masyarakat Indonesia. Sistem ekonomi pancasila yang telah diterima dan masuk GBHN 1998 adalah sistem ekonomi yang didasarkan pada prinsip etik secara lengkap berisi 7 butir “Paradikma” sebagai berikut : 1. 4.

21. 23. BUMN / BUMD adalah badan usaha yang seluruh modalnya dimiliki Negara/daerah atau sebagian besa (>51%) dimiliki oleh Negara/daerah. 3. Aturn keadilan ekonomi adalah bersumber pada setiap sila Pancasila sebagai berikut : 1. 22. konsumen. BUMN (public enterprise) mempunyai 3 fungsi yaitu 21 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . dan moral 2. social. Hanya melalui partiipasi derah secara aktif aturan main keadilan ekonomi bias berjalan yang selanjutnya menghasilkan suatu keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia. Demokrasi ekonomi atau ekonomi kerakyatan dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan / perwakilan. yang ekonominya menomorsatukan dalam tujuan setiap terwujudnya putusan-putusan perekonomian nasioanl yang kuat dan tangguh. 5. dan pemerintah yang bias bertindak sebagai produsen maupun konsumen). Kacukupan dan Keadilan (sufficiency and equity). tetapi harus memenuhi 4 karakter pokok yaitu Berkelanjutan (sustainability). harus selalu bersemangat nesionalistik. Dalam perekonomian nasional yang amat luas terus menerus diupayakan adanya keseimbangan antara perencanaan ekonomi nasional dengan desentralisasi serta otonomi daerah. Koperasi dan bekerja secara koorperatif selalu enjiwai pelaku ekonomi masyarakat. 25. Seluruh masyarakat bertekat untuk mewujudkan kemerataan social yaitu tidak membiarkan adanya ketimpangan ekonomi sn keenjangan soial. Seluruh pelaku ekonomiyaitu produsen. Kebijakan Ekonomi yang menghasilkan pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dengan pertumbuhan ekonomi yang tinggi. REFORMASI MENUJU SISTEM EKONOMI PANCASILA 24. E. Roda kegiatan ekonomi bangsa digerakan oleh rangsangan-rangsangan ekonomi. dan efisien (efficiency). 4.

Penguasaan. f. Tujuan usaha – public service. a. Status kepegawaian-pegawai perusahaan Negara (UU tersendiri) f. departemen. Status hokum dan organisasi – bukan badan hokum dan bagian dari c. Kekayaan / permoadalan-kekayaan Negara yang dipisahkan / permodal dasar. Status hokum dan organisasi-badan hokum (KUHD) dan berdiri sendiri. 2.direksi (RUPS). 22 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Tujuan Usaha–Public service dan profit seeimbang/kondisional.pengurusan dan pengawasan – pemilikan saham. dan public control. Dari ke3 fungsi yang paling menjadi inti adealah public purpose yang dijabarkan sebagai keinginan pemerintah ntuk mencapai cita-cita pembangunan (social. e. Status hukum dan organisasi-badan hokum dan berdiri sendiri (otonomi). dan dewan komisaris dan RUPS. 26. Perseroan → KUHD-Government/State Company. Status kepegawaian – pegawai perusahaan swasta biasa. d. Perusahaan Umum (Perum) → UU PRP 1960–Publik Corporation.pengurusan. b. Tujuan Usaha-profitable b. 3. akuntan Negara(BPKP) d. e. Perusahaan Jawatan (Perjan) → IBW Govermental Agency a. Pengusahaan. Kekayaan/permodalan – kekayaan Negara yang dipisahkan/madal dasar. e. pengurusan dan pengawasan-tidak langsung (komisaris) direksi yang diangkat pemerintah . Penguasaan. c.sebagai public purpose. Ruang lingkup usaha-usaha penting Public utility serviceasar 28. c. pilitik dan ekonomi) bagi kesejahteraan bangsa dan Negara. public ownship. dan pengawasan – pemerintah Kekayaan/permodalan – pemerintah (APBN) Status kepegawaian – PNS. Bentuk Badan Usaha Milik Negara menurut UU nomor 9/1969 tentang bentuk-bentuk Badan Usaha Milik Negara dapat diklasifikasikan menjadi 3 yaitu : 1. a. d. Ruang linkup usaha – public utility yang bersifat vital dan strategis. b. 27.

32. 37. 42. 36. 34. 41. 44. Menjelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi indonesia. 35. 30. 39. 40. 46. 47. Ruang lingkup usaha – seperti perusahann swasta biasa.TUJUAN PEMBELAJARAN 48. 38. Setelah mempelajari tahap tahap pertumbuhan ekonomi mahasiswa di harpkan mampu : 1. 45. 29. 31. 23 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Menjelaskan berapa teori pertumbuhan ekonomi 2. 33. Menjelaskan pertumbuhan ekonomi indonesia pada periode tertentu 3. 43.f.

di samping itu pendapatan nasional dapat di peroleh trunannya (dirtied measures) seperti pendapatan perkapita dan ertumbuhan ekonom.32% dan peliat V meningkat lagi meningkat lagi sekitar 7%. 57.24% pertahun dan pelita IV turun sedikit 5. termasuk reformasi dalam bidang perbankan dan penanaman modal .49.namun berkat kesigapan pemerintah meluncurkan berbagai berbagai kebijakan deregulatif berhasil memulihkan situasi yang didukung oleh kemantapan situasi pangan. 96% per tahun.kendati pada awal 1980-an sempat terjangkal oleh dampak resesi dunia. Fredrich List.adalah penganut paham Laisser Faire dan berpendapat bahwa system ini dapat menjamin alokasi sumber – sumber secara optimal. serta mengemukakan teori-teori tentang tingkat-tingkat pertumbuhan ekonomi. B.tetapi 24 | S I S T E M EKONOMI proteksi terhadap INDONESIA industri-industri tetap .Bruno Hilder. Pada abad 19 banyak ahli ekonomi yang mengalisis dan membahas.Brand.terlebih dahulu akan kita bahas beberapa teori pertumbuhan ekonomi yang dikemukakan oleh beberapa ahli. Pertumbuhan ekonomi suatu bangsa dapat di ukur agregat. A. secara istilah dapat di ukur dari pendapatan nasional. 52. 53.56%.pelita II turun rata rata 6. Pertumbuhan ekonomi Indonesia periode 25 tahun pjp tergolong tinggi selama pelita 8. Sebelum membahas tentang pertumbuhan ekonomi Indonesia. PENDAHULUAN 50. 51. 54. Ada berapa paktor factor yang memungkinkan perekonomian Indonesia tumbuh besar pesat sepanjang kurun pembangunan jangaka panjang pertama yang lalu. Pelita III menurun lagi 6. antara lain keberhasilan merehabilitasi sarana dan prsarana ekonomi pada masa pemulihan 1966-1968. pendapatan suatu bangsa harus di ukur waktu kewaktu agar dapat jadi perbandingan dengan Negara lain.Kral Bucher dan Walt Whitman Roswot.antara lain fredrich list. BEBERAPA TEORI PERTUMBUHAN EKONOMI 55. 56.

berternak. Produksi untuk kebutuhan sendiri.dimana pertukaran sudah meluas. 3.dan perdagangan. 2.karena ilmu pengetahuan dan tegnologi modern belum ada satu belum digunaka secara sistematis dan teratur. Sedangkan Karl Bucher mempunyai pendapat yang serupa walaupun tidak sama. Perekonomian uang.ini merupakan gambaran evolosi di jerman.Bruno mengemukakan 3(tiga) system didtribusi yaitu.ferdrich List menyusun tahap-tahap pembangunan ekonomi dimulai dari fase primitive biadab.tingkat produksi yang dapat dicapai masih sangat terbatas. 1.dalam 25 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA .mereka mengatakan bahwa perkembangan masyarakat atau ekonomi bukan karena sifat-sifat produksi atau konsumsinya. 1.tetapi lebih ditekankan pada metode distribusi yang di gunakan . Rostow mengartikan bahwa masyarakat tradisional sebagai suatu masyarakat yang: a.pertanian. Perekonomian kota. b. Tahapan Masyarakat Tradisional (the traditional society) 62. tetapi oleh kebiasaan yang telah berlaku secara turun temurun. Bruno Hilder adalah pengeritik Fredrich List.diperlukan.Karl Bucher mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi adalah melalui 3(tiga)tingkat yaitu.jadi barang-barang itu diprodusi untuk pasar. 2.oelh sebab itu sebagian besar dari sumber-sumber daya masyarakan di gunaan untuk kegiatan dalam sector pertanian. Tingakt produksi perkapita dan tingak produktivitas perpekerja masih sanga terbatas.pabrik.cara-cara memproduksi yang relative primitive dan sikap masyarakat serta cara hidupnya yang sangat dipengaruhi oleh nilai-nilai yang dicetuskan oleh cara pemikiran yang bukan rasional. 58. 1. Perekonomian nasional dimana peranan pedagang-pedagang tampang tampang makin penting. 61. 60.dan 3. Strukturnya fungsi produksi yang terbatas. Perekonomian kredit 59. Natural atau perekonomian barter.

Kegiatan Politik dan di pegang oleh tuan-tuan berkuasa.yaitu: a. c. 26 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA .Asia.yaitu. Kedua . b.Australia dan SelandiaBaru. denga tanpa harus merombak system masyarakat yang tradisional yang ada. b. Pembangan fasilitas/prasarana umum(social overhead capital)terutama dibidang transportasi. W.tahap prasyarat untuk lepas landas menurut Rostow dibedakan menjadi dua.dan Afrika. a. karena banyaknya orang-orang yang pindah kekota-kota(urbanisasi).yang dinamakan Rostow bom free. Revolosi teknik dibidang pertanian (teknik baru). 2.pada tahap ini dan sesudahnya pertumbuhan ekonomi akan berlaku secara otomatis. Tahapan prasyarat untuk lepas landas yang dicapai oleh Negaranegara Eropa.Kebijakan –kebijakan dari pemerintah pusat yang selalu dipengaruhi oleh pandangan tuan tuan tnah di berbagai daerah tersebut.sehingga mobilitas secara vertical dalam masyarakat sedikit sekali.karena masyarakat Negara-negara itu terdiri dari emigrant yang telah mempunyai sifat-sifat yang diperlukanoleh masyarakat untuk mancapai tahap prasyarat lepas landas.sector ini struktur sosialnya sangat bersifat herarkis.Kanada.yaitu prasyarat lepas landas yang dicapai Amerika Serikat .yang dilakukan dengan merubah struktur masyarakat tradisional yang sudah ada.Timur Tengah. 65. Tahapan Prasyarat Lepas Landas (the precondition for take off) 64.W Rostow mendefinisikan tahap prasyarat untuk lepas landas sebagai suat masalah transisi pada saat masyarakat mempersiapkan dirinya ataupun dipesiapkan dari luar untk mencapai pertumbuhan yang mempunyai kekuataiuntuk terus berkembang (self-sustain growth). Pembanguna ekonomi ini akan tercapai apabila diikuti oleh perubahan-perubahan lain dalam masyarakat. 63.

b. Adanya atau terciptanya suatu kerangka dasar politik. Sifat-sifat perubahan berbagai jenis kegiatan eknomi di dalam tahap-tahap lepas landas digolongkah atas 3 sektor pertumbuhan. Ciri-ciri tahap lepas landas yaitu: a. Adanya perkembangan beberapa sector industry dengan laju perkembangan yang tinggi. yaitu sector-sektor atau kegiatan ekonomi yang menciptakan pertumbuhan yang pesat dan menciptakan kekuatan ekspansi ke berbagai sector dalam perekonomian b.c. meningkatkan pendidikan dan keterampilan sikap masyarakat tingkat terhadap perkembangan ilmu pengtahuan sikap pengambilan resiko dan cara berkerja. Tahap lepas landas ini adalah suatu tahap interval dimana tahap masyarakat tradisional dab tahap prasyarat untuk lepas landas telah dilewati. 66. Sector pertumbuhan primer.menjadi 10 % dari produk Nasional Neto(Net National Product = NNP)→NNP= GNP –D (Penyusutan). Terjadinya saving (tabungan masyarakat). 68. 2) Potensi ekonomi ekstren (external economic) sehingga menyebabkan pertumbuhan terus-menerus berlangsung.yaitu bereaksi secara positif atas tekana –tekanan yang dating dari Negara-negara yang lebih maju. Perluasan impor yang biaya oleh hasil produksi sumber-sumber alam yang ada(termasuk penanamanmodal/investasi asing) d. 1) Kenyataan yang membuat perluasan di sector modern. 3. yaitu sector yang berkembang dengan cepat sebagai akibat langsung dari oerkembangan disektor pertumbuhan primer 27 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Adanya kenaikan dalam penanaman modal investasi(yang produktif.social dan institusional yang akan menciptakan. Munculnya kepimpinan baru yang mempunyai sifat nasionalisme yang reaktif(reactive nasionalim). c. yaitu : a. e. Tahap Lepas Landas (take off) 67.dari 5% atau kurang . Sector pertumbuhan suplementer.

Menciptakan suatu welfare state. karena berlakunya hukum kegunaan batas semakin berkurang. 71. Masyarakat secara keseluruhan merasa bosan dengan keajaiban yang diciptakan oleh industrialisasi. Memperbesar kekuasaan dan pengaruh Negara tersebut ke luar dan kecendrungan ini dapat berakhir pada penaklukan atas Negara-negara lain b. Ciri-ciri gerakan kearah kedewasaan : a. Sifat kepemimpinan dalam petusahaan mengalami perubahan c. Pada priode ini terdapat 3 macam tujuan masyarakat untuk mendapatkan sumber-sumber daya yang tersedia dan dukungan politis yaitu : a.Pada masa ini perhatian masyarakat mengarah kepada masalah yang berkaitan dengan konsumsi dan kesejahteraan masyarakat dan bukan lagi kepada masalah produksi. yaitu kemakmuran yang lebih merata kepada pendukungnya dengan cara mengusahakan terciptanya pembagian pendapatan yang lebih merata melalui system perpajakan 28 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Gerakan Ke Arah Kedewasaan (thee drive of maturity) 70. 69.c. bergerak kea rah barang-barang konsumsi yang tahan lama serta jasa-jasa. Gerakan kearah kedewasaan diartikan sebagai suatu periode ketika masyarakat secara efektif menerapkan teknologi modern dalam mengelolah sebagian besar factor-faktor produksi dan kekayaan alamnya. Leading sector. 4. Kematangan teknologi (technological maturity) dimana struktur dan keahlian tenaga kerja mengalami perubahan b. Sector pertumbuhan terkait yaitu sector kegiatan ekonomi yang berkembang sejalan dengan kenaikan pendepatan penduduk dan produksi sector pertanian. 5. Kedewasaan adalah tingkat dimana suatu perekonomian menunjukan kapasitas untuk bergerak melampaui industry-industri dasar yang telah memberikan kekuatan pada periode take off untuk mengabsorsir serta menerapkan secara efisien hasil perkembangan teknologi modern. 72. Masa Konsumsi Tinggi (The Age of high mass consumtion) 73.

Sejak kemerdekaan pada tahun 1945. dan bervariasi?” Kuznets juga mencatat kemiripan dan perbedaan teori Rostow dengan teori Karl Marx. yaitu : “Bagaimana mungkin suatu desain sesderhana dapat menjadi suatu rangkuman deskripsi atau klasifikasi analitik dari suaru perubuahan historis yang beraga.yang progesif. Kesamaannya antara lain : 1. rumah keluarga secara terpisah (single family homes) dan juga barang-barang konsumsi tahan lama serta barang-barang mewah. masa orde lama. sosial dan budaya. Kedua teoti menginterprestasikan evolusi sosial khusus sector eknomi 2. masa orde baru. 76. 82. 74. 77. Indonesia telah memeperoleh banyak pengalamanan politik dan ekonomi 29 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . dalam system perbaikan seperti ini makin besar pendapatan maka makin besar pajaknya. PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA. 84. Kedua ekonomi tersebut telah mencoba mengeksploitasi permasalahan dan konsekuensi dari pembangunan sosial yang dilakukan 3. 81. 85. 83. Sampai saat sekaranf (masa reformasi). Mempertinggi tingkat konsumsi masyarakat di atas konsumsi dasaryang sesderhana ata makanan. 78. c. Pakaian.Kritik terhadap teori Rostow dikemukakan oleh Simon Kuznets (1989) dengan pernyataan kritis. 79. 80. Kedua menyadari bahwa perubahan system ekonomi pada dasarnya merupakan konsekuensi logis dari perubahan yang terjadi di bidang politik. C. 86. 75.

Memerangi inflasi. 30 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Buruknya kondisi prasarana perekonomian serta penurunan kapasitas produksi dan sector industry dan ekspor. 92. ketika itu laju inflasi naik 33 % (diukur dengan indeks biaya hidup di Jakarta). Pada tahun 1960-1961 meningkat laju inflasi mencapai 650 %. a. Masa Orde Baru (1966-1997) 90. Mencukupkan stok cadangan bahan pangan terutama beras. 89. Menghadapi keadaan perekonomian yang sedimikian rupa pemerintah peralihan menetapka beberapa prorialitas kebijakan ekonomi sebagai berikut .9 % (1952-1958) turun menjadi 1. e. 2. penerimaan defisa ekspor hanya setengah dari pengeluaran impor barang dan jasa. c. Mengundang kembali infestor asing. 91. dimana laju infasi rata-rata 223. Besaran mencapai angka 40 % pada tahun 1958. Kecepatan laju INFLASI mencapai 30 – 40 % perbulan.5 % (1955-1960). Mengrehabilitasi prasarana perekonomian Meningkatkan ekpor Menyediakan atau Menciptakan lapangan kerja. Ketidak mampuan Pemerintah untuk memenuhi kewajiban hutang luar negeri US $ 2 milyar biaya b.1. Ketidak mampuan pemerintah mengendalikan anggaran belanja dan pemunutan pajak. f.9 % (1960-1965). d.Perilaku kenaikan harga secara egresif sudah terlihat pada tahun 1955. d. b. c. e. dampaknya ketidakstabilan kehidupan politik dan seringnya pergantian Kabinet. Masa Orde Lama (1945-1966) 87. 88.Pada masa peralhan orde lama ke orde baru ditandai kondisi ekonomi yang tidak menentu antara lain : a. Pertumbuhan ekonomi yang cukup baik dengan laju pertumbuhan 6.Pada masa ini perekonomian berkembang kurang baik.

Masa Orde Baru (1966-1997) 98. 2.Pada pelita II (1974-197) 1. . 94. 97. 95. Namun sejak pelita III (1979-1984) hingga Pelita VI (1994-1999) urutan preoritasnya menjadi : 1. Pemerataan Hasil Pembangunan. Pada masa ini perekonomian ditandai dengan krisis moneter yang ditandain dengan krisis moneter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang sampai saat ini belum menunjukkan tanda-tanda 31 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA .Trilogi Pembangunan pada pelita I (1969-1974) : 1.Abdul Rahman Wahit juga tidak lama 18 bulan (Juni 2001) dan digantikan oleh Mega Wati Soekarno Putri. 3. Program ekonomi jangka pendek meliputi: Tahap peyelamatan (Juni – desember 1966) Tahab rehabilitasi (januari – juni 1967) Tahap konsolidasi (Juli – Desember 1967) Tahapstabilisasi (Januari – Juli 1968) Lahirlah rejim pemrintahan reformasi yang dipimpin oleh Presiden BJ Habibi sampai dengan pemilihan umum dan siding umum MPR bulan 1999 kemudian KH. Stabilitas perekonomian. Ketiga sasaran tersebut dikenal dengansebutan “Tri Logi Pembangunan” yaitu : . d. b. Pertumbuhan ekonomi. a. 3. 3. Stabilitas Perekonomian. Pemerataan hasil pembangunan. Pada masa pemerinthan orde baru pelaksanaan pembangunan senantiasa diarahkan pada pencapaian 3 sasaran pembangunan. 2. Pertumbuhan ekonomi. 2. Stabilitas Perekonomian. 96. meskipun preoritas nya berubah-ubah sesuai dengan masalah dan situasi yang dihadapi saat ini.93. Pertumbuhan ekonomi. 3. c. Pemeratan hasil pembangunan.

341. hotel dan restoran minus 0. 102. Faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak terlepas daripermasalahan kesenjangan dalam pengelolaan perekonomian.pemulihan. 32 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Tahun 1998 hampir seluruh sector mengalami pertumbuhan negatib. Pertanda pemulihan ekonomi Indonesia.376.11%: sector perdagangan. 101.01%. hal ini berbeda dengan kondisi ekonomi pada tahun 1999 dari Sembilan sector dihitung dalam PDB ternyata masih ada 4 sektor yang mengalami pertumbuhan negative tahun 1999.34% dan sub sector sewa bangunan minus 6. persewaan dan jas perusahaan minus 8. Dan ukuran lain yang digunakan lain yang digunakan untuk melihat kinerja pemerintah adaah perkapita income dan dolar. Perhitungan PDB tahun 1993 laju pertumbuhan perekonomian tahun 1999 adalah sekitar 0.35%. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERTUMBUHAN EKONOMI INDONESIA. Walaupun ada pertumbuhan perekonomian sekitar 6% tahun 1967 dan 5.23% dan pertumnuhan tanpa migas sebesar 0.67%. 343 triliun.5% tahun 1998 dimana inflasi sudah diperhitungkan namun laju inlfasi masih cukup tinggi yaitu rata-rata sekitar 10%. sector tersebut antara lain sektor pertambangan dan pengalihan pertumbuhannya minus 0. 99. D. Menurunya laju pertumbuhan sector keuangan. 103.376 triliun dan tanpa mihas sekitar Rp.9 triliun dan tanpa migas menjadi Rp. persewaan dan jasa perusahaan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan laju pertumbuhan sub sector perbankan yang tercatat minus 17. Tahun 1999 pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi positip. Nilai PDB atas dasar harga konstan 1993 tahun 1998 adalah sekitar Rp.8 triliun dan pada tahun 1999 diperkirakan meningkat menjadi Rp.72%: dan sector keuangan. Untuk meningkatkan kinerja sector riil kita masih memerlukan waktu 3-5 tahun untuk benarbenar tangguh. 100.

semakin menyebabkan kemungkinan pertumbuhan ekonomi yang kuat menggembirakan bagi bangsa Indonesia. 4. Factor kebijakan Moneter dan Infasi yaitu kebijakan terhadap nilai tukar rupiah dan tingkat suku bunga ini juga harus antisipatif dan dapat diterima pasar. Adapun factor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi Indonesia secara umum: 1. yaitu harus mampu memanfaatkan tenaga kerja yang ada. 2.para pemilik modal besar mendapatkan kesempatan yang luas di bandingkan pengusaha kecil dan menengah yang serba kekurangan modal. 108. 33 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Factor keuangan Negara yaitu berupa kebijakan fiscal yang konstruktif dan mampu membiayai pengeluaran pemerintah (tidak deficit). 105. yaitu dengan membuat kebijakan investasi yang tidak rumit dan berpihak pada pasar. 106. dan penggunaan bahan baku industry dalam negeri semaksimal mungkin. 110. harus surplus sehingga mampu meningkatkan cadangan devisa dan menstabilkan nilai rupiah. Faktor Investasi. Disamping itu pertumbuhan perekonomian dan perdagangan internasional juga memberikan dampak yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia. Ketidak pastian perekonomian dan perdagangan dunia yang semakin meningkat. 5. Dan akses mendapatkan bantuan modal ke perbankan lebih memihak kepada pengusaha besar dibanding pengusaha ekonomi lemah. 109. 3. 104. Faktor perdagangan Luar negeri dan Neraca Pembayaran. 107. Factor produksi.

2. Menjelaskan struktur perekonomian yang ada 127. A. yaitu sistem kapitalis dan sosialis.111. Setelah mempelajari tentang perubahan struktur ekonomi pada Bab IV para pembaca atau mahasiswa diharapkan mampu : 125. 122. 114. yang di sesuaikan dengan falsafah bangsa Indonesia. Menjelaskan perubahan struktur perekonomian Indonesia 129. 120. 123. 4. 1. PENDAHULUAN 130. 34 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Sistem ekonomi suatu negara sebagai bagian dari supra sistem kehidupan. Menjelaskan struktur perkonomian Indonesia 128. TUJUAN PEMBELAJARAN 124. 116. 117. 131. berkaitan erat dengan sistem sosial lain yang berlangsung di dalam masyarakat. 113. Menjelaskan beberapa teori terjadinya perubahan struktur ekonomi 126. 3. sehingga struktur perekonomian Indonesia adalah ekonomi kerakyatan. 121. 118. Sistem ekonomi kerakyatan merupakan adopsi dari kedua sistem ekonomi. 112. 119. 115.

132. yang mengalami transformasi dari pertanian tradisional (subsiten) ke sektor industri sebagai mesin utama pertumbuhan ekonomi. tinjauan penyelenggaraan kenegaraan. 136. Mengasumsi bahwa perekonomian suatu negara pada dasarnya terbagi menjadi dua. Ada dua teori utama yang umum digunakan dalam menganalisis perubahan struktur ekonomi. yakni dari Arthur Lewis tentang teori migrasi dan Hollis Chenery tentang teori transportasi struktural. 134. Struktur ekonomi tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut tinjauan antara lain tinjauan makro-sektoral. Teori Chenery. di kenal dengan teori pattern of development. STRUKTUR PEREKONOMIAN INDONESIA 142. dimana dalam teori ini memfokuskan pada perubahan struktur dalam tahapan proses perubahan ekonomi di negara sedang berkembang. Teori Lewis pada dasarnya membahas proses pembangunan ekonomi yang terjadi di daerah pedesaan dan daerah perkotaan. 141. 139. B. 133. 137. Kerangka pemikiran Chenery pada dasarnya sama seperti teori model Lewis. PERUBAHAN STRUKTUR EKONOMI 138. yaitu perekonomian tradisional di pedesaan yang didominasi sektor pertanian dan perekonomian modern di perkotaan dengan industri sebagai sektor utama. 35 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . 135. 140. C. tinjauan keuangan. dan tinjauan birokrasi dan pengambilan keputusan.

Setelah mempelajari perencanaan pembangunan ekonomi pada Bab V ini para pembaca atau mahasiswa diharapkan mampu : 158. Struktur Ekonomi dari Tinjauan Penyelenggara Kenegaraan 147. 2. PENDAHULUAN 162. 1. yaitu : 144. 156. 3. 152. Struktur Ekonomi dari Tinjauan Birokrasi Pengambilan Keputusan 148. 154. 161. Y Dior dalam bukunya “The Planning Process” mengatakan bahwa “perencanaan adalah suatu proses penyiapan seperangkat keputusan untuk dilaksanakan pada waktu yang akan datang yang diarahkan pada 36 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . TUJUAN PEMBELAJARAN 157. Struktur Ekonomi dari Tinjauan Keruangan 146. 155. 4.143. Menjelaskan perencanaan pembangunan yang pernah dibuat oleh bangsa Indonesia. 2. Struktur perekonomian menurut Dumairy (1996) dapat di lihat dari berbagai sudut tinjauan. 160. Menjelaskan arti pentingnya perencanaan pembangunan. 151. 3. 153. 1. A. Menjelaskan perbedaan dan persamaan perencanaan pembangunan yang ada. 163. 150. Struktur Ekonomi dari Tinjauan Makro-Sektoral 145. 149. 159.

Panitia Pemikir Siasat Ekonomi berhasil memerlukan suatu dokumen perencanaan yang disebut “Dasar Pokok Plan Mengatur Ekonomi Indonesia” Hal ini merupakan awal dari serangkaian perencanaan pembangunan di Indonesia seperti Rencana Kasimo (1948-1950). 170. 168. yaitu “planning is the exercise of intellegece to deal with facts and situations as they are and find s way to solve problems”. PERENCANAAN PEMBANGUNAN DI INDONESIA 171. 3. 165. Berhubungan dengan hari depan. Rencana Pembangunan Lima Tahun selama PJP I 37 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Perencanaan sering disusun karena situasi tertentu untuk memecahkan suatu masalah tertentu dan pada waktu tertentu pula Nehru mendefinisikan perencanaan secara sederhana dan pragmatis. perhitungan akurat yang tidak ambisius. dan 166. 2. 173. Artinya faktor-faktor sosial politik ekonomi. B. Dirancang untuk mencapai tujuan tertentu. 172. Menyusun seperangkat kegiatan secara sistematis. Sejarah perencanaan Pembangunan di Indonesia sejak tahun 1945 hingga kini mengalami berbagai perkembangan sejalan dengan tingkat stabilitas politik dan keamanan. pelaksanaan koordinasi dan sinkronisasi yang baik. serta pembiayaan yang memadai. 169. 167. Rencana Pembangunan Semesta Berencana (1961-1969). pengawan yang kontinyu. 1. merupakan hal yang sangat mempengaruhi keberhasilan perencanaan pembangunan suatu negara. Rencana Pembangunan Lima Tahun (1956-1960). Rencana Urgensi Perkembangan Industri dan Industri Kecil (1951-1952).pencapaian sasaran tertentu”. Dengan definisi tersebut berarti berarti perencanaan mempunyai unsur-unsur sebagai berikut : 164.

Transmigrasi 38 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . 176. 1993/1994 = 5 Pelita). dan sekarang Program Pembangunan Nasional atau Propenas (2000-2004). tertanggal 12 April 1947. Ir. Soemitro Djojohadikusumo. dan 181. Program-program yang telah direncanakan tersebut akan dicapai melalui kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 1. 1. PLAN MENGATUR EKONOMI INDONESIA (1947) 175. Meningkatkan standar hidup masyarakat. dan A. Syafroeddin Prawironegoro masing-masing sebagai wakil ketua. Dr. dan 3. 182. kehutanan. Penetapan upah minimum b. minyak dan logam. Gani. 3/1947. 179. memutuskan untuk membentuk panitia ahli yang diberi nama Panitia Pemikir Siasat Ekonomi. Memperbaiki organisasi ke dalam melalui a. barang-barang modal. Meningkatkan kecerdasan bangsa. Memajukan Perdagangan Internasional. Kasan Moetalib.d. 174. Muhammad Roem. 4.K. dilanjutkan Repelita VI (1994/951998/99). Samsoedin. 2. Penetapan Presiden (Penpres) No. Alfian Yoesoef Helmi dan seorang ahli Statistik. Perbaikan perumahan rakyat c. Meningkatkan ekspor yang diprioritaskan pada hasil perkebunan. Dilengkapi Sekeretariat Panitia Pemikir yang beranggotakan Dr. Dr. Ir. barang-barang keperluan lainnya. C. Mengintensifkan usaha produksi. 180. Meningkatkan impor barang-barang sasndang. 2. Panitia ini diketuai oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Program-program yang direncanakan dalam Plan Mengatur Ekonomi Indonesia bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat yang merata melalui : 178. Ong Eng Die. 177. Dr. alat-alat transportasi dan perhubungan.(1969/70 s. 3.

Setiap Desa harus menyiapka ladang persemian bibit unggul. g. e. bendungan. Misalnya. Masalah yang sangat mendesak dan perlu segera ditanggulangi adalah penyediaan pangan. 188. yaitu rencana produksi jangka menengah (3 tahun) dari tahun 19481950. Pada Kabinet Amir Sjarifoedin . Peningkatan pembangunan jalan dan kereta api baru. i. Dalam hal ini ini Kasimo merencanakan melalui usaha ekstensifikasi dengan menggunakan bibit unggul. 186. Tenaga listrik. 184.d. Usaha peningkatan produksi peternakan ditempuh dengan melarang penyembelihan dan penggunaan ternak yang tidak perlu. f. Kasimo menyusun rencan pertama yang berdimensi waktu. 190. maupun usaha ekstensifikasi di daerah-daerah yang masih banyak terdapat “lahan tidur”. D. dan pelabuhan Industrialisasi Tambang dan minyak tanag Industri pertanian Pertanian dan perikanan Penanaman hutan Pelayaran dan perhubungan antar pulau 183. J. h.RENCANA KASIMO (1948-1950) 185. I. j. RENCANA URGENSI PERKEMBANGAN INDUSTRI DAN INDUSTRI KECIL (1951-1952) 189. 187. Menteri Muda Kemakmuran. E. menyarankan agar tanah-tanah kosong di Sumatera Utara (dahulu Sumatera Timur) ditanami dan menggalakkan intensifikasi di Jawa dengan menanam bibit unggul. Konsep dasar rencana ini meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut : 39 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA .

c. 4. Mengorganisasikan penjualan hasil dan pembelian bahan mentah bersama 197. 195. Dalam melaksanakan tugas.RENCANA PEMBANGUNAN LIMA TAHUN (1956-1960) 198. 1. b. F. 196. Mendirikan perusahaan-perusahaan industri besar pada sektor- sektor yang di pandang penting dengan biaya pemerintah dan swasta. Menambah pinjaman kepada perusahaan kerajinan rumah tangga dan industri kecil untuk memperkuat kedudukan ekonomi mereka dan memungkinkan meningkatkan mekanisme perusahaan. telah didirikan induk-induk perusahaan yang berfungsi untuk : a. Dengan mempertimbangkan pengalaman dan kegagalan pelaksanaan perencanaan di masa sebelumnya. 2. Dengan Peraturan Pemerintah Nomor 2 tahun 1952 dibentuk Dewan Perancang Negara. 199. Biro Perancang Negara dalam periode Perdana Menteri Juanda berhasil mencanangkan dan menyusun rencan pembangunan jangka menengah 40 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . maka kebutuhan sebuah badan khusus yang berkewajiban menyusun perencanaan sosial ekonomi di Indonesia. 3. 192.191. Memperbaiki kualitas industri kecil Mengorganisasikan teknik produksi yang lebih baik Membuat standardisasi kualitas Memperkenalkan bentuk-bentuk organisasi baru yang lebih efisien Memberi pemahaman tentang organisasi dan kopersi kepada para pengusaha f. d. 194. 193. e. Mendirikan induk-induk perusahaan dengan bantuan langsung dari pemerintah pada pusat-pusat industri di daerah agraria. Memperbaiki dan memperkuat balai-balai penelitian dan pendidikan untuk mempercepat perkembangan industri. Untuk membantu industri-industri kecil.

Hasil kerja Dewan perancang nasional disampaikan kepada Dewan Menteri (Pemerintah) untuk kemudian diajukan kepda Dewan Perwakilan Rakyat. Pembangunan Semesta Berencana adalah rencana jangka menengah terpanjang dalam sejarah perencanaan pembangunan di Indonesia dengan jangka waktu 8 tahun. 206. Dengan UU Nomor 80 tahun 1958 dibentuklah Dewan Perancang Nasioanal (Depernas) yang pelaksanaannya ditetapkam dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 1 tahun 1959. 205. 2. 209. Dewan Perancang Nasional (Depernas) 203. 200. 204. G. Sebagai pengganti Dewan Perancang Nasioanal dibentuk Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang 41 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Tugas Dewan Perancang Nasional adalah mempersiapkan rancangan UU Pembangunan Nasioanl yang berencana dan menilai penyelenggaraan pembangunan.pertama yang disebut Rencana Pembangunan Lima Tahun (RPLT) 19561960. Rencana pembangunan yang akan disusun oleh Dewan Perancang nasional bersifat menyeluruh (Overall Planning). GARIS-GARIS BESAR POLA PEMBANGUNAN NASIOANAL SEMESTA BERENCANA TAHAPAN PERTAMA (1961-1969) 201. Tujuan Pembangunan Nasional Semesta Berencana adalah untuk menciptakan masyarakat Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila (waktu itu disebut masyarakat sosialis ala Indonesia). 202. Rencana Pembangunan Semesta Berencana Tahap Pertama (1961-1969) 207. 1. 208.

211. Membenahi bidang harga k. b. f. dan rencana pembangunan semesta berencana berakhir dengan kegagalan. Penyederhanaan dan penyempurnaan aparatur pemerintah. Bahkan untuk menanggulangi masalah tersebut pemerintah melakukan senering nilai rupiah dari Rp1.kita kenal sampai sekarang. PEMBANGUNAN JANGKA PANJANG TAHAP PERTAMA (PJP I) DAN KEDUA (PJP II) 213. e. 214.000. c. dengan mengambil berbagai tindakan antara lain : a. H. d. pembangunan nasioanl semesta berencana menemui berbagai hambatan. Meningkatkan penerimaan pajak Penghematann pengeluaran pemerintah Penyehatan perkreditan Penangguhan utang-utang luar negeri Mengusahakan kredit-kredit luar negeri Mengusahakan devisa pemerintah secara rasional Meningkatkan ekspor Memperbaiki sistem impor dan peningkatan penerimaan negara dari bea masuk impor j.00 pada bulan Desember 1965. Tahap pertama yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru adalah usaha rehabilitasi dan stabilisasi perekonomian Indonesia.00 menjadi Rp1. melalui Penetapan Pemerintah RI Nomor 12 tahun 1963. antara lain inflasi dalam negeri yang tidak terkendali. akibat pengeluaran untuk proyek-proyek yang kurang produktif dari segi ekonomi. Tarif dan subsidi di bidang moneter 42 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . g. Keadaan ini di perparah oleh pemberontakan G-30-S PKI yang memporak-porandakan seluruh sistem perekonomian. i. Walaupun ada penyempurnaan kelembagaan di bidang perencanaan namun dalam pelaksanaannya. 210. h. 212.

Situasi yang kondusif ini mendorong dirintisnya perencanaan-perencanaan yang lebih terkoordinasi dan teratur. 4. Kestabilan politik dalam negeri yang mendukung Kestabilan keamanan Perencanaan disusun oleh orang-orang yang ahli dibidangnya Perencanaan yang realistis. yang disebut juga sebagai Pembangunan Jangka Panjang Tahap Pertama (PJP I). Usah a-usaha rehabilitasi dan stabilitasi ekonomi (1966-1968) menampakkan hasil terutama dalam pengendalian laju inflasi. 220. Perencanaan yang transparan dan dapat diterima oleh masyarakat.1994/1995). Sejak itu dimulai Penyusunan Repelita 1 (1969-19701974/1975) sampai dengan repelita V (1989/90. 218. 219. 3. 216. Dan Repelita VI (1994/95-1999/2000) sampai dengan Repelita X (2019/202023/24) yang disebut Pembangunan Jangka Panjang Kedua (PJP II). 217. Perencanaan disusun tidak hanya dari atas kebawah (top down). Perencanaan diikuti dengan sistem pemantauan dan pengawasan yang terus-menerus 8. yang disesuaikan dengan kemampuan sumber daya dan dana 5. Koordinasi yang baik antara perencanaan pusat dan daerah 6. Tetapi dari bawah ke atas (bottom up) 7.215. I. Fakto r-faktor yang memungkinkan keberhasilan perencanaan pada masa Orde Baru ini adalah : 1. 43 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . 2. PROGRAM PEMBANGUNAN NASIONAL (PROPENAS) 222. 221.

Perwujudan kesejahteraan rakyat ditandai oleh meningkatnya kualitas kehidupan yang layak dan bermartabat serta memberi perhatikan utama pada tercukupinya kebutuhan dasar. berdaya saing. berbasi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang produktif. Yaitu : 1. dengan mengembangkan sistem ekonomi kerakyatan yang bertumpu pada mekanisme pasar yang berkeadilan. menengah dan koperasi. 224. 226. dimana kekuatan ekonomi rakyat dikembangkan menjadi tulang punggung pembangunan ekonomi nasional. yaitu pangan. Hal ini sejalan dengan GBHN 1999-2004 yang telah mengamanatkan bahwa perekonomian dibangun berlandaskan sistem ekonomi kerakyatan. sandang. dan 3 diantaranya prioritas dibidang ekonomi. kecil. berwawasan lingkungan dan berkelanjutan 2. aran Pelaj penting pada masa krisis ekonomi adalah pentingnya mengintegrasikan nilai keadilan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari cita-cita untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. 227. Pemerintah baru ini menyususn Program Pembangunan Nasional (PROPENAS) berdasarkan GBHN tersebut dengan 12 Misi. 225. papan. mandiri.223. 44 | S I S T E M EKONOMI INDONESIA . Perwujudan lingkungan daerah dalam rangka pengembangan daerah dan pemerataan pertumbuhan dalam wadah Negara Kesatuan RI 3. kesehatan. Pemberdayaan masyarakat dan seluruh kekuatan ekonomi nasioanal terutama bagi pengusaha mikro. pendidikan dan lapangan kerja. maju.