You are on page 1of 13

TUGAS ELEKTRONIKA TELEKOMUNIKASI 2

Nama: Ade Zaskiatun Nabila
NIM : 1315030001
Kelas : Telkom 3A

TEKNIK ELEKTRO
POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
2016

karena hanya menambahkan fungsi rangkaian tangki selain IC 555 itu sendiri. IC pembangkit gelombang 555 merupkan chip yang didesain khusus untuk keperluan pembangkit pulsa pada multivibrator dan timer. Rangkaian Astable Multivibrator IC 555 . Rangkaian dasar multivibrator astabil yang dibangun menggunakan IC 555 dapat dilihat pada gambar rangkaian berikut. Tank circuit yang digunakan untuk membuat multivibrator astabil dengan IC 555 cukup menggunakan reistor (R) dan kapasitor (C).Astable Multivibrator IC 555 Astable multivibrator yang dibangun menggunakan IC pembangkit gelombang 555 cukup sederhana.

Output (pin 3) akan berubah ke harga +VCC dan terjadi proses pengosongan melalui (pin7). Antara triger (pin 2) dan pin 6 masih terhubung bersama. Kemudian untuk merangkai tank circuit tersebut resistor RA dihubungkan antara +VCC dan terminal discharger (pin 7). Kapasitor dihubungkan antara pin treshold dan ground. kapasitor akan terisi melalui RA dan RB . Komparator 2 menyebabkan tegangan positif pada input set dari flip-flop dan memberikan output negatif. Frekuensi kerja astabil multivibrator dengan IC 555 diatas dapat dirumuskan secara matematis sebagai berikut : . Kemudian C mulai terisi lagi ke harga VCC melalui RA dan RB. ini akan memberikan energi ke komparator 2. Ketika tegangan pada pin 6 ada naik di atas dua pertigaVCC. Frekuensi output astable multivibrator dinyatakan sebagai f = 1/T . Triger (pin 2) dan input treshold (pin 6) dihubungkan menjadi satu. Q1 mengosongkan muatan C lewat RB ke ground. Resistor RB dihubungkan antara pin 7 dengan terminal treshod (pin 6). Kapasitor C akan terisi dengan harga berkisar antara sepertiga dan dua pertiga VCC. Waktu pengisian ditunjukkan oleh jarak t1 dan t3. Pada saat sumber tegangan pertama kali diberikan. maka terjadi perubahan kondisi pada komparator 1. sebuah kapasitor. Keluaran (pin 3) berubah low dan basis Q1 mendapat bias maju. Waktu pengosongan diberikan oleh t2 dan t4. Bentuk Output Astabil Multivibrator IC 555 Ketika tegangan pada kapasitor C turun sampai di bawah sepertigaVCC.Pada rangkaian tank cirucit multivibrator astabil dengan IC 555 diperlukan dua resistor. Ini menunjukkan sebagai total waktu yang diperlukan untuk pengisian dan pengosongan kapasitor C. Ini akan me-reset flip-flop dan outputnya akan berubah ke positif.

.Nilai resistansi RA dan RB sangat penting untuk pengoperasian astable multivibrator. rangkaian tidak akan berosilasi. Harga ini menghalangi sinyal triger turun dari harga dua pertiga VCC ke sepertigaVCC. Ini berarti IC tidak mampu untuk memicu kembali secara mandiri atau tidak siap untuk operasi berikutnya. Jika RB lebih dari setengah harga RA.

.

Ini berarti di dalam karakteristik dioda terdapat ketidaklinieran orde dua yang mana hal ini sangat dibutuhkan untuk menghasilkan komponen frekuensi jumlah dan selisih. Sifatnya yang hanya mengalirkan arus ke satu arah membuat dioda dapat dilihat sebagai sebuah switch yang akan ON pada saat tegangan input lebih tinggi dari outputnya. Dengan demikian tegangan yang semula sinusoidal tersebut. Gambar 1. dan akan OFF bila sebaliknya. Kurva arus terhadap tegangan pada dioda tidaklah berupa garis lurus. Bila dua buah sinyal dimasukkan ke dalam dioda maka bisa dipastikan kedua sinyal akan “dirusak” sehingga akan menghasilkan produk harmonik dan produk intermodulasi antar kedua sinyal.19. Ketika tegangan sinusoidal dialirkan ke dioda maka hanya pada saat siklus positif saja tegangan akan dilewatkan sedangkan pada saat siklus negatif tidak. melainkan melengkung. . Contoh rangkaian mixer berbasis dioda diperlihatkan pada gambar 1. dimana mixer merupakan alat vital dalam proses pergeseran frekuensi. Pada lengkungan tertentu. ketidak linieran itu bisa bersifat kuadratis (orde dua).Prinsip Kerja Mixer Salah satu komponen dasar dari rangkaian mixer adalah dioda.3: a) Rangkaian balance modulator sebagai mixer pasif b) Sebuah model rangkaian mixer aktif. Dalam matematika. setelah melalui dioda. garis yang melengkung berarti tidak linier.3a. Menurut teorema Deret Fourier. Sifat non-linier dioda juga bisa dilihat dari kurva karakteristiknya.19. Oleh karena itu sifat dioda yang “merusak” sinyal hingga menghasilkan produk-produk harmonik dan intermodulasi ini dikatakan bersifat non-linier. sinyal periodik yang “rusak” ini (maksudnya bukan sinusoidal murni) merupakan jumlah dari sinyal-sinyal harmonik yang tak berhingga jumlahnya. Ini berarti tegangan sinusoidal tersebut telah “dirusak” oleh dioda. dimana sifat non linier ini justru sangat dibutuhkan dalam rangkaian mixer. akan menjadi tegangan searah dan berbentuk setengah gelombang yang terputus-putus. Sifat non-linier seperti inilah yang membuat dioda sangat ideal untuk dijadikan sebagai komponen utama dalam rangkaian mixer.

Skema rangkaian penguat mic 3 chanel yang .Aplikasi Rangkaian IC LM348 Skema rangkaian mixer ini mempunyai 3 chanel input microphone & di buat dengan IC LM348. Skema ini tdk dilengkapi dngn pengatur suara lantaran pemakaian mixer yg ditujukan untuk kepentingan tata audio yg praktis & bisa mencakup 3 pembicara maupun pemakai sekaligus. Skema rangkaian mixer 3 chanel di buat untuk mixing sinyal suara dari microphone di audio amplifier microphone standart. Gambar skema rangkaian & daftar komponen untuk membuat rangkain mixer 3 chanel tersebut bisa dilihat pada gambar dibawah ini. Skema rangkaian mixer 3 chanel yang ditunjukan pada gambar di atas memakai penguat mic maupun pre amp mic dngn IC LM348 yang disebut sebagai penguat tegangan/voltage non-inverting. Skema rangkaian mixer 3 chanel tersebut bisa disupply dngn sumber tegangan/voltage simetris ± 12 volt DC. Skema rangkaian Mixer 3 Chanel IC LM348 Rangkian mixer 3 chanel tersebut di buat dngn 4 buah operasional audio amplifier (Op-Amp) dlm 1 chip IC LM348.

ditunjukan pada gambar di atas bisa dipakai untuk menguatkan & mencampurkan sinyal dari microphone jenis moving coil (dinamic microphone). Power audio amplifier untuk skema rangkaian mixer 3 chanel tersebut baiknya memakai power audio amplifier dngn tegangan/voltage simetris ± 12 volt Dc supaya system power supply untuk skema rangkaian mixer & power audio amplifier bisa jadi 1. Skema rangkaian mixer 3 chanel yang ditunjukan pada gambar di atas membutuhkan power audio amplifier supaya sinyal dari microphone bisa dipakai untuk menggerakan pengeras audio (loud speaker). . System pengatur level maupun volume microphone di skema rangkaian mixer 3 chanel dngn IC LM348 yang ditunjukan pada gambar di atas terdapat di masing-masing pre amp mic atau penguat mic. hal tersebut ditujukan supaya sinyal dari microphone 1 & yg yang lain tdk samasama terpengaruh.

Nilai kapasitansi varaktor dalam PLL ditentukan oleh tegangan error yang dihasilkan detektor fasa yang besarnya berkisar antara 0 – 5 volt. mengingat detektor fasa umumnya dibangun dari TTL (Transitor Transistor Logic) yang beroperasi pada tegangan 5 volt. Lebar frekuensi VCO ditentukan oleh karakteristik varaktor yang digunakan. . dan N bisa bernilai 1 hingga tak berhingga.15 volt) dibutuhkan sebuah DC Amplifier sehingga akan diperoleh frekuensi kerja VCO yang lebih lebar. Satuan terkecil ini sering disebut step. Berhubung osilator kristal sangat stabil maka frekuensi VCO dengan sendirinya akan ikut stabil. Dengan cara ini maka frekuensi VCO akan “terkunci” (locked) dan selalu sama dengan frekuensi osilator kristal. frekuensi output VCO (fo) juga dibagi dengan bilangan pembagi = N. Dengan demikian mudah di dihitung Bila fr = 100 kHz maka fo = N. dst. dimana N adalah bilangan bulat dan fr adalah satuan terkecil dari perubahan fo. Berdasarkan persamaan ini maka fo akan mudah dibuat variabel dengan mengubah besarnya bilangan N. bukan pecahan. fr. sebelum dibandingkan dengan frekuensi referensi (fr). Variasi tegangan error inil akan menentukan lebar frekuensi kerja VCO. 1 kHz. 10 kHz Bila fr = 1 kHz maka fo = N . Tegangan error berupa deretan pulsa-pulsa ini kemudian dilewatkan ke rangkaian Low Pass Filter sehingga menjadi tegangan DC yang benar-benar rata. Selanjutnya perubahan tegangan DC yang sudah rata ini diberikan pada varaktor sehingga frekuensi VCO kembali seperti semula. 100 kHz. karena tidak ada VCO yang mampu bekerja pada frekuensi nol hingga tak berhingga. Dalam gambar (d) frekuensi referensi (fr) berasal dari osilator kristal yang telah dibagi (oleh rangkaian pembagi frekuensi) dengan bilangan pembagi = R. Bila fr = 10 kHz maka fo = N . Perubahan beda fasa ini kemudian oleh detektor fasa dikonversi menjadi perubahan tegangan error.Prinsip Kerja PLL Dua buah sinyal dikatakan memiliki frekuensi yang sama bila beda fasa antara keduanya selalu tetap. Sementara itu. Pada saat sistem PLL ini dalam keadaan terkunci (locked) maka fr = fo / Natau dengan kata lain : fo = N . N adalah bilangan bulat.5 volt sering dirasa kurang. Inilah prinsip kerja PLL (gambar c). Untuk mendapatkan variasi tegangan yang lebih lebar (misalnya 0 . Bila misalnya frekuensi VCO berubah maka beda fasa antara osilator kristal dan VCO akan berubah. Dalam praktek umumnya N ditentukan oleh lebar frekuensi kerja VCO. Terkadang variasi tegangan 0 .

Karakteristik dari sistem lup tertutup . dan berbagai tuning 10:01 dapat diperoleh dengan kapasitor yang sama. dan detektor fasa ganda seimbang dengan penekanan pembawa baik. menangkap dan menarik dalam jangkauan . Frekuensi VCO diatur dengan resistor eksternal dan kapasitor. kecepatan respon. loop mungkin rusak antara VCO dan detektor fase untuk pemasangan pembagi frekuensi digital untuk mendapatkan perkalian frekuensi.dapat disesuaikan melalui berbagai dengan resistor dan kapasitor eksternal. LM565 adalah tujuan umum Fase-Locked Loop IC berisi.bandwidth. osilator stabil yang sangat linear terkontrol tegangan (VCO) untuk demodulasi FM distorsi rendah.Kesimpulan penting yang bisa diambil dari sini adalah bahwa frekuensi output PLL sangat stabil (se-stabil frekuensi kristal) tapi sekaligus dapat diubah-ubah dengan amat mudah. . cukup dengan mengubah besarnya bilangan pembagi (N).

Phase Locked Loop IC 4046 EF 4046B adalah sebuah ic phase locked loop yang terdiri atas dua buah komparator fase (phase comparator). . Sebuah rangkaian filter pelewat rendah (low pass filter) perlu ditambahkan diluar rangkaian untuk memfilter tegangan keluaran dari komparator fase yang digunakan sebagai tegangan masukan VCO. perancangan PLL akan dijelaskan pada masing-masing bagiannya. masukan tegangan dc mengatur frekuensi keluarannya. Dengan pengukuran frekuensi free running maka akan dapat diperoleh gain VCO sebagai berikut. Input inhibit (“low”) meng-enable VCO dan source follower. VCO akan berosilasi dalam mode “free running” yang frekuensinya ditentukan oleh elemen-elemen rangkaian. sebuah VCO linear. Jika tidak diberi sinyal masukan. VCO (Voltage Controlled Oscilator) VCO membutuhkan sebuah kapasitor eksternal dan sebuah atau dua buah resistor. sebaliknya jika “high” akan mengakibatkan keduanya tidak bekerja untuk meminimalisasi konsumsi daya. Secara lebih detail. dimana R1 dan C1 menentukan rentang frekuensi serta R2 memungkinkan frekuensi offset jika diperlukan. Output VCO (pin 4) dapat secara langsung atau melalui pembagi frekuensi dihubungkan dengan input komparator (pin 3). Cara kerja VCO adalah sebagai berikut. Berikut rangkaian internal HEF 4046 Dalam perancangan PLL yang perlu diperhatikan adalah frekuensi kerja PLL yang dipengaruhi oleh rancangan VCO dan filter pelewat rendahnya. dan sebuah source follower.

Komparator 1 berupa gerbang EXOR. komparator fase akan mendeteksi perbedaan fase dan menghasilkan tegangan tertentu yang nilainya tergantung pada perbedaan fase yang terdeteksi. LPF yang digunakan pada rangkaian ini menggunakan RC filter. HEF 4046B memiliki dua buah komparator fase dengan dua buah pin sinyal masukan yang sama. yaitu pin 3 dan pin 14 (lihat gambar 1). duty cycle sinyal masukannya tidaklah penting. Jika digunakan komparator ini.Kv = ∆fo/∆V …………………(2) di mana ∆fo dalam rad/sekon ∆V dalam volt Komponen R1 dan C1 dipilih sesuai dengan frekuensi free running yang diinginkan. Berbeda dengan komparator 1. sinyal masukan pada masing-masing komparator fase berupa sinyal keluaran VCO dan sinyal masukan dari luar yang merupakan sinyal masukan dari rangkaian pengali frekuensi. Nilai-nilai R dan C rangkaian LPF secara tidak langsung akan memengaruhi capture range dari rangkaian PLL. frekuensi Free running akan menentukan capture range dan lock range dari PLL yaitu rentang frekuensi yang dapat diikuti oleh frekuensi masukannya. Oleh karena itu.  Filter Pelewat Rendah (LPF) LPF berfungsi untuk melewatkan frekuensi rendah sehingga akan didapat tegangan dc yang akan digunakan sebagai masukan VCO. Dengan kata lain. Tegangan keluaran rata-rata dari komparator1 sebesar 1/2Vdd saat tidak diberi sinyal masukan. maka sinyal masukan harus memiliki duty cycle 50% untuk mendapatkan lock range yang maksimal. komparator 2 bekerja mendeteksi positive edge going kedua sinyal masukannya. Pada IC PLL ini. Kedua komparator fase dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan. Jika digunakan komparator1 maka rangkaian pelewat rendah (LPF) dihubungkan dengan pin 2 dan jika digunakan komparator dua LPF dihubungkan dengan pin 13.  Komparator fase Komparator fase akan menghasilkan tegangan tertentu disebabkan adanya perbedan fase antara kedua sinyal masukannya. .