You are on page 1of 5

Praktikum ED I-7

Samarinda, 7 Desember 2016

TRANSISTOR BIPOLAR
disusun oleh:
Suci Erniya Rahman
Laboratoriun Elektronika dan Instrumentasi
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Mulawarman
ABSTRAK
Percobaan ini dilakukan pada hari Rabu, 7 Desember 2016, pukul 14.00-16.00 WITA, di
Laboratorium Elektronika dan Instrumentasi, Gedung G lantai 4, Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Mulawarman, Samarinda. Transistor adalah suatu
komponen aktif yang terbuat dari bahan semikonduktor. Ada dua macam transistor, yaitu
transistor dwikutub (bipolar) dan transistor efek medan (Field Effect Transistor-FET).
Transistor berasal dari bahasa transfer yang artinya pemindahan dan resistor yang berarti
pengambat. Jadi pengertian transistor dapat di kategorikan sebagai pemindahan atau
peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu tertentu. Percobaan
Transistor Bipolar ini bertujuan untuk memahami cara konsep hubungan antara arus basis,
emitor, dan kolektor, aliran arus listrik pada transistor PNP dan NPN dan prinsip kerja
transistor PNP dan NPN.
Kata Kunci: Transistor, kuat arus, tegangan, rangkaian listrik, bipolar
I.

Pendahuluan
Walter H. Brattain dan John Bardeen pada
akhir Desember 1947 di Bell Telephone
Laboratories berhasil menciptakan suatu
komponen yang mempunyai sifat menguatkan
yaitu yang disebut dengan Transistor.
Keuntungan komponen transistor ini dibanding
dengan pendahulunya, yakni tabung hampa,
adalah ukuran fisiknya yang sangat kecil dan
ringan. Bahkan dengan teknologi sekarang ini
ratusan ribu transistor dapat dibuat dalam satu
keping silikon. Disamping itu komponen
semikonduktor ini membutuhkan sumber daya
yang kecil serta serta efesiensi yang tinggi.
Transistor adalah suatu komponen aktif
yang terbuat dari bahan semikonduktor. Ada
dua macam transistor, yaitu transistor
dwikutub (bipolar) dan transistor efek
medan (Field Effect Transistor-FET).
Transistor berasal dari bahasa transfer yang
artinya pemindahan dan resistor yang berarti
pengambat. Jadi pengertian transistor dapat
di kategorikan sebagai pemindahan atau
peralihan bahan setengah penghantar
menjadi penghantar pada suhu tertentu.

FMIPA - FISIKA

Transistor merupakan salah satu
komponen elektronika paling penting.
Terdapat dua jenis transistor berdasarkan
jenis muatan penghantar listriknya, yaitu
bipolar dan unipolar. Dalam hal ini akan kita
pelajari transistor bipolar. Transistor bipolar
terdiri atas dua jenis, bergantung susunan
bahan yang digunakan, yaitu jenis NPN dan
PNP.
Karakteristik dari transistor biasanya
disebut juga karakteristik statik, yang
digambarkan dalam suatu kurva yang
menghubungkan antara selisih arus DC dan
tegangan pada transistor. Kurva karakteristik
statik tersebut sangat membantu dalam
mempelajari operasi dari suatu transistor
ketika diterapkan dalam suatu rangkaian.
Oleh karena itu, percobaan ini dilakukan
untuk memahami cara konsep hubungan
antara arus basis, emitor, dan kolektor, aliran
arus listrik pada transistor PNP dan NPN dan
prinsip kerja transistor PNP dan NPN.
Dasar Teori

KELOMPOK 5-A

Walter Brattain. yaitu jenis NPN dan PNP. komponen yang mengubah wajah dunia.2 Simbol Transistor BJT PNP Terdapat suatu hubungan matematis I antara besarnya arus kolektor ( C ). juga mengawali era elektronika digital. 7 Desember 2016 Transistor merupakan salah satu komponen elektronika paling penting.FISIKA Gambar 2. Di pertengahan 1940-an sekelompok ilmuwan yang bekerja di Bell Telephone Labs di Murray Hill. Karakteristik IC ‐ VBE b. dengan hubungan matematis sebagai berikut: I β= C (2. yaitu: a. alpha ( α ) = penguatan arus untuk common basis. memungkinkan ukuran peralatan elektronika makin kecil dan kompak dan konsumsi daya rendah. Transistor bipolar terdiri atas dua jenis. dan William KELOMPOK 5-A . Tabung hampa menjadi satu-satunya teknologi saat itu untuk menguatkan sinyal atau sebagai saklar dalam elektronika. merintis penemuan divais untuk menggantikan teknologi tabung hampa (vacuum tube) saat itu. 2009).3) β= α 1−α (2. New Jersey.2) α= β β+1 (2. arus Basis ( IB ). panas. Para ilmuwan tersebut (yang berhasil menemukan transistor pada 1947) ialah John Bardeen.3 Rangkaian Transistor BJT dari karakteristik tersebut terdapat dua buah kurva karakteristik yang dapat diukur dari rangkaian diatas. seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini: Gambar 2. Simbol hubungan antara arus dan tegangan dalam transistor ditujukkan oleh gambar berikut ini: α= ( IC ) IE (2. sehingga perlu perawatan ekstra (Pelawi. mengkonsumsi banyak daya listrik. Transistor. Karakterinstik IC ‐ VCE (Sianipar.4) sehingga Karakteristik sebuah transistor biasanya diperoleh dengan pengukuran arus dan konfigurasi common emitor (kaki emitor terhubung dengan ground).1) IB dan FMIPA . yaitu beta ( β ) = penguatan arus DC untuk common emitor. Masalahnya ialah tabung hampa sangat mahal. bergantung susunan bahan yang digunakan. dan tak-relieable.Praktikum ED I-7 Samarinda. dan arus emitor ( IE ).1 Simbol Transistor BJT NPN Gambar 2. 2012).

pengumpul (kolektor) dan pemancar (emitor).8 V.2 0. power supply.2 Re(Ω) 10 ×104 ± 0. Rangkaian ini berfungsi sebagai penguat sinyal. Ketiga sambungan tersebut memiliki nama kolektor.2 ± 0. Metodologi Percobaan Alat dan bahan Dalam Praktikum Transistor Bipolar ini digunakan alat dan bahan seperti avometer. FMIPA .8 ± 0. Dan dicatat besar tegangan transistor tersebut. Sifat input yang merupakan sambungan antara basis dan emitor terdapat satu sambungan PN. Transistor berasal dari bahasa transfer yang artinya pemindahan dan resistor yang berarti pengambat (Pelawi. Rc dan Re). Transistor adalah sebagai piranti komponen elektronika yang terbuat dari bahan semikonduktor dan mempunyai tiga elektroda yaitu dasar (basis). III. 2012). Langkah Kerja Common Emitor Disusun rangkaian kapasitor seperti pada gambar 3. 2003). kabel penghubung.2 1.D. Maka jelas.2 Rangkaian Common Collector Hasil dan Pembahasan Tabel Pengamatan Tabel 1 Common Emitor Vcc (V) Vc (V) 3. sebuah Transistor BD139. dan diukur Vc menggunakan avometer. Gambar 3.8 V.2 ± 0. R2. 7 Desember 2016 Shockley. sifat pada sambungan ini sama dengan sifat dioda. dan diukur Vc menggunakan avometer. Volt/div: 2V KELOMPOK 5-A . dan 4 buah resistor (R1.05 Analisis Grafik Grafik 1 Common Emitor Time/div: 2 s.8 ± 0.05 Tabel 2 Common Collector Vcc (V) Vc (V) 3. Bardeen (Ph.2 dengan menggunakan resistor dan transistor. Project board. Biasanya dalam rangkaian transistor dipakai sambungan PN dalam keadaan dibias maju sehingga antara arus dan voltase basis-emitor terdapat hubungan seperti pada dioda (Blocher.1 Rangkaian Common Emitor Common Colector Disusun rangkaian kapasitor seperti pada gambar 3. Kemudian diatur tegangan DC power supply 3. dan osiloskop.Praktikum ED I-7 Samarinda. dalam matematika dan fisika dari Princeton University) merupakan spesialis dalam sifat menghantarkan elektron dari semikonduktor (Pelawi.1 dengan menggunakan resistor dan transistor. basis dan emitor. Kemudian diatur tegangan DC power supply 3. Dan dicatat besar tegangan transistor tersebut. 2012).2 Rc(Ω) 22× 104 ± 0. penyambung (switching) dan stabilisasi tegangan. Suatu transistor adalah satu komponen elektronika yang memiliki tiga sambungan.FISIKA Gambar 3.

Praktikum ED I-7 Samarinda.6 ∆ Vcc=3.6 V Dengan KTP ∆ Vcc= FMIPA .02 ) 2 2 ¿ 0.02 ) + ( 3.FISIKA 1 ×0.076 × 100 = ×100 =2.2 ×0. 7 Desember 2016 ∆ Vc= 1 ×0.2=0. yakni tabung KELOMPOK 5-A .8−0.079 V Common Colecctor Grafik 2 Common Collector Time/div: 2 s.02 ) 2 2 ¿ 0. Keuntungan komponen transistor ini dibanding dengan pendahulunya.02 ) + ( 3. Brattain dan John Bardeen pada akhir Desember 1947 di Bell Telephone Laboratories berhasil menciptakan suatu komponen yang mempunyai sifat menguatkan yaitu yang disebut dengan Transistor.02 V 10 Pembahasan Walter H.2=0.8 ×0.8−1.038 ∆ Vcc 2.079 ±2.2=2.8 ×0.111 ∆ Vcc 3.076 V KTP Mutlak Common Emitor Vcc ± ∆ Vcc=( 0.2 ×0.02V 10 Common Emittor Vcc=√ (−Vc × ∆ Vcc ) + ( Vcc × ∆ Vc ) 2 2 Vcc=√ (−1.6 ∆ Vcc=3. Volt/div: 5V Vcc=√ (−Vc × ∆ Vcc ) + ( Vcc × ∆ Vc ) 2 2 Vcc=√ (−0.076 ±3.2=3.6 ) V Common Collector Vcc ± ∆ Vcc=( 0.6 ) V Analisis Data Tanpa KTP Common Emitor ∆ Vcc=Vcc−Vc KTP Relatif Common Emitor Vcc 0.6 V Common Collector ∆ Vcc=Vcc−Vc Common Collector Vcc 0.079 × 100 = ×100 =3.

Dari data tersebut dapat diketahui bahwa tegangan pada common emitor lebih besar daripada tegangan pada common collector. papan project board sebagai tempat rangkaian. Richard. Bahkan dengan teknologi sekarang ini ratusan ribu transistor dapat dibuat dalam satu keping silikon.6 V. yang terbuat dari bahan semikonduktor. Kabel penghubung untuk menghubungkan rangkaian dengan power supply. Karakteristik BJT. 2012. Power FMIPA . Dasar Elektronika.adalah ukuran fisiknya yang sangat kecil dan ringan. (diakses pada tanggal 8 Desember 2016 pukul 19. Sedangkan untuk common collector didapatkan Vc yaitu 0.com/uploaddocument? archive_doc=113748960&escape=f alse&metadata={%22context %22%3A %22archive_view_restricted %22%2C%22page%22%3A %22read%22%2C%22action %22%3A%22toolbar_download %22%2C%22logged_in %22%3Atrue%2C%22platform %22%3A%22web%22}) Sianipar. Transistor Bipolar (diakses pada tanggal 8 Desember 2016 pukul 19.2 V dan Vcc sebesar 3. Yogyakarta: Andi Pelawi. Transistor berasal dari bahasa transfer yang artinya pemindahan dan resistor yang berarti pengambat. yaitu transistor dwikutub (bipolar) dan transistor efek medan (Field Effect Transistor-FET).scribd. Daftar Pustaka Blocher.2 V dan Vcc sebesar 2.45 WITA pada web https://www. Disamping itu komponen semikonduktor ini membutuhkan sumber daya yang kecil serta efesiensi yang tinggi. Halimatus Sakdiah.6 V. serta osiloskop untuk memproyeksikan sinyal gelombang dalam bentuk gambar.com/doc/55947 398/KARAKTERISTIK-BJT) KELOMPOK 5-A .6 V.FISIKA supply sebagai sumber tegangan.scribd. 7 Desember 2016 hampa.2 V dan Vcc sebesar 2. Fungsi alat yang digunakan dalam praktikum ini yaitu avometer sebagai alat ukur tegangan dan arus listrik. Ada dua macam transistor. Pada percobaan ini dilakukan dengan menggunakan resistor dengan besar hambatan 22× 104 Ω ±5 resistor dengan 4 10 ×10 Ω± 5 sebagai Rc dan besar hambatan sebagai Re serta sebuah transistor BD139.2 V dan Vcc sebesar 3. Kesimpulan Dari percobaan didapatkan besar Vc untuk rangkaian common emitor yaitu 1. Dari data tersebut dapat diketahui bahwa tegangan pada common emitor lebih besar daripada tegangan pada common collector. 2009.6 V. Transistor adalah suatu komponen aktifV. Nicholas Melky S. Sedangkan untuk common collector didapatkan Vc yaitu 0.Praktikum ED I-7 Samarinda. Dan resistor sebagai hambatan.45 WITA pada web https://www. Dari percobaan didapatkan besar Vc untuk rangkaian common emitor yaitu 1. Faktor kesalahan yang terjadi yaitu pada pembacaan skala avometer untuk nilai tegangan serta nilai dari resistor. Jadi pengertian transistor dapat di kategorikan sebagai pemindahan atau peralihan bahan setengah penghantar menjadi penghantar pada suhu tertentu. 2003.