You are on page 1of 14

K ELECTRICAL

BAB

BCS

BODY CONTROL SYSTEM

DAFTAR ISI

HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN ----------------- 2
Hal Yang Perlu Diperhatikan Pada
Supplemental Restraint System (SRS) “AIR BAG”
dan “SEAT BELT PRE-TENSIONER” ----------------- 2
BCM (BODY CONTROL MODULE) -------------------- 3
Penjelasan Sstem ---------------------------------------- 3
FUNGSI BCM ------------------------------------------ 3
FUNGSI PEMBACAAN COMBINATION
SWITCH --------------------------------------------------- 3
KONTROL STATUS BCM ---------------------------- 7
SISTEM DIKONTROL LANGSUNG
OLEH BCM ----------------------------------------------- 8
SISTEM DIKONTROL OLEH BCM DAN
IPDM E/R -------------------------------------------------- 8

BCS-1

SISTEM DIKONTROL OLEH BCM DAN
COMBINATION METER ------------------------------- 8
KOMPONEN UTAMA DAN SISTEM
KONTROL ------------------------------------------------- 9
Wiring Diagram — BCM — . ----------------------------10
Fungsi (BCM CONSULT-II ------------------------- 13
PENGOPERASIAN DASAR CONSULT-II -------13
ITEM MASING-MASING KOMPONEN ---------- 13
DUKUNGAN KERJA --------------------------------- 14
HASIL SELF-DIAG ------------------------------------ 14
Melepas dan Memasang BCM ------------------------14
PEKERJAAN TERKAIT -------------------------------14

dapat menyebabkan cidera pada seseorang akibat aktifnya sistem air baik tampa disengaja. lihat bab SRS. yang berfungsi untuk mengurangi resiko cedera pada pengemudi dan penumpang depan dari benturan keras.HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN HAL YANG PERLU DIPERHATIKAN Hal yang perlu diperhatikan pada Supplemental Restraint System (SRS) “AIR BAG” dan “SEAT BELT PRE-TENSIONER” Supplemental Restraint System (sistem pelindung tambahan) seperti “AIR BAG” dan “SEAT BELT PRETENSIONER”. BCS-2 . Untuk melepas kabel Spiral Cable dan modul Air Bag. • Jangan menggunakan alat tes elektrikal pada sirkut yang berhubungan dengan SRS kecuali memang diperintahkan dalam buku Service Manual. SRS wiring harnesses dapat dikenali melalui warnanya yaitu kuning dan/atau orange pada harnesses atau harness connector. digunakan bersama dengan seat belt depan. • Kesalahan dalam perawatan. PERINGATAN: • Untuk mencegah agar SRS tidak mengalami masalah sehingga air bag tidak dapat mengembang pada saat terjadi tabrakan yang dapat mengakibatkan cidera atau kematian pada seseorang. termasuk kesalahan melepas dan memasang SRS. Dalam buku ini juga disertakan informasiinformasi yang diperlukan agar pelaksanaan servis dapat dilakukan dengan aman. maka seluruh perawatan harus dilakukan oleh bengkel resmi NISSAN.

transistor-transistor pada terminal output (OUTPUT 1 . Dan juga berfungsi sebagai interface yang menerima sinyal dari combination meter. turn signal) yang berfungsi untuk mengontrol pengoperasian bermacam komponen elektrikal. interface di dalam BCM mendeteksi perubahan tegangan. Penjelasan Pengoperasian • • • BCM mengaktifkan transistor-transistor pada terminal output (OUTPUT 1 .5) diaktifkan sehingga arus dapat mengalir.5) dan lima terminal input (INPUT 1 . Pada saat tersebut. Pada saat terminal input (INPUT 1 .5) dan terminal input (INPUT 1 . FUNGSI PEMBACAAN COMBINATION SWITCH Penjelasan • • BCM membaca status combination switch (lighting switch. BCM dapat membaca informasi maksimal 20 switch dengan mengkombinasikan lima terminal output (OUTPUT 1 .5) menjadi aktif. wiper switch) kemudian mengontrol bermacam komponen eletrikal sesuai perintah yang diberikan. BCS-3 . washer. dan BCM mengetahui bahwa switch dihidupkan. FUNGSI BCM BCM mempunyai fungsi pembacaan combination switch untuk membaca pengoperasian combination switch (light. kemudian mengirimkan sinyal tersebut ke ECM menggunakan komonikasi CAN. Jika ada (1 atau lebih) switch yang dihidupkan.BCM (BODY CONTROL MODULE) BCM (BODY CONTROL MODULE) Penjelasan Sistem BCM (Body Control Module) berfungsi untuk mengatur pengoperasian bermacam unit elektrikal yang dipasang pada kendaraan.5) secara berkala.5) merespon perubahan switch tersebut. maka sirkuit terminal output (OUTPUT 1 . dan mengijinkan arus untuk mengalir ke dalam.5). wiper.

BCM menderetsi status ON/OFF pada INT VOLUME 1. 2. dan 3) dan sinyal kecepatan kendaraan. dan 3.) • INT VOLUME 3: ON (Ada kontinuitas antara combination switch output 4 dan input 2.BCM (BODY CONTROL MODULE) Tabel Pengoperasian BCM dan combination switch BCM membaca status pengoperasian combination switch menggunakan susunan kombinasi seperti tampak pada gambar di bawah. 2. • INT VOLUME 1: ON (Ada kontinuitas antara combination switch output 3 dan input 1. CATATAN: Sistem headlamp mempunyai sirkuit ganda.) BCS-4 . BCM menganggap statusnya adalah wiper Intermittent dial position 1. Saat status combination switch berada seperti daftar di bawah ini . Wiper Intermittent Dial Position Setting Wiper intermittent dial position Jeda waktu kerja 1 Short Combination switch INT VOLUME 1 INT VOLUME 2 INT VOLUME 3 ON ON ON ON ON OFF 3 ON OFF OFF 4 OFF OFF OFF 5 OFF OFF ON 6 OFF ON ON OFF ON OFF 2 7 Long Contoh : Untuk wiper intermittent dial position 1 Menggunakan fungsi pembacaan combination switch.) • INT VOLUME 2: ON (Ada kontinuitas antara combination switch output 5 dan input 1. Kerja Front Wiper Intermittent Kerja front wiper intermittent ditentukan dari kombinasi 3 switch (INT VOLUME 1.

BCM mendeteksi bahwa ada perubahan tegangan di dalam INPUT 5. BCM mendeteksi perubahan tegangan di dalam INPUT 5. Ketika transistor OUTPUT 4 dihidupkan.BCM (BODY CONTROL MODULE) Contoh (saat kuncWhen lighting switch 1ST position is turned ON) • • • Pada saat lighting switch posisi kesatu dihidupkan. CATATAN: Setiap transistor terminal OUTPUT diaktifkan dengan jeda waktu 10 milidetik. Pada saat tersebut jika transistor OUTPUT 4 diaktifkan. dan mengenalinya bahwa lighting switch posisi kesatu terus dihidupkan (ON). BCS-5 . BCM mendeteksi bahwa ada perubahan tegangan di dalam INPUT 5. Ketika transistor OUTPUT 4 diaktifkan kembali. setelah switch dihidupkan. maka kontak di dalam combination switch akan ON. Oleh karena itu. beban elektrik diaktifkan dengan perlambatan waktu namun. perlambatan waktunya sangat cepat sekali sehingga tidak bisa diketahui. Kemudian BCM mengirimkan sinyal posisi lampu tersebut ke IPDM E/R menggunakan komunikasi CAN. dan mengganggap bahwa lighting switch posisi kesatu dihidupkan.

4 dan 5 mengirimkan sinyal ON setiap 10 milidetik. dan BCM masuk ke status power save. Status normal – Saat BCM tidak dalam status istirahat . Sementara OUTPUT 2. terminal OUTPUT (1 . 3.BCM (BODY CONTROL MODULE) Status Kerja Fungsi pembacaan combination switch mempunyai status kerja sebagai berikut. 1. 2. BCS-6 .5) akan ON-OFF setiap 10 milidetik. Status istirahat – Saat BCM is dalam status siaga. dan menerima input dari sistem lighting switch. transistor pada OUTPUT 1 menghentikan output.

status istirahat dipindah ke status komunikasi CAN tidak aktif. • Kontrol oleh BCM dijalankan secara normal. • Dengan kunci kontak OFF. kontrol dilakukan hanya oleh BCM adalah aktif. sleep transient status switches to CAN communication inactive status. 3. • BCM transmits sleep request signal to IPDM E/R and combination meter. • Saat status switch seperti di bawah ini berubah. mode status istirahat dipindah ke status komunikasi CAN.BCM (BODY CONTROL MODULE) BCM STATUS CONTROL BCM berubah statusnya tergantung dari status kerja agar dapat menghemat konsumsi power power. maka statusnya akan dipindah ke status istirahat. • Saat kunci kontak di putar ke posisi OFF. Status komunikasi CAN tidak aktif • Dengan kunci kontak OFF. BCS-7 . 4. • Komunikasi CAN tidak aktif. 1. status komunikasi CAN adalah aktif. Status transisi istrirahat • This status is to prepare to shut down CAN communication when ignition switch is turned OFF. komunikasi CAN adalah tidak aktif. status komunikasi CAN yang dalam keadaan tidak aktif dipindah ke status istirahat. status istirahat dipindah ke status komunikasi CAN. 2. – Kunci kontak (ACC. • Two seconds after CAN communication of all control units stops. • Meskipun kunci kontak berada di posisi OFF. Status komunikasi CAN • Dengan kunci kontak di posisi ON. lighting switch posisi kesatu) – Remote keyless entry receiver (lock/unlock signal) – Unlock sensor (front door lock actuator driver side) • Saat kontrol dilakukan hanya oleh BCM melalui perintah dari switch. Status istirahat • BCM tidak aktif dengan mode power rendah. • Saat seluruh kontrol dimatikan oleh BCM. ON) – Key switch – Hazard switch – Door lock dan unlock switch – Front door switch (sisi pengemudi dan penumpang) – Rear door switch (RH and LH) – Back door opener switch – Combination switch (passing. komunikasi CAN dengan kombinasi IPDM E/R dan adalah aktif. komunikasi CAN dengan kontrol lainnya adalah normal. • Saat kerja komunikasi CAN terdeteksi.

"REAR WINDOW DEFOGGER" SISTEM DIKONTROL OLEH BCM DAN COMBINATION METER Sistem Referensi Warning chime DI-22. "SISTEM FRONT WIPER DAN WASHER" Rear window defogger GW-18. WW-21. "FRONT FOG LAMP" Sistem front wiper dan washer WW-4. LICENSE PLATE AND TAIL LAMP" Front fog lamp LT-16.HALOGEN TYPE -" Parking. "POWER DOOR LOCK SYSTEM" Remote keyless entry system BL-16. "LAMPU SEN DAN LAMPU HAZARD" BCS-8 . "PARKING. Tidak ada kontrol sistem. battery saver control LT-4. "INTERIOR ROOM LAMP" Sistem rear wiper dan washer NOTE: Hanya power supply.BCM (BODY CONTROL MODULE) SISTEMS DIKONTROL LANSUNG OLEH BCM Sistem Referensi Power door lock system BL-12. "POWER WINDOW SYSTEM" Interior room lamp LT-49. "REMOTE KEYLESS ENTRY SYSTEM" Power window system NOTE GW-10. "SISTEM REAR WIPER DAN WASHER" SISTEM DIKONTROL OLEH BCM DAN IPDM E/R Sistem Referensi NATS BL-36. license plate dan tail lamp LT-41. "NATS(Nissan Anti-Theft System)" Headlamp. "WARNING CHIME" Lampu sen dan lampu hazard LT-23. "HEADLAMP .

ECM Blower fan switch signal Cooler control panel ECM BCS-9 . license plate and tail lamps Combination switch IPDM E/R Turn signal lamp • Combination switch • Ignition switch Hazard lamp • Turn signal lamp • Combination meter (turn signal indicator) • Turn signal lamp • Combination meter (turn Hazard switch signal indicator) Room lamp timer • Key switch • Power window main switch (door lock and unlock switch) • Front door switch driver side • All-door switch • Room lamp • Luggage room lamp Interior lamp battery saver control • Ignition switch • All-door switch BCM Key warning chime • Key switch • Front door switch driver side Combination meter (Warning buzzer) • Combination switch • Ignition switch • Front door switch driver side Combination meter (Warning buzzer) Light warning chime Front wiper dan washer sys-tem • Combination switch • Combination meter • Ignition switch IPDM E/R Rear wiper dan washer system • Combination switch • Ignition switch Rear wiper motor Rear window defogger • Rear window defogger switch • Ignition switch IPDM E/R A/C switch signal Thermo control amp. RH) • Combion meter (turn signal indicator) All-door locking actuator • Front door lock actuator [sisi pengemudi (unlock Power supply (IGN) ke power window Power supply (BAT) ke power window Headlamp sensor)] Ignition power supply Power window system Battery power supply Power window system Combination switch • IPDM E/R • Combination meter (high beam indicator) Exterior lamp battery saver control • Ignition switch • Combination switch IPDM E/R Parking.BCM (BODY CONTROL MODULE) KOMPONEN UTAMA DAN SISTEM KONTROL SIstem Remote keyless entry system Power door lock system Input • Remote keyless entry receiver • Key switch • All-door switch • Power window main switch (door lock dan unlock switch) Output • All-door locking actuator • Turn signal lamp (LH.

BCM (BODY CONTROL MODULE) Wiring Diagram — BCM — BCS-10 .

BCM (BODY CONTROL MODULE) BCS-11 .

BCM (BODY CONTROL MODULE) BCS-12 .

namun tidak digunakan.DIAG RESULTS BCM melakukan self-diagnosis pada komunikasi CAN. SELF. mode diagnosis test BCM diagnosis test item Pemeriksaan berdasarkan part Isi WORK SUPPORT Setingan untuk masing-masing fungsi dapat dirubah. DATA MONITOR Data input pada BCM ditampilkan secara real time.BCM (BODY CONTROL MODULE) Fungsi (BCM) CONSULT-II CONSULT-II dapat menampilkan setiap item menggunakan mode diagnosis test seperti dijelaskan berikut. ACTIVE TEST Memberikan sinyal penggerak untuk memeriksa kerjanya. PENGOPERASIAN DASAR CONSULT-II Lihat GI-35. CAN DIAG SUPPORT MNTR Hasil pengiriman/penerimaan diagnosa pada komunikasi CAN dapat dibaca. Item pemeriksaan. ITEM-ITEM UNTUK SETIAP KOMPONEN CATATAN: CONSULT-II menampilkan sistem yang dilengkapi pada kendaraan. BCS-13 × ECU PART NUMBER × . ECU PART NUMBER Nomor part BCM dapat dibaca. "Prosedur Memulai CONSULT-II " . X:Applicable Mode diagnostic test (Pemeriksaan oleh part) Tampilan CONSULT-II Sistem dan item WORK SUPPORT SELF− DIAG RESULTS × × DATA MONITOR CAN DIAG SUPPORT MNTR ACTIVE TEST BCM BCM DOOR LOCK Power door lock system × × REAR DEFOGGER Rear window defogger × × BUZZER Warning chime × × INT LAMP Interior room lamp timer × × × MULTI REMOTE ENT Remote keyless entry system × × × HEAD LAMP Headlamp × × × WIPER Wiper × × × FLASHER Turn signal lamp Hazard lamp × × AIR CONDITONER Cooler × ×* COMB SW Combination switch × IMMU NATS × × BATTERY SAVER Interior room lamp battery saver ×* × TRUNK* Trunk lid opener × × SIGNAL BUFFER* Oil pressure switch × × × *: Item ini ditampilkan.

FURTHER TESTING MAY BE REQUIRED.BCM (BODY CONTROL MODULE) WORK SUPPORT Item Penjelasan Mengembalikan nilai setingan WORK SUPPORT masing-masing sistem ke nilai default standar pabrik RESET SETTING VALUE HASIL SELF-DIAG Item Display Kode tampilan CONSULT-II Kondisi deteksi kerusakan NO DTC IS DETECTED. "NATS (Nissan Anti-Theft System)" BCS-14 . atau jika ada kontrol yang tidak berfungsi. • Apabila data di dalam komunikasi CAN tidak diterima sebelum waktu tertentu . • TRANSMIT DIAG • ECM • METER / M&A • IPDM E/R Melepas dan Memasang BCM • • BCM (1) Pawl (A) PEKERJAAN TERKAIT Glove box. — — • Jika komunikasi CAN penerimaan/pengiriman data CAN COMM CIRCUIT U1000 mengalami gangguan. "INSTRUMENT PANEL ASSEMBLY" CATATAN: Saat mengganti BCM. Lihat IP-4. lakukan inisialisasi pada sistem NATS dan registrasi untuk seluruh ID kunci kontak NATS. Lihat BL-36. Kemungkinan penyebab Tidak ada kerusakan Salah satu item di bawah mengalami gangguan. data penerimaan/pengiriman tidak bisa diketahui.