You are on page 1of 5

Pendahuluan

Sebuah perusahaan mempunyai sumber daya alam, teknologi, dan sumber
daya manusia yang saling berhubungan guna mencapai tujuan akhir yaitu
mendapatkan keuntungan. Untuk mencapai keuntungan sebelumnya ada proses
produksi terlebih dahulu, namun disebutkan bahwa Indonesia berada diurutan
kedua terendah dari 60 negara dalam hal produktivitas. Banyak cara yang
digunakan untuk meningkatkan produktivitas, antara lain dengan membuat
lingkungan kerja yang nyaman dengan harapan karyawan merasa senangsehingga
meningkatkan kinerjanya.
PT. BPR Taman Dhana yang berdiri sejak tahun 1997 dan dipimpin oleh
Renny Wulandari, SE menerapkan gaya kepemimpinan transformasional, karena
pemimpin selalu menanamkan nilai-nilai positif pada karyawan. Kepemimpinan
transformasional adalah kepemimpinan yang meningkatkan motivasi karyawan,
memuaskan kebutuhan karyawan, dan memperlakukan mereka sebagai manusia
yang utuh (Northouse, 2001).
Suhariadi (2002), menyebutkan ada 2 faktor mempengaruhi perilaku
produktif yaitu faktor lingkungan berupa suasana kerja yang mempengaruhi
karyawan dan faktor individu adalah karakteristik individu yang muncul yang
lebih mengarah kepada kondisi psikologis seseorang.
Dalam jurnal ini mengungkap keterkaitan iklim organisasi terhadap berbagai
hasil penting individu, kelompok, dan tingkat organisasi dalam organisasi seperti
perilaku pemimpin, keinginan berpindah, kepuasan kerja, prestasi kerja individu,
dan kinerja organisasi. Iklim organisasi dipengaruhi oleh bagaimana peran dan
dan perilaku pemimpin atas anggotanya, yang akan mempengaruhi tingkat
produktivitas, tujuan dan pemenuhan kebutuhan, dan motivasi serta komitmen
karyawan. Komunikasi sebagai kunci yang sangat penting dalam hubungan
pemimpin dan anggotanya.
Penulis menjelaskan makna kepemimpinan yaitu kemampuan untuk
mempengaruhi kelompok untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu. Dalam bagian
pendahuluan ini juga dijelaskan praktek kepemimpinan berdasarkan gender, di
mana wanita lebih menonjolkan kekuasaan dan berperilaku transformasional,
sedangkan laki-laki lebih diakui kekuasaan (power) oleh pengikutnya.

dengan ditemukannya beberapa kesalahan eja atau tulisan dalam pengetikannya. rasa percaya diri. Akan tetapi. serta memperlakukan mereka sebagai manusia yang utuh. Jurnal ini memiliki sebuah tema yang menarik dengan membahas hubungan salah satu gaya kepemimpinan yaitu gaya kepemimpinan transformasional dengan perilaku produktif karyawan. Perlu adanya penambahan sumber yang lebih dapat menjelaskan judul dan tujuan dari penelitian. latar belakang dan tujuan dari penelitian dalam jurnal ini pun telah disampaikan secara baik dengan menyertakan berbagai sumber. dalam pendahuluan hanya dijelaskan sebatas apa itu kepemimpinan dan kepemimpinan transformasional. Metode penelitian Pada bagian metode penelitian dijelaskan mengenai variabel-variabel penelitian beserta dengan pengertian para ahli. Penelitian dilakukan pada seluruh karyawan PT. 2001) yaitu gaya kepemimpinan transformasional dan gaya kepemimpinan transaksional.Dipaparkan pula pembagian gaya kepemimpinan oleh Burns (Northouse. Pemimpin memberikan pengaruh besar terhadap para pengikutnya. Penjelasan atas persepsi kepemimpinan transformasional tidak dijabarkan. Sehingga pemimpin dituntut konsisten dalam menerapkan gaya kepemimpinannya dan juga menjaga hubungan baik dengan pengikutnya. Dijabarkan beberapa ciri fokus kepemimpinan transformasional seperti meningkatkan motivasi dan memuaskan kebutuhan karyawan. Pada pendahuluan. pimpinan yang efektif memberikan pengaruh positif bagi pengikutnya untuk mengembangkan organisasi. Belum ada sumber berupa penelitian terdahulu yang dilakukan berkaitan tentang hubungan kepemimpinan transformasional terhadap produktivitas karyawan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini adalah kepemimpinan transformasional dan faktor produktif karyawan. Intinya. penulisan dalam jurnal ini masih belum memenuhi kaidah bahasa yang tepat. Kekurangan yang lain yaitu keterkaitan antara satu paragraf dengan paragraf lain banyak yang tidak berhubungan. Jika seorang pemimpin bekerja secara efektif akan meningkatkan optimisme. BPR Taman Dhana . yang mungkin dapat mendukung penelitian ini. dan komitmen para pengikut.

sehingga tidak perlu diulang. Table pengolahan product moment pun juga tidak . dan teknik pengolahan data. Penjelasan kembali mengenai definisi operasional tiap instrumen dirasa tidak perlu disebutkan lagi pada bagian ini. Tetapi hasil pembahasan yang dituliskan dalam jurnal ini hanya menyebutkan hasil analisis dari data yang telah diolah. Keputusan peneliti untuk memilih subjek secara menyeluruh (semua karyawan) sudah baik.Sidoarjo yang berjumlah 32 orang. Kelebihan dari jurnal ini pada bagian penjelasan metode penelitian. Hasil Penelitian Hasil penelitian sudah menyebutkan hasil-hasil dari pengolahan data secara statistik. Salah satu contoh adalah hasil pembahasan hanya menyebutkan taraf siginifikansi sebesar 0. Kekurangannya yaitu kurang dijelaskan mengenai alasan peneliti menggunakan metode kuesioner dan mengapa peneliti perlu untuk mengembangkan kuesioner adaptasi. Tetapi di dalam hasil penelitian tidak dicantumkan data mentah sama sekali. Data-data tersebut hanya dipaparkan saja tanpa ada bukti data yang didapat atau hasil analisis data yang dicantumkan. Analisis data menggunakan teknik korelasi product moment dan pengolahan data menggunakan SPSS 16 . alat yang dipilih. Pada metode penelitian disebutkan bahwa analisis data menggunakan korelasi product moment dengan bantuan SPSS. dengan begitu validitas alat akan lebih terjamin.Taraf signifikansi yang digunakan sebanyak 5%. Penggunaan alat ukur berupa kuesioner adapasi dari beberapa ahli sudah baik.001 sehingga H0 ditolak atau dapat dikatakan bahwa Ha diterima. karena pada bagian pendahuluan sudah dijelaskan definisi operasional secara lengkap dan persis. Data yang di peroleh yaitu dari seluruh karyawan sejumlah 32 orang. peneliti sudah menjelaskan inti dari metode penelitian yaitu instrumen. Pengumpulan data untuk mengukur persepsi kepemimpinan transformasional menggunakan kuesioner persepsi kepemimpinan yang diadaptasi dari MLQ 5x yang disusun oleh Avolio dan Bass (1995) dan kuesioner perilaku produktif menggunakan kuesioner yang disusun oleh Suhariadi (2001) yang kemudian dikembangkan oleh peneliti. dengan begitu hasil penellitian akan lebih representatif.

dicantumkan dalam hasil penelitian. akan tetapi tiga dimensi yang digunakan untuk memperkuat analisa kurang di jelaskan pada pendahuluan. pengalaman kerja masing-masing individu yang memenuhi fungsi orang. dan memperlakukan karyawan sebagai manusia seutuhnya. Penulis juga memberikan pembahasan yang dikaitkan dengan teori yang telah ada dalam pendahuluan berupa teori pembentukan perilaku Litwin dan Stringer bahwa perilaku sesorang ditentukan oleh orang dan situasi. Hal ini menunjukkan bahwa adanya persepsi positif dari subjek penelitian memunculkan peningkatan produktifitas. Fungsi situasi . memuaskan kebutuhan karyawan. Hal ini membuat pembaca menjadi bertanyatanya mengenai hasil yang sebenarnya. atasan serta adanya pengalaman kerja mempengaruhi adanya persepsi positif. Analisa dari hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif antara persepsi kepemimpinan transformasional dengan perilaku produktif efektif serta terdapat hubungan antara persepsi kepimpinan transformasional dengan perilaku produktif efisien. Pembaca juga mengalami kesulitan untuk menilai kebenaran dari kesimpulan yang ditarik. serta individualied consideration menyediakan figur kepemimpinan yang membangun iklim kondusif bagi karyawan. Pembentukan perilaku produktifitas efektif dan efisien dipengaruhi oleh motivasi. Tabel pengolahan yang tidak ditampilkan juga membuat bertanya-tanya apakah hasil pengolahan memang benar-benar valid atau hanya rekaan belaka. Selain itu. inspirational motivation untuk memberikan dorongan mencapai visi masa depan secara optimis dan antusias. Penulis mampu memperkuat analisa yang dibuat dengan teori yang telah dijelaskan pada sub bagian pendahuluan. kepemimpinan transformasional menggunakan intelectual stimulation untuk mengevaluasi kembali masalah sehingga ide-ide kreatif mampu berkembang. Kepemimpinan transformasional dinilai mampu meningkatkan produktifitas karena kepemimpinan transformasional mampu meningkatkan motivasi karyawan. Penulis juga menjelaskan bahwa adanya dukungan dari rekan kerja. Pembahasan dan Kesimpulan Pada bagian ini penulis menganalisa mengenai hasil penelitian yang telah dilakukan.

Ada keterpaduan antar bagian juga menjadi kelebihan dalam penulisan jurnal ini secara keseluruhan. Kelebihan pada sub bagian ini adalah penulis mampu memberikan analisa singkat yang sesuai dengan teori yang telah diberikan di awal. Teori pembentukan perilaku ini memperkuat bahwa persepsi kepemimpinan transformasional dengan perilaku produktif dan efisien sehingga kesimpulan yang ditarik oleh penulis adalah hipotesis nol ditolak atau hipotesis alternatif diterima. Akan tetapi. analisa yang singkat ini tidak didukung dengan data hasil penelitian sehingga kecermatan dalam analisis serta pemaknaan data masih dipertanyakan. .dipenuhi oleh suasana dalam organisasi yang dipengaruhi oleh atasan dan rekan kerja. Selain itu pada jurnal ini secara keseluruhan tidak terdapat bagian yang menjelaskan mengenai hipotesis nol sementara di simpulan di jelaskan bahwa hipotesis nol ditolak.