You are on page 1of 6

L

aboratorium

Sipi

l

Politeknik Negeri Padang

PENGUJIAN KADAR ORGANIK
AGREGAT HALUS
(AG – 02 )

A. JADWAL PELAKSANAAN
Hari/tanggal

: Selasa / 30 Desember 2014

Waktu

: 08.00 WIB – selesai

Tempat

: Laboratorium pengujian bahan Teknik Sipil
Politeknik Negeri Padang

B. TUJUAN
1. Tujuan umum
Agar Mahasiswa dapat menentukan kadar organik agregat halus untuk
campuran beton dan juga dapat menentukan dipakai atau tidaknya pasir
untuk adukan berdasarkan kadar organik didalam pasir.
2. Tujuan khusus
a.

Mahasiswa

dapat

mengetahui,

dan

memahami

prosedur

pelaksanaan dari pengujian kadar organik pada agregat halus
b. Mahasiswa dapat mengenal dan mempergunakan peralatan pengujian
dengan baik dan benar
c. Mahasiswa dapat menentukan, menghitung, dan menganalisa dari hasil
pengujian yang dilakukan.
d. Agar mahasiswa dapat menyimpulkan dan membandingkan hasil
pengujian yang didapat dengan standar yang dipakai.
C. REFERENSI
1.

ASTM C.40

2.

ASTM C.87

3.

Mulyono,Tri.2004.Teknologi Beton.Andi Yogyakarta.

4.

SNI - 03 - 2816 – 1992

5.

Yunaefi,dkk.1996.Petunjukkan
Pratikum
Bangunan I Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.Bandung

Kelompok 1

Bahan

(AG – 02 )
Halaman 1 dari 6

Bahan organik sebagai bahan penghancur makhluk hidup mengandung senyawa dan karbohidrat. DASAR TEORI Agregat halus adalah bagian dari campuran beton yang mempunyai sifat kohesif yang rendah sehingga pasir dapat berfungsi sebagai pengisi dalam campuran beton. Zat organik yang terdapat dalam agregat berasal dari hasil penghancuran zatzat tumbuhan terutama asam tenin dan derivatnya yang terbentuk dalam rumus dan Lumpur organic. menunjukkan bahwa banyak terdapat kandungan organic dalam agregat uji. senyawa asam yang dapat mempengaruhi sifat pengerasan semen dengan campuran beton lainnya. Mengurangi kekuatan serta berat isi beton b. Dengan adanya kadar organic. Menghalangi pengikatan awal semen Untuk mengetahui kadar organic dalam agregat halus dapat dilakukan dengan cara : a.L aboratorium Sipi l Politeknik Negeri Padang D. Kalori matrik Pada pengujian ini organic dinetralisir dengan soda api 3 % dan warna cairan yang terjadi dibandingkan dengan standar dengan warna yang lebih tua. b. Menggunakan cairan pembanding sementara Proses pembuatan cairan ini yaitu :  Buat larutan asam termina dalam 10 % alcohol  Campurkan larutan NaOH 3 % Kelompok 1 (AG – 02 ) Halaman 2 dari 6 . Kadar organic dalam agregat adalah besar sekali pengaruhnya pada proses pengikatan pasta beton juga dalam pengerasannya. Menyebabkan terkelupasnya serta lunturnya warna beton c. maka akan : a. Mengurangi kekuatan terhadap serangan karat d.

03 . 2. Beton telah keras Akibat asam yang tinggi dalam beton maka memberikan reaksi karat pada tulangan beton yang akan menimbulkan 4 fase yaitu : a. Kelompok 1 (AG – 02 ) Halaman 3 dari 6 . Beton masih segar Organik yang bersifat asam akan menggabung dengan gips. Menggunakan cairan pembanding permanen Untuk membuat cairan pembanding permanen : Masukkan campuran 9 gr FeCl3 6H2O + 1 gr CaCl2 6H2O + 100 ml air yang telah mengandung HCl 1/3 ml Pengaruh kadar organik dalam beton antara lain : 1.L aboratorium Sipi l Politeknik Negeri Padang  Masukkan ke dalam botol yang sama. Mempertinggi penyusutan serta menimbulkan retak-retak 4. maka agregat halus tidak mengandung zat organik. kemudian dikocok beberapa menit dan diamkan ± 24 jam c. akibatnya kandungan asam tinggi. Bila warna cairan dalam botol dari hasil pengujian lebih gelap dari warna cairan zat pembanding.2816 – 1992 adalah sebagai berikut : 1. Bila warna cairan dalam botol darihasil pengujian lebih terang dari warna cairan zat pembanding. Mempengaruhi kualitas material pasir Kadar organik menurut standart SNI . sehingga efeknya dalam campuran beton menghambat pengerasan semen. Menimbulkan karat b. Pembengkokan beton c. maka agregat halus mengandung zat organik yang tinggi 2. Putus tulangan dapat mengakibatkan putus tulangan d. Terjadikorosi tulangan 3.

Persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan 2. PROSEDUR PELAKSANAAN 1. Catatan :  Air yang digunakan adalah air bersih yang terdapat dilaboratorium pengujian bahan Teknik Sipil  Pasir yang digunakan adalah pasir yang berasal dari Batang Kuranji  Cairan pembanding permanen. tambahkan larutan NaOH 3% yang telah dicampur air sampai 200 ml 4. Bahan  Air  Pasir  Larutan NaOH 3%. Masukan agregat halus yang diuji kedalam botol sampai 50 ml 3.L aboratorium Sipi l Politeknik Negeri Padang E. masukan campuran 9 gr (fecl36H2O) dengan 1 gr cobalt chlorida (COCl26H2O) kedalam 100 ml air yang telah mengandung 1/3 ml HCl b. tutup botol dengan rapat 5. kocok botol selama ±15 menit 6. F. Peralatan  Botol regen 500 ml  Gelas ukur 200 ml 2. diamkan benda uji selama ±24 jam Kelompok 1 (AG – 02 ) Halaman 4 dari 6 . PERALATAN DAN BAHAN 1. caranya : a. simpan larutan ini didalam botol tertutup rapat dan mempunyai warna yang permanen.

amati warna cairan diatas permukaan agregat halus didalam botol itu dan bandingkan warnanya dengan larutan pembanding. DATA PEMERIKSAAN DAN HITUNGAN Berdasarkan dari hasil pengujian kadar organik agregat halus untuk sampel kelompok 1 maka diperoleh data sebagai berikut : No 1 Pengujian I Perbandingan dengan larutan pembanding Warna cairan benda uji lebih terang dari zat pembanding Dari pengujian kadar organik agregat halus untuk empat sampel diperoleh data sebagai berikut : No 1 Sampel I Hasil Warna cairan benda uji lebih terang dari zat pembanding 2 II Warna cairan benda uji lebih terang dari zat pembanding 3 III Warna cairan benda uji lebih terang dari zat pembanding Warna dominan Warna cairan benda uji lebih terang dari zat pembanding/larutan pembanding H. PEMBAHASAN DAN KESIMPULAN Berdasarkan pengujian kadar organik agregat halus yang telah dilakukan maka diperoleh kesimpulan sebagai berikut  Warna cairan benda uji lebih terang daripada larutan pembanding  Kadar organik menurut standart SNI .L aboratorium Sipi l Politeknik Negeri Padang 7. setelah 24 jam. maka agregat halus mengandung zat organik yang tinggi Kelompok 1 (AG – 02 ) Halaman 5 dari 6 . G.2816 – 1992 adalah sebagai berikut : a.03 . Bila warna cairan dalam botol dari hasil pengujian lebih gelap dari warna cairan zat pembanding.

Gambar Peralatan Kelompok 1 (AG – 02 ) Halaman 6 dari 6 . LAMPIRAN 1. Skema prosedur pengujian 3. I. Dengan demikian agregat halus yang diuji tidak mengandung kadar organik yang tinggi sehingga dapat digunakan langsung dalam campuaran beton  Akan tetapi jika benda uji lebih gelap (tua) daripada larutan pembandig maka agregat halus harus dicuci terlebih dahulu.L aboratorium Sipi l Politeknik Negeri Padang b. Bila warna cairan dalam botol darihasil pengujian lebih terang dari warna cairan zat pembanding. Data kelompok 2. maka agregat halus tidak mengandung zat organik. Gambar prosedur pengujian 4.