You are on page 1of 8

Pengaruh Kompetesi Dan Independensi Auditor Dalam

Pelaksanaan Sharia Compliance Di Lembaga Keuangan Syariah
(LKS)
(Studi Kasus Pada BMT Madania Cabang Magelang)

Disusun Oleh
Sucinia Indramayanti
13.0102.0072

FAKULTAS EKONOMI PROGRAM STUDI AKUNTANSI
UNIVERSITAS MUHAMADIYAH MAGELANG
2016

2. Untuk itu auditor eksternal harus memiliki pengetahuan yang baik di bidang akuntansi dan juga dalam syariah untuk dapat memahami dan mengaudit laporan keuangan LKS (Yaacob. Tujuan 1. B. mereka harus membuat penilaian independen tentang isu-isu kepatuhan (Haniffa. dalam konteks transaksi murabahah. 2010). Manfaat . Menurut Yakub (2014). Kurangnya kompetensi membuat auditor eksternal sangat bergantung pada fatwa Shariah Supervisory Board (SSB). seharusnya auditor eksternal tidak saja memeriksa substansi murabahah melainkan compliance murabahahnya juga. Padahal. Pada kenyataannya saat praktek auditor eksternal sangat bergantung atau mengikuti saran dari Sharia Supervisory Board. misalnya. 2001) menyatakan bahwa tujuan audit atas laporan keuangan LKS adalah untuk memberikan keyakinan kepada auditor dalam menyatakan pendapat atau opini bahwa laporan keuangan LKS telah disusun dalam semua hal yang material. 01 (AAOIFI. 2013). entitas ini sangat membutuhkan auditor yang kompeten (Uddin.A. Seiring pertumbuhan lembaga keuangan syariah (LKS). Di LKS auditor tidak hanya memberikan jaminan pernyataan atas laporan keuangan semata tapi juga pernyataan atas pemenuhan prinsip-prinsip syariah dalam kegiatan usaha LKS tersebut (Haniffa. 2010). Mengetahui pengaruh Independensi terhadap pelaksanaan sharia compliance C. Luaran dan Manfaat a. Pendahuluan Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sebagai bagian dari entitas syariah.Hussey dan Lan (2001) mengatakan bahwa sebuah audit akan menjadi efektif jika auditor bersikap independen dan dipercaya untuk lebih cenderung melaporkan pelanggaran perjanjian antara prinsipal (pemegang saham dan kreditor) dan agen (manager). Mengetahui pengaruh Kompetensi Auditor terhadap pelaksanaan sharia compliance. 2012). Standar audit Lembaga Keuangan Syariah ASIFI No. Luaran Laporan yang menganalisis audit internal pada KSPPS Tamzis Bina Utama cabang Temanggung b.

Salah-satu kantor cabangnya berada di Kota Magelang.a) Bagi Mahasiswa  Menambah pengetahuan tentang sistem ALKS  Mengetahui pengaruh kompetensi dan independensi terhadap pelaksanaan sharia compliance b) Bagi Institusi  Menambah literatur c) Bagi BMT  Menambah informasi mengenai kualitas dan kinerja auditor  Menambah wawasan mengenai pentingnya pengaruh Independensi dan komopetensi terhadap pelaksanaan sharia compliance. Dapat di tarik kesimpulan bahwa hasil tersebut menunjukkan auditor internal BMT . Disamping itu. berikut ini merupakan analisis diskriptif berdasakan kuisioner yang telah diisi : 1) Variabel independen a. Sejak bulan Februari tahun 2012. Hal ini dapat terlihat dari hasil kuesinoner no 1-6 yang menunjukkan hasil positif untuk setiap jawaban. keberadaan BMT Madania sudah di Tingkat Provinsi dengan badan hokum Nomor: 14296/BH/XIV/II/2012. BMT Madania Kota Magelang didirikan pada tanggal 10 Oktober 2010 Dan diresmikan pada tanggal 14 Februari 2012. sebagai organisasi ekonomi koperasi harus mengikuti hukum-hukum ekonomi yang rasional serta norma-norma dan kebiasaan yang lazim berlaku di dunia usaha. jawaban dari ketiga auditor internal memiliki substansi yang sebagian besar sama yaitu auditor internal BMT Madania memahami prinsip dasar dan perbedaan anatara audit syariah dengan audit konvensional. D. Analisis Berdasarkan hasil observasi terhadap Auditor BMT Madania. Kantor Pusatnya ada di Temanggung. Kompetensi a) Mutu Personal Pada variabel mutu personal. Gambran Umum Objek BMT Madania BMT Madania adalah salah satu BMT yang ada di Indonesia. E. BMT Madania bertekad melakukan kegiatan usaha yang sepenuhnya berdasarkan syariat islam selama mempunyai kemampuan dalam melaksanakannya.Yani Potrobangsan. Hal ini dimaksudkan agar koperasi dapat berkembang sebagai badan usaha yang sehat dan kuat dalam tekanan kehidupan ekonomi. Oleh karenanya. tepatnya di Jalan A.

Adapun satu auditor internal pada BMT Madania menyatakan bahwa mereka tidak setuju mengenai tidak di butuhkan pengetahuan yang di peroleh dari tingkat pendidikan strata. secara teori hal ini dapat menimbukan keraguan atas opini audit . responden setuju bahwa semakin lama pangalaman kerja. Hal ini dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan dari auditor dan masa kerja auditor tersebut yang belum terlalu lama. d) Pendidikan Jawaban responden menunjukkan bahwa pendidikan sangat berperan terhadap pelaksanaan audit yang baik. Hal ini penting untuk mendapatkan gambaran riil entitas dan terhindar dari kesalahan opini yang dibuat oleh auditor internal sehingga hasil opini dapat ditanggapi secara tepat oleh pihak BMT Madania tersebut. satu auditor menjawab “tidak setuju”. b) PengetahuanTransaksi Syariah Ketiga auditor internal memberikan jawaban menganai Pengetahuan Transaksi Syariah dengan hasil yang positif karena kebanyakan dari jawabannya memilih “Netral” maka dari itu menunjukkan bahwa auditor mempunyai pengetahuan dalam transaksi syariah terutama mengenai transaksi murabahah.Madania memiliki mutu personal sebagai dasar untuk melakukan tugas dengan kompetensi yang dimiliki. AS hal ini terlihat dari satu jawaban yaitu auditor internal tidak memiliki gelar Meskipun auditor tidak memiliki gelar SAS namun mereka tetap dipercaya untuk mengaudit entitas tersebut. pengetahuan hal pada ini salah menunjukkan satu masih auditor kurangnya internal yang memungkinkan terjadinya kesalahan saat melakukan audit pada materi yang kurang dikuasai. c) Pengalaman Kerja Sebagian besar. Pada jawaban kuesioner no 7 dan 9 mengenai pengetahuan seluruh transaksi yang terdapat dalam entitas. Hal tersebut terlihat dari dua jawaban responden yang menyatakan bahwa auditor harus memiliki kapasitas dan kompetensi dalam bidang akuntansi dan audit syariah yang dibuktikan dengan gelar SAS. seorang auditor akan lebih memahami entitas yang diaudit serta informasi apa yang dibutuhkan.

yang dikeluarkan menanggulanginya. b) Uji Kepatuhan Syariah Dalam melaksanakan audit syariah. Responden juga setuju bahwa kerangka kerja pada lembaga syariah tersebut telah sesuai dengan aturan dan prinsip syariah. opini yang dikeluarkan harus mengacu pada prinsip dan aturan syariah. Karena dalam mengaudit laporan keuangan auditor haru benar-benar mengetahui . Namun pernyataan kurang konsisten terlihat dari diberikannya jawaban netral yang menunjukkan kurangnya pengetahuan resonden mengenai kerangka kerja audit konvensional. Praktik Audit Syariah a) Framework Audit Syariah Responden setuju bahwa kerangka kerja audit syariah berbeda dengan audit konvensional. Jawaban responen menunjukkan hasil positif untuk setiap pernyataan seperti. hasil audit telah dilakukan sesuai kepatuhan syariah. oleh auditor internal. serta dilakukan compliance test serta memeriksa hasil compliance test baik dari segi substansi maupun compliancenya. dua auditor internal telah mematuhi peraturan syariah. Untuk auiditor internal diharapkan dapat mempunyai gelar SAS demi terciptanya kepercayaan pemakai laporan audit b. Shariah Compliance a) Kesesuaian Pemeriksaan dengan Prinsip Syariah Ketiga auditor menyatakan setuju bahwa hasil dari pemeriksaan audit telah dilakukan sesuai kepatuhan terhadap prinsip aturan syariah. Kualifikasi dan Kehlian Auditor Syariah pada LKS Ketiga responden menyatakan setuju bahwa auditor syariah harus memiliki sertifikasi keahlian audit syariah. Menariknya salah satu auditor menjawab negatif untuk jawaban kuesioner nomor 26 yang mengartikan bahwa auditor tidak memberikan opini sesuai dengan aturan syariah. Variabel Dependen a. Bila hal tersebut bukan merupakan kesalahan maka ini dapat diartikan bahwa auditor internal memanpulasi hasil opini audit dengan berbagai motivasi yang dimilikinya c.

auditor tersebut juga sudah paham. Kinerja dan kualitas seorang auditor juga dipengaruhi lamanya pengalaman seorang auditor melakukan audit. karena dipahami bahwasanya dapat membedakannya pencatatan transaksi murabahah dan lain sebagainya.dasar-dasar dan keahlian dalam menyelesaikan tugas kerjanya. dapat mengaudit pada perusahaan / . Kesimpulan Dari analisis di atas. c) Independensi Auditor Ketiga responden “tidak setuju” bahwa auditor syariah saat ini independen atas organisasi atau lembaga tempat mereka bekerja. Hal ini menunjukkan bahwa auditor internal BMT Madania belum memiliki independensi dalam melakukan audit syariah. teknologi informasi dan lain – lain. sumber hukum. struktur organisasi. Untuk masalah kompetensi dan independensi. b) Scope Audit Syariah Sebagian besar responden setuju bahwa lingkup audit syariah tidak hanya terbatas pada laporan keuangan saja sedangkan ada dua responden tidak setuju pada pernyataan kuesioner nomor 43 dan 44. F. Hal ini menggambarkan bahwa belum diterapkannya audit non laporan keuangan pada BMT Madania seperti aspek operasional. dapat disimpulkan bahwa Auditor pada BMT Madania sudah mengetahui dan paham. Pelatihan dan sertifikat dibidang audit juga berpengaruh terhadap kinerja. termasuk juga untuk masalah audit. dari langkah. tata cara maupun prosedurnya jelas berbeda. bahwa Sistem Akuntansi dan pelaporan keuangan pada Lembaga Keuangan Syariah berbeda dengan perusahaan-perusahaan konvensional. Namun ketiga responden menjawab setuju atas pernyataan kuesioner yang lainnya yaitu lingkup audit LKS saat ini telah mencakup aspek diluar audit laporan keuangan serta pemeriksaan kesyariahan. Tanggapan pernyataan nomor 49 dan 50 menunjukkan bahwa dua auditor internal BMT Madania setuju bahwa independensi auditor tidak dapat dipengaruhi oleh DPS dan tidak dapat dipengaruhi oleh “key player” meskipun digaji oleh Lembaga Keuangan Syariah tempat mereka bekerja.

Pelatihan. dan seminar juga mempengaruhi kinerja serta kualitas seorang audit. G. Universitas Islam Negeri (UIN). Skripsi Pengaruh Independensi Auditor. Auditing and Governance standards for Islamic financial institutions. . (2012). Annual International Conference on Islamic Studies (AICIS). E. itu menggambarkan bahwa sudah pahamnya auditor mengenai pendalaman Lembaga Keuangan Syariah. R. Perbakan Syariah. 2009. lalu tidak hanya memperhatikan dari segi substansinya saja. Auditor juga telah melakukan Compliance Test dengan baik sehingga dapat didiskripsikan Independensi dan kompetensi Auditor BMT Madania sudah baik. Aini. Adrian Sutedi. Implementasi Syariah Governance Serta Implikasinya Terhadap Reputasi dan Kepercayaan Bank Syariah.Lembaga keuangan syariah. 1828-1848). pemahaman yang sudah jelas mengenai pemberian opini harus mengacu pada prinsip dan aturan syariah. Surabaya. Daftar Pustaka AAOIFI. Lalu. Manama. pp 145-i46. (pp. dan Etika auditor Terhadap Kualitas Audit. 2009). Accounting. Pengalaman Auditor. (2010). Bahrain. kursus. Tinjauan dan Beberapa Segi Hukum (Jakarta: Ghalia Indonesia. Junusi. Nur.

Auditing from the Islamic Perspective. 2831. The Independence of Religious and External Auditor: The Case of Islamic Banks. pp. Accountants Today . R. 3 (3). A.Karim. AAAJ . Kasim. & Sanusi. (2010). N. M. N. Z. 34-44. (2013). Emerging issues for auditing in Islamic Financial . (1990).. Kasim.