You are on page 1of 6

Parotitis Epidemica

Sugiharto Saputra
102011022
Fakultas Kedokteran UKRIDA
Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510
sugi_1993@yahoo.co.id
Pendahuluan
Parotitis epidemika atau biasa disebut dengan gondongan adalah penyakit virus menyeluruh,
akut, yang kelenjar ludahnya membesar dan nyeri, terutama kelenjar parotis, merupakan tandatanda yang biasa ada. Gondongan ini memiliki ciri yang khas pada penderita nya, yaitu terjadi
pembesaran pada daerah bawah telinga yang menyebabkan telinga agak terangkat. Penyakit ini
merupakan self limiting disease sehingga obat yang diberikanpun simptomatik.1

Anamnesis
Anamnesa merupakan suatu bentuk wawancara antara dokter dan pasien dengan memperhatikan
petunjuk-petunjuk verbal dan non verbal mengenai riwayat penyakit pasien. Anamnesis bisa
dilakukan pada pasien itu sendiri yang disebut Auto Anamnesa apabila pasien dalam kondisi
sadar dan baik, bisa juga melalui keluarga terdekat atau orang yang bersama pasien selama ia
sakit apabila pasien dalam kondisi tidak sadar atau kesulitan berbicara disebut dengan Allo
Anamnesa.2
Dengan dilakukanya anamnesis maka 70% diagnosis dapat ditegakkan. Sedangkan 30%nya lagi
didapatkan dari pemeriksaan fisik, lab, dan radiologi (kalau diperlukan). Hal yang perlu
ditanyakan dokter pada saat anamnesis antara lain:2

Keluhan utama yakni gangguan atau keluhan yang terpenting yang dirasakan penderita
sehingga mendorong ia untuk datang berobat dan memerlukan pertolongan serta
menjelaskan tentang lamanya keluhan tersebut. Hal ini merupakan dasar untuk
memulai evaluasi pasien.

Riwayat pribadi merupakan segala hal yang menyangkut pribadi pasien seperti data
diri pasien seperti nama, tanggal lahir, umur, alamat, suku, agama, dan pendidikan.

1

lingkungan tempat tinggal. benda-benda yang terkontaminasi dengan ludah. dan lain-lain. dan kemungkinan urin. tetes-tetes yang dibawa udara. otak. virus tersebar dari reservoir manusia dengan kontak lansung. Hanya diketahui ada satu serotype. tetapi hemadsorpsi merupakan indicator infeksi yang paling sensitive.1 Epidemiologi Parotitis adalah endemic pada kebanyakan populasi perkotaan. campak. perkawinan. cairan cerebrospinal. riwayat pengobatan sebelumnya  lokasi sakitnya  akibat yang timbul  gejala-gejala yang berhubungan Etiologi Virus ini adalah anggota kelompok paramikso virus. dan virus penyakit Newcastle.  Riwayat Imunisasi  Pada riwayat penyakit sekarang dapat menanyakan mengenai:  sejak kapan muncul gangguan atau gejala-gejala tersebut  frekuensi serangan atau kualitas penyakit  sifat serangan atau kuantitas penyakit  lamanya penyakit tersebut diderita  perjalanan penyakitnya. darah.  Riwayat keluarga meliputi segala hal yang berhubungan dengan peranan herediter dan kontak antara anggota keluarga mengenai penyakit yang dialami. Virus telah diisolasi dari ludah. dan jaringan terinfeksi lain. Virus ini tersebar ke seluruh dunia dan 2 .  Riwayat penyakit dahulu merupakan riwayat penyakit yang pernah di derita pasien pada masa lampau yang mungkin berhubungan dengan penyakit yang dialami sekarang. Pengaruh sitopatik kadang-kadang ditemukan. Biakan manusia atau sel ginjal kera terutama digunakan untuk isolasi virus. aktivitas. yang juga mencakup parainfluenza. Riwayat sosial mencakup keterangan mengenai pekerjaan.

diantaranya ke kelenjar ludah dan kelenjar lain yang paling rentan. Penularan agaknya tidak terjadi lebih lama daripada 24 jam sebelum munculnya pembengkakan atau lebih lambat dari 3 hari sesudah menyembuh. Epidemic tampaknya terutama terkait dengan tidak adanya imunisasi bukannya pada penyusuttan imunitas.1 Virus telah diisolasi dari ludah selama 6 hari sebelum dan sampai 9 hari sesudah munculnya pembengkakan kelenjar ludah. mula-mula mengisi rongga antara tepi posterior mandibula dan mastoid dan kemudian meluas dalam deretan yang melengkung kebawah dank e depan. Sumber infeksi mungkin sukar dilacak karena 30-40% infeksi adalah subklinis. dengan puncak pada 17-18 hari. diatas dibatasi oleh zigoma. Ada penurunan insiden sejak pengenalan vaksin parotitis epidemika di tahun 1968.mengenai kedua jenis kelamin secara sama.1 Imunitas seumur hidup biasanya menyertai infeksi klinis atau subklinis. manifestasi prodromal jarang tetapi mungkin Nampak bersama dengan demam. Mulainya biasa ditandai dengan nyeri pembengkakan pada satu atau kedua kelenjar parotis. dan malaise. menimbulkan epidemic di perguruan tinggi atau di tempat bekerja. Pada anak. Bayi yang dilahirkan dari ibu yang menderita parotids dalam minggu sebelum persalinan mungkin mendertia parotitis yang tampak secara klinis pada saat lahir atau mengalami sakit pada masa neonatus.1 Manifestasi klinis Masa inkubasi berkisar dari 14-24 hari. Virus telah diisolasi dari urin dari hari pertama sampai ke 14 sesudah mulai pembengkakan kelenjar ludah. virus dibawa darah ke banyak jaringan. Epidemic terjadi pada semua musim tetapi sedikit lebih sering pada musim dingin akhir dan musim semi. sehingga pembengkakan 3 . nyeri otot (terutama pada leher). Pembengkakan parotis khas. walaupun infeksi kedua telah terdokumentasi. 85% infeksi terjadi pada anak yang lebih muda dari umur 15 tahun sebelum penyebaran imunisasi. Sekarang penyakit sering terjadi pada orang dewasa muda. nyeri kepala. Edema kulit dan jaringan lunak biasanya meluas lebih lanjut dan mengabur kan batas pembengkakan kelenjar.1 Patogenesis Sesudah masuk dan mulai pembelahan dalam sel saluran pernafasan. Antibody transplasenta agaknya efektif dalam memproteksi bayi selama 68 bulan pertama.

1 Penatalaksanaan Pengobatan parotitis seluruhnya simtomatik. Edema faring dan palatum molle homolateral menyertai pembengkakan parotis dan memindah tonsil ke medial. 1 4 . Edema di atas manubrium dan dinding dada sebelah atas mungkin dapat terjadi karena penyumbatan limfatik. Kemerahan dan pembengkakan sekitar lubang saluran stensen adalah biasa. serperti dibuktikan oleh pleositosis cairan cerebrospinal. Diet harus disesuaikan dengan kemampuan penderita untuk mengunyah. nyeri diperoleh terutama oleh cairan rasa asam seperti jus lemon atau cuka.1 Walaupun kelenjar parotis yang terkena pada sebagian besar penderita. mencapai maksimum dalam beberapa jam. Daerah pembengkakan lunak dan nyeri. Satu kelenjar parotis biasanya membengkak sehari atau dua hari sebelum yang lain. dan sudut mandibula tidak lagi dapat dilihat.1 Orkitis epididimitis jarang pada anak laki-laki pubertas tetapi sering pada remaja dan orang dewasa. miokarditis juga dapat merupakan komplikasi dari parotitis. pancreatitis. telah dilaporkan lebih dari 65% penderita dengan parotitis. Nefritis. Edema akut laring telah juga diuraikan. tetapi tidak ada bukti statistic yang menunjukkan bahwa tirah baring ini dapat mencegah komplikasi.1 Komplikasi Meningoensefalitis merupakan komplikasi tersering pada mas anak. Pembengkakan jaringan mendorong lobus telinga ke atas dan ke luar. Pada 10-15% penderita hanya kelenjar-kelenjar submandibuler yang mungkin membengkak. walaupun biasanya berpuncak pada 1-3 hari. Insiden yang sebenarnya sukar diperkirakan karena infeksi subklinis sistem saraf sentral. tiroiditis. pembengkakan kelenjar submandibuler sering terjadi dan biasanya menyertai atau dekat pasca pembengkakan kelenjar parotis.lebih mudah disadari dengan pandangan daripada dengan palpasi. tetapi lazim pembengkakan terbatas pada satu kelenjar.kelenjar sublingual paling kurang sering terinfeksi. Pembengkakan perlahan-lahan menghilang dalam 3-7 hari tetapi kadang-kadang berakhir lebih lama. Pembengkakan parotis biasanya disertai dengan demam. biasanya secara bilateral. pembengkakan jelas pada daerah submental dan pada dasar mulut. Pembengkakan dapat maju dengan sangat cepatnya. Tirah baring harus diatur menurut kebutuhan penderita.

. terutama jenis karsinoma mukoepidermoid. baik yang jinak maupun kasus ganas yang belum mengadakan perlekatan luas ke jaringan sekitarnya. Biasanya tumor tumbuh cepat atau mendadak cepat disertai nyeri dan kelumpuhan nervus fasialis (merupakan gejala patogonomis).Differential Diagnosis Karsinoma Parotis Tumor ganas parotis yang sering dijumpai adalah karsinoma mukoepidermoid (10%). Adenoma pleomorfik berupa benjolan bulat terutama di sekitar liang telinga yang biasanya tumbuh lambat meskipun kadang ada peiode pendek tumor tumbuh cepat. Pada adenoma pleomorfik hanya dilakukan ekstirpasi atau enukleasi. 5 . Pengobatan lainnya seperti radiasi dan sitostatika diberikan pada kasus ganas terutama pada keganasan derajat tinggi.3 Adenoma Submandibula Adenoma submandibulaadalah tumor jinak yang biasanya merupakan adenoma pleomorfik. konsistensi lunak sampai padat. Tumor ganas kelenjar ludah pada anak sekitar 85% diketemukan di kelenjar parotis. disusul kemudian dengan karsinoma sel asinik dan adenoid kistik karsinoma (silindroma). Sampai saat ini pembedahan masih merupakan pilihan utama dalam penanganan tumor parotis. dan tidak nyeri.

Kliegman.1993 . Pedersen. Head and Neck SurgeryOtolaryngology. Bailey BJ. ed. Ed 5. Jakarta : 2 3 EGC. Ilmu kesehatan anak nelson. 1992 h.. Lippincott Co. Malignant parotid tumors in 110 consecutive patients : Treatment result 4 and prognosis. Laryngoscope. Jakarta: Yayasan Diabetes Indonesia.h 1125 – 1147 6 . Salivary gland neoplasms. Vol 2. 1996. 1074-77 Santoso M. H.1064 – 1069 Eisele DW and Johns ME. Arvin.Daftar Pustaka 1 Behrman. Pemeriksaan Fisik. 2005. Philladelphia .