You are on page 1of 10

Demam Pada Malam Hari

Reynaldo
10.2011.197
Jl. Mandala Tengah no. 25 Tomang
reynaldo26@windowslive.com
FAKULTAS KEDOKTERAN UKRIDA 2013

Pendahuluan
Demam tifoid pada masyarakat dengan standar hidup dan kebersihan rendah,
cenderung meningkat dan terjadi secara endemis. Biasanya angka kejadian tinggi
pada daerah tropik dibandingkan daerah berhawa dingin. Demam tifoid adalah
penyakit sistemik yang akut yang mempunyai karakteristik demam, sakit kepala dan
ketidakenakan abdomen berlangsung lebih kurang 3 minggu, yang juga disertai perut
membesar, limpa dan erupsi kulit. Demam tifoid (termasuk paratifoid) disebabkan
oleh kuman Salmonella typhi, Salmonella paratyphi A, Salmonella paratyphi B dan
Salmonella paratyphi C. Jika penyebabnya adalah S. paratyphi, gejalanya lebih ringan
dibanding dengan yang disebabkan oleh S. typhi. Penularan Salmonella typhi terutama
terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Selain itu, transmisi
Salmonella typhi juga dapat terjadi secara transplasental dari ibu hamil ke bayinya.
Demam tifoid abdominalis atau demam tifoid masih merupakan masalah besar di
Indonesia, bersifat sporadik endemik dan timbul sepanjang tahun. Kasus demam tifoid
di Indonesia, cukup tinggi berkisar antara 354-810/100.000 penduduk per tahun.
Anamnesa
Anamnesis yaitu pemeriksaan yang pertama kali dilakukan yaitu berupa rekam medik
pasien. Tujuan dilakukan anamnesa ini untuk menentukan tindakan yang akan
dilakukan lebih lanjut. Dapat dilakukan pada pasiennya sendiri (auto) atau pada
keluarga terdekat (allo). Rekam medik yang dilakukan meliputi:
a. Identitas: nama, umur, jenis kelamin, pemberi informasi (misalnya pasien,
keluarga,dll), dan keandalan pemberi informasi.
b. Keluhan utama: keluhan yang dirasakan pasien tentang permasalahan
yang sedang dihadapinya.
-

Apakah demamnya naik turun?

-

Apa semakin naik demamnya dari hari ke hari?

-

Apakah muntahnya mengeluarkan darah?
1

status anggota keluarga (hidup. demam tifoid dapat berlangsung selama tiga minggu sampai sebulan. e. tempat tinggal). Ditularkan oleh nyamuk yang membawa parasit yang menyebabkan malaria. Riwayat psychosocial (sosial): stressor (lingkungan kerja atau sekolah. 2 . badan lemah.1. denyut jantung lemah (bradycardia).- Bagaimana nafsu makan? - Apakah perut terasa tidak enak? c. parasit dapat masuk ke dalam aliran darah. muntah. Berdasarkan dari riwayat anamnesa dan ciri-ciri yang diberikan working diagnosis yang bisa diberikan adalah Demam Tifoid. sakit kepala dan diare yang kadang-kadang bercampur darah. khususnya turunannya yaitu bakteri Salmonella typhi. Penyakit demam tifoid atau lebih dikenal dengan nama penyakit tifus merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica. Apabila nyamuk pembawa parasit ini menggigit anda. f. nyeri otot myalgia. Penyakit tifus ini menyerang saluran pencernaan yang penularannya atau penyebarannya melalui makanan dan minuman yang telah tercemar oleh bakteri Salmonella tersebut. Bila tak terawat.5 Different diagnosis Malaria Suatu infeksi pada bagian dari sel darah yaitu infeksi pada sel darah merah. d. faktor resiko gaya hidup (makan makanan sembarangan). kehilangan nafsu makan. Anak-anak dan Orang dewasa bisa terkena penyakit demam tifoid. Riwayat penyakit sekarang (RPS): cerita kronologis. Kematian terjadi antara 10% dan 30% dari kasus yang tidak terawat Penyakit demam tifoid biasanya akan menunjukan gejala-gejala antara lain seperti nyeri pada perut. Riwayat Keluarga: umur. mati) dan masalah kesehatan pada anggota keluarga. Riwayat Penyakit Dahulu (RPD): bertanya apakah pasien pernah mengalami demam tifoid sebelumnya. demam tinggi (39° sampai 40°C). terinci dan jelas mengenai keadaan kesehatan pasien sejak sebelum keluhan utama sampai pasien datang berobat. dan pada kasus tertentu muncul penyebaran vlek merah muda (“rose spots“). mual.

mialgia conjuctival suffusion. nyeri abdomen. bradikardia relatif (peningkatan suhu 1 oC 3 . Pemeriksaan laboratorium darah rutin dijumpai leukositosis. walaupun kejadian ini terhitung jarang. menggigil. lumpur yang telah terkontaminasi dengan urine binatang yang telah terinfeksi leptospira. anoreksia. Diagnosis pasti dengan isolasi leptospira dari cairan tubuh dan serologi. vivax dan P.Parasit tersebut bertelur. berlaku setiap dua hari bagi jangkitan P. normal. atau tanah. Pemeriksaan Fisik Pada pemeriksaan fisik didapatkan suhu badan meningkat. Sifat demam meningkat perlahan-lahan terutama pada sore hingga malam hari. Dalam minggu kedua gejalagejala menjadi lebih jelas berupa demam. ruam kulit. malaria dapat sangat fatal sehingga berakibat pada kematian seseorang. Jika tidak dilakukan pengobatan. melalui luka/erosi pada kulit ataupun selaput lendir. Trombositopenia terdapat pada 50% kasus. atau sedikit menurun disertai gambaran neutrofilia dan LED meninggi. yang kemudian akan berkembang.1 Ciri dan gejala penderita malaria:        demam arthralgia (sakit sendi) muntah anemia disebabkan hemolysis dan hemoglobinuria kejang (convulsion) perasaan mencucuk pada kulit pengulangan berkala rasa sejuk diikuti dengan kekejangan dan demam dan berpeluh selama empat hingga enam jam. melakukan replikasi sehingga menjadi banyak. muntah. Leptospirosis Leptospirosis adalah suatu penyakit zoonosis yang disebabkan oleh mikroorganisme Leptospira interrogans. Manusia dapat terinfeksi melalui kontak dengan air. ikterus. sakit kepala. malariae. Manifestasi yang sering timbul berupa demam. mual. dan parasit tersebut hidup dari sel darah sampai menjadi sakit. sementara setiap tiga hari bagi P. dan fotopobi. meningismus. ovale. Sedangkan splenomegali mungkin muncul. hepatomegali.

kemudian meningkat secara cepat dan mencapai puncak pada minggu keempat. Antigen yang digunakan pada uji Widal adalah suspense Salmonella yang sudah dimatikan dan diolah di laboratorium. mula – mula timbul agglutinin O. bisa menurun atau meningkat. Pemeriksaan Darah Pada penderita demam tifoid bisa didapatkan anemia. Agglutinin Vi (simpai kuman) Dari ketiga kuman tersebut hanya agglutinin O dan H yang digunakan untuk diagnosis demam tifoid.tidak diikuti peningkatan denyut nadi 8 kali per menit). Pembentukan agglutinin mulai terjadi pada akhir minggu pertama demam. spesifisitas dan nilai ramal yang cukup tinggi untuk dipakai dalam membedakan antara penderita demam tifoid atau bukan. koma. typhi dengan antibody yang disebut agglutinin. atau psikosis. meteroismus. hepatomegali. lidah yang berselaput (kotor di tengah. akan tetapi adanya leukopenia dan limfositosis relatif menjadi dugaan kuat diagnosis demam tifoid. Pada uji Widal terjadi reaksi agglutinasi antara antigen kuman S.delirium. Maksud uji Widal adalah untuk menentukan adanya reaksi agglutinin dalam serum penderita tersangka demam tifoid yaitu:2 a. terutama pada fase lanjut. Pemeriksaan Widal Ujian ini digunakan untuk mendeteksi reaksi antibody terhadap kuman S. Penelitian oleh beberapa ilmuwan mendapatkan bahwa hitung jumlah dan jenis leukosit serta laju endap darah tidak mempunyai nilai sensitivitas. typhi. Semakin tinggi titernya semakin besar kemungkinan terinfeksi kuman ini. jumlah leukosit normal. Aglutinin O (dari tubuh kuman) b. dan tetap tinggi selama beberapa minggu. gangguan mental berupa somnolen.4 2. stupor. mungkin didapatkan aneosinofilia dan limfopenia. kemudian diikuti oleh agglutinin H. Aglutinin H (flagella kuman) c. mungkin didapatkan trombositopenia dan hitung jenis biasanya normal atau sedikit bergeser ke kiri. Pada fase akut. tepi dan ujung merah serta tremor).1 Pemeriksaan penunjang 1. splenomegali. pada orang yang 4 .

Saat ini belum ada kesamaan mengenai titer agglutinin yang bermakna diagnostic untuk demam tifoid. Volume darah yang kurang (diperlukan kurang lebih 5 cc). 4. Kultur darah Hasil biakan darah yang positif menandakan demam tifoid. 3. akibat agglutinasi silang. 3. akibat infeksi demam tifoid masa lalu atau vaksinasi 7. dan strain Salmonella yang digunakan untuk antigen suspension. 3. Factor teknik pemeriksaan antar laboratorium. antara 9-12 bulan. Ada beberapa factor yang mempengaruhi uji Widal yaitu: 1. 2. akan tetapi hasil negative tidak menyingkirkan demam tifoid. Pengobatan dini dengan antibiotic Gangguan pembentukan antibody dan pemberian kortikosteroid Waktu pengambilan darah Daerah endemic atau non-endemik Riwayat vaksinasi Reaksi anamnestic. hanya berlaku setempat dan batas ini bahkan berbeda di berbagai laboratorium setempat. Darah yang diambil sebaiknya secara bedside langsung dimasukkan ke dalam media cair empedu untuk pertumbuhan kuman. Riwayat vaksinasi. pada saat agglutinin semakin meningkat Etiologi 5 . Oleh itu. Vaksinasi masa lampau dapat menimbulkan antibody (agglutinin) dalam pasien yang akan menekan bacteremia sehingga hasil biakan darah menjadi negative. 6. Bila darah yang dibiak terlalu sedikit hasil biakan bisa negatif. kerana mungkin disebabkan beberapa hal sebagai berikut:2 1. 4. Batas titer yang sering dipakai hanya kesepakatan sahaja. Darah diambil setelah minggu pertama. Telah mendapat terapi antibiotic (pertumbuhan kuman di dalam tubuh pasien terhambat dan hasil mungkin negative) 2. sedangkan agglutinin H menetap lebih lama. uji Widal bukan untuk menentukan kesembuhan penyakit. 5. yaitu peningkatan titer agglutinin pada infeksi bukan demam tifoid.telah sembuh agglutinin O tetap dijumpai setelah 4-6 bulan.

Sebagian kuman dikeluarkan bersama feses dan sebagian lagi masuk ke dalam sirkulasi setelah menembus usus. Kuman tumbuh pada suasana aerob dan fakultatif anaerob pada suhu 15 – 41’ C ( optimum 37’ C ) dan pH pertumbuhan 6 – 8. Kuman dapat hidup dan berkembang biak di dalam makrofag dan selanjutnya dibawa ke plak Peyeri ileum distal dan kemudian ke kelenjar getah bening mesenterika. Sebagian kuman akan dimusnahkan di lambung. berkembang biak.2 Di dalam hati. mempunyai 3 macam antigen yaitu antigen O. berhubung makrofag yang telah teraktivasi dan hiperaktif maka saat fagositosis kuman Salmonella terjadi pelepasan beberapa mediator inflamasi yang selanjutnya akan menimbulkan gejala reaksi inflamasi sistemik seperti demam. sakit perut. Proses yang sama berulang kembali. paratyphi) ke dalam tubuh manusia setelah memakan makanan yang terkontaminasi kuman tersebut. bergerak dengan rambut getar. Dalam serum penderita terdapat zat (agglutinin) terhadap ketiga macam antigen tersebut. kuman masuk ke kandung empedu. dan antigen VI. gangguan mental dan koagulasi. typhi) dan Salmonella paratyphi (S. Di organ – organ ini kuman meninggalkan makrofag dan membiak di luar sel atau ruang sinusoid dan selanjutnya masuk ke dalam sirkulasi darah lagi.Penyebab penyakit ini adalah Salmonella typhi. tidak berspora.3 Patofisiologi Kuman Salmonella typhi (S. antigen H. Selanjutnya melalui duktus torasikus kuman yang terdapat di dalam makrofag ini masuk ke sirkulasi darah (mengakibatkan bakterimia pertama yang asimtomatik) dan menyebar ke seluruh organ retikuloendotelial tubuh terutama hati dan limpa. Di lamina propia kuman berkembang biak dan difagosit oleh sel – sel fagosit terutamanya oleh makrofag. dan selanjutnya ke lamina propia. dan Salmonella parathypii B. myalgia. malaise. terutamanya sel-M. instabilasi vascular. Kuman – kuman ini merupakan batang gram negatif. sakit kepala. Kuman ini dapat menyerang seluruh tubuh.2 6 . dan dieksresikan secara intermiten ke dalam lumen usus bersama cairan empedu. mengakibatkan bakterimia kedua yang disertai dengan tanda – tanda dan gejala – gejala penyakit infeksi sistemik. terutama bagian saluran pencernaan. Apabila respons imunitas humoral mukosa (IgA) usus kurang baik maka kuman akan menembus sel epitel. sebagian lolos masuk ke dalam usus dan seterusnya berkembang biak. Salmonella para typhii A.

Proses patologis jaringan limfoid ini dapat berkembang hingga ke lapisan otot.2 Penatalaksanaan Non-medika mentosa 1. kemudian ditingkatkan kepada bubur kasar. Endotoksin dapat menempel di reseptor sel endotel kapiler dengan akibat timbulnya komplikasi gangguan neuropsikiatrik. dan gangguan organ lainnya. makrofag hiperaktif menimbulkan reaksi hyperplasia jaringan (S. serosa usus. Pemberian bubur saring tersebut ditujukan untuk menghindari komplikasi perdarahan saluran cerna atau perforasi usus. hyperplasia jaringan dan nekrosis organ). pernapasan. dan buang air besar akan membantu dan mempercepat masa penyembuhan. dan dapat mengakibatkan perforasi. Istirahat dan perawatan. Tirah baring dengan perawatan sepenuhnya di tempat seperti makan. buang air kecil. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian padat dini yaitu nasi dengan lauk pauk rendah selulosa (menghindari sayuran dan makanan berserat buat sementara waktu) dapat diberikan secara aman pada pasien demam tifoid. kardiovaskular. Perubahan diet tersebut disesuaikan dengan tingkat kesembuhan pasien. untuk menghentikan dan mencegah penyebaran kuman 7 .2 Medika mentosa Pemberian antimikroba. dan akhirnya nasi. Dalam perawatan kebersihan tempat tidur. mandi. minum. pakaian dan perlengkapan yang dipakai harus dijaga.Di dalam plak Peyeri.2 2. Diet dan terapi penunjang Diet merupakan hal yang cukup penting dalam proses penyembuhan penyakit demam tifoid karena makanan yang kurang akan menurunkan keadaan umum dan gizi penderita akan semakin turun dan proses penyembuhan akan menjadi lama Dimasa lampau pasien akan diberikan diet bubur saring. dengan tujuan mencegah komplikasi dan mempercepat pertumbuhan Tirah baring dan perawatan professional bertujuan untuk mencegah komplikasi. typhi intra makrofag menginduksi reaksi hipersentivitas tipe lambat. Perdarahan saluran cerna dapat terjadi akibat erosi pembuluh darah sekitar Peyeri plague yang sedang mengalami nekrosis dan hyperplasia akibat akumulasi sel-sel mononuclear di dinding usus.

Obat – obat antimikroba yang sering digunakan untuk mengubati demam tifoid adalah seperti berikut:1  Kloramfenikol.  Tiamfenikol. sekali sehari.  Golongan Fruolokuinolon. akan tetapi komplikasi hematologi seperti kemungkinan terjadinya anemia aplastik lebih rendah dibandingkan dengan kloramfenikol. demam rata-rata menurun pada hari ke-5 sampai hari ke-6. Komplikasi 8 . Dosis tiamfenikol adalah 4 x 500 mg. dosis yang dianjurkan adalah antara 3-4 gram dalam dektrosa 100 cc diberikan selama ½ jam perinfus. golongan sefalosporin generasi ketiga yang terbukti efektif untuk demam tifoid adalah seftriakson.  Ampisilin dan amoksilin. Kemampuan obat ini untuk menurunkan demam lebih rendah dibandingkan dengan kloramfenikol. Golongan ini beberapa jenis bahan sediaan dan aturan pemberiannya:  Norfloksasin dosis 2 x 400 mg/hari selama 14 hari  Siprofloksasin dosis 2 x 500 mg/hari selama 6 hari  Ofloksasin dosis 2 x 400 mg/hari selama 7 hari  Pefloksasin dosis 400 mg/hari selama 7 hari  Fleroksasin dosis 400 mg/hari selama 7 hari. dosis yang dianjurkan berkisar antara 50-150 mg/kg BB dan digunakan selama 2 minggu.  Sefalosporin generasi ketiga.  Kotrimoksazol. Hingga saat ini. Efektivitas obat ini dilaporkan hampir sama dengan kloramfenikol. Penyuntikan intramuskular tidak dianjurkan oleh karena hidrolisis ester ini tidak dapat diramalkan dan tempat suntikan terasa nyeri. Diberikan sampai dengan 7 hari bebas panas. diberikan 3-5 hari. Dosis untuk orang dewasa adalah 2 x 2 tablet (1 tablet mengandung sulfametoksazol 400 mg dan 80 mg trimetropim) diberikan selama 2 minggu. Dosis dan efektivitas tiamfenikol pada demam tifoid hampir sama dengan kloramfenikol. Dosis yang diberikan adalah 4 x 500 mg/hari dapat diberikan secara per oral atau intravena.

. Sudoyo AW. Beberapa komplikasi serius dapat terjadi. Dalam : Soedarmo SS. 9 . Hadinegoro SR. 2. 2. Demam Tifoid. Perdarahan Intestinal Pada plak Peyeri usus yang terinfeksi (terutama ileum terminalis) dapat terbentuk tukak/luka berbentuk lonjong dan memanjang terhadap sumbu usus dan mengenai pembuluh darah maka terjadi perdarahan. Ed 5. Edisi 20. Paratyphi. Jakarta: penerbit buku kedokteran EGC. 2002:367-75. Penyakit ini dapat ditularkan kepada manusia dan hewan melalui makanan yang dicemari dengan salah satu atau kedua bakteri di atas. Ornston LN. Darmowandowo W. Buku ajar ilmu penyakit dalam.Sebagai suatu penyakit sistemik maka hampir semua organ utama tubuh dapat diserang dan berbagai komplikasi serius dapat terjadi. Selanjutnya bila tukak menembus dinding usus maka perforasi dapat terjadi. Garna H. 2009. Brooks GF. penderita yang disertai dengan perforasi akan mengeluh nyeri perut yang hebat terutama di kuadran kanan bawah yang kemudian menyebar ke seluruh bagian perut. Mikrobiologi kedokteran. edisi 1. Daftar Pustaka: 1. Jakarta: Internal Publishing. et al. Butel JS.2 Komplikasi intestinal: 1. Perforasi usus Biasanya timbul pada minggu ketiga namun dapat pula terjadi pada minggu pertama. kuman sampai di organ tubuh terutama hati dan limpa. Komplikasi Ekstra-Intestinal Hepatitis tifosa Pembengkakan hati ringan sampai sedang dijumpai pada 50% kasus dengan demam tifoid dan lebih banyak dijumpai karena S. Jilid III. sehingga terjadi infeksi saluran pencernaan yaitu usus halus. Penyakit ini tergolong penyakit menular yang dapat menyerang banyak orang melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi. Selainn gejala umum dari demam tifoid. Kesimpulan Demam tifoid disebabkan oleh bakteria Salmonella typhi dan Salmonella paratyphi. H 2797-805 3. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak : Infeksi & Penyakit Tropis. 1996. Typhi dan S. Dan melalui peredaran darah. Eds. Jakarta : BP FKUI.

Vaksinasi. 2010. Cahyono B. 2008.4.338-45. Suharjo J. 5th ed. 94. Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia. 10 . Satari HI. 5. Garna K. Hadinegoro SRS. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. h. cara ampuh cegah penyakit infeksi. Buku ajar infeksi dan pediatri tropis.B. Soedarmo SPS. H. Ed 2.