You are on page 1of 21

FAKTOR PEMENGARUH MENYIMAK

Untuk memenuhi salah satu tugas menyimak
Dosen: Haerudin,M.P.d

Disusun Oleh:
Nama: Aprijal Wiguna
Nim: 1688201121
PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA
FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN DAN KEGURUAN UNIVERSITAS
MUHAMMADIYAH TANGERANG
2016

1

KATA PENGANTAR
Puji syukur marilah kita panjatkan kepada ALLAH SWT. yang telah memberikan kita
beribu-ribu nikmat diantaranya, nikmat iman,islma, dan sehat wal’afiat. Dan tidak lupa pula
solawat serta salam marilah kita limpahkan kepada banginda besar kita ialah nabi
MUHAMMAD SAW. yang telah membawa kita dari zaman kegelapan sampai zaman terang
menerang seperti ini. Alhamdulillah saya diberikan hidayah atau taufiq kemudahan untuk
menyelesaikan tugas makalah individu ini yang berjudul “FAKTOR PEMENGARUH
MENYIMAK“.
Saya berterima kasih kepada bapak Haerudin,m.pd selaku dosen mata kuliah
menyimak. Yang telah memberikan tugas ini. Saya berharap makalah ini berguna untuk
menambah ilmu dan wawasan, serta pengatahuan mengenai faktor pemengaruh menyimak.
saya juga menyadari sepenuhnya bahwa didalam makalah ini banyak sekali kekurangan dan
kesalahan dan jauh dari kata sempurna. Semoga makalah ini dapat dipahami dengan baik.
Sebelumnya saya mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang kurang
berkenan dan saya memohon kritik nya. Karna itu berpengaruh bagi saya agar saya bisa
menjadi lebih baik, agar saya mengerti letak kesalahan saya.
Tangerang,November 2016
Aprijal Wiguna

2

Contents
BAB I PENDAHULUAN................................................................2
1.1. LATAR BELAKANG............................................................2
1.2. TUJUAN............................................................................2
1.3. RUMUSAN MASALAH........................................................3
BAB II PEMBAHASAN.................................................................4
2.1. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENYIMAK......................4
2.1.1. FAKTOR FISIK..............................................................4
2.1.2. FAKTOR PSIKOLOGI......................................................5
2.1.3. FAKTOR PENGALAMAN................................................6
2.1.4. FAKTOR SIKAP.............................................................7
2.1.5. FAKTOR MOTIVASI.......................................................8
2.1.6. FAKTOR LINGKUNGAN.................................................8
2.1.7. FAKTOR PERANAN DALAM MASYARAKAT......................9
2.2. MENGAPA ORANG TIDAK MENYIMAK ?............................10
2.3. ANEKA PERMASALAH MENYIMAK....................................11
2.4. UPAYA PENANGGULANGAN PEMENGARUH DALAM
MENYIMAK............................................................................. 13
BAB III PENUTUP ....................................................................16
KRITIK & SARAN.......................................................................17
DAFTAR PUSTAKA.................................................................... 18

3

BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Keterampilan menyimak adalah proses kegiatan mendengarkan lambang lisan dengan
penuh perhatian, pemahaman, apresiasi dan interpretasi untuk memperoleh informasi
menangkap isi atau pesan dan memahami makna komunikasi pembicara melalui ujaran lisan.
Keterampilan menyimak tidak bisa dilepaskan begitu saja dengan faktor-faktor yang
mempengaruhinya oleh karena itu selain kita perlu mengerti dan memahami apa itu
keterampilan menyimak, kita juga harus tahu faktor-faktor yang mempengaruhinya.
Banyak faktor yang memepengaruhi menyimak, seperti faktor fisik, faktor psikologis,
faktor pengalaman, faktor sikap, faktor motivasi, faktor jenis kelamin, faktor lingkungan,
faktor peranan dalam masyarakat dan bagaimana upaya penanggulangan penghambat
menyimak. , oleh karena itu di dalam makalah ini akan kami bahas secara lebih dalam dan
terperinci satu persatu faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan menyimak tersebut,
sehingga dari makalah ini kita dapat menambah pengetahuan kita mengenai faktor-faktor
yang mempengaruhi menyimak.

TUJUAN
Dari penjelasan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
Apa saja faktor-faktor pemengaruh dalam menyimak ?
Mengapa orang tidak menyimak ?
Aneka permasalahan menyimak ?
Bagaimana upaya penanggulangan dalam pemengaruh menyimak ?

4

RUMUSAN MASALAH
Dari perumusan masalah di atas tujuan penulisan makalah ini sebagai berikut :
1. Untuk mengatahui faktor-faktor pemengaruh menyimak.
2. Untuk mengatahui mengapa orang tidak menyimak.
3. Untuk mengatahui aneka permasalahan menyimak
4. Untuk mengatahui bagaimana upaya penanggulangan dalam pemengaruh menyimak.

5

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MENYIMAK
Menurut tiga pakar (Hunt; 1981 : 19-20), (Webb, 1975: 137-9), (logan, 1972: 49-50), faktorfaktor pemengaruh menyimak dapat disimpulkan menjadi delapan. Yaitu :

FAKTOR FISIK
Kondisi fisik seorang penyimak merupakan faktor penting yang turut menentukan
keefektifan serta kualitas keaktifannya dalam menyimak. Misalnya, ada orang yang sukar
sekali mendengar, dalam keadaan yang serupa, dia mungkin saja terganggu serta
dibingungkan oleh upaya yang dilakukannya untuk mendengar, atau dia mungkin kehilangan
ide-ide pokok seluruhnya. Di sekolah sang guru hendaklah dengan cermat dan teliti
nenciptakan suatu lingkungan kelas yang tidak mendatangkan gangguan menyimak. Lebih
jauh lagi, sang guru harus membantu anak didik nya memperoleh situasi yang menyenangkan
serta cara penyajian belajar yang menarik hati, sehingga yang mereka simak benar-benar
mereka pahami.
Kondisi fisik yang menentukan dalam menyimak, yaitu :
1) Kondisi fisiknya jauh di bawah gizi normal.
2) Sangat lelah.
3) Mengidap suatu penyakit fisik sehingga perhatiannya dangkal.
Lingkungan fisik yang juga menentukan dalam menyimak, yaitu :
1) Ruangan yang terlalu panas, lembab ataupun terlalu dingin.
2) Suara atau bunyi bising yang menganggu dari jalan dan ruangan sebelah.
3) Para hadirin yang bergerak atau berjalan kian kemari seenaknya sehingga
mengganggu orang yang sedang menyimak.
4) Siswa yang membawa atau memegang benda yang berisik dan mengganggu, seperti
kelereng

di

dalam

saku,

handphone

6

yang

berbunyi,

danlain-lain.

Faktor fisik pembicara :
1) Pembicara membuat gerak-gerik yang canggung di ruangan.
2) Suara pembicara yang membisankan atau intonasi yang mendatar apalagi melengking.
3) Pengajian pembicara yang tidak menarik.

4) Walau nampaknya faktor-faktor fisik tersebut bersifat sepele namun pembicara atau
pengajar haruslah bijaksana dan banyak pengalaman agar selalu memperhatikan halhal tersebut agar proses kegiatan belajar mengajar mencapai tujuan yang telah
ditentukan, karena faktor fisik yang prima merupakan modal utama bagi penyimak.
FAKTOR PSIKOLOGI

Selain faktor fisik, faktor yang melibatkan sikap-sikap dan sifat-sifat pribadi atau faktor
psikologis juga mempengaruhi dalam kegiatan menyimak, yaitu sebagai berikut :
1. Prasangka dan kurangnya simpati terhadap para pembicara dengan aneka sebab dan
alasan.
2. Keegosentrisan (mementingkan diri sendiri), yaitu sikap penyimak yang hanya
mementingkan diri sendiri sehingga pembicara dan apa yang disampaika oleh
pembicara tidak di tanggapi dengan serius.
3. Kepicikan atau pandangan tidak luas. Yaitu keterbatasan pandangan atau wawasan
penyimak terhadap bahan simakan yang menimbulkan salah makna atau salah paham
terhadap apa yang disampaikan oleh pembicara.
4. Bosan dan jenuh, yaitu kondisi penyimak yang sudah bosan atau jenuh terhadap
bahan simakan yang mungkin terlalu panjang atau terlalu monoton sehingga
penyimak menjadi bosan, kemudian enggan untuk melanjutkan simakan.
5. Sikap tidak sopan, yaitu sikap dan kesopanan sangat mempengaruhi proses menyimak
, jika kita menyimak dengan sikap yang sopan maka kita akan nyaman dalam
menyimak, begitu pula jika pembicara menyampaikan pembicaraan dengan sikap
yang sopan kita akan menganggap baik kepada pembicara dan kita akan lebih mudah
melakukan simakan.
Dari faktor psikologis di atas, dapat kita simpulkan bahwa ada dua faktor psikologis yang
mempengaruhi menyimak, yaitu :

7

1)

Psikologis positif, maksudnya latar belakang hidup yang menyenangkan, yaitu

proses menyimak akan berjalan dengan baik jika suasana hati dan pikiran penyimak dalam
keadaan tenang dan menyenangkan. Juga Penentuan minat dan pilihan. Yaitu proses
menyimak akan berjalan dengan baik jika bahan yang akan disimak oleh penyimak sesuai
dengan minat dan pilihannya, jika bahan yang disimak sesuai dengan pilihan maka penyimak
akan dengan penuh kesungguhan dalam menyimak, namun sebaliknya jika bahan simakan
tidak sesuai atau bahkan bertentangan dengan minat dan pilihan penyimak maka penyimak
akan

setengah-setengah

dan

tidak

serius

dalam

menyimak.

Kecerdasan emosional, yaitu kemampuan yang baik pada penyimak untuk cepat dalam
menanggapi, memahami, dan merespon simakan. Faktor ini akan mempengaruhi apakah
penyimak tangkas atau tidaknya dalam menyimak.
2)

Psikologis negatif, maksudnya memberi pengaruh yang buruk terhadap kegiatan

menyimak seperti yang telah dijelaskan di atas.
Dalam hal inilah guru guru harus menampilkan fungsi bimbingannya dan mencoba
memperbaiki kondisi-kondisi tersebut. Faktor-faktor psikologis mungkin pula sangat
menguntungkan bagi penyimak. Misalnya, pengalaman-pengalaman masa lalu yang
menyenangkan, kepandaian beraneka ragam, dan lain-lain.
FAKTOR PENGALAMAN

Latar

belakang

pengalaman

merupakan

suatu

faktor

penting

dalam

memyimak.Kurangnya minat dalam menyimak merupakan akibat dari kurangnya
pengalaman dalam bidang yang akan disimak tersebut.Sikap-sikap yang menentang dan
bermusuhan timbul dari pengalaman yang tidak menyenangkan.Misalnya, siswa tidak akan
“mendengar” ide-ide yang berada di luar jangkuan pengertian serta pemahaman mereka.
Begitu banyak istilah teknis dan abstrak yabg diperkenalkan dalam pengembangan kurikulum
sehingga anak tetap dipadati dengan pengertian kata-kata yang samar dan kurang lengkap
mereka dengar dalam pelajaran-pelajaran mereka. Maka, tidak dapat disangkal bahwa
sebagian besar dari pengajaran terbang begitu saja, tiada melekat dalam otak.Sikap-sikap kita
merupakan hasil pertumbuhan, perkembangan serta pengalaman kita sendiri, maka dari itu
pengalaman dari seorang pendidik sangat menentukan dalam menyimak, seperti :
1. Pertumbuhan dan perkembangan sikap mempengaruhi minat menyimak, yaitu jika
kita mempunyai minat terhadap sesuatu dan saat menyimak membahas tentang minat

8

yang kita gemari maka kita akan merasa senang untuk menyimaknya, misal hobby
atau minat terhadap sesuatu.
2. Sikap-sikap yang antagonistik, sikap-sikap yang menentang, serta bermusuhan timbul
dari pengalaman yang tidak menyenangkan.
3. Kosa kata simak juga turut mempengaruhi kualitas menyimak.
4. Makna yang dipancarkan oleh kata-kata asing cenderung untuk mengurangi serta
menyingkirkan perhatian para siswa, karena ide-ide yang berada di luar jangkauan
pengertian

serta

pemahaman

mereka.

FAKTOR SIKAP

Setiap orang akan cenderung menyimak secara seksama pada topik-topik atau pokokpokok pembicaraan yang dapat disetujui dibanding dengan yang kurang atau tidak
disetujuinya. Pada dasarnya manusia hidup mempunyai dua sikap utama mengenai segala hal,
yaitu sikap menerima dan sikap menolak. Orang akan bersikap menerima pada hal-hal yang
menarik dan menguntungkan baginya, tetapi bersikap menolak pada hal-hal yang tidak
menarik dan tidak menguntungkan baginya.
Kedua hal itu memberikan dampak pada menyimak. Masing-masing dapat berupa
dampak negatif dan dampak positif. Sebagai pendidik, nantinya kita pasti lebih memilih dan
menanamkan dampak positif kepada siswa didik kita dari segala bahan yang disajikan,
khususnya bahan simakan. Menyajikan bahan pelajaran yang baik dengan materi simakan
yang menarik, ditambah dengan penampilan yang mengasikkan dan mengagumkan, jelas
sangat menguntungkan dan sekaligus membentuk sikap positif bagi siswa.
Banyak faktor sikap yang mempengaruhi kegiatan menyimak yaitu sebagai berikut :
1. Pokok-pokok pembicaraan yang kita setujui cenderung akan kita simak secara
seksama dan penuh perhatian.
2. Pembicara harus memilih topik yang disenangi oleh para penyimak.
3. Pembicara harus memahami sikap penyimak karena merupakan modal penting bagi
pembicara untuk menarik minat atau perhatian menyimak.
4. Penampilan pembicara yang mengasyikkan dan mengagumkan, sehingga membentuk
sikap positif para siswa.

9

FAKTOR MOTIVASI

“Motivasi merupakan salah satu butir penentu keberhasilan seseorang. Kalau motivasi
kuat untuk mengerjakan sesuatu maka dapat diharapkan orang itu akan berhasil mencapai
tujuan” (Tarigan, 1987:103).
Dorongan dan tekad diperlukan dalam mengerjakan segala sesuatu. Dalam mengutarakan
maksud dan tujuan yang hendak dicapai, bagi seorang guru merupakan suatu bimbingan
kepada para siswa untuk menanamkan serta memperbesar motivasi mereka untuk menyimak
dengan tekun.Motivasi merupakan salah satu faktor yang menentukan dalam kegiatan
menyimak, berikut faktor motivasi yang menentukan tersebut ;
1. Memiliki motivasi yang kuat dalam mengerjakan sesuatu terutama menyimak.
2. Melibatkan system penilaian kita sendiri sehingga kita dapat memperoleh sesuatu
yang berharga dari isi pembicaraan itu dengan sendirinya kita akan bersemangat untuk
menyimaknya.
3. Penyimak mengajukan pertanyaan “Apa dan apalagi yang dapat saya petik dari
ceramah sang pakar ini?” karena pertanyaan tersebut adalah pertanyaan yang tepat
dan sahih.
4. Penyimak tidak yakin akan memperoleh sesuatu yang berharga dan berguna dari
pembicaraan.
5. Penyimak harus percaya bahwa penyimak mempunyai sifat kooperatif tenggang hati,
dan analitis sehingga kita menjadi penyimak yang baik dan unggul.

FAKTOR

LINGKUNGAN

Faktor lingkungan berpengaruh besar terhadap keberhasilan belajar para siswa pada
umumnya.Faktor lingkungan terdiri atas dua, yaitu lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
Dalam lingkungan fisik, ruangan kelas merupakan faktor penting dalam memotivasi kegiatan
menyimak, seperti menaruh perhatian pada masalah-masalah dan sarana-sarana akustik, agar
siswa dapat mendengar dan menyimak dengan baik tanpa ketegangan dan gangguan. Para
guru harus dapat mengatur dan menata letak meja dan kursi sedemikian rupa sehingga
memungkinkan setiap siswa mendapat kesempatan yang sama untuk menyimak. Lingkungan
sosial juga sangat berpengaruh terhadap keberhasilan siswa dalam menyimak. Anak-anak
cepat sekali merasakan suatu suasana dimana mereka didorong untuk mengekspresikan ideide mereka, juga cepat mengetahui bahwa sumbangan-sumbangan mereka akan dihargai.
10

Anak-anak yang mempunyai kesempatan untuk didengarkan akan lebih sigap lagi
mendengarkan apabila seseorang mempunyai kesempatan berbicara. Jadi, suasana dimana
guru merencanakan pengalaman-pengalaman yang memungkinkan anak-anak dapat
memanfaatkan situasi ruangan kelas untuk meningkatkan keterampilan berkomunikasi
mereka.
FAKTOR PERANAN DALAM MASYARAKAT

Kemampuan menyimak dapat juga dipengaruhi oleh peranan dalam masyarakat. Peranan
dalam masyarakat menjadi faktor penting bagi peningkatan keterampilan menyimak. Jika
banyak

menyimak

maka

akan

banyak

menyerap

pengetahuan

pula.

Tarigan (1987:107) menyatakan bahwa “banyak berjalan banyak dilihat; banyak disimak
banyak diserap banyak pengatahuan.” Kemauan menyimak dapat dipengaruhi oleh peranan
dalam masyarakat. Sebagai guru dan pendidik, dipandang perlu untuk menyimak ceramah,
kuliah atau siaran-siaran radio dan televisi yang berhubungan dengan masalah pendidikan
dan pengajaran. Sebagai seorang mahasiswa, diharapkan dapat menyimak lebih seksama dan
penuh perhatian daripada sebagai karyawan harian pada sebuah perusahaan setempat.
Jelaslah betapa pentingnya faktor peranan dalam masyarakat bagi peningkatan menyimak.
Contoh faktor peranan dalam menyimak :
1) Peranan sebagai guru dan pendidik, Ingin sekali menyimak ceramah, kuliah atau
siaran-siaran radio dan televise yang berhubungan dengan masalah pendidikan dan
pengajaran baik di tanah air maupun luar negeri.
2) Sebagai seorang berpendidikan Mahasiswa harus dapat menyimak lebih seksama dan
penuh perhatian dibandingkan dengan karyawan harian sebuah perusahaan.

3) Sebagai spesialis dan pakar dari berbagai profesi seperti hakim, psikolog, antropolog,
sosiolog, apoteker dan lainnya. Pasti akan haus menyimak hal-hal yang ada kaitannya
dengan mereka dengan profesi dan keahlian mereka, yang dapat memperluas
cakrawala pengetahuan mereka.

11

2.2. MENGAPA ORANG TIDAK MENYIMAK ?
Orang tua sering menasehati anaknya, “Dengarkanlah dulu baik-baik sebelum kamu
kerjakan!” pribahasa pun ada pulu yang berbunyi : “listening may be golden” yang berkata
“menyimak itu mungkin(bernilai) emas”. Artinya, dari menyimak itu mungkin sekali, kita
memperoleh

hal-hal

yang

bernilai

tinggi,

berharga,danberguna.

karena sudah terasa serbagai suatu hal yang terlalu biasa, sering orang melupakan
fungsi menyimak ini, Kita hidup bermasyarakat, Dalam bermasyarakat terdapat berhubungan
timbal balik antara sesama anggotanya : memberi dan menerima, mendengarkan dan
didengarkan, serta disimak dan mneyimak. Beberapa contoh.
1) 1.para pekerja pada industri, para karyawan dikantor-kantor perlu menyimak petunjuk
atasan mereka baik-baik.
2) 2.para pedagang dan pelayan toko harus menyimak keinginan para pembeli dan para
pelanggan agar dagangan mereka laris.
3) 3.pada rumah tangga atau keluarga, penyimak yang baik dan simpatik jelas dapat
menolong seorang suami untuk lebih memahami istri (atau sebaliknya) dan orang tua
lebih memahami anak-anak mereka.
Demikianlah dapat disimpulkan bahwa dalam kehidupaan, menyimak itu sangat perlu
dan sangat menguntungkan kalau bener-bener selektif. Terkadang orang lupa betapa
pentingnya menyimak itu. Sebaliknya, pengalaman membuktikan bahwa kesalahan
menyimak dapat mendatangkan kerugian, bahkan dapat bersifat fatal, membahanyakan jiwa
sendiri.
Kalau memang begitu pentingnya, mengapa masih ada juga orang yang tidak menyimak?
Kita perlu mengatahui sebab-sebabnya agar dapat dihindari bila perlu. Mengapa orang tidak
menyimak? Jawaban yang final serta memuaskan tidak akan dapat diabaikan. Kalau orang
tidak menyimak, itu berarti bahwa pesan ataupun informasi yang hendak disampaikan oleh
pembicara tidak mencapai sarana, tidak sampai kepada pemnyimak. Memang da beberapa
sebab yang dapat membuat orang tidak menyimak, antara lain :
1) 1.orang berada dalam keadaan cape. Orang yang cape biasanya males menyimak.
Kalaupun dipaksakan juga, dia hanya menyimak setengah-setengah saja, seperti kata
pribahasan orang-orang tua : hanya didengar, tetapi tidak didengarkan, memang
didengar tetapi tidak disimak, masuk dari telinga kanan keluar telinga kiri.
2) 2.orang berada dalam keadaan tergesa-gesa. Orang yang berada dalam keadaan
tergesa-gesa pun tidak akan dapat menyimak dengan baik. Ketergesa-gesa,
12

secaraekplisit, menyatakan ketidak tenangan. Orang yang tidak tenang tidak akan
dapat mengerjakan sesuatu dengan baik, begitu pula halnya dengan kegiatan
menyimak. Ketenangan merupakan modal utama dalam melakukan sesuatu.
3) 3.orang keadaan dalam bingung, pikiran sedang kacau. Pada saat pikiran sedang
bingung, sulitlah kita dapat menyimak dengan baik. Pembicara atau seorang pfropesor
mempunyai suatu cara menggaruk kepalanya yang dapat mengingatkan seseorang
penyimak pada cara ayahnya menggaruk kepala setiap kali dia mengomel atau merah
kepadanya. Sebagai akibat, pikiran orang itu melayang ke tempat dan waktu lain, dia
bingung dan pikirannya sedang kacau, dan sebagai akibatnya dia tidak menyimak
lagi.
2.3. ANEKA PERMASALAH MENYIMAK

Banyak permasalahan yang mungkin kita temu, yang harus dihadapi dalam kegiatan
menyimak. Salah satu cara untuk meningkatkan suatu kegiatan menyimak itu ialah menilai
perilaku kita sendiri. Ketika menyimak supaya dapat menentukan apakah kita menggunakan
kebiasaan-kebiasaan yang mungkin mengganggu kegiatan menyimak sehingga tidak tepat
guna lagi. Pendek kata, segala masalah yang berkaitan dengan penurunan mutu menyimak
harus kita pecahkan dan kita selesaikan sendiri.
Diantara sekian banyak masalah yang harus kita selesaikan itu, adalah sebagai berikut ini.
1) Masalah pertama : Memprasangkai pembicara.
Terkadang, secara sadar atau tidak sadar, kita lebih memusatkan perhatian pada gaya dan cara
penampilan pembicara ketimbang pada pesan yang hendak disampaikannya. Walaupun tujuan
khusus menyimak mungkin dipusatkan pada penampilan, hal merupakan satu tujuan tertentu.
Sementara itu, kita dapat memahami bahwa gaya dan penampilan khusus pembicara mungkin
saja menarik perhatian, tetapi penilaian kita terhadap kombinasi-kombinasi warna pakaiannya
hendaknya tidak turut mewarnai penilaian kita terhadap ide atau gagasan pembicara.
2) Masalah kedua : berpura-pura menaruh perhatian.
Kita semua telah mempelajari bagaimana cara orang memalsukan perhatian. Terkadang ada
orang yang pura-pura menyimak dengan serius, dengan cara menatap pembicara dengan
kedua mata tanpa kedipan, dikuti pula dengan anggukan, tetapi sebenarnya perhatiannya
bukan tertuju kepada pembicara; Pikirannya terbang melayang menggembara ketempat lain.

13

Kebiasaan jelek sepeti ini apalgai yang sudah berurat dan berakar – terkadang sangat sulit
namun harus diterobos kalo kita ingin meningkatkan mutu kebiasaan menyimak kita.
3) Masalah ketiga : kebingungan.
Kita hidup dikelilingi atau dikerumuni oleh aneka kebingungan. Orang yang duduk disebelah
kita selalu batuk-batuk dan garuk-garuk kepala. Suara diluar dan didalam ruangan dapat
menggangu konsentrasi kita; semua itu dapat membuat kita bingung. Kita dengan mudah
dapat dijauhkan dari ide-ide pembicara oleh berbagai gangguan, ini benar-benar merupakan
masalah dalam kegiatan menyimak.
4) Masalah keempat : pertimbangan yang prematur.
Sebagai pengganti menahan pertimbangan atau keputusan sampai pembicara selesai bicara,
banyak diantara kita menolak suatu topik sebagi seseuatu yang tidak menarik, yang terlalu
sukar, atau yang tidak bernilai. Ini semua menghalangi kita untuk menyimak dengan serius;
dan masalah ini harus dipecahkan sedini mungkin kalau kita ingin menjadi penyimak yang
baik.
5) Masalah kelima : salah membuat catatan.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi mutu menyimak ialah tidak tepatnya membuat
catatan. Mencoba menulis terlalu banyak ataupun mencoba menyesuaikan ide-ide pembicara
dengan suatu pola yang telah dirancangkan sebelum dapat mengurangi keefisienan
menyimak. Masalh ini harus segera diatasi. Buatlah catatan yang singkat, tepat, dan berguna.
6) Masalah keenam : hanya menyimak fakta-fakta
Berbagai telah menunjukan bahwa menyimak demi fakta, bukan demi ide atau gagasan, pasti
mengurangi ketepatgunaan atau keefisienan kegiatan menyimak. Harus diingat dan disadari
bahwa ide-ide atau gagasan-gagasan akan membantu para penyimak untuk lebih
memanfaatkan fakta-fakta sebagai sarana penunjang.
7) Masalah ketujuh : melamun
Banyak orang kurang tahu bahwa otak manusia sanggup memproses informasi lebih cepat
dari pada kecepatan berbicara yang dilakukan oleh banyak pembicara. Sebagai konsekuensi
dari kenyataan ini, masih ada waktu untuk “memikirkan” hal-hal lain diluar topik yang
disajikan oleh pembicara atau penceramah.
8) Masalah kedelapan : bereaksi secara emosional
Emosi kita dapat memengaruhi keefektifan menyimak. Kata-kata, gaya, cara penampilan
pembicara dapat saja mengundang emosi, sehngga kita tidak menyimak lagi secara rasional.
Kegagalan menguasai emosi akan mengurangi mutu penyimakan. Dengan perkataan lain,

14

emosi dapat mengalahkan rasio. Berlatihlah menyimak secara rasional mengurangi emosi
yang berlebihan. Janganlah tujuan menyimak menjadi kabur atau hilang hanya karena reaksi
yang emosional.
2.4. UPAYA PENANGGULANGAN PEMENGARUH DALAM MENYIMAK
Seorang pembicara yang baik harus tahu syarat yang harus dipenuhi supaya sesorang itu
dapat menyimak dengan baik, sehingga komunikasi dapat berlangsung secara ocial. Faktorfaktor yang dapat berpengaruh agar seseorang itu mampu menyimak secara efisien
bergantung pada banyak hal, selain pada kualitas pembicaraan yang sungguh-sungguh baik,
pribadi masing-masing penyimak juga sangat menentukan. Faktor-faktor tersebut ialah:
1. Sikap
Keberhasilan Menyimak Sangat Bergantung Pada Sikap.Sikap penyimak mempunyai
pengaruh yang sangat besar. Apakah sikap itu sikap objektif ataukah sikap subjektif.
Menyimak yang efisien menuntut beberapa syarat sikap, yaitu objektif, tidak berpihak dan
sikap kooperatif. Andaikata penyimak itu mempunyai sikap prasangka, pasti hanya akan
mendengarkan fakta-fakta atau pendapat-pendapat yang cocok dengan keyakinannya sendiri.
Orang-orang yang bersikap dogmatis biasanya menyebabkan penyimak-penyimak menjadi
“miskin”, mereka biasanya menolak mendengarkan pandangan-pandangan yang berlawanan
disebabkan oleh prasangka mereka.
Seseorang mungkin objektif pada beberapa pernyataan, tetapi subjektif pada pernyataan yang
lain. Banyak orang yang sulit memelihara sikap objektifnya, bila kepentingan mereka
dipertaruhkan. Sering-sering sikap politik, ekonomi, ocial terbentuk pada seseorang dalam
kehidupan yang masih sangat muda sebagai hasil dari lingkungannya. Kita umumnya tidak
senang bila pendapat-pendapat tertentu kita mengalami tantangan dalam wujud pernyataanpernyataan yang dapat mengganggu kepuasan kita.
Dengan demikian setiap orang akan cenderung menyimak secara saksama pada ocia-topik
atau pokok-pokok pembicaraan yang dapat disetujui daripada yang kurang atau tidak
disetujuinya.
2.

Perhatian
Keberhasilan Menyimak Bergantung Pada Perhatian.Orang akan bersedia menyimak

sesuatu bila ocial-ide yang menarik perhatian. Ada bermacam-macam perhatian, ialah
perhatian primer, perhatian sekunder, dan perhatian sesaat. Orang akan menunjukkan adanya
perhatian primer bila ada pertalian langsung antara apa yang disimak dari pembicara dengan
kepentingan kehidupan sehari-hari. Misalnya, akan menunjukkan adanya perhatian yang
15

cukup aktif terhadap suatu perkembangan pendidikan di sebuah universitas, bila pembicara
mengetengahkan adanya usaha menaikkan uang SPP tempat kita belajar atau tempat anaknya
belajar.
Orang juga akan menunjukkan perhatian sekunder apabila mendengarkan bahwa pembicara
menghimbau akan sesuatu. Contoh, anggota-anggota masyarakat berpendapat program kerja
kemasyarakatan tentu cepat menarik perhatian, tetapi bila timbul upaya penarikan sumbangan
tentu kita akan menolak. Namun bila ada upaya untuk menghentikan adanya usaha penarikan
sumbangan, maka akan begitu tertarik dan gembira menghadapi masalah tersebut.
Persoalan lain yang dapat menarik perhatian adalah jenis perhatian sesaat (perhatian
temporer). Misalnya, orang akan menunjukkan perhatian yang lebih besar pada masalahmasalah pemilihan umum pada saat pemilihan itu berlangsung. Orang akan tertarik dan
menunjukkan perhatian yang lebih besar kepada masalah-masalah keluarga sendiri daripada
kepada yang lain. Mahasiswa akan tertarik pada masalah kampus; guru akan tertarik pada
masalah pendidikan; usahawan akan tetarik pada masalah keuangan dan penanaman modal;
sedangkan ahli hukum tertarik pada hak-hak warga ocial.
3. Motivasi
Keberhasilan Menyimak Bergantung Pada Motivasi.Penyimak akan memperhatikan
apa yang dibahas oleh pembicara jika isi pembicaraan itu berkaitan erat dengan hasrat dan
kebutuhan dasarnya. Orang akan tertarik bila kaitan pembicaraan adalah untuk hal-hal
berikut: bertambahnya prestise dalam masyarakat, bertambahnya wibawa pada kawan-kawan,
dan atau terjaminnya pemeliharaan terhadap benda-benda kesayangan. Ada berbagai motivasi
dasar dalam kehidupan manusia, yaitu kelangsungan hidup pribadi, hak milik, kekuasaan,
nama baik, kasih sayang, emosi, dan cita rasa.
4. Emosi
Keberhasilan Menyimak Bergantung Pada Keadaan Emosi.Kemauan dan keberhasilan
untuk menyimak banyak bergantung kepada keadaan emosi. Ketidakberhasilan menyimak
yang tidak diinginkan merupakan hasil dari gangguan emosi. Misalnya keseganan menghadiri
pembicaraan, kurang tertarik pada masalah pembicaraan atau sikap pada waktu menyimak
yang dapat menimbulkan masalah-masalah yang bersifat menekan perasaan.
Pada pihak lain kegagalan menyimak merupakan hasil sikap terhadap pembicara. Orang
berprasangka pembicara tidak kapabel dalam menganalisis masalah disebabkan oleh
kemauannya, kurangnya latihan dan pengalaman, atau ketidakmampuannya dalam

16

mengambil keputusan. Pembicara menyatakan sesuatu terlalu ekstrim, tidak logis,
pernyataan-pernyataan dogmatis, sehingga mengganggu rasa intelegensi. Membuat
pernyataan yang berlawanan dengan sikap politik, ekonomi, atau keyakinan social, dengan
demikian menimbulkan rasa benci. Menyimak yang baik bergantung kepada keadaan emosi
penyimak. Pembicara akan tahu bahwa pandangannya akan menyimak dengan baik, jika
penyimak itu bebas dari gangguan emosi, acuh tak acuh terhadap prasangka dan perasaan,
selanjutnya mengambil sikap untuk menyimak secara sempurna.

17

BAB III
PENUTUP
Kegiatan menyimak tidak hanya perlu dipahami pengertiannya saja
namun juga banyak faktor yang mendukung kegiatan menyimak menjadi
efektif dan kritis yaitu salah satunya dengan memperhatikan faktor-faktor
yang mempengaruhi menyimak yaitu, faktor fisik, faktor psikologis, faktor
pengalaman, faktor sikap, faktor motivasi, faktor jenis kelamin, faktor
lingkungan serta faktor peranan dalam masyarakat.Dan juga bagaimana
upaya penanggulangannya, ketika kita sudah mengerti dan memahami
faktor-faktor tersebut maka

18

KRITIK & SARAN
Penulis menyadari bahwa makalah yang kami buat masih banyak kekurangan, maka
dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran agar penulis dapat memperbaiki makalah
selanjutnya, dan agar makalah selanjutnya akan lebih baik serta sempurna

19

DAFTAR PUSTAKA
Prof . DR. Henry Guntur Tarigan.
http://anancasa.blogspot.com/2011/02/faktor-faktor-keberhasilanmenyimak.html
remajasampit.blogspot.com/…/faktor-yang-mempengaruhi-menyimak.html

20

21