You are on page 1of 7

Antibiotika atau antimikroba ialah zat-zat yang dihasilkan oleh

suatu mikroba, terutama golongan fungi (jamur), yang dapat menghambat
atau membasmi mikroba jenis lain. Suatu obat antibiotika yang ideal
menunjukan toksisitas yang selektif. Istilah ini berarti bahwa obat tersebut
harus bersifat sangat toksis untuk mikroba, tetapi relatif tidak toksis
(dalam konsentrasi yang dapat ditoleransi) terhadap hospes (Setiabudi,
1995).
Kombinasi obat dapat berupa satu sediian obat yang mengandung
sekurang-kurangnya dua senyawa aktif dalam perbandingan yang tetap
dan masing-masing senyawa aktif mempunyai peranan pada keseluruhan
efektivitas terapi. (Wattimena,1991).
Pemilihan penggunaan kombinasi obat untuk terapi dan bukan obat
tunggal sering merupakan sesuatu yang kontroversial. Kelebihan
kombinasi obat dibandingkan dengan sediaan obat yang mengandung
hanya satu senyawa aktif diharapkan berupa peningkatan efek terapi,
berkurangnya kemungkinan muncul reaksi yang merugikan atau
mengganggu pemakaian dan harga obat yang lebih murah.
Kelemahan dari penggunaan kombinasi obat dibandingkan dengan
sediaan yang mengandung hanya satu senyawa aktif rasio dosis yang tidak
dapat dikendalikan; dalam kombinasi terdapat senyawa aktif dengan
potensi yang rendah hanya sedikit atau tidak ada kontribusi kepada efek
terapi, atau dalam kombinasi terdapat senyawa aktif yang sebenarnya
menghambat efektivitas senyawa aktif utama. Akibat-Akibat yang
disebabkan oleh kombinasi suatu antibiotik dapat merupakan suatu
modifikasi efek farmakologi antara lain meliputi sinergis, antagonis, aditif
atau efek baru yang tidak terjadipada pemberian masing-masing.
Kemungkinan kombinai antibiotik dapat berupa kombinasi yang
diperbolehkan atau kombinasi yang tidak dianjurkan.efek sinergis terjadi
bila

campuran

obat

atau

obat-obatan

yang

diberikan

bersama

menimbulkan efek yang merupakan jumlah dari efek masing-masing obat

mempermudah . kloramfenikol. Sinergisme Yaitu aksi gabungan lebih besar dari jumlah efek dari kedua zat tersebut bila bekerja sendiri-sendiri. Kelompok bakteriostatik adalah menghambat pertumbuhan dan perkembangan baketri (kelompok tetrasiklin. Efek atau aktifitas yang dihasilkan dari kombinasi senyawa aktif tersebut berupa: a. sefalosporin. Antagonis kompetitif seperti halnya agonis. 2006) Dari segi daya kerjanya. Efek sinergis dari kombinasi antibiotic dapat muncul. Antibiotic seperti penisilin. maka menurut hukum kerja massa masing-masing dapat mengusir yang lain dari reseptor akibat kenaikan konsentrasi dari salah satu senyawa.secara terpisah pada pasien atau menghasilkan efek yang lebih besar dari sekedar efek aditif saja terhadap kuman tertentu. antibiotic dapat dibedakan dalam kelompok antibiotic bakteriostatik dan antibiotic bakterisid. Beberapa contoh dari kombinasi yang sinergis ialah kombinasi penisilin atau sefalosporin dengan aminoglikosida.berkaitan dengan reseptor tertentu.eritomisin dan linkomisin) sedangkan bakterisid adalah bekerja mematikan bakteri tersebut (penisilin dan derivatnya.akan tetapi berbeda dengan agonis senyawa ini tidak mampu menimbulkan aktivitas intrinsik. bila antibiotic yang terdapat didalam kombinasi bekerja pada dua lokasiyang ebrbeda dalam organisme yang mencangkup rute metabolic yang sama ataupun berlainan. Antagonis adalah senyawa yang menurunkan atau mencegah sama sekali efek agonis. Pada umumnya dua antibiotic yang bersifat baktersid bila dikombinasikan akan bekerja sinergis. (Stringer.1991). basitrasin.senyawa ini memiliki afinitas tehadap reseptor. vankomisin yang aktif bekerja menghambat sintesis dinding sel bakteri. Karena agonis dan antagonis kompetitif bersaing pada reseptor yang sama yang disebut bersaing pada tempat kerja. polimiksin dam rifampisin) (Wattimena. kelompok aminoglikosida.

hal ini justru akan melumpuhkan kerja penisilin sebagai inhibitor sintesis dinding sel yang membutuhkan pertumbuhan aktif mikroorganisme untuk dapat bekerja.dkk. Bila sesuatu mikroorganisme kebetulan peka untuk kloramfenikol yang menghambat pertumbuhan bakteri. b. Ganiswarna. Antibiotika kombinasi diberikan apabila pasien:  Pengobatan infeksi campuran . Kombinasi antibiotic ini dapat bersifat sinergis atau antagonis. Aditif Yaitu aksi gabugan dimana sama dengan jumlah aksi kedua zat tersebut bekerja sendiri-sendiri.antibiotic aminoglikosida memasuki sel mikroorganisme. c. Antibiotika ataupun antimikroba sering diberikan kepada pasien sebagai kombinasi untuk mengatasi infeksi.1995).. Antagonis Yaitu terhambatnya pertumbuhan satu spesies mikroorganisme oleh yang lain bila satu organisme menimbulkan pengaruh buruk terhadap lingkungan organisme lain. seperti kombinasi penisilin dengan kloramfenikol untuk menangani infeksi campuran di rongga perut. Contohnya adalah kombinasi antibiotic bakterisid dengan bakteriostatik. berinteraksi dengan ribosom dan menghambat sintesis protein mikroorganisme tersebut. contohnya kombinasi antibiotic bakteriostatik dengan bakteriostatik. 1987. sebagai contoh dijelaskan diatas antibiotic golongan aminoglikosida bekerjasinergis dengan antibiotika golongan penisilin (Wattimena.

Bakteri Escherichia coli dapat menyebabkan terjadinya infeksi pada saluran kemih. Merupakan obat pilihan untuk pengobatan demam tifoid salmonella sp. Kloramfenikol Kloramfenikol digunakan sebagai antibiotik bersifat bakteriostatik dan mempunyai spektrum luas. Kloramfenikol Streptomyces venezuelae yang akut pada pertama yang disebabkan oleh awalnya diisolasi kalinya diisolasi dari oleh Burkholder pada tahun 1947 dari contoh tanah yang diambil dari Venezuela. berbentuk batang. Batas-batas suhu untuk pertumbuhannya ialah 8 C° ° 46 C. bersifat ° anaerob fakultatif.2001) 1. Pengobatan pada infeksi berat yang belum jelas penyebabnya  Efek sinergis  Memperlambat resistensi Deskripsi Bakteri Escherichia coli Bakteri ini termasuk bakteri Gram negatif.1990). sedangkan tumbuh sangat baik pada suhu 37 C (Chatim. diare dan meningitis (radang membran pembungkus otak). yang metodenya relatif lebih sederhana dan biayanya lebih murah. sekarang telah dapat dibuat melalui sintesis total.1994 dan Dwidjoseputro. (Brooks. Kloramfenikol efektif terhadap riketsia dan konjungtivitis akut yang .

2001. karena sintesis dinding sel terganggu maka bakteri tersebut tidak mampu mengatasi perbedaan tekanan osmosa di luar dan di dalam sel yang mengakibatkan bakteri mati (Wattimena. Dalam air kelarutannya 1g/ml. 1995).1987). Tetrasiklin . telinga bagian tengah yang disebabkan Streptococcus pneumoniae (Brooks. Wattimena. Ampisilin merupakan derivat penisilin yang merupakan kelompok antibiotik β –laktam yang memiliki spektrum antimikroba yang luas. Ampisilin Ampisilin berupa serbuk hablur. Ampisilin digunakan untuk infeksi pada saluran urin yang disebabkan oleh Escherichia coli dan juga untuk infeksi saluran pernafasan. dalam etanol absolut 1g/250ml dan praktis tidak larut dalam eter dan kloroform (Wattimena. 3. termasuk Pseudomonas sp kecuali Pseudomonas aeruginosa. Ampisilin efektif terhadap mikroba Gram positif dan Gram negatif. putih dan tak berbau.disebabkan oleh mikoroorganisme. 1987) Mekanisme kerja ampisilin yaitu menghambat sintesis dinding sel bakteri dengan cara menghambat pembentukan mukopeptida. Senyawa ini juga efektif untuk pengobatan infeksi berat yang disebabkan oleh bakteri gram positif dan gram negative (Siswandono dan Soekardjo. 1987). 2.

J. Berkala Ilmiah Biologi. McGraw-Hill Companies Inc:45365 Chatim dan Suharto. yaitu tetrasiklin menghambat masuknya aminoasil-tRNA ke tempat aseptor A pada kompleks mRNA-ribosom. sehingga menghalangi penggabungan asam amino ke rantai peptide (Istriyati. Jakarta: Binarupa Aksara. Edisi Revisi. sterilisasi dan Disinifeksi dalam Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Antibiotik ini diketahui dapat menghambat kalsifikasi dalam pembentukan tulang. Butel.Tetrasiklin adalah salah satu antibiotik yang dapat menghambat sintesis protein pada perkembangan organisme. Edisi Revisi. 22ed.1994. 2001. Volume 5. Mekanisme kerja penghambatannya.. Juni 2006.F. Tetrasiklin diketahui dapat menghambat sintesis protein pada sel prokariot maupun sel eukariot. Pengaruh Pemberian Tetrasiklin Pada Induk Mencit . Mycobacteriaceae in Jawetz Medical Microbiologi.) Terhadap Struktur Skeleton Fetus. Bina rupa Aksara. Nomor 1. halaman 45-50 Brooks. and Morse S. Sterilisasi dan Disinfeksi.. 1994. 2006). Bejo Basuki.S.A. (Mus musculus L. G. 2006. Chatim. Buku Ajar Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta. Istriyati .

H. J. 2006. Kimia Medisinal. 1987. Surabaya: Penerbit Airlangga University Press Stringer.S. 1995. V. A. New York:Mc Graw Wattimena. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Siswandono dan Soekardjo.L. Bogor: Laboratorium Bioteknologi Kultur IPB-Direktorat Jaringan Tanaman Jenderal Pendidikan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan PAU Tinggi .Setiabudy. Edisi Keempat. G. Basic Concepts in Pharmacology. Diktat zat Pengatur Tumbuh Tanaman. 1995. R & Gan. Pengantar Antimikroba dalam Farmakologi dan Terapi.