You are on page 1of 29

BAB I

PENDAHULUAN
Rongga mulut mencerminkan kesehatan tubuh seseorang karena
merupakan pintu pertama masuknya bahan makanan untuk kebutuhan
pertumbuhan dan kesehatan yang optimal. Berbagai macam lesi sering kali
terjadi di rongga mulut yang dapat disebabkan berbagai faktor, salah satunya
adalah stomatitis aphtosa rekuren. Stomatitis apthosa rekuren (SAR) juga
dikenal dengan nama aphthae / canker sores

/

reccurent

aphthous

ulcerations (RAU). SAR merupakan suatu peradangan jaringan lunak mulut
yang yang ditandai oleh ulkus yang rekuren tanpa disertai gejala penyakit
lain.2
Recurrent Aphthous Stomatitis (RAS) dianggap sebagai lesi pada mukosa
mulut yang paling sering terjadi. RAS adalah suatu kondisi yang ditandai oleh
ulserasi yang terasa sakit dengan ukuran yang bervariasi antara <1 mm dan> 1
cm pada selaput lendir mulut. Penyebab RAS adalah multifaktorial; dengan
demikian,

pengobatan

harus

didasarkan

pada

penyebabnya.

Tujuan

pengobatan adalah manajemen nyeri yang cepat dan penindasan dari respon
inflamasi.9
RAS adalah gangguan umum yang mempengaruhi 5%
sampai 66% dari kelompok pasien dewasa yang diperiksa.
Mungkin ada dominasi perempuan di populasi orang dewasa
dan anak. ulserasi biasanya dimulai pada dekade kedua,
meskipun 40% dari kelompok yang dipilih dari anak-anak
dapat memiliki riwayat RAS, ulserasi yang dimulai sebelum
usia 5 tahun, frekuensi pasien yang terkena meningkat sesuai
dengan usia. Anak-anak dari status sosial ekonomi yang lebih
tinggi mungkin lebih sering terkena dari pada orang-orang
dari kelompok sosial ekonomi rendah Penyakit ini muncul secara
berulang, lebih dari satu, kecil, atau berbentuk ulserasi dengan dasar
kekuningan dan dikelilingi oleh lingkaran eritema (Erythematous Halous),

1

muncul pertama kali saat anak-anak dan dewasa muda. Ulserasi aptosa
mempengaruhi sampai 25% dari populasi, dan tingkat kekambuhan dalam 3
bulan setinggi 50%. Hal ini lebih sering terjadi pada wanita.8
Ulserasi aptosa meningkat dengan bertambahnya usia dan ulkus aptosa
minor terjadi pada 80% dari patient yang menderita. Penderita ulkus aptosa
dilaporkan sebanyak 5 % sampai 66% di setiap negara. hingga kini etiologi
yang pasti dari penyakit ini belum diketahui. Stomatitis aftosa
rekuren merupakan self-limiting disease yang melibatkan 10 – 25%
populasi. Penyakit ini dapat ditemukan pertama kali pada anakanak ataupun remaja. Penderitanya biasanya terlihat sehat, tidak
merokok. Di dalam mulut, lesi berupa erosi bulat yang nyeri dengan
tepi berupa kelim kemerahan. banyak faktor yang masih terlibat dalam

penyakit termasuk perubahan hormonal, trauma, obat-obatan, makanan
hipersensitivitas, defisiensi gizi, stres, dan tembakau.4

BAB I
ANATOMI RONGGA MULUT
1.1 RONGGA MULUT
Rongga mulut yang disebut juga rongga bukal, dibentuk secara anatomis
oleh pipi, palatum keras, palatum lunak, dan lidah. Pipi membentuk dinding
bagian lateral masing-masing sisi dari rongga mulut. Pada bagian eksternal
dari pipi, pipi dilapisi oleh kulit. Sedangkan pada bagian internalnya, pipi
dilapisi oleh membran mukosa, yang terdiri dari epitel pipih berlapis yang

2

2 BIBIR/ LABIA Bibir atau disebut juga labia. Bibir bagian bawah terbentang dari bagian atas sisi vermilion sampai ke bagian komisura pada bagian lateral dan ke bagian mandibula pada bagian inferior. bibir dibagi menjadi dua bagian yaitu bibir bagian atas dan bibir bagian bawah. Otot-otot businator (otot yang menyusun dinding pipi) dan jaringan ikat tersusun di antara kulit dan membran mukosa dari pipi. Bagian anterior dari pipi berakhir pada bagian bibir. Secara anatomi. Bibir terdiri dari otot orbikularis oris dan dilapisi oleh kulit pada bagian eksternal dan membran mukosa pada bagian internal.1 Rongga Mulut1 1.1 Gambar 1.tidak terkeratinasi. Bibir bagian atas terbentang dari dasar dari hidung pada bagian superior sampai ke lipatan nasolabial pada bagian lateral dan batas bebas dari sisi vermilion pada bagian inferior.1 3 . adalah lekukan jaringan lunak yang mengelilingi bagian yang terbuka dari mulut.

3 PALATUM Palatum merupakan sebuah dinding atau pembatas yang membatasi antara rongga mulut dengan rongga hidung sehingga membentuk atap bagi rongga mulut. Bagian vermilion merupakan bagian yang tersusun atas epitel pipih yang tidak terkeratinasi. Epitel-epitel pada bagian ini melapisi banyak pembuluh kapiler sehingga memberikan warna yang khas pada bagian tersebut. Palatum durum dibentuk oleh tulang maksila dan tulang palatin yang dilapisi oleh membran mukosa. kontraksi dari otot-otot businator di pipi dan otot-otot orbukularis oris di bibir akan membantu untuk memosisikan agar makanan berada di antara gigi bagian atas dan gigi bagian bawah.1 Permukaan bibir bagian dalam dari bibir atas maupun bawah berlekatan dengan gusi pada masing-masing bagian bibir oleh sebuah lipatan yang berada di bagian tengah dari membran mukosa yang disebut frenulum labial. Selain itu. Palatum mole merupakan sekat berbentuk lengkungan yang 4 . namun struktur tersebut tidak ditemukan pada bagian vermilion.Kedua bagian bibir tersebut. gambaran histologi juga menunjukkan terdapatnya banyak kelenjar liur minor. Otot-otot tersebut juga memiliki fungsi untuk membantu proses berbicara. Palatum durum terletak di bagian anterior dari atap rongga mulut. Palatum durum merupakan sekat yang terbentuk dari tulang yang memisahkan antara rongga mulut dan rongga hidung. Palatum secara anatomis dibagi menjadi dua bagian yaitu palatum durum (palatum keras) dan palatum mole (palatum lunak). jaringan subkutan. Bagian posterior dari atap rongga mulut dibentuk oleh palatum mole. tersusun dari epidermis. secara histologi. Struktur palatum sangat penting untuk dapat melakukan proses mengunyah dan bernafas pada saat yang sama. Saat melakukan proses mengunyah. Folikel rambut dan kelejar sebasea juga terdapat pada bagian kulit pada bibir.1 1. dan membran mukosa yang tersusun dari bagian superfisial sampai ke bagian paling dalam. serat otot orbikularis oris.

juga dilapisi oleh membran mukosa.1 1.membatasi antara bagian orofaring dan nasofaring. Pergerakan lidah karena otot tersebut memungkinkan lidah untuk memposisikan makanan untuk di kunyah.1 5 . Otot-otot eksternal lidah berfungsi menggerakan lidah dari sisi yang satu ke sisi yang lainnya dan menggerakan ke arah luar dan kearah dalam. Lidah dibagi menjadi dua bagian yang letral simetris oleh septum median yang berada di sepanjang lidah. Lidah besra otototot yang berhubunga dengan lidah merupakan bagian yang menusun dasar dari rongga mulut.4 LIDAH Lidah merupakn salah satu organ aksesoris sistem pencernaan. dan dipaksa untuk bergerak ke belakang mulut untuk proses menelan. Otot intrinsik menguah bentuk dan ukuran lidah pada saat berbicara dan menelan. Palatum mole terbentuk dari jaringan otot yang sama halnya dengan paltum durum. Lidah tersusun dari otot lurik yang dilapisi oleh membran mukosa. dibentuk menjadi masa yang bundar.

6 . Bentuknya kerucut memanjang dan terkeratinasi. Lidah1 Lidah memiliki papila yang memiliki kuncup perasa. Papila filiformis mempunyai jumlah yang sangat banyak di lidah. hal tersebut menyebabkan warna keputihan atau keabuan pada lidah. Papila fungiformis mempunyai jumlah yang lebih sedikit dibanding papila filiformis. Terdapat empat jenis papila yang dikenali sampai saat ini. Papila ini tersebar di antara papila filiformis. Papila jenis ini tidak mengandung kuncup perasa. Papila filiformis. 2. reseptor dalam proses pengecapan. sebagian yang lainnya tidak. yaitu: 1 1. Papila ini memiliki beberapa kuncup perasa pada bagian permukaan luarnya.2. Papila fungiformis. Papila ini hanya sedikit terkeratinasi dan berbentuk menyerupai jamur dengan dasarnya adalah jaringan ikat.Gambar 1.

3. Gigi susu mulai tumbuh pada gusi pada usia sekitar 6 bulan. tetapi mengandung lipatan-lipatan pada bagian tepi dari lidah dan mengandung kuncup perasa.1 7 . Perangkat gigi yang tampak pertama pada anak-anak disebut gigi susu atau deciduous teeth. dan enam buah gigi geraham pada setiap rahang. dua buah gigi taring. Gigi susu berjumlah dua puluh empat buah yaitu : empat buah gigi seri (insisivus). 1. Papila sirkumfalata merupakan papila dengan jumlah paling sedikit. 4. dua buah gigi taring (caninum) dan empat buah geraham (molar) pada setiap rahang.5 GIGI Manusia memiliki dua buah perangkat gigi. dan biasanya mencapai satu perangkat lengkap pada usia sekitar 2 tahun. Perangkat kedua yang muncul setelah perangkat pertama tanggal dan akan terus digunakan sepanjang hidup. namun memiliki ukuran papila yang paling besar dan mengandung lebih dari setengah jumlah keseluruhan papila di lidah manusia. Dengan ukuran satu sampai tiga milimeter. yang akan tampak pada periode kehidupan yang berbeda. Papila sirkumfalata. Papila ini sedikit berkembang pada orang dewasa. empat buah gigi premolar. Gigi permanen berjumlah tiga puluh dua buah yaitu : empat buah gigi seri. papila ini umumnya membentuk garis berbentuk menyerupai huruf V dan berada di tepi dari sulkus terminalis. disebut sebagai gigi permanen. dan berjumlah tujuh sampai dua belas buah dalam satu lidah. Gigi susu akan secara bertahap tanggal selama masa kanak-kanak dan akan digantikan oleh gigi permanen. Papila foliata.

Gambar 1. Gigi Permanen1 Gambar 1.4.3. Gigi Susu1 BAB III STOMATITIS 8 .

Bau mulut (halitosis) juga mungkin menyertai keadaan ini. gusi (gingivitis). reaksi alergi.1 DEFINISI Stomatitis berasal dari Bahasa Yunani.3. ulser major. Stomatitis adalah inflamasi lapisan mukosa dari struktur apa pun pada mulut. yang terkait dengan kemerahan. 8 2. aphthous kecil bisa melibatkan mukosa non-keratin dari rongga mulut (mukosa labial dan bukal. dasar mulut dan permukaan ventral atau lateral lidah). atau oleh kondisi yang memengaruhi seluruh tubuh (seperti obat-obatan. dan kadang-kadang perdarahan dari daerah yang terkena. cedera mulut akibat makanan atau minuman panas. ukuran adalah sekitar 4-5 mm. Klasifikasi RAS minor tidak tergantung pada dimensi lesi saja. susunan gigi yang buruk). Stomatitis apthous Reccurent Stomatitis yang sifatnya berulang atau Reccurent Apthous Stomatitis dapat diklasifikasikan berdasarkan karakteristik klinis yaitu ulser minor. dari bayi hingga dewasa tua.8 Stomatitis adalah inflamasi lapisan struktur jaringan lunak apa pun pada mulut. Stomatitis biasanya merupakan kondisi yang menyakitkan. stoma yang berarti mulut dan itis yang berarti inflamasi.2 KLASIFIKASI STOMATITIS 1. pembengkakan. Kata stomatitis sendiri secara bahasa berarti inflamasi pada mulut. biasanya <1 cm. atau infeksi). tetapi 9 . dan ulser herpetiform: a. Ulserasi bersifat dangkal. Selain itu.Stomatitis terjadi pada semua kelompok umur. seperti pipi. lidah (glossitis). dan atap atau dasar mulut. Rekuren apthous stomatitis minor Ini adalah bentuk paling umum dari RAS dan sekitar 85% dari pasien memiliki lesi ipe ini. bibir. ulserasi biasanya terkonsentrasi di bagian anterior dari mulut.Inflamasi dapat disebabkan oleh kondisi mulut itu sendiri (seperti oral hygiene yang buruk.

1 Minor apthous ulcer Ulkus yang berkelompok dapat menetap dalam jangka waktu beberapa bulan. 7-9 bentukan ulserasi yang bervariasi agak sesuai dengan lokasi lesi. Lesi yang kecil tidak mengakibatkan jaringan parut meskipun berulang terus dalam setahunul dan cenderung sembuh dalam 10-14 hari. Ulkus ini sangat bervariasi. Pasien dengan ulser minor mengalami ulserasi yang berulang dan lesi individual dapat terjadi dalam jangka waktu pendek dibandingkan dengan tiga jenis yang lain. Lesi ini didahului dengan rasa 10 . kambuh.8 GAMBAR II. Pernah dilaporkan adanya gejalagejala pendahulu seperti parastesia dan hiperestesia. dan pola terjadinya bervariasi. Ulser ini sering muncul pada mukosa nonkeratin. lebih bulat di mukosa labial atau bukal dan memanjang di sulkus bukal. Frekuensi RAS lebih sering pada laki-laki daripada wanita dan mayoritas penyakit terjadi pada usia antara 10 dan 30 tahun. Ulkus ini mempunyai kecendrungan untuk terjadi pada mukosa bergerak yang terletak pada kelenjar saliva minor. Ulserasi yang menetap seringkali sangat sakit dan biasanya mempunyai gambaran tak teratur.pada sejumlah fitur klinis lain seperti jumlah bisul dari 1 sampai 5.

sperti luka.2 Mayor apthous ulcer 11 .6.terbakar. Lesi ini memiliki kecenderungan terjadi di bibir. Lesi ini mirip dalam penampilannya dengan yang RAS minor Namun.5 cm dan seperti ulser minor. lidah. lebih dalam. dan facies palatal dan menyebabkan rasa sakit yang signifikan dan disfagia. ulserasi berdiameter 3-10 mm dan sembuh tanpa luka dalam 7-14 hari.8 b. hanya terbatas pada jaringan lunak tidak sampai ke tulang. Ini mempengaruhi sekitar 10-15% dari pasien RAS tipe mayor lebih jarang dibandingkan RAS tpe minor. RAS mayor sering ditemukan pada pasien yang terinfeksi human immunodeficiency virus (HIV). Rekuren Apthous Stomatitis Major Mayor RAS juga dikenal sebagai periadenitis mukosa recurrens necrotica atau penyakit Sutton. RAS mayor lebih besar dari 10 mm. gatal dan rasa pedih dan adanya pertumbuhan makula eritematus. Dasar ulser lebih dalam. langit-langit rongga mulut. melebihi 0. dan dapat berlangsung selama beberapa minggu atau bulan.8 GAMBAR II. Klasiknya.

berukuran sekepala jarum yang membesar.3 Multiple herpetiform ulcers Herpertiformis apthous stomatitis menunjukkan lesi yang besar dan frekuensi terjadinya berulang. Pada awalnya ulkus-ulkus tersebut berdiameter 1-2 mm dan timbul berkelompok terdiri atas 10-100.8 GAMBAR II.c. letak ulcer yang khas adalah margin lateral dan permukaan ventral lidah dan dasar mulut. lesi berbentuk kecil dan berdiameter rata-rata 1-3 mm.8 12 . Pada beberapa individu. Mukosa disekitar ulkus tampak eritematous dan diperkirakan ada gejala sakit. bergabung dan mnjadi tak jelas batasnya. Herpetiformis apthous stomatitis Istilah herpertiformis digunakan karena bentuk klinis dari ulserasi herpetiformis (yang dapat terdiri atas 100 ulser kecil pada satu waktu) mirip dengan gingivostomatitis herpetik primer tetapi virus-virus herpes tidak mempunyai peranan dalam etiologi ulserasi herpertiformis atau dalam setiap bentuk ulserasi aptosa.6. . Gambaran dari ulser ini adalah erosi-erosi kelabu putih yang jumlahnya banyak.

Stomatitis Herpetik Yaitu sariawan yang disebabkan virus herpes simplek dan beralokasi di bagian belakang tenggorokan. Namun. Faktor–faktor predisposisi yang dapat menyebabkan terjadinya stomatitis adalah sebagai berikut : 1. ditambah penggunaan obat antibioka yang berlangsung lama atau melebihi jangka waktu pemakaian. 13 . saat daya tahan tubuh anak menurun. Seperti yang telah diketahui bahwa faktor etiologi stomatitis adalah idiopatik (belum diketahui) namun telah banyak dugaan mengenai faktor predisposisi stomatitis. Studi turun-temurun kembar identik dari gangguan juga ini. Genetik Peran keturunan adalah penyebab terbaik yang mendasari kejadian RAS. Kerentanan terhadap RAS meningkat secara signifikan dengan munculnya RAS di satu atau kedua menunjukkan orang sifat tua.2. Sariawan di tenggorokan biasanya langsung terjadi jika ada virus yang sedang mewabah dan pada saat itu daya tahan tubuh sedang rendah sehingga sistem imun tidak dapat menetralisir atau mengatasi virus yang masuk sehingga terjadilah ulser. Oral thrush Yaitu sariawan yang disebabkan jamur Candida Albican.6 ETIOLOGI STOMATITIS Semakin banyaknya penelitian dan teori-teori baru mengenai faktor predisposisi stomatitis memungkinkan suatu saat nanti apa yang saat ini masih kita anggap faktor predisposisi telah terbukti sebagai etiologi. 3. Pada keadaan normal. biasanya banyak dijumpai di lidah. jamur Candida Albican akan tumbuh lebih banyak lagi. jamur memang terdapat di dalam mulut.

Imunologik Respon imun mungkin merupakan peran utama stomatitis umum terjadi pada pasien dengan imunodefisiensi sel B dan 40% dari pasienpasien stomatitis mempunyai kompleks dari sirkulasi imun.Individu dengan riwayat keluarga yang positif dari RAS. Ulserasi dapat disebabkan oleh pengendapan imonoglobulin dan komponen-komponen komplemen dalam epitel atau respons imun seluler terhadap komponenkomponen epitel. Antibodi tersebut bergantung pada mekanisme sitoksik atau proses penetralisir racun yang masuk ke dalam tubuh. terutama penyakit pada usus kecil yang berhubungan dengan malabsorpsi.4. Secara khusus. Hematologik 15-20% pasien stomatitis adalah penderita kekurangan zat besi.6.8 4. Banyak pasien yang defisiensinya tersembunyi. anak-anak dengan dua orang tua RAS positive memiliki kesempatan 90% mengalami RAS dengan gejala lebih parah dan muncul lebih sering.8 3. Seperti frekuensi defisiensi pada pasien awalnya akan menjadi lebih buruk pada pertengahan usia. hemoglobulin dengan batasan yang normal dan ciri utama adalaah mikrositosis dan makrositosis pada sel darah merah. Gluten enteropati 14 . cenderung untuk mengembangkan RAS pada usia dini. Sehingga jika sistem imunologi mengalami abnormalitas. vitamin B12 atau folid acid dan mungkin juga terdapat anemia. Stomatitis dapat dihubungan dengan penyakit Crohn dan colitis ulseratif.7. Walaupun hanya 2-4% pasien-pasien stomatitis mempunyai penyakit seliak tetapi terdapat 60% pasien-pasien dengan penyakit seliak yang menderita stomatitis.4. Penyembuhan stomatitis sering terjadi sesudah terapi untuk mengatasi kekurangan-kekurangan tersebut.7 2. maka dengan mudah bakteri ataupun virus menginfeksi jaringan lunak disekitar mulut. Gastrointestinal Hanya sebagian kecil dari pasien-pasien mempunyai gejala gastrointestinal.

Stres Banyak orang yang menderita stomatitis menyatakan bahwa stomatitis yang mereka alami disebabkan oleh stres. sakit perut. Terkadang orang secara objektif menghubungkan timbulnya stomatitis dengan peningkatan stres.sensitif (GSE) adalah penyakit inflamasi autoimun dari usus kecil yang dipicu oleh konsumsi gluten. Penggunaan diet bebas gluten dalam perbaikan RAS dianggap tidak pasti. juga RAS dapat dipengaruhi oleh steroid seks. Trauma merupakan salah satu faktor yang dapat menyebabkan ulser terutama pada pasien yang mempunyai kelainan tetapi kebanyakan stomatitis mempunyai daya perlindungan yang relatif dan mukosa mastikasi adalah salah satu proteksi yang paling umum. diare.4. kehamilan. protein gandum pada individu yang rentan. HIV 15 . Hormonal Timbulnya stomatitis berhubungan dengan dismenore.4. ulserasi. trauma ini disebabkan oleh masalah–masalah yang sederhana. glositis. RAS mungkin menjadi satu-satunya manifestasi dari penyakit. anemia.8 6. dan dilaporkan bahwa RAS biasanya meningkat selama kehamilan. Dalam banyak kasus.4. Stomatitis dapat berlanjut atau berhenti selama kehamilan dan karena pada sebagian kecil wanita ulserasi berkembang hanya selama fase luteal dari siklus menstruasi maka kadang-kadang hal ini berhubungan dengan adanya perubahan-perubahan pada hormonal. Telah pada Pasien wanita siklus menstruasi.8 8. Hal ini ditandai dengan gizi buruk.8 7. Trauma Terdapat beberapa fakta yang menunjukkan bahwa trauma pada bagian rongga mulut dapat menyebabkan stomatitis.6 5. dan stomatitis.

Beberapa kondisi medik yang dihubungkan dengan stomatitis yaitu seperti penyakit Behcet. Mereka merekomendasikan penggantian mempertimbangkan penggunaan nikotin saat terapi manajemen konvensional telah gagal.6. Kondisi Medik Beberapa kondisi medik yang berbeda juga dapat dihubungkan dengan timbulnya stomatitis. Namun infeksi akibat virus HIV biasanya menunjukkan tanda klinis yang sangat jelas yaitu kerusakan jaringan yang sudah parah. radang usus. lesi mukosa mulut dan penyakit periodontal. disfungsi neutrofil. Setelah gagal untuk menanggapi agen konvensional. Untuk pasien yang mengalami stomatitis yang resisten harus mendapatkan evaluasi dan tes dokter untuk mengetahui ada tidaknya penyakit sistemik.8 10. aphthosis kompleks yang dimulai dalam beberapa minggu berhenti merokok. terutama di mantan perokok. Stomatitis memiliki frekuensi yang lebih tinggi pada keadaan defisiensi imun seperti yang telah dibahas sebelumnya. Insiden RAS dibandingkan menunjukkan ditemukan lebih non-perokok bahwa rendah dan beberapa pada observasi perokok perokok klinis mengalami peningkatan sariawan pada berhenti merokok. Sebuah fitur menarik adalah bahwa RAS yang jarang terlihat pada pasien yang merokok tembakau. dan HIV-AIDS. Kebiasaan merokok Penggunaan tembakau merupakan faktor risiko untuk kanker mulut.Stomatitis dapat digunakan sebagai tanda adanya infeksi HIV.8 16 . Penjelasan utama adalah bahwa tembakau dapat meningkatkan keratinisasi mukosa mulut. pasien berhasil diobati dengan tablet hisap nikotin. Pasien yang berhenti merokok sering mengeluh RAS (mulut). yang pada gilirannya dapat membuat mukosa kurang rentan terhadap ulserasi.8 9.

dan nicorandil dilaporkan menjadi salah satu pemicu timbulnya stomatitis.8 12. vitamin B12. dan virus pada Virus Herpes Simpleks yang meliputi sitomegalovirus. beta bloker.8 Berikut ini ada beberapa fakta tentang faktor predisposisi dari penyebab stomatitis: Tabel Faktor etiologi stomatitis apthosa rekuren Faktor Predisposisi Defisiensi Fakta Adanya defisiensi zat besi. Epstein Bar ini ternyata dapat menjadi salah satu penyebab dari stomatitis. Pengobatan Penggunaan obat-obatan anti peradangan. virus voricella zoster. atau B kompleks Psikologis Meningkatnya insiden stomatitis pada populasi mahasiswa menjelang ujian Trauma Terbentuknya ulser pada daerah-daerah setelah bekas terjadinya luka penetrasi Endokrin Terbentuknya stomatitis pada fase luteal dari siklus haid pada beberapa penderita wanita Alergi Kenaikan kadar IgE dan keterkaitan antara beberapa jenis makanan dan timbulnya ulser Merokok Pembentukan stomatitis pada perokok yang dahulunya bebas simtom.6. Infeksi Fakta bahwa zat-zat kimia seperti pada penggunaan kemoterapi dan radiasi biasanya dihubungkan dengan bakteri seperti ANUG yang kaya dengan bacillus fusiformis dsn spirochete. asam folat. kemoterapi.11. ketika kebiasaan merokok dihentikan 17 .

10 Gejalanya berupa rasa sakit dan rasa terbakar yang terjadi satu sampai dua hari yang kemudian menimbulkan luka di rongga mulut. Adanya ulkus kecil didalam mulut biasanya dibagian dalam. Stomatitis dimulai dengan adanya luka seperti melepuh di jaringan mulut yang terkena berbentuk bulat atau oval. susah minum ataupun susah bicara dan mengeluarkan banyak air liur. luka tersebut pecah dan menjadi berwarna putih ditengahnya dibatasi dengan daerah kemerahan. Rasa sakit akibat stomatitis yang berukuran kecil biasanya akan hilang antara 7 sampai 10 hari dan lesi ini akan sembuh secara sempurna dalam waktu satu sampai dua minggu. Namun. kesamaan yang tinggi pada anak kembar Imunologi Fakta bertentangan. Bercak luka yang ditimbulkan akibat dari stomatitis ini agak kaku dan sangat peka terhadap gerakan lidah atau mulut sehingga rasa sakit atau rasa panas yang dirasakan ini dapat membuat kita susah makan. Setelah beberapa hari.Herediter Meningkatnya insiden pada anak-anak yang kedua orantuanya menderita stomatitis. atas. Bila berkontak dengan makanan dengan rasa yang tajam seperti pedas atau asam. Stomatitis yang tidak sembuh dalam waktu 2 minggu sebaiknya segera dikonsultasikan dengan dokter gigi. dan gusi. Rasa ini timbul sebelum luka dapat terlihat di rongga mulut.10 DIAGNOSA BANDING 18 . lidah. apabila ukuran lesi stomatitis cukup besar biasanya lesi membutuhkan waktu mulai dari beberapa minggu sampai beberapa bulan untuk sembuh. daerah ini akan terasa sakit dan perih serta aliran saliva menjadi meningkat berdasarkan ciri khasnya secara klinis. dan bawah bibir pada pipi. tetapi beberapa informasi mengenai kadar imunoglobulin abnormal GAMBARAN KLINIS STOMATITIS Awalnya timbul rasa sedikit gatal atau terbakar pada 1 sampai 2 hari di daerah yang akan mengalami stomatitis.

terasa sangat sakit dan lama untuk disembuhkan. dapat menyebar ke laring. bukal. Pemphigus Pemphigus merupakan penyakit autoimune. mukosa hidung. intraepithelial.  Bula di rongga mulut.  Bentuk lesi tak beratur pada ginggiva. (menyebabkan odynophagia dan disfagia). labia. esophagus.  Erosi dapat terlihat pada setiap bagian dari rongga mulut. namun jarang ditemukan.(11) Gejala pada membran mukosa:  Pemphigus biasanya menyerang membran mukosa rongga mulut pada hampir seluruh pasien yang mengidap penyakit ini. blistering desease yang mempengaruhi kulit dan selaput lendir terutama rongga mulut. dan anus. atau tampak seperti erosi palatina. serviks. penyakit 19 .  Pada remaja pemphigus dan stomatitis merupakan keluhan yang sering terjadi pada lebih dari 50% kasus. Pemphigoid Pemphigoid menyerang merupakan subepidermal. dan mengakibatkan suara serak.1. Dan merupakan sebuah penyakit yang berpotensi mengancam nyawa dengan tingkat kematian berkisar 5 – 15 %. penis.(11) Membran mukosas lainnya yang mungkin terkena antara lain. vulva. suatu dan inflamasi merupakan kronik. konjungtiva.(11) 2. vagina. uretra. Penyakit ini diperantarai oleh sirkulasi antibodi yang yang berfungsi untuk memerangi terbentuknya sel keratinosit.

Drug reacions Kejadian ini marupakan fenomena yang relatif sering terjadi. papula. Lesi tampak seperti bullae yang predileksinya terbanyak pada area flexor dan muka dan dapat mengenai mukosa mulut. dapat berbulan-bulan atau bertahun-tahun. dan berbagai faktor penyebab lainnya. atau bahkan plak pada mukosa bukal.melepuh. Jika tidak diobati. dan gingiva.(14) 5. bertahan selama dengan periode remisi spontan dan eksaserbasi akut. Erythema multiforme Eritema multiforme (EM) merupakan suati kondisi akut.(12) 3. Papula berkembang menjadi patognomonik target lession atau iris lession yang muncul dalam waktu 72 jam dan dimulai pada ekstremitas. Bercak eritema. obat-obatan. meskipun menurut profesi kesehatan reaksi obat yang menyebabkan lesi pada oral merupakan suatu keluhan sepele. dan kadang-kadang berulang yang dianggap sebagai reaksi hipersensitivitas tipe IV berhubungan dengan infesi tertentu.(13) 4. Lesi akan menetap setidaknya 7 hari dan kemudian mulai 20 . erosi. lidah. Erithema multiforme dapat timbul pada mukosa atau jaringan kulit lainnya. Pernah dilaporkan efek samping dari reaksi obat berupa “stomatitis” dan “stomatitis ulseratif” oleh WHO cooperation with the Council for International Organizations of Medical Sciences. Lichen planus Oral Lichen Planus (OLP) adalah penyakit peradangan kronis yang menyebabkan striations bilateral berwarana putih. dan lecet.

sembuh. Epstein-Barr virus (EBV). Lupus erythematous Lupus Erythematous (SLE) adalah penyakit autoimun yang tidak diketahui asalnya yang mempengaruhi jaringan ikat dan berbagai organ. dan histoplasmosis.(16) 7. Karena kondisi ini mungkin berhubungan dengan stimulus antigenik yang persisten. Hiperemia dan edema. petechiae. Lesi intraoral yang khas ditemukan pada pasien dengan SLE berupa plak putih kegelapan. kekambuhan dapat terjadi hingga 1 – 2 rekurensi per tahunnya.(15) 6. dan ulserasi dangkal. cenderung terjadi perdarahan. merah dengan batas berwarna ungu. Syphilis Sifilis adalah penyakit menular seksual yang dapat menyebabkan komplikasi jangka panjang dan / atau 21 . dan ulserasi petechiae lidah pada mukosa labial dan lidah.(16) Pasien dengan lupus eritematosus sistemik: glossitis. depapilation. Lesi juga dapat berupa lesi arkuata ( lihat gambar). Faktor penyebabnya antara lain adalah herpes simplex virus (HSV).

dan jaringan di sekitarnya. Dasar ulkus dapat nekrotik. tetapi secara umum penyakit ini bermanifestai sebagai oval-to-crescenteric erosi atau ulkus dangkal berdiameter sekitar 1 cm. riwayat obat. purulen granular. anti-gliadin. ditutupi oleh eksudat berlendir abu-abu dan batas eritem. Selain itu. dan autoantibodi anti-endomisial. gangguan saluran cerna. frekuensi ulserasi. atau ditutupi dengan lendir. perlu untuk melakukan palpasi pemeriksaan kelenjar getah eksternal. penilaian klinis dari ulkus termasuk inspeksi dan palpasi. dasar ulkus. bening Pemeriksaan leher. dan palatum jarang ditemukan lesi. ulserasi genital. Selain itu. Patch biasanya muncul bilateral pada permukaan seluler pada mulut. Hal termasuk penting untuk diperhatikan ketika memeriksa pasien dengan ulserasi oral adalah termasuk sejarah keluarga. sumber ulkus (non-keratin atau keratinisasi). durasi ulserasi. yang saling melengkapi. lesi cenderung berupa ulkus dan fissura yang tidak teratur.(17) PENEGAKAN DIAGNOSA Diagnosis yang benar dari RAS tergantung pada riwayat klinis yang akurat dan pemeriksaan ulkus. tes penyelidikan untuk pasien dengan RAS persisten termasuk hemoglobin dan hitung darah lengkap.kematian jika tidak dirawat dengan benar. gingiva.8 22 . jumlah ulkus. tepi ulkus. masalah kulit. patch mukosa dapat berupa papula yang terpisah. Berbagai deskripsi lesi pada membran mukosa telah ditumkan. Meskipun faring. serum B12. serum / folat sel darah merah. terkait kondisi medis. Sedangkan pada asepek distal dan lateral lidah. laju endap darah / C-reaktif protein. ukuran dan bentuk ulkus. tonsil.

serum dan folat sel darah merah). Ini adalah karakteristik indurasi. berbintik-bintik. B12 serum. Jika ada kecurigaan penyakit saluran pencernaan. eritematosa. terkait dengan infiltrasi neoplastik. Jaringan sekitar ulkus mungkin putih. Fitur lain dari karsinoma adalah batasannya.Konsistensi dasar dan fiksasi ke struktur yang mendasari dapat dievaluasi dengan palpasi. RAS yang berhubungan dengan kondisi sistemik harus dirujuk ke spesialis yang sesuai untuk penyelidikan lebih lanjut.8 TATALAKSANA Antimikroba topical 23 . Ini termasuk hitung darah lengkap dan pengukuran penanda inflamasi dan hematinic (serum ferritin. atau normal. Tepi ulkus bisa teratur atau tidak teratur dan kontras dengan jaringan sekitarnya. Skrining untuk defisiensi kompleks vitamin B atau kekurangan zinc tidak rutin dilakukan. maka serologis pengujian untuk autoantibodi IgA yang sesuai harus dilakukan dan pasien dirujuk ke gastroenterologist untuk endoskopi dan Biopsi dari usus kecil. tetapi dapat diindikasikan pada kelompok pasien tertentu. Gangguan hematinic yang mendasari RAS harus ditindaklanjuti. baik karena sejarah pasien atau bukti malabsorpsi pada pengujian rutin.

Klorheksidin 0. 8 Pengaturan Diet Pengaturan diet dapat membantu mengendalikan penyakit dengan membuktikan rangsangan alergi yang memulai lesi oral. Menyarankan menghindari garam dan panas rempah-rempah untuk mencegah rasa sakit dari iritasi yang tidak perlu. dan thalidomide. keju. Sering menggunakan chlorhexidine glukonat dapat menyebabkan pewarnaan gigi eksogen. dengan efek samping yang lebih sedikit. klortetrasiklin. buku harian makanan dapat membantu. Berbagai kortikosteroid topikal yang berbeda dapat mengurangi gejala RAS. tetrasiklin topikal (misalnya. mmempercepat waktu dan tetrasiklin) penyembuhan dan dapat / atau mengurangi rasa sakit yang terkait dari RAS tetapi dapat menyebabkan dysgeusia. nanas. azathioprine. dan sensasi terbakar pada faring. dan tidak cocok untuk anak-anak karena anak-anak biasa suka menelan. meskipun ada beberapa studi yang menyatakan bahwa kortikosteroid tidak memiliki efek sebaik itu terhadap RAS.2% yang digunakan sebagai obat kumur atau gel 1% dapat mengurangi durasi ulkus. klofazimin. sulodexide. dan sodium 24 . 8 Agen sistemik Steroid sistemik seperti prednison dan deksametason . Jika paparan makanan dianggap pelakunya. Montelukast dilaporkan memiliki khasiat yang sama seperti prednisone dalam pengobatan stomatitis aphthous berulang. dan rasa pahit dapat mempengaruhi kepatuhan. montelukast. 8 Topical Kortikosteroid kortikosteroid topikal merupakan pengobatan utama RAS di sebagian besar negara. agen Immunomodulator seperti colchicine. kandidosis oral. Beberapa pasien melaporkan kasus setelah terpapar buah ara. aureomycin.

Meskipun beberapa pasien mungkin memiliki kekurangan hematinic. yang ditemukan dalam pasta gigi tertentu dan bilasan oral. remisi dapat dicapai dengan menghindari agen pencetus. Dalam kasus tersebut. Pasien dengan lesi oral harus menghindari makanan keras atau tajam yang mungkin memperparah ulkus yang ada atau membuat menimbulkan yang baru. terapi multivitamin harian tidak selalu dapat mencegah serangan berulang dari episode stomatitis. Diet bebas gluten membantu pasien dengan gluten-sensitif enteropati (penyakit celiac). 8 Tabel. Terapi RAS 25 .lauryl sulfate.

Etiologi dapat berupa infeksi. dapat mengurangi frekuensi atau keparahan RAS lebih dari yang dapat placebo lakukan. strategi pengobatan harus langsung untuk meredakan gejala dengan mengurangi rasa sakit. RAS tetap merupakan kelainan mukosa mulut umum di sebagian besar masyarakat dunia. Tidak ada pemicu yang tepat yang pernah ditunjukkan. etiologi yang tepat masih belum jelas. dan mempercepat penyembuhan luka. Tidak ada terapi yang ampuh untuk memastikan tidak ada kekambuhan lagi. Lesi timbul sebagai konsekuensi dari sitotoksisitas imunologi dari sel epitel. etiopatogenesis penyakit ini belum jelas. meningkatkan durasi periode ulkus bebas. selain dari agen antiinflamasi. Ada beberapa studi konklusif membuktikan bahwa agen. 26 . reaksi alergi dan trauma.KESIMPULAN RAS adalah penyakit yang sangat umum terjadi di rongga mulut. dan tidak ada bukti konklusif untuk kecenderungan genetik untuk RAS pada kebanyakan pasien.

Atlas berwarna kelainan rongga mulut yang lazim.html. Alih bahasa: Susetyo B. Available at: http://pdfs. Jakarta: Widya Medika. Langlais RP. Canker sores (Recurrent Minor Aphthous Ulcers): What Causes These Mouth Ulcers Risk Factors. 1998.gramediamajalah. p.org/8143/f38d17688a9465f5f7e042ffd6f64b6b6d c3. Clinical outline of oral pathology: diagnosis and treatment. Lewis MAO. Tarakji B.287-8 4. Damm DD. 2002. p. 7(5): 74-80.com/milis-nakita@news.com/canker-sores/t1-canker-sores. p. Hamilton Ontario: BC Decker Inc. Allen CM. 2006 : [internet]. Jakarta: Hipokrates.B.DAFTAR PUSTAKA 1.94-8 3.48-9 5. Lamey PJ. 3rd ed.. Eversole LR.64-66 6. Available from: http://www.mail- archive. Miller CS. 1991. 1994. Jenis-jenis sariawan. p.animatedteeth. Oral and maxillofacial pathology. Editor: Juwono L. Bouquot JE. Akses 5 Maret 2014 7. Neville BW. et al. Accessed 5 March 2014 27 . Available from: http://www.semanticscholar. Saunders Company.com/msg03970. 2nd ed.pdf 2. Guidline for Diagnosis and Treatment of Recurrent Apthous Stomatitis for Dental Practitioners. Philadelphia: W.html. Journal of International Oral Health 2015 . Tinjauan klinis penyakit mulut.

ayahbunda. Available from: http://www. 2013. pukul 18:00 13. Contact Allergy to Cinnamon: Case Report. Akses 5 Maret 2014 9.B.php? option=content&task=view&id=130&Itemid=53. diunduh dari: https://www. 2004. pukul 18:10 15.com/content/15/1/28.pdf. diunduh dari: http://emedicine. et al. pada tanggal 07 maret 2014. pukul 18:05 14. lawrence S C.. diunduh dari: http://cro.medscape. 2012.id/index. pukul 12:00 11.sagepub.8. Pemphigoid Vulgaris. 2013. A.com/article/1078327-overview#a0104. pukul 21:00 16.full.com. 2008.5/445. et al. 1990. Plaza A. diunduh dari: 28 .medscape. diunduh http://emedicine. et al.bmf.com/article/1122915-overview. Available from : http://www.ca/jcda/vol-74/.go. Oral Adverse Drug Reactions to Cardiovascular Drugs. dari: pada tanggal 07 maret 2014. pada tanggal 7 maret 2014.P. Torpet L. Bullous pemphigoid. pada tanggal 07 maret 2014.com/article/1064187-overview#showall. Penyebab trauma di rongga mulut.. diunduh http://emedicine. Iunduh dari: http://emedicine. pada tanggal: 07 maret 2014. Nelson L. R. 2013.com/article/1062391-overview. Penyebab sariawan.litbang. et al. The Prevalence of Oral Manifestasion of Systemic Lupus Erythematousus.cda-adc.medscape. Zeina B. Akses 5 Maret 2014 10. Tremblay et al. et al. pukul 18:01) 12. dari: pada tanggal 07 maret 2014.depkes. Oral Lichen Planus. Sugerman P.medscape. Erythema Multiforme.

com/. 2005. Jair Carneiro Leao et al. pada tanggal 07 Maret 2014. pukul 21:10 17.php?script=sci_arttext&pid=s180759322006000200012.pdf.br/scielo./qi/qi_21_6_rhodus_6.quintpub. diunduh dari: http://www..scielo. Oral Manifestations of Syphilis. pukul 22:00 29 .www. pada tanggal 07 maret 2014..