You are on page 1of 27

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di dalam tubuh manusia, ada alat transportasi yang berguna sebagai pengedar oksigen
dan zat makanan ke seluruh sel-sel tubuh serta mengangkut karbon dioksida dan zat sisa ke
organ pengeluaran. Alat transportasi pada manusia terkoordinasi dalam suatu sistem yang
disebut sistem peredaran darah. Sistem peredaran darah manusia terdiri atas darah, jantung,
dan pembuluh darah.
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh
jaringan tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai
pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah
diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari kata Yunani yang berarti haima yang
berarti darah.
Darah manusia berwarna merah, namun dalam hal ini warna darah ada dua jenis
warna merah pada darah manusia. Warna merah terang menandakan bahwa darah tersebut
mengandung banyak oksigen, sedangkan warna merah tua menandakan bahwa darah tersebut
mengandung sedikit oksigen atau dalam arti lain mengandung banyak karbondioksida. Warna
merah pada darah disebabkan oleh adanya hemoglobin. Hemoglobin adalah protein
pernafasan (respiratory protein)

yang mengandung besi (Fe) dalam bentuk heme yang

merupakan tempat terikatnya molekul-molekul oksigen.
Darah juga mengangkut bahan-bahan sisa metabolisme, obat-obatan dan bahan kimia
asing ke hati untuk diuraikan dan ke ginjal untuk dibuang sebagai air seni.

1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Apa itu darah ?
1.2.2 Apa fungsi darah ?
1.2.3 Bagaimana sifat darah ?
1.2.4 Apa saja komponen darah?
1.2.5 Bagaimana tekanan darah?

1

BAB II
PEMBAHASAN
2.1 pengertian Darah
Darah adalah cairan kompleks dengan total volume kurang lebih 8% dari berat tubuh
manusia.Umumnya dalam tubuh seorang pria dewasa terdapat sekitar 5 – 6 liter darah dan
wanita dewasa sekitar 4– 5 liter. Kekentalan darah biasanya sekitar 4,4 – 4,7 relatif terhadap
viskositas air = 1. Hal ini yang mengakibatkan darah lebih sulit mengalir dibandingkan air
( Depkes RI ,1989 ).

Gambar 1.sketsa Darah
Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan)
tingkat tinggi yang berfungsi mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan
tubuh, mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme, dan juga sebagai pertahanan tubuh
terhadap virus atau bakteri. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata
hemo- atau hemato- yang berasal dari bahasa Yunani haima yang berarti darah.
Darah adalah cairan kental yang terdiri dari sel-sel dan plasma.Lebih dari 99% sel
tersebut adalah sel darah merah.
2.2 Sifat Fisik-Kimia Darah
1) Berat jenis yang bervariasi antara 1.054 –1.060
2) Laju viskositasnya sekitar 3-5 kali viskositas air
3) Warna darah biasanya merah terang apabila darah mengandung banyak oksigen,
namun dapat berwarna kebiru-biruan apabila kandungan oksigen kurang
2

Dalam tubuh manusia darah terdiri atas 55 % plasma dan komponen padat sekitar 45 %.sedang komponen padat terdiri atas sel darah. plasma merupakan bagian dari cairan ekstra sel tubuh.3 komposisi Darah Manusia rata-rata mempunyai lima sampai enam liter darah.3. Terdapat tiga jenis sel darah yaitu : sel darah merah. ( Guyton Arthur L. Apabila darah diendapkan dengan proses sentrifugasi. darah terbagi menjadi dua bagian. atau sekitar 8% dari total berat badannya. Fungsi lainnya adalah menghasilkan zat kekebalan tubuh terhadap penyakit atau zat antibodi. hormon. berbagai jenis garam. Komponen darah .1 Plasma darah (55%) Pada dasarnya plasma darah adalah cairan darah berwarna kuning yang mengandung : albumin. sel darah putih ( leucocytes ).2002 ) 2. Plasma darah berfungsi untuk mengangkut sari makanan ke sel-sel serta membawa sisa pembakaran dari sel ke tempat pembuangan.sedangkan cairan interstisial 2 % protein. yaitu plasma darah dan selsel darah (Starr and Taggart. Komponen plasma darah terdiri atas : 91% air . bahan pembeku darah. Hampir 90% bagian dari plasma darah adalah air. 3 . Unsur ini merupakan komponen terbesar dalam darah. 1995: 656).sedang komponen padat terdiri atas sel darah.Ia hampir sama dengan cairan interstisial yang ditemukan di antara sel-sel jaringan kecuali untuk satu perbedaan besar yaitu plasma mengandung kira-kira 7 % protin. dan thrombocyte. immunoglobin (antibodi). 8% protein terlarut . Komponen plasma darah terdiri atas : 91% air . 1 % asam organik dan 1 % garam. terdiri dari atas dua komponen utama yaitu plasma darah dan komponen padatan. 1 % asam organik dan 1 % garam. 8% protein terlarut . berbagai jenis protein.( Erythrocytes ).4) Memiliki laju endap 2. karena lebih dari separuh darah mengandung plasma darah.

komponen plasma Darah 2.2 Sel Darah (45%) Hampir 45% dari volume darah manusia merupakan sel-sel darah. 2. dinamakan buffy coat yang terdiri atas leukosit dan trombosit.3. kira-kira 35% pada anak-anak sampai berusia 20 tahun. 3) Fibrinogen . sel darah putih (leukosit).1 Sel Darah Merah atau Eritrosit (sekitar99%).1 Jenis-jenis protein plasma Protein plasma dibagi menjadi 3 golongan utama.Globulin gamma dan pada tingkat yang lebih rendah . 4 .Tekanan ini disebut tekanan osmotik koloid .bekerja sebagai substrat untuk pembentukan zat lain.1. kekuningan dan sedikit kental yang terletak di atas bila hematrokrit diukur adalah plasma darah.3.yaitu: 1) Albumin. Hematokrit memungkinkan memperkirakan volume kumpulan eritrosit per unit volume darah. Cairan translusen. dan 45-60% pada bayi yang baru lahir. Lapisan tepat di atasnya (1% volume darah) yang berwarna putih atau kelabu.mencegah cairan plasma keluar dari kapiler masuk ke ruang intertisial. Lapisan bawah menyatakan 42-47% seluruh volume darah terdapat dalam tabung hematrokit.globulin beta memegang peranan khusus dalam melindungi tubukh terhadap infeksi yang merupakan antibodi. Terdapat tiga macam sel darah.Albumin dengan berat molekul rata-rata 69000.3. fungsi utama albumin (dan dari jenis protein lain pada taraf yang lebih sedikit 0/adalah menyebabkan tekanan osmotik pada membrn kapiler.beta dan famma.dibagi menjadi 3 bagian besar yaitu globulin alfa. Darah mengandung beberapa tipe sel darah yang memiliki fungsi yang berbedabeda. Ia berwarna merah dan dibentuk dari entrosit. yaitu sel darah merah (eritrosit).Gambar 2.Globulin alfa dan beta melakukan fungsinya di dalam sirkulasi yaitu mengangkut zat-zat lain dengan bergabung dengannya. Bentuk elemen darah terpisah dalam 2 lapisan yang mudah dibedakan. Nilai normalnya adalah 40-50% pada laki-laki dewasa. 35-45% pada perempuan dewasa.2. dan keping darah (trombosit).beperan dalam pembekuan darah 2. 2) Globulin .

Eritrosit kemudian 5 . sedangkan pada wanita akan mampu membawa 19 mm oksigen.000 . Bentuk eritrosit seperti lempeng cakram dan bikonkaf. Pada laki-laki normal rata-rata sel darah merah permililiter kubik adalah 5. Bentuk sel bikonkaf. Bentuk eritrosil normalnya mempunyai diameter 7.8 µm dengan tebal 2.5 µm dan volume sekitar 90 – 95 µm³. dengan warna merah yang berasal dari Hb (Hemoglobin) yang mengandung protein hemin/heme (bentuk minerak Fe/zat besi dalam darah) dan globin. Pembentukan sel Darah Merah Sel darah merah berasal dari sel yang dikenal sebagai hemositoblast .700.Hemositoblast mulamula membentuk eritoblast basofil yang mulai mensistensis hemoglobin. tanpa inti sel. Gambar sel darah merah 1.200. Eritrosit yang telah tua dan mati akan dirombak/diuraikan dalam limpa dan hati. Sel darah merah atau eritrosit berwarna kekuningan.34 mm oksigen. sekitar 99% dari komponen sel darah.Sel darah merah merupakan bagian utama dari sel darah.Juga ketinggian tempat hidup sesesorang mempengaruhi jumlah sel darah merah. Umur eritrosit ± 120 hari. hati dan sumsum merah pada tulang pipih. Secara fisiologis setiap 1 gram hemoglobin akan mampu mengikat 1. Sel darah merah dihasilkan dilimpa atau kura. Sel darah merah yang sudah mati dihancurkan di dalam hati. Pada pria maximal dalam 100 mm darah akan dapat membawa sekitar 20 mm oksigen. Hb digunakan untuk warna biru empedu yang disebut bilirubin. Darah berwarna merah sebab haemoglobin berwarna merah tua.000 dan pada wanita normal 4. Namun bentuk ini bisa berubah menjadi lonjong karena eritrosit bersifat lentur dan tidak mudah pecah karena agar bisa melewati pembuluh kapiler yang ukurannya lebih kecil dari pada eritrosit. Berjumlah 4 – 5 juta butir/mm3 Sel darah merah mengandung banyak haemoglobin.

setelah sitoplasma normoblast telah terisi dengan hemoglobin .pembentukan sel Darah Merah 2. Hal ini terjadi karena proses kompensasi atas kekurangan oksigen dalam jaringan organ tubuh. mereka masuk ke dalam kapiler darah dengan diapedesis (menyelip melalui pori). yaitu suatu glikoprotein yang di prosuksi sebagian besar 90 % di dalam sel epitel tubulus ginjal dan 10 %-nya di dalam hati.Setelah itu .Proses Pematangan sel darah merah ( eritrosit ) Pematangan sel darah merah ( eritrosit ) didalam darah sangat tergantung pada pemasukan nutrisi dari makanan kedalam tubuh seseorang.inti sel menyusut sedangkan hemoglobin dibentuk dalam jumlah yang lebih banyak dan sel menjadi normoblast. Eritropoietin meningkat ketika proses pengoksigenasi ( jumlah oksigen) didalam tubuh menurun.Sementara sel dalam tahap retikulosit ini .Pengaturan produksi sel darah merah ( eritrosit ) Di dalam perangsangan produksi eritrosit sangat bergantung dengan eritropoietin.inti menjadi sangat kecil dan dibuang .Akhirnya. Retikulum endoplasma tersisa di dalam retikulosit terus menghasilkan hemoglobin dalam jumlah kecil selama satu sampai dua hari.menjadi eritroblast polikromatofilik. 3.retikulum endoplasama direabsorbsi.Pda waktu yang sama .Sel pada tahap perkembangan ini dinamai retikulosit karena ia masih mengandung sejumlah kecil retikulum endoplasma basofilik yang menyelingi di antara hemoglobin di dalam sitoplasma . Gambar 3. Pada pematangan ini ada dua vitamin terpenting untuk proses pematangan eritrosit yaitu : 6 .

7 . Setelah di absorbsi vitamin B12 akan di proses untuk pembentukan inti sel dan pematangan eritrosit dan akan disimpan di dalam hati ketika sudah tidak dipergunakan lagi. 4 Proses Pembentukan Hemoglobin didalam eritrosit Hemoglobin merupakan unsur penting yang berada di dalam eritrosit. Dari gabungan rantai tersebut akan membentuk sebuah pirol yang akan menggabungkan dirinya sendiri dengan 3 prirol lainnya dan akan membentuk protoporfirin IX.1. Kekurangan kedua vitamin tersebut akan menjadikan abnormalitas pematangan dan inti sel DNA eritrosit. Dari kedua vitamin tersebut akan membentuk timidin trifosfat yang akan membangun inti DNA eritrosit. buah – buah tertentu dan daging terutama di dalam hati. 2. Vitamin B 12. Pada keadaan ini eritrosit akan berbentuk lebih besar dan mudah pecah. Dalam pembentukan hemoglobin akan di awali dengan susunan 2 suksinil –KOA yang akan bergabung dengan + 2 glisin. Kemudian dari 2 rantai hemoglobin α dan 2 rantai hemoglobin β akan membentuk hemoglobin A yang akan menghantarkan oksigen keseluruh organ tubuh. pada tubuh manusia vitamin B12 akan di absorbsi di saluran cerna dengan bantuan glikoprotein (faktor intrinsik) yang di hasilkan oleh tractus gastrointestinal. Asam volat. Setelah itu rotoporfirin IX akan bergabung dengan Fe ++ yang dibawa oleh tranferin dan akan menjadi heme. Dengan adanya hemoglobin eritrosit dapat menghantarkan oksigen ke semua orga tubuh. Secara fisiologis tubuh mensintesis didalam siklus krebs mulai dari fase proeritroblas sampai retikulosit didalam fase pembentukan eritrosit. namun masih tetap bisa mengangkut oksigen. Asam volat tubuh akan di hasilkan melalui makanan yang mengandung zat – zat asam volat seperti : sayur – sayuran hijau. Dan dari heme ini akan bergabung dengan suatu rantai protein polipeptida yang akan membentuk rantai hemoglobin ( α / β ).

Gambar 5. dll. Eritrosit merupakan sel yang tidak mempunyai inti. Di dalam proses ini zat besi yang tidak digunakan akan disimpan di dalam hepatosit hati dan sel retikuloendotelia sumsum tulang dengan bentuk feritin. Pertahanan kelenturan eritrosit saat melewati kapiler yang berukuran lebih kecil. Kemudian di dalam mitokondria transferin akan melepaskan zat besi untuk pembentukan heme. Namun memiliki enzim – enzim sitoplasma yang akan memetabolisme glukosa dan membentuk edeno trifosfat yang mempunyai kemampuan seperti berikut : 1.Penghancuran Sel Darah Merah ( Eritrosit ) yang sudah Tua Masa hidup eritrosit didalam tubuh sekitar 120 hari.pembentukan Hb 5. tahu. 8 .Gambar 4.Metabolisme Zat besi ( Fe ) Dalam Tubuh Tubuh mendapatkan zat besi dari intake makanan yang masuk kedalam tubuh. makan menjadikan appotransferin menjadi transferin yang akan beredar di dalam sirkulasi darah. mitokondria. Di tempat penyimpanan zat besi akan terdapat zat besi yang tidak larut yang berjumlah sedikit disebut hemosiderin. kacang – kacangan. Zat besi dengan transferin terikat dengan ikatan longgar kemudian akan masuk kedalam eritroblas dengan cara endositosis. tempe . dll. Hemosiderin merupakan zat besi berlebih dalam sumsumtulang yang nantinya akan di keluarkan sedikit demi sedikit jika diperlukan. Ada banyak sekali jenis makanan yang mengandung zat besi. seperti : daging.metabolisme besi 6.

Kegagalan pematangan karena kekurangan vitamin B12 atau asam folat 4. Penyakit herediter ( penyakit sel sabit.2%) 9 .2. maka membran eritrosit akan menipis dan akan dihancurkan di kapiler limfa yang berukurang sangat kecil. Perdarahan 2. Eritoblastosis fetalis. Jika massa hidup eritrosit habis. Beberapa penyebab lazim anemia adalah sebagai berikut: 1. Keracunan obat b. faktor lain yang membuat membran sel darah merah rapuh disebabkan radikal bebas asap rokok). Aplasia sumsum tulang. Pertahanan transport ion melalui membran. 7.3. Hemolisis sel darah merah. 4.Anemia Anemia berarti defisiensi sel darah merah yang dapat disebabkan karena kehilangan sel darah merah yang terlalu banyak atau pembentukan sel darah merah yang lambat. sehingga besi akan dibebaskan dan disimpan dalam bentuk feritin didalam hati dan sumsum tulang. dengan sebab: a. 3. c. disebabkan karena keracunan obat atau radiasi sinar gama 3. 2. Pencegahan oksidasi protein di eritrosit.2. Kemudian zat b esi dalam eritrosit tua yang sudah dihancurkan akan dilepaskan dan dicerna oleh sistem fagosit-monosit. sferositosis. Pertahanan hemoglobin agar membentuk zat besi dengan bentuk fero bukan feri.2 Sel Darah Putih atau Leukosit(0.

Manfaat sebenarnya dari sel darah putih yaitu sebagian besar mereka secara khusus ditransport ke daerah-daerah peradangan yang berbahaya. Bersifat fagositosis yang dapat memakan kuman/bibit penyakit. (Guyton.tetapi setelah pembentukan mereka di transport dalam darah ke bagian-bagian tubuh dimana mereka dibutuhkan. Gambar sel darah putih 1.2% dari sel darah yaitu sekitar 8. Arthur C. Sel darah putih berjumlah 0. dan beberapa limfosit) dan sebagian dari jaringan limfe (limfosit dan plasma). Bentuk sel darah putih tidak beraturan.Jenis-jenis leukosit Sel darah putih berdasarkan karakteristik . Ukuran sel darah putih lebih besar daripada sel darah merah.000 – 9. terdapat 500 hingga 1000 sel darah merah untuk setiap satu sel darah putih. sehingga disebut Diapedesis. Dibentuk di sumsum tulang merah. serta ukuran dan jumlah sel darah putih berbeda dengan sel darah merah. dibentuk sebagian dari sumsum tulang (granulosit. Bergerak secara amoeboid dan dapat menembus dinding kapiler. memiliki inti 1-3 buah yang bentuknya bulat atau cekung.missal virus atau bakteri. bentuknya tidak tetap. Artinya. 10 . jaringan reikulo-endotel bagi leukosit granulosit. yaitu granulosit dan agranulosit.sitoplasmanya dapat dibagi menjadi dua. Perbandingan jumlah sel darah putih dan sel darah merah mencapai 1:500 hingga 1:1000. Sel darah putih memiliki inti sel sehingga dapat bertahan hidup selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Sedangkan bagi leukosit agranulosit dibentuk di kelenjar limfa. 1976) Sel darah putih tidak memiliki hemoglobin sehingga tidak berwarna merah. monosit.Leukosit adalah unit dari sistem pertahanan tubuh. Leukosit bertanggungjawab terhadap system imun tubuh dan bertugas untuk memusnahkan benda-benda yang dianggap asing dan berbahaya oleh tubuh.000 butir/mm3. dengan cara demikian memberikan pertahanan yang cepat dan paten terhadap setiap agen infeksi yang mungkin terdapat.

Granulosit terdiri atas neutrofil. dan Neutrofil memiliki 3 inti sel yang berwarna merah kebiruan serta kelompok dari granula. Sementara itu. elastase dan beberapa jenis atau macam sitokina. dikenal sebagai limfosit kecil. Eosinofil berdiameter 10 hingga 12 mikrometer.1) Granulosit merupakan kelompok sel darah putih yang sitoplasmanya bergranula. terdiri atas limfosit dan monosit. Sitoplasma limfosit kecil sedikit sekali. Neutrofil juga disebut dengan leukosit polimorfonuklear karna polimorfonuklear memiliki kesamaan dengan neutrofil karna memiliki bentuk sel yang aneh. b) Eosinofil adalah sel darah putih yang jumlahnya 7% dari seluruh jumlah leukosit dalam tubuh kita yang memerangi parasit multiseluler dan beberapa infeksi yang terjadi pada hewan vertebrata. heparin. lisfospolipase. Neutrofil adalah sel darah putih yang granulanya menyerap zat warna yang bersifat netral. 2) Agranulosit merupakan kelompok sel darah putih yang sitoplasmanya tidak bergranula. Limfosit merupakan sel sferis dengan garis tengah 6-8 μm.01-0. Adapun monosit merupakan sel darah putih yang berukuran besar . dan pada sediaan apus darah tampak sebagai lingkaran sekitar inti. eosinofil granulanya menyerap zat warna yang bersifat asam. Neutrofil dapat diketahui dengan melihat butiran yang ada di sitoplasma. disaat teraktivasi. Neutrofil dapat bertahan hidup 6 sampai 10 jam. dan basofil. Klasifikasi limfosit berdasarkan tanda-tanda molekuler khusus pada permukaan membran sel-sel tersebut. Beberapa diantaranya membawa reseptor seperti 11 . Proses kerja dari Neutrofil membunuh bakteri dengan menelannya secara langsung. eosinofil. Jumlah eosinofil ini meningkat disaat terjadi asma. proses tersebut dapat diketahui dan ditemukan pada saat luka yang bernanah. leukotriena. sedangkan basofil granulanya menyerap zat warna yang bersifat basa. proses ini disebut dengan fagositosis. basofil akan mengeluarkan senyawa seperti kondroitin. histamin. a) Limfosit Limfosit adalah sel darah putih yang berjumlah 40 hingga 50% dari sel darah putih yang jumlah terbesar kedua. Eosinofil berfungsi atau berperan dalam melawan parasit multiseluler dan merespon alergi c) Basofil adalah sel darah putih yang berjumlah 0. demam dan alergi yang membuat jangka hidup eosinofil antara 8 hari hingga 12 hari. Basofil bagian dari granulosit.3% yang mengandung banyak granula sitoplasmik yang berjumlah dua lobus dan dapat bergerak ke jaringan tubuh pada kondisi tertentu. Limfosit dinamai demikian karena sel ini terdapat juga pada cairan limfa. a) Neutrofil adalah sel darah putih yang memiliki jumlah yang besar yakni sekitar 60% sampai 70% sel darah putih (leukosit) dan mempunyai diameter dari 10 sampai dengan 12 mikrometer.

Terdapat pembagian fungsi limfosit. Penolakan cangkokan adalah suatu contoh reaksi imun yang diperantarai sel. difus. dan mereka juga menunjukkan perbedaan letak dan kelas imunoglobulin yang mereka kandung. Sel plasma dan sel memori yang dapat menghasilkan antibodi (immunoglobulin). Bila mereka kelak mengadakan kontak dengan antigen yang sama lagi. bursa Fabricius tidak ada. Pada mamalia. Pada jenis respon imun ini. Mereka berperanan dalam kekebalan humoral tubuh. diferensiasi ini terjadi dalam 2 tempat yang berbeda : bursa Fabricius dan timus. suatu daerah yang belum diketahui dengan pasti yang dihubungkan dengan saluran pencernaan atau dengan sumsum tulang itu sendiri. reaksi-reaksi yang diperantarai sel yang berlangsung bila limfosit T itu sendiri terdapat mengeluarkan faktor-faktor tersebut dalam lingkungan sekitarnya.imunoglobulin yang mengikat antigen spesifik pada membrannya yang tidak terdapat pada lainnya. Limfosit-limfosit ini dinamakan limfosit T (Thymus dependent). atau dalam bentuk organ. Dalam darah. Sel-sel prekursor yang terdapat dalam sumsum tulang pada kehidupan fetus yang lanjut dan postnatal mampu mengadakan perbedaan dan menjadi sel-sel imunokompeten pada tempat-tempat di luar sumsum tulang. Timus. Limfosit T langsung mengikat sel-sel asing dan menghasilkan faktor-faktor yang bekerja pada cangkokan. Limfosit T memegang peranan penting dalam penentuan tipe dan jumlah antibodi yang dihasilkan oleh beberapa limfosit B. Berdasarkan alasan ini. dan limfosit berdiferensiasi dalam daerah-daerah koloni organ tubuh lain ini di mana jaringan limfoid ditemukan berkapsul. tetapi sel-sel progenitor sumsum berdiferensiasi menjadi sel-sel B dalam daerah yang bursa equivalen. Timus dan bursa ekuivalen pada mamalia dinamakan organ limfoid sentral. Pada burung. Ini adalah limfosit yang sebelumnya telah terkena antigen tetapi tidak berdiferensiasi menjadi sel-sel plasma. Bursa Fabricius merupakan suatu massa jaringan limfoid dalam kloaka burung progenitor limfosit berdiferensiasi menjadi sel-sel plasma. Limfosit-limfosit ini dinamakan limfosit B (bursadependent). selsel yang teraktivitas ini 12 . sebagian besar limfosit adalah sel-sel T dan bertanggung jawab terhadap reaksi-reaksi imun yang diperantarai sel tidak tergantung pada antibodi yang beredar bebas. Limfosit B menimbulkan memory cells. “undifferentiated lymphosites” yang berasal dari sumsum tulang dirangsang menjadi sel-sel progenitor yang berfungsi dalam kekebalan seluler organisma. yang menghasilkan antibodi – imunoglobulin – terhadap antigen spesifik.

Biasanya ditemukan mikrofilamen dan mikrotubulus pada daerah dekat identasi inti. memberikan warna abu-abu kebiru-biruan pada sediaan hapus yang diwarnai. limfosit T dan B keduanya berperanan dalam immunologic memory. b) Monosit Monosit adalah sel darah putih yang berjumlah 1-10% yang berubah menjadi makrofag dalam memerangi benda-benda asing yang menyerang tubuh dengan keluar dari aliran darah dan masuk ke jaringan tubuh. 13 . Ringkasnya. Aparatus Golgi yang berkembang dengan baik berperanan dalam sintesis granula-granula yang menyerupai lisosom terdapat dalam sitoplasma. Granula azurofilik monosit adalah lisosom. dan berdiferensiasi menjadi sel-sel fagositik sistem makrofag. masuk ke dalam jaringan penyambung. setelah itu monosit akan tinggal dalam beberapa hari di dalam jaringan tubuh. sebagian diantaranya dalam batasbatas resolusi mikroskop optik. atau berbentuk ginjal dan umumnya terletak konsentris. Monosit akan tinggal dalam aliran darah selama 10-20 jam. Granula-granula ini dapat tersebar di seluruh sitoplasma. Sitoplasma monosit adalah basofilik dan sering kali mengandung granula azurofilik yang sangat halus.dengan cepat membelah beberapa kali secara mitosis dan menghasilkan sel-sel plasma yang mensintesis antibodi terhadap antigen. Inti oval. Monosit beredar melalui aliran darah dan mampu menembus dinding kapiler. Ditemukan banyak mikrovilli dan vesikel-vesikel pinositotik pada permukaan sel. Monosit memiliki waktu hidup yang lebih lama dari pada neutrofil. Memory cells juga berasal dari limfosit T. Agranulosit yang berasal dari sumsum tulang ini mempunyai garis tengah yang berkisar dari 9-12 μm. Monosit ditemukan dalam darah. jaringan penyambung. Memory cells menerangkan mengapa penyuntikan ke dua antigen diikuti oleh suatu pembentukan antibodi yang lebih tinggi dan lebih cepat daripada penyuntikan pertama. yang juga bereaksi dan proliferasi setelah kontak dengan suatu antigen yang sebelumnya mereka pernah berkontak. berbentuk tapal kaki kuda. dan rongga-rongga tubuh. Mereka tergolong sistem fagositik mononuklear (sistem retikuloendotel) dan mempunyai tempat-tempat reseptor pada permukaan membrannya untuk imunoglobulin dan komplemen.

Sedangkan limfosit sebagian besar akan disimpan dalam berbagai area limfoid kecuali pada sedikit limfosit yang secara temporer diangkut dalam darah. Dalam keadaan normal. Pembentukan leukosit tipe mielositik dimulai dengan sel muda yang berupa mieloblas sedangkan pembentukan leukosit tipe limfositik dimulai dengan sel muda yang berupa limfoblas. Dalam pembentukan leukosit terdapat dua tipe yaitu mielositik dan limfositik.pembentukan Leukosit Pembentukan sel darah putih dimulai dari diferensiasi dini dari sel stem hemopoietik pluripoten menjadi berbagai tipe sel stem committed. Jumlah ini sesuai dengan persediaan granulosit selama enam hari. granulosit yang bersirkulasi dalam seluruh darah kira-kira tiga kali jumlah yang disimpan dalam sumsum. Kemudian.pembentukan leukosit Leukosit yang dibentuk di dalam sumsum tulang. 14 . untuk membentuk eritrosit dan membentuk leukosit. Gambar 6. beberapa faktor seperti sitokin-sitokin akan dilepaskan. terutama granulosit.2. disimpan dalam sumsum sampai sel-sel tersebut diperlukan dalam sirkulasi. bila kebutuhannya meningkat. Selain sel-sel committed tersebut.

3 keping Darah Kepingan darah (trombosit) adalah sel tak berinti. yang membuat darah dan jaringan lainnya. sel-sel akan tumbuh dan membelah diri untuk membentuk sel-sel baru yang dibutuhkan tubuh. Semua kanker bermula di sel. sel-sel tersebut dapat hidup hingga berbulanbulan atau bahkan bertahun-tahun. sel-sel tersebut akan mati dan sel-sel baru akan menggantikannya. yaitu 10-20 jam. berbentuk cakram dengan garis tengah 2-5 μm. Begitu masuk ke dalam jaringan. Pada keadaan infeksi jaringan yang berat. Dan pasien yang terkena virus leukemia sel-T manusia (HTLV-I/Human T-cell leukemia virus-I) juga rentan terhadap penyakit ini. Hal ini dikarenakan granulosit dengan cepat menuju jaringan yang terinfeksi. Makrofag jaringan ini akan menjadi dasar bagi sistem makrofag jaringan yang merupakan system pertahanan lanjutan dalam jaringan untuk melawan infeksi. 15 . masa hidup keseluruhan sering kali berkurang. dan masuk dalam proses dimana sel-sel itu sendiri harus dimusnahkan. dan 4-5 jam berikutnya dalam jaringan.000 μL darah. Monosit memiliki masa edar yang singkat.000 – 300. Biasanya.Masa hidup granulosit setelah dilepaskan dari sumsum tulang normalnya 4-8 jam dalam sirkulasi darah. Sebagai indikator demam berdarah dengue (DBD). berada di dalam darah sebelum berada dalam jaringan. Keping darah berasal dari pertunasan sel raksasa berinti banyak megakariosit yang terdapat dalam sumsum tulang. Setelah masuk aliran darah. Jumlah normal berkisar dari 150. Selain itu. pasien yang dirawat dengan obat-obatan anti-kanker (seperti bahan-bahan alkilasi) terkadang terkena leukemia beberapa tahun mendatang.2.3. kepingan darah mempunyai masa hidup sekitar 8 hari. Saat sel-sel semakin tua. Penelitian menemukan bahwa orang yang terpapar radiasi sangat tinggi dan zat kimia industri (misalnya benzena dan formaldehida) memiliki tingkat risiko leukemia yang lebih besar.Leukimia Leukemia adalah jenis kanker yang mempengaruhi sumsum tulang dan jaringan getah bening. 3. 2. sel-sel ini membengkak sampai ukurannya yang sangat besar untuk menjadi makrofag jaringan. Dalam bentuk ini. melakukan fungsinya.

Lisosom trombosit selanjutnya dapat memegang peranan dalam lisis bekuan setelah penyembuhan 1. faktor lain.Fungsinya untuk penjendalan darah. Trombosit dengan mudah melekat pada kolagen yang terbuka pada tempat cedera dan. dari protrombin dalam plasma darah.Serotonin akan menyebabkan mengakibatkan vasokonstriksi kontraksi otot polos vaskuler. Kepingkeping darah yang menempel. Skema Pembekuan Darah 16 . tombosit pecah dalam daerah cedera mengeluarkan granula yang mengandung serotonin. Dalam suatu rangkaian reaksi.mengeluarkan enzim tromboplastin (trombokinase). sebuah enzim. Setelah embentukannya. dasar dari bekuan darah (trombus).tromboplastin secara enzimatik mengubah protombin plasma menjadi trombin. menghambat atau menghentikan aliran darah dalam daerah cedera. Trombin yang terbentuk akan mengkatalis perubahan fibrinogen menjadi benang-benang fibrin.pembekuan Darah Pembekuan dimulai ketika keping-keping darah dan faktor-faktor lain dalam plasma darah kontak dengan permukaan yang tidak biasa. bersamaan dengan kerusakan sel-sel endotel. Trombosit juga mengeluarkan trombotenin. yang selanjutnya mengubah fibrinogen menjadi fibrin. suatu protein kontraktil yang digabungkan dalam bekuan dan menyebabkan retraksi bekuan. kepingkeping darah segera menempel dan menutupi permukaan yang terbuka tersebut. fibrin berpolimerisasi menjadi matriks fibriler yang menangkap trombosit-trombosit dan sel-sel darah dan menimbulkan sumbatan hemostatik. seperti pembuluh darah yang rusak atau terluka. dan jaringan yang terluka memicu pengaktifan trombin. Mekanismenya: Setelah pembuluh darah pecah. Ketika ada permukaan yang terbuka pada pembuluh darah yang terluka. Protrobin dan fibrinogen keduanya disintesis oleh hati dan dikeluarkan ke dalam darah.

Molekul fibrin menempel satu sama lain. seperti gelatin ketika sudah dingin. dan memaksa cairan 17 . Gambar 7. keping-keping darah mengerut. membentuk jaringan berserat. menghentikan aliran darah dan membuat darah menjadi padat. Dalam waktu setengah jam. Jaringan protein fibrin ini. menarik lubang untuk merapat. Jaringan ini membuat sel darah merah terperangkap dan menambah kepadatan dari darah yang beku.pembekuan Darah Keping-keping darah menempel di bagian yang berserat dan mengeluarkan benangbenang yang lengket dan membuatnya merekat satu dengan yang lain.

Hormon adalah zat-zat kimia yang mempengaruhi proses metabolisme dalam tubuh. 2. Mengangkut oksigen dari paru-paru ke seluuruh jaringan tubuh. Setiap hormone yang dihasilkan dapat mempengaruhi kerja satu atau lebih dari organ tubuh dan berfungsi untuk menhaga keseimbangan kerja organ tubuh. Darah juga menyuplai jaringan tubuh dengan nutrisi. Menutup luka. Mengatur dan mengontrol temperature tubuh 4. dan mengandung berbagai bahan penyusun sistem imun yang bertujuan mempertahankan tubuh dari berbagai penyakit. 5. Mengangkut hasil ekskresi dari jaringan tubuh ke ginjal. 1) Menyebarkan panas keseluruh tubuh. Aksi tersebut menghasilkan pembekuan yang padat dan kuat sehingga membuat luka merapat. 18 . 3. 2.4 Fungsi Darah Fungsi utamanya adalah mengangkut oksigen yang diperlukan oleh sel-sel di seluruh tubuh. 2) Dalam system sirkulasi. Mengatur distribusi hormon. Mengangkut sari-sari makanan dari usus ke jaringan tubuh.yang ada untuk keluar. dimulai penyembuhan luka.Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuh dengan perantaraan leukosit dan antibodi/ zat–zat anti racun. 1. Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk diedarkan dan dibagikan ke seluruh jaringan/ alat tubuh. darah berfungsi Mengangkut karbon dioksida dari jaringan tubuh ke paru-paru. Dengan cara inilah.Sebagai alat pengangkut yaitu: Mengambil oksigen/ zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh. mengangkut zat-zat sisa metabolisme. Mengangkut karbon dioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paruparu. Mengangkat / mengeluarkan zat-zat yang tidak berguna bagi tubuh untuk dikeluarkan melalui ginjal dan kulit. Hormon-hormon dari sistem endokrin juga diedarkan melalui darah.

2) Individu dengan golongan darah B memiliki antigen B pada permukaan sel darah merahnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen A dalam serum darahnya. Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh.1 Rhesus Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Mencegah infeksi Kulit merupakan penghalang masuknya beberapa macam bakteri kedalam tubuh yang dilengkapi dengan cairan berupa lendir dan zat-zat kimia. Jika kulit rusak. dan kematian. syok.misalnya luka atau lecet. Kalau sel darah putih tidak dapat bertahan maka sel darah putih akan mati bersama dengan jaringan yang berada di sekitarnya dan menimbulkan bengkak serta membentuk nanah. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis. 2. orang dengan golongan darah A-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan golongan darah A-negatif atau O-negatif. sebagai berikut: 1) Individu dengan golongan darah A memiliki sel darah merah dengan antigen A di permukaan membran selnya dan menghasilkan antibodi terhadap antigen B dalam serum darahnya. Seseorang yang tidak memiliki 19 .6. Golongan darah manusia ditentukan berdasarkan jenis antigen dan antibodi yang terkandung dalam darahnya. Sel darah putih keluar dari kapiler untuk melawan bakteri yang masuk.5.5 Golongan Darah Golongan darah adalah ciri khusus darah dari suatu individu karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). kemungkinan bakteri dapat masuk. orang dengan golongan darah B-negatif hanya dapat menerima darah dari orang dengan dolongan darah B-negatif atau O-negatif. Sehingga. Darah putih menghancurkan bakteri dengan cara menggumpalkan sebelum bakteri masuk kedalam system sirkulasi. Sehingga. gagal ginjal. Nama ini diperoleh dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun 1940 oleh Karl Landsteiner. hanya saja lebih jarang dijumpai. 2.

Kecocokan faktor Rhesus amat penting karena ketidakcocokan golongan. Dalam gambar anatomi. 1. Bila pembuluh darah mengalami kekakuan maka ia menjadi kurang fleksibel sehingga tidak dapat melakukan antisipasi terhadap kenaikan/penurunan tekanan darah. Arteri (pembuluh nadi) Arteri adalah pembuluh darah berdinding tebal yang membawa darah beroksigen dari jantung ke seluruh jaringan tubuh. Hal ini terutama terjadi pada perempuan yang pada atau di bawah usia melahirkan karena faktor Rh dapat memengaruhi janin pada saat kehamilan. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+. Golongan darah O+ adalah yang paling umum dijumpai.6 Pembuluh Darah Pembuluh darah dapat kita ibaratkan sebagai selang yang bersifat elastis. meskipun pada daerah tertentu golongan A lebih dominan. 2. arteri digambarkan berwarna 20 . Jenis penggolongan ini seringkali digabungkan dengan penggolongan ABO. Sifat elastis ini sangat bermanfaat untuk mempertahankan tekanan darah yang stabil. Misalnya donor dengan Rh+ sedangkan resipiennya Rh-) dapat menyebabkan produksi antibodi terhadap antigen Rh(D) yang mengakibatkan hemolisis. yaitu diameternya dapat membesar atau mengecil. maka diamater pembuluh darah akan melebar sebagai bentuk adaptasi untuk menurunkan tekanan yang berlebih agar menjadi normal. Sebaliknya diameter pembuluh darah akan mengecil bila tekanan darah turun. Pada keadaan normal. dan ada pula beberapa daerah dengan 80% populasi dengan golongan darah B.faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. apabila tekanan di dalam pembuluh darah meningkat.

Dinding arteri lebih tebal dibandingkan dinding vena dan keduanya terdiri dari tiga lapisan: endothelium (bagian dalam). Gambar 8. Arteri akan menuju bagian atas tubuh terlebih dahulu baru kemudian ke bagian bawah tubuh. dan jaringan ikat dan serat elastis (bagian luar).arteri 2. karbon dioksida. Bagian pertama dari arteri adalah aorta yang merupakan arteri terbesar dan memiliki dinding yang tebal. Kapiler hanya terdiri dari satu lapis endothelium dan sebuah membran basal. otot polos dengan serat elastis (bagian tengah).merah. Darah mengandung oksigen memasuki arteri setelah keluar dari ventrikel kiri (bilik kiri) melalui katup aorta. serta limbah dengan sel di sekitarnya. nutrien. meskipun tidak benar-benar berwarna merah. Kapiler Kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil dengan diameter antara 5-10 mikrometer yang memungkinkan terjadinya pertukaran air. Arteri pada akhirnya akan bercabang ke bagian-bagian kecil yang disebut arteriol dan kemudian menuju kapiler. oksigen. Kapiler juga berfungsi membawa darah ke dalam vena. Pembuluh darah 21 .

Tekanan darah ditentukan oleh curah jantung (cardiac output.7 Tekanan Darah Tekanan darah berarti daya yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh darah yang hampir selalu dinyatakan dalam milimeter air raksa. Berikut adalah tabel perbedaan arteri dan vena: 2.3. arteriola. sehingga terbentuklah suatu aliran darah yang menetap. Karena vena berada di lapisan atas dekat dengan permukaan kulit dan berwarna kebiruan. darah memasuki venula. Pembuluh balik dimulai dari pembuluh darah kapiler. Saluran ini lebih mudah dilihat mata. Dari kapiler. Peningkatan atau penurunan tekanan darah akan mempengaruhi homeostasis di dalam tubuh.7 Tekanan darah merupakan faktor yang amat penting pada sistem sirkulasi. Pembuluh vena merupakan pembuluh yang membawa darah kembali ke jantung. Tekanan darah selalu diperlukan untuk daya dorong mengalirnya darah di dalam arteri. Pembuluh-pembuluh venula yang kecil akan bergabung menuju pembuluh vena. CO) dan resistensi pembuluh darah terhadap darah. Pembuluh Balik (Vena) Istilah vena digunakan untuk pembuluh darah yang aliran darahnya mengalir kembali menuju jantung. kapiler dan sistem vena.8 Tekanan darah diatur melalui beberapa mekanisme fisiologis untuk menjamin aliran darah ke jaringan yang memadai. Curah jantung adalah volume darah yang dipompa melalui jantung per 22 . Arteri dan vena memiliki beberapa perbedaan selain kandungan yang terdapat di darah yang dibawanya.

Afterload meningkat bila tekanan darah meningkat. afterload berhubungan dengan tekanan aorta untuk ventrikel kiri.7 Isi sekuncup jantung dipengaruhi oleh tekanan pengisian (preload). maka MABP sama dengan CO x TPR. ANS). Sifat aliran ini sangat kompleks. dan aliran darah dalam sistem kardiovaskular dikenal dengan hemodinamika. TPR adalah resistensi perifer total (total peripheral resistance). Hubungan antara tekanan. atau bila terdapat stenosis (penyempitan) katup arteri keluar. SV) x laju denyut jantung (heart rate. tetapi tidak dapat diukur secara langsung dengan cara apapun. MABP adalah tekanan darah arteri rata-rata (mean arterial blood pressure). HR).9 Resistensi merupakan hambatan aliran darah dalam pembuluh. diatur oleh sistem saraf otonom (SSO/autonomic nervous system. sama dengan curah jantung. yaitu viskositas (kekentalan) darah. yaitu isi sekuncup (stroke volume. Resistensi diproduksi terutama di arteriol dan dikenal sebagai resistensi vaskular sistemik. Karena CVP biasanya mendekati nol. Resistensi harus dihitung dari pengukuran aliran darah dan perbedaan tekanan antara dua titik di dalam pembuluh. dan jari-jari pembuluh. panjang pembuluh. namun secara garis besar dapat diperoleh dari hukum fisika untuk sistem kardiovaskular : Dengan CO adalah curah jantung (cardiac output). Aliran darah ini disebut curah jantung karena merupakan jumlah darah yang dipompa ke aorta oleh jantung setiap menitnya. dan tekanan arteri untuk ventrikel kanan. secara keseluruhan adalah 5000 ml/menit pada sirkulasi total orang dewasa dalam keadaan istirahat.7 Resistensi bergantung pada tiga faktor. resistensi. dan tekanan yang harus dilawan oleh jantung saat memompa (afterload). Normalnya.menit. kekuatan yang dihasilkan oleh otot jantung.7 Secara konstan MABP dipantau oleh baroreseptor yang diperantarai secara otonom dan mempengaruhi jantung serta pembuluh darah untuk 23 . Kecepatan aliran darah yang melalui seluruh sistem sirkulasi sama dengan kecepatan pompa darah oleh jantung ─ yakni. Peningkatan afterload akan menurunkan curah jantung jika kekuatan jantung tidak meningkat. MABP adalah nilai rata-rata dari tekanan arteri yang diukur milidetik per milidetik selama periode waktu tertentu. Baik laju denyut jantung maupun pembentukan kekuatan. dan CVP adalah tekanan vena sentral (central venous pressure). Aliran darah yang mengalir di sirkulasi dalam periode waktu tertentu.

rata-rata sekitar 100 mmHg. karena pemompaan oleh jantung bersifat pulsatil.7 Dua faktor utama yang memengaruhi tekanan nadi : (1) curah isi sekuncup dari jantung. Demikian juga. Pada titik terendah setiap pulsasi. Reseptor terpenting yang berperan dalam pengaturan terus-menerus yaitu sinus karotikus dan baroreseptor lengkung aorta. dan (2) komplians (distensibilitas total) dari percabangan arteri.7 Faktor – faktor yang berpengaruh pada pengendalian tekanan darah adalah sebagai berikut: 24 . adalah sekitar 120 mmHg. yang disebut tekanan sistolik. Tekanan nadi pada orang lanjut usia kadang-kadang meningkat sampai dua kali nilai normal. yang disebut tekanan diastolik. karena arteri menjadi lebih kaku akibat arteriosklerosis dan karenanya. Pada orang dewasa sehat. sehingga tekanan rata-rata di aorta menjadi tinggi. yaitu : (1) Konstriksi atau dilatasi semua atau sebagian besar arteriol dalam tubuh akan memengaruhi TPR dan tekanan darah (2) Konstriksi arteriol pada satu organ atau regio tersebut. Peranan arteriol dalam mengatur resistensi vaskular memiliki beberapa implikasi penting. Perbedaan nilai antara kedua tekanan ini sekitar 40 mmHg. sebagai akibat pengosongan ritmik ventrikel kiri. yang disebut tekanan nadi. nilainya sekitar 80 mmHg. Penurunan biasanya tajam pada arteri terkecil dan arteriol (diameter <100 μm). karena pembuluh memberikan resistensi terbesar terhadap aliran. tekanan arteri bergantiganti antara nilai tekanan sistolik 120 mmHg dan nilai tekanan diastolik 80 mmHg.11 Jantung memompa darah secara kontinyu ke dalam aorta.menyesuaikan curah jantung dan resistensi perifer total sebagai usaha memulihkan tekanan darah ke normal. sementara itu dilatasi memiliki efek yang berlawanan (3) Perubahan resistensi arteriolar pada suatu regio memengaruhi tekanan hidrostatik ‘downstream’ dalam landas kapiler (capillary bed) dan vena pada regio tersebut. Tekanan darah rata-rata menurun secara progresif di sepanjang sistem arteri. arteri relatif tidak lentur. tekanan pada puncak setiap pulsasi.

25 .

1 % asam organik dan 1 % garam. Istilah medis yang berkaitan dengan darah diawali dengan kata hemo atau hemato yang berasal dari kata Yunani yang berarti haima yang berarti darah. sel darah putih ( leucocytes ). dan juga sebagai pertahanan tubuh terhadap virus atau bakteri.2002 ) 26 . Komponen plasma darah terdiri atas : 91% air .sedang komponen padat terdiri atas sel darah. terdiri dari atas dua komponen utama yaitu plasma darah dan komponen padatan. Terdapat tiga jenis sel darah yaitu : sel darah merah. Komponen darah . mengangkut bahan-bahan kimia hasil metabolisme. Dalam tubuh manusia darah terdiri atas 55 % plasma dan komponen padat sekitar 45 %.1 kesimpulan Darah adalah cairan yang terdapat pada semua makhluk hidup (kecuali tumbuhan) tingkat tinggi yang berfungsi untuk mengirimkan zat-zat dan oksigen yang dibutuhkan oleh jaringan tubuh. 8% protein terlarut .( Erythrocytes ).BAB III PENUTUP 3. ( Guyton Arthur L. dan thrombocyte.

E. U. 7th ed.Buku Ajar Fisiologi Kedokteran edisi 9. Guyton. K. (1999)..Arthur C dan John E. A.Jakarta:ECG 27 .J. S. and Talaro. New York: The McGraw-Hill Companies. Anatomy & Physiology Laboratory Textbook.DAFTAR PUSTAKA Benson.. Gunstream.Hall .. Talaro.P.2002.