You are on page 1of 15

BAB I

PENDAHULUAN

1.1

LATAR BELAKANG
Secara fungsional, pendidikan pada dasarnya ditujukan untuk menyiapkan manusia

menghadapi masa depan agar hidup lebih sejahtera, baik sebagai individu maupun secara
kolektif sebagai warga masyarakat, bangsa maupun antar bangsa. Hal ini berarti pendidikan
nasional mempunyai tugas untuk menyiapkan sumber daya manusia yang baik, yang dapat
berguna dalam pembangunan dimasa depan.Derap langkah pembangunan sendiri selalu
diupayakan seirama dengan tuntutan zaman.

Tetapi, perkembangan zaman selalu

memunculkan tantangan-tantangan baru, yang sebagiannya tidak dapat diramalkan
sebelumnya. Sebagai konsekuensi logis, pendidikan selalu dihadapkan pada masalah-masalah
baru. Masalah-masalah tersebut kemudian berdampak kepada kualitas sumber daya manusia
dan pendidikan di Indonesia.
Kualitas pendidikan di Indonesia sendiri saat ini pantas dikatakan memperihatinkan. Ini
dibuktikan antara lain dengan data UNESCO (2000) tentang peringkat Indeks Pengembangan
Manusia (Human Development Index), yaitu komposisi dari peringkat pencapaian pendidikan,
kesehatan, dan penghasilan per-kepala yang menunjukkan, bahwa indeks pengembangan
manusia Indonesia makin menurun. Di antara 174 negara di dunia, Indonesia menempati
urutan ke-102 (1996), ke-99 (1997), ke-105 (1998), dan ke-109 (1999). Survei Badan
Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNDP), pada awal November 2011, yang merilis
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Indonesia berada di urutan ke-124 dari 187 negara yang
disurvei. IPM Indonesia hanya 0,617, jauh di bawah Malaysia di posisi 61 dunia dengan
angka 0,761.
Selain itu, terdapat pula Survei Political and Economic Risk Consultant (PERC),
mengenai kualitas pendidikan di Indonesia yang berada pada urutan ke-12 dari 12 negara di
Asia. Posisi Indonesia berada di bawah Vietnam. Data yang dilaporkan The World Economic
Forum Swedia (2000), Indonesia memiliki daya saing yang rendah, yaitu hanya menduduki
urutan ke-30 dari 57 negara yang disurvei di dunia pada tahun 1996, ke-15(1997), ke31(1998), ke-37(1999), dank ke-44(2000). Dan masih menurut survei dari lembaga yang sama
1

Menjelaskan solusi untuk mengatasi permasalahan pendidikan. 1. Apakah penyebab permasalahan pendidikan? 3. BAB II 2 . MANFAAT Agar mengetahui permasalahan-permasalahan pendidikan demi meningkatkan kualitas pendidikan.2 RUMUSAN MASALAH 1. Menjelaskan permasalahan pendidikan yang terjadi saat ini. Bagaimana solusi yang dapat dilakukan demi mengatasi permasalahan pendidikan saat ini ? 1. Menjelaskan penyebab permasalahan pendidikan. Apakah permasalahan pendidikan yang terjadi saat ini ? 2. 3. 2.yang mengatakan bahwa Indonesia hanya berpredikat sebagai follower bukan sebagai pemimpin teknologi dari 53 negara di dunia.4. 1.3 TUJUAN 1.

komunikasi. manusia telah memiliki potensi dasar yang bersifat universal. yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap tuhan yang maha esa dan berbudi pekerti luhur. agar tercapai tujuan dengan hasil yang maksimal. c. identitas. Dalam perjalanannya menuju tujuan pendidikan nasional sebagaimana yang tertuang dalam Undang-Undang Nomor 2 tahun 1989 tentang tujuan pendidikan nasional adalah “mencerdaskan kehidupan bangsa dan mengembangkan manusia Indonesia seutuhnya. d. dan mudah diperoleh j. Pendidikan adalah persoalan asasi bagi manusia. kesehatan jasmani dan rohani. masalahnya bersifat kompleks (rumit). Manusia sebagai makhluk yang dapat didik dan harus dididik akan tumbuh menjadi manusia dewasa dengan proses pendidikan yang dialaminya. Belum meluasnya kesempata kerja (pembuatan dan pemanfaatan teknologi. i. Semenjak kelahirannya. h. Sementara itu. dan kebanggaan nasional Belum tumbuhnya masyarakat yang gemar belajar Belum tersebarnya paket pendidikan yang dapat mengikat. mudah dicerna. software dan hardware) Setiap Masalah pendidikan berkaitan erat dengan segi kehidupan yang lain.” Masalah-masalah pendidikan (umum) yang perlu dipecahkan adalah : a. Masalah pemerataan 3 .1 PERMASALAH PENDIDIKAN Masalah adalah sesuatu yang harus diselesaikan (dipecahkan). Seberapa besar keterkaitan suatu masalah pendidikan dengan masalah-masalah social lain dalam masyarakatnya.PEMBAHASAN 2. sesuai dengan kehidupan masyarakatnya. f. : a. g. Kurang meratanya pelayanan pendidikan Kurang serasinya kegiatan belajar dengan tujuan pembelajaran Belum efisien dan ekonomisnya pendidikan Belum efektif dan efisiennya sistem penyajian Kurang lancar dan sempurnanya sistem informasi kebijakan Kurang dihargainya unsur kebudayaan nasional Belum kokohnya kesadaran. secara sederhana masalah pendidikan dapat dikelompokan kedalam beberapa jenis.dengan kata lain masalah merupakan kesenjangan antara kenyataan dengan suatu yang diharapkan dengan baik. e. b. memiliki pengetahuan dan keterampilan. kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab dan kemasyarakatan dan kebangsaan.

Pelaksanaan pendidikan yang merata adalah pelaksanaan program pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya bagi seluruh warga negara Indonesia untuk dapat memperoleh pendidikan. status sosial. dan perbutan melakukan pemerataan. Masalah efektivitas dan relevansi d. Masalah efisiensi Pemecahan masalah-masalah pendidikan yag komplek itu dengan cara pendekatan pendidikan yang konvensional sudah dianggap tidak efektif. Kesempatan memperoleh pendidikan tersebut tidak dapat dibedakan menurut jenis kelamin. 2. Sedangkan kata pemerataan berarti proses.1.b. Masalah Pemerataan Pendidikan Pengertian Pemerataan Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). kata pemerataan berasal dari kata dasar rata. Karena itulah inovasi atau pembaruan pendidikan sebagai persepektif baru dalam dunia pendidikan mulai dirintis sebagai alternative untuk memecahkan masalah-masalah pendidikan yang belum dapat diatasi dengan cara konvensional secara tuntas. maupun letak lokasi geografis. dan 3) sama-sama memperoleh jumlah yang sama. Jadi dapat disimpulkan bahwa pemerataan pendidikan adalah suatu proses. cara. sehingga seluruh lapisan masyarakat dapat merasakan pelaksanaan pendidikan.1 a. Hal ini dimaksudkan agar setiap orang mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh pendidikan. 4 . 2) tersebar kesegala penjuru. Dalam propernas tahun 2000-2004 yang mengacu kepada GBHN 1999-2004 mengenai kebijakan pembangunan pendidikan pada poin pertama menyebutkan: “Mengupayakan perluasan dan pemeraatan memperoleh pendidikan yang bermutu tinggi bagi seluruh rakyat Indonesia menuju terciptanya Manusia Indonesia berkualitas tinggi dengan peninggakatan anggaran pendidikan secara berarti“. agama. Dan pada salah satu tujuan pelaksanaan pendidikan Indonesia adalah untuk pemerataan kesempatan mengikuti pendidikan bagi setiap warga negara. yang berarti: 1) meliputi seluruh bagian. Pemerataan dan perluasan pendidikan atau biasa disebut perluasan keempatan belajar merupakan salah satu sasaran dalam pelaksanaan pembangunan nasional. Masalah Mutu / kualitas c. cara dan perbuatan melakukan pemerataan terhadap pelaksanaan pendidikan.

Selain itu masalah pemerataan pendidikan juga terjadi karena kurang berdayanya suatu lembaga pendidikan untuk melakukan proses pendidikan. Hal ini menyebabkan terputusnya komunikasi antara pemerintah pusat dengan daerah. 5 . hal ini bisa saja terjadi jika kontrol pendidikan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah tidak menjangkau daearh-daerah terpencil. tidak dapat mengenyam pelaksanaan pendidikan sebagaimana yang diharapkan. Sebagaimana dijelaskan UU Nomor 20 tahun 2003 tentang sistem pendidikan Nasional (sisdiknas) bab 3 mengenai penyelenggaraan pendidikan pasal 4 yang berbunyi sebagai berikut : a) Pendidikan diselenggarakan secara demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjungjung tinggi hak asasi manusia. Permasalahan Pemerataan dapat terjadi karena kurang tergorganisirnya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah. sehingga tidak ada oknum yang dapat mempermainkan program yang dijalankan ini. oleh karena itu setelah pelaksanaan pemerataan pendidikan terpenuhi maka yang marus dilakukan selanjutnya adalah meningkatkan mutu pendidikan. Permasalahan pemerataan pendidikan dapat ditanggulangi dengan menyediakan fasilitas dan sarana belajar bagi setiap lapisan masyarakat yang wajib mendapatkan pendidikan. Jadi hal ini akan mengakibatkan mayoritas penduduk Indonesia yang dalam usia sekolah. c) Pendidikan diselenggarakan sebagai proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik yang berlangsung seumur hidup. nilai keagamaan.Dari penjelasan tersebut dapat dilihat bahwa Pemerataan Pendidikan merupakan tujuan pokok yang akan diwujudkan. maka pelaksanaan pendidikan belum dapat dikatakan berhasil. b) Pendidikan diselenggarakan sebagai satu kesatuan yang sistematik dengan sistem terbuka multibermakna. Jika tujuan tersebut tidak dapat dipenuhi. Pemberian sarana dan prasrana pendidikan yang dilakukan pemerintah sebaiknya dikerjakan setransparan mungkin. b. Hal inilah yang menyebabkan masalah pemerataan pendidikan sebagai suatu masalah yang paling rumit untuk ditanggulangi. dan kemajemukan bangsa. bahkan hingga daerah terpencil sekalipun. nilai kultural. Tujuan pemerataan Pendidikan Adalah menyiapkan masyarakat untuk dapat berpartisipasi dalam pembangunan dan pengembangan bangsa.

Jadi pendidikan yang bermutu yaitu pelaksanaan pendidikan yang dapat menghasilkan tenaga profesional sesuai dengan kebutuhan negara dan bangsa pada saat ini. b. e) Proses pendidikan dikembangkan dengan budaya membaca. dengan menambah dana pendidikan.d) Pendidikan diselenggarakan dengan memberi keteladanan. Sedangkan relevan berarti bersangkut paut. mencari sestem pengajaran tepat guna. peningkatan mutu untuk setiap jenjang pendidikan melalui persekolahan juga dilaksanakan. proses. dengan menambah fasilitas. kurangnya fasilitas pendidikan dapat mempengaruhi merosotnya mutu pendidikan. serta sistem eveluasi yang sebaik mungkin dengan tujuan dapat meningkatkan mutu pendidikan secara bertahap. 2. serta mengembangkan kreatifitas peserta didik dalam proses pembelajaran. dan kemajemukan bangsa. dan berhitung bagi setiap masyarakat. membangun kemauan. menulis. 6 . Masalah Mutu Pendidikan Pengertian Mutu Pendidikan Mutu sama halnya dengan memiliki kualitas dan bobot. sarana dan prasarana. Oleh karena itu mutlak dilakukan atau dilaksanakan oleh lembaga pendidikan. Sejalan dengan proses pemerataan pendidikan. Kurangnya dana. dan berguna secara langsung. nilai kultural. kait mangait. Tujuan Mutu pendidikan Adalah untuk memberikan jaminan kualitas pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan. nilai keagamaan. guru. Peningkatan mutu ini diarahkan kepada peningkatan mutu masukan dan lulusan. kurangnya jumlah guru. Berdasarkan uraian diatas dapat dipahami pendidikan diindoesia dilaksanakan berdasarkan kebutuhan warga masyarakat dalam pemberdayaan terhadap warga negara dengan menjunjung tunggi nilai-nilai demokratis dan keadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi HAM.1. f) Pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan. Oleh sebab itu dalam mengatasi masalah ini pemerintah telah berusaha dengan sebaik mungkin untuk meningkatkan kemampuan guru melalui training-training. dan anggaran yang digunakan untuk menjalankan pendidikan.2 a.

maka ada satu masalah lain yang dianggap penting dalam pelaksanaan pendidikan. Banyaknya pengangguran di Indonesia lebih dikarenakan oleh kualitas pendidikan yang telah mereka peroleh.Mutu pendidikan erat kaitannya dengan lembaga pendidikan. Dari tujuan tersebut. Permasalahan efisiensi pendidikan dipandang dari segi internal pendidikan.3 a. Maksud efisiensi adalah apabila sasaran dalam bidang pendidikan dapat dicapai secara efisien atau berdaya guna. Jika rencana belajar yang telah dibuat oleh dosen dan guru tidak terlaksana dengan sempurna. pelaksanaan pendidikan Indonesia menuntut untuk menghasilkan peserta didik yang memeiliki kualitas SDM yang mantap. Tujuan dari pelaksanaan pendidikan adalah untuk mengembangkan kualitas SDM sedini mungkin. waktu. Pendidikan yang mereka peroleh tidak menjamin mereka untuk mendapat pekerjaan sesuai dengan jenjang pendidikan yang mereka jalani. Pelaksanaan proses pendidikan yang efisien adalah apabila pendayagunaan sumber daya seperti waktu. Penanggulangan masalah pendidikan ini dapat dilakukan dengan peningkatan kulitas tenaga pengajar. dimana pemanfaatan segala sumberdaya yang ada tidak menghasilkan lulusan yang diharapkan. tenaga dan biaya tepat sasaran. seperti uang. dengan lulusan dan produktifitas pendidikan yang optimal. Artinya pendidikan akan dapat memberikan hasil yang baik dengan tidak menghamburkan sumberdaya yang ada. bukan tidak mungkin akan meghasilkan 7 . Jika kualitas tenaga pengajar baik. Pendidikan yang efektif adalah pelaksanaan pendidikan dimana hasil yang dicapai sesuai dengan rencana / program yang telah ditetapkan sebelumnya.1. Melainkan akan menghasilkan lulusan yang tidak diharapkan. maka pelaksanaan pendidikan tersebut tidak efektif. 2. Masalah Efektivitas dan Efisiensi Pengertian Efektifitas dan Efisiensi Sesuai dengan pokok permasalahan pendidikan yang ada selain sasaran pemerataan pendidikan dan peningkatan mutu pendidikan. Keadaan ini akan menghasilkan masalah lain seperti pengangguran. yaitu sekolah yang merupakan lembaga pendidikan secara khusus yang mengembangkan SDM. Pada saat sekarng ini. Ketidakefektifan pelaksanaan pendidikan tidak akan mampu menghasilkan lulusan yang berkualitas. terpadu dan menyeluruh melalui berbagai upaya. terarah. tenaga dan sebagainya. yaitu efisiensi dan efektifitas pendidikan. pelaksanaan pendidikan di Indonesia jauh dari efisien.

etos kerja. Pelaksanaan pendidikan yang lebih terorganisir dengan baik juga dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi pendidikan. pemantauan penggunaan dana pendidikan dapat mendukung pelaksanaan pendidikan yang efektif dan efisien. 2. Ini artinya harus dicari sistem mendidik dan mengajar yang efisien dan efektif.4 a. Selain itu. dan cost effectiveness.lulusan atau produk pendidikan yang siap untuk mengahdapi dunia kerja. Dalam kondisi sekarang ini sangat dibutuhkan output pendidikan yang sesuai dengan tuntutan masyarakat terutama dalam hubungannya dengan persiapan kerja. yang sesuai dengan prinsip-prinsip dasar pendidikan. Hal tersebut lebih jelas dengan digulirkannya konsep Link and Match yang salah satu tujuannya adalah untuk mengatasi persoalan relevansi tersebut. Pendidikan diusahakan agar dapat memperoleh hasil yang baik dengan adanya biaya dan waktu yang sedikit. tidak adanya kesesuaian antara output (lulusan) pendidikan dengan tuntutan perkembangan ekonomi. antara lain : disiplin keahlian.1. Masalah relevansi ini pada prinsipnya cukup mendasar. Pelaksanaan kegiatan pendidikan seperti ini akan lebih bermanfaat dalam usaha penghematan waktu dan tenaga. Tujuan Relevensi 8 . b. Misalnya: Lembaga pendidikan tidak dapat mencetak lulusan yang siap pakai. Bedasarkan uraian diatas dapat dipahami bahwa efisiensi pendidikan merupakan salah satu faktor pendukung dalam membentuk lembaga pendidikan yang efektif serta sesuai dengan yang diharapkan. Tujuan Efisiensi Pendidikan Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan diindonesia erat kaitannya dengan profesional dalam management nasional pendidikan yang diterapkan. Kelebihan dana dalam pendidikan lebih mengakibatkan tindak kriminal korupsi dikalangan pejabat pendidikan. Permasalahan Relevansi Pengertian Relevansi Pendidikan Relevansi pendidikan merupakan kesesuaian antara pendidikan dengan perkembangan di masyarakat. b. Oleh karena itu proses pendidikan harus diusahakan agar memperoleh hasil yang maksimal denga waktu yang terbatas.

Adapun faktor-faktor yang dapat menimbulkan permasalahan pokok pendidikan tersebut adalah sebagai berikut.Upaya peningkatan relevasi dalam sstem pendidikan bertujuan agar hasil pendidikan sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pertambahan penduduk Laju eksplosi penduduk yang cukup pesat tentunya menuntut adanya perubahan. Pertambahan Penduduk 3. baik kebutuha kerja . a. kreatif dan aktif serta sesuai dengan wawasan dan keinginan masyarakat luas. b.  Faktor Pendukung Masalah Pendidikan Faktor yang menyebabkan terjadinya masalah itu. ekonomi. 1. Menurunnya Kualitas Pendidikan 5. sekaligus pertambahannya keinginan masyarakat untuk mendapatkan pendidikan yang secara komulatif menuntut dari segi sarana pendidikan yang memadai. dan kebudayaan bangsa indonesia. IPTEK Adanya perkembangan ilmu pengetahuan tidak bisa dipungkiri mengakibatkan kemajuan teknologi yang mempengaruhi keidupan sosial. dan melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi. Meningkatnya Animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik 4. Bagaimanapun berkembangnya ilmu pengetahuan modern menghendaki dasar-dasar pendidikan yang kokoh dan penguasaan kemampuan yang terus menerus. Diakui bahwa sistem pendidikan yang kita miliki dan dilaksanakan selama ini belum mampu mengikuti dan mengendalikan kemajuan-kemajuan tersebut sehingga dunia pendidikan belaum dapat menghaslkan tenaga-tenaga pembangunan yang produktif. 9 . politik. kehidupan dimasyarakat. Kurang adanya relevansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sudah membangun. dalam artian prosese pendidikan dapat memberikan dampak pemenuhan kebutuhan peserta didik. pendidikan. IPTEK 2.

Umumnya. e. Kemajuan IPTEK yang terjadi senantiasa mempengaruhi aspirasi masyarakat. ditambah belum mengikuti perkembangan ilmu dan teknologi. plus. bahkan unggulan. ruang dan fasilitas pendidikan sangat tidak seimbang.Kenyataan tersebut menyatakan daya tampung. dan sikap yang sesuai dengan tuntutan masa kini dan masa yang akan datang. c. kurang sesuainya materi pendidikan dengan kebutuhan masyarakat telah diatasi dengan menyusun kurikulum baru. 10 . yang salah satu penyebabnya adalah kemajuan IPTEK. Dengan kurikulm baru inilah peserta didik dbina kepribadiaannya melalui pengetahuan. keterampilan. Oleh karena itu perkembangannya diindonesia kita ketahui telah mengalami beberapa kali penggantian kurikulum. Menurunnya kualitas Pendidikan Kualitas pendidikan yang dirasakan dewasa ini semakin menurun. padahal bisatu sis kesempatan untuk itu sangat terbatas sehingga terjadilah kompetisi atau persaingan yang sangat ketat. Aspek keterampilan merupakan unsur kurikulum baru yang selalu mendapatkan perhatian khusus dan prioritas utama. terutama yang siap pakai dengan dibekali skill yang diperlukan dalam pembangunan. Berkenaan dengan ini pula sekarang bermunculuan sekolah-sekolah favorit. d. jelas akan berakibat fatal dan terus ketinggalan. menuntut adanya sejumlah perubahan. Hal ini dilaksanakan dalam upaya mengatasi masalah relevansi. Meningkatnya animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik Munculnya gerakan inovasi pendidikan yang erat kaitannya dengan adanya berbagai tantanga dan permasalahan yang dihadapi oleh dunia pendidikan dewasa ini. Kurang adanya Relevansi antara Pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sedang membangun Dalam era modern sekarang masyarakat menuntut adanya lembaga pendidikan yang benar-benar mampu untuk diharapkan. Hal inilah yang mneyebabkan sulitnya menentukan bagaiman relevansi pendidikan dengan dunia kerja sebagai akibat tidak seimbangnya antara output lembaga pendidikan dengan kesempatan yang tersedia. Pada umumnya mereka mendambakan pendidikan yang lebih baik. bila tidak demikian.

keterampilan. Solusi permasalahan relevansi pendidikan Cara meningkatkan relevansi (keserasian) pendidikan dengan pembangunan yaitu dapat ditempuh dengan : a) Menanamkan pengetahuan. IV. dapat ditempuh melalui : 11 .2. I. Jadi solusi permasalahan pendidikan adalah jalan keluar untuk menyelesaikan permasalahan pendidikan melalui faktor internal (masalah atau hambatan tercapainya tujuan utama dalam pelaksanaaan kegiatan pendidikan). sikap dan kesadaran lingkingan pada peserta didik II. pemecahan atau jalan keluar. dan sikap yang fungsional untuk kehidupan dimasyarakat kelak. dan eksternal (masalah atau hambatan dalam pelaksanaaan kegiatan pendidikan.Masalah.2 SOLUSI PERMASALAHAN PENDIDIKAN Solusi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah penyelesaian. Solusi permasalahan pelayanan pendidikan Cara memperluas pelayanan pendidikan (kuantitas). d) Usaha memberikan pengalaman pendidikan yang sesuai dengan kebutuhan dan aspirasi yang berkembang dan realistis. Solusi permasahan efiktifitas dan efisiensi pendidikan Cara meningkatkan efiktifitas dan efisiensi sestem penyajian. c) Menunjukan jalan untuk mengembangkan keterampilan hidup dimasyarakat. Solusi permasalahan pemerataan dan peningkatan kualitas Cara pemerataan dan peningkatan kualitas pendidikan dapat ditempuh melalui : a) Meningkatkan kemampuan pendidik lewat penataran-penataran b) Memperkaya pengalaman dan memperlancarkan proses belajar peserta didik c) Memantapkan nilai. keterampilan. yaitu melalui : a) Memberiakan ketetampilan bagi mereka yang tidak pernah sekolah b) Penyebaran pesan-pesan yang merangsag kegiatan belajar da partisipasi untuk ikut membangun c) Penyebaran informasi untukmenumbuhkan kesadaran lingkungan.masalah dalam pelaksanaan pendidikan). b) Menentukan kemampuan untuk memahami dan memecahkan permasalahan yang actual dalam masyarakat. III.

metode. b) Memberikan pengalaman yang bulat agar peserta didik mandiri dan memiliki sikap tanggung jawab.dan kebutuhan kearah perkembangan yang optimal. BAB III PENUTUP 3.1 KESIMPULAN 1. menarik dan mengesankan. Permasalahan pendidikan : a. kemampuan. Pemerataan pendidikan 12 .a) Memberikan kebebasan sesuai dengan minat. c) Megintegrasikan berbagai pengalaman dan kegiatan pendidikan d) Mengusahakan isi. dan bentuk pendidikan yang tepat guna. tepat saat.

d. alumni yang mengikuti study lanjutan. c.Merupakan persoalan yang terkait dengan pelaksanaan sistem pendidikan yang dapat menyediakan kesempatan yang seluas-luasnya kepada warga Negara untuk memperoleh pendidikan. alumni yang mendapatkan pekerjaan atau promosi. Mutu Pendidikan Merupakan keluaran atau hasil lembaga pendidikan. sehingga pendidikan menjadi wahana bagi pembangunnan sumber daya manusia yang menunjang pembangunan suatu bangsa. presentasi lulusan ujian. jumlah lulusan. mutu produk pada lembaga pendidikan meliputi hal-hal sepeti bahan ajar. Mutu pendidikan dapat dilihat dari dua bentuk pertama. Permasalahan Efisiensi Merupakan apabila hasil yang dicapai maksimal dengan biaya yang wajar karena biaya merupakan ukuran efisien dalam proses pendidikan teruta apabila dalam proses pendiikan dapat menghasilkan output pendidikan dengan biaya yang efisien. artinya apa yang dihasilkan lembaga pendidikan dapat dinikmati hasilnya oleh masyarakat atau tepat guna. Permasalahan Relevansi Merupakan kesesuain program pendidikan yang dilakukan oleh lembaga pendidikan dengan kebutuha masyarakat sebagai pengguna atau stickholders pendidikan. b. 13 .

2. .2 SARAN Perkembangan dunia di era globalisasi ini memang banyak menuntut perubahan kesistem pendidikan nasional yang lebih baik serta mampu bersaing secara sehat dalam segala bidang. 3. Salah satu cara yang harus dilakukan bangsa Indonesia agar tidak semakin ketinggalan dengan negara-negara lain adalah dengan meningkatkan kualitas pendidikannya terlebih dahulu. Solusi permasalahan pendidikan terbagi menjadi : a) b) c) d) solusi pemerataan dan peningkatan kualitas solusi pelayanan pendidikan solusi relevansi pendidikan solusi efiktifitas dan efisiensi pendidikan 3. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan berarti sumber daya manusia yang terlahir akan semakin baik mutunya dan akan mampu membawa bangsa ini bersaing secara sehat dalam segala bidang di dunia internasional. Faktor pendukung permasalahan pendidikan : a) b) c) d) e) IPTEK Pertambahan Penduduk Meningkatnya Animo masyarakat untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik Menurunnya Kualitas Pendidikan Kurang adanya relevansi antara pendidikan dan kebutuhan masyarakat yang sudah membangun.

Madyo-Kasihadi RB. Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta: Raja Grafindo Ekosusilo. 2012. Dasar-Dasar Pendidikan. Kadir. Jakarta: Kencana Prenada Media Group. Dasar-Dasar Ilmu Pendidikan. .com/ diakses pada tanggal 01 juli 2016 pukul 17:48. Effhar Publishing. 2012. http://isaninside. Abdul. 1988.DAFTAR PUSTAKA Hasbullah.wordpress. Semarang.