You are on page 1of 9

CASH COLLATERAL CREDIT

Cash Collateral Credit (CCC) merupakan skim kredit yang ditujukan untuk nasabah
pemilik tabungan, giro dan
deposito Bank Kalbar.
Fitur - Fitur
• Maksimum kredit sebesar 95% dari jaminan (cash collateral).
• Jangka waktu 12 bulan untuk nasabah pemegang jaminan tabungan atau giro.
• Jangka waktu dengan jaminan deposito disesuaikan dengan sifat deposito yang
bersangkutan (ARO).
• Dapat menggunakan deposito dari Bank lain (syarat dan ketentuan berlaku).
• Suku bunga bersaing.
• Proses cepat dan mudah.
Syarat & Ketentuan
• Pemohon telah menjadi nasabah Bank Kalbar.
• Menyerahkan dokumen kelengkapan administrasi berupa pas foto ukuran 3x4 cm
(2 lembar).
• fotokopi kartu identitas (2 lembar) dan fotokopi kartu keluarga (1 lembar).
• Khusus untuk usaha produktif melampirkan dokumen kelengkapan legalitas
usaha yang bersangkutan.

kredit perbankan
KREDIT PERBANKAN
I. PENGERTIAN KREDIT
Pengertian kredit adalah kemampuan untuk melaksanakan sesuatu pemberian atau mengadakan
suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya akan dilakukan pada suatu jangka waktu yang
di sepakati.
Dan ada lagi kredit adalah pemberian fasilitas pinjaman (bukan berdasarkan prinsip syariah)
kepada nasabah, baik berupa fasilitas pinjaman Tunai (Cash loan) maupun pinjaman Non Tunai
(Non Cash Loan).
Kredit berasal dari bahasa Yunani yaitu “Credere” yang berarti kepercayaan. Kredit Perbankan
adalah peminjaman modal yang diberikan suatu bank kepada masyarakat atau perusahaan
dengan ketentuan yang diberlakukan oleh bank tersebut.
II. TUJUAN KREDIT
1) Mencari Keuntungan
2) Membantu Usaha Nasabah

Macam-macam Kredit Tunai ( Cash Loan ) dapat dibedakan. antara lain : Jenis kredit secara umum o Kredit Komersial Yaitu kredit yang diberikan oleh bank kepada perusahaan atau perorangan untuk tujuan . 7 tahun 1992. kredit dalam pengertian cash loan adalah : Penyediaan uang atau tagihan berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam-meminjam antara bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam untuk melunasi utangnya setelah jangka waktu tertentu dengan pemberian bunga. atau jasa) benar – benar diterima kembali di masa yang akan datang sesuai dengan jangka waktu kredit. Kepercayaan diberikan oleh bank sebagai dasar utama yang melandasi mengapa kredit diberikan. 2) Perjanjian ( Kesepakatan ) : Kesepakatan ini ditandai dengan adanya perjanjian kredit atau pengakuan hutang yang berarti bahwa setiap pelepasan kredit harus dilakukan dengan suatu perjanjian kredit. 3) Jangka waktu : Yang berarti bahwa antara pelepasan kredit oleh bank dengan pembayaran kembali oleh debitur tidak dilakukan pada waktu yang bersamaan. imbalan atau pembagian hasil keuntungan. JENIS-JENIS KREDIT BANK Dilihat dari macam jenis kredit yang dapat diajukan kepada bank. 7) Kontra Prestasi : Yang berarti setiap debitur berkewajiban untuk melunasi hutangnya dan membayar bunga. mengenai suatu pemberian kredit maka pada saat itu pula akan terjadi suatu prestasi. maka secara garis besar kredit tersebut dapat digolongkan kepada : 1. IV. Kredit Tunai ( Cash Loan ) Yaitu berdasarkan UU No.3) Membantu Pemerintah : Tax ( Pajak ) Membuka kesempatan kerja Jumlah barang dan jasa Hemat devisa Penerimaan devisa III. barang. Hal ini berarti bahwa semakin lama jangka waktu maka semakin tinggi resiko kredit tersebut. melainkan dipisahkan oleh suatu tenggang waktu. 4) Resiko : Resiko ini berarti bahwa setiap pelepasan kredit jenis apapun akan mengandung resiko didalamnya. 5) Balas Jasa : 6) Prestasi : Prestasi ini berarti bahwa setiap kesepakatan yang terjadi antara bank dengan debitur. resiko yang terkandung dalam jangka waktu antara pelepasan kredit dengan pembayaran kredit kembali. UNSUR – UNSUR KREDIT 1) Kepercayaan : Kepercayaan merupakan suatu keyakinan bagi pemberi kredit (bank) bahwa kredit yang diberikan (baik berupa uang.

antara lain : 1) Kredit Modal Kerja – Revolving Apabila kegiatan usaha debitor dapat diharapkan berlangsung secara berkelanjutan dalam jangka panjang dan pihak bank cukup mempercayai kemampuan dan kemauan nasabah. perikanan dan kehutanan. Jenis Kredit berdasarkan Tujuan Pembiayaan o Kredit Modal kerja Yaitu kredit yang digunakan untuk membiayai modal kerja nasabah. 2) Kredit Modal Kerja – Einmaleg Apabila volume kegiatan usaha debitor sangat berfluktuasi dari waktu ke waktu dan atau pihak bank kurang mempercayai kemampuan dan kemauan nasabah. o Kredit Jangka Menengah Yaitu kredit yang berjangka waktu diatas 1-5 tahun. Fasilitas ini hanya diberikan sebatas satu kali perputaran usaha nasabah dan bila pada periode selanjutnya nasabah ingin KMK lagi maka harus mengajukan permohonan kredit baru. dan dana modal investasi. biasanya kredit yang diberikan untuk pembiayaan pembangunan pabrik baru dan pembiayaan proyek jangka panjang.komersial. o Kredit Investasi Yaitu kredit yang di berikan oleh bank kepada perusahaan untuk pembelian barang modal. o Kredit Pertambangan Yaitu kredit yang diberikan untuk pembiayaan sektor pertambangan meliputi eksplorasi dan . o Kredit Jangka Panjang Yaitu kredit dengan jangka waktu di atas 5 tahun. Jenis Kredit Berdasarkan Pembiayaan Sektor Ekonomi o Kredit Pertanian Yaitu kredit yang diberikan dalam bentuk pembiayaan sektor pertanian termasuk perkebunan. Jenis Kredit Dilihat Dari Segi Jangka Waktu o Kredit Jangka Pendek Yaitu kredit yang berjangka waktu sampai dengan 1 tahun. maka pihak bank merasa lebih aman kalau memberikan Kredit Modal Kerja – Einmaleg. biasanya kredit yang digunakan untuk pembelian kendaraan. juga merupakan kredit yang sangat penting peranannya dalam perputaran dana bank umum. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. KMK jenis ini juga diberikan kepada debitur yang kegiatan usahanya sangat tergantung pada proyek yang diperoleh. maka fasilitas Kredit Modal Kerja nasabah dapat diperpanjang setiap periode tanpa harus mengajukan permohonan kredit baru. Kredit Modal Kerja terdiri dari 2 macam. Para debiturnya terdiri dari badan usaha yang bergerak di berbagai sektor usaha dan berbagai skala usaha. Mereka mempergunakan kredit tersebut untuk membiayai kebutuhan akan dana modal kerja. Kredit komersial. o Kredit Konsumsi Yaitu jenis kredit yang di berikan biasanya kepada perorangan untuk tujuan konsumsi. peralatan dan mesin-mesin. Contoh kredit konsumtif misalnya membeli rumah atau kendaraan pribadi. biasanya kredit modal kerja. Kredit dapat diberikan dalam bentuk kredit modal kerja dan kredit investasi.

dan perdagang lokal serta untuk restoran dan hotel-hotel. antar pulau. pengacara dan jasa pendidikan.eksploitasi. Jenis Kredit Berdasarkan Sifatnya o Kredit Revolving Yaitu fasilitas kredit yang diberikan atas dasar limit atau plafon tertentu dan dapat di pakai berulang-ulang sampai dengan batas limit yang telah ditentukan. o Kredit Perindustrian Yaitu kredit yang diberikan untuk pembiayaan pabrik. akuntan. o Kredit Konsumsi Yaitu kredit yang digunakan untuk pembelian barang-barang konsumsi bukan dalam bentuk usaha Jenis Kredit Berdasarkan Kolektibilitas Dilihat dari segi kemampuan membayar. distribusi barang-barang dan pergudangan. o Kredit Perdagangan Yaitu kredit yang diberikan untuk membantu kebutuhan modal perdagangan antar kota. warga negara atau perusahaan yang mempunyai status penduduk Indonesia. . o Kredit Alfopend Yaitu fasilitas kredit yang diberikan untuk 1 kali penggunaan atau sesuai schedule dan tidak dapat di pakai berulang. Jenis Kredit Berdasarkan Jenis Penggunannya o Kredit Usaha Yaitu kredit yang digunakan untuk pembiayaan dalam bentuk modal kerja atau investasi. o Kredit Jasa-jasa dunia Usaha Yaitu kredit yang diberikan untuk perusahaan jasa seperti konsultan. kondisi keuangan dan prospek usaha. o Kredit Konstruksi Yaitu kredit yang diberikan kepada kontraktor untuk pembiayaan pembangunan proyek sampai dengan proyek selesai. manufaktur dari segala sektor. o Kredit Pengangkutan Yaitu kredit yang diberikan untuk pengangkutan. dokter. ditetapkan atas dasar ketentuan Bank Sentral dalam hal ini Bank Indonesia meliputi : Kredit Lancar (Pass) Kredit Dalam Perhatian Khusus (Special Mention) Kredit Kurang Lancar (Sub Standard) Kredit Diragukan Kredit Macet (Loss)  Jenis Kredit Berdasarkan Golongan Debitur o Kredit Kepada Penduduk Yaitu kredit yang diberikan kepada penduduk.

sedangkan fasilitas yang diberikan adalah berupa penangguhan pembayaran. Jenis Bank Garansi antara lain : Bank Garansi Pembelian Bank Garansi Pita Cukai Tembakau Bank Garansi Penangguhan Bea Masuk Bank Garansi Tender Bank Garansi Pelaksanaan Bank Garansi Uang Muka Bank Garansi Pemeliharaan Sedangkan manfaat yang dapat diharapkan oleh bank dengan memberikan fasilitas Bank Garansi kepada nasabahnya adalah : Penerimaan berupa biaya administrasi (provisi/komisi) yang merupakan fee based income bagi bank. Jenis Kredit Berdasarkan Kebijaksanaan o Kredit Umum Yaitu kredit yang diberikan kepada bank lebih ditekankan kepada untung rugi dan prinsip-prinsip bisnis yang berlaku atau dikenal dengan ketentuan bank teknis. 2. Berdasarkan pengertian tersebut. Pengedapan dana storjam yang merupakan dana murah bagi bank.o Kredit Bukan Kepada Penduduk Yaitu kredit yang diberikan bukan kepada penduduk Indonesia. Misalanya untuk usaha skala kecil. Kredit Tidak Tunai ( Non Cash Loan ) Kredit Non Cash Yaitu kredit yang diberikan dalam bentuk Bank Garansi. Ada beberapa jenis LC antara lain : Ruang Lingkup Transaksi Saat Penyelesaian Pambatalan Pengalihan Hak Pihak Advising Bank . hanya apabila pihak yang dijamin melakukan cidera janji. melainkan kredit yang diberikan kepada warga negara asing atau perusahaan yang berstatus perusahaan asing. o Kredit Prioritas Yaitu kredit yang penyalurannya berdasarkan prioritas yang disyaratkan oleh pemerintah. tipe perjanjian yang dapat difasilitasi LC terbatas hanya pada perjanjian jual beli. Bank garansi adalah salah satu jasa yang diberikan oleh bank berupa jaminan pembayaran sejumlah tertentu uang yang akan diberikan kepada pihak yang akan menerima jaminan. Kredit Berdokumen ( Letter of Credit ) Yaitu salah satu jasa yang ditawarkan bank dalam rangka pembelian sejak LC di buka sampai dengan jangka waktu tertentu sesuai perjanjian. Memberikan pelayanan kepada nasabah sehingga nasabah menjadi lebih loyal kepada bank.

return on investment. e. Collateral Yaitu jaminan yang mungkin bisa disita apabila ternyata calon pelanggan benar-benar tidak bisa memenuhi kewajibannya. maka bisa menilai harta yang mungkin bisa dijadikan jaminan. perorangan mengajukan permohonan kredit ke bank tentunya harus di evaluasi terlebih dahulu untung ruginya mengajukan kredit kepada bank dibandingkan dengan sumber pembiayaan lain misalnya memnfaatkan hutang dagang atau menambah modal dari pemilik. Fungsi surat permohonan kredit adalah sebagai bukti permohonan kredit dan salah satu sumber informasi dalam evaluasi kredit. struktur permodalan. Character Yaitu data tentang kepribadian dari calon pelanggan seperti sifat-sifat pribadi. d. sejarah perusahaan yang pernah dikelola (pernah mengalami masa sulit apa tidak. artinya bilamana masih ada suatu kesangsian dalam pertimbangan-pertimbangan yang lain. Prinsip-prinsip pemberian kredit atau sering di sebut analisis 5 C. bagaimana mengatasi kesulitan).Cara Pembayaran Kepada Benerficiary V. laporan rugi-laba. Capital Yaitu kondisi kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan yang dikelolanya. Perlu diketahui bahwa besar kecilnya suatu resiko pinjaman yang diberikan oleh bank sangat tergantung dari kualitas hasil penyidikan dan analisis yang dilakukankannya. Berkas-berkas Permohonan Kredit Dalam mengajukan permohonan kredit kepada bank yang utama adalah dibuat surat permohonan kredit yang ditujukan kepada kantor cabang / kepala cabang bank tersebut atau kepada kantor pusat / direksi bank tersebut. ratio-ratio keuntungan yang diperoleh seperti return on equity. yaitu : a. Hal ini bisa dilihat dari neraca. Capacity ini merupakan ukuran dari ability to play atau kemampuan dalam membayar. cara hidup. Dari kondisi di atas bisa dinilai apakah layak calon pelanggan diberi pembiayaan. Collateral ini diperhitungkan paling akhir. Capacity Yaitu kemampuan calon nasabah dalam mengelola usahanya yang dapat dilihat dari pendidikannya. Character ini untuk mengetahui apakah nantinya calon nasabah ini jujur berusaha untuk memenuhi kewajibannya dengan kata lain ini merupakan willingness to pay. oleh karena itu perlu mengaitkan kondisi ekonomi dengan usaha calon pelanggan. c. b. keadaan dan latar belakang keluarga maupun hobinya. maka sumber pembiayaan yang terbaik adalah dari kredit bank. PERTIMBANGAN PENYALURAN DANA a. Pertimbangan Permohonan Kredit Sebelum manajemen perusahaan. Ada suatu usaha yang sangat tergantung dari kondisi perekonomian. Condition Yaitu pembiayaan yang diberikan juga perlu mempertimbangkan kondisi ekonomi yang dikaitkan dengan prospek usaha calon nasabah. b. pengalaman mengelola usaha (business record) nya. dan beberapa besar plafon pembiayaan yang layak diberikan. . kebiasaankebiasaannya.

VI. Penetapan Titik Kritis Usaha Calon Debitor h. diteliti kelengkapannya sebelum berkas dimaksud dikirimkan kepada kantor cabang atau kantor pusat bank tersebut. Proses Pengumpulan Data/Informasi Kredit g. tingkat suku bunga yang terbaik dan lain-lain. Resiko Perkreditan f. Penentuan Besaran Kredit Yang Diajukan Manajer keuangan perusahaan menghitung berapa besarnya kebutuhan tambahan dana perusahaan baik untuk tambahan modal kerja maupun untuk tambahan dana investasi pembelian mesin-mesin atau aktiva tetap lainnya. c. Kebutuhan dana itulah yang merupakan besarnya kredit yang akan diajukan kepada bank. Yang terpenting adalah data-data lampiran dari surat permohonan kredit. Setelah dikirim ke sekretariat bank yang dituju dengan bukti tanda terimanya oleh staff perusahaan agar di pantau flow of document dari surat permohonan tersebut. Investigasi Kredit d. Analisi Kredit Bank i.Kelengkapan berkas permohonan kredit yang merupakan berkas lampiran haruslah sesuai dengan yang ditetapkan. Proses Pengajuan dan Monitoring Permohonan Kredit 1) Pengajuan Permohonan Kredit Setelah dihitung besarnya kredit yang akan diajukan ke bank secara individu maupun oleh manajer keuangan maka langkah berikutnya adalah mengumpulkan informasi dan membuat simulasi tentang bank atas kecepatan layanan. yang akan digunakan sebagai bahan analisis moleh bank. Kelengkapan Berkas Permohonan Kredit b. Peninjauan On The Spot e. ASPEK-ASPEK PENILAIAN BANK a. Keputusan Kredit Bank . Pembuatan Anggaran Kas Anggaran kas adalah gambaran atas seluruh rencana penerimaan dan pengeluaran uang kas sehubungan dengan rencana keuangan perusahaan dan transaksi lainnya yang menyebabkan perubahan-perubahan pada posisi kas atau menunjukkan aliran kas ( cah flow ) perusahaan tersebut. Penyusunan Laporan Keuangan Salah satu faktor yang merupakan hambatan bagi pengusaha kecil dan menengahdalam mengajukan permohonan kredit kepada bank adalah kekurang mampuan dalam membuat laporan keuangan. f. 2) Monitoring Permohonan Kredit Surat permohonan kredit berikut lampirannya sesua dengan urgensinya atau sesuai skala kreditnya. Tahapan pembuatan laporan keuangan : 1) Penyusunan Buku Besar 2) Jurnal Penyesuaian 3) Pembuatan Neraca Lajur d. Wawancara c. e.

d. Angka Pengenal Eksportir Terbatas. Karakter Karakter nasabah sulit sekali untuk diidentifikasi. Hal-hal yang selalu ingin diketahui bank sebelum menyalurkan dananya dalam bentuk kredit maupun pembiayaan berdasar prinsip syariah adalalah : a. Sertifikat Tanah dan Tanda Daftar Perusahaan. bank hanya dapat menggunakan beberapa indikator. b. 2) Manfaat Administrasi Kredit a. Perizinan dan Legalitas Bank tidak ingin menanggung resiko yang besar apabila setelah dana digunakan oleh nasabah debitor. kegiatan atau usaha nasabah tidak dapat di lanjutkan karena tidak sah secara yurudis. c. Merupakan informasi / data umpan balik (feed back) bagi manajemen dalam melaksanakan fungsinya secara umum maupun manajemen perkreditan secara khusus. bank umum wajib mempunyai keyakinan berdasarkan analisi yang mendalam atas itikad dan kemempuan serta kesanggupan nasabah debitor untuk melunasi utangnya atau mengembalikan pembiayaan dimaksud sesuai dengan perjanjian. Untuk menilai karakter suatu nasabah dan meramalkan perilakunya di masa yang akan datang. b. d. Alat pembuktian bila terjadi sengketa. lalu dikemudian hari. Sebagai alat / penyelenggara sistem dokumentasi perkreditan dalam proses pengambilan keputusan pemberian kredit akan melibatkan bermacam-macam dokumen penting dan dokumen berharga milik nasabah yang harus disimpan dengan tertib dan aman. Pengalaman dan Manajemen Pengalaman dan Manajemen nasabah sangat memengaruhi kemampuan nasabah untuk mengelola kegiatannya sehingga dapat menghasilkan dana untuk membayar kewajibannya kepada bank. Digunakan sebagai instrumen pengawasan intern dan ekstern bank. Merupakan sumber informasi data / data bagi manajemen. ASPEK-ASPEK DALAM PENILAIAN KREDIT Dalam memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah. b. karena penampilan dan profesi tidak selalu konsisten mencerminkan karakter seseorang. Sebagai pertanggung jawaban dokumen kredit. . Sebagai alat dalam menunjang penyelenggaraan kegiatan-kegiatan dalam proses perkreditan. Surat Izin Tempat Usaha.VII. Surat Izin Usaha Jasa Konstruksi. f. Sebagai lat komunikasi anatra bank dengan debitur c. PENGELOLAAN DAN PENGAWASAN KREDIT 1) Administrasi Kredit Fungsi dari administrasi kredit adalah : a. VIII. Sumber data untuk pelaporan. e. Kemampuan teknis Kemampuan teknis nasabah menyangkut faktor yang dapat mendukung kelancaran kegiatan usaha nasabah secara teknis. c. sebelum nasabah mampu memenuhi kewajibannya kepada bank. Perizinan dan aspek legalitas tersebar antara lain : Izin Mendirikan Bangunan ( IMB ). Bentuk-bentuk perizinan dan aspek legalitas yang harus dipenuhi debitor sangat bervariasi tergantung pada bidang kegiatan atau usaha nasabah.

i. 2) Agunan Tambahan. Aguan ini meliputi : 1) Agunan Utama. kegiatannya harus di dukung dengan perencanaan pemasaran yang matang dan wajar. sehingga proyek yang dibiayai tidak akan mengalami pencemaran lingkungan disekitarnya. Dampak tersebut bisa sebagai sesuatu yang disukai oleh masyarakat.e. atau tidak disulai oleh masyarakat. air atau udara. g. Analisa ini dilakukan secara mendalam sebelum kredit tersebut disalurkan. . termasuk kesehatan manusia apabila proyek tersebut dijalankan. Sosial Keberadaan kegiatan yang dibiayai oleh bank sedikit banyak pasti membawa dampak tertentu terhadap msyarakat. yaitu barang tidak dibiayai oleh dana bank dan bukan merupakan bagian yang digunakan untuk kegiatan operasional usaha nasabah. Pemasaran Bagi kegitan nasabah yang memerlukan pemasaran atas suatu produk. Agunan Sebenarnya agunan bukan merupakan faktor utama yang dijadikan oleh bank untuk menentukan keputusan pemberian dana kepada suatu nasabah tertentu. Keuangan Sehat dan tidak sehatnya keadaan usaha nasabah dapat dilihat salah satunya melalui keadaan keuangannya. dan keuangan nasabah dapat dilihat melalui laporan keuangannya. yaitu barang yang dibiayai oleh dana dari bank. dan bisa juga keduanya terjadi secara bersamaan. f. h. Amdal Yaitu analisis terhadap lingkungan baik darat.