You are on page 1of 53

Volume 9 Nomor 1, Maret 2012

ISSN 1907-8870

KOMUNIKOLOGI
Indonesia Journal of Communication
ETIKA PERSAINGAN DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN
(Zinggara Hidayat)

PENGEMASAN PROGRAM KOMEDI MENGANDUNG UNSUR
PENDIDIKAN DALAM PENYAMPAIAN PESAN MORAL KEPADA
KHALAYAK
(Ilona V. Oisina Situmeang)

EVENT SEBAGAI AJANG PROMOSI BAGI PERUSAHAN JASA (KASUS
UNTUNG BELIUNG BRITAMA BRI)
(Nur Awaliah)

FRAMING BERITA GAYUS TAMBUNAN DI SURAT KABAR MEDIA
INDONESIA DAN REPUBLIKA
(Pratiwi Asri, Abdurrahman Jemat. M.S)

OPTIMALISASI PERANAN HUMAS DALAM ORGANISASI DAKWAH
(Asep Saefudin Ma’mun)

MENGENAL KOMUNIKASI MULTIMEDIA DAN SISTEM OPERASIONAL
KOMPUTER MACINTOSH
(Ikbal Rachmat)

KOMUNIKOLOGI Volume 9 Nomor 1

Halaman 1 - 48

Maret 2012

ISSN 1907 - 8870

Volume 9 Nomor 1, Maret 2012

ISSN 1907 -8870

KOMUNIKOLOGI
Penasehat
Dr. Ir. ARIEF KUSUMA AP., MBA
Penanggung Jawab
Indrawadi Tamin, Ph.D
Ketua Editor
ADE SURYANI, M.Soc.Sc
Dewan Editor
D
Edit
Drs. DANI VARDIANSYAH, M.Si
Drs. HALOMOAN HARAHAP, M.Si (Ilmu Komunikasi)
R. WIDODO PATRIANTO, S.Sos (Periklanan)
SUMARTONO, M.Si (Public Relations)
EUIS NURUL B., SE , M.Si(Komunikasi Pemasaran)
Dra. SARAH SANTI, M.Si (Komunikasi Gender)
EUIS HERYATI, S.Sos (Komunikasi
(
k Budaya)
d
)
AGUS FIRMANSYAH, S.Sos (Teknologi Komunikasi & Informasi)
Penyunting Pengelola
Lukman Cahyadi, ST
Pelaksana Tata Usaha
AGUS SATRIAWAN, SE
HELMI GEISFARAD, S.Sos
Alamat Penerbit
PUSAT PENGELOLA JURNAL ILMIAH
Universitas Esa Unggul, Lantai 2 Kampus Emas
JJl. Terusan Arjuna
j
, Tol Tomang-Kebon
g
JJeruk,, JJakarta 11510
Telp. (62-021) 567 4223 ext. 266 Hunting, Fax. (62-021) 5682503
http://www.ejurnal.esaungggul.ac.id
Emai: erwan.baharudin@esaunggul.ac.id
Frekuensi Terbit
2 kali setahun/ Maret, September

Volume 9 Nomor 1, Maret 2012

ISSN 1907-8870

KOMUNIKOLOGI
DAFTAR ISI

Etika Persaingan dalam Komunikasi Pemasaran
(Zinggara Hidayat) ………….……………………………………………………….

1 – 12

Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan dalam
Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak
(Ilona V. Oisina Situmeang) …...............................…………………………………

13 – 22

Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahaan Jasa (Kasus Untung Beliung
Britama BRI)
(Nurul Awaliah)……………………………………………………………………….. 23 – 31
F
Framing
i B
Berita
it G
Gayus T
Tambunan
b
di S
Suratt K
Kabar
b M
Media
di IIndonesia
d
i d
dan republika
blik
(Pratiwi Asri, A. Rahman Jemat MS) …….………………………………………… 32 – 38
Optimalisasi Peranan Humas dalam Organisasi Dakwah
(Asep Saefudin Ma’mun)……………………….……………………………………... 39 – 43
Mengenal Komunikasi Multimedia dan Sistem Operasional Komputer Macintosh
(Ikbal Rachmat)…………..…………………….……………………………………...
Rachmat)
44 – 48

i

Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran

ETIKA PERSAINGAN DALAM KOMUNIKASI PEMASARAN
Zinggara Hidayat
Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul, Jakarta
Jalan Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk, Jakarta 11510
zinggara.hidayat@esaunggul.ac.id
Abstrak

Etika persaingan dalam komunikasi pemasaran khususnya kampanye periklanan menjadi perhatian
penting dalam upaya menyehatkan perekonomian bangsa. Pasar yang sehat dicerminkan dari terbukanya
peluang kepada setiap pelaku untuk bersaing dan memperoleh perlakuan yang adil dalam suatu industri.
Perundang-undangan dan kode etik komunikasi merupakan pedoman dalam bersaing secara sehat.
Kondisi persaingan ketat kini telah mempengaruhi style komunikasi dan creative strategy pesan dalam
berbagai aktivitas kampanye komunikasi pemasaran, terutama periklanan. Kurangnya pemahaman
peraturan mengenai persaingan yang sehat dan kode etik periklanan menyebabkan para praktisi
komunikasi pemasaran cenderung mengabaikan aspek ini. Akibatnya banyak tayangan komunikasi
pemasaran yang cenderung kurang menghargai keberadaan para pesaingnya di pasar secara wajar. Tulisan
ini membahas persaingan yang terjadi antar brand pada produk barang konsumsi seperti produk
minuman, makanan, toiletris, dan beberapa produk sekunder lainnya seperti otomotif roda dua dan
minyak pelumas. Visual iklan sebagai instrumen komunikasi pemasaran diobservasi pemaknaan atas
tanda-tanda yang ada melalui sarana lihatan (visual sense) atau semiotika visual.Style komunikasi
periklanan pada berbagai kategori produk yang bersaing ketat memiliki kecenderungan untuk
menghasilkan tayangan-tayangan iklan yang konten-nya cenderung melanggar etika persaingan dan kode
etik periklanan. Sebagian besar pelanggaran etika dalam praktik komunikasi periklanan memperlihatkan
upaya merendahkan produk-produk pesaing baik secara visual maupun secara verbal dan berbagai bentuk
pelanggaran etika bersaing secara sehat dan kode etik periklanan.
Kata kunci: komunikasi pemasaran, etika periklanan, kompetisi

Pendahuluan
Persaingan merupakan cermin dari struktur
pasar yang sehat. Semakin ketat persaingan
menunjukkan jumlah pemain dalam suatu industri
semakin besar, yang artinya industri bersangkutan
dapat dimasuki beragam pemain. Kompetisi antar
pemain memberikan dampak positif dan negatif
terhadap perilaku persaingan. Jika sistem pengawasan
dan penegakannya terhadap para pemain lemah, maka
pada kondisi itulah para pemain berperilaku negatif
dengan melakukan manufer-manufer yang dapat
melanggar perundangan persaingan yang sehat dan
kode etik komunikasi pemasaran.
Strategi kreatif dari sisi internal dalam proses
penciptaan komunikasi pemasaran memegang kunci
penting dalam keberhasilan suatu produk atau jasa
(Jewler dan Drewniany, 2004: 23). Pesan yang
diciptakan muncul dalam bentuk verbal dan visual
yang menyatu dalam konsep total antara kata-kata dan
visual (Russell dan Lane, 2006: 470). Dalam konteks
persaingan pasar, berbagai produk—terutama produk
konsumsi—bersaing sangat ketat dengan sasaran
utama untuk memperoleh pangsa pasar dan
pertumbuhan. Dalam desainnya, karakter produk atau
jasa harus benar-benar mewujud dalam pesan
komunikasi yang diciptakan. Pesan kemudian dikirim
kepada target bidik yang karakternya harus
bersenyawa dengan karakter produk. Maka dalam hal

ini kekuatan pesan sangat ditentukan oleh creative
strategy secara terpadu (Altstiel dan Grow, 2006: 19).
Kompetisi ketat cenderung melahirkan
produk dan/atau jasa yang memperebutkan pasar
yang sama (satu pasar) dengan kegiatan kampanye
komunikasi pemasaran terpadu (Russell dan Lane,
2006: 72). Karena itu pemahaman dan perencanaan
komunikasi merupakan suatu strategi perusahaan
(Thomas, 2002: 308-310). Style komunikasi cenderung
berupaya untuk ’membabat habis’ para pesaingnya
dengan ’tanpa ampun’ untuk mencapai market-share
yang dominan. Padahal menurut Duncan (2002: 659),
praktisi periklanan harus memahami sebuah gambar
besar (the big picture) yang menjadi sasaran
pengembangan IMC yang memperhatikan isue-isue
sosial, etikal, dan legal di dalamnya.

Perumusan Masalah
Persaingan
telah
memicu
terjadinya
kreativitas dalam penciptaan pesan periklanan. Style
komunikasi pemasaran sangat dipengaruhi oleh level
persaingan produk bersangkutan di pasar. Tulisan ini
membuka diskusi bagaimana level persaingan pada
berbagai brand untuk beberapa kelompok produk
seperti barang konsumsi antara lain produk makanan,
minuman, toiletries, otomotif roda dua dan minyak
pelumas. Selanjutnya bagaimana style komunikasi
peklanan pada berbagai kategori produk tersebut?
Bagaimana aspek etika persaingan khususnya pada

Jurnal Komunikologi Volume 9, Nomor 1, Maret 2012

1

Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran

desain komunikasi periklanan produk-produk, dan
bagaimana batasan-batasan yang ditentukan dalam
kode etik periklanan dan peraturan serta konstitusi
lainnya. Dalam pembahasan ini difokuskan kepada
kegiatan komunikasi periklanan sebagai kegiatan above
the line karena komunikasi periklanan merupakan
penyerap dana terbesar dalam bauran promosi.

Manfaat
Tulisan ini diharapkan bermanfaat untuk
mengedepankan segi-segi etika dalam proses
penciptaan komunikasi pemasaran, khususnya
periklanan. Selain itu diharapkan bermanfaat dalam
rangka mendorong terjadinya persaingan sehat antar
agensi, pengiklan yang pada akhirnya menumbuhkan
peran sosial periklanan sebagai media edukatif bagi
masyarakat, selain tentu saja periklanan harus memiliki
arti ekonomis yang berarti bagi korporasi, negara dan
publik secara keseluruhan.
Framework
Theoritical
framework
yang
menguraikan tentang produksi simbol-simbol dalam
komunikasi dikemukakan oleh Kenneth Burke dalam
Littlejohn (2002:10) sebagai bagian dari Creative writing
dalam suatu periklanan dan PR. Selain itu Semantic
Theory yang dikemukakan oleh Charles Morris tentang
persepsi, manipulasi, dan konsumasi di mana pada
masing-masing tahap ini seseorang mula-mula
memberi perhatian terhadap tanda (sign), kemudian
menginterpretasikannya dan memberi respons, dan
kemudian melakukan aksi sebagai respons aktual.
Komunikasi Pemasaran. Menurut Duncan (2002:8)
Komunikasi pemasaran terpadu adalah suatu proses
pengelolaan hubungan pelanggan yang mengendalikan
nilai merek (brand-value), atau secara lebih spesifik
adalah suatu proses silang-fungsional dalam
penciptaan hubungan yang menguntungkan dengan
pelanggan dan pihak berkepentingan lainnya melalui
pengendalian strategis atau mempengaruhi seluruh
pesan kepada kelompok target dan berkomunikasi
dengan mereka.
Periklanan. Arens (2006: 7) mendefinisikan
periklanan sebagai komunikasi nonpersonal yang
terstruktur dan tersusun atas suatu informasi, yang
biasanya persuasif mengenai suatu produk (barang,
jasa atau ide) dengan memperlihatkan sponsor
(merek) yang pemasangnya harus membayar
penayangannya di berbagai media. Jadi periklanan
adalah seluruh proses yang meliputi penyiapan,
perencanaan, pelaksanaan, penyampaian, dan umpan
balik dari pesan komunikasi pemasaran. Sedangkan
Iklan adalah suatu pesan komunikasi pemasaran
tentang sesuatu produk yang disampaikan melalui
sesuatu media, dibiayai oleh pemrakarsa yang dikenal,
serta ditujukan kepada sebagian atau seluruh
masyarakat. Sedangkan Pengiklan adalah pemrakarsa,
penyandang dana, dan pengguna jasa periklanan.
Public Relations. Kehumasan adalah suatu
pengelolaan komunikasi antara suatu organisasi
2

dengan publiknya. Sebagai suatu fungsi manajemen,
PR mengevaluai sikap publik, mengidentifikasi
kebijakan dan prosedur dari individu atau organisasi
dengan kepentingan publiknya, merencanakan dan
melaksanakan suatu program aksi untuk memperoleh
kehadiran di mata publik. Menurut Austin (2001:8)
kegiatan kehumasan membutuhkan seorang penulis
gagasan daripada sekadar seorang ilmuwan sosial
dengan lingkungan baru yang penuh tantangan.
Bahkan tugas dan posisi kehumasan menjadi penentu
dalm proses restructuring suatu organisasi dan
seorang manajer komunikasi harus menjadi seorang
penggagas creative bagi seluruh elemen terpadu dalam
komunikasi korporat.
Etika. Hirst dan Patching (2005: 8)
mendefinisikan kode etik sebagai suatu norma yang
dikategorikan sebagai ”rights” atau ”wrongs” dari
perilaku. Menurut Kamus Besar Indonesia (Anton
Mulyono dan Sri Kosesih), Kode adalah tulisan
berupa kata atau tanda yang disepakati untuk maksudmaksud tertentu. Sedangkan Etika berarti 1) ilmu
tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang
hak dan kewajiban moral dan atau akhlak; 2)
kumpulan azas atau nilai yang berkenaan dengan
akhlak; 3) nilai mengenai benar atau salah yang dianut
suatu golongan atau masyarakat.
Etika Persaingan. Undang-undang No. 5
Tahun 1999 tentang pelarangan praktik persaingan
usaha tidak sehat dijelaskan bahwa demokrasi dalam
bidang ekonomi menghendaki adanya kesempatan
yang sama bagi setiap warga negara untuk
berpartisipasi di dalam proses produksi dan
pemasaran barang dan atau jasa, dalam iklim usaha
yang sehat, efektif, dan efisien sehingga dapat
mendorong pertumbuhan ekonomi dan bekerjanya
ekonomi pasar yang wajar. Selain itu, peraturan ini
memberi semangat bahwa setiap orang yang berusaha
di Indonesia harus berada dalam situasi persaingan
yang sehat dan wajar, sehingga tidak menimbulkan
adanya pemusatan kekuatan ekonomi pada pelaku
usaha tertentu, dengan tidak terlepas dari kesepakatan
yang telah dilaksanakan oleh negara Republik
Indonesia terhadap perjanjian-perjanjian internasional;
Etika Pariwara. Etika Periklanan Indonesia (EPI) yang
menjadi rambu-rambu para praktii komunikasi
pemasaran mensyaratkan bahwa iklan dan pelaku
periklanan harus berlaku jujur, benar, dan
bertanggung jawab; harus bersaing secara sehat; harus
melindungi dan menghargai khalayak, serta tidak
merendahkan agama, budaya, negara, dan golongan,
serta tidak bertentangan dengan hukum yang berlaku.

Metode Penelitian
Pengamatan dilakukan terhadap iklan-iklan
yang ditayangkan media televisi dan media cetak pada
periode Oktober 2005-September 2006. Media televisi
mencakup beberapa stasiun yaitu RCTI, Indosiar,
SCTV, Trans TV, Anteve, TPI, dan Metro TV.

Jurnal Komunikologi Volume 9, Nomor 1, Maret 2012

Minuman berenergi adalah jenis minuman yang mengandung bahan tambahan energy yang sering juga disebut sebagai suplemen untuk membantu menyegarkan tubuh pada saat kerja keras atau berolahraga. Berry. Mirinda. 2 Tang. PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Co. PT Dharma Niaga. Persaingan ketat dalam industri minuman saat ini diperlihatkan oleh kategori minuman berenergi. Vit. PT Varia Industri Tirta. dan beberapa merek lainnya seperti Cleo. bahkan sebagian diproduksi home-industry. Saat ini persaingan produk minuman berenergi-cair dikuasi oleh beberapa merek. Fits Up. Aktivitas komunikasi pemasaran antar pemain besar inilah yang secara nyata memperlihatkan style komunikasi. Hemaviton Jreng. Minuman berkarbonasi adalah jenis minuman yang bersoda yang dalam bahasa sehari-hari di pasar dikenal sebagai minuman ringan atau soft drink atau carbonated drink dikuasai oleh brand Coca Cola. M-150. Saat ini pangsa pasar terbesar air mineral masih dikuasai brand Aqua. PT Delta Djakarta Tbk. minuman sari buah. khususnya pada style komunikasi pesan pada periklanannya. Pemain-pemain besar dalam industri minuman yang terdaftar di Bursa Efek Jakarta antara lain: PT Ades Alfindo Putrasetia. Minuman sari buah (juice) atau sirup adalah minuman esktrak buah atau pemberian esens rasa buah dengan beberapa brand seperti ABC. namun harus diperhitungkan dalam persaingan. Misalnya produsen PT Sinar Sosro Jurnal Komunikologi Volume 9. Nomor 1. Orang Tua Group. Sprite. PT Sumber Sari. Pepsi. Sunripe. Teh botol kemasan plastik juga menjadi trend sangat berarti dengan agresifnya kampanye pemasaran merek-merek seperti Zestea. Dalam praktik komunikasi pemasarannya. 7 Up. NüTea. Ades. dan lain-lain. PT Sinar Sosro. Industri ini tidak saja diperankan oleh industri besar dan modern. Analisis terhadap visual iklan— sebagai instrumen komunikasi pemasaran—dilakukan metode penilaian pemaknaan atas tanda-tanda yang ada melalui sarana lihatan (visual sense) atau semiotika visual. minuman). namun demikin untuk industri-industri seperti barang konsumsi (makanan. Fruit Tea. Sedangkan minuman sari daun adalah ekstrak daun seperti teh dan variannya yang dicampur dengan esens bunga-bungaan. Proses pemurniannya dikenal sebagai hydro pro system. minuman berkarbonasi. dan Green-T. Selain itu industri otomotif khususnya kendaraan roda dua juga memperlihatkan ketatnya persaingan antar beberapa varian brand terbaru yang menyulut model komunikasi yang cenderung tidak sehat. Berbagai industri memiliki level persaingan yang bervariasi. Hemaviton. toiletries merupakan sampel industri dengan level persaingan yang sangat tajam.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran Sedangkan iklan di media cetak mencakup Harian Kompas dan Majalah Berita Mingguan Tempo. dan Tekita. Kategori teh botol dikuasai oleh brand seperti Teh Botol Sosro. minuman berenergi. PT Semak Industri. susu dan atau komposisinya dan air mineral. PT Aqua Golden Mississippi. Minuman air mineral adalah air minum biasa yang dieksplorasi dari alam yang disterilisasi dan pemberian mineral yang seimbang. susu. Varian minuman teh yang dicampur dengan karbonasi juga patut diperhitungkan dalam persaingan. Sosro. Aqua mengambil positioning strategi bahwa harga lebih tinggi dari pesaing lain karena paltform image yang dibentuk sejak awal sebagai pionir. dan Bendera. Persaingan Produk Minuman Industri minuman merupakan salah satu industri yang persaingannya sangat ketat di pasar Indonesia. Pengambilan sampel dilakukan secara random terhadap semua tayangan iklan. Sedangkan industri-industri barang kebutuhan sekunder memperlihatkan level persaingan yang agak longgar sehingga style komunikasi pemasarannya pun tidak sesengit industri barang konsumsi. tetapi juga pera pemainnya termasuk industri skala menengah dan skala kecil atau home industri. dan Green Sands agak jarang beriklan. Variasi produknya juga sangat luas mulai dari minuman beralkohol. dan Lipovitan. yaitu Krating Daeng. PT Asia Health Energy Beverages. sedangkan beberapa brand seperti F&N. produk elektronik. kemudian digunakan metode judgmental untuk menentukan iklan-iklan yang terindikasikan mengandung unsur pengabaian terhadap semangat bersaing secara sehat dan melanggar kode etik periklanan. Sementara teh celup. Buavita. Sedangkan dalam bentuk bubuk beberapa brand sangat mendominasi kampanye pemasarannya seperti Extra Joss. dan Sakatonik Greng serta brand Enerjos yang sempat muncul lalu menghilang pariwaranya. produk toiletries. PT Tangmas. Fanta. Frestea. otomotif roda dua dan minyak pelumas. minuman sari daun seperti teh dan herbal lainnya. PT Heinz ABC Indonesia. Hasil dan Pembahasan Persaingan Brand dalam Komunikasi Pemasaran Kampanye Level persaingan dalam suatu industri turut menentukan strategi komunikasi pemasaran terpadu. Industri minuman di Indonesia semakin padat pemainnya dengan memperhitungkan pemainpemain lokal yang bergerak dalam aneka minuman radisional. Marjan. dan Avian. kampanye pemasarannya didominasi oleh brand Sari Wangi. dan beberapa produk fast moving consumers goods (FMCG) lainnya. Kategori industri (produk) yang diobservasi adalah produk-produk konsumsi (makanan dan minuman). Maret 2012 3 . PT Gunung Mas Santosoraya. minuman teh. minuman berkarbonasi. air mineral. Multi Bintang Indonesia PT Tbk. Struktur persaingan pasar inilah yang kemudian memicu pola dan style komunikasi yang sebagian diantaranya (bisa) mengabaikan prinsip-prinsip etika dalam konteks persaingan yang sehat. PT Monysaga Prima.

PT Wingsfood. Twister.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran mengeluarkan produk teh yang berkarbonasi dengan merek Tebs. Minuman susu merupakan kategori produk yang memiliki durasi kampanye komunikasi pemasaran yang patut diperhitungkan. Supradyn. Vita Jellydrink dari Orangtua Group juga merupakan brands yang sering beriklan pada acara anak-anak di TV. Filma. Cadbury. dan kopi bubuk (dengan merek Kapal Api. Maret 2012 . dan lain-lain. Meadow Lea). sementara PT Delta Djakarta memasarkan produk Sodaku dan Soda Ice dengan tiga rasa: rasa apel. Goodday). Tim Tam. Cap Enaak. Persaingan Produk Makanan Persaingan dalam industri makanan olahan hampir sama kondisinya seperti pada industri minuman. PT Suba Indah. Cheetos. Torabika. Better. makanan kudapan. Jenis waffle lain seperti Waffle chocolaet bars didominasi oleh brand seperti Kit Kat. Indofood. PT Garudafood. Kunci Mas). SGM. Top. beberapa brand lain yang mengikutinya antara lain Lactamil. Piring Lombok. ABC. Nescafe. vitamin suplemen. Berocca. chocolate. Frisian Flag. dan lain-lain. Del Monte). Good Time. Sementara untuk produk makanan kudapan (Snack) beberapa brand yang bersaing ketat adalah Taro. PT Indofood Sukses Makmur. Sementara pemain lama seperti Campina berupaya keras bertahan. Marie Regal. Enfamama dan lain-lain. Sedangkan pasar biskuit saat ini dikuasai beberapa brand ternama seperti Roma. Ritz. Kare. dan Milna. Persaingan Produk Toiletries Persaingan brand produk-produk toiletries patut dicermati mengingat produk-produk inilah yang sangat mendominasi belanja iklan komunikasi pemasaran di berbagai media. dan lain-lain. Chitato. Tropical. Van Houten. Produk minuman kopi tentu saja tidak bisa dikesampingkan karena persaingannya sangat intens pada kegiatan kampanye periklanan. sementara brand lain seperti Protecal dan Sandoz jarang beriklan. Salah satu kategori yang sejak lama diperebutkan dua merek besar adalah kacang garing. Brand lain yang mengikutinya adalah Supermie. bahkan beberapa brand di antaranya melakukan kampanye promosi periklanan dengan frekuensi tinggi. Lays. Nomor 1. rasa jeruk dan rasa gula asam. PT Khong Guan Indonesia. Alhamie. es krim. dan susu kental manis (tayangan iklan yang kompetitif antara Frisian Flag dan Indomilk. Saus sambal dan saus tomat (ABC. Beberapa varian dalam kategori ini adalah susu bubuk (bersaing beberapa brand seperti Dancow. dan Jet-Z. Sania. Sando. Indofood. Pemain-pemainnya pun terdiri atas beberapa pemain besar yang menguasai pasar. ABC). Frisian Flag. Varian kopi dalam hal ini adalah kopi instan (bersaing ketat di dalamnya yaitu Indocafe. dan lain-lain. 4 Selain Chocolate yang didominasi oleh brand seperti Silver Queen. Minyak goreng (dengan merek yang mendominasi pasar seperti Bimoli. Susu untuk bayi masih berkaitan dengan varian di atas. Produk es krim memiliki kampanye pemasaran yang sangat berarti dalam mengubah peta persaingan. Stikko. Chiki. Simas. dan lain-lain. Carnation. Trenz. Torabika. Intensitas periklanan tentu saja dipengaruhi sejauhmana intensitas Jurnal Komunikologi Volume 9. Khong Guan. Varian lain dalam kategori susu adalah susu untuk ibu hamil yang diperebutkan beberapa brand—dengan tayangan iklan sangat kreatif dan kompetitif—seperti Prenagen. dan lain-lain. Produk-produk makanan suppplement seperti vitamin juga perlu diperhatikan persaingannya. dan Delfi. ABC. bubur bayi. PT Prasidha Aneka Niaga. susu cair (bersaing brand seperti Ultra Milk. Piring Lombok. dan Milk Maid agak jarang terlihat). diantaranya CDR. Varian produk makanan olahan mencakup mie instan. terutama ketika PT Unilever Indonesia secara terpadu mampu menggiring pasar untuk menanamkan brand awareness Walls. Produk bumbu-bumbuan dan penyedap merupakan salah satu produk konsumsi yang sangat dikenal audiens TVC dan pembaca beberapa media cetak segmen perempuan. seperti PT Unilever Indonesia. Vitalac. dan Gery. Beberapa kategorinya adalah kecap (dengan brand yang bersaing ketat seperti Bango. Beberapa produk minuman lainnya seperti brand Milkjus dari Wingsfood. kategori produk Waffle cukup sering terlihat tayangan iklannya yang menandakan persaingan cukup tajam seperti brand Tango. Kelompok produk yang dikenal sebagai Sandwich juga menjadi pengisi jeda pariwara favorit pada program anak-anak di televisi seperti Oreo. Sasa. biskuit. Promina. dan Monde. IndoMeiji mengikuti dari jauh dan brand Hägen Daz dan Baskin & Robbins menggarap ceruk menengah atas. sementara iklan Cap Nona. yang persaingannya diperebutkan beberapa brand seperti Lactogen. yaitu brand Garuda dan Dua Kelinci. dan keduanya silih berganti sebagai market leader. Toblerone. keduanya bahkan tidak memberi peluang berarti bagi brand kecil lain untuk diperhitungkan dalam kompetisi. Nissin. dan Indomilk). Intensitas penayangan kampanye iklannya sebanding dengan produk-kaitannya seperti susu untuk ibu hamil dan susu untuk bayi. Indomilk). Sedangkan brand lain seperti Diamond. SMART Corporation. Persaingan produk makanan bubur bayi (baby poridge) diperebutkan beberapa brand seperti Nestle. Sustagen. National). SGM 2. Redoxon. Mie ABC. Persaingan produk mie instan saat ini sangat tajam terutama setelah kelompok Wingsfood menggebrak market leader Indomie dengan Mie Sedaap. kacang garing. Margarine (dengan brand yang bersaing ketat seperti Blue Band. Beng Beng. PT Mayora Indah. Sementara Waffle stick sangat dikenal brand Astor.

Produk insektisida tidak kalah ketatnya persaingan antar brand yang beredar. dan Zink. Simpati. insektisida. Jenis insektisida bakar dan elektrik. Ketatnya persaingan produk jasa keuangan di tengah-tengah upaya konsolidasi industri perbankan Indonesia mengindikasikan belum kokohnya fundamental setiap pemain. Medicare dan merek sabun medikal seperti Dettol. Persaingan Beberapa Produk Sekunder Analisis persaingan produk-produk konsumsi diketengahkan karena sebagian besar aktivitas kampanye komunikasi pemasarannya mendominasi berbagai media dan kegiatan below the line. Produk otomotif khuasusnya kendaraan roda dua patut untuk dicermati sehingga dalam tulisan ini mengulas beberapa brands yang bersaing ketat di dalamnya. Sedangkan sabun mandi kesehatan (keluarga) beberapa brand yang bersaing (dari segi intensitas promosi periklanannya) adalah Lifebuoy. dan Formula. Dove. Lifebuoy. Jurnal Komunikologi Volume 9. Fumakilla Vape. Lucky Strike. Produk minyak pelumas merupakan salah satu kategori yang produkkaitan dengan otomotif. Sedangkan jenis aerosol beberapa brand bersaing ketat seperti Hit. Produk sabun deterjen merupakan produk yang juga sangat dominan dalam menghabiskan belanja iklan. Matrix. Flexi. Nuvo. beberapa brand yang mendominasi pasar adalah Baygon. sementara pesaing lain sangat ketat membuntuti seperti Huggies. Produk baby diapers sangat lekat dengan brand awareness Pampers sebagai salah satu brand yang menjadi market leader. produk otomotif khususnya roda dua dan minyak pelumas. dan Djarum Coklat serta Djarum 76. dan Sensodyne menggarap ceruk kecil. Attack. Selain produk handset (hardware). fungisida. juga persaingan ketat produk telekomunikasi mobile terutama produk konsumsi pulsa menjadi pemicu utama dalam menciptakan style kampanye komunikasi pemasarannya. Class Mild. Head & Shoulder. Mamy Poko. dan barang elektronik. Shinzui. Gudang Garam Merah. Produk barang konsumsi karena itu memungkinkan peluang terjadinya pelanggaran etika dalam periklanan. Jenis rokok putih (Low Tar Low Nicotine) didominasi oleh A Mild. Fren. Beberapa brands bahkan saling kejar-mengejar dengan janji dan iming-iming. dan Canesten. dan Dunhill. sehingga perlu diuraikan peta persaingannya. beberapa brand juga bersaing ketat melakukan komunikasi pemasaran kepada publik seperti Sunlight. Yamaha. Suzuki masingmasing dengan berbagai variannya. pro-XL. Tiga Roda.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran persaingan antar brand dan produser pada kelompok barang konsumsi ini. Harmony. dengan brand yang bersaing seperti Sunsilk. Beberapa kategori produk seperti shampoo memegang ranking tertinggi dalam belanja iklan sepanjang periode. Baygon. Kedua brand ini sangat dominan dalam tayangan komunikasi periklanannya. Pada kategori rokok. Ekonomi. Demikian juga untuk kategori sabun mandi yang diperebutkan oleh Lux. IM3. Selain itu beberapa produk sekunder berikut merupakan kategori yang memperlihatkan persaingan tajam di pasar. Rejoice. So Klin. Giv. Maret 2012 5 . dan U Mild. dan Raid. dan lain-lain. Fastron. Ketatnya persaingan dalam kategori ini memungkinkan terjadinya pelanggaran dalam etika komunikasi periklanan. Beberapa brand yang bersaing ketat dalam hal ini adalah Rinso. Beberapa produk dimaksud adalah produk konsumsi telekomunikasi. dan B-29. Star Mild. JF sulfur. dan Jarum Super. Sedangkan jenis Sigaret Putih Mesin diperebutkan oleh brands Marlboro. Kondisi ini memberikan peluang terjadinya praktik kampanye komunikasi pemasaran yang tidak sehat antar pelaku. Sampoerna Hijau. Jenis rokok sigaret kretek tangan didominasi Dji Sam Soe. Brand So Klin sendiri juga bersaing dalam kategori produk pembersih lantai dengan pesaing utamanya seperti Superpell. Meskipun merek-merek ternama masih kokoh mendominasi belanja iklan. dan lain-lain. otomitif roda dua. seperti Honda. Nomor 1. Produk deterjen biasanya disertai dengan produk pelengkap seperti fabric softener dengan beberapa brand yang ketat bersaing di pasar yaitu Molto dan So Klin. produk elektronik. dan lain-lain. Mortein. Pantene. Close Up. Beberapa brand yang mendominasi belanja iklan adalah Oil Top 1. Daktarin. sedangkan brand lain seperti Enzym. hampir semua brand menayangkan kampanye pemasarannya meskipun dalam durasi yang bervariasi yang dibagi ke dalam beberapa varian. Sementara untuk kategori sabun colek. Brands yang bersaing ketat dalam kategori ini adalah Mentari. LA Lights. Wings Biru. beberapa brand yang sangat kuat promosi periklanannya adalah Pepsodent. komputer dan digital lainnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari konteks persaingan pasar barang sekunder. sementara jenis Sigaret Kretek Mesin didominasi oleh Gudang Garam Surya. Mesran. Gudang Garam Filter. Emeron. Esia. Domestos Nomos. Sementara untuk produk fungisida terdapat tiga merek yang sangat intens bersaing yaitu Fungiderm. dan Daia. minyak pelumas. Jarum Black Tea. Maxam. terutama dilihat dari penayangan iklan cetak dan TV komersilnya. Produk elektronik. Clear. dan jasa keuangan. Persaingan Produk Consumers Lainnya Persaingan produk consumer lainnya terlihat pada kategori rokok. Surf. Pada kategori pasta gigi. Castrol. dan lain-lain. namun pada level tertentu pangsa pasar mereka juga tergerogoti oleh brand-brand lokal dan brand China yang merambah pasar Indonesia— terutama akibat distribusi ilegal. Ciptadent. Mezzo Mild. telekomunikasi.

Respons itulah yang diberdayakan untuk mencapai tujuan perusahaan seperti pencapaian laba. meningkatkan market share dengan meraih segmen-segmen baru. Sebagian besar para pengelola 6 strategi komunikasi pemasaran kemudian terjebak dalam pola sudut pandang manajemen cash-flow keuangan jangka pendek semata. Sebab struktur pasar di sini memberikan petunjuk tentang aspek-aspek seperti jumlah penjual dan pembeli. 82) disebut sebagai Red Ocean Strategy. meningkatnya peperangan harga. dan penguasaan pangsa pasar. sebagian besar perusahaan melakukan konfrontasi dalam memperebutkan pasar telah mengakibatkan percepatan komodifikasi produk dan jasa. namun dengan low yield. Berbagai iklan produk elektronik. Interest Desire. program. Kondisi persaingan di pasar saat ini sebagai hasil dari pemikiran strategis yang oleh Kim dan Mauborgne (2005: 6. Akibatnya banyak iklan menjadi ’sampah’. Keragaman kapasitas para pemain dalam industri bersangkutan kemudian mempengaruhi perilaku mereka untuk berespons terhadap dinamika pasar. komputer. seorang creative director legendaris dari BMP DDB London. Ekspresi dari strategi komunikasi kemudian berlanjut kepada program komunikasi pemasaran yang dituntut memberikan tingkat pengembalian (Return on Investment. Sebagian besar suratkabar. menjengkelkan. Jewler dan Drewniany (2004: 47) menyarankan agar targeting dilakukan perusahaan menjadi lebih fokus kepada suatu keragaman pasar (a diverse marketplace). majalah. telekomunikasi pada era 1980an hingga 1990-an senantiasa mengedepankan pesan corporate citizen dengan suatu growing responsibility dan build business and leadership respect telah berubah menjadi persaingan yang berdarah-darah memasuki era milenium. dari apa yang disebut Batey (2002: 92) sebagai strategic brand (image/corporate building) menjadi lebih ke tactical brand (terutama retail-price-led campaign). dan semakin menipiskan profit marjin. Maret 2012 . baik mengenai fitur.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran Style Komunikasi Pemasaran Produk dan Industri Berbagai Strategi komunikasi yang diterapkan suatu perusahaan sangat berkaitan dengan penetapan strategi bersaing yang mencakup penetapan sasaran dan tujuan. ”Bad advertising is a pollution”. lokasi. dan Action) sebagai awal mula pembangunan brand awareness dan proses brand loyalty development yang berkesinambungan dalam jangka panjang. Jika diamati secara lebih dekat. hambatan masuk dan keluar pasar. Menurutnya. aktivitas. Strategi bersaing yang ”berdarah-darah” harus ditinggalkan dan digantikan dengan Blue Ocean Strategy yang memandang fokus kepada suatu hamparan lukisan besar menanti di depan ketimbang kepada perhitungan angka semata. dan target penjualan. Beberapa peritel kemudian mengkomunikasikan pemasarannya dengan ”berapa pun selisih harga yang Jurnal Komunikologi Volume 9. Selama periklanan informasional ini tidak melanggar segi-segi etika persaingan. Informasi mengenai produk baru. kata John Webster. Celakanya pencapaian jangka pendek seringkali dilakukan dengan upaya "penyerangan” terhadap eksistensi pesaing melalui peniruan strategi. hampir semua produk dalam kampanye periklanannya senantiasa menampilkan harga retail demi memperbesar market-share. Dalam konteks persaingan. Periklanan ritel yang marak seiring dengan pertumbuhan pesat industri perdagangan eceran telah memicu ”peperangan” harga melalui iklan. manfaat. bahkan menyindir dan mencela atribut dan karakter para pesaingnya. sistem distribusi. sebagaimana dikutip Aitchinson (2001: 17). Smith (2005:67) menegaskan bahwa strategi menjadi jantung dari perencanaan kegiatan komunikasi pemasaran. periklanan di Indonesia telah mengalami pergeseran. dan periklanan direct mail merupakan periklanan informasional. setiap korporasi dituntut untuk melakukan penemuanpenemuan ladang baru. terlebih lagi menganggap publik idiot. Karakter perusahaan-perusahaan yang bersaing tersebut dapat dipahami jika melihat struktur pasar yang ada. lokasi dan harga bersaing menjadi sangat informatif bagi publik. Dalam konteks ini. Periklanan ritel yang menampilkan harga atau price advertising pada akhirnya menghasilkan level harga yang lebih rendah. gaya komunikasi visual dan verbal. keragaman produk. masalahnya adalah sebagian besar perusahaan terjebak ke dalam tujuan pencapaian sesaat. jenis periklanan informasional justru dapat menjadi procompetitive yang memacu gerakan inovatif dan produktivitas. ROI Periklanan) dalam waktu yang relatif singkat. pertumbuhan aset. dan kualitas. Saat ini. Seluruh penjelmaan strategi komunikasi berakar pada riset yang dilakukan dan pengembangan akhirnya menjadi taktik komunikasi. mereduksi biaya dengan memetakan sejumlah sasaran dan prakarsa baru. Style komunikasi pemasaran khususnya periklanan menurut Waldman dan Jensen (1998: 315) mencakup periklanan informasional dan periklanan persuasif. tidak melanggar kode etik periklanan Indonesia. sementara strategi jangka panjang yang membutuhkan konsistensi dalam pencapaian visi dan misi seringkali terabaikan. Style komunikasi yang harus dijauhi menurut Webster adalah iklan yang kekanak-kanakan. mendorong dan menekan. Nomor 1. Iklan tipe informasional yang melanggar kode etik dan peraturan adalah price advertising yang dengan sengaja menampilkan harga jual di bawah harga beli demi untuk ”mematikan” pesaingnya. Periklanan informasional berupaya memberikan informasi yang memadai dan sesungguhnya tentang sesuatu produk. Mereka tidak memperhitungkan investasi itu sebagai suatu proses interaksi komunikasi yang membutuhkan beberapa tahapan seperti AIDA (Attention. dan low-loyalty cutomers. harga.

yaitu: Undang-undang tentang Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat. termasuk dalam gaya komunikasi pemasarannya yang sebagian cenderung merendahkan arti penting persaingan sehat. Periklanan persuasif memberikan informasi yang bernilai mengenai kualitas produk-produk yang memerlukan pengalaman dalam proses keputusan adopsinya melalui pembelian coba-coba (experience goods). makanan. e) Perlindungan terhadap hak-hak dasar anak. Bahkan Becket (2003: 41-52) menilai pentingnya etika komunikasi itu sebagai fondasi moral dalam menyusun social & human sciences secara lintas terpadu melalui manajemen dan komunikasi internal. maka perusahaan akan semakin inovatif agar terjalin hubungan saling menguntungkan dalam jangka panjang. Nomor 1.d an dalam penggunaan teknologi informasi. Fungsi ekonomi dan fungsi sosial periklanan harus dikembangkan secara berimbang (Starck dan Kruckeberg. ataupun pemberdayaan terhadap perempuan. dan pada sisi lain periklanan harus mengdepankan semangat persaingan itu. Aspek Etika dalam Komunikasi Periklanan Beberapa peraturan perundangan berkaitan dengan etika bisnis secara keseluruhan telah dimiliki oleh Bangsa Indonesia. budaya. h) Dukungan bagi segala upaya yang sah dan wajar untuk dapat meningkatkan belanja per kapita periklanan nasional. Selain itu. pemeran. praktik-praktik kampanye komunikasi pemasaran harus mempertimbangkan segi-segi etika persaingan yang sehat di satu sisi. Karakter inilah yang masih melekat dalam dunia bisnis kita. Peritel sangat menyukai perilaku belanja konsumen yang tidak terencana. isu-isu berkaitan dengan etika periklanan di Indonesia dan juga bersifat universal mencakup beberapa hal penting. dan golongan. perlindungan. Undang-undang tentang Penyiaran. Sebagian besar produk consumers termasuk ke dalam kategori ini seperti toiletries. dan pelaku usaha kecil. Upaya memasyarakatkannya membutuhkan proses penyadaran yang panjang setelah sekian lama bangsa kita berada dalam kekuasaan yang tidak atau belum menanamkan benih-benih bersaing secara sehat tersebut. Jika konsumen menjadi semakin pintar (berdaya). kami ganti selisihnya dengan uang cash”. periklanan. Perilaku negatif para pelaku usaha yang bersenyawakan dengan birokrasi telah menumbuhsuburkan iklim yang tidak sehat: yang kuat memakan yang lemah. sementara profit terbesar yang diincar peritel adalah produkproduk lain yang tidak diiklankan yang dijual dengan harga normal. dan wahana periklanan. Dalam konteks ini. benar. Dengan demikian setiap pelaku usaha harus menjalankan kegiatan usahanya berasaskan demokrasi ekonomi dengan memperhatikan keseimbangan antara kepentingan pelaku usaha dan kepentingan umum. dan tidak bertentangan dengan hokum yang berlaku. dan bertanggungjawab. dengan mendorong digencarkannya iklan-iklan persaingan. g) Membuka diri bagi kemungkinan terus berkembangnya isi. d) Mengukuhkan paham kesetaraan jender. bukan sekadar persamaan hak. Lebih khusus lagi. seperti 1) jujur. Undang-undang tentang Perlindungan Konsumen. Kode Etik Wartawan Indonesia. dan 3) melindungi dan menghargai publik. f) Menutup ruang gerak bagi eksploitasi dan pemanfaatan pornografi dalam periklanan. ’Peperangan’ harga seperti ini diindikasikan bermaksud untuk menguasai pasar secara dominan dengan tidak memberikan kesempatan sedikitpun kepada para pesaingnya. ragam. meskipun dengan syarat-syarat tertentu. c) Membantu khalayak memperoleh informasi sebanyak dan sebaik mungkin. Undang-undang tentang Hak Cipta. tidak merendahkan agama. yaitu: a) Swakrama sebagai sikap dasar industri periklanan yang dianut secara universal. 2) bersaing secara sehat. negara. Pemaknaan Semiotik Komunikasi Periklanan Berbagai Produk Sampel iklan yang dikumpulkan kemudian dianalisis terhadap isi pesan iklan dengan metode penilaian pemaknaan atas tanda-tanda yang ada melalui sarana lihatan (visual sense) atau semiotika visual (Young. Undang-undang tentang Perusahaan. dan Kode Etik Pariwara Indonesia. Kaitannya dengan makna Jurnal Komunikologi Volume 9. 2003: 29-40). media dan publikasi. melakukan diferensiasi dan efisiensi pengelolaannya. Masyarakat yang terbangun semakin baik melalui pemberdayaan konsumen pada gilirannya akan turut membangun korporasi agar senantiasa inovatif. sehingga komunikasi periklanan lebih ditujukan unuk menghasilkan traffic yang tinggi dan impulse buying impact dari pengunjung. 2002). Iklan procompetitive cenderung untuk menekan dan mengurangi profit produk yang diiklankan. Inilah yang harus dipahami oleh setiap pelaku komunikasi pemasaran agar ditumbuhkan menjadi bagian dari karakter bisnis industri komunikasi selain fungsi pembelajaran bagi publik. Konstitusi dan code of conduct ini (seharusnya) menjadi pedoman praktik berbisnis yang sehat di semua lapisan. minuman dan barang kebutuhan rumah tangga (home appliance). Sesungguhnya etika persaingan usaha yang sehat merupakan suatu tugas pemberdayaan “budaya baru”. public affairs & marketing. pelaku usaha juga harus turut mewujudkan iklim usaha yang kondusif melalui praktik persaingan usaha yang sehat sehingga dapat tumbuh denganbaik adanya kepastian kesempatan berusaha yang sama bagi pelaku usaha besar. yang besar membunuh peluang hidup yang kecil. Maret 2012 7 .Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran lebih murah di peritel lain. b) Menempatkan etika dalam struktur nilai moral yang saling dukung dengan ketentuan perundang-undangan sebagai struktur nilai hukum. pelaku usaha menengah. Karena etika periklanan Indonesia yang dibangun berazaskan kepada nilai-nilai luhur.

Penggunaan data riset dan hasil uji laboratorium sebuah badan independen misalnya suatu media inilah yang seringkali diperdebatkan. bobot. 8) tipe disclaimer jika ada. Penggunaan kata “halal” dalam iklan hanya dapat dilakukan oleh produk-produk yang sudah memperoleh sertifikat resmi dari Majelis Ulama Indonesia. 4) benefit tambahan dari produk. Dalam pengertian eksekusi termasuk model. dalam observasi ini kasus yang banyak dilakukan adalah persaingan tidak sehat yang dilakukan dengan merendahkan produk pesaing lain. “top”. dan waktu penelitiannya harus diungkapkan secara jelas. Penjelasan yang memadai inilah yang dinilai tidak dipenuhi oleh setiap pengiklan yang mengedepankan persaingan dengan ”peperangan” harga. Model perbandingan seperti ini benar-benar mematikan bisnis pesaing lain secara wajar. kaleng. ketentuan EPI menyebutkan bahwa Penggunaan kata “100%”. Padahal EPI telah menggariskan bahwa tidak boleh dengan sengaja meniru iklan produk pesaing sedemikian rupa sehingga dapat merendahkan produk pesaing. atau dengan memperlihatkan bentuk kemasan produk pesaing yang sangat khas (misalnya bentuk botol. karena tingkat independensi suatu media bisa dipertanyakan. para pesaing yang tidak memperhatikan aspek persaingan sehat ada yang meniru iklan pesaingnya. 10) commercial-character. Menurut EPI. atau kata-kata berawalan “ter”. Pengggunaan data riset tersebut harus sudah memperoleh persetujuan atau verifikasi dari organisasi atau lembaga yang berkompeten untuk menilai riset atau analisis yang dimaksud. 7) tipe klaim substansi. Maret 2012 . “nomor satu”. ataupun menyesatkan atau membingungkan khalayak. Dalam Etika Pariwara Indonesia dijelaskan bahwa dalam bahasa iklan. 5) jenis proposisi penjualan. kadar. komposisi musik baik melodi maupun lirik. “murni”. Dalam hal ini Kode Etik Periklanan Indonesia (EPI) telah merumuskan beberapa hal pokok yang berkaitan dengan perilaku bersaing. baik secara langsung maupun tidak langsung. perbandingan harga hanya dapat dilakukan terhadap efisiensi dan kemanfaatan penggunaan produk. maka metodologi. EPI menjelaskan bahwa perbandingan antar brand secara langsung dapat dilakukan. 11) commercial setting. 6) commercial-tone. 13) tipe klaim persaingan. Kode etik ini juga enegaskan bahwa iklan tidak boleh meniru ikon atau atribut khas yang telah lebih dulu digunakan oleh sesuatu iklan produk pesaing dan masih digunakan hingga kurun dua tahun terakhir. Lebih jauh. namun mengatakan ”berapa pun selisih kelebihan bayar produk yang sama di tempat lain akan kami ganti. dan sebagainya. ikon atau atribut khas lain. brand. Nomor 1. 8 Selain perbandingan harga. dan 15) elemen-elemen teknik produksi. dan sejenisnya) yang kemudian secara visual disisihkan/digantikan dengan produk yang diiklankan. jika perbandingan langsung menampilkan data riset. dan harus disertai dengan penjelasan atau penalaran yang memadai.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran persaingan dalam analisis konten komunikasi periklanan menurut Davis (1997) mencakup berbagai elemen sebagai berikut: 1) format komersial. judul atau subjudul. sebagai bukti bahwa harga kamilah yang termurah”. Penggunaan kata “halal” dalam iklan pangan hanya Jurnal Komunikologi Volume 9. Sedangkan jika dilakukan pembandingan secara tidak langsung. sumber. misalnya satuan pengukuran dan konsistensinya. Namun demikian. Sebagian besar elemen-elemen persaingan dalam konten periklanan di atas diamati pada setiap sampel iklan. atau lembaga yang berwenang. perlakuan pembandingan dalam konten iklan. Padahal etikanya setiap iklan tidak boleh menampilkan visual maupun verbal yang mengindikasikan merendahkan produk pesaingpesaingnya. “asli” untuk menyatakan sesuatu kandungan. 2) struktur komersial. tagline. ”penalaran” yag sulit diterima akal sehat etika persaingan adalah iklan perbandingan harga yang tidak menyebutkan harga pesaing. Salah satu jenis pembandingan yang kerap mengundang permasalahan dalam etika persaingan adalah perbandingan harga. dan dengan kriteria yang tepat sama. Misalnya. konsep atau alur cerita. logo. Selain peniruan produk. komposisi musik maupun eksekusi. komposisi huruf dan gambar. tanpa secara khas menjelaskan keunggulan tersebut yang harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik. Beberapa iklan yang teliti ternyata masih ditemukan kata-kata atau awalan tersebut di atas. slogan. Pada prinsipnya kata halal tidak untuk diiklankan. Pertama. Etika persaingan dalam periklanan dicermati dari sejauhmana konten iklan memperhatikan aspekaspek persaingan yang sehat. Peniruan tersebut meliputi baik ide dasar. tingkat mutu. Demikian juga untuk penggunan kata “satu-satunya” seringkali digunakan tanpa secara khas menyebutkan dalam hal apa produk tersebut menjadi yang satu-satunya. 3) benefit profuk yang utama. kemasan. namun hanya terhadap aspek-aspek teknis produk. dan hal tersebut harus dapat dibuktikan dan dipertanggungjawabkan. 14) elemen-elemen display produk. maka harus didasarkan pada kriteria yang tidak menyesatkan khalayak. atau bermakna sama. setting. Spesifiksi teknis antar brand dapat diadu antara satu dengan lainnya sesuai dengan karakteristik dan kelas produk bersangkutan. 9) tipe identifikasi rek. bentuk merek. Beberapa adegan yang memperlihatkan merendahkan pesaingnya adalah: dengan menyepaktangan image produk pesaing yang ditaruh sejajar dengan produknya sendiri. dan properti. 12) penggunaan klaim persaingan. tidak boleh menggunakan kata-kata seperti “paling”. tanpa menyebutkan sumber otoritas terkait. harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari otoritas terkait atau sumber yang otentik.

C. “raja”. meskipun mereknya dikaburkan. Karena capek sang suami membuka minuman kaleng “isotonik” tapi lantas dicegah sang istri yang kemudian menyindir minuman kaleng tersebut.. tapi ini ni Z-porto!” Visual: Ditampilkan kemasan oli yang khas yang menjadi pesaing utama brand dalam iklan ini di suatu bengkel. B. Iklan ini jelas menampilkan bentuk produk pesaing meskipun warna dan merek dikaburkan dan mengabaikan persaingan yang sehat. aktor laga. Visual: Suasana pertandingan tenis lapangan. tanda asteris pada iklan di media cetak hanya boleh digunakan untuk memberi penjelasan lebih rinci atau sumber dari sesuatu pernyataan yang bertanda tersebut. ataupun untuk ”kulkas” meskipun kedua kata itu tentang ketidaktersediaan sesuatu produk. tapi minuman yang membikin keringat ini. Interviewer: Alya Rohali. Melakukan pembandingan dengan merek lain dengan logo pesaing yang disamarkan dan kemasan produk pesaing yang jelas. Dalam observasi yang dilakukan iklan-iklan yang menggunakan tanda asteris justru cenderung untuk menyalahi kedua ketentuan di atas dan membawanya ke ”daerah abuabu” sehingga terkesan tidak membohongi konsumen. namun kini kita bisa boleh digunakan untuk menyembunyikan. menyaksikan kata-kata itu digunakan dalam beberapa menyesatkan. Tapi si istri buru-buru mencegah agar suaminya mengganti obat. Iklan ini menyindir pesaingnya dengan mengutip tagline pesaing-nya: “Eit. Nomor 1. sudah memperoleh sertifikat resmi dari MUI. pemakaian kata “gratis” atau kata lain yang bermakna sama—sebagaimana ditentukan EPI—tidak boleh dicantumkan dalam iklan. Misalnya kata ”raja” khalayak tentang kualitas. Analisis Iklan ini hendak menampilkan uji selera konsumen. selesai bertanding tiga orang pemain melepas dahaga dengan meneguk masing-masing minuman dengan bentuk kemasan yang sangat khas: botol. Iklan ini menyindir suara motor pesaingnya yang sangat khas yang terkesan merendahkan pesaing. Pakai Oli Top 1” Visual iklan menampilkan suasana kegelisahan seorang gadis yang kulitnya mengering dan pecah-pecah kemudian diperlihatkan produk pesaingnya yang selama ini dia gunakan dan di"kick" diganti dengan nrand "Kanna" 7 Diapet NR Menampilkan sepasang keluarga yang suaminya menderita mencretmencret lalu hendak minum beberapa butir obat yang bentuknya kapsul dengan merek dihilangkan. Extra Joss” Visual: Seorang gadis tidak berani menyentuh jerawatnya karena (mungkin) teringat nasihat iklan tidak boleh pencet-pencet jerawat agar tidak (justru) tambah parah. 10 Royco 11 Suzuki Thunder Visual: demo produk di Beji Depok oleh endorser Meike ‘Extravaganza’.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran dapat ditampilkan berupa label pangan yang dikonotasikan kepada kelompok band. Interviewee: Anto. Tabel 1 Beberapa Sampel TVC yang Mengindikasikan Pelanggaran Etika Persaingan yang Sehat No 1 Brand/versi M150/versi uji selera minuman 2 Extra Joss/ pertandingan tenis 3 Sabun Lifebuoy/ “Sentuh jerawat” 4 Z-porto/ Gotong royong Pasutri di rumah baru 5 Oil Top 1/ bengkel Virni Ismail Kanna/ kulit kering pecahpecah 6 Visual dan Verbal Taste test minuman yang dituang dalam ke gelas dengan kode A. Verbal: “Sayaang. botol air mineral Verbal: ”Stop! Stop! Jangan yang itu! Yang itu hanya menghilangkan keringat. kinerja. Verbal: “Jangan pakai oli biasa. Visual: Endorser Farhan datang ke kerumunan teman-temannya yang tengah mengagumi motornya. bila ternyata konsumen harus membayar biaya lain. “ratu” dan sejenisnya yang dalam tanda bintang (*). Namun demikian. Biaya pengiriman yang dikenakan kepada konsumen juga harus dicantumkan dengan jelas. Verbal: “Jerawat nggak boleh disentuh? Sentuh aja!" Visual: Dua orang pasangan muda bergotong-royong membersihkan rumah barunya. kaleng. Klaim “sesungguhnya” menyinggung pesaing Iklan ini menyindir pesaing-nya (Honda Vario) dengan mengklaim diri sebagai yang asli. Selain itu. Pada ketentuan EPI dinyatakan ketentuan EPI tidak boleh digunakan dalam kaitan bahwa tanda asteris pada iklan di media cetak tidak atau konotasi yang negatif. Iklan ini menampilkan bentuk botol (kemasan) minuman pesaingnya. isotonik saja tidak cukup. Iklan ini memperlihatkan semangat persaingan yang tidak sehat karena produk peasing di”kick” dengan produknya sendiri. Maret 2012 9 . yaitu motor Yamaha. Verbal: “Jangan yang itu!” Tagline: “Inilah sesungguhnya motor matic yang sesuai untuk kamu” 8 Honda Vario 9 Yamaha Mio Yamaha Mio bereaksi ketika pesaingnya Honda Vario muncul di pasar dan kemudian dalam verbalnya menyindir tagline Honda Vario. membingungkan atau membohongi iklan untuk menarik massa. namun prosedur obyektinya diabaikan. D di atas meja. Verbal: Menyindir pesaingnya dengan mengatakan “Itu sih udah lama!” ketika satu motor lewat yang dari suara mesinnya sangat khas. Kata ”Gratis” kemudian seringkali digunakan banyak iklan dan diberikan tambahan tanda asteris yang diberikan keterangan sebagai ”persediaan terbatas” tanpa Jurnal Komunikologi Volume 9. Salah satu ketentuan yang seringkali dilanggar Hal yang menarik adalah penggunaan kata-kata seperti oleh pengiklan adalah penggunaan tanda asteris atau “presiden”. demikian juga ”ratu” sebenarnya dari produk yang diiklankan. Jerawat jangan disentuh!” untuk kemudian melakukan dikotomus: “Sentuh aja!” Iklan ini dengan jelas menampilkan visual minuman kaleng isotonik pesaingnya dan menyebut kata isotonik Iklan ini menampilkan visual dan menyebut pesa-ingnya sebagai oli biasa. atau harga digunakan untuk ”Raja SMS”. Melakukan pembandingan dengan produk pesaing meskipun disamarkan namun identitas kemasan diketahui. namun mencantumkan logo halal untuk produk-produk yang ditayangkan sebagai fungsi iklan komersial.

Menurut EPI. ternyata rekaman itu kemudian ”dibelokkan” oleh pihak yang berkepentingan sebagai iklan ”persetujuan” Aa Gym terhadap kebijakan itu dan pesannya ”ia diminta untuk membuat masyarakat tetap bersabar dan menaati kebijakan baru tersebut”. justru memanfaatkan adegan ini sebagai visual yang dijual dalam iklannya meskipun dalam teksnya dicantumkan peringatan ”adegan ini dilakukan oleh profesional. Etika pariwara yang berkaitan dengan produk pangan (makanan). jangan ditiru”. dan janji pengembalian uang (warranty) kepada audiens. ”What’s so funny”. kecuali dalam penampilan yang bersifat massal. Selain itu terdapat iklan mie instan yang membuat guncangan gempa dalam visual iklannya di tengah-tengah suasana keprihatinan Bangsa Indonesia yang tengah dilanda gempa dahsyat di Yogya dan sekitarnya. untuk mengeruk keuntungan. Masih berkaitan dengan tema kekerasan. Bisa saja menampilkan sesuatu yang ironis namun yang paling tepat adalah membuat orang menertawakan (kelakuan) dirinya sendiri. Produk-produk yang membutuhkan pengalaman dalam proses pengadopsiannya (experience good) dalam menampilkan efek dari penggunaannya membutuhkan jangka waktu tertentu. atau perlakuan yang tidak pantas lain terhadap makanan atau minuman. kerapkali menyindir mobil kategori sedan dengan memanfaatkan bencana banjir sebagai trigger tagline-nya seperti ”banjir koq pakai sedan”. bahwa iklan tidak boleh—langsung maupun tidak langsung—menampilkan adegan kekerasan yang merangsang atau memberi kesan membenarkan terjadinya tindakan kekerasan—narrative without recognition (Fiske. yang menurut Fulton (2005: 108) sesunguhnya menjadi tenor dalam film/ iklan sebagai fungsi interpersonal teks melalui interaksi dan dialog dalam narrative dan kepaduan visual. dalam hal ini EPI menegaskan bahwa iklan tidak boleh menimbulkan atau mempermainkan rasa takut. Salah satu trik kreatif yang banyak dilakukan para praktisi periklanan adalah dengan melakukan hiperbolisasi. Kode etik ini sangat beralasan mengingat berbagai ide kreatif iklan Jurnal Komunikologi Volume 9. seperti guncangan gempa bumi.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran menyebut jumlah stok bahkan ketika konsumen merespons iklan dengan cepat pun. maka dasar-dasar jaminannya harus dapat dipertanggungjawabkan. yang seringkali digunakan para pengiklan politik dalam upaya menarik masa dukungan. Namun sayangnya ide creative tersebut justru memanfaatkan rasa takut masyarakat. Maka. karena humor adalah bagian dari interactivity yang mampu meningkatkan daya ingat (memorability). utamanya jika ia tidak berkaitan dengan produk yang diiklankan. garansi. ditegaskan dalam EPI bahwa iklan tidak boleh menampilkan penyia-nyiaan. Dalam hal pencantuman harga. antara lain jenis kerusakan atau kekurangan yang dijamin. Tak 10 dinyana. dan sebagainya. dan jangka waktu berlakunya pengembalian uang. Seorang endorser tidak boleh mengklaim seketika atas khasiat suatu yang dibintanginya dengan mengabaikan segisegi ilmiah penujiannya. misalnya. misalnya. hiperbolisasi boleh dilakukan sepanjang ia semata-mata dimaksudkan sebagai penarik perhatian atau humor yang secara sangat jelas berlebihan atau tidak masuk akal. sepanjang penampilan tersebut tidak merugikan yang bersangkutan. kebakaran. maka ia harus ditampakkan dengan jelas. Hal yang sangat minim dalam iklan Indonesia adalah kemiskinannya dalam membangun suatu karakter. sehingga konsumen mengetahui apa yang akan diperolehnya dengan harga tersebut. antara lain Rexona for men. Iklan layanan masyarakat yang menuai protes tersebut akhirnya ditarik. tetapi justru yang terjadi iklan tersebut membuat audiens “tersedak” dan tidak bisa tertawa. Beberapa tayangan iklan. Trik inilah. Beberapa penayangan iklan dalam creative strategy-nya memvisualkan peristiwa-peristiwa mutakhir sebagai penambah kekuatan iklan. Sementara untuk garansi. Selain itu. 1991: 136). pemborosan. maka: (1) Syarat-syarat pengembalian uang tersebut harus dinyatakan secara jelas dan lengkap. Nomor 1. ditegaskan bahwa jika harga sesuatu produk dicantumkan dalam iklan. jangan sampai maksudnya ingin menampilkan sesuatu yang lucu dan menghibur. Maka. Sedangkan warranty dalam EPI disebutkan bahwa jika suatu iklan menjanjikan pengembalian uang ganti rugi atas pembelian suatu produk yang ternyata mengecewakan konsumen. sehingga tidak menimbulkan salah persepsi dari khalayak yang disasarnya. jika suatu iklan mencantumkan garansi atau jaminan atas mutu suatu produk. Beberapa waktu lalu. sebetulnya tertawa adalah cara terbaik untuk menanamkan ingatan kepada audiens. tsunami. atau menciptakan kesan yang berlebihan. Maret 2012 . Namun demikian. atau sekadar sebagai latar. Iklan otomotif Panther. seringkali mendapat jawaban stok habis. karena itu dalam iklannya juga harus jelas mengungkapkan memadainya rentang waktu tersebut. Dalam hal ini. iklan tidak boleh menyalahgunakan istilah-istilah ilmiah dan statistik untuk menyesatkan khalayak. Aa Gym pernah direkam kegiatan ceramah keagamaannya dan diminta berkomentar mengenai kenaikan harga BBM. maupun memanfaatkan kepercayaan orang terhadap tahayul. suatu iklan tidak boleh menampilkan adegan yang mengabaikan segi-segi keselamatan. (2) pengiklan wajib mengembalikan uang konsumen sesuai janji yang telah diiklankannya. kata Michael Newman (2003: 260). Etika Periklanan Indonesia juga membuat ketentuan tentang pencantuman harga. Demikian juga dengan tema kekerasan (violence). kode etiknya adalah iklan tidak boleh menampilkan atau melibatkan seseorang tanpa terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari yang bersangkutan. banjir.

dan untuk tujuan atau alasan apa pun. 4) Kesaksian konsumen harus dapat dibuktikan dengan pernyataan tertulis yang ditandatangani oleh konsumen tersebut. 3) Untuk produk-produk yang hanya dapat memberi manfaat atau bukti kepada konsumennya dengan penggunaan yang teratur dan atau dalam jangka waktu tertentu. atau kepolosan mereka. Selain itu iklan testimony seringkali dicampurbaurkan atau dikacaukan dengan iklan endorsement. golongan. 2) Kesaksian konsumen harus merupakan kejadian yang benar-benar dialami. Etika Pariwara Indonesia menyebutkan bahwa iklan tidak boleh menampilkan perlakuan yang tidak pantas terhadap hewan. Bahkan kode etik iklan yang menyangkut pornografi dan pornoaksi pun sangat tegas ditentukan bahwa iklan tidak boleh mengeksploitasi erotisme atau seksualitas dengan cara apa pun. harus dapat diberikan secara lengkap. Batasan inilah yang sering dilanggar para pengiklan dalam merekrut endorser. juga cenderung tidak edukatif. kelompok. maka seharusnya coverage area dari produk yang dikomunikasikan juga mencakup area nasional. tanpa maksud untuk melebih-lebihkannya. klaim. Jika dicermati dengan seksama. iklan tidak boleh menampilkan uang sedemikian rupa sehingga merangsang orang untuk memperolehnya dengan cara-cara yang tidak sah. sinetron. creative iklan juga tidak boleh sembarangan. iklan tidak boleh menampilkan hal-hal yang dapat mengganggu atau merusak jasmani dan rohani mereka. pada berbagai kasus penayangan iklan seringkali ditemui bahwa iklan-iklan yang tidak layak untuk konsumsi anakanak. kekurang pengalaman. Bahkan sebagian iklan itu dilakukan oleh anak-anak. Viasualisasi ini sarat dengan pesan edukasi yang buruk bagi anak-anak. Pemberi kesaksian pun harus dapat dihubungi pada hari dan jam kantor biasa. berwarna ataupun hitam-putih. karena pernyataan. misalnya iklan Fiesta “warna warni” seringkali muncul ketika jam-jam tayang yang banyak ditonton anak-anak seperti siang-sore hari di beberapa stasiun televisi. Etika periklanan dan komunikasi pada umumnya tidak saja mencakup hal-hal berkaitan dengan manusia. Berkaitan dengan konteks ini berbagai iklan yang memberikan (menjanjikan) hadiah harus memiliki komitmen untuk menyiapkan ketersediaan hadiah. klaim atau janji yang diberikan suatu produk atau jasa. Dalam hal prnampilan hewan. merupakan jenis iklan yang berisi pernyataan. Distribusi produk sebelum diiklankan juga harus menjadi perhatian serius setiap perusahaan pengiklan. Ketentuan lainnya bahwa pemberian anjuran hanya dapat dilakukan oleh individu. golongan. misalnya adegan anak-anak bermain ”perang-perangan” dengan bantal yang disobek dan bulu-bulu ayam beterbangan. memanfaatkan kemudahpercayaan. Ketentuan dalam kode etik adalah bahwa untuk khalayak anak-anak. Sebagian pengiklan (dan agensinya) terkesan hanya memanfaatkan kepopuleran endorser untuk menopang image produknya melalui adegan wawancara dan pemberian pernyataan. maupun hewan peliharaan. Ketentuan jam tayang iklan yang tidak sesuai dengan khalayak anak-anak harus dicermati para media planners. karena itu etikanya menurut EPI bahwa penampilan dan perlakuan terhadap uang dalam iklan haruslah sesuai dengan norma-norma kepatutan. dalam pengertian tidak mengesankan pemujaan ataupun pelecehan yang berlebihan. mengingat rekrutmen bintang iklannya (endorser) yang simpang siur. Iklan kesaksian konsumen (testimony) erupakan salah satu jenis iklan yang dinilai berpengaruh besar terhadap target bidik. Padahal hal ini termasuk pelanggaran fatal. Apalagi media yang dipilih adalah media nasional. 5) Identitas dan alamat pemberi kesaksian jika diminta oleh lembaga penegak etika. Kalau tidak. Tidak boleh dalam suatu iklan menjanjikan hadiah tetapi kemudian mengatakan “selama persediaan masih ada” atau kata-kata lain yang bermakna sama bahwa ketersediaan hadiah tidak Jurnal Komunikologi Volume 9. Visualisasi uang dalam suatu iklan menjadi suatu simbol pesan mengenai materialism.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran memperlihatkan visualisasi semangat bersenangsenang (pleasure) dengan adegan permainan lemparmelempar makanan. EPI menjelaskan beberapa prosedur iklan testimony sebagai berikut: 1) Pemberian kesaksian hanya dapat dilakukan atas nama perorangan. kelompok. Namun demikian iklan endorsement tidak boleh sembarangan. Iklan pada media cetak tidak boleh menampilkan uang dalam format frontal dan skala 1:1. makan iklan hanya boleh dimediakan jika telah ada kepastian tentang tersedianya produk yang diiklankan tersebut. Dalam konteks iklan anak-anak pun. bukan mewakili lembaga. Beberapa adegan sejenis. Iklan anjuran kepada publik (endorsement). atau masyarakat luas. atau janji harus terkait dengan kompetensi yang dimiliki oleh penganjur. dan karena itu penampilan uang pada media visual harus disertai dengan tanda “specimen” yang dapat terlihat jelas. atau masyarakat luas. Maret 2012 11 . penyanyi sebagai seorang public figure (tokoh/figur publik) yang mestinya adalah pejabat publik. Masalahnya adalah tidak semua pengiklan menjalankan tatacara dan ketentuan baku dalam jenis iklan ini. walaupun materinya bukan makanan dan minuman. Inilah yang menjadi salah satu favorit cara berkampanye produk/jasa yang banyak dipilih terutama dengan memadukan konten dengan bintang iklan yang disewa di tegah-tengah maraknya pertumbuhan para pemain sinetron dan film dan pemain kesenian atau tokoh politik dan sejenisnya. tokoh masyarakat atau representasi masyarakat kebanyakan yang dikenal secara luas. Apalagi dalam konteks pers infotainment seringkali terjadi kesalah pahaman dalam menyebut para pemain film. Nomor 1. utamanya dari spesies langka dan dilindungi. Selain itu. tetapi juga dengan alam dan hewan. tidak diperbolehkan mewakili lembaga.

“Industrial Organization: Theory and Practice. 6.Etika Persaingan Dalam Komunikasi Pemasaran mencukupi atau tidak diurus distribusinya dengan baik. 2001. and Bonnie L Drewniany. “Communication Ethics: Principles &Practice:. Ideas in Flight Publisher. 2003. Robert. ##. p 308-310. Stephen W. Martin. Routledge Publisher. 2006 Smith. 1997 Waldman.. Jerome. New Jersey. Wadsworth Thomson Learning Publishers. 2005 Jewler. Chan dan Renee Mauborgne. USA. “IMC. Tom. 34/4. Michael. “The Legal Challenge of Integrated Marketing Communication (IMC)”. Publishers. Nomor 1. Theory and Practice”. 2005 Austin. “The Advertising Research Handbook”. Julian Murphet. p. atau bahkan (mungkin) hadiahnya tidak tersedia namun dimanfaatkan untuk menarik traffic pembelanjaan yang tinggi. Inc. and W. 2002 Kenneth. produk toiletris. Melbourne. 2003. Prentice Hall Inc. London and New York. 2005 Littlejohn. and Anne Dunn. “Strategic Planning for Public Relations. Boston. “Ethical Obligations of PR in an Era of Globalization”. W. Singapore. 4. Newman. 1. Sage Publications. 1991 Fulton. Winter 2005. John. “Creative Strategy in Advertising”. Fiske. Maret 2012 . Utah. dan Elizabeth J.1. “Blue Ocean Strategy: How to Create Uncontested Market Space and Make the Competition Irrelevant”. p. Helen. Journal of Communication Management. “Creative Leaps: 10 Lessons in Effective Advertising Inspired at Saatchi & Saatchi. June 2002. 2003 Beckett. Jean Grow. Lawrence Erlbaum Associates. 2005 12 Starck.” Addison-Wesley Longman Educational Publishers. p. Melbourne.” John Wiley & Sons (Asia) Pte Ltd. “Narrative and Media”. and Roger Patching. 2005 Hirst. Wadsworth Publishing. Pinkleton. “Theories of Human Communication”. Rosemary Huisman. Using Advertising and Promotion to Build Brands. J.. 2003 Russell. Journal of Advertising. Ronald Lane. Joel J. Dean Kruckeberg. Kathy R. McGraw-Hill. Prentice Hall. Cambridge University Press. “Ethics and Public Relations”. McgrawHill College Publisher. “Asian Branding: A Great Way to Fly”. 2003 Thomas. HBS Press. Charles. “Television Culture”. New York. “Journalism Ethics: Arguments and Cases”. Sebagian besar pelanggaran etika dalam praktik komunikasi periklanan memperlihatkan upaya merendahkan produk-produk pesaing baik secara visual maupun secara verbal dan berbagai bentuk pelanggaran lain dari kode etik periklanan. New York. Jim.. “Cutting Edge Commercials: How to Creative the World’s Best TV Ads (1) and Print Ads (2) in the 21st Century”. 2006 Arens. Massachusetts.. Provo. Prentice Hall. 29-40. No. Prentice Hall. A. London. 14th edition. William F. produk makanan. W. Kesimpulan Persaingan ketat terjadi antar brand terutama pada produk-produk konsumsi (consumer goods) seperti produk minuman. 41-52. 93. 2002. Oxford University Press. 2002 Davis. “Kleppner’s Advertising Procedure. 1998 Duncan. Thomas. 2001 Altstiel. Erica Weintraub dan Bruce E. Don E. dan beberapa produk sekunder lainnya seperti otomotif roda dua dan minyak peluas sejauh kelompok produk yang diobservasi. 8. Lawrence Erlbaum Associates. “Advertising Research. 2002 Fitzpatrick. 2002 Jurnal Komunikologi Volume 9. Ian. “Strategic Public Relations Management: Planning and Managing Effective Communication Programs”. Style komunikasi periklanan pada berbagai kategori produk yang bersaing ketat memiliki kecenderungan untuk menghasilkan tayangan-tayangan iklan yang kontennya cenderung melanggar etika persaingan dan kode etik periklanan. Daftar Pustaka Aitchison. Journal of Communication Management. 8. “Advertising Strategy: Creative Tactics from the Outside/In”. Journal of Communication Management. 2005 Batey. Jensen.. New Mexico. Singapore. “Contemporary Advertising”. Harvey. Young. 1998. London. 2004 Kim. Ronald D..

Program ini ditayangkan setiap hari jumat dan sabtu pada pukul 20:00 WIB berdurasi 60 menit. Jurnal Komunikologi Volume 9. Maret 2012 13 . Jakarta ilonaoisina@yahoo.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak PENGEMASAN PROGRAM KOMEDI MENGANDUNG UNSUR PENDIDIKAN DALAM PENYAMPAIAN PESAN MORAL KEPADA KHALAYAK IloIlona V. Disini LPP TVRI dengan program Canda Kotanya berperan untuk menyajikan sesuatu yang berbeda dengan program-program lawak lainnya yang biasa ditayangkan oleh televisi swasta lain. begitu juga yang terjadi di Indonesia saat ini. Canda Kota merupakan salah satu program acara yang tayang dan diproduksi LPP TVRI. karena program ini memberikan pengetahuan dengan menyajikannya dalam bentuk komedi yang dikemas semenarik mungkin dalam menyampaikan pesan moral. yang merupakan program acara yang berisikan lawakan dengan memasukan unsur pendidikan di dalamnya seperti pembahasan nilai dan norma yang berlaku di masyarakat serta pesan moral yang disajikan secara santai dan sarat dengan nilai edukasi yang tinggi. dan dilanjutkan dengan pembukaan program acara yang dibawakan oleh pembawa acara serta memaparkan tentang tema yang akan dibahas nantinya bersama para narasumber. masyarakat pada umumnya membutuhkan informasi baik dari dalam negeri maupun dari luar negeri. ini di lakukan kerena LPP TVRI sebagai televisi publik juga bertanggung jawab mencerdaskan masyarakat Indonesia melalui programprogram yang bernilai edukasi dan mengajak masyarakat untuk cerdas dalam memilih siaran televisi. Produser berperan penting dalam penentuan konsep dan pengemasan program acara Canda Kota. dan di padukan dengan penampilan band atau penyanyi solo pada awal dan akhir acara untuk memberikan hiburan yang berbeda kepada penonton di studio maupun yang berada di rumah. Penulis memilih program acara Canda Kota dalam melakukan penelitian ini dikarenakan dalam penayangannya Canda Kota lebih banyak membahas tentang hiburan serta mengandung pengetahuan dan pesan moral di dalamnya. Kata kunci: pengemasan program. Dengan format yang seperti ini diharapkan dapat memberikan pemahaman di bidang pendidikan maupun dibidang umum dapat menjadi lebih menarik dan mudah dicerna oleh semua golongan lapisan masyarakat karena disajikan dengan santai dan ringan sehingga dapat dimengerti oleh semua golongan. Oisina Situmeang Pascasarjana Fakultas Ilmu Komunikasi Upi-Yai. Banyak program lawak di televisi swasta lain yang hanya memberikan banyolan yang kadang bersifat kurang mendidik. dengan menghadirkan bintang tamu dan narasumber yang berkaitan dengan tema atau topik yang sedang dibahas. Dimana dalam program Canda Kota ini dapat memberikan pesan moral yang bermanfaat untuk masyarakat khususnya pelajar walaupun dengan format acara lawak sekalipun. Jakarta Jalan Diponegoro 74. Program acara Canda Kota ini merupakan acara komedi yang berisikan plesetan dan banyolan lucu yang beredar dimasyarakat dengan menghadirkan bintang tamu pelawak dan narasumber artis ibu kota yang berkaitan dengan tema atau topik yang sedang dibahas setiap episodenya. pesan moral Pendahuluan Perkembangan dunia teknologi saat ini tidak dapat dipungkiri mempengaruhi pola pikir dan kelakuan masyarakat. Salah satu media yang digunakan oleh manusia untuk dapat memenuhi kebutuhan tersebut adalah media televisi. Dengan alasan tersebut penulis tertarik ingin mengetahui tentang TVRI dalam pengemasan program acara lawak dalam program Canda Kota yang dalam setiap episodenya banyak membahas plesetan maupun cerita lucu sehari-hari yang beredar dimasyarakat. manusia membutuhkan media. Produser harus mampu mengemas sebuah program acara Canda Kota dengan memadukan unsur hiburan yang menjadikan program ini santai namun tetap serius dan memberi informasi dan pesan moral yang berguna bagi masyarakat. pendidikan.com Abstrak Komedi Canda Kota di TVRI. Maraknya perkembangan stasiun televisi Swasta di Indonesia yang saling berlomba-lomba untuk menampilkan program acara yang menarik kepada khalayak. Didalam pemenuhan akan informasi itu sendiri. Nomor 1. Dalam pengemasannya produser mengawali program ini dengan sajian hiburan penampilan penyanyi ibukota.

Ciri khas komunikasi massa terletak pada penggunaan media massa itu sendiri. tahapan pelaksanaan produksi (Wibowo. Media mengatakan pada kita apa yang penting dan apa yang tidak penting. sementara yang lain mendasarkan pada pengertian kualitas pada aturan mayoritas yang diekspresikan melalui rating penonton.” Komunikasi Massa Komunikasi massa (mass communication) adalah komunikasi yang menggunakan media massa. Koordinasi Produser dengan floor director antara lain membahas tentang aturan yang berlaku untuk penonton yang ada di studio seperti: menonaktifkan ponsel selama berjalannya acara dan mengkoordinasi ekspresi penonton. kemudian akan lahir ide atau gagasan. anonim. Seorang produser yang menghadapi materi produksi akan membuat seleksi. dan seseorang yang merencanakan lima hal yaitu: materi produksi. 2007). Pandangan pertama mendasarkan pada pengertian kualitas di tangan kelompok masyarakat tertentu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi. Terdapat dua pandangan mengenai kualitas sebuah program siaran. kritis. Media massa selalu mengarahkan kita apa yang harus kita lakukan. Teori Agenda Setting Teori penyusunan agenda ini mengatakan media tidak selalu memberitahu apa yang kita pikir. Seorang produser professional dengan cepat mengetahui apakah materi atau bahan yang ada.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak Perumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah. 2005). Maret 2012 . yang ditujukan kepada sejumlah besar orang yang tersebar di banyak tempat. sarana produksi. karena ini menyangkut sponsor acara yang sudah beriklan. Nomor 1. namun program yang paling bermutu dan menariklah yang akan dipilih oleh penonton. 2007). Produser Produser adalah seseorang yang merencanakan sebuah produksi program berita. permasalahan dalam penelitian ini adalah: “Bagaimana cara pengemasan program komedi yang mengandung unsur pendidikan dalam penyampaian pesan moral kepada masyarakat? Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitin ini adalah untuk mengetahui: “Cara pengemasan lawakan yang mengandung unsur pendidikan dalam penyampaian pesan moral kepada masyarakat. 2. dan heterogen (Mulyana. sedangkan efek lanjutan berupa persepsi (pengetahuan tentang peristiwa tertentu) atau tindakan seperti memilih kontestan pemilu atau aksi protes (Ardianto dan Elvinaro. Jenis program bisa saja sama antara satu stasiun televisi dengan stasiun televisi lainnya. 1997). Seorang produser yang tidak memiliki visi akan memilih materi produksi secara sembarangan saja. Hal yang paling terpenting adalah floor director memberikan tanda kepada pengisi acara apabila jeda commercial break akan berlangsung. Tahap Pra Produksi Salah satu cara agar stasiun talevisi tidak ditinggalkan oleh pemirsa adalah para pengelola televisi harus berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dan tuntutan khalayak dengan menyiarkan acara-acara yang memang digemari. sedangkan masyarakat akan mengikutinya. Ditengah persaingan banyaknya stasiun televisi dan semakin banyaknya pemirsa potensial. akan tercipta konsep berupa naskah untuk produksi (Wibowo. baik cetak (surat kabar. Menurut asumsi teori ini media mempunyai kemampuan untuk menyeleksi dan mengarahkan perhatian masyarakat pada gagasan atau peristiwa tertentu. Media pun mengatur apa yang harus kita lihat. Pada saat shooting berlangsung produser program juga Jurnal Komunikologi Volume 9. majalah) atau elektronik (radio. mana yang dianggap paling penting menurut khalayak. biaya produksi. dihadapannya akan menjadi materi produksi yang baik atau tidak. Efek agenda setting terdiri efek langsung dan lanjutan. 2007). dari semua isu. 2007). Sementara itu. Efek langsung berkaitan dengan isu: apakah isu itu ada atau tidak dalam agenda khalayak. namun seorang produser yang bervisi akan memilih materi produksi sangat selektif. organisasi pelaksanaan produksi. Floor director merupakan pimpinan di studio. televisi) yang dikelola oleh suatu lembaga atau orang yang dilembagakan. produser televisi komersial Amerika mempunyai pandangan bahwa kualitas adalah program yang paling banyak menarik perhatian penonton yang kemudian jumlah penonton tersebut dapat dijual secara komersil (Wibowo. tetapi media tersebut benar-benar berhasil memberitahu kita berfikir tentang apa. Dilengkapi dengan materi atau bahan lain yang menunjang ide ini. akhirnya yang menajdi kunci pilihan bagi pemirsa adalah kualitas program. Tahap Produksi Pada tahap produksi koordinasi antara produser dengan floor director berlangsung selama berjalannya proses produksi untuk mengkoordinasikan dengan semua kerabat yang bertugas di studio. Dalam seleksi ini intelektualitas dan spiritualitas secara kritis 14 menentukan materi mana yang akan diperlukan. Floor director adalah kepanjangan tangan dari Program Director/PD. bermutu dan bernilai. Pengemasan Program 1. 2004). tokoh siapa yang harus kita dukung (Nurudin. Sebab hanya materi yang bagus yang dapat diolah menjadi suatu produksi (Wibowo. Media memberikan agenda-agenda melalui pemberitaannya.

(Wibowo.baik yang diperoleh melalui produksi sendiri (in house production). format atau bentuk penyajian dan durasi atau lama waktu siaran. penelitian kualitatif adalah penelitian yang dimaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik. ataupun melalui pembelian dari production house. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Pengemasan Program acara adalah materi mata acara. Bapak Suryono dipilih sebagai informan karena ia dianggap kompeten dalam mengumpulkan data mengenai cara Jurnal Komunikologi Volume 9. produksi kerjasama. evaluasi berkenaan dengan produksi informasi mengenai nilai atau manfaat hasil kebijakan. tanpa moral manusia tidak bias melakukan proses sosialisasi. penulis menetapkan produser lawak Canda Kota yakni Bapak Suryono sebagai key informan. tingkah laku. serta hubungan antara fenomena yang diselidiki.Peneliti hanya bertindak sebagai pengamat yang membuat kategori prilaku. Dalam program komedi. maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik. informan dan key informan yang dipilih penulis adalah sebagai berikut: 1. Teknik Penetapan Informan Dalam penelitian ini. 2005). pemberian angka (ratting) dan penilaian (assessment) kata-kata yang menyatakan usaha untuk menganalisis hasil kebijakan dalam arti satuan nilainya. dalam hal ini dikatakan bahwa kebijakan atau program telah mencapai tingkat kinerja yang bermakna. Undang-undang penyiaran Indonesia tidak menggunakan kata program untuk acara tetapi menggunakan istilah “siaran” yang didefenisikan sebagai pesan atau rangkaian pesan yang disajikan dalam berbagai bentuk. Moral adalah perbuatan. Wahyudi (1994). Dalam arti yang lebih spesifik. Dengan tujuan untuk menambah atau mengurangi cahaya dan akan memberikan hasil yang baik. Program Menurut Morrisan. 2006).Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak memeriksa proses pengambilan gambar melalui central monitor. 1997). Pemilihan materi mata acara ini menjadi tugas dalam bagian perencanaan berdasarkan strategi perencanaan program televisi yang diinginkan. Key Informan Dalam penelitian ini. Tahap Evaluasi Istilah evaluasi mempunyai arti yang berhubungan. yaitu monitor utama yang terdapat di dalam studio untuk melihat hasil pengambilan gambar pada setiap take dengan maksud untuk memberikan pencahayaan yang cukup pada gambar. begitu juga sebaliknya. Moleong mengatakan bahwa. 1999).baik dari kata-kata yang diucapkan oleh komedian sampai dengan gerak tubuh komedian tersebut. pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode alamiah (Moleong. Moral Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu. Ketika hasil kebijakan pada kenyataan mempunyai nilai.Titik beratnya terdapat pada observasi dan suasana ilmiah (natural setting). sehingga membuat tertawa pemirsa yang menontonnya. (Rakhmat. penelitian deskriptif adalah penelitian yang bertujuan untuk membuat deskripsi.faktual. Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya. Penelitian deskriptif hanya memaparkan situasi atau peristiwa. hal ini karena hasil tersebut member sumbangan pada tujuan atau sasaran. Penilaian moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat. Namun kata “program” lebih sering digunakan dalam dunia penyiaran di Indonesia dari pada kata “siaran” untuk mengaju kepada pengertian acara. mengamati. Sifat penelitian yang digunakan adalah deskriptif. Moral adalah nilai keabsolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. yang berarti bahwa masalah-masalah kebijakan dibuat jelas atau diatasi (Dunn. dan akurat mengenai fakta-fakta. istilah evaluasi sapat disamakan dengan penaksiran (appraisal). karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Maret 2012 15 . Topik yang dibuat dalam program ini bertujuan untuk menghibur pemirsa di rumah dengan menampilkan tayangan yang memiliki unsur humor di dalamnya. “program” berasal dari bahasa Inggris Programme atau program yang berarti acara atau rencana. Secara umum. Program adalah segala hal yang ditampilkan stasiun penyiaran untuk memenihi kebutuhan audiennya. gambaran atau lukisan secara sistematis. dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa. Nomor 1. Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implicit. ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. Metode Penelitian Desain Penelitian Dalam penelitian ini penulis menggunakan pendekatan kualitatif. sifat-sifat. kriteria atau batasan mata acara.dan mencatat. program tersebut menyajikan hal-hal yang humoris atau lucu. masing-masing menunjuk pada aplikasi beberapa skala nilai terhadap hasil kebijakan dan program. Komedi Komedi adalah sesuatu hal yang memiliki unsur humor. Setiap mata acara (program) harus dibuatkan judul mata acara. 3.

Sinulingga. Selain itu informan juga memiliki kewenangan dan kemampuan memberikan informasi yang akurat mengenai pengemasan program lawak Canda Kota Peneliti mewawancara dua orang yang kredibel. namun program yang paling bermutu dan menariklah yang akan dipilih oleh penonton. Pandangan pertama mendasarkan pada pengertian kualitas di tangan kelompok masyarakat tertentu yang memiliki tingkat pendidikan tinggi. Keahlian adalah kesan yang dibentuk komunikan tentang kemampuan komunikator yang dinilai paling tinggi pada keahlian dianggap sebagai cerdas. Sebagai key informan Executive Produser memiliki wawasan di bidang Produksi Program dan memiliki pengalaman sebagai Produser. tulus. maka orang itu dinilai mempunyai moral yang baik. Ditengah persaingan banyaknya stasiun televisi dan semakin banyaknya pemirsa potensial. Salah satu cara agar stasiun talevisi ditinggalkan oleh pemirsa adalah para pengelola televisi harus berusaha semaksimal mungkin memenuhi kebutuhan dan tuntutan khalayak dengan menyiarkan acara-acara yang memang digemari. Penulis melakukan penelitian dengan cara melakukan wawancara langsung. Tentu sebaliknya komunikator yang dinilai rendah pada keahlian dianggap tidak berpengalaman. atau tahunan sesuai dengan misi. b. Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana Strategi pengemasan sebuah program menjadi sesuatu hal yang memerlukan penanganan serius dari pihak stasiun televisi. Nomor 1. Setelah itu masuk dalam tahap produksi. 1. Analisis Data Dua komponen kredibilitas yang paling penting adalah keahlian dan kepercayaan. Definisi Konsep Pengemasan Program acara adalah materi mata acara. Program siaran menjadi ujung tombak suatu stasiun televisi karena pemirsa secara langsung melihat televisi dari program yang ditayangkan sehari-hari. Terdapat dua pandangan mengenai kualitas sebuah program siaran. Perencanaan materi siaran Termasuk di dalamnya perencanaan produksi dan pengadaan materi siaran yang dibeli dari rumah produksi (productionhouse). sebaik apapun kualitas sebuah program televisi. mingguan. format atau bentuk penyajian dan durasi atau lama waktu siaran. Maret 2012 . Tahap Perencanaan Program Perencanaan program merupakan unsur yang paling penting dalam dunia penyiaran. produksi kerjasama. Moral adalah perbuatan. Pemilihan materi mata acara ini menjadi tugas dalam bagian perencanaan berdasarkan strategi perencanaan program televisi yang diinginkan. Setiap mata acara (program) harus dibuatkan judul mata acara. jika tidak diimbangi dengan pengemasan Jurnal Komunikologi Volume 9. Alasan penulis memilih Bapak Kresna sebagai informan karena beliau seorang Executive Produser yang dapat menjelaskan bagaimana cara seorang produser program dalam mengemas sebuah program lawak Canda Kota yang mengandung unsur pendidikan dalam upaya menyampaikan pesan moral kepada masyarakat. ataupun melalui pembelian dari production house. selaku Executive Produser. ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. Pesan moral disini adalah sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya. Menurut: Suryono sebagai produser program Canda Kota dan Kresna F. kriteria atau batasan mata acara. paska produksi dan yang terakhir tahap penyiaran. Jenis program bisa saja sama antara satu stasiun televisi dengan stasiun televisi lainnya. ahli tahu banyak. yakni. bermoral. tidak tahu banyak.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak pengemasan sebuah program acara lawak Canda Kota yang di pimpinnya. baik harian.absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh. sopan dan etis. Moral adalah nilai ke. mampu. adil. Hal ini dikarenakan siaran memiliki dampak yang sangat luas kepada masyarakat. bulanan. Wahyudi (1994). Informan Penulis menetapkan Bapak Kresna F. Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat. Apabila yang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya. begitu juga sebaliknya. dan bodoh.baik yang diperoleh melalui produksi sendiri (in house production). berpengalaman atau terlatih.sementara yang lain mendasarkan pada pengertian kualitas pada aturan mayoritas yang diekspresikan melalui rating penonton. Namun. Kepercayaana dalah kesan komunikan tentang komunikator yang berkaitan dengan wataknya apakah komunikator dinilai jujur. menentukan topik dan mengevaluasi. dan tujuan yang hendak dicapai. tingkah laku. serta menyusunnya menjadi rangkaian mata acara. Peneliti melakukan wawancara dengan informan yang dianggap memiliki kredibilitas yang 16 sesuai seperti yang dikatakan oleh Rakhmat (2005). tahap awal ini juga merupakan perencanaan program yang berkaitan dengan pembentukan konsep dan penyatuan ide dari semua tim. fungsi. Adapun perencanaan program meliputi: a. akhirnya yang menajdi kunci pilihan bagi pemirsa adalah kualitas program. 2. Sinulingga selaku Executife Produser memberikan penjelasan mengenai proses produksi acara lawak Canda Kota yang dimulai dari mengadakan rapat kerabat kerja yang dimana semua anggota mempersentasikan.

Tuntutan untuk memuaskan pemirsa televisi pada akhirnya akan mendorong televisi untuk menampilkan program-program yang sesuai dengan selera masyarakat banyak karena yang ingin dicapai oleh televisi adalah jumlah audiens yang banyak yang nantinya akan mempengaruhi jumlah pemasang iklan dan pendapatan perusahaan. propertyman. Koordinasi antar kru harus baik sehingga mampu menciptakan "one well coordinate unit". instalator alat komunikasi. penyiar. rating menentukan keefektifan dari sebuah strategi pemrograman. adalah suatu tindakan memilih satu atau lebih segmen pasar yang akan dimasuki. Peralatan. pelukis. pewawancara. Jurnal Komunikologi Volume 9. Masingmasing konsumen memiliki karakteristik yaitu sifat-sifat yang khas yang dapat membedakan masing-masing kelompok konsumen. Tujuan positioning juga dapat menunjukkan bagaimana produk atau merk suatu perusahaan dibedakan dari pesaingnya. Berkaitan dengan penjelasan diatas mengenai targeting (penentuan pasar dan sasaran) program lawak Canda Kota mengemas programnya untuk memenuhi target pasar penonton yang menginginkan suatu program yang bernilai edukasi dan penuh informasi serta memberikan berbagai pesan-pesan moral kepada masyarakat yang disajikan secara santai dan menghibur. Untuk acara talk show dan program berita terdiri dari pembaca berita (news presenter). Berkaitan dengan ini program lawak Canda Kota membentuk segmentasi geografis seluruh pemirsa TV di seluruh Indonesia yang menonton acara ini. pengarah acara. adalah sasaran setiap acara yang disiarkan. bintang tamu/ narasumber (artis. sehingga di dapat penempatan segmen yang sesuai. produser. Lighting. Video camera recorder (VCR) d. dalam prosesnya ide biasanya tertuang dalam sebuah naskah siaran. 4. Program acara merupakan ujung tombak sebuah stasiun televisi yang langsung bersentuhan dengan audiens. pada semua ketegori usia dengan gaya hidup yang konsumerisme. khususnya pada kota-kota besar yang ada di Indonesia seperti: Jakarta. Kelompok kerja produksi terdiri dari: 1. Nomor 1. ini mengasumsikan bahwa konsumen membandingkan produk berdasarkan ciri-cirinya. cameraman. kebutuhan produk. Maret 2012 17 . Pemirsa televisi memiliki beragam kepentingan dan keinginan dalam menonton siaran televisi. c. Merupakan satuan kerja yang akan menangani kerja produksi secara kolektif sampai hasil karyanya dinyatakan layak tayang. audio man. tokoh terkenal. Targeting adalah proses mengevaluasi setiap daya tarik segmen kemudian memilih satu atau lebih karakteristik untuk dilayani. Dekorasi (orade. Untuk program program sinema televisi atau sinetron. pemancar. lighting man. Kru Fasilitas Produksi: decoration designer. 2. masyarakat biasa). dan Medan. telecine. Audio. Pengisi Acara Siaran (artis). pengisi acara siaran adalah pemeran tokoh-tokoh dalam cerita tersebut. b. penonton merupakan penentu keberhasilan program tv. pembaca berita. Secara tidak langsung. Kru Engineering: pemelihara dan perbaikan. Positioning. Para pengelola stasiun televisi menentukan program mana yang akan ditayangkan dan mana yang akan dipindah atau tidak dilanjutkan penayangannya berdasarkan rating. Kelompok kerja produksi. c. 3. oleh karena itu pengelola televisi harus pandaipandai mengemas program siarannya semenarik mungkin. adalah usaha untuk meningkatkan ketepatan sasaran dari suatu perusahaan. Dalam perencanaan penayangan program televisi ada 5 acuan dasar yang sangat penting yaitu: a. Kru Produksi/siaran: kepala siaran. b. Ide adalah rencana pesan yang akan disampaikan kepada khalayak penonton dengan maksud dan tujuan tertentu. graphic designer. Penonton/audience. tukang kayu. Ada beberapa hal yang menjadi acuan dalam merancang sebuah program acara yaitu: a. minimal peralatan yang digunakan adalah: Camera dan tripod. Segmentasi merupakan dasar untuk menentukan komponen-komponen strategi.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak program yang baik maka tidak akan mampu mencapai tujuan yang hendak dicapai. virtual set dll). Tujuannya untuk merancang penawaran dan citra perusahaan agar menempati suatu posisi kompetitif yang berarti dan perbedaan dalam benak pelanggan sasarannya. Karena itulah diperlukan pengaturan yang tepat. sangat beragam tergantung jenis programnya. Dalam sebuah produksi program televisi. VTR man. dengan memandang pasar dari sudut yang unik dan cara yang berbeda dari yang dilakukan pesaing. penulis naskah. 5. penetapan posisi pasar. penata rias. Surabaya. Segmentasi yang disertai dengan pemilihan target market akan memberikan acuan dalam penentuan positioning dan segmentasi merupakan faktor kunci untuk mengalahkan pesaing. Keunggulan kompetitif merupakan cara untuk mengukur apakah perusahaan itu memiliki kekuatan dan keahlian yang memadai untuk mendominasi segmen pasar yang dipilih. Segmentasi. dan bauran pemasaran tersendiri. Targeting. Kru Operator Teknik: technical director.

tujuan serta temanya. disampaikanlah kepada program maker untuk merencanakan program seperti apakah yang akan dibuat. Yang kedua yaitu pengisi acara. dan commercial aspect . karena output organisasi penyiaran adalah siaran program acara.1994 : 72). dekorasi. Koordinasi antar kru harus baik sehingga mampu menciptakan komunikasi unit yang baik. tujuan dari pengumpulan ide ini selain sebagai konsep untuk episode yang akan di produksi dapat juga di pakai sebagai referensi episode yang akan di produksi selanjutnya. keempat adalah kelompok kerja produksi. Sebuah pencapainnya yang baik bukan hanya kerja keras seseorang melainkan tim yang solid. minimal peralatan yang digunakan adalah Camera dan tripod. Pada dasarnya. Narasumber atau bintang tamu yang menjadi pengisi acara ialah orang-orang yang berkompeten dibidangnya dalam hal ini yang mengetahui tentang pembahasan yang menjadi topik atau tema program. dalam hal ini pesan yang akan disampaikan berkaitan dengan isu-isu yang sedang berkembang di masyarakat yang dikemas dengan menarik. Tema yang diangkat di Canda Kota memberikan inovasi seiring berjalannya waktu. video camera recorder (VCR). Kegiatan pra produksi akan ditayangkan dan dimulai dengan penuangan ide atau gagasan ke dalam outline yang berisikan gambaran program suatu acara. narasumber yang mayoritas adalah seorang motivator akan memberikan informasi dan pesan-pesan moral serta nasehat yang ditujukan kepada kalangan masyarakat terutama pelajar dalam bentuk kemasan program lawak atau komedi yang dipandu oleh host. Ketiga yaitu peralatan.” Dari pernyataan di atas penulis menyimpulkan bahwa dalam pembuatan sebuah program acara dibutuhkan sebuah perencanaan matang agar program yang ditayangkan dapat memenuhi tujuan yang direncanakan. “Pada tahapan ini peran produser dimulai dengan memimpin tim. Sinulingga sebagai responden kedua menjelaskan lebih lanjut mengenai tahap perencanaan program “Hal pertama yang dilakukan adalah tahap pengumpulan ide. Narasumber memiliki informasi yang akurat tentang pesan moral yang akan diangkat menyangkut topik yang diangkat. yaitu rencana pesan yang akan disampaikan kepada khalayak penonton dengan maksud dan tujuan tertentu. Pada tahap ini terjadi interaksi antara kreativitas dan peralatan pendukung yang tersedia.” Kresna F. rating analysis. Mereka terdiri dari divisi programming dan orang-orang lainnya yang tergabung dalam komite program. konsep. target audience. grup band (artis) yang akan memberikan hiburan kepada penonton di studio dan di rumah. Pihak produksi acara seperti bintang tamu (narasumber). Tahap Pra Produksi Berkaitan dengan tahap pra produksi Suryono Sebagai responden pertama. Oleh karena itu. 3. social aspect. dimulai dari program analyst. namun tidak keluar dari konsep awal yang telah disepakati. yaitu manajemen pengelola siaran. inti dari program ini adalah penyampaian antara narasumber dan pemandu acara yang memberikan pengnjelasan mengenai nilai budaya dan pesan moral.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak 2. yaitu mengumpulkan ide baik internal maupun eksternal dan memberikan kesempatan untuk semua tim mengeluarkan ide-ide yang nantinya disatukan menjadi sebuah konsep atau melengkapi konsep yang sudah ditentukan sebelumnya.” Perencanaan program juga terkait dengan kemampuan tehnik dan administrasi yang harus mampu mendukung kelancaran proses produksi dan siaran. Kemudian. Proses perencanaan sebuah program dilakukan secara bergotong royong tidak hanya oleh divisi programming saja. Kresna F. bintang tamu atau narasumber (artis. teknik dan administrasi (Wahyudi. agar dapat memberi masukan dan pendapat. Penentuan tema ditentukan melalui 'rapat' redaksi yang diadakan minimal seminggu sekali. proses perencanaan dilakukan oleh ketiga unsur utama manajemen penyiaran. menjelaskan bahwa: “Pada tahap ini produser akan mengemukakan perkiraan susunan acara yang bersifat fleksibel dan dapat berubah tergantung perkembangan acara pada saat berlangsungnya program. Nomor 1. Dasar dari pembuatan sebuah perencanaan program acara adalah. lighting. Narasumber yang dipilih adalah orang yang memiliki kredibilitas dan mengetahui dengan pasti mengenai topik yang akan dibahas. masyarakat biasa). Terakhir. Untuk acara lawak terdiri dari pembawa acara. Setelah itu. Tidak ada perubahan yang mendasar pada konsepnya. Di awal program penonton dihibur oleh penampilan band atau penyanyi solo. tokoh terkenal. Pemilihanan tema dengan mempertimbangkan nilai moral dan sisi human interest. Maret 2012 . Sinulingga sebagai responden kedua juga menjelaskan mengenai tahap pra produksi: “Dalam tahap pra produksi seluruh kerabat kerja akan terlibat dengan pihak-pihak yang ada di produksi acara. Tahap Perencanaan Program Suryono sebagai responden pertama menjelaskan mengenai tahap perancanaan program. dan semuanya itu bertujuan untuk menghasilkan program yang menarik serta memenuhi kebutuhan khalayak/penonton. Dalam produksi program televisi. Ide sebuah konsep acara disusun oleh sebuah tim yang dinamakan tim kreatif yang bertanggung jawab untuk merancang program namun tetap berkoordinasi dengan produser program agar tetap memperhatikan karakteristik penonton. audio. setelah itu masuk dalam pembahasan atau inti dari program ini biasanya di awali Jurnal Komunikologi Volume 9. Program planning memegang peranan penting dalam penempatan program acara. merupakan satuan 18 kerja yang akan menangani kerja produksi secara kolektif sampai hasil karyanya dinyatakan layak tayang. Program analyst memberikan ide dan garis-garis besar mengenai program apa yang sebaiknya dibuat.

Sehingga dapat menciptakan sebuah program dan tayangan yang bagus dan berkualitas sesuai dengan konsep yang sebelumnya telah direncanakan. Dalam hal ini acara Canda Kota menggunakan tiga poin dalam pencahayaan. Salah satu unsur yang terpenting dalam tahap produksi suatu acara adalah pencahayaan. karena ini menyangkut sponsor acara yang sudah beriklan. sehingga tetap syarat akan pengetahuan tetapi dikemas dengan santai. Contentn awalnya hanya membahas penyampaian pesan-pesan dan nasehat untuk para pelajar agar menjadi SDM yang berkualitas dan berguna untuk keluarga dan bangsa ini.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak oleh pemandu acara yang menjelaskan kepada penonton di rumah dan di studio tentang tema yang akan diulas bersama narasumber. Hal yang paling terpenting adalah memberikan tanda kepada host apabila jeda commercial break akan berlangsung. Produser program Canda Kota Bapak Suryono mengungkapkan mengenai konsep dan ide cerita program berikut ini: “Kemasan lawakan santai. 4. Dengan tujuan untuk menambah atau mengurangi cahaya dan akan memberikan hasil yang baik”. Pencahayaan back light juga mempengaruhi key light dan fill light. Floor director adalah kepanjangan tangan dari Program Director/PD. Sinulingga sebagai responden kedua juga menjelaskan mengenai tahap produksi. 5. sound engineering dan image editing.Editing adalah proses penyempurnaan dari Jurnal Komunikologi Volume 9. back light berfungsi untuk memberikan dimensi agar subjek tidak “menyatu” yang artinya objek terlihat lebih natural. Keseluruhan tahap ini untuk memaksimalkan hasil gambar. Berbeda dengan Kresna F. floor director biasa disebut sebagai floor manager. produser program memimpin rapat dengan seluruh kru untuk membahas susunan acara (rundown). Tahap Produksi / Siaran Sebelum memulai tahap produksi. dan didalam program ini dibutuhkan keahlian dalam memilih sebuah sumber yang tepat yang memiliki pemahaman mengenai nilai dan norma itu sendiri yang akan disampaikan pada acara ini. produser memiliki tanggungjawab untuk memilih editor sebagai penanggungjawab pada saat melakukan tahap editing. Koordinasi Produser dengan floor director antara lain membahas aturan yang berlaku untuk penonton yang ada di studio seperti: menonaktifkan ponsel selama acara dan mengkoordinasi ekspresi penonton. dan Back Light (Three Points Lighting). Suryono SH. melainkan pencahayaan yang natural atau alami lebih menghasilkan kualitas gambar yang baik. Sedangkan. yaitu monitor utama yang terdapat di dalam studio untuk melihat hasil pengambilan gambar pada setiap take dengan maksud untuk memberikan pencahayaan yang cukup pada gambar. Fill light ditempatkan berseberangan dengan subjek yang mempunyai jarak yang sama dengan key light dengan tujuan untuk menghilangkan bayangan objek yang disebabkan oleh key light. konsepnya sendiri sih ya pengennya satai. Selain itu dari sisi pengaturan pencahayaan yang tepat juga sangat penting dan berpengaruh pada hasil program acara yang dibuat. Maret 2012 19 . sebagai responden pertama menjelaskan mengenai tahap paska produksi: “Pada tahap ini. Dari pernyataan diatas penulis menyimpulkan bahwa tahap pra produksi berisikan gambaran program suatu acara. Kritis. di beberapa stasiun televisi. yaitu: Key Light. Program ini lebih inovatif karena dibawakan dengan santai dan penuh dengan lawakan yang khas dari program ini. Pencahayaan bukan hanya berurusan dengan lampu. Tahap Pasca Produksi Secara umum tahap paska produksi ini dikenal dengan tahap editing video.” Dari pendapat di atas penulis menyimpulkan pada tahap produksi ini sangat dibutuhkan suatu kerjasama tim yang kompak agar tidak terjadi miss komunikasi antara kru satu dengan yang lain. musik. Sehingga masyarakat akan mengerti dan memahami isi pesan yang disampaikan pada acara Canda Kota itu sendiri. Fill Light. Pada saat shooting berlangsung produser program juga memeriksa proses pengambilan gambar melalui central monitor. “Key Light adalah pencahayaan utama yang diarahkan pada objek dan merupakan sumber pencahayaan utama yang berpengaruh besar untuk memaksimalkan hasil gambar. Posisi back light berada di belakang dan diarahkan pada objek. Floor director merupakan pimpinan di studio. “Pada tahap produksi koordinasi antara produser dengan floor director berlangsung selama berjalannya proses produksi untuk mengkoordinasikan dengan semua kerabat yang bertugas. misalnya pembuatan animasi dan visual efek.” Dari pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa Konsep dasar program Canda Kota adalah informatif. Kemasan program ini berbeda dengan program lawak atau komedi lainnya yang cenderung hanya menonjolkan humor saja. ringan. Nomor 1. sehingga harus mendapat perhatian khusus agar dapat memberikan gambar yang dinamis. ringan serta ada unsure pendidikan dan musiknya. kritis dan menghibur. Program ini lebih berbobot serta menghibur dibandingkan dengan program komedi lainnya. meski pada kenyataannya banyak unsur pekerjaan lain yang terlibat. Suryono Selaku responden pertama menjelaskan mengenai tahapan produksi. sehingga dapat memberikan kepuasan tersendiri bagi penonton di rumah maupun di studio. Informatif berarti program ini dapat menyuguhkan informasi dan pesan-pesan moral serta nasehat-nasehat yang berguna kepada para penontonnya khususnya pelajar.

Sebelum melakukan penyuntingan gambar editor akan memaparkan konsep editing pada produser karena hasil gambar yang sudah diedit harus sesuai dengan konsep awal yang telah disepakati oleh seluruh tim. Nomor 1. maksudnya adalah dalam memaparkan konsep produser lebih mudah untuk mengerti dan setelah itu di diskusikan kembali bersama agar di dapat sebuah konsep yang sejalan dan menarik. Dan produser tetap bertanggung jawab atas proses editing ini. mungkin itu dari cara editor menyambung gambar demi gambar. Perbedaan tersebut terletak pada tujuan pelaksanaannya. baik dari segi kualitas gambar. Jika penelitian bertujuan untuk membuktikan sesuatu (prove) maka evaluasi bertujuan untuk mengembangkan (improve). kualitas suara maupun melihat kembali isi keseluruhan program yang akan di siarkan. mulai dari kualitas gambar. Tahap Penyiaran Tahap ini merupakan tahap menyiarkan program yang sudah di konsep dan sudah siap disiarkan.” Dari pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa pada tahap paska produksi ini sangat dibutuhkan seorang editor yang dapat memberikan sebuah sajian yang sangat bagus dan menarik agar dapat memberikan hasil yang maksimal kepada penonton yang menyaksikan acara ini. Pada tahap ini.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak gambar yang diperoleh saat injest. penelitian evaluasi. Menentukan program mana yang akan tetap ditayangkan. Pada tahap ini. Produser tidak membatasi kreativitas editor asalkan sesuai dengan konsep. dan mengevaluasi masukkan yang diterima serta meneruskan ke setiap fungsi terkait. Maret 2012 .” Kresna F Sinulingga menjelaskan mengenai tahap penyiaran bahwa “Peran produser dalam tahap ini mulai dari memeriksa format program yang akan disiarkan apakah sudah memenuhi standart siar. Suryono menjelaskan mengenai tahap penyiaran bahwa: “Dalam tahap ini produser bertanggung jawab untuk memeriksa program yang 20 sudah layak siar tadi. program mana yang akan dipindahtayangkan dan program mana yang akan diberhentikan penayangannya. Fungsi utama evaluasi dalam hal ini adalah menyediakan informasi-informasi yang berguna bagi pihak decision maker untuk menentukan kebijakan yang akan diambil berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan. Sinulingga dalam hai ini responden ke dua menjelaskan mengenai tahap paska produksi yaitu bahwa: “Tahap awal yang dilakukan adalah penyuntingan gambar yang telah dikumpulkan. setelah itu memeriksa kualitas teknis program yang akan disiarkan dan yang terakhir memeriksa isi program yang akan disiarkan. 6. Dalam evaluasi program ini juga dilihat sejauh mana program-program yang ditampilkan mampu mencapai tujuan yang ditetapkan.” Dari pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa pada tahap ini dibutuhkan ketelitian produser dalam melihat dan memeriksa kembali hasil program yang telah melalui proses editing. produser bertanggungjawab untuk mengadakan Jurnal Komunikologi Volume 9. Setelah semuanya selesai dan di print maka program ini siap untuk dibawa ke MCR (Master Control Room) agar ditangani oleh On Air Presentation yang bertugas mengoperasikan program Canda Kota ini kepada pemirsa. Terkadang. dan editor bertugas mendesain gambar dan memberikan efek gambar maupun suara yang diperlukan untuk menghasilkan gambar dan suara yang baik. Dan apabila sudah mendapat persetujuan oleh produser maka editor mulai bekerja. Menurut Suryono SH. agar program yang di hasilkan semakin kreatif mengikuti perkembangan jaman. pemilihan warna dan pengaturan suara. Menjelaskan mengenai tahap monitoring dan evaluasi “Bahwa hal yang paling mendasar dalam tahap monitoring dan evaluasi adalah kegiatan mengamati dan menilai penyiaran sebagai internal kontrol. antara kedua kegiatan ini memiliki metode yang sama. Penelitian evaluasi mengandung makna pengumpulan informasi tentang hasil yang telah dicapai oleh sebuah program yang dilaksanakan secara sistematik dengan menggunakan metodologi ilmiah sehingga darinya dapat dihasilkan data yang akurat dan obyektif. Hal ini bertujuan agar gambar semakin terlihat bagus dan menarik. artinya di setiap episode ada sebuah hal yang menarik yang membuat penonton ingin terus menyaksikan program ini. Produserlah yang bertugas memberikan pengarahan kepada editor karena produser lebih mengetahui dengan jelas konsep dan format program sementara editor bertugas menjalankan instruksi yang diberikan oleh produser. editor ditemani oleh produser. Produser selalu memberikan panduan beserta mengulang kembali konsep awal yangtelah disepakati. penelitian dan evaluasi juga digabung menjadi satu frase. menilai mutu penyiaran. programmer harus mampu membaca situasi dan melihat performa program. tujuannya untuk perbaikan di produksi-produksi selanjutnya. Kresna F Sinulingga menjelaskan mengenai tahap monitoring dan evaluasi “Pada tahap ini.” Sedangkan Kresna F. Produser akan selalu memantau pekerjaan editor dan memberikan deadline untuk menyelesaikan program yang diedit.” Dalam evaluasi terdapat perbedaan yang mendasar dengan penelitian meskipun secara prinsip. Tahap Monitoring dan Evaluasi Evaluasi program merupakan bentuk kegiatan terakhir programming. dilakukan mengamati jalannya penyiaran. Pada saat pelaksanaan proses editing. Editor membuat paper edit yang dijabarkan kepada produser. 7. suara sampai dengan isi/konten program. Hal ini bertujuan untuk terus menarik dan mempertahankan jumlah pemirsa sebanyak mungkin. dan mendampingi editor tersebut selama mengedit program acara ini sebelum ditayangkan. Pengemasan program yang dilakukan editor harus selalu berbeda.

2003 Jurnal Komunikologi Volume 9. akan dianggap penting dalam suatu periode waktu tertentu. kebijakan baru sehubungan dengan program itu tidak akan didukung oleh data. semuanya itu akan di tampung dan di gunakan sebagai perbaikan untuk produksi selanjutnya. program yang berjalan tidak akan dapat dilihat efektifitasnya. Dari pernyataan di atas penulis menyimpulkan bahwa teori Agenda Setting adalah dimana media mempunyai kekuatan dalam menyeting atau mempengaruhi khalayak sehingga orang-orang yang menonton dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan mengetahui berita apa saja yang sedang menjadi topik pembicaraan yang sedang marak dibicarakan. Simbiosa Rekatama Media. evaluasi program bertujuan untuk menyediakan data dan informasi serta rekomendasi bagi pengambil kebijakan untuk memutuskan apakah akan melanjutkan. dengan demikian program acara yang sarat akan pendidikan semakin sedikit peminatnya. Tanpa adanya evaluasi. Karenanya. Orang-orang yang menonton televisi dapat dengan mudah mengetahui informasi yang menjadi topic pembicaraan. Implementasi program harus senantiasa di evaluasi untuk melihat sejauh mana program tersebut telah berhasil mencapai maksud pelaksanaan program yang telah ditetapkan sebelumnya. Singkatnya. Konsep model agenda setting menyatakan bahwa teori ini berasumsi pada pembentukan persepsi khalayak tentang apa yang dianggap penting. Suryono menjelaskan mengenai Agenda Setting Dalam media. Dengan demikian. sehingga akan menghasilkan keputusan melanjutkan. 2003 Moleong L. Selain itu. Kesimpulan Dalam hal ini produser Program Canda Kota sudah termasuk dalam kategori Produser yang memenuhi standar karena beliau mampu memimpin jalannya produksi dengan baik. Di sisi lain penulis juga menyimpulkan bahwa produser TVRI khususnya diprogram ini mampu memciptakan ide-ide yang cemerlang dan kreatif dan dituangkan pada saat produksi. PT.Yogyakarta. untuk melihat apakah masih ada kekurangan atau kelebihan yang sudah dicapai pada episode kali ini. Remaja Rosdakarya. Maret 2012 21 . Produser juga menerima kritik dan saran dari kerabat kerja. Bandung. Sehubung dengan fenomena yang terjadi. juga tidak lupa memasukan sebuah unsur pendidikan mengenai nilai dan norma bermasyarakat dengan memberikan sebuah pesan moral di dalamnya.” Dari pendapat di atas penulis menyimpulkan bahwa pada tahap ini produser melakukan pambahasan kembali mengenai program yang sudah disiarkan atau ditayangkan. E dan Lukiati K. “Komunikasi Massa Suatu Pengantar”.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak briefing kembali dengan kerabat kerja dan membahas program yang telah disiarkan tersebut. (Griffin. Gajah Mada University Press. Dari pendapat di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa agenda setting merupakan salah satu cara yang dimilki oleh media massa untuk mendapatkan pengaruh dari masyarakat melalui informasi-informasi yang dihadirkan mengenai isu-isu yang ada dan dipikirkan oleh khalayak. “Pengantar Analisis Kebijakan Publik Edisi Kedua. dan hasilnya program semakin menarik dan lebih ‘hidup’ terbukti di setiap episodenya ‘taste’ yang ditawarkan produser berbeda-beda. Agenda Setting mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi khalayak dalam memberikan informasi. memperbaiki atau menghentikan program tersebut. Komunikasi yang dilakukan narasumber dalam menyampaikan informasi mendapat repon dari penonton. Teori Agenda Setting mempunyai kesamaan dengan teori peluru yang menganggap media mempuyai kekuatan mempengaruhi khalayak. selain itu beliau (produser) juga mampu menyusun rancangan produksi dan rancangan pemasaran yang disesuaikan dengan program.. Nomor 1. memperbaiki atau menghentikan sebuah program. Bedanya teori peluru memfokuskan pada sikap (afektif). dan melakukan perbandingan dengan episode program sebelumnya. yang dapat mengemas berbagai macam unsur. Biasanya dalam setiap evaluasi pasti ada masukan-masukan yang di sampaikan. Intinya tidak cepat puas untuk hasil yang sudah didapat melainkan terus berkreasi dan berinovasi dengan tujuan memberi tontonan yang terbaik pada masyarakat. produser juga mengadakan evaluasi untuk produksi yang selanjutnya agar menghasilkan karya yang lebih baik. Bandung. Sehingga kebutuhan akan informasi pendidikan juga dapat dirasakan oleh khalayak luas di samping kebutuhan humor masyarakat. pendapat atau bahkan perilaku. misalnya unsur hiburan atau komedi yang banyak digemari masyarakat belakangan ini. “Metodologi Penelitian Kualitatif. W N. apa yang dianggap penting oleh media akan dianggap penting pula oleh khalayak. 2003) dalam Kriantono. maka peran dari produser sangat dibutuhkan dalam menuangkan sebuah ide dan inovasi sebuah program. Dasar pemikirannya adalah diantara berbagai topik yang dimuat di media massa. 2004 Dunn. topic yang lebih banyak mendapat perhatian dari media massa akan menjadi lebih akrab bagi pembacanya. Daftar Pustaka Ardianto. dan apa yang dilupakan oleh media akan luput juga dari perhatian masyarakat. Tidak sedikit masyarakat yang sudah tidak perduli lagi akan norma dan moral yang berlaku di masyarakat.

“Pengantar Komunikasi Massa. Gramedia Widiasarana Indonesia. Jakarta. F. PT. 1994 Nurudin. F. Bandung.Pengemasan Program Komedi Mengandung Unsur Pendidikan Dalam Penyampaian Pesan Moral Kepada Khalayak Mulyana. Bandung. “Metode Penelitian Komunikasi. Jakarta. “Teknik Produksi Program Televisi. “Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar. 2007 Wibowo. “Dasar-dasar Produksi Program Televisi. PT Remaja Rosdakarya. J. 1997 22 Jurnal Komunikologi Volume 9. Nomor 1. Jakarta. “Dasar-dasar Manajemen Penyiaran.. PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta Rakhmat. 2005 Wibowo. Remaja Rosdakarya. Rajawali Pers. D. Pinus Book Publisher. 2005 Wahyudi. JB. Maret 2012 .

yang diadakan untuk memperkenalkan program terbaru dari Bank BRI yaitu program ”Untung Beliung BritAma”. Nomor 1. pembayaran dan peredaran uang. Dan ia juga mengatakan bahwa program untuk eksternal ini merupakan tugas rutin setiap dua kali dalam setahun Jurnal Komunikologi Volume 9. Menurut Humas Bank BRI : Berkaitan dengan program ”Untung Beliung BritAma” yang sedang dilaksanakan di 12 kota di Indonesia. Untuk dapat menciptakan program yang dapat memenuhi keinginan dan kebutuhan konsumen. Kata kunci: pengetahuan. Apa yang perusahaan komunikasikan hendaknya dipersiapkan dengan seksama agar sukses dan tidak didasarkan pada pertimbangan untung-untungan.minat. maupun citra lembaga melalui berbagai saluran serta pesan-pesan yang bersifat informatif dan persuasif. maka diperlukan kemampuan untuk memasarkan jasajasa yang ditawarkan kepada konsumennya. Dalam dunia pemasaran. Humas Bank BRI menggunakan berbagai macam publikasi melalui media cetak ataupun elektronik dan mengadakan event- event yang bertujuan memperkenalkan program terbaru dari Bank BRI. Kegiatan promosi yang saat ini sedang dilaksanakan oleh Humas Bank BRI adalah event Pengundian Untung Beliung BritAma. Pengetahuan calon nasabah atau pengunjung pada event tersebut sangat menentukan terhadap suksesnya media promosi tersebut untuk memunculkan minat. Dimana pertengahan bulan Mei telah dilaksanakan kegiatan publikasi lainnya seperti event peluncuran program ”Untung Beliung BritAma”. salah satunya adalah event Pengundian Untung Beliung BritAma ke . Maret 2012 23 . Namun menghadirkan dan menawarkan program yang diminati pelanggan tidak akan efektif dan efisien. suatu bank harus dapat membina hubungan baik dengan konsumennya. Untuk merebut persaingan antar bank.9 yang akan diselenggarakan dari tanggal 18 Mei . event Pendahuluan Bank adalah suatu lembaga keuangan yang usaha utamanya selaku pemberi kredit serta jasa-jasa dalam lalu lintas transaksi keuangan.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) EVENT SEBAGAI AJANG PROMOSI BAGI PERUSAHAN JASA (KASUS UNTUNG BELIUNG BRITAMA BRI) Nurul Awaliah Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk. komunikasi merupakan salah satu aspek penting. Di era globalisasi ini pertumbuhan dan perkembangan dunia perbankan semakin meningkat sehingga persaingan antar bank pun semakin ketat. Komunikasi berfungsi sebagai unsur yang membantu menunjang pemasaran barang. karnaval Biru BritAma. sponsorship. Dalam mempublikasikan program terbaru dari tabungan BritAma ini. dengan kata lain teknik komunikasi perusahaan harus diramu menjadi suatu komunikasi yang terkoordinasi dan konsisten. Komunikasi pemasaran atau marketing comunication dipergunakan sebagai pendukung kegiatan penjualan dengan meyampaikan pesan atau informasi kepada khalayak sasaran mengenai produk/ program yang dikeluarkan perusahaan ke pasaran. event pengundian periode pertama. dan lain sebagainya.22 Juli di mall – mall Jakarta. jasa. event. Seperti halnya dengan Humas Bank BRI yang berusaha menyampaikan atau menginformasikan mengenai program atau produk terbaru melalui komunikasi dua arah antara pihak Bank BRI dengan masyarakat melalui kegiatan Marketing Public Relations. Salah satu program terbaru dari Bank BRI adalah program ”Untung Beliung BritAma” yang bertujuan untuk menarik nasabah baru khususnya nasabah tabungan BritAma dengan memberikan hadiah berupa mobil All New Honda CR-V serta hadiah lainnya kepada masyarakat yang membuka rekening tabungan BritAma dan memenuhi persyaratan dalam mengikuti program tersebut. Bank BRI telah membuat perencanaan mengenai publikasi dari program ini. pameran dan lain-lain. Dan melalui pemilihan tema yang tepat dari sebuat event akan mampu menempatkan produk dan citra perusahaan jasa terutama dalam tingkat persaingan yang semakin tinggi. Divisi Humas PT. Jakarta 11510 nurulawaliah@yahoo. ide. jika tidak didukung oleh komunikasi pemasaran yang terencana dengan baik dan tepat sasaran.com Abstrak Media berpromosi bagi perusahaan sangat ditentukan oleh selektifitas pemilihan media yang tepat bagi produk yang dihasilkan dimana media yang dipilih harus dapat memberikan value bagi perusahaan baik terhadap citra perusahaan maupun citra produk. publikasi. Kegiatan promosi yang dilakukan oleh bagian Humas Bank BRI antara lain berhubungan dengan periklanan.

”Jika pembeli potensial tersebut menjadi berminat maka ia berusaha mengumpulkan informasi dan fakta tentang produk yang bersangkutan”. sehingga pengunjung mengetahui dan akan mencari tahu lebih jelas mengenai kelebihan dan keuntungan dari program ”Untung Beliung BritAma”. 1994 : 7). Dari penjelasan Humas Bank BRI diatas. yaitu PR/ Humas merupakan perwujudan suatu kegiatan komunikasi yang dilembagakan ke dalam bentuk biro. Public Relations sebagai “State Of Being”. maka penulis tertarik untuk meneliti sejauhmana tingkat pengetahuan pengunjung mall dengan minat pengunjung mall untuk mengikuti program pengundian ”Untung Beliung BritAma” melalui event Pengundian Untung Beliung BritAma ke . tujuan Humas Bank BRI mengadakan acara ini adalah untuk menginformasikan program ini agar masyarakat mengetahui dan menyukai program yang ditawarkan oleh Bank BRI yang bertujuan untuk menarik nasabah baru khususnya nasabah tabungan BritAma. Dalam pelaksanaannya di lapangan. Minat mengikuti. PR berfungsi menumbuhkan hubungan baik antara segenap komponen pada suatu lembaga /perusahaan dalam rangka memberikan pengertian. Serta untuk memberitahukan pada masyarakat bahwa ada program terbaru dari Bank BRI untuk periode bulan Mei – September 2007. Harlow membagi Humas menjadi dua jenis pengertian. menumbuhkan motivasi dan partisipasi. yang diselenggarakan di BSD Junction Tangerang. Jika dikaitkan dengan penelitian ini. Atau memberikan memberikan pengertian. Fungsi Humas. Pengetahuan. menumbuhkan motivasi dan parisipasi. Semua itu bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan goodwill (kemauan baik) publiknya serta memperoleh opini publik yang menguntungkan (alat untuk menciptakan kerjasama berdasarkan hubungan baik dengan publik). costumer service dan beberapa SPG (Sales Promotion Girl) yang berada disekitar area acara yang menawarkan program tersebut kepada pengunjung mall. seperti yang dikutip oleh Rusady Ruslan : a. 24 Hubungan Masyarakat (Humas) Definisi Humas menurut para ahli Public Relations dalam the statement of Mexico adalah sebagai berikut : Praktik Public Relations adalah seni dan ilmu pengetahuan sosial untuk menganalisis kecenderungan. tanggal 13 – 22 Juli 2007 sebagai salah satu publikasi program tersebut. Jika mereka sudah mengetahui keuntungan dan kelebihan dari program tersebut. b. Yang pertama. Dari pernyataan diatas. Semua itu bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan goodwill (kemauan baik) publiknya serta memperoleh opini publik yang menguntungkan. Dan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan kepada publik mengenai program ”Untung Beliung BritAma”. menasehati para pemimpin organisasi. Hubungan antara Pengetahuan dan Minat mengikuti Program. Maret 2012 . (Rosady Ruslan. yang memberikan beberapa keuntungan jika mereka menjadi nasabah tabungan BritAma dan program ini bersifat pengundian kupon bagi konsumen yang sudah menjadi nasabah tabungan BritAma yang diundi setiap minggunya.9. (Rosady Ruslan. DR Rex F. 2001:18) Sedangkan menurut Racmadi Public Relations adalah : Salah satu bidang ilmu komunikasi praktis. telah diadakan karnaval ”Untung Beliung BritAma” dan pengundian ”Untung Beliung BritAma” di Plaza Senayan dengan dimeriahkan oleh bintang tamu seperti Tompi. Nomor 1. (Rachmadi. diharapkan akan timbul keinginan (minat) pengunjung untuk mengikuti program tersebut dengan membuka rekening dari tabungan BritAma. Pada peluncuran bulan Mei kemarin. yaitu penerapan ilmu komunikasi pada suatu organisasi/ perusahaan dalam pelaksanaan fungsi manajemen. Pengunjung. Public Relations sebagai “Method of Communication” . Humas disini belum melembaga namun memiliki kegiatan kehumasan Jurnal Komunikologi Volume 9. Bagian. Dari definisi diatas penulis memahami bahwa Public Relations adalah suatu proses kegiatan atau usaha-usaha management untuk menciptakan pengertian dan kepercayaan dari publik yang lebih baik (positif) terhadap sesorang atau organisasi atau badan tertentu dengan mengadakan penelitian atau penilaian serta memberikan penerangan (informasi) yang terencana dan tersebar luas dan pada akhirnya memberikan keuntungan bagi lembaga atau perusahaan. yaitu PR/ Humas merupakan rangakaian atau sistem kegiatan (order of system of action) melalui kegiatan komunikasi secara khas. Marketing Public Relations. 2001:24) Dari pendapat diatas penulis memahami bahwa definisi Humas dibagi menjadi 2 menurut kedudukannya. dan untuk menjaring nasabah baru agar dapat tertarik terhadap program ini. Seperti yang dijelaskan oleh Basu Swastha dan Wawan (1990:347). Humas sebagai Metode komunikasi yang khas. dan Project Pop”. Arri Lasso. Konsep-konsep yang akan dijelaskan adalah sebagai berikut : Humas. Shanty. baik kepentingan organisasi maupun kepentingan publik atau umum. maka pengetahuan pengunjung pada program ini diperoleh dari informasi yang disampaikan oleh MC. Divisi atau seksi. dan melaksanakan program yang etrencana mengenai kegiatan-kegiatan yang melayani. Penulis akan menjelaskan lebih lanjut mengenai konsep-konsep tersebut.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) bagi divisinya tersebut dalam menjalankan kegiatan eksternal publiknya. memprediksi konsekuensikonsekuensinya.

Nomor 1. Membina hubungan secara harmonis antara organisasi dan publik. mutual appreciation (saling menghargai) dan tolerance (toleransi). Center dan Canfield fungsi Humas/PR dapat meliputi hal-hal berikut : 1.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) artinya seorang Humas sebagai metode komunikasi bertugas mengefektifkan dan mengefisienkan upayaupaya pencapaian tujuan organissi atau perusahaan. Menciptakan komunikasi dua arah secara timbal balik dengan menyebarkan informasi dari perusahaan kepada publik dan menyalurkan opini publik pada perusahaan. mempengaruhi dan mengubah pengetahuan. Marketing Public Relations Memasuki era globalisasi pada abad ke 21 yang sangat kompetitif itu dimulai sejak tahun 1990an dimana untuk pertama kali mucul suatu konsep perpaduan antara ”kekuatan PR dan ”Marketing Mix” dari konsep Philip Kotler. a) Analysis. Melayani publik dan memberikan nasihat kepada pimpinan organisasi untuk kepentingan umum. maka kedudukan Humas Bank BRI belum melembaga (method of comunications) karena Humas Bank BRI berada dibawah Divisi Sekretariat Perusahaan Bank BRI. 2. 3. Harris melalui bukunya berjudul The Marketer’s Guide to Public Relations dengan konsepsi sebagai berikut: Marketing Public Relations merupakan suatu proses perencanaan. sebuah konsultan atau agency PR.. 2002 : 23) Fungsi Humas juga dapat dilihat dari deskripsi kerja Carl Byoir & Associates.. Kemudian muncul lagi istilah marketing Public Relation (MPR). PR/ Humas tersebut berfungsi jika menunjukkan suatu kegiatan yang jelas dan khas serta dapat dibedakan dengan kegiatan yang lain. Hasil yang ingin dicapai dalam kegiatan Humas pada intinya adalah good image (citra baik). Jika dikaitkan dengan masalah pokok penelitian. yakni dikenal dengan megamarketing. maka Humas Bank BRI dapat membina hubungan yang baik dengan para nasabahnya atau calon nasabahnya. keinginan. Dari tugas itu maka Humas Bank BRI membuat program ”Untung Beliung BritAma” yang bertujuan menarik konsumen dengan target konsumen sebanyak 500 nasabah baru dalam setahun. Menunjang kegiatan manajemen dan mencapai tujuan organisasi. goodwill (itikad baik). perhatian dan kepentingan bagi para konsumennya. Dalam penelitian ini salah satu tugas dan tanggung jawab Humas Bank BRI adalah mengadakan kegiatan-kegiatan dengan pihak internal dan pihak eksternal Bank BRI dan membina hubungan yang harmonis dengan para nasabah. Dalam kegiatannya Humas memberi masukan dan nasihat terhadap berbagai kebijakan manajemen yang berhubungan dengan opini atau isu publik yang tengah berkembang.of policies and objectives of the client. Bank BRI berupaya untuk menarik minat pengunjung mall untuk menjadi nasabah BRI khususnya tabungan BritAma melalui beberapa kegiatan publikasi dan salah satu acaranya adalah event Pengundian Untung Beliung BritAma ke – 9 pada tanggal 13 – 22 Juli 2007 yang diselenggarakan di BSD Junction Tangerang. Jurnal Komunikologi Volume 9. Jika dipertanyakan “apa sebenarnya fungsi PR/ Humas itu?” dikatakan. b) Planning and programming…of specific undertaking and projects… c) Implementation…of the programs and project. Dalam pelaksanaannya PR menggunakan komunikasi untuk memberitahu. dan menurut pakar Humas Internasional Cutlip. Dengan kata lain terdapat orang yang memimpin bagian tersebut yaitu pejabat Humas.. Maret 2012 25 . meliputi sebagai berikut. sikap dan prilaku publik sasarannya. 2004:154) Dari penjelasan diatas penulis memahami bahwa Marketing PR adalah proses pelaksanaan yang dapat mempengaruhi pembelian dan kepuasan konsumen terkait dengan informasi yang dipercaya dan kesan-kesan yang positif mengenai identitas perusahaan atau produk dari perusahaan yang disesuaikan dengan kebutuhan. 4. Dari berbagai batasan Humas diatas dapat ditarik konsep bahwa untuk memahami dan mengevaluasi berbagai opini publik atau isu publik yang berkembang terhadap suatu perusahaan/ organisasi... perhatian dan kepentingan untuk para konsumen. Jika dikaitkan dengan masalah pokok penelitian sasaran utama dari program ini adalah pengunjung BSD Junction Tangerang yang belum menjadi nasabah BRI. Fungsi Humas Berbicara mengenai fungsi dan tugas Humas yang mempunyai ciri khas. Dengan menciptakan komunikasi dua arah kepada konsumen. sebagai pengembangan tahap berikutnya dari konsep sebelumnya (megamarketing) yang dipopulerkan Thomas L. baik internal maupun eksternal.of relationships with various public. mutual understanding (saling pengertian).. Sedangkan yang kedua. pelaksanaan dan pengevaluasian program-program yang dapat merangsang pembelian dan kepuasan konsumen melalui komunikasi mengenai informasi yang dapat dipercaya dan melalui kesan-kesan positif yang ditimbulkan dan berkaitan dengan identitas perusahaan atau produknya sesuai dengan kebutuhan. kedudukan Humas sudah berdiri sendiri (melembaga) dan memiliki bagian sendiri yang namanya berbeda-beda tergantung struktur organisasi atau lembaga tersebut. keinginan. mutual confidence (saling mempercayai). (Soleh Soemirat. (Frida K.

Dengan tujuan agar masyarakat mengetahui program yang sedang diluncurkan oleh Humas Bank BRI. knowledge and understanding) 2. Affective needs (emotional. melainkan saling berkaitan dan saling mempengaruhi. kesenangan dan pengalaman estetik dll. b. simbol. Sebagai suatu kegiatan. pertandingan serta perayaan-perayaan perusahaan lainnya. melawat)”. c. kesenangan. Media informasi perusahaan : merupakan salah satu usaha komunikasi pemasaran dan mencakup semua elemen identitas perusahaan. kebutuhan untuk memenuhi tuntutan emosi. Adapun mengenai tujuan pengunjung untuk mengunjungi kesuatu tempat karena adanya kebutuhan individu. brosur. friends. Tankard dan Werner J Severin (1992:273) mengenai kebutuhan individu adalah sbb: 1. koran. Pengunjung W. brosur. serta kegiatan promosi yang diselenggarakan di seluruh kota besar di Indonesia. Maksud kedatangan pengunjung ke acara Pengundian Untung Beliung BritAma adalah untuk melihat sesuatu. melihat sesuatu. kebutuhan yang bertujuan memperkuat hubungan dengan keluarga. Publikasi : suatu kegiatan untuk mempromosikan suatu produk/ jasa melalui media cetak maupun elektronik. Dengan sasaran 26 konsumennya adalah yang pengunjung yang datang dan melihat event tersebut. Event : perusahaan dapat mengadakan suatu event untuk menginformasikan tentang produk atau kegiatan perusahaan tersebut melalui konferensi. pengetahuan. Social integrative needs (strengthening contacts with family. Humas harus direncanakan untuk menciptakan. S Poerwadarminta (1998:583) berpendapat bahwa pengunjung adalah. Penulis menyimpulkan bahwa pengunjung adalah seorang individu yang melakukan kunjungan kesuatu tempat untuk bertemu. seperti yang dijelaskan oleh James W. Sponsorship : perusahaan dapat mempromosikan produk atau perusahaannya dengan mensponsori suatu kegiatan. pameran dagang. artikel. gedung kantor dan seragam. Tension release needs (escape and diversion) Penulis mencoba menterjemahkan bahwa kebutuhan individu terdiri dari kebutuhan untuk mendapatkan informasi. alat-alat tulis. ”mendatangi untuk menjumpai (menengok.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) Untuk mendukung pemasaran produk. Namun. mengembangkan. untuk memenuhi kebutuhan mereka yaitu untuk memenuhi tuntutan emosi. perlombaan. dan diantaranya adalah : a. koran. and status) 4. radio. d. majalah. kartu nama. J. dan kegiatan promosi lainnya seperti Karnaval Biru BRI di 12 kota di Indonesia. poster pada pertengahan bulan Mei 2007. dan pengalaman estetik. Diharapkan dari program ini akan membangun citra positif dari masyarakat pada Bank BRI dan memberikan pelayanan dan kepuasan konsumen dari fasilitas perbankan yang memberikan kemudahan dan keuntungan untuk pada nasabah Bank BRI. biasanya dibuat dalam bentuk logo perusahaan. salah satunya adalah event Pengundian Untung Beliung BritAma yang diselenggarakan pada tanggal 13 – 22 Juli 2007 di BSD Junction Tangerang. Bentuk publikasi yang di maksud adalah laporan tahunan. Cognitive needs (acquiring information. karena yang ingin dicapai adalah hal-hal positif dari kooporasi dan citra produk tidak mungkin terpisahkan. pleasure. Dari berbagai kegiatan Marketing PR yang dijelaskan diatas. confidence. Personal integrative needs (strengthening credibility. or aesthetic experience) 3. dan pengertian. serta materi audio visual. Maret 2012 . stabilitas dan status. stability. Nomor 1. menjaga. Ini mencerminkan soft selling. dan pengalaman estetik. Philip Kotler (2003:618) menjelaskan mengenai kegiatan Marketing PR yang dapat dilakukan oleh sebuah perusahaan. Jika dikaitkan dengan penelitian dalam skripsi ini adalah kegiatan Marketing Public Relations yang dilakukan oleh Humas Bank BRI adalah publikasi Program ”Untung Beliung Britama” yang bertujuan untuk menarik nasabah baru dari tabungan BritAma. dan acara pengundian pemenang di mall-mall terkenal di 12 kota besar tujuan penyelenggaraan di Indonesia. Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia (1996:740) mengunjungi adalah. outings. kesenangan dalam melihat hiburan. kepercayaan. Kemudian mereka mendatangi (suatu tempat) stand event Pengundian Untung Beliung BritAma untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam memenuhi kebutuhan afektif yaitu kebutuhan dari tuntutan emosi. formulir bisnis. kebutuhan yang bertujuan memperkuat kredibilitas pribadi. kedatangan mereka tidak Jurnal Komunikologi Volume 9. kegiatan yang digunakan oleh Bank BRI untuk memperkenalkan program baru dari produk tabungan BritAma adalah melalui publikasi media cetak dan elektronik. yakni acara hiburan yang disajikan oleh pihak Bank BRI untuk program ”Untung Beliung BritAma”. maupun mempertahankan citra dari sebuah organisasi maupun lembaga. etc) 5. BRI Spektakuler di Trans TV. pameran. seminar. Bila dikaitkan dengan masalah penelitian maka pengunjung adalah seseorang atau konsumen yang berkunjung ke mall / pusat perbelanjaan. Program ”Untung Beliung BritAma” itu sendiri sudah mulai dipublikasikan melalui media iklan di TV. teman dan yang lainnya. ”orang yang mengunjungi”.

Sedangkan pengetahuan prosedur (procedur knowledge) ialah pengetahuan mengenai bagaimana fakta-fakta tersebut digunakan. dan kapan membeli. Dan efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan. sedangkan pengetahuan prosedur ialah pengetahuan konsumen mengenai informasi yang terkait dengan prosedur atau ketentuan – ketentuan mengenai program ”Untung Beliung BritAma” Lalu menurut Soerjono Soekanto (1982:6) mengemukakan bahwa. 2003:120). Mengetahui nama event Bank BRI 2. Pada diri manusia akan terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui. knowledge can be defined as the information stored within memory. arti subjektif disini adalah pengetahuan seseorang tersebut mungkin tidak selalu harus sesuai dengan realitas yang sebenarnya. Selanjutnya menurut Jalaludin Rakmat (2001:219): ”Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui. segala sesuatu yang diketahui berkenaan dengan hal (mata pelajaran). ”pengetahuan adalah kesan didalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca indranya”. Penulis memahami pendapat diatas bahwa pengetahuan deklaratif ialah informasi yang umum diketahui konsumen contohnya konsumen mengetahui adanya event Pengundian Untung Beliung BritAma di BSD Junction Tangerang karenapublikasi melalui iklan. ketika pengunjung mall mengamati event Pengundian Untung Beliung BritAma terjadi efek kognitif yang saling bertautan yaitu pengetahuan dan pemahaman pengunjung mall terhadap event tersebut. segala sesuatu yang diketahui mengenai sesuatu objek tertentu atau hal apa saja b. akan tergantung kepada pengetahuan konsumen mengenai hal-hal tersebut. berapa banyak yang dibeli. dipahami. sebagai hasil dari tahu c. keterlampilan. (Sumarwan. Efek ini terjadi dikarenakan ada transmisi pengetahuan. tapi mereka ingin mengetahui lebih banyak tentang keuntungan program ”Untung Beliung BritAma” dan semua informasi yang berkaitan dengan Tabungan BritAma. dimana membeli. Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa efek kognitif berhubungan dengan pengetahuan. Ketika konsumen memiliki pengetahuan yang lebih banyak. Dengan demikian jika dikaitkan dengan rumusan masalah pokok skripsi. (Sumarwan. pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap apa yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu. 2003:119) Mowen dan Minor mendefinisikan sebagai ”the amount of experience wit and information about particular products or services a person has “. Sedangkan pengetahuan menurut kamus besar bahasa Indonesia (1989:991) adalah : segala sesuatu yang diketahui. Mengetahui keuntungan dari tabungan Britama Jurnal Komunikologi Volume 9. Dari uraian-uraian mengenai pengertian pengetahuan diatas. kepandaian. media cetak ataupun elektronik. keterlampilan. serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Selanjutnya Jujun S. Engel. informasi. Maka secara operasional yang dimaksud dengan tingkat pengetahuan adalah perbedaan tinggi rendahnya kepandaian atau yang diketahui oleh pengunjung BSD Junction Tangerang terhadap event BRI Untung Beliung BritAma.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) hanya untuk melihat-lihat saja. Maret 2012 27 . dipersepsikan khalayak.. atau dipersepsikan khalayak. Informasi yang dibutuhkan pengunjung tentang program tersebut dapat ditanyakan kepada costumer service/ SPG yang berada di area acara. Berdasarkan kedua pendapat diatas. Pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. mengapa memahami pengetahuan konsumen penting bagi pemasar? Karena apa yang dibeli. merupakan kesan didalam pikiran manusia sebagai hasil penggunaan panca indra. Sumantri (1984:104) berpendapat bahwa : Pengetahuan pada hakekatnya merupakan segenap yang kita ketahui tentang suatu objek tertentu. Tingkat Pengetahuan Mengenai pengetahuan konsumen. kepercayaan dan keterlampilan. kepercayaan atau informasi”. Blackwell dan Miniard mengartikan “at a general level. maka ia akan lebih baik dalam mengambil keputusan. Nomor 1. yaitu kumpulan dari apa saja yang kita ketahui. 2003:119). Lebih lanjut para ahli psikologi kognitif membagi penget ahuan ke dalam pengetahuan deklaratif (declaratif knowledge) adalah fakta subjektif yang diketahui oleh seseorang. Dari definisi diatas dapat diartikan bahwa pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa. (Sumarwan. maka penulis menyimpulkan bahwa pengetahuan adalah : a. dipahami. The subset of total information relevant to consumers functioning in the marketplace is called consumer knowledge”. Pengetahuan merupakan suatu proses dimana seseorang yang tidak tahu menjadi tahu sehingga pada akhirnya pengetahuan mempunyai pengertian sebagai berikut. ia akan lebih efisien dan lebih tepat dalam mengolah informasi dan mampu me-recall informasi dengan lebih baik. kepercayaan atau informasi yang dalam hal ini ditransmisikan melalui event BRI Untung Beliung BritAma. Untuk dapat mengetahui tingkat pengetahuan pengunjung mall mengenai program ”Untung Beliung BritAma” penulis menetapkan unsur-unsur tingkat pengetahuan pengunjung yaitu : 1.

yaitu perbedaan antara hal yang baru dengan yang lainnya. Maret 2012 . Ingin memilih tabungan BritAma karena memiliki banyak keuntungan. 28 Selanjutnya Basu Swastha dan Wawan (1990:347) berpendapat. Riyono Pratikto (1987:28) menjelaskan tentang timbulnya minat. ”Minat adalah perasaan yang menyatakan bahwa satu aktivitas. minat adalah Perhatian. yang timbul bilamana ada unsur-unsur : 1. Jadi menurut pemahaman penulis. melalui prilaku (bertanya kepada costumer service tentang informasi yang berkaitan dengan program yang ditawarkan). Satu keadaan motivasi. Mengetahui saldo tabungan untuk mengikuti program ”Untung Beliung BritAma”. Dari definisi diatas. Selain itu pengunjung yang berminat mengikuti program tersebut karena pengunjung merasa mempunyai peluang yang besar untuk mendapatkan hadiah utama atau hadiah lainnya. sehingga apa yang menonjol itu menumbuhkan perhatian 3. keinginan untuk memperhatikan atau melakukan sesuatu – berminat. Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Pengunjung Mall Dengan Minat Mengikuti Program ”Untung Beliung BritAma” Untuk mengambarkan hubungan antara tingkat pengetahuan pengunjung mall dengan minat mengikuti program ”Untung Beliung BritAma” penulis menggunakan model ”Hirarki Efek” yang digambarkan oleh Sasa Djuarsa. Selanjutnya Kartini Kartono (2002:255) menjelaskan. Nomor 1. Ingin menggunakan fasilitas kemudahan perbankan dari tabungan Britama 6. Keinginan untuk mengetahui acara tersebut lebih detail dipengaruhi oleh perasaan emosional atau ego pengunjung mall. jika pembeli potensial tersebut menjadi berminat maka ia berusaha mengumpulkan informasi dan fakta tentang produk yang bersangkutan”. maka pengunjung akan memiliki minat untuk mengikuti program tersebut dengan membuka rekening dari tabungan BritAma. Informasi tentang program ”Untung Beliung BritAma” dapat ditanyakan melalui costumer service/ SPG yang berada di sekitar area acara berlangsung atau informasi yang disampaikan oleh MC dari acara tersebut. Dari keterangan atau penjabaran diatas. maka diharapkan akan timbul minat untuk mengikuti program tersebut dengan menjadi nasabah Bank BRI khususnya tabungan BritAma. 2. terdapat kontras. Jika dihubungkan dengan masalah pokok penelitian. penulis menyimpulkan bahwa minat adalah sesuatu yang menarik perhatian dan keinginan untuk melakukan sesuatu.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) 3. Lebih lanjut. Indonesia (1996:899). Minat Mengikuti Setelah adanya pengetahuan dalam diri konsumen terhadap program tersebut. Apabila informasi yang diberikan costumer service dapat meyakinkan pengunjung dan program yang ditawarkan sesuai dengan keinginan dan kebutuhan pengunjung. ingin. jika seserang berminat membeli suatu produk maka ia akan berusaha untuk mencari informasi dan kenyataan yang sebenarnya tentang produk (program) yang ia minati. Penulis menyimpulkan bahwa minat adalah sebuah perasaan yang menyatakan bahwa suatu aktivitas atau pekerjaan adalah objek yang berharga bagi individu atau suatu motivasi yang mengarahkan manusia menuju satu arah tertentu. 3. Menurut Kamus besar B. Ingin mencari informasi mengenai Program ”Untung Beliung BritAma”. Ingin meningkatkan saldo tabungan agar mendapat peluang menang 5. akan sesuatu. atau suatu motivasi yang menuntun tingkah laku menuju satu arah (sasaran) tertentu. Jika dikaitkan dengan penelitian ini maka minat yang dimaksud adalah suatu motivasi yang menuntun sikap atau tingkah laku pengunjung untuk berminat pada program ”Untung Beliung BritAma” sehingga pengunjung ingin membuka rekening tabungan BritAma. pekerjaan atau objek itu berharga atau berarti bagi individu. Ingin membuka rekening dari tabungan BritAma. Aspek / Jurnal Komunikologi Volume 9. suka. minat mengikuti dapat diartikan sebagai keinginan untuk memperoleh sesuatu yang didorong ke arah yang khusus. mau. dan keuntungan yang akan diperoleh jika mengikuti program tersebut. Ingin mengikuti persyaratan dari program ”Untung Beliung BritAma” 4. (1999:46). Dari pengertian diatas dapat dipahami bahwa. diperoleh unsur – unsur yang mempengaruhi minat pengunjung mall untuk mengikuti program ”Untung Beliung BritAma” adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui hadiah utama yang diberikan pada pemenang 4. Mengetahui periode program ”Untung Beliung Britama” diselenggarakan 5. maka minat adalah peristiwa/ kejadian pada saat pengunjung datang ke acara Pengundian Untung Beliung BritAma di BSD Junction dan pengunjung berkeinginan untuk melihat/ mengamati acara tersebut lebih dekat secara terus menerus. ”minat. Mengetahui syarat dan ketentuan mengikuti program”Untung Beliung BritAma 6. terdapat harapan untuk mendapat keuntungan atau mungkin gangguan dari hal yang dimaksud. tersedianya suatu hal yang menarik minat 2.

5 %) pengetahuan responden terhadap program ”Untung Beliung BritAma” tinggi. Efek behavioral merujuk pada prilaku nyata yang dapat diamati meliputi pola-pola tindakan. tetapi pengetahuan responden tinggi terhadap program ”Untung Beliung BritAma”. Dari pengetian diatas penulis menyimpulkan efek komunikasi adalah sebagai berikut : .Efek kognitif berhubungan dengan pengetahuan. Menurut Jalaludin Rakhmat (2001:219): Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui. dengan membuka rekening tabungan BritAma (tingkat konatif) karena salah satu syarat mengikuti program tersebut adalah dengan membuka rekening dari tabungan BritAma. karena konsumen yang berminat mengikuti program ”Untung Beliung Britama” secara otomatis konsumen sudah menjadi nasabah Bank BRI. Pada awal bulan Mei informasi tersebut telah dipublikasikan melalui media cetak dan media elektronik. sikap dan nilai. mengatakan ”Jika pembeli potensial tersebut menjadi berminat maka ia berusaha mengumpulkan informasi dan fakta tentang produk yang bersangkutan”. Interest. disenangi atau dibenci khalayak. Efek afektif timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan pengunjung mall dengan minat mengikuti program ”Untung Beliung BritAma”. Berkaitan dengan hubungan antar variabel yaitu tingkat pengetahuan dan minat pengunjung. Nomor 1. maka ia akan mencari atau mengumpulkan informasi dan fakta tentang sesuatu hal tersebut dan pengetahuan mereka akan mempengaruhi keputusan mereka untuk membeli (membuka rekening tabungan BritAma). dipersepsikan khalayak. adanya perbedaan hal yang baru dan adanya harapan untuk mendapatkan keuntungan. yang memberikan beberapa keuntungan jika mereka menjadi nasabah tabungan BritAma dan program ini bersifat pengundian kupon bagi konsumen yang sudah menjadi nasabah tabungan BritAma yang diundi setiap minggunya. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan. Walaupun responden berjenis kelamin. Maret 2012 29 . Selain itu. ia akan lebih efisien dan lebih tepat dalam mengolah informasi dan mampu me-recall informasi dengan lebih baik. Action). Desire. Pengetahuan responden memperoleh nilai yang tinggi sebanyak 67. Pada penjelasan diatas penulis menggunakan model hirarki efek dan penulis membatasinya sampai dengan tingkat afektif (menyukai/ berminat).Efek afektif berhubungan dengan emosi. jika pengunjung telah mengetahui keuntungan dari program tersebut maka selanjutnya akan timbul minat (tingkat afektif) dalam diri responden untuk mengikuti program tersebut. dipahami dan dipersepsikan khalayak. seperti yang dikatakan oleh Sumarwan.5% di duga karena responden memperoleh banyaknya publikasi informasi mengenai program”Untung Beliung BritAma”.5 %) memiliki tingkat pengetahuan mengenai program ”Untung Beliung BritAma” adalah tinggi. di duga karena banyaknya informasi yang responden peroleh mengenai program ”untung Beliung BritAma” dan responden yang berminat dengan program tersebut akan mencari informasi dan fakta untuk memenuhi kebutuhan informasinya. bahwa jika seseorang berminat akan sesuatu hal. Jadi sebagian besar (67. Terjadi bila ada perubahan pada apa yang dirasakan. kepercayaan atau informasi. Ketika konsumen memiliki pengetahuan yang lebih banyak. (2003:119) bahwa pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. kegiatan atau kebiasaan berprilaku. Terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui. sikap. maka ia akan lebih baik dalam mengambil keputusan. Jika dikaitkan dengan masalah penelitian maka pada tingkat kognitif yaitu pengetahuan pengunjung pada event Pengundian Untung Beliung BritAma. pendidikan dan pekerjaan yang berbeda. karena responden telah mengetahui banyak informasi terkait dengan program tersebut melalui media cetak dan elektronik dan diduga responden memperoleh pengetahuan dari infomasi yang disampaikan MC dan penjelasan dari SPG dan Customer Service. Serta untuk memberitahukan pada masyarakat bahwa ada program terbaru dari Bank BRI untuk periode bulan Mei – September 2007. usia. Dan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan informasi atau pengetahuan kepada publik mengenai program ”Untung Beliung BritAma”.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) tahap Model AIDDA (Attention. informasi. nilai. . tindakan dan kebiasaan. kepercayaan dan keterlampilan. maka penulis menjabarkan mengenai pendekatan efek komunikasi. Jurnal Komunikologi Volume 9. dipahami. dan untuk menjaring nasabah baru agar dapat tertarik terhadap program ini. Hasil dan Pembahasan Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (67. Lebih lanjut Basu Swastha dan Wawan (1990:347). Jadi. disenangi atau dibenci khalayak. Dari keterangan diatas. Selanjunya hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar (55 %) minat responden terhadap program ”Untung Beliung BritAma” adalah tinggi dipengaruhi oleh suatu hal yang menarik minat. keterlampilan. Efek ini ada hubungannya dengan emosi.Decision. Efek behavioral berhubungan dengan perilaku nyata yang dapat diamati seperti tingkah laku. kemungkinan responden yang memiliki pengetahuan tinggi.

Berdasarkan hasil analisis penelitian mengenai hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat mengikuti program yang menggunakan rumus product moment. Terkait dengan minat responden terhadap program ”Untung Beliung BritAma. lalu adanya perbedaan hal yang baru terkait dengan program terbaru dari Bank BRI untuk para nasabahnya. disenangi atau dibenci khalayak”.700. Jalaludin Rakmat (2001:219) menjelaskan bahwa : ”Efek kognitif terjadi bila ada perubahan pada apa yang diketahui. Efek ini ada hubungannya dengan emosi. Maret 2012 . Dapat disimpulkan bahwa minat responden tinggi disebabkan di duga karena penjelasan dari SPG dan customer service mengenai program tersebut dapat meyakinkan responden untuk mengikuti program tersebut. serta adanya harapan responden untuk mendapatkan hadiah utama dan mendapatkan banyak keuntungan dari tabungan BritAma. Berdasarkan hasil penelitian dari tingkat pengetahuan responden. Dari pendapat diatas bahwa responden yang memiliki minat tinggi di duga karena adanya hal yang menarik minat mereka yaitu program ”Untung Beliung BritAma” itu sendiri. Dapat disimpulkan bahwa pengetahuan responden berhubungan dengan minat mengikuti program karena di duga responden mengetahui banyak informasi yang diterima panca indera mereka tentang keuntungan dari program ”Untung Beliung BritAma” dan mengetahui bahwa tabungan BritAma akan memberikan banyak keuntungan kepada mereka. Oleh karena hal tersebut. Efek ini berkaitan dengan transmisi pengetahuan. Kesimpulan Dari keseluruhan data yang telah penulis jelaskan. keterlampilan. seperti yang dijelaskan oleh Riyono Pratikno (1987:28) mengenai timbulnya minat: 1.200 – 0. 2006:169) Dari penjelasan mengenai kesimpulan diatas. penulis dapat menarik suatu kesimpulan sebagai berikut: Berdasarkan klasifikasi data responden menurut jenis kelamin.5 % atau sekitar 27 orang. yaitu berjumlah 26 orang atau sekitar 65 %. perasaan dan emosional responden yaitu responden tertarik dengan program ”Untung Beliung BritAma” dan berminat dengan program tersebut. dipahami dan dipersepsikan khalayak. Nomor 1.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) Hasil penelitian tersebut di duga karena penjelasan dari SPG dan Customer Service yang dapat meyakinkan responden untuk mengikuti program Untung Beliung BritAma dengan membuka rekening tabungan BritAma. Berdasarkan klasifikasi data responden menurut tingkat pendidikan. responden yang berpartisipasi lebih banyak berjenis kelamin wanita. dapat dilihat bahwa terdapat hubungan yang cukup berarti sebesar 0. Terdapat harapan untuk mendapat keuntungan atau mungkin gangguan dari hal yang dimaksud. Berdasarkan hasil penelitian tentang hubungan antara tingkat pengetahuan responden dengan minat mengikuti program ”Untung Beliung BritAma”. sehingga apa yang menonjol itu menumbuhkan perhatian 3. Efek afektif timbul bila ada perubahan pada apa yang dirasakan. Berdasarkan klasifikasi data responden menurut usia. maka sebagian responden lebih memilih membuka tabungan BritAma pada acara tersebut dibandingkan dengan membuka tabungan di cabang Bank BRI. Selain itu minat responden di duga adanya harapan mereka untuk mendapatkan hadiah dari program tersebut serta mendapatkan souvenir cantik dari customer service untuk responden yang membuka rekening tabungan BritAma. serta di duga terdapat harapan untuk mendapatkan keuntungan dari tabungan BritAma dan harapan mendapatkan hadiah dari program tersebut. sikap. nilai. Efek kognitif yang berasal dari informasi yang diterima dan efek afektif timbul dari sikap. Terdapat kontras. kepercayaan atau informasi. dapat dikatakan bahwa melalui event pengundian Untung Beliung BritAma ke – 9 terbukti dapat memberikan informasi atau pengetahuan kepada Jurnal Komunikologi Volume 9. responden yang berpartisipasi lebih banyak memiliki rentan usia antara 25 – 32 tahun dengan jumlah responden sebanyak 18 orang (45 %). Di duga karena responden yang telah mengetahui informasi mengenai program Untung Beliung BritAma banyak yang berminat untuk membuka rekening tabungan BritAma. Dan responden mempunyai harapan untuk mendapatkan 30 hadiah dari program tersebut. diperoleh lebih banyak responden yang memiliki tingkat pendidikan sarjana yaitu sebanyak 14 orang atau sekitar 35 %. Selain itu minat mereka mengikuti program tersebut di duga karena pembukaan rekening tabungan BritAma hanya sebesar 200 ribu lebih murah dibandingkan jika mereka membuka rekening tabungan BritAma di kantor-kantor cabang atau cabang Bank BRI sebesar 500 ribu. (Kriyantono. didapat bahwa responden yang menjadi objek penelitian memiliki tingkat pengetahuan tinggi yaitu sebesar 67. didapat bahwa responden memiliki minat yang tinggi untuk mengikuti program yaitu sebanyak 55 % atau sekitar 22 orang. Berdasarkan hasil penelitian dari minat mengikuti program “Untung Beliung BritAma”. yaitu perbedaan antara hal yang baru dengan yang lainnya. Tersedianya suatu hal yang menarik minat 2.685 karena nilai tersebut berada diantara nilai interval koefisien yaitu 0. dapat diketahui bahwa terdapat kecendrungan hubungan antara tingkat pengetahuan dengan minat mengikuti program ”Untung Beliung BritAma”.

2006. Ghalia Indonesia & MMA . JP . S. Jakarta. 1987 Rakhmat Jalaludin. New York. Jakarta. PT. 1999. Sasa Djuarsa. “Teknik Praktis Riset Komunikasi”. Maret 2012 31 . Jakarta. Prentice Hall. & Werner J. Nomor 1. 2001 Jurnal Komunikologi Volume 9. Soerjono. James.Event Sebagai Ajang Promosi Bagi Perusahan Jasa (Kasus “Untung Beliung Britama Bri) pengunjung mall mengenai program “Untung Beliung BritAma” dan dapat menarik minat pengunjung BSD Junction Tangerang sebagai objek penelitian untuk mengikuti program tersebut. “Dasar-dasar Humas”. Universitas Terbuka Depdikbud. M. Gramedia Pustaka Utama. New York. 2001 Rachmadi. Sendjaja. 1994 Sumarwan. Jakarta. Jakarta. 2002 Kotler. 2002. “Filsafat Sebuah Pengantar Populer”. PT. “Public Relations Dalam Teori Dan Praktek”.IPB. “Berbagai Aspek Ilmu Komunikasi”. “Kamus Bahasa Indonesia”. Iqbal. Pustaka Sinar harapan. Jakarta. Jakarta. Rakhmat. “Manajemen Pemasaran Modern”. Bandung. 2002 Sumantri. Severin. “Manajemen Humas dan Manajemen Komunikasi”. F. Jakarta. “Communication Theories Origin Method & Uses In The Mass Media”. Logman. “Advertising Management”. Ujang.S. PT. 1983 Soekanto. Ghalia Indonesia. Jakarta. 2003. “Dasar – Dasar Public Relations”. “Prilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya Dalam Pemasaran”. PT. Kartini Kartono. Rajawali. Jakarta. LP3ES. “Kamus Umum Bahasa Indonesia. Frida. PT. Liberty Yogyakarta. Rosady.Si. 1996. 2004 Tankard. Ruslan. Daftar Pustaka Badudu. Ghalia Indonesia dan UMM PRESS". Cetakan keempat”. 1982 Chaplin. Remaja Rosdakarya. RajaGrafindo. “Sosiologi Suatu Pengantar”. Jakarta. Publishing Group. Basu & Wawan. Swastha. Raja Grafindo Persada. 1992. 1998 Pratikno Riyono. Masri. Prof & Muhammad Zein. Jujun. “Pengantar Komunikasi. 1990 Kusumastuti. 1984 Hasan. Jakarta. PT. dan Drs Elvinaro Ardianto. Balai Pustaka. “Pokok – Pokok Materi Metodologi Penelitian dan Aplikasi”. Jakarta Selatan. Remaja Rosda Karya. “Kamus Lengkap Psikologi”. M. M. “Psikologi Komunikasi. anggota IKAPI. Kriyantono. W. PT. PT. Edisi Revisi”. Poerwardaminta. Bandung. Remaja Karya Bandung. Dr. Bandung. 2003 Soemirat. Sinar Harapan. Singarimbun. “Metodologi Penelitian Survey”. 10th Edition. Kencana Prenada media Grup. Soleh Drs. JS. Philip.

com 1Program Abstrak Penelitian ini berupaya menjelaskan pembingkaian (framing) mengenai berita Gayus Tambunan. Dari segi ruang. Hal ini tentu menimbulkan pertanyaan publik. Media Indonesia menempatkan berita mengenai Gayus di halaman utamanya.S. bahwa telah terjadi sesuatu yang menciderai hukum di Indonesia. Media memiliki dampak yang luas bagi setiap pemberitaannya. Jakarta 11510 asripratiwie@gmail. Perbedaan pembingkaian itu tidak luput dari berbagai fakta yang mempengaruhi pers di dalam negeri. membangun kepercayaan. tidak begitu saja disajikan sebenar-benarnya kepada khalayak. gaya penulisan dan penyampaian pesan yang tersurat pada media harus sangat diperhatikan oleh awak media. sama seperti apa yang dikonstruksikan oleh media. gayus tambunan Pendahuluan Media massa sebagai sarana penyampai informasi menyajikan berita-berita hangat dan aktual kepada khalayak. Republika tidak banyak mengungkapkan pandangannya dalam mengungkap kasus ini. berita. Selain itu media cetak dapat 32 dibaca berulang kali sebanyak yang diinginkan pembaca mengulang berita tersebut. bagaimana seorang tersangka yang mendekam di tahanan bisa seenaknya keluar dari tahanan dan menghirup udara bebas bahkan sampai berpelesir ke Bali. Yang nantinya akan berpengaruh terhadap arah pemberitaan. Penelitian dilakukan dengan mengamati teks media menggunakan empat struktur analisis framing. yaitu sintaksis. tematik. Selain itu. media massa dapat membangun control sosial yang ada di masyarakat. Jurnal Komunikologi Volume 9. Republika terkesan sangat hati-hati dalam mengungkapkan kasus ini.Framing Berita Gayus Tambunan Di Surat Kabar Media Indonesia Dan Republika FRAMING BERITA GAYUS TAMBUNAN DI SURAT KABAR MEDIA INDONESIA DAN REPUBLIKA 1Pratiwi Asri. Semua data dan fakta yang diperoleh. tujuannya ialah untuk mengawasi segala tindak tanduk pemerintah dalam menjalankan kewajibannya. Republika cenderung netral dalam memberitakan kasus ini. Media Indonesia lugas dan berani dalam mengungkapkan pandangannya. Media memberikan informasi terbaru setiap hari untuk memenuhi kebutuhan informasi. Bila dibandingkan dengan media lain. Sedangkan di Republika. Media cetak dapat dibaca kapan saja dan di mana saja. Setiap media. memiliki frame berita masingmasing pada penulisan beritanya. Berbeda dengan Media Indonesia. Namun. Kata kunci: framing. Dua surat kabar dipilih sebagai sasaran penelitian yaitu Media Indonesia dan Republika. media dapat menjelma menjadi alat atau sumber kekuasaan. Media Indonesia lebih banyak memberikan ruang dibanding Republika. Dari beragam jenis media yang ada. bahkan mengubah paradigma kehidupan masyarakat. Dilihat dari sejarahnya masing masing surat kabar ini memiliki kedekatan kepada kelompok tertentu. Hal ini dimaksudkan untuk memberi informasi kepada publik. 1Abdurrahman Jemat. dan retoris. media cetak masih sangat disukai dan menjadi pilihan bagi sebagian orang untuk memenuhi kebutuhan informasi mereka. M. Kedua surat kabar ini merupakan institusi pers yang berpengaruh dalam kehidupan pers Indonesia. Nomor 1. kasus ini hanya beberapa kali saja menjadi headline surat kabar mereka. skrip. media cetak memiliki banyak keunggulan. mengubah sikap dan perilaku. ada framing yang sengaja dibentuk Media Indonesia yaitu mengungkapkan keterlibatan Aburizal Bakrie pada kasus kepergian Gayus ke Bali. Dari isi berita. Kosicki. Karena dalam pengaruh berita yang disajikan. Maret 2012 . Oleh karena itu. Melihat begitu pentingnya peran media. Media Indonesia juga banyak menggunakan unsur grafis dalam menekankan framenya. Hasil analisis framing terhadap teks berita memperlihatkan kedua surat kabar berbeda dalam membingkai pemberitaan kasus Gayus ke Bali. hingga saat ini. Media Indonesia menganggap kasus Gayus ini adalah sebuah konspirasi besar yang perlu mendapatkan perhatian. kasus Gayus tidak terlalu menonjol. Baik dalam mengubah opini atau pandangan seseorang. tersangka penggelapan pajak. Dengan alasan tersebut. Studi Jurnalistik Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul Jalan Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk. pemberitaan di sebuah media dapat menggiring opini publik. Banyak hal yang perlu diperhatikan dalam penulisan berita. Penelitian ini menggunakan metode analisis framing model Zhongdang Pan dan Gerald M. Media secara gambling menyajikan berita mengenai keluarnya Gayus dari tahanan. Misalnya seperti berita yang sedang marak dibicarakan di berbagai media. Kontrol sosial yang dibangun media. Pemberitaan tentang Gayus naik kembali kepermukaan publik setelah seorang wartawan secara tidak sengaja mengambil foto orang yang mirip dengannya sedang menonton pertandingan tenis internasional di Bali. media cetak adalah yang paling pertama muncul. Tidak jarang. yakni mengenai Gayus Tambunan.

Framing Berita Gayus Tambunan Di Surat Kabar Media Indonesia Dan Republika Namun. media dipengaruhi oleh berbagai faktor dalam penyeleksian isu tersebut. Sudah pasti mereka juga punya cara sendiri dalam membingkai berita tersebut. Framing Berita Menurut Sobur (2004. Alasan penetapan obyek ini adalah karena pada bulan tersebutlah berita Gayus kembali mencuat. penulis bermaksud melihat apakah Republika tetap netral dalam mengungkapkan berita Gayus yang ada kaitannya dengan tokoh pendiri surat kabar ini. Begitu pula dengan surat kabar Media Indonesia dan Republika. maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian terhadap berita Gayus Tambunan di surat kabar Media Indonesia dan Republika. penulis akan menemukan konsep framing yang digunakan masing-masing media dalam mengemas berita yang mereka sajikan. Analisis framing juga dipakai untuk melihat bagaimana peristiwa dipahami dan dibingkai oleh media. “Cara melihat” ini berpengaruh pada hasil akhir dari konstruksi realitas. media menggunakan sudut pandang mereka dalam menulis berita. Semua realitas yang ada tidak begitu saja disajikan apa adanya. dan alat ilustrasi lainnya (Sobur. 11). Berdasarkan pengertian di atas. Penulis memilih kedua surat kabar ini karena faktor latar belakang sejarah kedua surat kabar. Selain itu penulis mempertimbangkan latar belakang sejarah yang dimiliki Media Indonesia yakni pemiliknya adalah Surya Paloh yang merupakan saingan politik Aburizal Bakrie di Golkar. Peneliti mencoba menggali konstruksi realitas pada pemberitaan tersebut dengan konsep framing. tapi ada juga fakta yang dibuang. Pada bulan ini juga kedua surat kabar tersebut memberitakan secara terus menerus mengenai Gayus Tambunan. tidak semua fakta yang didapat wartawan dituangkan pada berita. Dari kaitannya tersebut. 22). Nomor 1. Dengan kata lain menurut Aditjondro. Atas dasar pertimbangan ini. Berdasarkan pengertian tersebut. Dengan membandingkan framing kedua media tersebut. “Pembuatan frame itu sendiri didasarkan atas berbagai kepentingan internal maupun eksternal media. Penulis bermaksud melihat apakah ada framing yang sengaja dibentuk oleh Media Indonesia dalam menyampaikan berita Gayus Tambunan dengan keterlibatan Aburizal Bakrie pada saat Gayus pergi ke Bali.” Dari kedua tujuan penggunaan analisis framing yang diungkapkan Eriyanto. Cara bercerita itu tergambar pada “cara melihat” terhadap realitas yang dijadikan berita. Semua itu tergantung dengan apa yang ingin ia sampaikan pada pemberitaan tersebut. yakni dari surat kabar Media Indonesia dan surat kabar Republika. peneliti tertarik untuk melihat dan membandingkan berita tersebut melalui frame yang dipakai masing-masing media. dengan menggunakan istilah-istilah yang punya konotasi tertentu. yang salah satu pendirinya adalah Aburizal Bakrie. Jadi. penulis memahami bahwa framing adalah bagaimana wartawan melaporkan sebuah peristiwa berdasarkan sudut pandang yang ingin ia sampaikan kepada pembaca. Menurut Eriyanto (2002. Melainkan semua ini harus melalui mekanisme yang berlaku. Pada proses penyeleksian itu. Namun. baik teknis. 2004. Hingga kemudian penulis menemukan 13 berita Gayus di Media Indonesia dan 8 berita Gayus di Republika. 10): “Pada dasarnya framing adalah metode untuk melihat cara bercerita (story telling) media atas peristiwa. ada fakta yang sengaja ditonjolkan. melainkan dibelokkan secara halus. seperti yang dikutip Sudibyo mendefinisikan: Framing sebagai metode penyajian realitas di mana kebenaran tentang suatu kejadian tidak diingkari secara total. Hal itu dimaksudkan untuk membentuk opini publik agar sesuai dengan apa yang dipikirkan media. Analisis framing adalah analisis yang dipakai untuk melihat bagaimana media mengkonstruksikan realitas. Sedangkan Republika penulis pilih karena melihat latar belakang sejarah berdirinya surat kabar ini didirkan oleh ICMI di bawah naungan Yayasan Abdi Bangsa. apa yang disampaikan media adalah Jurnal Komunikologi Volume 9. karikatur. dan dengan bantuan foto. Gitlin mengungkapkan. Peran media yang begitu besar dalam mengkonstruksi realitas pada berita. dengan memberikan sorotan terhadap aspek-aspek tertentu saja. Kasus Gayus Tambunan ini antara lain mengenai penggelapan pajak beberapa perusahaan. penulis menyimpulkan framing adalah metode yang igunakan untuk menyajikan berita dengan cara mengkonstruksi realitas sesuai dengan apa yang dipikirkan media. Dalam penelitian ini. 2004. diantaranya ada beberapa perusahaan milik Bakrie Grup. termasuk konsep framing yang selalu digunakan media dalam penulisan beritanya. pada penelitian ini penulis menggunakan framing untuk melihat bagaimana media mengkonstruksikan realitas. Berdasarkan pemikiran di atas. Media dapat menuliskan berita tersebut sesuai dengan ideologi atau nilai dari masing-masing media. politis ataupun ideologis” (Hamad. Peneliti menetapkan obyek penelitian pada bulan November 2010. 165). Sedangkan Aditjondro. “…Setiap hasil laporan adalah hasil konstruksi realitas atas kejadian yang dilaporkan” (Hamad. Dalam pengkonstruksian tersebut. penulis memilih Media Indonesia karena merupakan Koran politik yang selalu lugas dan tegas dalam menyampaikan beritanya. 2004. ekonomis. Maret 2012 33 . setiap media memiliki cara sendiri untuk mengemas berita yang akan mereka sajikan. 162). Dapat dikatakan bahwa pada proses konstruksi. framing digunakan untuk merekonstruksikan realitas dengan cara membelokkan suatu kejadian berdasarkan pandangan wartawan. membuat sebuah peristiwa dapat dimunculkan faktanya sesuai dengan frame yang dibawa oleh media. “Framing adalah pendekatan untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan oleh wartawan ketika menyeleksi isu dan menulis berita”.

dapat dipahami bahwa dari sebuah realitas. antara lain sebagai berikut: a. Jadi.Framing Berita Gayus Tambunan Di Surat Kabar Media Indonesia Dan Republika laporan mengenai realitas yang telah dikonstruksikan berdasarkan sudut pandang media. kita dapat membingkainya sesuai dengan apa yang kita tafsirkan. 186). Ada beberapa model yang digunakan dalam analisis framing. fungsi kategorisasi adalah untuk mempengaruhi pikiran dan kesadaran publik untuk memahami realitas. hasil yang akan dicapai berbeda-beda tergantung bagaimana kita menafsirkan realitas tersebut. evaluasi. penulis memahami framing bagi Entman digunakan untuk menonjolkan suatu aspek yang ingin ditonjolkan dengan menempatkan isu-isu tertentu yang penting untuk diketahui pembaca. Define problems (pendefinisian masalah). Edelman menambahkan “Kategorisasi itu merupakan kekuatan yang besar dalam mempengaruhi pikiran dan kesadaran publik” (Eriyanto. 2002. dan rekomendasi dalam suatu wacana untuk menekankan kerangka berpikir tertentu terhadap peristiwa yang diwacanakan…Wartawan memutuskan apa yang akan ia beritakan. merupakan abstraksi dan fungsi dari pikiran. 155). Entman Konsep framing. 2002. 188). 2002. Nomor 1. Dalam konsepsi Entman. Salah satu aspek kategorisasi penting dalam pemberitaan adalah rubrikasi: bagaimana suatu peristiwa (dan berita) dikategorisasikan dalam rubrikrubrik tertentu. Penonjolan adalah proses membuat informasi lebih bermakna. namun dari sudut pandang media. Rubrikasi ini haruslah dipahami tidak semata-mata sebagai persoalan teknis atau prosedur standar dari pembuatan berita (Eriyanto. mereka dapat menekankan dan membuat sebuah peristiwa menjadi penting dan menarik untuk diketahui khalayak. 162). Kategori. Semua dilakukan untuk menceritakan kembali realitas kepada khalayak. Bagaimana suatu peristiwa/isu dilihat? Sebagai apa? Atau sebagai masalah apa? Diagnose causes (memperkirakan masalah atau sumber masalah) Peristiwa itu dilihat disebabkan oleh apa? Apa yang dianggap sebagai penyebab dari suatu masalah? Siapa (aktor) yang dianggap sebagai penyebab masalah? Konsepsi mengenai framing dari Entman tersebut menggambarkan secara luas bagaimana peristiwa dimaknai dan ditandakan oleh wartawan. berarti. 2002. apa yang diliput dan apa yang harus dibuang. Lebih lanjut Hamad mengatakan. membantu manusia memahami realitas yang beragam dan tidak beraturan tersebut menjadi realitas yang mempunyai makna (Eriyanto. wartawan dapat membingkai peristiwa dengan memasukkan atau mengeluarkan isu tergantung sudut pandang yang ingin mereka sampaikan. Maksudnya adalah suatu teks akan menjadi lebih bermakna ketika sudah dikonstruksi dengan menggunakan penonjolan tertentu pada sebuah realitas. 157). Framing Model Murray Edelman Murray Edelman adalah ahli komunikasi yang banyak menulis mengenai bahasa dan simbol politik dalam komunikasi … Menurut Edelman. Define problems (pendefinisian masalah) adalah elemen yang pertama kali dapat kita lihat mengenai framing. Dengan menyeleksi isu. 161). Framing Model Robert N. framing pada dasarnya merujuk pada pemberian definisi. Edelman mensejajarkan framing sebagai ketegorisasi…Kategori dalam pandangan Edelman. Menurut Entman “Framing memberi tekanan lebih pada bagaimana teks komunikasi ditampilkan dan bagaimana yang ditonjolkan/ dianggap penting oleh pembuat teks” (Eriyanto. 2002. 2002. Maksudnya adalah. 2002. Dengan melakukan penonjolan tertentu. “Entman melihat framing dalam dua dimensi besar: seleksi isu dan penekanan atau penonjolan aspek-aspek tertentu dari realitas atau isu. Dengan kata lain. Berdasarkan penyataan Edelman. b. Rubrikasi digunakan untuk membantu pembaca agar lebih mudah memahami suatu peristiwa yang sudah dikonstruksikan. atau lebih diingat oleh khalayak” (Eriyanto. Elemen ini merupakan master frame/ bingkai yang Jurnal Komunikologi Volume 9. Maksudnya ialah wartawan dapat melakukan penonjolan tertentu pada sebuah peristiwa sesuai sudut pandang yang ingin ia sampaikan. 156). Wartawan juga dapat memilih berita apa yang ingin ia sampaikan kepada khalayak. 2002. Lebih lanjut Edelman menjelaskan “Rubrikasi ini menentukan bagaimana peristiwa dan fenomena harus dijelaskan” (Eriyanto. 186). apa yang ditonjolkan dan apa yang harus disembunyikan kepada khalayak (Eriyanto. Maksudnya adalah framing dilakukan untuk mendefinisikan masalah sesuai dengan pandangan wartawan. 2002. apa yang dikonstuksikan media bukan semata-mata tanpa maksud dan tujuan. Sebuah realitas yang sama bisa saja menjadi berbeda ketika dikonstruksikan secara berbeda. digunakan untuk menggambarkan proses seleksi dan 34 menonjolkan aspek tertentu dari realitas oleh media. Framing dapat dipandang sebagai penempatan informasi-informasi dalam konteks yang khas sehingga isu tertentu mendapatkan alokasi lebih besar daripada isu yang lain (Eriyanto. 186). Maret 2012 . Berdasarkan pernyataan tersebut. meskipun realitasnya sama. apa yang kita ketahui tentang realitas atau tentang dunia tergantung pada bagaimana kita membingkai dan mengkonstruksi/menafsirkan realitas. penjelasan. oleh Entman. Realitas yang sama bisa jadi akan menghasilkan realitas yang berbeda ketika realitas tersebut dibingkai atau dikonstruksi dengan cara berbeda (Eriyanto. “Seluruh isi media tiada lain adalah realitas yang telah dikonstruksikan (constructed reality) dalam bentuk wacana yang bermakna. lebih menarik.

Tematik. Dalam pandangan Gamson. semua berita yang diberitakan media adalah hasil konstruksi berdasarkan cara pandang dan ideologi media. 2002. pemakaian kata atau kalimat tertentu) ke dalam teks secara keseluruhan” (Eriyanto. Dapat dipahami. Bagaimana suatu berita dipahami melalui cara tertentu dengan menyusun bagian-bagian dengan urutan tertentu. d. 217). c. 255). d. Framing berkaitan dengan struktur dan proses kognitif. Struktur tematik berhubungan dengan bagaimana fakta itu ditulis. Yaitu sintaksis. Sintaksis. bagaimana seseorang mengolah sejumlah informasi dan ditunjukkan dalam skema tertentu…kedua. sintaksis menunjuk pada pengertian susunan dari bagian berita headline. Nomor 1. Wartawan menggunakan perangkat retoris untuk membuat citra. Struktur retoris dari wacana berita menggambarkan pilihan gaya atau kata yang dipilih wartawan untuk menekankan arti yang diinginkan wartawan. 2002. Skrip. Tanggal 15 November 2010 dengan judul “Polisi Pastikan Gayus Menginap di Bali” Jurnal Komunikologi Volume 9. c. 223). dengan judul sebagai berikut: Surat kabar Media Indonesia 1. tematik. wacana media adalah elemen yang penting untuk memahami dan mengerti pendapat umum yang berkembang atau suatu isu atau suatu peristiwa (Eriyanto. Framing Model Zhongdang Pan dan Gerald M. a. Jadi. Tanggal 14 November 2010 dengan judul “Polisi Kumpulkan Bukti Gayus di Bali” 4. b. Kosicki Eriyanto dalam bukunya “Analisis Framing” mengatakan model framing yang diperkenalkan oleh Pan dan Kosicki ini adalah salah satu model yang paling populer dan banyak dipakai. Struktur tematik dapat diamati dari bagaimana peristiwa itu diungkapkan atau dibuat oleh wartawan. Dalam pendekatan ini. Bagaimana kalimat yang dipakai. Karena dari keempat model tersebut. “Frame ini adalah suatu ide yang dihubungkan dengan elemen yang berbeda dalam teks berita (seperti kutipan sumber. peneliti mengambil objek penelitian pada berita Gayus Tambunan di surat kabar Media Indonesia dan Republika edisi November 2010. bagaimana menempatkan dan menulis sumber ke dalam teks berita secara keseluruhan. ada dua konsepsi dari framing yang saling berkaitan. Framing Model William A. sumber. Framing didefinisikan sebagai proses membuat suatu pesan lebih menonjol. Pada penelitian ini penulis akan menggunakan teori yang dikemukakan oleh Pan dan Kosicki. 189-190). Framing dalam konsepsi ini lebih menekankan pada bagaimana seseorang memproses informasi dalam dirinya. Tema yang dihadirkan atau dinyatakan secara tidak langsung atau kutipan sumber dihadirkan untuk menyebut struktur tematik dari berita. latar informasi. Penonjolan dilakukakan agar suatu pesan lebih bermakna dan mudah dipahami oleh khalayak. Menurut Pan dan Kosicki. Tanggal 12 November 2010 dengan judul “Gayus Gaji Polisi Rp100 Juta per Bulan” 2. Retoris. dan retoris. meningkatkan kemenonjolan pada sisi ntertentu dan meningkatkan gambaran yang diinginkan dari suatu berita. latar informasi. “Gamson melihat wacana media (khususnya berita) terdiri atas sejumlah kemasan (package) melalui mana konstruksi atas suatu peristiwa dibentuk” (Eriyanto. Model ini berasumsi bahwa setiap berita mempunyai frame yang berfungsi untuk membuat sebuah berita penting untuk diketahui khalayak. skrip. konsepsi sosiologis…pandangan sosiologis lebih melihat bagaimana konstruksi sosial atas realitas (Eriyanto. perangkat framing dibagi ke dalam empat struktur besar. Struktur retoris dari wacana berita juga menunjukan kecenderungan bahwa apa yang disampaikan tersebut adalah suatu kebenaran. menurut Gamson fungsi framing adalah untuk menghubungkan wacana yang ada di media dengan pendapat umum yang sedang berkembang mengenai suatu peristiwa yang terjadi. menempatkan informasi lebih dari pada yang lain sehingga khalayak lebih tertuju pada pesan tersebut. Dalam wacana berita. lead. penutup dalam satu kesatuan teks berita secara keseluruhan. yang paling cocok untuk digunakan dalam menganalisis teks pada berita Gayus Tambunan yang menjadi objek penelitian penulis adalah model Pan dan Kosicki.Framing Berita Gayus Tambunan Di Surat Kabar Media Indonesia Dan Republika paling utama. dalam konsepsi psikologis. 2002: 252-253). 2002. Gamson Gagasan Gamson terutama menghubungkan wacana media di satu sisi dengan pendapat umum di sisi yang lain. Ia menekankan bagaimana peristiwa dipahami oleh wartawan. Tanggal 13 November 2010 dengan judul “Gayus Menemui Tokoh Politik” 3. Skrip adalah salah satu strategi wartawan dalam mengkonstruksi berita. Maret 2012 35 . 2002. Diagnose causes (memperkirakan masalah atau sumber masalah). Dengan menggunakan frame tertentu sebuah penonjolan akan lebih mudah dipahami khalayak. merupakan elemen framing untuk membingkai siapa yang dianggap sebagai aktor dari peristiwa (Eriyanto. Pertama. Laporan berita sering disusun sebagai suatu cerita. Untuk dapat mengetahui bagaimana surat kabar Media Indonesia dan Republikan dalam membingkai berita Gayus Tambunan.

Tanggal 27 November 2010 dengan judul “Satgas Beberkan Pengakuan Gayus” Penelitian akan dilakukan dengan menganalisis teks dengan menggunakan empat struktur yang terdapat pada model Pan dan dan Kosicki. sintaksis. Tanggal 14 November 2010 dengan judul “Gayus Tahu Data Mafia” 4. Tanggal 12 November 2010 dengan judul “Gayus Bayar Rp 100 Juta” 3. Tanggal 22 November 2010 dengan judul “Polisi Gagal. (lihat skema penelitian pada gambar. Tanggal 20 November 2010 dengan judul “Gayus Mainan Satgas” 9. Tanggal 16 November 2010 dengan judul “Gayus Mengaku” 5. Tanggal 20 November 2010 dengan judul “Satgas Selidiki Tokoh yang Ditemui Gayus” 7. yakni. Tanggal 23 November 2010 dengan judul “KPK Siap Ambil Alih Kasus Gayus” 12. Nomor 1. Tanggal 11 November 2010 dengan judul “Kepala Rutan Brimob Ditahan” 2. Tanggal 30 November 2010 dengan judul “Penyitaan Uang Gayus Rp395 Juta di Rekayasa” Surat kabar Republika 1. Dengan menggunakan empat struktur tersebut pada akhirnya akan dapat diketahui bagaimana surat kabar Media Indonesia dan Republika membingkai berita mengenai Gayus Tambunan. Tanggal 19 November 2010 dengan judul “Gayus Menuju Bali dari Bandara Halim” 8. KPK Harus Ambil Alih Gayus” 11. Tanggal 19 November 2010 dengan judul “Dari Sony Laksono Hingga Kamar 1522” 6. Tanggal 22 November 2010 dengan judul “Penyidikan Gayus Janggal” 8.Framing Berita Gayus Tambunan Di Surat Kabar Media Indonesia Dan Republika 5. Tanggal 21 November 2010 dengan judul “Jangan Lupakan Skandal Gayus Lainnya” 10. skrip. tematik dan retoris.1) Gambar 1 Skema penelitian 36 Jurnal Komunikologi Volume 9. Maret 2012 . Tanggal 18 November 2010 dengan judul “Polisi Irit Bicara Soal Pelesiran Gayus” 7. Tanggal 16 November 2010 dengan judul “Akhirnya Gayus Akui ke Bali” 6. Tanggal 24 November 2010 dengan judul “SBY Tolak Bawa Gayus ke KPK” 13.

agar masyarakat dan para penegak hukum tidak melupakan begitu saja kasus ini. Dalam memberitakan kasus Gayus. Media Indonesia menganggap kasus Gayus adalah sebuah kasus besar yang harus diungkapkan kebenarannya. Media Indonesia sangat banyak memberikan pandangannya terhadap kasus ini. dan tegas sesuai dengan ciri surat kabar ini. jelas dapat dilihat bahwa Media Indonesia menganggap ada suatu hal yang penting yang ingin mereka sampaikan pada kasus ini. dan hanya sekedar informasi perkembangan kasus. Bila dilihat dari banyaknya jumlah berita yang ditemukan pada Media Indonesia dibandingkan yang di muat Republika. Dari hasil penelitian penulis. Sekalipun berita tersebut bobotnya tidak terlalu penting. pada dasarnya wartawan harus menaati kode etik dalam penulisan berita.” Hal inilah yang membuat Media Indonesia begitu bersemangat memberitakan kasus Gayus. Di Republika. Selain menggunakan bahasa yang lugas dan tegas. kejaksaan. Karena sesuai teori agenda setting. Selain itu.Framing Berita Gayus Tambunan Di Surat Kabar Media Indonesia Dan Republika Analisis Berdasarkan pengamatan pada berita Gayus Tambunan di Surat kabar Media Indonesia dan Republika periode November 2010. Sangatlah wajar Media Indonesia memberikan perhatian terhadap kasus ini. visualisasi dan disain yang menarik dalam bentuk penonjolan unsure grafis yang informatif berupa gambar. Memang. Di beberapa berita. Media Indonesia menyajikannya secara lugas. Karena sebuah kasus korupsi tidak akan berdiri tunggal. Karena kasus ini memberikan dampak yang luas bagi negeri. di mana Republika membela Palestina dengan memposisikan Israel sebagai kaum zionis yang tidak berperikemanusiaan. Jurnal Komunikologi Volume 9. Ade Alawi. Dengan pemberitaan secara besar-besaran. sesuatu yang besar akan dilupakan masyarakat bila media melupakannya. Obyek kajian terdiri dari 21 berita. Kalaupun ada. Media Indonesia dan Republika memiliki cara yang berbeda dalam mengemas berita Gayus Tambunan di media mereka. Media Indonesia terbuka dan berani dalam menuliskan beritanya. Republika menyamarkan nama tersangka yang terlibat dalam kasus ini. Hal ini dapat dilihat dari isi teks Media Indonesia yang selalu mengaitkan kepergian Gayus ke Bali adalah untuk bertemu tokoh politik. Namun. peneliti menemukan arah frame yang berbeda antara kedua media tersebut. seperti ketika menuliskan berita mengenai agresi militer Israel terhadap Palestina. Seperti pada penulisan nama tersangka yang terlibat pada kasus ini. Republika tidak memberikan pandangan apa-apa. Padahal. Sama seperti pada pemberitaan kasus lain. namun dari perbedaan ini. Untuk itu. Adanya mafia perpajakan dan mafia hukum merupakan sebuah ancaman yang serius bagi Indonesia. terkait kasus penghilangan jejak suapnya. karena itulah dari ke-13 berita yang penulis analisis. Sangat berbanding terbalik dengan Media Indonesia. Dalam menggunakan kata-kata. ada indikasi lain pada isi teks berita Media Indonesia yang mengarahkan keterlibatan Aburizal Bakrie dalam kasus kepergian Gayus ke Bali. semua berita penulis temukan di halaman utama. dan majelis hakim. Pada kasus ini. Dari ke-8 berita tersebut. Adanya mafia bukan sekedar wacana. penulis hanya menemukan 8 obyek kajian untuk diteliti selama periode bulan November 2010. Lebih lanjut Ade mengatakan “Konspirasi kasus Gayus harus dibongkar. letak dari ke-13 berita itu semuanya ada di halaman utama. Republika tidak terlalu menonjolkan berita mengenai Gayus ini. Media Indonesia berharap masyarakat ikut serta dalam mengawasi kasus ini. Asisten Kepala Divisi Pemberitaan Media Indonesia menganggap ada hal serius pada kasus Gayus ini. Media Indonesia juga menggunakan unsur grafis untuk memperkuat pandangan mereka. Republika tidak banyak menampilkan grafis untuk menekankan pandangannya mengenai kasus ini. namun ada pihak-pihak lain di dalamnya. Pada isi teks beritanya. Media Indonesia menyebutkan bahwa alasan kepergian Gayus ke Bali adalah untuk bertemu dengan tokoh politik. Media Indonesia juga menaruh perhatian yang besar tehadap kasus ini. Dari pernyataan di atas jelas terlihat bahwa Media Indonesia menganggap kasus ini adalah kasus besar. beda dengan Republika yang terkesan sangat hati-hati dalam memberitakan kasus ini. seperti kepolisian. Dengan mengungkapkan adanya keterlibatan Bakrie pada kasus ini. Media Indonesia konsisten dalam mengungkap kasus ini. dapat dilihat niat baik Media Indonesia dalam mengawal kasus ini sampai tutas. Nomor 1. dalam kasus ini Republika tidak menonjolkan yang menjadi ciri khasnya itu. melainkan sudah menjadi kenyataan yang muncul di dalam sistem penegakan hukum di Indonesia. Media Indonesia bermaksud untuk menguak pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini. Maret 2012 37 . ada 2 berita yang ditempatkan di halaman 2. Media Indonesia jauh lebih lugas dan kritis dalam mengungkapkan fakta dan data mengenai kasus ini.” Dari pernyataan tersebut. Namun. Berbeda dengan Media Indonesia. Media Indonesia menempatkan diri untuk mengawasi keseriusan para anggota penegak hukum dalam menangani kasus ini. Berbeda pada beberapa kasus. Media Indonesia sangat kritis dalam memberitakan kasus ini. Dengan adanya kasus ini menunjukkan bahwa ada yang salah dengan system penegakan hukum di Indonesia. kita dapat melihat jelas ada frame yang dibentuk masingmasing media dalam memberitakan suatu kasus. Media Indonesia selalu mengungkapkannya secara terang-terangan. foto. tabel serta eksploitasi cetakan warna merupakan kekuatan surat kabar ini. “Negara dalam keadaan gawat. Media Indonesia tetap menempatkannya di halaman utama. Selaku media massa. yakni 13 berita di Surat kabar Media Indonesia dan 8 berita di Republika. foto atau sketsa yang ditampilkan tidak terlalu menonjolkan frame Republika. Mungkin.

Yogyakarta. Lebih lanjut Irwan mengatakan. frame antara Media Indonesia dan Republika. Hasilnya. Semua itu tergantung dari apa yang ingin disampaikan media dalam memberitakan suatu peristiwa. Media Indonesia bermaksud menunjukkan kepeduliannya akan pemberantasan korupsi di negeri ini. kasus ini adalah momentum yang baik bagi pemerintah untuk bisa membuktikan keseriusannya dalam memberantas korupsi. Dari berita yang mereka muat. “Konstruksi Realitas Politik dalam Media Massa”. Dalam mengungkapkan kasus ini. Republika bersikap netral pada kasus ini. Berbeda dengan Media Indonesia yang selalu mengaitkan kasus Gayus dengan Bakrie. Republika tidak banyak mengungkapkan pandangan mereka. penulis menemukan adanya perbedaan framing atau pembingkaian yang dilakukan media dalam memberitakan suatu kasus. Republika membahas secara rinci pernyataan mereka mengenai adanya kaitan Aburizal Bakrie pada kasus tersebut. Republika hanya dua kali memuat berita yang mengindikasikan keterlibatan Aburizal Bakrie pada kasus ini. Republika tidak dalam posisi menghajar sebuah kelompok/parpol atau membelanya. mengungkapkan “Meskipun kasus Gayus ini bergulir ke ranah politik. Keberpihakan media bukan hal yang mustahil untuk dilakukan. Dari kedua berita tersebut. Republika tidak menempatkan diri berada pada posisi mana dalam kasus ini. pada isi beritanya. Tidak seperti Media Indonesia yang memposisikan diri mengungkapkan kasus ini. 2004. Meskipun kasusnya sama. Faktor ideologi sangat memengaruhi isi pemberitaan pada media tersebut. Bukan tidak mungkin dalam suatu kasus. Republika tetap netral dan sesuai dengan fakta-fakta yang ada. Dengan demikian.Framing Berita Gayus Tambunan Di Surat Kabar Media Indonesia Dan Republika Republika memang memberitakan kasus ini. Republika terkesan sangat hati-hati dalam memberitakan kasus ini. pada posisi mana mereka berada. Sobur. Dengan tidak banyak melakukan penonjolan atas isi beritanya. 2004. Hal tersebut dapat dipengaruhi beberapa faktor. Media Indonesia sangat konsisten dalam mengungkap dan mengawal hingga tuntas kasus ini. baik internal maupun eksternal. sangatlah jelas bahwa Republika bersikap netral dalam kasus ini. media mengemasnya secara berbeda berdasarkan sudut pandang dan faktor ideologi yang memengaruhi isi media mereka. Jakarta. Dari hasil penelitian yang penulis lakukan. Republika hanya mengungkapkan fakta tanpa memberikan pandangannya mengenai kasus ini. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian yang penulis lakukan atas pembingkaian berita Gayus Tambunan di surat kabar Media Indonesia dan Republika. Dari perbedaan frame kedua media tersebut menunjukkan bahwa dalam memandang suatu kasus. Republika juga langsung memuat klarifikasi dari pihak yang bersangkutan. Namun. Maret 2012 . keduanya dapat memengaruhi idealisme media dalam memberitakan suatu peristiwa. Ideologi. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh faktor ideologi masing-masing media. Framing dibentuk untuk menegaskan kepada khalayak. terlihat bahwa masing-masing media memiliki cara pandang sendiri terhadap suatu peristiwa. “Analisis Teks Media”. yakni Aburizal Bakrie dan Lalu Mara (juru bicara keluarga Bakrie). “Analisis Framing (Konstruksi. Dari perbedaan tersebut. penulis dapat merumuskan kesimpulan bahwa ada perbedaan 38 Jurnal Komunikologi Volume 9. Hamad. Republika tidak menganggap ada hal serius yang perlu diungkapkan dalam kasus ini. Bandung. Daftar Pustaka Eriyanto. Irwan Arifyanto. Republika cenderung menyerahkan semuanya kepada masyarakat. namun Republika memposisikan media mereka pada posisi yang netral. Republika mengungkapkan bahwa tidak ada kaitan Aburizal Bakrie pada kasus Gayus. Media Indonesia memberikan perhatian yang besar terhadap kasus Gayus. tidak mengungkap secara detail dan mengikuti perkembangan kasus seperti yang dilakukan Media Indonesia. 2002.” Atas dasar inilah pada isi pemberitaannya Republika tidak menonjolkan apapun untuk mengungkapkan pandangnnya mengenai kasus ini. Republika dalam kasus ini berada pada posisi netral. Media Indonesia selalu mengarahkan bahwa ada keterlibatan seorang tokoh politik pada kasus ini. LKiS. Republika terkesan sangat hati-hati dalam memberitakan kasus ini. Kepala Newsroom Republika. PT Remaja Rosdakarya. Nomor 1. Melalui beritanya. media memiliki cara pandangnya sendiri. dan Polotik Media)”. Dari pernyataan di atas. Granit. Alex. Ibnu. media memberikan pandangannya melalui pemberitaannya. Bagi Media Indonesia.

Sedangkan pengertian relations menunjukkan banyak hubungan atau saling berhubungan. Definisinya adalah : Public Relations is a management function of a continuing and planned character. dan dukungan dari mereka yang memiliki sangkut paut dengan organisasi atau lembaga dengan cara menilai pendapat umum di antara mereka dengan maksud menghubungkan sedapat mungkin kebijakan dan ketatalaksanaannya untuk mewujudkan kerjasama yang produktif melalui perencanaan dan penyebarluasan informasi. simpati. kegiatan dan sebagainya. by planned and widespread information more productive cooperation and more efficient fulfillment of their common interest. menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah tindakan yang dilakukan. tetapi untuk mengoptimalkan peranan humas dalam arti menjadi lebih berperan. kurang tepat.Optimalisasi Peranan Humas Dalam Organisasi Dakwah OPTIMALISASI PERANAN HUMAS DALAM ORGANISASI DAKWAH Asep Saefudin Ma’mun Fakultas Ilmu Komunikasi. Mengoptimalisasi peranan humas mutlak diperlukan supaya humas dapat lebih memperoleh pengertian. fungsi. seni. in order to correlate as far as possible. Nomor 1. their own policies and procedure to achieve. Karena istilah humas telah memasyarakat. proses. Sekalipun kedudukan humas dalam organisasi dakwah telah sama-sama kita yakini memiliki peranan penting. lebih-lebih untuk organisasi dakwah yang menuntut keabsahan informasi dan kewibawaan pendakwah. karena keduanya dapat menentukan sasaran dan cara yang tepat. through which public and private organizations and institutions seek to win and retain the understanding. dalam kontek di sini. Universitas Esa Unggul. ditinjau dari Ilmu Komunikasi. Sekalipun kata hubungan masyarakat sebagai terjemahan kata public relations. 2005: 213) adalah sebagai satuan sosial aktif yang terdiri dari semua pihak yang terpengaruh. yang mengenali masalah bersama. terjemahan kata relations dengan hubungan pun tidak tepat. Hingga awal tahun 1970 (Effendy:2007) tidak kurang dari dua ribu definisi yang dijumpai dalam buku-buku. Istilah public dalam public relations bukan masyarakat dalam pengertian society (Polak: 1962: 16). Membicarakan peranan humas/public relations. lebih baik peranannya. Sedangkan kata publik dari sudut pandang opini publik menurut Canfield (1968: 4)adalah sekelompok orang yang mempunyai kepentingan yang sama dan mempunyai pendapat bersama terhadap masalah yang kontroversial. Istilah “Humas”. Peranan. untuk kepentingan bersama yang lebih efisien. perlu melakukan analisis terhadap pengertian dan definisi humas/ public relations. yaitu wadah seluruh antar hubungan sosial.com Abstrak Humas atau public relations adalah sebuah fungsi manajemen yang dijalankan secara berkesinambungan dan berencana. tanpa menentukan suatu batas tertentu. Jakarta 11510 asp3_saefudin@yahoo. Terutama di instansi pemerintah termasuk di lembaga non-pemerintah. . Jakarta Jalan Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk. Maret 2012 39 . Langkah-langkah strategis merupakan wujud konkret untuk memenuhi indikator-indikator keberhasilan kegiatan humas. simpati dan dukungan dari mereka yang bersangkutan dengan kepentingan organisasi. baik yang berifat umum maupun pribadi. tidak menunjukkan hubungan yang banyak atau yang saling berhubungan. yang untuk itu mereka dapat mencari solusi bersama. Karena kata hubungan dalam bahasa Inggris adalah relation. dakwah. selalu memerlukan pengkajian-pengkajian. telah dikenal luas di Indonesia. terjemahan kata Public Relations. Peranan. majalah ilmiah. Pengkajian untuk menentukan langkah-langkah strategis humas khususnya untuk kepentingan dakwah. sudah tentu tidak lepas dari fungsi. Pendahuluan. seluruh jaringannya dalam arti umum. berusaha memperoleh dan membina pengertian. Peranan humas /public relations. maka untuk pembahasan selanjutnya. Kata kunci: optimalisasi. Istilah publik menurut John Dewey (Cutlip. dan berkala lainnya yang dikemukakan para ahli public relations dari berbagai sudut pandang. yang berarti kegunaan suatu hal. peranan humas. Sedangkan definisi humas/public relations itu sangat banyak jumlahnya. dan melalui hal ini organisasi-organisasi dan lembaga. lebih menguntungkan. metoda. Jurnal Komunikologi Volume 9. kependekan kata Hubungan Masyarakat. sistem. Kemudian The International Public Relations Association merumuskan sebuah definisi yang diharapkan dapat diterima semua pihak. Optimalisasi peranan dapat dilakukan melalui penelitian dan penegakan etika. Di samping terjemahan masyarakat untuk kata public. sympathy and support of those with whom they are or may be concerned by evaluating public opinion about themselves. kita gunakan pengertian humas/ public relations yang menurut definisinya terdapat anggapan bahwa humas/ public relations merupakan ilmu.

tetapi juga dalam asumsi tentang tujuan dan efeknya. yaitu : community. outwards and inwards. middle-level managers. two-way asymmetric model. and uses research and ethical communication techniques as its principal tools. It is not haphazard. This mutual understanding is thus between organisation and its public or rather publics. dan two-way symmetric. resolusi konflik. sasaran terlalu luas. planned. Jenis dan ragam publik tersebut sesuai tipe masing-masing organisasi. Ciri hakiki humas/PR ialah berlangsungnya komunikasi timbal balik. public information. Press agentry/publicity digunakan untuk tujuan propaganda. planned. yaitu model press agentry/publicity. acceptance. komunikasi organisasi secara luas digunakan untuk menggambarkan komunikasi antara individu-individu dalam organisasi. serving as an early warning system to help anticipate trends. Its purpose is “to establish and maintain mutual understanding” that is. Yaitu : mengetahui secara pasti dan mengevaluasi pendapat umum yang berkaitan dengan organisasinya. Menggunakan komunikasi untuk memengaruhi pendapat umum. helps management to keep informed on and responsive to public opinion. Menurut Grunig (1992) PR /manajemen komunikasi lebih luas dari tehnik komunikasi dan lebih luas dari program-program khusus PR seperti hubungan dengan media atau publisitas. distributors. peralatan. and co-operation between an organisation and its publics. making PR a tangible activity. Sebagian lagi melihat PR sebagai diseminasi informasi.. dan sekalipun public relations mengembangkan fungsinya sebagai komunikasi persuasif. Nomor 1. Alasan mengapa publik harus ditentukan. employees. Dalam dunia akademik. opinion leaders. Dalam tahun 1976. Frank Jefkins (1983) kemudian mengemukakan definisinya sendiri sebagai berikut : Public Relations consist of all forms of planned communication. Tetapi terdapat tujuh publik utama ( seven basic publics). Bagaimana top managers. consumers and users. Definisi ini mensejajarkan PR dengan manajemen komunikasi.Optimalisasi Peranan Humas Dalam Organisasi Dakwah The British Institute of Public Relations (Jefkins: 1983) mendefinisikan sebagai berikut: Public Relations practice is the deliberate. understanding. Grunig kemudian mendefinisikan public relations as the management of communication between an organization and its publics. marketing research techniques can be used to test the degree of success or failure of a PR campaign. and other employees berkomunikasi satu sama lain dalam organisasi. Mengenai timbulnya berragam definisi dikemukakan Grunig dalam Excellence in Public Relations and Communication Management (1992) bahwa para ahli dan praktisi tidak hanya berbeda dalam keluasan bagaimana mereka mendefinisikan dan 40 menggambarkan PR dan komunikasi organisasi. subordinates. Grunig. results can be measured against them. Sebagian melihat bahwa tujuan PR adalah manipulation atau bekerja dengan penuh keahlian dalam informasi. suppliers of services and materials. dalam Managing Public Relations (1984) mengemukakan empat model public relations sebagai representasi public relations dalam praktek. yang memberi dampak terhadap kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan. Jefkins mengemukakan analisis: It is “the deliberate. untuk kemudian memunculkan satu defiinisi sebagai berikut : Public Relations is a distinctive management function which helps establish and maintain mutual lines of communication. Two-way asyimmetric model bertujuan sebagai scientific persuasion melalui teori ilmu pengetahuan social dan penelitian tentang sikap dan perilaku untuk melakukan persuasi terhadap public agar menerima sudut pandang organisasi dan Jurnal Komunikologi Volume 9. and sustained effort ” meaning that PR activity is organised as a campaign or programme and is a continuous activity. between an organisation and its publics for the purpose of achieving specific objectives concerning mutual understanding. dan pelanggan atau customers. waktu. Setiap model dibedakan oleh tujuannya. Dalam pengertian ini PR/manajemen komunikasi adalah juga komunikasi organisasi. dan akan terjadi penghamburan biaya. If necessary. Rex Harlow (Theaker : 2004) telah meneliti 472 definisi Public Relations. Maret 2012 . Kemudian mengemukakan analisis: The first part of this definition tidies up the IPR version and specifies that the purpose is not merely mutual understanding but achievement of specific objectives. When there are objectives. Terdapat penjelasan dari kedua definisi di atas (Effendy : 2007) bahwa secara implisit terdapat tiga fungsi hubungan masyarakat/PR. public information untuk tujuan penyebarluasan informasi. tetapi tidak semua model digunakan untuk tujuan persuasif. since many groups of people are involved. If a PR programme is mounted to achieve a declared objective the result can be observed or measured. system dan lain-lain untuk mencapai hasil yang dikehendaki. helps management keep abreast of and effectively utilise change. pelaksanaan. The management by objectives method is applied to PR. involves the management of problems or issues. karena apabila macam publik tidak ditentukan. investors-the money market. PR/manajemen komunikasi menggambarkan seluruh perencanaan. Orang humas/PR harus peka terhadap pendapat umum (opini publik). dan evaluasi sebuah komunikasi organisasi dengan publik eksternal dan internal. dan lain-lain yang mengakibatkan sasaran program tidak akan tercapai. atau promosi untuk saling pengertian. defines and emphasizes the responsibility of management to serve the public interest. and sustained effort to establish and maintain mutual understanding between an organisation and its public. Menasehati para eksekutif mengenai cara-cara menangani pendapat umum yang timbul. menurut Jefkins (1983) publik bukan hanya dua publik yang besar yaitu pegawai. tidak semestinya melakukan persuasi secara intensif. Mengenai publik internal dan eksternal. to make the organisation understood to others.

Eisenberg dan kawan-kawan (2010) dalam Organizational Communication memulai pembahasannya dengan mengemukakan komunikasi Jurnal Komunikologi Volume 9. dalam menentukan strategi dan taktiknya dimulai dengan mengumpulkan beberapa fakta pendahuluan yang diperoleh melalui penelitian. menggunakan istilah marketing research atau riset pemasaran. Upaya kedua untuk mengoptimalkan peranan humas/public relations adalah dengan menegakkan etika dalam melaksanakan kegiatan public relations. Nomor 1. Bagaimana hubungan public. products. kepada dan dari public. dan lebih luas dari riset pasar. macam-macam publik. dan pandangan yang asimetris dalam hubungan satu sama lain. Riset pemasaran meliputi segenap teknik riset yang digunakan untuk menyelidiki pendapat-pendapat. sikap. produk. idealistis dalam peranan social dan manajerialnya. Optimalisasi Peranan Organisasi Dakwah Humas Dalam Sebagaimana pendapat Grunig di atas. nilai posisi iklan. Banyak asosiasi public relations yang menyampaikan informasi. Alasan Grunig karena PR/manajemen komunikasi menggambarkan seluruh perencanaan. Model two-way symmetric lebih berfokus pada dialog daripada monolog. Newsom at. Antara lain. dan kemampuan etika mereka untuk mempromosikan kebaikan dan keharmonisan social. Model asymmetric tidak mengubah organisasi sebagaimana hasil public relations. keefektifan eksternal mereka dalam membolehkan orang dan organisasi untuk memecahkan permasalahan sesuai lingkungan mereka. dan pihak manajemen akan mengubah kebijakannya setelah diperoleh hasil usaha public relations. maupun politik. Bagaimana hubungan public. preferensi.Optimalisasi Peranan Humas Dalam Organisasi Dakwah memberikan dorongan. ia harus mampu menolaknya karena hal itu bertentangan dengan kode etik professional yang harus dijunjung tinggi. sedangkan model two-way asymmetric dan two-way symmetric adalah model komunikasi dua arah. maka public relations juga sebagai komunikasi organisasi. Kebanyakan penelitian public relations dikerjakan untuk mengetahui isu. prauji periklanan. Sedangkan riset periklanan mencakup studi tentang sirkulasi. Apabila atasan atau klien meminta praktisi public relations melakukan sesuatu yang tidak etis. sebagai cabang ilmu pengetahuan social untuk menghimpun informasi tentang pasar. pertama. isi dan khalayak media dan untuk mengevaluasi hasil-hasil kegiatan public relations. produk. khalayak. pembaca media. Model press agentry/publicity dan public information adalah model komunikasi satu arah. Public relations sangat berbeda dari propaganda yang mengindoktrinasi menerima agama tertentu. Eric M. bahwa dengan memperhatikan keluasan cakupan kegiatan public relations. Penelitian yang dilakukan pemerintah biasanya disebut survey social dan penelitian sosiologis disebut studi perilaku. Walaupun syarat-syaratnya cenderung lebih longgar. Institusi harus melakukan penelitian secara akurat yang bersangkutan dengan data tentang publics. Jefkins ( 1984) untuk research. terhadap media yang kita gunakan untuk menyampaikan pesan-pesan. Grunig (1992) menyatakan bahwa public relations tidak dapat menjadi baik apabila organisasinya memiliki budaya otoritarian. manipulatif. Pandangan (world view) dapat dievaluasi melalui tiga criteria yaitu internal mereka logic dan koheren. Banyak para ahli atas dasar hasil penelitiannya yang bersangkutan dengan perkembangan permasalahan yang dihadapi organisasi. Organisasi hanya berupaya mengubah sikap dan perilaku public. Terdapat perbedaan mendasar antara two-way asymmetric model dengan symmetric model. melalui penelitian (research). Setiap kegiatan public relations. mengemukakan upaya-upaya supaya komunikasi organisasi mencapai tujuan yang dikehendaki. Bagaimana pengetahuan berhubungan dengan rancangan pesan kita. Menurut Jefkins (1984) public relations tidak akan dapat bekerja kecuali apabila dipercaya. social. Kunci dalam penelitian adalah untuk mengetahui secara tepat apa yang ingin kita ketahui dan bagaimana kita rencanakan untuk menggunakan informasi yang kita peroleh. Apabila public relations sebagai manajemen komunikasi. Penelitian atau research menurut Seitel (2011) adalah interpretasi dan koleksi secara sistematis informasi untuk menambah pengertian. Integritas pribadi merupakan bagian integral dari profesionalisme seseorang. Maret 2012 41 . Antara lain. yang memberi dampak terhadap kemampuan organisasi untuk mencapai tujuan.al (2010) menyatakan bahwa penelitian adalah fundamental bagi operasional public relations. dengan rancangan program kita. dan tes lainnya. maupun pasar jasa. Dalam two-way symmetric model praktisi public relations memberikan pelayanan sebagai mediator antara organisasi dan public. Seluruh himpunan teknik inilah kadang-kadang disebut sebagai riset pemasaran. dan evaluasi sebuah komunikasi organisasi dengan publik eksternal dan internal. maka public relations adalah manajemen komunikasi. dan program untuk menjawab pertanyaanpertanyaan sbb: bagaimana kita dapat mengidentifikasi dan menentukan kelompok konstituen kita. Etika terutama sekali harus diterapkan pada setiap perilaku praktisi public relations. Optimalisasi peranan humas Banyak referensi yang menunjukkan upaya untuk mengoptimalkan peranan humas/public relations. Pada public relations kita bertanggung jawab untuk menyampaikan informasi secara factual. dan motif. baik itu pasar barang. Tujuannya agar tercipta saling pengertian di antara institusi tersebut. Kita berargumentasi bahwa public relations yang baik adalah yang berdasar kepada pandangan bahwa public relations adalah symmetrical. pelaksanaan.

Prof.The Change is inevitable. Betrand R. terdapat nilai negatif yang merugikan nilai moral dan ilmu pengetahuan. pengetahuan atau informasi yang benar-benar dapat memberi arah kepada masyarakat justru semakin berkurang jumlahnya jika dibandingkan dengan jumlah informasi hiburan dan komersial. Dikemukakannya bahwa akhir-akhir ini (abad 21) kondisi dalam dunia kerja telah berubah secara signifikan. Informasi yang bersifat umum ini berlipat dua lebih cepat dalam waktu dua setengan tahun.. tuntutan untuk mengoptimalkan peranan humas adalah suatu keharusan. Richard D. Insya Allah. Dengan mengemukakan contoh dalam berbisnis. Sebagaimana dikemukakan Eric (2010) secara teoretis. Indeks. dan adanya kepercayaan masyarakat karena sumbernya dapat dipercaya. ketiga tentang pendekatan sumber daya manusia. bubarnya Uni Sovyet. time and loyalty. Martin’s Boston New York. masyarakat dibanjiri informasi dari segala penjuru. Pertama adalah perspektif dengan pendekatan manajemen klasik yang membahas antara lain manajemen secara ilmu pengetahuan. “Pemerataan Informasi. Optimalisasi peranan terutama dapat dilakukakn melalui penelitian.al. 1968 Cutlip. Bedford/St. nasabah (termasuk khalayak) serta perkembangan teknologi. sehingga informasi makin sulit dikendalikan. Irwin.al. Alwi Dahlan juga mengemukakan. Prof. “Public Relations”. di abad 21 ditandai dengan perubahan dalam politik secara global (berakhirnya perang dingin. Kredibilitas sumber terjamin karena memiliki kemampuan ilmiah. Kedudukan humas dalam sebuah organisasi memiliki peranan penting. Laju pertumbuhan dan akumulasi informasi akan terus meningkat. kejelasan. 2005 Eisenberg. Perubahan besar dalam organisasi di abad 21 ini menurut Eric (2010) ditandai dengan tiga dimensi kritis. dan keempat tentang system dan interdependensi dalam system. at. regional. Akibatnya terjadi beban informasi yang berlebihan (information overload) dan tidak jarang ahli melihatnya lebih sebagai mudharat daripada manfaat. Scott M. Unsur Kecepatan. Komunikasi. dan runtuhnya tembok Berlin. Optimalisasi peranan juga dapat dicapai. Agar fungsi humas dapat lebih berdaya guna maka peranan humas perlu dioptimalkan. karena etika akan membuahkan kepercayaan. dunia juga dibanjiri oleh produksi dari jaringan komunikasi massa global. Karena pendakwah dituntut untuk menyampaikan informasi yang bernilai pengetahuan dan wibawa pendakwah tergantung dari besarnya kepercayaan masyarakat terhadap informasi yang disampaikannya dan terhadap etikanya. 42 Peran humas/public relations dalam organisasi dakwah adalah sangat vital. kedua tentang pendekatan hubungan manusia yang membahas antara lain tentang studi yang bersangkutan dengan hubungan manusia. Tentang space. Dalam organisasi dakwah yang didasari suatu keyakinan. Perubahan itu memang tidak bisa dihindari. 1968. maka produksi informasi pun meningkat dengan cepat. Banyak ahli berpendapat bahwa globalisasi terjadi karena perkembangan yang cepat di bidang teknologi komunikasi dan informasi. Globalisasi mensyaratkan organisasi untuk berkomunikasi dengan cara melampaui ruang dan waktu. dan Pembangunan”. dan nasional yang menghasilkan dan menyebarkan produk informasi hiburan yang jauh lebih banyak. yaitu space. 2010 Jurnal Komunikologi Volume 9. sehingga diketahui secara tepat apa yang kita ketahui dan bagaimana kita merencanakan. dan keluasan jangkauan dalam menyampaikan informasi dapat dengan mudah terlaksana. Daftar pustaka Alwi Dahlan.. Menurut Encyclopaedia. Kesimpulan. pola interaksi yang efektif tahun lalu sudah menjadi usang saat ini sehubungan adanya perubahan cita rasa pelanggan.Alwi Dahlan dalam pengukuhannya sebagai Guru Besar Ilmu Komunikasi (1997) mengemukakan bahwa dengan kemampuan teknologi yang tinggi dan adanya jaringan-jaringan global. Kesuksesan organisasi dakwah terletak kepada kemampuan melakukan komunikasi organisasi. melalui penegakan etika. Adalah penting untuk menguji kembali asumsi kita tentang efektivitas upaya untuk mencapai keberhasilan. Mengutip pendapat Michael Marien.Optimalisasi Peranan Humas Dalam Organisasi Dakwah dan perubahan dalam dunia kerja. banyak manfaat yang dapat diraih dalam melaksanakan komunikasi organisasi. Maret 2012 . dibanding dengan informasi ilmiah yang berganda setiap 12 tahun. at. dalam mempelajari komunikasi organisasi. “Effective Public Relations”. “Organizational Communication”. kecuali produksi informasi ilmiah. Pidato Pengukuhan Guru Besar Ilmu Komunikasi. 1997 Canfield.Dr. Apabila memperhatikan globalisasi di bidang informasi. Jakarta. Eric M. Universitas Indonesia. Tetapi selain nilai positif akibat globalisasi informasi. Illinois. Sebagai akibat. Nomor 1. Patut dapat diyakini bahwa keberhasilan humas/public relations dalam organisasi dakwah karena didasari keyakinan sebagai suatu perbuatan jihad mengemban amanah risalah. serta munculnya masyarakat Uni Eropa). terdapat empat perspektif. Kemudian terjadi globalisasi.

Frank. Alison. 2007 Theaker.Optimalisasi Peranan Humas Dalam Organisasi Dakwah Grunig. “Public Relations”. Mc Donald & Evans Ltd. 1962 Jurnal Komunikologi Volume 9. Bandung. “This is PR. “Excellence in Public Relations and Communication Management”. at. 2010 Onong Uchyana Effendy. Doug. Routledge.al. The Realities of Public Relations”. 2 Park Square. Balai Buku Ikhtiar. Boston. Lawrence Erlbaum ASssociates. Estover. Remaja Rosda Karya. Maret 2012 43 . Jakarta. 1984 Newsom. 1984 Grunig. CBS College Pblishing New York. New Jersey. Michael Rosenberg. Nomor 1. James. “Ilmu Komunikasi dalam Teori dan Praktek”. Plymouth. “Managing Public Relations”. 1992 Jefkins. E. “Sosiologi”. “The Public Relations Handbook”. James E & Todd Hunt. 2004 Mayor Polak.

apa “message”nya. Kegiatan “menonton dan mendengar” lebih disukai dan lebih bisa dinikmati daripada kegiatan membaca. c. Komunikasi dapat terbangun dengan baik ketika elemen komunikasi itu sendiri juga terpenuhi seluruhnya. Mutimedia Multimedia berasal dari kata Multi yang berarti dari beberapa dan kata Media memiliki arti pembawa informasi yang spesifik. dan sebagainya. jadi singkatnya Multimedia memiliki definisi pembawa beberapa informasi yang spesifik. Sumber informasi dalam format multimedia (video dan audio) saat ini telah menjadi kebutuhan yang mendesak seiring dengan kemajuan teknologi infrastruktur seperti broadband access. Akibat/dampak/hasil yang terjadi pada pihak penerima/komunikan. macintosh Pendahuluan 2. hal ini yang menjadi alasan mengapa multimedia banyak diminati. Pada hakikatnya manusia hidup memerlukan komunikasi untuk dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya dalam segala hal di segala aspek kehidupan. Pesan Tanda/lambang seperti kata-kata tertulis atau secara lisan. 44 3. gambar.ac. yakni tanggapan balik dari pihak penerima/komunikan atas pesan yang diterimanya. multimedia. Komunikasi merupakan suatu proses. dimana dengan multimedia menjadikan kegiatan membaca menjadi lebih dinamis dengan memberikan dimensi baru pada kata-kata. WiFi. seni. angka. Hal ini menyebabkan sumber informasi yang isinya berupa teks dan gambar masih dirasa kurang mencukupi kebutuhan untuk sebuah sumber informasi. Maret 2012 . musik. Noise/gangguan. Jakarta Jalan Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk. yakni faktor-faktor fisik ataupun psikologis yang dapat mengganggu atau menghambat proses komunikasi. Kata kunci: komunikasi. Menurut Vaughan . Kombinasi unsur-unsur tersebut dapat dirangkai dalam sebuah aplikasi/software berbasis multimedia dan salah satunya dengan menggunakan sistem operasi pada produk macintosh. Sumber/pengirim pesan/komunikator Adalah seseorang atau sekelompok orang atau suatu organisasi/institusi yang mengambil inisiatif menyampaikan pesan. Jakarta 11510 ikbal. Menurut Sasa Djuarsa Sendjaja dkk proses ini melibatkan empat elemen atau komponen sebagai berikut : 1. 2004 Multimedia didefinisikan sebagai kombinasi teks. Sedangkan elemen lainnya yang juga sebagai faktor penting dalam proses komunikasi yakni : a.rachmat@esaunggul. animasi dan video yang disampaikan dengan Jurnal Komunikologi Volume 9 Nomor 1. b. dengan “media apa” dilakukannya dan apa “effect”nya bagi yang melakukan komunikasi tersebut. gambar. saat ini multimedia banyak digunakan oleh perusahaan sebagai alat persaingan usaha. Demikian memang sesungguhnya bahwa multimedia itu sendiri mengubah hakikat membaca. animasi ataupun video.id Abstrak Paradigma saat ini di sebagian besar masyarakat kita adalah bertipikal watching society. Umpan balik/feedback. Hal ini terlihat dari kurangnya minat baca. Ada yang bersifat interpersonal maupun antarpersonal.Mengenal Komunikasi Multimedia dan Sistem Operasi Komputer Macintosh MENGENAL KOMUNIKASI MULTIMEDIA DAN SISTEM OPERASIONAL KOMPUTER MACINTOSH Ikbal Rachmat Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Esa Unggul. Bidang multimedia dibangun oleh organisasi pengembang multimedia dan terus tumbuh dan berkembang sampai saat ini. Organisasi-organisasi pengembang multimedia berada dalam industri media yang memiliki aktifitas menjalankan kegiatan bisnis yang khusus memproduksi dan menangani mengenai informasi. gambar. Penerima/Komunikan Adalah seseorang atau sekelompok orang atau organisasi/institusi yang menjadi sasaran penerima. seperti siapa yang menjadi “communicator”. dengan menyediakan lebih banyak teks yang disertai dengan bunyi. 4. menjadi lebih hidup. siapa “communican”nya. Salah satu cara membangun komunikasi ini juga dapat dilakukan dengan bantuan perangkat (hardware dan software) multimedia. suara. Saluran Adalah sesuatu yang dipakai sebagai alat penyampaian/pengiriman pesan. 3G.

Sound Card adalah perangkat yang terhubung pada papan induk (motherboard) yang berfungsi sebagai alat untuk mengolah dan mnegontrol suara. ( wikipedia ). Penggunaan Multimedia Beberapa bidang kehidupan yang menggunakan multimedia. misalnya : informasi mengenai temapt yang sedang dikunjungi. Perangkat Lunak/Software Software digunakan untuk menjalankan fungsi multimedia pada komputer. gambar. (Wes Baker. Pelatihan Komersial. Multimedia merupakan sebuah sistem yang terintegrasi. Situs Web Interaktif ) Organisasi ini bisa terdiri dari tenaga yang memiliki keahlian pada bidang multimedia mempunyai tugas dan tanggung jawab yang berbeda-beda ( biasanya 10 anggota). misalnya : game. 1997 ) Jenis . 4. 5. perangkat elektronik dan atau media elektronik lainnya. Multimedia merupakan sistem yang dikontrol oleh komputer. Maret 2012 45 . Definisi lainnya mengenai Multimedia adalah penggunaan komputer untuk menyajikan dan menggabungkan teks. Sebagai informasi yang direpresentasikan secara digital. Karakteristik Multimedia Terdapat empat karakteristik dasar sistem multimedia : 1. 2. 3. suara. kuliner dsb. 2001) Organisasi pengembang multimedia Organisasi pengembang multimedia memiliki jumlah yang tidak sedikit. Multimedia Interaktif Pengguna dapat mengontrol apa dan kapan elemen-elemen multimedia akan dikirimkan atau ditampilkan. Tempat Umum Multimedia dapat dijadikan sebagi tempat informasi. berkarya dan berkomunikasi.Mengenal Komunikasi Multimedia dan Sistem Operasi Komputer Macintosh komputer atau di manipulasi secara digital dan dapat disampaikan dan atau dikontrol secara interaktif. Perangkat Keras/Hardware a. 3. 2. 2. pemindaian dan pemrosesan gambar. (Vaughan . Periklanan. Sekolah Multimedia dapat menjadi alat pengajaran elektronik yang dapat membantu pengajar. Organisasi Pengembang Multimedia berbentuk CD ROM atau berbasis web Organisasi ini bisa terdiri dari tenaga yang memiliki keahlian pada bidang multimedia dan bekerja merangkap mengerjakan hal-hal lainnya. Demo Produk. seni. CD / DVD ROM digunakan untuk memutar berbagai jenis CD. (Marshall. Rumah Multimedia dapat dimanfaatkan sebagai media hiburan dan teman di rumah. contoh: seorang desain grafis tidak hanya mengerjakan bagian grafis tetapi juga mengerjakan desain antarmuka. b. animasi dan video dengan alat bantu (tool) dan koneksi (link) sehingga pengguna dapat bernavigasi. Contoh perangkat lunak untuk multimedia adalah Windows media player yang dapat digunakan untuk menjalankan CD atau DVD pada komputer kita. Katalog. 4. 2004) Selain itu ada pula organisasi yang terdiri dari tenaga yang memiliki keahlian pada bidang multimedia dan bekerja berdasarkan cakupan proyek dan individu yang dibutuhkan ( terdiri dari banyak tenaga kerja biasanya 18 anggota ). Komunikasi di jaringan. gambar. Komunikasi Mutimedia Suatu proses yang melibatkan elemen-elemen atau komponen-komponen sebagai pembawa beberapa informasi yang spesifik berupa kombinasi teks. Aplikasi Pendidikan. animasi dan video dapat juga di manipulasi secara digital yang dapat disampaikan dan atau dikontrol secara interaktif dengan komputer. ( Villamil Monila . Bisnis Aplikasi multimedia untuk bisnis meliputi Presentasi. Profesor Cedarville University. baik suara yang masuk (merekam) dan suara yang keluar melalu Jurnal Komunikologi Volume 9 Nomor 1. dan Pelatihan. 2. diantaranya : 1. Antarmuka pada media tampilan akhir biasanya bersifat interaktif. Multimedia Hiperaktif Multimedia jenis ini mempunyai banyak tautan (link) yang menghubungkan elemen-elemen multimedia yang ada. Organisasi Pengembang Multimedia berbentuk Aplikasi Interaktif Kualitas Tinggi ( Game.Jenis multimedia Terdapat 3 jenis multimedia. Virtual Reality (VR) Sebuah lingkungan yang menggunakan multimedia sebagai lingkungan virtual/maya yang merupakan ribuan objek geometris yang digambar dalam ruang 3 dimensi Perangkat Multimedia Berikut adalah perangkat-perangkat yang dibutuhkan : 1. 2. yakni : 1. berinteraksi. Multimedia Linier Pengguna hanya menjadi penonton dan menikmati produk multimedia yang disajikan dari awal hingga akhir. VCD dan DVD. Pemasaran. Ohio). diantaranya : 1. suara. 3.

Aplikasi Multimedia dalam Macintosh (iLife) Semakin majunya teknologi komputasi membuat komputer mampu berinteraksi dengan Jurnal Komunikologi Volume 9 Nomor 1. Mic dan MIDI) serta keluaran (line out/speaker out). TV Tuner merupakan perangkat yang memungkinkan komputer untuk menangkap siaran televisi dan menampilkannya pada layar monitor. dan mudah digunakan. Organisasi Sebagai wadah membuat dan mengorganisasikan garis besar serta rencana rasional yang nerinci keterampilan. 46 Standar Teknologi Macintosh Sistem operasi yang dibuat khusus untuk mendapatkan akselerasi yang prima. Alhasil. Tapi ada juga TV Tuner External yang dipasang di luar komputer. penggunaan Prosesor Intel dual-core menjadikan standar bagi semua produk apple. TV Tuner biasanya berupa kartu (card) yang dipasang pada card expansi. sistem operasi yang dirancang khusus untuk bagian dalam teknologi canggih. Setiap pembelian baru sebuah komputer Apple secara otomatis akan mendapatkan Mac OS beserta beberapa aplikasi bawaan (iLife Suite. peranti dan sumber daya yang diperlukan. tidak seperti windows yang dijual bebas dan dapat diinstalasikan ke hampir semua merek komputer. 4. 3. 2. Saat ini kartu grafis yang sering digunakan adalah kartu grafis yang menggunakan teknologi AGP (Accelerated Graphics Port). Speaker ( pengeras suara ) merupakan perangkat output untuk menghasilkan suara. Maret 2012 . Transisi dari Apple berbasis prosesor PowerPC ke prosesor Intel memungkinkan dijalankannya sistem operasi Windows yang bisa berjalan dengan sangat baik di komputer Apple. Produk Airport Express. Kartu grafis (Graphic Card / Display Adapter) merupakan perangkat yang terhubung langsung di papan induk komputer yang berfungsi untuk mengolah citra (gambar) agar mempunyai kualitas yang baik. Munculnya kreativitas didahului dengan mengetahui. Hal ini dimungkinkan karena pada sound card terdapat masukan (Line in. Selang beberapa tahun kemudian tepatnya pertengahan tahun 2005. Hardware Apple komputer Apple memang bukan komputer yang populer dibandingkan dengan komputer Wintel (Windows + Intel). Grafis luar biasa Prosesor NVIDIA GeForce 320M grafis di Mac Mini membawa suasana hidup untuk sebuah game 3D. Apple memastikan interoperabilitas antar perangkat dan pengalaman yang terlengkap. mengenal dan mahir menggunakan perangkat lunak dan perangkat keras yang ada. kompatibel. Dibangun di atas fondasi rock-solid UNIX dan dirancang untuk menjadi sederhana dan intuitif. bahkan bisa langsung dihubungkan ke monitor. Contohnya headset.hingga 2.Mengenal Komunikasi Multimedia dan Sistem Operasi Komputer Macintosh speaker. itu yang membuat Mac menjadi inovatif. Sehingga kombinasi software dan hardware membantu pengguna Mac untuk merasakan pengalaman komputasi yang “lengkap”. Sistem operasi paling canggih di dunia Setiap Mac Mini hadir dengan Mac OS X Snow Leopard. Apple TV. Hal ini disebabkan antara lain harga jual yang jauh di atas daya beli pasar pada tahun 1990 sebagai dampak terlalu yakinnya Apple terhadap inovasi yang diciptakan tersebut. d. Apple mulai bangkit kembali. ketika Bill Gates memperkenalkan komputer bebasis Windows yang lebih terjangkau. dimana dengan standar ini kita dapat bekerja dalam waktu relatif yang lebih cepat untuk sebuah pekerjaan bidang grafis. Prosesor yang cepat Untuk sebuah Mac Mini (produk paling “murah”) dilengkapi dengan teknologi terbaru Core 2 Duo prosesor Intel . Hal ini sejalan dengan pernyataan dari pendiri Apple (Steve Jobs) bahwa “untuk perusahaan yang serius membuat software harus membuat juga hardwarenya sendiri “. Steve Jobs mengumumkan bahwa komputer Apple di tahun 2006 akan mengusung prosesor Intel terbaru. Apple dan Sistem Operasi Macintosh Macintosh adalah nama dari komputer yang di buat oleh Apple inc.66GHz. e. 1. biaya. Comic Life). Hal ini juga memungkinkan kita dapat bekerja dengan resolusi tinggi untuk foto dan video dengan performa yang luar biasa. Visi dari Apple adalah memberikan pengalaman digital yang terintegrasi. sangat aman. Setelah sekembalinya Steve Jobs selang satu tahun berikutnya tahun 1997. Dengan membuat sendiri seluruh perangkat dalam ekosistem tersebut. iPhone dan desktop serta portable komputer berada dalam sebuah pengalaman digital yang terintegrasi. Mac OS hanya dapat diinstalasikan secara legal ke komputer Apple Macintosh. 3. c. waktu. Apple mengalami penurunan pembeli dan hampir tidak laku dipasaran pada tahun 1996. Steve Jobs membuang semua produk Apple yang tidak memiliki nilai jual tinggi dan mulai menghadirkan komputer yang dikenal sebagai komputer yang memiliki estetika tinggi dengan harga yang terjangkau dengan mulai menciptakan Mac OS X (10). Kreatifitas Ide dan rancangan multimedia membutuhkan kreativitas khusus.

Finder Finder dapat diibaratkan sebagai Windows Explorer di sistem operasi Windows. yaitu Dock. Mac OS (X) memungkinkan menyesuaikan Dock. caranya Klik kanan pada icon di Dock. Desktop Desktop adalah elemen yang paling mendominasi tampilan Mac OS (X). klik kanan pada toolbar dan pilih Costumize Toolbar pada menu yang muncul. 6. Desktop. memutar video. ada satu titik biru yang terletak dibawah shortcut aplikasi Finder. 4. pilih Keynote '08 tahan klik dan tarik ke Dock sehingga setiap ingin menggunakan Keynote '08 . lalu ingin menyimpannya di Dock setiap saat. tetapi juga menjadi tempat aplikasi yang sedang dijalankan. mendengarkan musik. Menu bar pada Mac OS (X) secara konsisten terletak di bagian atas desktop dan akan menyesuaikan secara otomatis terhadap aplikasi yang sedang aktif. Dengan demikian fungsi komputer sudah bergeser tidak lagi hanya sebagai mesin hitung saja (seperti asal kata computer = penghitung). perangkat lunak presentasi favorit pada Mac. iWeb. lalu pilih Simpan di Dock dari menu yang muncul. sebuah dialog akan terbuka untuk melakukan ke semua pilihan kustomisasi Dock. yakni untuk mem-browse file yang ada di dalam komputer. Maret 2012 47 . kita dapat menambahkan satu atau lebih aplikasi ke dalam Dock. Kegiatan yang melibatkan multimedia ini secara tidak langsung juga telah membentuk gaya hidup baru. diantaranya: a. c. dan Finder. dokumen. 2. Menghapus Aplikasi dari Dock Jika ingin mengurangi jumlah aplikasi dari Dock. iLife merupakan paket aplikasi lengkap multimedia yang terdiri dari iTunes. Menunjukkan di mana anda ingin Dock muncul. iMovie. Kemampuan processing yang semakin cepat membuat komputer mampu menjalankan antarmuka grafis yang lebih mudah dimengerti oleh kalangan awam. dengan melepaskan klik mouse aplikasi tersebut akan lenyap dalam kepulan asap virtual. iPhoto. Secara default menu bar akan berisi menu dari aplikasi Finder. yaitu Toolbar. dan Area File. Menu Bar Menu bar merupakan tempat menu atau perintahperintah dari aplikasi yang sedang dijalankan atau yang sedang aktif. Menu bar. lalu tarik keluar dari Dock. lalu pilih Dock Preferences. serta file dan folder yang disimpan didalam folder desktop. Tampilan desktop pada layar Mac senada dengan tampilan layar desktop pada sistem operasi windows. dapat dilakukan dengan mudah. Macintoh Operating System (X) Tampilan Mac OS (X) dapat dibagi menjadi empat komponen utama. d. Toolbar merupakan tempat kumpulan beberapa perintah.Mengenal Komunikasi Multimedia dan Sistem Operasi Komputer Macintosh penggunannya dengan lebih interaktif. Menambahkan Aplikasi ke Dock Dengan kemudahan Dock. tinggal melakukan klik saja pada iconnya di Dock. 5. Namun demikian Dock bukan hanya sebagai tempat kumpulan shortcut aplikasi saja. caranya pilih menu Apple. Jurnal Komunikologi Volume 9 Nomor 1. Tampilan Finder dapat dibagi menjadi tiga bagian. menampilkan media penyimpanan atau peralatan seperti flash disk atau kamera digital yang terkoneksi dengan komputer. Dock merupakan tempat kumpulan shortcut aplikasi. Source List. Membuat Mac OS (X) menyembunyikan Dock ketika itu tidak digunakan 3. e. Apple sebagai salah satu produsen komputer ternama memiliki produk yang memungkinkan penggunanya untuk berekspresi dalam dunia digital. yakni dengan terdapatnya wallpaper yang memberikan tekstur pada desktop. yang sering disebut dengan Digital Life Style atau gaya hidup hidup digital. pilih Dock. Secara default Dock terletak di bagian bawah pada tampilan layar (posisi tersebut dapat dipindahkan). iDVD dan Garage Band. tetapi juga sudah digunakan untuk keperluan hiburan dan multimedia. shortcut ke aplikasi atau file. Merubah pebesaran Aktif (atau Tidak aktif) dengan mengklik dan mencentang dalam kotak dan tingkat pembesaran (Magnification). atau buka folder Aplikasi. Toolbar pada setiap aplikasi biasanya dapat dikostumisasi. Hal ini menandakan aplikasi yang aktif saat itu adalah aplikasi Finder. Dengan kata lain Dock juga dapat berfungsi seperti halnya Start menu bar pada sistem operasi Windows. Contohnya dengan menggunakan Keynote '08. seperti untuk bermain game. Dirancang untuk memenuhi gaya hidup digital. Kedua aplikasi ini memiliki fungsi yang hampir sama. Jika kita perhatikan bagian bawah Dock pada saat pertama kali membuka Mac OS (X). atau aplikasinya yang ingin dihapus. Untuk mengubah ukuran Dock b. Memilih efek (Genie atau Skala) yang digunakan untuk meminimalkan window. sampai untuk keperluan pengolahan video. Untuk melakukan kostumisasi tomboltombol pada toolbar. 1. cukup klik ikon folder. Diawali dengan mengeluarkan aplikasi yang dikenal dengan iTunes dan aplikasi pengolah video yang dikenal dengan iMovie. kini apple telah memiliki jajaran produk yang lengkap dalam mengolah media digital.

dan drag untuk menyesuaikan ukurannya. 2008. Daftar Pustaka Aulia Masna & Dirgayuza Setiawan. Macintosh mampu digunakan untuk membuat karya audio visual multimedia berupa penyajian dan penggabungan teks. Kesimpulan Perubahan teknologi membawa dampak pada berbagai sektor kehidupan. media penyimpanan ataupun komputer lain di dalam jaringan. Jack Popo. klik sudut resize yang terletak di kanan bawah setiap jendela aplikasi. Untuk menghilangkan Source List drag-drop file tersebut keluar Source List. Hal ini tentu tidak serta merta diperoleh tanpa adanya media/perantara. Berkreasi Tanpa Batas dengan iLife’08. Proses ini bisa saja di kerjakan dengan berbagai perangkat keras yang juga dilengkapi dengan perangkat lunak/software pada sebuah komputer. Untuk mengubah ukuran jendela aplikasi. tentu hal ini tercipta dari sebuah rangkaian/tahapan dalam sebuah proses. suara. Yogyakarta. Seperti halnya toolbar. Elex Media Komputindo. Macintosh merupakan produk yang diciptakan dari sebuah perusahaan IT bernama apple Inc. 2008. Jakarta. Keynote. item pada Source List Finder juga dapat di kostumisasi. Menggeser jendela aplikasi pada Desktop juga mudah dilakukan. Klik pada area yang berwarna abu-abu dari jendela aplikasi. diantaranya kemudahan bagi masyarakat dalam mendapatkan informasi. Sasa. ANDI. Universitas Terbuka. 2008. Media audio visuallah yang menjadi pilihan favorit sebagian besar masyarakat untuk memperoleh sumber informasi yang dibutuhkan. Iwan Binanto. sehingga sebuah tayangan berbasis multimedia dapat diperoleh. Perkembangan dan Aplikasi. 2008. maka akan didapat shortcut file atau folder tersebut pada Source List. Elex Media Komputindo. semisal pada pesawat televisi. Gouzali Saydam. 48 Jurnal Komunikologi Volume 9 Nomor 1. et al. dan drag ke tempat yang diinginkan. Bandung. Dirgayuza Setiawan. Cukup dengan men-drag-drop file atau folder ke dalam Source List. Dirgayuza Setiawan. Maret 2012 . 2007. gambar. 2008. gadget maupun perangkat jenis audio visual dan perangkat digital lainnya. Membuat Panduan Presentasi di Mac. Pengantar Komunikasi. Dasar Teori + Pengembangannya. mediakita. Jakarta mediakita. animasi dan video dengan sangat baik. 1999. ALFABETA. digital signage. Multimedia Digital. Berkreasi Tanpa Batas dengan iLife’08. 2010. Jakarta. Jakarta. sebagai sebuah perusahaan yang mampu menciptakan sebuah perangkat keras/hardware dan perangkat lunak/software dalam sebuah komputer.Mengenal Komunikasi Multimedia dan Sistem Operasi Komputer Macintosh Source list merupakan tempat kumpulan item yang dapat menjadi sumber file. Panduan Praktis Menggunakan Mac. Jack Popo. Teknologi Telekomunikasi. Mediakita. macintosh memiliki kemampuan standar yang berbeda dengan komputer lain pada umumnya. Jakarta. Ada begitu banyak bentuk format audio visual yang bisa kita dapatkan. Tip & Trik Menguasai Mac OS X. Ini dapat berupa folder. D.

Jenis huruf Garamond berukuran 12 pt yang dicetak tegak dan normal. Panjang naskah antara 10 sampai 30 halaman kertas A4: 29. Format Penulisan Naskah dituliskan dengan menggunakan perangkat lunak Microsoft Word dengan mengikuti format sebagaimana pada Tabel 1. Naskah berbahasa Indonesia bisa memiliki abstract in English.tegak dan normal. ¹Institusi Penulis Satu. dan Seterusnya. dan tabel diberi nomor sesuai dengan urutan pemunculan. Abstrak disusun sedemikian sehingga menggambarkan keseluruhan isi naskah dan diupayakan untuk mudah dimengerti oleh berbagai pihak. sementara. Kotanya Alamat Surat Menyurat email_penulis_utama_saja@example.5 cm. gambar dan tabel Setiap persamaan. Tabel 1 Format Penulisan No 1 Item Judul Naskah 2 3 Nama Penulis dan Afiliasi Abstrak 4 Judul bab 5 Judul sub-bab Keterangan 14 pt. tegak dan normal.1 spasi 11 pt. Pendahuluan Sistematika Penulisan Naskah yang dimuat dapat berupa ringkasan penelitian atau karya ilmiah populer dalam keilmuan komunikasi yang belum pernah atau tidak dalam proses publikasi di media cetak lain. baik peneliti maupun praktisi. secara minimal harus memuat bagian-bagian seperti terangkum dalam gambar 1. Hindari adanya pengutipan di dalam abstrak maksimum dua ratus kata. serta kesimpulan utamanya.kapital. metodenya.7 cm X 21 cm. Persamaan dituliskan dengan aplikasi Microsoft Equation dengan penomoran arab dipinggir kanan dan berkurung (). Kedua².justify. Abstrak merangkum secara ringkas tujuan penelitian. Cara penulisan identitas gambar dan tabel sebagaimana ditunjukkan pada kedua contoh di atas. Margin atas dan kiri: 3.5 cm. Naskah.PEDOMAN PENULISAN NASKAH JURNAL KOMUNIKOLOGI JUDUL DITULIS DENGAN HURUF KAPITAL FONT GARAMOND 14pt Tanpa Gelar. Persamaan.center. Kata Kunci : Berisi sekitar 3 kata kunci yang digunakan. F=mXa (1) Kategori Naskah Penelitian Non Penelitian • Abstrak • Kata Kunci • Pendahuluan • Metode Penelitian • Hasil dan Pembahasan • Kesimpulan • Daftar Pustaka • Abstrak • Kata Kunci • Pendahuluan • Pembahasan • Penutup atau Kesimpulan • Daftar Pustaka Gambar 1 Sistematika Penulisan . 1 spasi 13 pt.”title case”.com ABSTRAK Abstrak dalam bahasa Inggris (dengan cetak miring) dan Bahasa Indonesia.tegak dan tebal. Kotanya ²Institusi Penulis Dua. Nama Penulis Satu¹.tegak dan tebal.center. Isi Naskah Naskah diketik 1 spasi dalam 2 kolom. hasilnya.1 spasi 12 pt. Isi naskah dapat terdiri dari beberapa bab secara terpisah. gambar.tegak dan tebal. 13 pt. baik yang berupa hasil penelitian dan yang bukan penelitian.”sentence case” Naskah dituliskan dalam Bahasa Inggris atau Bahasa Indonesia dengan memperhatikan berbagai kaidah ragam tulis baku. margin bawah dan kanan: 3.

“Menggagas Kota Hak Asasi Manusia”. Lt. Tidak ada spasi antara tanda kurung dengan kata di dalamnya.Masalah penempatan spasi pada karakter khusus seperti “:”. Naskah dikirimkan ke kami rangkap 3. dimakan.Masalah awalan “di”. di atas. Tabloid Bola.Kutipan Penggunaan kutipan dalam pendahuluan. dan kesimpulan dilakukan dengan mencantumkan nama penulis dan tahun penerbitan. ada beberapa hal yang perlu dikemukakan: . ο Untuk awalan (prefiks) “di”. Sama halnya dengan tanda kutip. Jl. www. Jurnal: Sulis Mariyanti. Situs Internet: Heru Susetyo. kata sesudah “di” tidak digandeng. 3. Sarlito Wirawan. Saat membuat kata jadian itu. di sekolah. 4 No. Catatan: 1. . kata sesudahnya langsung digandengkan. 1999) Daftra pustaka diurutkan berdasarkan abjad nama penulisnya dengan contoh format (buku. Contoh: He!. PT. dipukul. Naskah bisa dikirimkan melalui email: dengan puspen. Contoh: ditulis. 2. Setiap naskah akan dinilai oleh editor sebelum dapat diterbitkan.. Jakarta. kecuali sudah yang benar-benar lazim. . Daftar Pustaka Buku: Sarwono. Penulisan yang benar sebagai berikut: ο Untuk kata depan (preposisi) “di”. mana yang lebih cocok ditanyakan: “di mana?” atau “diapakan?” . 21 Maret 2008. ”Psikologi Remaja”. Ada apa? . Jurnal Psikologi.”!”. Peran Minat dalam Bidang Kerja Social Service”. Isi naskah bukan tanggung jawab redaksi dan sepenuhnya berada pada penulis.ac. literatur yang tercantum harus memiliki tahun penerbitan yang tidak lebih dari 10 tahun dari saat ditulisnya naskah bersangkutan. Mengenai Tata Bahasa Berkaitan dengan sintaks dan grammar.beritaiptek. Literatur yang dimasukkan dalam daftar pustaka tidak hanya yang dikutip saja. 2001) atau (Sotskov et al. Selain itu.”?”. jurnal. misalnya (Foster. Vol. Trik berikut bisa dicoba. Desember 2006. dan situs internet) seperti pada daftar pustaka.Seperti biasa. Surat Kabar/Majalah: Indra Lesmana. Jakarta 11510.Tanda kurung. Raja Grafindo Persada. di bawah.id melampirkan CV penulis 4.jurnal@indonusa. namun perhatikan relevansinya dengan isi naskah. Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah UIEU. tanggal akses. (Contohnya ini). ”Quick Diagnosis Mempercepat Penanganan Cedera”. 2. Pengiriman melalui pos ditujukan ke: Pusat Pengelola Jurnal Ilmiah UIEU. 2000. Contoh: di mana. isi naskah. kata dalam bahasa asing dicetak italic. Arjuna Utara Tol Tomang Kebun Jeruk. ditulis tersambung dengan kata sebelumnya.com. 2 Ruang PAMU. Kesimpulan Pedoman penulisan ini hanya akan digunakan oleh Redaksi untuk naskah-naskah yang pasti dimuat! Penulis memasukkan naskahnya dengan format 2 Kolom dan 1 spasi.