You are on page 1of 67

LAPORAN AKHIR

P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .
C o n s u lti n g G r o u p

EXECUTIVE SUMMARY

LATAR BELAKANG

Akhir abad 18 Aceh telah memiliki dan menggunakan kereta api terutama untuk
angkutan manusia. Namun karena obsolens dan tidak ada siklus pembaharuan,
operasinya telah dihentikan sejak 1974. Kini setelah lebih dari 3 dasawarsa, terjadi titik
balik, menyadari dan belajar dari permasalahan yang berkembang dan pola
kecenderungan yang analog di berbagai skala human settlement baik di wilayah internal
Aceh maupun di berbagai urbanized area di Indonesia dan di berbagai negara, moda
angkutan kereta api, dipandang sebagai solusi angkutan tepat saat ini dan masa depan:
massal, murah, aman, dan efektif. Dan pembangunan kembali jaringan pelayanan
kereta api Nangroe Aceh Darusallam diyakini memberikan eksternalita positif atau
membawa manfaat yang menguntungkan masyarakat, saat ini maupun masa
mendatang. Pelayanan tersebut akan semakin membuka dan menghubungkan kotakota Banda Aceh, Sigli, Lhokseumawe, Langsa, Besitang, Medan- Belawan, MedanTebing Tinggi, Pematang Siantar, Rantauprapat. Lintas jaringan tersebut akan terhubung
dengan jaringan baru yang menghubungkan kota-kota di propinsi-propinsi Riau,
Sumatera Barat, Jambi, Sumatera Selatan , Bengkulu, dan Lampung, dalam satu
kesatuan sistem Trans Sumatera Railway (SRDP, Mac Leod-England-Departemen
Perhubungan; 2000).

Sistem pelayanan ini akan membuka akses wilayah dalam

pergerakan sumberdaya, manusia dan barang secara massal dan efisien, mengarah
pada akselerasi pengembangan wilayah dan atau memenuhi kebutuhan perkembangan
wilayah.
Agar program pengembangan dan pembangunan prasarana perkeretaapian dapat
berlanjut, maka Satuan Kerja Perencanaan Teknis dan Pengawasan Perkeretaapian,
Direktorat Jenderal Perkeretaapian, Departemen Perhubungan, melakukan review
disain atas sebagian dari disain trase jalan rel dan jembatan KA terdahulu, yaitu pada
lintas Lhokseumawe - menuju Sigli, sepanjang ±73 km.
Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh
1

LAPORAN AKHIR
P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .
C o n s u lti n g G r o u p

TUJUAN
Pekerjaan Review Disain Jalan dan Jembatan Kereta Api di Aceh Tahap I Lintas
Lhokseumawe – Sigli sepanjang ± 73 kilometer ini dilakukan dengan maksud:

Mengumpulkan bahan-bahan studi dan disain terdahulu, bila masih ada,

Membuat kajian ulang (review) atas disain trase jalan rel dan jembatan yang
pernah dibuat,

Memberikan saran dan rekomendasi yang terbaik hasil review disain, berupa
disain terbaru yang lebih baik dan lebih cocok dengan kondisi lapangan pasca
bencana,

Dengan

tujuan

memberikan

data

perencanaan

sebagai

dasar

bagi

tindakan

implementasi lanjut, yaitu kegiatan pembangunan fisik jalan rel lintas ini, untuk
melanjutkan program pengembangan dan pembangunan prasarana perkeretaapian di
Provinsi Nangroe Aceh Darussalam (NAD).

RUANG LINGKUP
Lingkup pekerjaan meliputi antara lain :
a. Pengumpulan data / survai instansional dan peninjauan lapangan
b. Studi ekonomi
c. Survai topografi
d. Monumentasi dan dokumentasi
e. Penelitian tanah
f.

Studi hidrologi - hidrolika

g. Pembuatan disain rinci jalan rel, termasuk bangunan pelengkap / jembatan
dengan bentang<10m
h. Pembuatan disain rinci 5 (lima) buah jembatan yang memiliki bentang paling
panjang
i.

Pembuatan disain dasar (basic design) jembatan dengan bentang >10m;

Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh
2

LAPORAN AKHIR
P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .
C o n s u lti n g G r o u p

j.

Pembuatan dokumen lelang lengkap termasuk RKS dan RAB untuk
pekerjaan trase dan jembatan dengan bentang <10m serta 5 (lima) jembatan
terpanjang yang dibuatkan detail disain.

KELUARAN
Produk pekerjaan review disain ini adalah :

Laporan Pendahuluan (Inception Report)

Laporan Antara (Interim Report)

Konsep Laporan Akhir (Final Report Draft )

Laporan Akhir (Final Report) dan Executive Summary.

Laporan survai topografi berikut gambar hasil pengukuran,

Laporan penelitian tanah berikut hasil test laboratorium,

Laporan studi hidrologi-hidrolika,

Dokumen lelang,

Rencana Anggaran Biaya (RAB),

Album gambar disain di atas kertas HVS ukuran A3 dan A1, serta di atas
kertas kalkir A1.

Laporan teknik berisi perhitungan-perhitungan teknis

Laporan akhir dan dokumen pelengkapnya berbentuk hard copy, dan soft copy
sebanyak 3 (tiga) CD.
Laporan Akhir ini disusun secara komprehensif, dengan struktur sebagai berikut:
LAPORAN AKHIR

BUKU I

: URAIAN UMUM, JADUAL PELAKSANAAN DAN RENCANA

ANGGARAN BIAYA

BUKU II

: PERHITUNGAN DISAIN KONSTRUKSI

BUKU III

: DOKUMEN LELANG

BUKU IV

: HASIL SURVAI TOPOGRAFI

BUKU V

: HASIL PENELITIAN TANAH

ALBUM GAMBAR I

ALBUM GAMBAR II : PENGUKURAN TOPOGRAFI

: DETAIL DISAIN

Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh
3

pekerjaan review disain diubah dari Lintas Langsa – Besitang menjadi lintas koridor jalan rel yang menghubungkan kota Lhokseumawe dan Sigli.LAPORAN AKHIR P T . dan melintasi 3 wilayah administrative.5km. km 254+488. sepanjang ±73 km dari arah kota Lhokseumawe menuju Sigli. km 178+000. 07/STD. hingga Peudada 96º 34' 56" BT. Kota Lhokseumawe. yaitu Kabupaten Aceh Utara. C o n s u lti n g G r o u p RINGKASAN [EXECUTIVE SUMMARY] LOKASI PROYEK Menurut Berita Acara Penjelasan Pelelangan No. 05º 12' 09" LU. dengan panjang ≥ 73. D e lta T a m a W a ja C o r p .KA/IV/06. Trase lintas Lhokseumawe-Sigli berawal dari Lhokseumawe. 97º 09' 29" BT.7/PTP. dan Kabupaten Bireun. Punteut. di Propinsi Nangroe Aceh Darussalam. 05º 07' 21" LU. dengan elevasi antara 15-28m. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 4 . Lintasan ini memanjang di sepanjang kawasan dataran rendah pantai timur Nangroe Aceh Darussalam.

LAPORAN AKHIR P T . C o n s u lti n g G r o u p Titik Akhir KM 178+000 PEUDADA Gambar 1: Lokasi Studi Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 5 . D e lta T a m a W a ja C o r p .

PUNTEUT Gambar 1. D e lta T a m a W a ja C o r p . C o n s u lti n g G r o u p Titik Awal KM 254+488 [KM lama] ALUERAYA.a : Lokasi Studi Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 6 .LAPORAN AKHIR P T .

LAPORAN AKHIR
P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .
C o n s u lti n g G r o u p

KERANGKA PEMIKIRAN

Start

Proses Review
Spesifikasi
Eksisting

Studi dan
Disain
Eksisting

Konstruksi
Eksisting

Kondisi Eksisting
Sistem Infrastruktur

Spesifikasi
Terbaru

Survai&Evaluasi

Ekonomi
dan Sosial

Topografi

Geoteknik

Hidrologi
dan
Hidrolika

Evaluasi Disain

Evaluasi: Trase, Struktur Jalan,
Bang Hikmat,Perlintasan, Stasiun

Disain : Trase, Struktur Jalan,Bang
Hikmat, Perlintasan, Stasiun

Disain
Finish

Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh
7

LAPORAN AKHIR
P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .
C o n s u lti n g G r o u p

Formulasi Permasalahan dan Outline Solusi
Dari investigasi awal dan survai lanjut dapat dipetakan persoalan yang ada pada
review pembangunan dan disain jalur jalan rel KA lintas Lhokseumawe-Sigli, seksi
Alueraya-Peudada, sebagai berikut:
Permasalahan
Teknis

Deskripsi
Damaja, damija, dawasja

Outline Solusi
Pelebaran

yang tidak memadai

Pemasangan gabion atau retaining wall
Kanalisasi/Pemagaran
Rekayasa lalu lintas kota, dan penataan
kawasan.

Radius yang kurang besar.

Redisain
Pembelian tanah yang dibutuhkan.

Kapasitas
ballast,

Rel,

Sleeper,

Struktur

bangunan

Redisain

Hikmat yang kurang besar.
Bangunan
Land
Jalur

Use

Sisi

Perlintasan,

Redisain, dan penggeseran lokasi

Stasiun kurang memadai.
Kegiatan komersial pada

Integrasi fungsi stasiun dengan kegiatan

simpul aglomerasi.

komersial dan ruang relokasi, rekayasa
lalu lintas.

Perumahan masyarakat yang

Pembangunan lintasan kolektif sebidang,

Sosial

terisolasi dari jalan.
Penggunaan jalur sebagai

underpass, dan atau overpass.
Penyediaan jalur pedestrian

Hukum

akses ke rumah.
Okupasi illegal

pejalan kaki hingga speda motor.
Komunikasi, pemberian solusi, hingga

untuk

aksi legal dan koersif.

SPESIFIKASI, NORMA, DAN STANDAR

Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh
8

LAPORAN AKHIR
P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .
C o n s u lti n g G r o u p

Railroad track lintas ini direncanakan memenuhi:
a.











b.

c.

Spesifikasi Track
Lebar gauge
: 1435 mm
Ruang bebas kelas I yang diperlebar, memperhitungkan muatan double deck
atau peti kemas.
Kecepatan maksimum
: 120 km/jam
Kecepatan di emplasemen
: 45 km/jam
R sedapat mungkin
: ≥ 800 m
Beban Gandar
: 18 ton
Kelandaian pada jalur
: ≤10 ‰
Kelandaian pada jalur emplasemen
: ≤ 1.5 ‰
Jarak antar as spur utama di emplasemen : ≥ 5.20 m
Jarak dengan spur belok di emplsemen
: ≥ 4.40 m
Wesel menggunakan wesel 1:12













Spesifikasi Lokomotif
Jarak roda/lebar spur/gauge
Berat Lokomotif
Kecepatan maksimum
Kecepatan normal
Tinggi lokomotif
Tinggi pandang lokomotif
Panjang lokomotif
Panjang 2 as roda yang di luar
Panjang 2 as roda yang di dalam
Roda garis tengah
Lebar lokomotif
Daya tarik
Berat rangkaian ditarik





Spesifikasi Gerbong
Berat gerbong
Pay load
Lebar spur
Kecepatan maksimum
Kecepatan normal

: 1435 mm
: 99 ton
: 120 km/jam
: 100 km/jam
: 3,400 mm
: 2,800 mm
: 13,770 mm
: 6,300 mm
: 2,400 mm
:
950 mm
: 3,000 mm
: 2,200 HP
: 20 gerbong= 20 x 70 ton
= 1400 ton
: 20 ton
: 50 ton
: 1,435 mm
: 120 km/jam
: 100 km/jam

Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh
9

10 (PD 10)  Keputusan Menteri No. C o n s u lti n g G r o u p d.  Keputusan Menteri No.LAPORAN AKHIR P T .  AVBP 1932  100 % Rencana Muatan 1921  Peraturan Beton Indonesia 1971  Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan Gedung (SKSNI T15-1991-03) Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 10 . 53 tahun 2000 tentang perpotongan dan/atau persinggungan antara jalur jalan rel dengan bangunan lain. Ruang Bebas untuk Standards Gauge 1435 mm Gambar 2: Ruang Bebas Standard Gauge 1435mm e. 52 Tahun 2000 tentang jalur jalan rel. KAI di antaranya adalah :  Peraturan Dinas No. D e lta T a m a W a ja C o r p . Norma dan Standar Pekerjaan disain ini dilakukan dengan mengacu pada standard-standard dan peraturan-peraturan yang berlaku di Departemen Perhubungan dan PT.

dimaksudkan agar tercapai kinerja transportasi yang terbaik bagi semua. dari prasyarat tekanan gandar dan kecepatan yang ditetapkan dalam code dan standard tersebut.  Norma dan standar di Indonesia. Prasarana railroad track dan jembatan. Japan National Railways. tabel 1. Penggunaan norma dan standar tersebut di atas pada perencanaan pembangunan jalan kereta api standar gauge 1435 mm perlu dijelaskan untuk menyamakan kerangka berpikir para pihak yang terkait. yang mengadopsi UIC code. UIC. kecepatan merupakan elemen utama yang Tekanan gandar dan diatur dalam berbagai code/standar dari International Union of Railways. Kebutuhan dan upaya peningkatan tekanan gandar dan kecepatan dalam masyarakat perkeretaapian dunia selalu didasari oleh kebutuhan yang sepakat dipenuhi yang dituangkan dalam kebijakan sebagai dasar hukum pemenuhannya. dan kecepatan maksimum 120km/jam. seberapa jauh dapat dioptimasikan pada pencapaian nilai lebih. WTO dari sisi networker.  Kerangka Acuan Kerja [KAK] dari Satuan Kerja Perkeretapian Departemen Perhubungan Indonesia mendasari perencanaan dan pembangunan jalan kereta api lintas Lhokseumawe-Sigli ini dengan Code dan standard tersebut. AREA. dan secara teknis menetapkan tekanan gandar maksimum 18 ton. beberapa question mark Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 11 . C o n s u lti n g G r o u p  Peraturan-peraturan lain yang terkait dan berlaku. dan sarana lokomotive dan gerbong merupakan turunan geometrik maupun struktural. dan kecepatan maksimum 120 km/jam. masih menerapkan tekanan gandar kereta api maksimum 18 ton. Tampak pada matriks di bawah ini. ESCWA.LAPORAN AKHIR P T . dari sisi provider. Hal ini terkait dengan tipikal performance kecepatan dan tekanan gandar kereta api yang dioperasikan di berbagai negara. Penggunaan tekanan gandar 18 ton dan kecepatan maksimum 120km/jam yang sesuai secara yuridis. merupakan dasar hukum . tabel 2 dan 3.  Persoalan yang teridentifikasi dari penerapan PD 10 adalah: 1. menurut hukum Indonesia. AREMA. bahwa:  Norma dan standar [Code and Standard] tersebut. PD 10. AREA code. dengan lebar standar 1435 mm. bagi kegiatan perencanaan dan pembangunan jalan kereta api dan prasarana dan sarana terkait. BRA. D e lta T a m a W a ja C o r p . 2. Dasar arahan perencanaan alinyemen horizontal tidak sesuai untuk standard gauge 1435mm. JNR code. dan diatur ESCAP.

00m 4.40m 5. sebagai pencapaian yang berharga yang hendak dicapai melebihi nilai yang ditetapkan dalam PD 10.5 /1000 1:12 double deck Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 12 . Berikut adalah matriks identifikasi spesifikasi yang mungkin diadopsi dari PD 10.5 /1000 UIC/71 250m 500m 1:12 double deck passanger/freight/depo 2 dimension 18 ton sedapat mungkin 800m 10 /1000 1.20m 120 km/h 45 km/h (18-20) ton ? 18ton 20 ton ? 18 ton ? 750m 10 /1000 1. UIC. tabel 4 dan tabel 5. AREMA. dan dari literature-literature lain yang relevan bagi perencanaan jalan KA lintas Lhokseumawe-Sigli ini. D e lta T a m a W a ja C o r p .40m 5. RM 1921.20m 100 km/h (120-140)km/h ? 45 km/h 4.00m 4. Tabel 1 : Technical Specifications of Lhokseumawe-Sigli Railway Networks Purpose: Passanger mixed service No Technical Spefication 1 Track Width 2 Vehicle Loading Gauge 3 Minimum distance between track centres at Straight track at Curved track at Emplacement 4 Network Nominal minimum Speed 5 Network Maximum Speed 6 Max speed at emplasemen 7 Authorised mass per axle For Locomotive: V<200 km/h For Wagon: 120km/h 140km/h 8 Minimum Curvature 9 Max network grade 10 Max grade in stations 11 Test train [bridge design] 12 Minimum platform length in principal stations 13 Minimum useful siding length 14 Switches 15 Platform height 16 Terminals 17 Cross roads 18 Bridges Existing Lines 1067mm 325m New Lines 1435mm UIC/B ToR [KAK] 1435mm 4. C o n s u lti n g G r o u p tekanan gandar dan kecepatan yang akan dioptimasikan. AVBP 1932.LAPORAN AKHIR P T . dengan tetap mendasari pencapaian ini dengan standar keamanan dan kekuatan struktural sistem bangunan jalan KA. AREA.

5 : Axle Load and Mass per Unit Length [Corigenda Commission.0t/m 5 8.8t/m 6 10. [ International Union of Executive Railways.0t/m 2 6.2004] Classification Mass per unit length. Speed.2005] Executive Council. km/h 275-80 110-200 160max Axle load 11-37. km/h 140-275 90-140 110max 80max Axle load 11-20 t 16-20 t 20-22t 26-37.5t Railways. p2. World Council. p 1 5.5t 25t C2 C3 C4 D2 D3 D4 F 27. C o n s u lti n g G r o u p Tabel 2 : The Relationship between Typical Operating Speed of 70-275km/h and the Axle Load of 11-37. p2. D e lta T a m a W a ja C o r p . and Axle Load. [International Union of Railways.0t/m A 16t A B 18t B1 B2 Mass per Axle=P C D E 20t 22. World Executive Council.. p2.2005] [ International Union of Purpose High speed passanger General passanger in mixed service General freight in mixed service Heavy haul Speed range. Worldp3.2t/m 4 8. Curvature Straight [more than 75% tangent] Mediumcurvature [40%-75%] Severe Curvature [less than40% tangent] Speed range.5t G 30t E4 E5 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 13 .2005] Tabel 3 : The Relationship between the Curvature.5 ton.4t/m 3 7.5 t 11-30 t 20-26t Table 4 : The Save Axle Load and Mass per Unit Length Table 2. World Executive Council.LAPORAN AKHIR P T . UIC.2005] [International Union of Railways..

C o n s u lti n g G r o u p Tabel 5 : The Permissible Axle Load on the Track Dimension Note : Axle load.8 Width of tie 26 26 26 26-33 26 Tie spacing 65 60-65 60 60 60 Thickness of ballast bed 30 30 30 30-40 30-40 Thickness of sub ballast 20 20 30-40 30-40 30-40 Biaya konstruksi relatif 100 130 160 170 180 Fastenrath.8-3.1977 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 14 .LAPORAN AKHIR P T .6-2.6-2.6-3.0 2.4-2.8 2. kN S49/700 S54/900 UIC60/900 UIC60/1100 S70/900 Rail rated strength Ballast Module 20 50 100 20 50 100 20 50 100 20 50 100 20 50 100 Wheel radius[half worn] Axle load of freight train 400mm a 160 160 160 180 200 240 230 250 270 270 290 340 270 270 270 b 160 160 160 240 270 270 270 270 270 350 410 410 270 270 270 450mm a 150 170 180 180 200 240 230 250 300 270 290 340 280 300 300 b 160 180 190 240 300 300 300 300 300 350 440 450 300 300 300 500mm a 150 170 200 180 200 240 230 250 310 270 290 340 280 300 340 b 200 200 200 240 300 340 310 340 340 350 440 500 340 340 340 Length of tie 2.Rail road track: Theory and Practice.6 2. D e lta T a m a W a ja C o r p .8 2.

Pendekatan mana yang dipakai? 3. Semua beruntung atau terjadi alokasi terbaik bagi semua pihak. Supply creates demand. pelayanan terjadi pada masyarakat yang telah developed akibat kebutuhan yang timbul dari fase developmentnya. industri dengan volume yang besar. tepat diimplementasikan pada posisi 2.LAPORAN AKHIR P T . dan disamping terdapat hasil hutan. Apakah semua pihak beruntung? Terdapat lebih dari 5 juta penduduk pada pusat sistem aglomerasi pada koridor Banda Aceh-Medan. cocok diimplementasikan pada posisi 1. C o n s u lti n g G r o u p PELAYANAN KERETA API Posisi pelayanan transportasi secara alamiah akan berada pada salah satu posisi: 1. 1. Pendekatan private. Satu beruntung. maka akumulasi agregatnya adalah kemandegan atau kegagalan pasar. atau 2. Lokasi lintasan adalah membentang melintasi simpul aglomerasi kawasan prioritas pengembangan wilayah Nangroe Aceh Darusallam. perkebunan. Demand creates supply. Pendekatan dalam pelayanan transportasi: 1. akan tercipta hasil: 1. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 15 . konsumen-produsen. 2. pelayanan diberikan agar terjadi eksternalita positif yang mendorong terjadinya initial development masyarakat yang dilayani. Sedangkan posisi 2. Dalam kasus pembangunan kembali pelayanan kereta api di Nangroe Aceh Darusallam. Bagaimana posisi provider dan user? 2. Pendekatan public. atau 2. dan terjadilah pelayanan yang sustainable dalam pertumbuhan. D e lta T a m a W a ja C o r p . Posisi 1. Dalam interaksi 2 stakeholder. dan yang satunya merugi. dalam kerangka Trans Sumatera Railway.

49 3. Kota 2005 2010 2015 2020 2025 1 Banda Aceh 238.29 74. 3 kelas pelayanan.93 6.00 82. atau omnibus.61 182.20 60.00 55. kompetetif terhadap moda lain.533.03 50.67 3.11 354. Commuting distance: jarak orang bekerja.89 100.42 984. 7loko-70gerbong. demikian juga untuk komuter 6 KA.74 572.446.88 222.51 7.LAPORAN AKHIR P T . lintas Banda Aceh-Medan: Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 16 .00 154.43 82.61 290.45 4. D e lta T a m a W a ja C o r p .00 165.20 60.88 222. 40% pangsa pasar.57 5 Idi 6 Langsa 7 Kuala Simpang 8 Besitang 150. 1spare.68 82.500.03 50.66 188.84 518.89 182.84 321.45 731.03 67.00 55.29 74.714. 80% beroperasi 20% spare.101.20 3.364. Jalur ganda :7.05 6. pergi-pulang.00 12 Medan 2.40 807. langsung ½. 15 perjalanan pp/hari.09 150.87 Jumlah 4.55 4 Lhokseumawe 140.29 74. Opsi perjalanan: 1.09 123. Long distance : jarak jauh langsung.047.45 Diolah dari sumber Dephub RI-CNCF-AREP.[i=2%] No.52 891.760.95 632.00 165. 2005) : 1.108.00 165.6 juta penumpang/tahun pada tahun 2012. Jalur tunggal :3.011.811 juta penumpang/th 2012. 18loko-180 gerbong.81 91.30 469.09 246.30 182. kompetetif terhadap moda lain.89 67. 2.42 208. 40% pangsa pasar.36 662.744.02 5.539.2005 5. 2.00 11 Binjai 600.95 246.75 Tabel 7 : Matriks opsi pelayanan KA u/ penumpang.35 229.85 82.43 425.53 67.85 201.05 10 Tanjungpura 75.03 50.74 170. 80% beroperasi 20% spare. harian. 6 perjalanan jarak jauh pp.20 60.75 2030 391.30 201.85 201.00 55.57 2.59 263. Tabel 6 : Jumlah dan Proyeksi Penduduk di Kota-kota Koridor Banda Aceh-Medan Jumlah Penduduk [000].94 111.61 9 Pangkalan Brandan 150. C o n s u lti n g G r o u p Opsi kapasitas pelayanan (SNCF-Dephub RI.88 222.42 2 Sigli 3 Bireun 385. 3 kelas pelayanan.95 246.

lintas Banda Aceh-Medan: Tipe Sifat Perjalanan Khusus Campur KABarang Skenario Perjalanan Langsung Setengah Omnibus Exc Kelas Bsns Ekon Double track Single track Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 17 .Jauh Komuter Skenario Perjalanan Langsung Setengah Omnibus Exc Kelas Bsns Ekon Double track Single track Tabel 8 :Matriks opsi pelayanan KA u/ barang. C o n s u lti n g G r o u p Tipe Sifat Perjalanan J. D e lta T a m a W a ja C o r p .LAPORAN AKHIR P T .

dan penataan kawasan. Aglomerasi 1 Alueraya. D e lta T a m a W a ja C o r p . dawasja Radius Outline Solusi Pelebaran Pemasangan gabion atau retaining wall Kanalisasi/Pemagaran Rekayasa lalu lintas kota. Kondisi yang bisa dicapai saat ini adalah single track. bertemu dengan jalan Banda Aceh-Medan. pasar.LAPORAN AKHIR P T . Punteut 2 Cunda 3 Geukuh 4 Geuregok 5 Matang Glumpang 6 Bireun 7 Meunasah Alue Sistem Aktivitas Lokasi perguruan Tinggi. dan persimpangan jalan arteri Banda Aceh-Medan dengan pusat aglomerasi Lhokseumawe. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 18 . rumah sakit Bireun. dan bertemu dengan jalan arteri Banda AcehMedan. dan permukiman. simpul kegiatan komersial. dimana terletak stasiun antara pada jalur 750mm yang dibangun pada akhir abad 19. dan pusat kota kecamatan. Redisain Pembelian tanah yang dibutuhkan. damija. PEMBANGUNAN KEMBALI JALAN KA LINTAS LHOKSEUMAWE – SIGLI Menyediakan prasarana untuk:  Perjalanan Komuter Lhokseumawe-Bireun.  Bagian prasarana long distance trip Banda Aceh-Medan. simpul persimpangan pergerakan Bireun-Takengon. Simpul permukiman. dan Rumah Sakit Daerah Lhokseumawe. permukiman. Simpul kegiatan komersial: pertokoan. simpul kegiatan komersial: pertokoan. dan jalan arteri Banda Aceh-Medan. permukiman. bertemu dengan jalan lintas Banda Aceh-Medan. Simpul kegiatan komersial. Simpul kota Kabupaten.simpul kegiatan komersial. pasar. sebagai berikut: Permasalahan Teknis Deskripsi Damaja. C o n s u lti n g G r o u p No. pusat pemerintahan. Simpul kota kecamatan. simpul kawasan industri dan pertambangan. Simpul kota Kecamatan. berdekatan dengan pelabuhan laut. dan industri bahan bangunan rakyat. permukiman. tetapi dalam kerangka double track untuk jangka panjang. Formulasi Permasalahan dan Outline Solusi Dari investigasi awal dan survai lanjut dapat dipetakan persoalan yang ada pada review pembangunan dan disain jalur jalan rel KA lintas Lhokseumawe-Sigli. seksi AluerayaPeudada.

C o n s u lti n g G r o u p Land Jalur Use Sisi Kapasitas Rel. Trase lintas Lhokseumawe-Sigli berawal dari Alueraya. Penggunaan jalur sebagai Akses ke rumah. dan melintasi 3 wilayah administrative. 05º 12' 09" LU.LAPORAN AKHIR P T . Punteut. pada koordinat hingga UTM x= 295272.3945 m. dan atau overpass. D e lta T a m a W a ja C o r p . Struktur bangunan Hikmat. dimana di atasnya berada struktur jalan kereta api yang menghantarkan beban KA ke atas tanah. km 252+603 atau KM 0+000 link. Pembangunan lintasan kolektif sebidang. Okupasi ilegal Sosial Hukum yang Redisain Redisain. rekayasa lalu lintas. Bangunan Perlintasan.3929 . Perumahan masyarakat terisolasi dari jalan. hingga Peudada 96º 34' 56" BT. dan Kabupaten Bireun. Stasiun Kegiatan komersial pada simpul aglomerasi. dan penggeseran lokasi Integrasi fungsi stasiun dengan kegiatan komersial dan ruang relokasi. yaitu Kabupaten Aceh Utara. di Propinsi Nangroe Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 19 . 05º 07' 21" LU. underpass. Penyediaan jalur pedestrian untuk pejalan kaki hingga speda motor. dengan panjang 74. y=567196. Kota Lhokseumawe. Komunikasi. pemberian solusi. Trase berupa ruang tanah dengan lebar 12 m dan memanjang sepanjang jarak lintasan.603 km. Lhokseumawe. JALAN KERETA API Trase dan Alinyemen Trase Eksisting: Trase jalan rel merupakan prasarana fisik yang berfungsi mengakomodasi perpindahan massal manusia dan barang dari dan menuju kota-kota dan pusat-pusat aglomerasi yang dihubungkan jalan KA. 97º 09' 29" BT. hingga aksi legal dan koersif. km 178+000. ballast.Sleeper.

Agar produk disain review ini tidak terkendala dalam tahap implementasi/konstruksi.  Matrik Solusi Masalah dengan mempertimbangkan penentuan Trase KA lintas Lhokseumawe-Sigli. dan dengan mengkaji 3 skenario solusi sebagai berikut : 1. Trase Rencana: Parameter menentukan trase rencana lintas ini adalah sebagai berikut:  time frame operasi KA lintas Banda Aceh –Medan tahun 2012.603 km. Lintasan ini memanjang di sepanjang kawasan dataran rendah pantai timur Nangroe Aceh Darussalam. Pemilihan trase dengan parameter seperti disebutkan di atas dan formulasi masalah pada bab I.01-1.1 di bawah. sepanjang 74. D e lta T a m a W a ja C o r p . dengan koreksi lengkungan. menghubungkan simpul aglomerasi dan sistem aktivitas seperti diuraikan pada tabel 2.LAPORAN AKHIR P T . Solusi Masalah Pemilihan Trase berdasarkan trase Eksisting dengan lahan Eksisting milik PT KAI/negara. dengan elevasi antara 15-28m. Stakeholder.  Matrik solusi masalah berdasarkan trase Eksisting dengan lahan Eksisting milik PT KAI/negara. dengan hasil R sebagian besar> 2200m. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 20 .  rencana konstruksi hasil disain lintas AlueRaya-Peudada ini pada tahun 2007.40)/1000. Maka trase terpilih adalah trase eksisting. oleh karena perlu pendekatan yang lebih utuh agar workable. dalam 2. sehingga sebagian besar lengkung tanpa superelevasi. seksi Alueraya-Peudada. Trase jalan rel lintas Lhokseumawe-Sigli. Kondisi alinyemen yang dapat dicapai adalah lengkung dengan radius minimum 743 m atau dibulatkan 750m.  Matrik Solusi atas adanya keinginanan pengembangan Kota Bireun.  menggunakan tanah eksisting. Terdapat 56 point of intersection. Implementasi disain memiliki sisi multi aspek. Sedangkan alinyemen vertikal yang dicapai berkisar dari (0. Solusi Usulan Pemerintah Kabupaten Bireun. maka aspek-aspek terkait aspek teknis harus diatasi terlebih dahulu. C o n s u lti n g G r o u p Aceh Darussalam. hingga lengkung dengan radius > 2200.

diatasi dengan retaining wall dan gabion. Bagian terkritis jalur akibat tinggi lereng. D e lta T a m a W a ja C o r p . lintas Lhokseumawe-Sigli. dan permukiman. bertemu dengan jalan lintas Banda Aceh-Medan. Simpul kegiatan komersial. Punteut Cunda Lokasi perguruan Tinggi. Tabel 9: Simpul Aglomerasi dan sistem kegiatan Terhubung. C o n s u lti n g G r o u p Kondisi geoteknik sepanjang jalur menunjukan tanah keras relative dangkal. dan Rumah Sakit Daerah Lhokseumawe. dan persimpangan jalan arteri Banda Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 21 . Sehingga daya dukung tanah terhadap track memadai. seksi Alueraya-Peudada Sistem Aktivitas No.LAPORAN AKHIR P T . dengan nilai CBR setara kekuatan tanah 3 kg/m2. 1 2 KM 0+300 Stasiun Alueraya.

bertemu dengan jalan Banda Aceh-Medan. 3 21+600 Geukuh 4 36+275 5 49+800 Geuregok Matang Glumpang 6 60+400 Bireun Simpul kegiatan komersial: pertokoan. permukiman. D e lta T a m a W a ja C o r p . permukiman. dan bertemu dengan jalan arteri Banda Aceh-Medan. C o n s u lti n g G r o u p 5+600 Aceh-Medan dengan pusat aglomerasi Lhokseumawe. berdekatan dengan pelabuhan laut. simpul kegiatan komersial. Simpul kota Kecamatan. Simpul kota kecamatan.simpul kegiatan komersial. Simpul aglomerasi. dan pusat kota kecamatan. dan industri bahan bangunan rakyat. simpul kegiatan komersial: pertokoan. Simpul kota Kabupaten. rumah sakit Bireun. simpul persimpangan pergerakan Bireun-Takengon. pusat pemerintahan. dan jalan arteri Banda Aceh-Medan. pasar. pernah berdiri stasiun kecil di lokasi ini. permukiman. pasar. 70+600 7 Meunasah Alue Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 22 . simpul kawasan industri dan pertambangan.LAPORAN AKHIR P T .

193 16.310 706.942 284.945 894.524 2039.579 383.432 2.818 794.755 1463.000 0. Titik R X Y PI H70 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 C= Vmaks=4.000 4.000 5.114 368.967 523.000 5.000 0. θ arctan L/(2R) [m] 0.259 0.259 197.168 421.422 448.203 272131.318 379.000 0.327 2617.545 0.332 5.752 923.861 2516.530 220.043 2.000 0.000 0.886 581469.076 200.851 577793.187 30.201 398.330 2072.799 275.556 19.000 0.848 917.000 0.407 287719.810 111.676 263.000 0.646 1.000 0.426 581193.527 1921.436 581061.549 577481.875 260532.000 0.668 520.462 261.807 861.674 239.418 841.288 495.804 11.000 0.710 69.292 0.929 10.040 43.000 0.647 36.462 1169.034 579.978 306.616 569.397 212.000 0.103 567196.000 0.000 0.888 577248.000 4.000 4.000 0.442 1268.713 1085.605 292116.287 84.833 24.048 687.000 4.723 4.301 4.720 4.073 153.449 1019.000 0.000 0.625 85.969 7.000 0.061 134.123 442.330 268668.957 30.367 256565.544 0.811 20.937 264120.000 0.740 278603.597 922.000 0. D e lta T a m a W a ja C o r p .901 743.052 1511.526 677.000 0.000 0.993 3.205 275147.142 237.799 575333.811 576308.737 11.615 271028.356 4.650 347.958 396.992 376.000 0.000 0.547 α= 10.173 3.777 1473.924 255.644 581769.491 964.967 580840.363 322.745 1982.955 210.261 276977.923 574251.332 4.177 271569.432 132.000 0.419 252178.000 0.360 0.951 574792.752 996.000 0.544 0.986 19.136 Jarak Lurus 827.531 27.000 4.334 842.000 0.356 4.000 0.487 10.057 281786.829 520.000 0.138 1.326 221.356 0.000 0.332 0.943 340.000 5.837 246165.950 152.190 580365.372 558.851 595.467 74.426 1.963 267.000 0.000 0.731 580655.107 251449.000 0.594 316.244 1073.308 0.934 274300.000 0.051 1036.000 0.000 0.000 0.000 0.482 9.435 278976.000 0.439 76.098 644.987 574838.240 150.578 269034.539 316.000 0.449 0.000 0.372 263006.643 992.767 282857.71*Rmin) 0.000 0.000 0.000 0.000 0.008*C*Vmaks L/ 2 L^2/6R 0 0 0 0 0 0 145 145 145 0 0 145 145 0 0 0 0 145 0 0 0 0 0 0 0 0 145 145 0 145 0 0 0 0 0 0 0 0 0 145 0 145 0 0 0 0 0 0 145 138 138 138 138 208 186 81 81 125 138 138 81 81 138 208 138 138 81 138 138 138 294 294 208 138 138 81 81 138 81 138 138 138 138 138 138 138 138 138 81 138 81 93 138 138 138 208 138 93 0 0 0 0 0 0 140 140 217 0 0 140 140 0 0 0 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 140 140 0 140 0 0 0 0 0 0 0 0 0 140 0 140 162 0 0 0 0 0 162 0 0 0 0 0 0 70 70 109 0 0 70 70 0 0 0 0 70 0 0 0 0 0 0 0 0 70 70 0 70 0 0 0 0 0 0 0 0 0 70 0 70 81 0 0 0 0 0 81 0.398 294798.692 575664.907 90.873 1146.000 0.544 0.000 0.170 578832.059 569233.945 572385.000 4.046 169.440 1659.968 1641.899 3.605 505.000 0.966 82.000 0.000 0.356 4.829 291293.000 0.607 578019.148 1103.000 0.884 2.181 813.889 580495.362 2497.000 4.356 4.117 48.808 446.000 0.252 265256.506 257010.062 499.845 1197.544 0.514 576252.591 48.013 114.175 261221.371 368.468 259997.105 1486.888 576210.807 863.771 1999.000 0.607 910.734 243.891 57.000 0.232 86.000 0.544 0.403 60.758 57.988 266.000 0.000 0.544 0.073 571546.332 5.000 0.508 5.193 39.453 266589.446 292699.351 266283.356 0.971 71.000 0.806 1427.214 0.305 71.126 1021.932 443.924 576869.035 63.862 255.356 0.368 7.969 576719.586 576352.985 850.000 4.631 0.869 637.514 550.LAPORAN AKHIR P T .229 541.097 41.876 581055.286 3.739 402.289 290423.563 12.942 576230.783 114.172 2291.802 140.000 0.903 836.606 25.181 52.285 590. C o n s u lti n g G r o u p Tabel 10 : Matrik Point of Horizontal Intersection dan Karakteristik Horizontal Alignment.081 578215.249 172.691 712.441 578102.068 575840.811 222.288 28.263 489.544 0.648 754.290 293922.123 1276.329 278090.286 575426.5*Vmaks^2/R √(vmaks^210.000 4.324 9.000 0.584 568.255 577173.622 576331.051 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 23 .332 0.064 379.809 249808.732 300.829 10.772 1193.484 1156.000 0.508 247442.597 576523.618 529.890 1867.000 5.882 253979.175 106.625 267722.682 281383.599 4.036 164.901 244.074 579296.4*√R [m] 295272.555 1645.945 275491.253 1007.895 1293.544 0.070 288672.694 981.008 579697.667 217.356 0.295 906.424 26.249 5.000 0.544 0.334 681.374 262166.096 462.569 540.000 0.226 7.389 568106.606 576138.014 705.332 5.925 273022.000 0.342 537.366 407.000 0.000 0.000 0.170 1163.000 0.458 419.580 1011.511 19.000 0.994 575496.051 269950.097 766.000 5.173 115.000 0.606 690.996 6.000 0.000 0.651 1421.000 0.000 0.461 2218.974 68.104 202.137 581573.361 6.000 0.000 0.000 0.479 86.651 2200 2200 2200 2200 5000 4000 750 750 1800 2200 2200 750 750 2200 5000 2200 2200 750 2200 2200 2200 10000 10000 5000 2200 2200 750 750 2200 750 2200 2200 2200 2200 2200 2200 2200 2200 2200 750 2200 750 1000 2200 2200 2200 5000 2200 1000 206 206 206 206 311 278 120 120 187 206 206 120 120 206 311 206 206 120 206 206 206 440 440 311 206 206 120 120 206 120 206 206 206 206 206 206 206 206 206 120 206 120 139 206 206 206 311 206 139 Vmin= TCL= X= Yd= 7.756 286308.869 209.416 581609.538 7.000 0.000 0.748 266.332 0.256 370.778 580723.374 Δ=Yd/8.947 1429.875 312.679 577027.747 767.793 505.817 258992.640 253067.658 0.531 581336.766 1037.875 1033.000 0.559 579050.544 0.443 375.547 0.144 795.867 395.104 581210.309 275976.000 0.862 Jarak Antar PI d 1025.376 1789.136 402.381 649.631 Ls tangen CCL 197.114 579224.000 0.442 105.425 170.000 5.000 0.356 0.594 284557.686 173.521 1023.559 255978.000 0.733 1015.356 4.455 155.106 1212.132 181.000 5.374 0.676 191.449 2365.332 3.000 0.000 0.349 1184.847 1098.332 0.000 0.332 0.726 33.077 948.000 0.

680 575588.406 242134.083 1697.715 2645.849 575872.323 237785.464 575811.277 0.559 241425.445 240357.810 46.178 5.107 232411.LAPORAN AKHIR P T .331 444.544 0.000 0.069 573.000 0.518 418.415 662.000 0.678 574345.063 0.628 239477.666 575429.623 93.000 0.722 431.870 2132.072 443.033 709.000 0.232 4827.795 49.192 3854.462 232976.697 626.355 16.485 276.633 613.000 4.000 0.000 0.332 5.545 575789.112 573926.544 0.031 414.000 0.500 42.777 575676.356 4.418 54.000 0.926 575960.307 244.000 0.474 55.211 340.356 0.356 4.000 0.000 5.089 381.000 0.218 57.332 5.491 770.593 48.601 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 24 .300 794.571 1222.438 2.268 24. D e lta T a m a W a ja C o r p .000 0.876 1475.332 2.168 8.475 575894.729 882.544 0.723 5.548 0.380 4.167 1525.613 240633. C o n s u lti n g G r o u p 50 51 52 53 54 55 56 57 58 B1 243655.324 411.146 2.581 2200 2200 2200 10000 2200 750 800 750 750 206 206 206 440 206 120 124 120 120 0 0 0 0 0 145 145 145 145 138 138 138 294 138 81 83 81 81 0 0 0 0 0 140 145 140 140 0 0 0 0 0 70 73 70 70 0.642 98.525 85.567 0.300 231995.

00 12.150 4.000 73.250 5.00 12.600 60.300 71.564 -0.171 2.720 4.500 59.24 1.460 4.150 2.10 17.72 6.700 900 1.650 953 Landai.810 20.032 1.600 13.00 10.890 900 1.039 0.300 52.400 1.250 32.950 51.350 1.257 -0.500 69.150 28.200 20.810 4. maka dapat dikemukakan karakteristik jalan kereta api sebagai berikut: Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 25 .08 1.807 -0.11 8.750 63.036 -3.169 -4.350 Y [mm] 0.600 1.053 0.490 1.150 1. D e lta T a m a W a ja C o r p .990 33.900 66.350 58.44 21.350 2.061 -1.02 6.400 31.600 1.555 0.250 2.506 -0.025 -2. j 0 8.14 1.050 26.500 9.373 16.610 13.420 21.420 9.39 1.500 900 3.950 13.518 L [m] 0.LAPORAN AKHIR P T .238 -0.560 54.610 0.076 0.100 26.800 1.700 3.910 4.100 12.018 0.032 -0.550 49.08 1.990 4.430 18.261 2. C o n s u lti n g G r o u p Tabel 11: Kondisi Alinyemen Vertikal PIV H-70 PIV-1 PIV-2 PIV-3 PIV-4 PIV-5 PIV-6 PIV-7 PIV-8 PIV-9 PIV-10 PIV-11 PIV-12 PIV-13 PIV-14 PIV-15 PIV-16 PIV-17 PIV-18 PIV-19 PIV-20 PIV-21 PIV-22 PIV-23 PIV-24 PIV-25 PIV-26 PIV-27 PIV-28 PIV-29 PIV-30 B1 R [m] 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 8000 KM 0 8.540 21.100 4.950 -1.00 67.150 3.450 37.480 5.050 1.482 0.600 67.250 22.300 44.800 40.800 4.13 5.430 21.350 56.224 -0.32 0.00 2.533 1.42 0.840 5.160 3.250 2.100 72.015 0.100 1.050 3.650 74.260 1.10 30.603 Jarak.00 1.171 -0.s‰ 0.210 8.00 1.00 4.588 0.800 32.00 2.573 0.08 53.676 -0.000 2.781 -0.00 29.27 25.620 12.450 55.570 9.00 61.87 C.810 11.050 700 6.01 29.050 42. Kapasitas Jalan Dari pencapaian alokasi trase dan alinyemen.00 69.800 900 1.500 17.337 -0.850 36.

000ton/tahun Jadi jalan termasuk klasifikasi kelas I b). k= 0. k=0.5 untuk beban gandar > 18 ton koefisien yang besarnya =1.00034 b. K= 0. banyaknya gandar.68 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 26 . Daya angkut lintas: T= TE= T= TE= Tp= Tb= T1= S= S= Kb= K1= 360xSxTE 21945211. kondisi permukaan rel dan roda. Resistance 1 Starting Resistance.8 daya angkut lintas [ton/tahun] tonase ekivalen [ton/hari] Tonase penumpangdan kereta harian tonase barang dan gerbong harian tonase lokomotif harian koefisien yang besarnya tergantung pada kualitas lalulintas 1.945. temperatur udara. Menurut Davis Rt= (6.0 untuk lintas tanpa kereta penumpang koefisien yang besarnya tergantung pada beban gandar 1. Menurut Clark Rt= (2.000.88 454. dan sebagainya.Medan: Konfigurasi tiap rangkaian Lokomotif Jumlah Gerbong Penumpang/gerbong (orang) Tahun Jumlah perjalanan Berat seluruh rangkaian (ton) 2012 6 pasang perjalanan 1 10 60 1620 2015 15 pasang perjalanan 1 10 60 4050 2025 25 pasang perjalanan 1 10 60 6750 Lokomotif Jumlah Gerbong Barang/gerbong (ton) Berat seluruh rangkaian (ton) 2012 2 pasang perjalanan 1 20 50 5996 2015 2 pasang perjalanan 1 20 50 5996 2025 2 pasang perjalanan 1 20 50 5996 Kereta komuter Bireun-Lhokseumawe Tahun 2012 2015 2025 Jumlah perjalanan 6 pasang perjalanan 6 pasang perjalanan 6 pasang perjalanan Konfigurasi tiap rangkaian Lokomotif Jumlah Gerbong 1 10 1 10 1 10 Penumpang/gerbong(orang) 100 100 100 Berat seluruh rangkaian (ton) 1908 1908 1908 Untuk menghitung daya angkut lintas digunakan nilai tahun 2025 TE= Tp+KbxTb+K1xT1 36.045.3 untuk beban gandar < 18 ton 1.03 . Tahanan ini timbul ketika kereta berjalan.945 ton T = 360xSxTE 21. K=0. K=0.21 Nilai Clark yang dipakai Rt= Rt= Rt= 966.16 410. beban gandar. a. C o n s u lti n g G r o u p a).3765+129.211 >20.0478V+18.4929k+KAV^2/nW) Rt= Track resistance (N/ton) V= Kecepatan KA (km/jam) A= Luas permukaan kendaraan rel [m2] n= banyaknya gandar W= beban gandar Lokomotif.03 .1 untuk lintas dengan kereta penumpang dengan kecepatan maksimum 120 km/jam 1. k=0.LAPORAN AKHIR P T .0024 Gerbong. dan sebagainya. Rs Nilai tahanan ini dipengaruhi banyak faktor.81 132. meliputi struktur gandar.2 Tp+KbxTb+K1xT1 36944. sistem pelumasan.0418/W+3. Rt Nilai tahanan ini dipengaruhi gesekan roda dan rel. tekanan gandar. tekanan udara. Rs= 15-75 N/ton 2 Track Resistance. D e lta T a m a W a ja C o r p .0005 Kereta .4 Jumlah perjalanan kereta api dan rangkaian Single track: Kereta jarak jauh Banda Aceh .4+V^2/1300)*9.

92/(1746. kondisi penentu ketika awal bergerak pada lengkungan dan pada gradien terbesar pada rangkaian kereta terberat 13. rolling friction. merupakan landai penentu. N/ton 0. Menurut KAI Rc= 3678.0024 N/ton Total resistance.1-0. dan tekstur roda dan rel. Rg Rg= 9. Menurut AREA Rc= 3.92/D D= 1746.7 N/ton 4 Grade Resistance.81/G gradien maksimum=4. Kereta barang n= (G-Gloc)/Gwagon 15 gerbong barang dengan jumlah muatan maksimum 50ton/gerbong. Rg= 0. saat hujan/basah.15. Ta= μ. Jenis Rel Dengan menggunakan rumus Talbot. sebagai berikut: Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 27 . maka Ga= 6x wheel load 99 ton Ta= 14. P= 18.20 ton Kereta penumpang: n= (G-Gloc)/Gcar 39 gerbong penumpang dengan jumlah penumpang maksimum 100orang/gerbong.2 0. Berat rangkaian kereta yang dapat diterima lintas ini: G= μ.Ga/(Rt+Rgm) 1123.000 kg. D e lta T a m a W a ja C o r p . Spesifikasi:  Jalan rel kelas I  Kecepatan maksimum.076 per 1000.Ga Ta= kekuatan tarik N/ton μ= tahanan gelinding. Konstruksi Jalan Kereta Api. Rc Tahanan ini timbul karena adanya gesekan antara rel dengan flens roda pada saat melewati lengkungan.LAPORAN AKHIR P T . [ +simulasi 140 km/jam ]  Beban gandar.3 N/ton b. Tr Tr= (Rs+Rt+Rc+Rg)x G .78 c).85 ton d). C o n s u lti n g G r o u p 3 Curve Resistance. Ta Nilai kekuatan ini ditentukan oleh beban adhesi lokomotif. [ + simulasi 20 ton ] A. a.38/R dengan R penentu =750m.38/750) 1. Kekuatan tarik lokomotif (hauling capacity). Vmaks=120 km/jam.10.75/(R-50) 5. maka Rc= 3. sebagai kondisi penentu Ga= berat adhesi untuk lok 99 ton dengan 2 bogie dengan 3 axle/bogie. saat kering 0.

ukuran di bawah rel adalah tebal 220mm.93 kg/cm2 >σijin=1042 kg/cm2. Kekuatan tarik minimum 90kg/mm2 dengan perpanjangan minimum 10% Tegangan : 1042 kg/cm2 ( PT KAI). σ = 1042 kg/cm (Ind). Ind. dengan pengelasan las thermit.634. Komposisi kimia rel tercantum dalam tabel 3. sleeper menganut AREA chapter 10 jenis prestressed concrete K 500 atau setara produk Wika S-35. D e lta T a m a W a ja C o r p .252. C o n s u lti n g G r o u p Perhitungan Dimensi Rel Jl.32 kg λ=(k/4EIx)¼ = 0. lebar bawah 240mm. di tengah bantalan tebal 195mm.LAPORAN AKHIR P T .σ=1. merupakan rel yang terpilih untuk digunakan.0092 cm -1 Mo=Pd/4λ = 556.85*Mo*8. Tegangan ijin: 1325 kg/cm2 (Japan National Railways) Kekerasan rel> 240 Brinell Jenis rel menurut panjangnya: rel standar 25m Sambungan rel jenis di atas tumpuan Penempatan sambungan berselang-seling.93kg/cm2. dengan lis dilatasi 1. lebar atas 190mm lebar bawah 310mm. Rel tersusun atas sambungan rel 25 m/batang.01P(V-5) 20376. dengan ballas agregat 2-6cm. 1325 kg/cm (JNR) Ix [R60] 3055 Ix [S64] 3254 Ix [140RE] 4059 Rumus Talbot P Vrenc=1.09/Ix 1. Maka jenis rel R60/UIC 60 dengan tegangan pelayanan .70 kg.25*Vmax= k E Ix 10000 kg 108. dengan Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 28 . ≤ 1325 kg/cm2 (JNR).252. 10.000 3.3 PD 10 Kekuatan rel adalah sbb. lebar atas 180mm. Pengait tipe pandroll.000 kg 2 2 Jenis rel R60. Tipe rel adalah R 60 dengan karakeristik yang digambarkan oleh PD No. JNR 1 2 3 4 5 6 7 8 Rel termasuk dalam klasifikasi high speed rail dan heavy duty.055 Pd=P+0.8 mm yang dipegang dilatation anchor. Rel kelas I Vmaks = 140 km/jam Beban Gandar.P = 20. per 5 batang.100.cm σ=0.76 mil/jam 180 2. <σijin=1325 kg/cm 2.

35 foundation " sebagai berikut : L = 2c = a =  = E = I ke = = 2 2 Pd. berfungsi mendukung beban transfer.4E+05 12645 11.7 cm : jarak as rel dalam satu track 47. B. Tekanan pada permukaan badan jalan. 1  2 cosh a(cos 2c  coshL)  2 cosh a(cosh2c  cos L)  x x  2k (sinhL  sinL)  sinh2a(sin2c  sinhL)  sin2a(sin2c  sinL)  4 40 cm : tebal balas 25.3 cm : lebar bantalan 244 cm : panjang bantalan (bantalan beton prestressed) 148.y y = d = b = 58.LAPORAN AKHIR P T . Dalam perencanaan ini digunakan teori Beam on Elastic Foundation. Daya dukung direncanakan berdasarkan beban transfer yang bekerja pada permukaan tubuh jalan.65 cm : jarak dari sumbu vertikal real ke ujung bantalan k /( 4EI) (cm-1) 1.1 1. sebagai berikut: Teori Beam On Elastic Foundation a L llL 2c Bantalan a Ballast balas 1   22 dD3 Gambar 3. dihitung dengan menggunakan rumus "beam on elastic 1 = ke. Analisis komponen tersebut dapat dilihat pada buku laporan teknik.25 : dumping factor kg/cm2 cm 4 kg/cm : modulus elastisitas bantalan : momen inersia bantalan 3 : modulus reaksi balas (kg/cm3 ) Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 29 . 2 dimana : 2 = tekanan pada permukaan badan jalan (kg/cm2 ) 2 = 1 = tekanan 10  d di bawah bantalan (kg/cm2 ). Tubuh Jalan Rel Elemen tubuh jalan rel. C o n s u lti n g G r o u p ketebalan 40 cm mengikuti PD 10. D e lta T a m a W a ja C o r p .

783 x (0.613 x ( 4.3542 : lendutan maksimum bantalan 11.55 )] ^ (1/4) y = 0.25 = 285kg/cm2 Koreksi P akibat beban dinamis dihitung dengan menggunakan rumus Talbot sebagai berikut : Pd = [P + 0.6) .6 . maka digunakan nilai JNR.644.LAPORAN AKHIR P T .957 ) = 0.500 + 15.4626 / 2 = 2.000 + 0.3542 2 : tegangan di bawah bantalan x 3. D e lta T a m a W a ja C o r p .35 : teg.s1 / d1.-0.92% Dengan menggunakan Rumus Talbot : σ1 = 3 x 11241 /25.3 3.ke = = 25 x 11.3 2 = 53.15. C o n s u lti n g G r o u p k = b.5] x % beban P = 10000 Vmaks = 140 km/jam Vrencana = 1.25 x % beban = : beban roda akibat beban dinamis (kg) dengan : kg : beban roda akibat beban statis : kecepatan kereta api km/ja = 175 : kecepatan kereta api rencana m : prosentase beban yang masuk 140 55% ke dalam bantalan Maka : Pd = [ 10.515 ) .01xP[(V/1.997 . Dengan demikian tanah mampu menerima transfer/ menerima beban. selebihnya perlu dipadatkan untuk mencapai CBR>=1.547 ) + 2 x 0.9853 kg/cm2 CBR = 2 x 3/3000*100% = / ( 10 + 40 )1.87. selebihnya perlu dipadatkan untuk mencapai CBR 1.108 x 12.4867 0.5 ) x 0.6 Dari 2 hasil analisis JNR dan Talbot. dapat disimpulkan sebagian tanah eksisting mampu menerima beban transfer.92% < CBR lapangan (2-4%) Dari 2 hasil analisis JNR dan Talbot. Berikut adalah skenario solusi peningkatan daya dukung terhadap beban transfer: Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 30 .866 . di dasar balas 1.290 ) x [ 2 x 1.000 x ( 175 / 1.974 x ( 3.9853 = = cm x kg/cm 58.4626 2 kg/cm 100.0 1.0141 cm-1 + 1.25 = 53.515 + -0.01 x 10.92%.55 = 11241 kg  = [ 284.63 / (4 x 143.87 x 5.522 x ( -0.9253 kg/cm x 244 = 5.278 x 1 / (15.290 ) ] = 1 = = 2 0.0.120 + -0.

Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 31 . dan Solusi Penanganannya.LAPORAN AKHIR P T . D e lta T a m a W a ja C o r p . C o n s u lti n g G r o u p Tabel 12 : Nilai CBR sepanjang trase.

D e lta T a m a W a ja C o r p . C o n s u lti n g G r o u p Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 32 .LAPORAN AKHIR P T .

Sepanjang trase 76 km. D e lta T a m a W a ja C o r p .LAPORAN AKHIR P T . Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 33 . dan mengkonsumsi lahan masyarakat diperkuat dengan retaining wall atau gabion. tanah keras berada pada kedalaman 3-5m. C o n s u lti n g G r o u p Pada beberapa bagian trase yang mengalami embankment tinggi. kecuali pada beberapa titik mencapai kedalaman 7-15m.

setara dengan besarnya daya dukung tanah 3 kg/cm2.20 4.00 4.20 6.40 4.00 9.20 3.60 4.80 4.80 5.LAPORAN AKHIR P T .60 5.00 3.20 3.00 9.00 3.20 3.40 4.20 8.00 9.80 4.00 9.20 4.20 2.00 5.20 9.20 4.00 3.20 4.00 4.20 3.00 3.60 3.20 Kilometer KEDALAMAN TANAH KERAS 39 38 37 36 35 34 33 32 31 30 29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15 14 13 12 11 10 9 8 7 6 5 4 3 2 1 0 4.00 3.80 3. memiliki CBR> 2% =73% CBR< 2% =27% CBR> 2%.00 8.20 4.20 10.00 10.20 4.00 4.00 4.40 3.60 Sepanjang trase.20 4.00 6.40 8.40 15.40 7.20 3.80 3.60 9.20 3.00 5.40 4.20 9.80 5.40 4.60 4. Kilometer 79 78 77 76 75 74 73 72 71 70 69 68 67 66 65 64 63 62 61 60 59 58 57 56 55 54 53 52 51 50 49 48 47 46 45 44 43 42 41 40 KEDALAMAN TANAH KERAS qc > 200 kg/cm2 4.80 4.20 7.20 4.20 9.20 3.00 4.40 6.60 3.00 2.40 6.20 4.40 10.80 4.40 2.40 4.00 3.20 3.40 4.60 3. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 34 .80 5.20 3.80 3. C o n s u lti n g G r o u p Tabel 13 : Tabel kedalam tanah keras. D e lta T a m a W a ja C o r p .

60 >200 kg/cm2 Ds.100 cm 2.20 >200 kg/cm2 Ds.40 >200 kg/cm2 DCP27 0 .Cot Gafu.00 >200 kg/cm 2 Ds.100 cm 2.20 >200 kg/cm2 Ds.Babah Jurung.33 % S2 3. Resume Hasil Pemeriksaan Lapangan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) Lokasi Sondir / Cone Penetrometer Test (CPT) NO Kedalaman 0-100 cm Nilai CBRtitik Satuan NO Kedalaman Tanah Keras (m) DCP0 0 .24 % S27 4.Peusangan DCP22 0 . Kutablang 2 2 2 Cot Gadung Ds.24 % S19 9.Kec.100 cm 1.91 % S29 4.100 cm 3.80 >200 kg/cm 2 Peudada 3 DCP3 0 .100 cm 2. Kec.Peusangan DCP19 0 .100 cm 1. D e lta T a m a W a ja C o r p . Kutablang Ds.Tiengkem Baru2.100 cm 2.LAPORAN AKHIR P T .100 cm 11.97 % S21 4.100 cm 1.100 cm 2.Tiengkem Baru.Matang Sagu.100 cm 3.80 >200 kg/cm DCP10 0 .100 cm 3. Tabel 14 : Resume Nilai CBR dan Kedalaman Tanah Keras sepanjang Jalur.73 % S23 3.60 >200 kg/cm2 Ds.100 cm 2.Kota Juang DCP16 0 .04 % S10 4.00 >200 kg/cm2 Ds.Peusangan DCP20 0 .90 % S16 2.100 cm 0. Peusangan DCP24 0 .20 >200 kg/cm 2 DCP2 0 .Kota Juang DCP17 0 .100 cm 4.80 >200 kg/cm2 Ds.100 cm 3.80 >200 kg/cm2 Ds.40 >200 kg/cm2 Ds.40 >200 kg/cm2 Ds.20 >200 kg/cm DCP23 0 .85 % S15 2.79 % S6 3. Kutablang Ds.100 cm 3.80 >200 kg/cm2 Ds.100 cm 3.20 Nilai Conus.00 >200 kg/cm 2 Blang Birah DCP4 0 .Reuled.Kec.20 >200 kg/cm2 Ds.Kec. Peusangan DCP25 0 . Kec.) Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 35 .40 % S7 4.100 cm 4.100 cm 1.88 % S13 3.00 >200 kg/cm 2 DCP32 0 .100 cm 3.Cot Loreng DCP7 0 .02 % S31 4. Kec.20 >200 kg/cm2 Ds.87 % S11 3.Lagang.100 cm 20.100 cm 10.100 cm 1.94 % S20 4.Kota Juang DCP15 0 .32 % S24 2.00 >200 kg/cm2 Pulo Arah DCP5 0 .03 % S30 4.Kec.79 % S9 4.100 cm 2.20 >200 kg/cm2 Ds. C o n s u lti n g G r o u p Berikut adalah resume per lokasi nilai CBR hasil pengujian lapangan pada tanah lintasan jalan KA.Peusangan DCP21 0 .07 % S22 3.00 >200 kg/cm2 Blang Badieh DCP11 0 .Blang Asan1 DCP26 0 .100 cm 3.60 >200 kg/cm2 Meunasah Bungo DCP6 0 .56 % S4 5.40 >200 kg/cm2 Ds.Cot Tarom DCP14 0 .60 >200 kg/cm2 Ds.60 >200 kg/cm DCP13 0 .100 cm 2.Pulo Lawang DCP8 0 .33 % S14 3.100 cm 1.20 >200 kg/cm2 Ds.Gandapura DCP33 0 .100 cm 2.100 cm 3.Matang Sagu. Ganda Pura ( terusan Tabel 14.00 >200 kg/cm 2 DCP31 0 . Kec.29 % S17 >15.21 % S32 4.29 % S3 4.25 % S8 3.00 >200 kg/cm2 Ds.00 >200 kg/cm2 Ds.qc Satuan >200 kg/cm 2 Peudada 1 Peudada 2 DCP1 0 .10 % S18 9.Peusangan DCP18 0 .Tiengkem Baru2.Blang Asan2 Ds.Jeumpa Barat DCP9 0 . Lempang Payung DCP12 0 . Karang Panjang DCP28 0 .84 % S5 3.84 % S26 4.Kutablang2 DCP29 0 .35 % S28 5.100 cm 2.81 % S25 3.40 >200 kg/cm2 Ds.18 % S0 4.19 % S1 3.Cot Bukit.100 cm 0.63 % S12 5.Cot Tunong.Cot Bukit.100 cm 1.Cot Bukit.Blancot Tunong Peusangan DCP30 0 .Priuk.13 % S33 4.100 cm 2.Blangasan.60 >200 kg/cm2 Ds.

40 >200 kg/cm DCP57 0 .20 DCP38 0 .40 >200 kg/cm2 2 Ds.20 >200 kg/cm DCP55 0 .100 cm 1.100 cm 0.100 cm 3.Bangka Jaya Ds.55 % S36 4.68 DCP36 0 .100 cm 2.49 % 2 Ds.Menasah Aron Ds.44 % DCP40 0 .20 >200 kg/cm2 DCP51 0 .100 cm 0.29 % S43 9.100 cm 15.100 cm 1.100 cm 3.40 >200 kg/cm 2 2 Panjo 2 DCP41 0 .00 >200 kg/cm2 Ds.40 >200 kg/cm Ds.40 >200 kg/cm2 DCP48 0 .20 >200 kg/cm Ds.17 % S54 4.69 % S67 4.100 cm 3. D e lta T a m a W a ja C o r p .Meunasah Aron Ds.100 cm 3.100 cm 2.Glempang Barat Ds.100 cm 3.100 cm 2.80 >200 kg/cm DCP59 0 .20 >200 kg/cm2 DCP50 0 .100 cm 4.Meunasah Drang Ds.100 cm 1.94 % S57 4.100 cm 2.40 >200 kg/cm2 DCP49 0 .Kedai Mane2 DCP45 0 .Lancang Timur DCP53 0 .86 % DCP35 0 .100 cm DCP37 Lokasi NO Kedalaman Tanah Keras (m) Nilai Conus Satuan S34 4.80 >200 kg/cm2 Batupat Barat DCP62 0 .73 % S59 5.Cot Tunong 2 Ganda Pura 2 kg/cm 2 Gampong Raya >200 kg/cm2 4.Tanah Anji DCP46 0 .Glempang Timur Ds.33 % S37 4.19 % S58 5.72 % S66 3.80 >200 kg/cm2 Blang Pulo DCP64 0 .100 cm 2.Lancang Barat Ds.100 cm 3.00 >200 kg/cm2 Ds.100 cm 24.20 >200 kg/cm2 Ds.20 >200 kg/cm2 Ds.11 % S51 9.46 % S47 3.100 cm 3.100 cm 3.Meunasah Drang2 Ds.42 % S60 4.20 >200 kg/cm S40 4.20 >200 kg/cm2 DCP52 0 . Paloh 2 ( terusan Tabel 14.48 % S64 5.20 >200 kg/cm2 Blang Lancang DCP65 0 .50 % S55 6.54 % S41 4.100 cm 0.100 cm 3.20 >200 kg/cm2 Batupat Timur DCP63 0 .00 >200 kg/cm Ds.Mane Tunong DCP44 0 .35 % S49 10.77 % S62 3.25 % S44 9.36 % S63 7. Blang Mameh Ds.100 cm 5.Glempang Timur DCP61 0 .20 >200 kg/cm Panjo 2 Ds.29 % S46 9.91 % S53 3.00 >200 kg/cm2 Ds.79 % S61 4.100 cm 2.00 >200 kg/cm2 2 2 2 2 DCP54 0 .80 >200 0 .) Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 36 .100 cm 2.20 >200 kg/cm2 Maria Faloh DCP66 0 .30 % S42 9. C o n s u lti n g G r o u p Resume Hasil Pemeriksaan Lapangan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) Sondir / Cone Penetrometer Test (CPT) NO Kedalaman 0100 cm Nilai CBRtitik Satuan DCP34 0 .20 >200 kg/cm 2.100 cm 3.Tambun Tuno Ds.24 % S45 9.100 cm 3.LAPORAN AKHIR P T .100 cm 5. Tungkul Diblang DCP42 0 .04 % S48 3.00 >200 kg/cm2 DCP58 0 .17 % S52 3.100 cm 1.88 % S38 DCP39 0 .20 >200 kg/cm2 DCP60 0 .Tanah Anoi Ds.53 % S56 6.100 cm 1.00 >200 kg/cm2 DCP47 0 .Geurugok Matang Glempang S39 4.100 cm 4.20 >200 kg/cm2 Maria Faloh DCP67 0 .00 >200 kg/cm % S35 3.32 % S65 4.Bangka Jaya 2 DCP56 0 .81 % S50 10.100 cm 2.Kedai Mane1 DCP43 0 . Blang Mameh Ds.

D e lta T a m a W a ja C o r p .00 >200 kg/cm2 DCP70 0 . ALuskala DCP69 0 .100 cm 1. Klas II : Panjang 500.60 >200 kg/cm2 Ds. lebar 100m Sta.40 >200 kg/cm2 Ds.13 % S73 6.40 >200 kg/cm2 Blang Banyang Ds.100 cm 0.100 cm 2. Rencana Kelas Stasiun Rencana dan kondisi stasiun yang ada dapat dilihat pada tabel berikut.LAPORAN AKHIR P T .69 % S75 3.100 cm 0.Menasah Masjid DCP73 0 .Kandang DCP75 0 .44 % S72 8.100 cm 0. Alue Awe2 DCP78 0 . Stasiun merupakan tempat asal dan atau tujuan perpindahan penumpang dan barang dalam rentang intra sistem pelayanan KA.100 cm 4. melayani perpindahan penumpang komuter dari dan menuju simpul aglomerasi kota-kota kecamatan dan simpul aktivitas. Jumlah emplasemen 2 untuk stasiun Klas II.11 % S71 8. lebar 50m Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 37 .07 % S77 10.100 cm 3. Kelandaian di stasiun < 1. selain itu stasiun besar.100 cm 2.71 % Lokasi NO Kedalaman Tanah Keras (m) Nilai Conus Satuan S68 4. Stasiun pada lintasan perjalan komuter seksi Alueraya-Peudada.07 % S70 8.Menasah Masjid/Punteut STASIUN Lokasi Stasiun.00 >200 kg/cm2 Ds.00 >200 kg/cm2 Ds.64 % S76 3. C o n s u lti n g G r o u p Resume Hasil Pemeriksaan Lapangan Dynamic Cone Penetrometer (DCP) Sondir / Cone Penetrometer Test (CPT) NO Kedalaman 0-100 cm Nilai CBRtitik Satuan DCP68 0 .100 cm 3.80 >200 kg/cm2 Ds.20 >200 kg/cm2 DCP79 0 .07 % S79 3.02 % S69 7. dan 3 atau lebih untuk stasiun besar. Platform double deck di stasiun besar.Panggui 1 DCP72 0 .40 >200 kg/cm2 Ds.100 cm 1.100 cm 3.Panggui 2 DCP71 0 . Bireun dan Cunda.20 >200 kg/cm2 Ds.60 >200 kg/cm2 Ds.Menasah Blang DCP74 0 .Euting Clot Ds. Alue Awe1 Ds.35 % S74 6.Manyang DCP77 0 .00 >200 kg/cm2 DCP76 0 . Wesel yang digunakan adalah jenis wesel n1:12.100 cm 3. Sta. sekaligus merupakan simpul pergantian intermoda transportasi. melayani perpindahan manusia dan barang pada pada lintas perjalanan jauh Banda Aceh-Medan dan lintas Sumatera. Klas I :Panjang ruang 500m.5/ 1000.21 % S78 3.

C o n s u lti n g G r o u p Lay out Kawasan Stasiun Fungsi teknis. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 38 . Lay out Bangunan Stasiun. Integrasi kegiatan komersial di luar kawasan teknis. D e lta T a m a W a ja C o r p . di luar fungsi teknis disisipkan fungsi social. Dikaitkan dengan fungsi teknis stasiun.LAPORAN AKHIR P T . disamping menyediakan solusi relokasi berbagai pihak yang perlu dibantu.

Lintas Banda Aceh-Medan. C o n s u lti n g G r o u p Tabel 15 : Matrik Stasiun: Lokasi dan Proyeksi Jumlah Emplasemen.069 36+275 216+378 20. Jumlah Emplasemen KM Link KM B.LAPORAN AKHIR P T .412 70+600 182+003 25.571 60+400 192+203 27. D e lta T a m a W a ja C o r p .813 21+600 231+003 20.Simpang II 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP Langsa II 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP Idi III Lhokseumawe.333 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP II 2SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP II 2SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP II 2SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP II 2SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP III I+Depo Peudada Sigli Banda Aceh Ulee Lhue 3SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP III 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP III 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP II I+depo III Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 39 .Brandan II 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP Besitang II 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP K.Aceh Elevasi 2007 Kelas Stasiun DT Medan ST I+depo Binjai II Tanjungpura III 2011 2015 2020 2025 2025 DT ST DT ST DT ST DT ST DT ST 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 6SP 5SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 4SP 3SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP 2SP P.645 5+600 247+003 19. Punteut Alueraya [Ary] Cunda [Cda] Geukuh[Gkh] Geurogok[Gro] Matang Glumpang [Mtg] Bireun [Bie} Meunasah Alue I+Depo 0+300 252+303 19.441 49+800 202+803 25.

060 KM 186.00) skew BA-Mdn KM 54. Tabel 16 : Perlintasan Ruang Jalur KA lintas Lhokseumawe-Sigli. tanpa bangunan pintu perlintasan dan rambu-rambu.123 5.323 7.00 (20.00 (20.00) skew BA-Mdn KM 46.00 (20.713 10.00) Skew BA-Mdn KM 7. D e lta T a m a W a ja C o r p .00 11 KM 60.965 KM 184.00 (20.00) Skew BA-Mdn Bladek Cot Geudong 13 Teupak Tunong Pulolawang 14 Blangbati Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 40 .588 7.00 (20.340 KM 192.LAPORAN AKHIR P T .745 KM 250.00 (20. Nama Daerah KM Link KM Banda Aceh Lebar perkerasan (damija) Kondisi Keterangan Alue Raye 1 KM 1.00) Skew BA-Mdn KM 67. dengan Jalan (Raya).895 KM 244.600 KM 197.00 (20.520 KM 193.00) skew BA-Mdn 9 KM 59.085 KM 189.278 7.00) Skew BA-Mdn KM 47.00) skew BA-Mdn KM 55.320 KM 206.243 4.323 7.00) skew BA-Mdn KM 19.923 7.758 7. C o n s u lti n g G r o u p PINTU PERLINTASAN Perlintasan Eksisting Perlintasan eksisting.910 KM 192.375 KM 198.855 KM 232.00 (20.00 Local 10 KM 59.668 7.00 Tegak lurus Tegak lurus Tegak lurus Skew Alue Awee Meunasah Masjid 2 Panggoi Naleueng Mameh 3 Tambonboron Tambonboron 4 Kedai krueng Geukuh Krueng Ranjo 5 Pante Pisangan Blang Cut 6 Matang Glumpang Dua Cot Blang/Gampoh Baro 7 Bada Tunong Bada Tunong 8 Cot Sague Bireun Arabarai/Meunasah Blang Cot Tarum Tunong 12 Local Local BA-Mdn KM 63.003 7.00) Skew BA-Mdn KM 66.563 7.00 (20. seksi AluerayaPeudada. berupa perpotongan ruang jalur KA tanpa rel dengan jalan (raya).180 KM 205.00 (20.848 7. No.00) skew BA-Mdn KM 18.720 KM 233.698 7.00 (20.

kecepatan KA dan mobil. Alokasi Ruang Bebas pandang.LAPORAN AKHIR P T . perencanaan rambu. dan pintu perlintasan Rencana Perlintasan Finish Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 41 . D e lta T a m a W a ja C o r p . C o n s u lti n g G r o u p Proses Disain Perlintasan Gambar 1 : Flow Proses Perencanaan Perlintasan Star t KAK Spesifikasi Baru Kondisi Land Use /Sistem Kegiatan Sekitar Kondisi Lalu lintas Norma dan Standar Analisa jarak pandang mobil pelintas dan KA. thd obyek hambatan pandangan.

seksi AluerayaPeudada ini. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 42 . dilengkapi rambu-rambu peringatan hingga rambu larangan. atau ujung depan kendaraan. diambil sebesar 15 kaki. dirancang dan dipelihara tanpa penghalang pandangan apapun. W : jarak rel terluar. dT= VT/Vv *(1. dengan Vmaks=120km/jam. C o n s u lti n g G r o u p Rencana Perlintasan Dengan trase rencana yang telah ditetapkan.5 detik.57mil/jam). untuk jalur tunggal diambil 5 kaki. memungkinkan kendaraan tersebut berhenti sebelum daerah perlintasan(kaki feet) dT : jarak pandang sepanjang rel. de : jarak dari pengemudi ke ujung depan kendaraan. dH= 1. daerah pandang segitiga terletak di antara kaki jarak pandang sepanjang jalan raya dH. Semua titik perlintasan Jalan rel KA lintas Lhokseumawe-Sigli.28 pada kecepatan 120 km/jam atau 74. direncanakan memenuhi norma dan standar-standar mengenai [perlintasan KA-Jalan raya. f : koefisien geser (0. Vv : kecepatan kendaraan (mil per jam). D : jarak dari garis henti.1*(1. D e lta T a m a W a ja C o r p . dan jarak pandang sepanjang jalur rel dT. untuk memungkinkan pergerakan nyang dijelaskan pada dH (kaki feet). atau.667*Vv*t+Vv^2/(30*f)+ 2*D+L + W) dimana dH : jarak pandang sepanjang jalan raya yang memungkinkan suatu kendaraan dengan kecepatan Vv menyeberangi perlintasan dengan selamat. Pada daerah di sisi dH dan dT. 1. diambil sebesar 10 kaki. diambil 65 kaki. L : panjang kendaraan. meskipun kereta tampak mendekat pada jarak dT dari perlintasan. Pada perlintasan KA.4667*Vv*t + Vv^2/(30*f) + D + de 2. Perlintasan dilengkapi bangunan pintu perlintasan. ke rel terdekat. diambil 2. diperoleh titik perlintasan yang sama dengan kondisi eksisting. t : waktu reaksi.LAPORAN AKHIR P T .

C o n s u lti n g G r o u p 4500 1435 4500 2000 2000 Pos Penjagaan Pintu Perlintasan Rambu Larangan pada Perlintasan Rambu Peringatan Perlintasan Trotoar Trotoar X 100 3500 20000 3500 Y 100000 Trotoar Trotoar Konstruksi Bangunan Pintu Perlintasan (90°) Skala 1:100 600 9000 Bantalan Perkerasan Aspal Kop Rel 600 1435 10000 10000 Pasir dipadatkan Pipa Drainase Kerikil 1000 188 2% Ballast Max 10% Daerah Manfaat Jalan Potongan Melintang Perlintasan Skala 1:50 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 43 . D e lta T a m a W a ja C o r p .LAPORAN AKHIR P T .

Box Culvert ini secara structural aman menerima alokasi beban spur 1435. Sedangkan 46 BH belum dibangun. C o n s u lti n g G r o u p BANGUNAN HIKMAT Dari penyigian lapangan terdapat 117 bangunan hikmat di sepanjang lintasan. 71 buah gorong-gorong dan box culvert telah dibangun dan dalam kondisi baik. dan mampu menerima beban gandar 18 ton menurut 100% RMI. Review atas struktur box culvert terbangun. dirancang memenuhi ruang bebas spur 1067 mm. hanya lebar ruang bebas yang kurang dari clearance 4880mm. Usulan disain dari 53 BH adalah sebagai berikut: Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 44 . Untuk 46 BH yang belum terbangun. dan 7 BH pada bagian penyesuaian trase dan penempatan siding lines baru yang perlu dibangun. dialokasikan memenuhi ruang bebas spur 1435mm. Dengan demikian 71 buah BH terbangun bisa digunakan. selain aman dari skenario resiko banjir dengan perioda ulang terbesar 50 tahunan. D e lta T a m a W a ja C o r p . dengan pembebanan menurut 100% RMI.5 m. dapat dilihat pada tabel berikut.LAPORAN AKHIR P T . dan strukturnya dirancang memenuhi tekanan gandar 18 ton. kondisi lebar 4.

LAPORAN AKHIR P T .581a 180+003 72+600 8 Jembatan Beton Bertulang 4 BH. Lintas Lhokseumawe-Sigli.594 185+928 66+725 8 Jembatan Beton Bertulang 17 BH.2 Jembatan Rangka Baja 6 BH. KM KM Bentang Tipe Bangunan Atas Tipe Bangunan Bawah Jembatan Banda Aceh LINK Usulan 1 BH.2 Jembatan Rangka Baja Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm 14 BH.588 183+943 68+660 2 - Box culvert dengan pondasi langsung 11 BH.583 182+203 70+400 21. D e lta T a m a W a ja C o r p .587 183+293 69+290 4 - Box culvert dengan pondasi langsung 10 BH. seksi Alue Raya-Peudada No.591 184+903 67+700 21. C o n s u lti n g G r o u p Tabel 17: Jembatan Yang Didisain.590 184+738 67+935 2 - 13 BH.593 185+613 66+990 2 - 16 BH.585 182+968 69+665 2 - Box culvert dengan pondasi langsung 8 BH.2 Jembatan Rangka Baja Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 45 .4 Jembatan Rangka Baja Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm 2 BH.589 184+593 68+090 4 - Box culvert dengan pondasi langsung 12 BH.580 178+203 74+400 6x42.581 179+592 73+011 2 - 3 BH. No.595 186+053 66+550 21.584 182+728 69+925 8 Jembatan Beton Bertulang 7 BH.586 183+328 69+325 4 - Box culvert dengan pondasi langsung 9 BH.592 185+017 67+585 3 - Box culvert dengan pondasi langsung 15 BH.582 189+943 71+690 2 - 5 BH.

0 53+865.654 217+395.2 Jembatan Rangka Baja 34 BH.597 188+823 63+780 3 - Box culvert dengan pondasi langsung 21 BH. Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Box culvert dengan pondasi langsung Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 46 .7 6+42.1 12.75 Jembatan Beton Bertulang 26 BH.599 191+223 61+380 3 - Box culvert dengan pondasi langsung 23 BH.9 46+045.0 44+600.633 206+557.4+6 Jembatan Rangka Baja 42.4+42. Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang A ø 40 cm Box Culvert dengan Pondasi Tiang Pancang (MF28). Pangkal & Pilar Beton bertulang dengan tiang pancang ø 50 cm.LAPORAN AKHIR P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .656 218+259.601 193+303 59+300 8 Jembatan Beton Bertulang 25 BH.75 Jembatan Beton Bertulang 31 BH.0 12.596a 188+773 63+830 2 - Box culvert dengan pondasi langsung 20 BH.600 192+088 60+515 3 - 24 BH.596 187+943 64+660 2 - Box culvert dengan pondasi langsung 19 BH.75 Jembatan Beton Bertulang Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm 29 BH.4 Jembatan Rangka Baja 42.2 m 33 BH.618a 199+083.6 12.2 m 30 BH.657 218+938 33+665 6 - Pangkal & Pilar beton bertulang dengan tiang Pancang ø 40 & 50 dan penggunaan sumuran bekas pilar lama.4 35+193.4 39+664.598 190+318 62+285 2 - Box culvert dengan pondasi langsung 22 BH.0 3x42.2 8 Jembatan beton 35 BH.639 208+003. C o n s u lti n g G r o u p 18 BH.0 12.619 199+723 52+880 8 Jembatan Beton Bertulang 28 BH.617a 198+763.4 m dan 21.4 m dan 21.655 217+678 34+925 21.75 Jembatan Beton Bertulang 27 BH.651 210+028 36+575 8 Jembatan Beton Bertulang 32 BH.8 34+240.647 212+938.0 53+585.

679 238+260.0 12.714 252+153.75 Jembatan Beton Bertulang 53 BH.0 16+090.0 1+611.0 9+540.705 246+583.75 Jembatan Beton Bertulang Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 47 .680 238+860.660 225+926.658 223+519.703c 245+916.0 0+438.668a 236+500.3 6+019.4+6 Jembatan Rangka Baja Box culver bentang 6 m & Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm 38 BH.688a 241+328.75 Jembatan Beton Bertulang Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm 47 BH.2 4 - 42 BH.693a 242+422.4 4 - Box culvert dengan pondasi langsung 48 BH.7 4 - Box culvert dengan pondasi langsung 51 BH.6 12+852.3 12.4 26+726.704 246+366.712b 251+033.6 14+342.0 2 - 46 BH.8 18+827.695a 243+375.5 6+42.8 6 - Box culvert dengan pondasi langsung 37 BH.710b 249+204.6 4 - 49 BH.685 239+750.0 11+325 3 - Box culvert dengan pondasi langsung 44 BH.0 10+325 2 - Box culvert dengan pondasi langsung 45 BH.694a 243+093.8 13+742.0 9+225.5 6+236.2 6+42.0 8 Jembatan Beton Bertulang 40 BH.6 8+183.3 6+687.663 233+775.6 8 Jembatan Beton Bertulang Box culvert dengan pondasi langsung Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm 50 BH.4+6 Jembatan Rangka Baja Box culver bentang 6 m & Pangkal Beton bertulang dengan tiang pancang ø 40 cm 39 BH. D e lta T a m a W a ja C o r p .4 8 Jembatan Beton Bertulang 43 BH.698 244+419.6 4 - 52 BH.4 3+398.4 8 Jembatan Beton Bertulang 41 BH.LAPORAN AKHIR P T .0 12. C o n s u lti n g G r o u p 36 BH.2 29+083.

Cunda Stasiun Emplasemen 5.6 70 rumah*200/0.325 52 2600 2600.8 52 2600 2600.33 8633.33 23333.33 Sta.33 Sta.00 Emplasemen 35.33 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 48 .Geukuh Stasiun 21.LAPORAN AKHIR P T .33 18133. D e lta T a m a W a ja C o r p .475 12 2700 2700.00 0. Alokasi Kebutuhan Lahan untuk Stasiun Sta.00 Sta.55 5.6 8333. Alueraya Stasiun KM KM 0. A.275 0.1 12 7200 7200.975 36.33 23333.25 0.65 52 5200 5200.9 12 7200 7200. C o n s u lti n g G r o u p KEBUTUHAN TANAH Berikut adalah lahan yang diperlukan untuk pembenahan trase dan alokasi stasiun.6 8333.00 Alokasi solusi sosial 50 pedagang*100/0.6 3333.00 Alokasi solusi sosial 20 ruko*100/0.67 37400.00 21.75 49.65 52 5200 5200.00 Emplasemen Alokasi solusi sosial 50 pedagang*100/0.00 49.00 Emplasemen Lebar Luas Alokasi solusi sosial 20 ruko*100/0.55 21.Matang Glumpang Dua Stasiun 49.33 20733.9 12 7200 7200.6 50 rumah*100/6 8333.67 Sta.00 Emplasemen Alokasi solusi sosial 50 ruko*100/0.6 Jumlah 3333.3 5.33 39066.Geuregok Stasiun 36.3 21.00 5.6 70 rumah*200/0.5 50.33 16666.225 36.325 52 5200 5200.575 12 7200 7200.

Meunasah Alue Stasiun 70.35 60.9 12 7200 7200.65 52 5200 5200.1 60.33 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 49 .00 Emplasemen Alokasi solusi sosial 20 pedagang*100/0.00 60.33 15733. Bireun 2 [depo] Stasiun 0.55 70.00 70.275 0.00 12400.00 0. D e lta T a m a W a ja C o r p . C o n s u lti n g G r o u p Sta.7 12 7200 7200.475 12 2700 2700.LAPORAN AKHIR P T .00 Emplasemen Alokasi solusi sosial 7700.00 Sta.00 Sta.45 52 5200 5200.25 0.3 70.6 3333.325 100 5000 5000. Bireun 1 Stasiun 60.00 Emplasemen Alokasi solusi sosial 120 pedagang 0.

00 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 50 .25 12 37800 37800.025 12 7500 7500. Muaradua Panggoi.00 67. Peusangan 53.00 Pante Peusangan.00 Tambon Boroh.325 12 3300 3300.225 12 9600 9600.3 12 8700 8700. Dewantara Kedai Kr Geukuh.3 12 8700 8700.125 33.825 68.85 19.575 18. Peudada Peudada 206820.00 Tanah Anoe-Lampang Timur.05 14. Peusangan 53.125 12 7200 7200.00 15. Jeumpa Blang Badih.225 12 9600 9600.00 20.025 12 7500 7500.025 58.25 12 37800 37800.Muaradua Batuphat Barat-Neloeng Mameh.00 Matang Glumpang Dua Timur.00 72.00 Jumlah A+B 366620.00 74.00 72. Muaradua 5 6. Peusangan 48.00 Tanah Anoe-Lampang Timur.00 9.575 47.4 12 8220 8220. Gandapura 33.Muaradua Batuphat Barat-Neloeng Mameh.05 74.1 12 13200 13200.425 49.00 13.00 Bireun Teupak Tunong.00 Tambon Boroh.05 14.025 12 7200 7200.025 12 7200 7200. Peusangan 46.00 Tanah Anoe-Lampang Timur.00 Matang Glumpang Dua Timur.05 54.00 Pante Peusangan.00 5 6.715 73.825 68.95 12 9900 9900.375 12 15900 15900.00 Bireun Teupak Tunong.00 Jumlah A+B B.00 65.00 15.00 Matang Glumpang Dua Timur. Jeumpa Meunasah Baroh.1 12 13200 13200.95 12 9900 9900.715 73.425 35. Jeumpa Meunasah Baroh.45 12 34500 34500.00 9.075 12 12600 12600.525 21.775 12 11100 11100.125 12 7200 7200.00 57.4 66.4 66.1 12.475 12 7800 7800.1 12. Dewantara 18.775 12 11100 11100. Muaradua Panggoi.075 12 12600 12600.00 13.375 12 15900 15900.00 Tanah Anoe-Lampang Timur.00 67. Gandapura 33.05 54.125 33.00 74.425 49.LAPORAN AKHIR P T .05 74. Gandapura 34.025 58.Muaradua Batuphat Timur. Alokasi Lahan krn Penyesuaian Trase Cunda.425 35. Dewantara Kedai Kr Geukuh.00 Matang Glumpang Dua Timur.075 12 12300 12300.85 19.325 12 3300 3300. Gandapura 34.45 12 34500 34500. Alokasi Lahan krn Penyesuaian Trase Cunda.00 65.00 20. Peusangan 48.075 12 12300 12300.475 12 7800 7800. Dewantara 18.00 57.525 21. Muaradua 366620.575 18. D e lta T a m a W a ja C o r p . C o n s u lti n g G r o u p B.4 12 8220 8220. Peudada Peudada 206820. Jeumpa Blang Badih.Muaradua Batuphat Timur.575 47. Peusangan 46.

2 ha). Voperasi=100km/jam. pada bagian trase koreksi disesuaikan. double track. Skenario II : Kondisi Terburuk. atau dengan kinerja 140 km/jam≥ Vmaks≥120 km/jam bila dasar hukumnya telah disesuaikan untuk nilai yang terakhir ini.839 m2 atau 97 ha. sehingga tidak dapat dicapai Vmaks=120km/jam. spur 1435mm. spur 1435mm. Skenario III : Pengembangan. tetapi kondisi pembebasan dan pengambilan tanah jalur terlambat. jalan kereta api dibangun tahun 2007. C o n s u lti n g G r o u p Pemenuhan Kebutuhan Tanah dan Skenario Pelaksanaan Konstruksi Skenario I : Kondisi Optimum. bila trase tetap melalui pusat kota Bireun saat ini.LAPORAN AKHIR P T . dengan tetap mencapai pemenuhan kebutuhan tanah. maka menggunakan jalur lama terlebih dahulu. Kebutuhan tanah pada skenario ini adalah sama dengan skenario I. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 51 . dengan kondisi pemenuhan kebutuhan tanah sesuai rencana. Voperasi=100km/jam. dengan Vmaks=120km/jam. Voperasi=100km/jam. pada tahun 2007. Vmin=80km/jam. Vmin=80km/jam. dengan Vmaks=120km/jam. yaitu membangun Single track. mewujudkan Operasi KA lintas Banda Aceh-Medan tahun 2012.603= 969. baru setelah terpenuhi. Kebutuhan tanah adalah sebesar kebutuhan skenario I ditambah lebar tambahan mencapai lebar 25m dikalikan panjang trase ( (25-12)*74. atau pembebasan dan pengambilan tanah jalur berhasil memenuhi kebutuhan tanah yang direncanakan. Vmin=80km/jam. atau jumlah seluruh kebutuhan sebesar 131. D e lta T a m a W a ja C o r p .

dengan biaya : . C o n s u lti n g G r o u p EVALUASI EKONOMI Perkiraan Biaya Investasi Investasi prasarana dan sarana awal : a.000/lok) .300.- b.800.7 lok x Rp. Penyusutan Prasarana dan Sarana f.000. Biaya bahan bakar dan pelumas b. Bunga Bank Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 52 . dengan berangkat isi pulang isi. 819.000. Perawatan prasarana d. 20.(US$ 2. Prasarana jalan dan jembatan serta bangunan stasiun dan sebagainya adalah sebesar Rp.000 (US$ 90. jika bolak-balik maka jarak menjadi 150 km.LAPORAN AKHIR P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .930.70 gerbong x Rp. Biaya personal c.000.000. Sarana berupa lokomotif dan gerbong adalah 7 lokomotif dan 70 gerbong. 790.603 km. Perawatan Sarana e.157. Biaya operasi langsung terdiri dari: a. Satu rangkaian kereta api terdiri dari lok CC 2001 dengan menarik 10 gerbong dengan muatan 30 ton.000/gerbong) Perkiraan Biaya Operasional Operasi kereta api diasumsikan akan berangkat tiap hari 6 kereta dengan menempuh jarak 74.

000. 2.500.000.000.000. Biaya perawatan prasarana jalan dan jembatan dalam satu tahun adalah : Biaya perawatan sarana : .- Jumlah 120.= Rp.- Biaya bahan bakar dan pelumas dalam satu tahun: 7 hari x 4 mg x 12 bln x Rp.000.Pelumas = 6 liter x 1.000.Untuk 6 KA (6 x 4 org) = 24 orang .- = Rp.000.500..000.187.60 gerbong x Rp.187.122.025.6 lokomotif x Rp.x 56 orang x 12 bln = Rp. 13. Biaya personil dalam satu KA terdiri dari : .= Rp.Total = Rp. C o n s u lti n g G r o u p Biaya operasi dihitung berdasarkan data yang ada dari KAI dengan perhitungan ratarata.000.- = Rp.Kondektur = 1 0rang .590. sebagai berikut: a. 4.- Apabila berjalan 6 lok maka biayanya adalah : 6x Rp.000.5 x Rp 4. D e lta T a m a W a ja C o r p . 2.000. Besarnya gaji dan tunjangan masing-masing personil perbulan adalah Rp.- . 2.000. 2. 13. 1. Diperkirakan kereta api dalam satu hari akan menempuh jarak 75 km bolak balik sama dengan 150 km. 908.500.BBM = 300 lt x 1.Pelayan Kereta Api = 1 orang Jumlah = 4 orang .000.Tenaga Cadangan = 4 orang Jumlah = 28 orang Sehingga jumlah personil untuk berangkat dan pulang 56 0rang.000.000. 162. 1.408. 245.-.-/th = Rp.- b.000.000.992.Masinis dan Pembantu Masinis = 2 orang . 1.000.- = Rp.- Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 53 .122..470.- c. 1.000.LAPORAN AKHIR P T .000.5 x Rp. Biaya bahan bakar satu lokomotif tiap 100 km diperlukan 300 liter dan pelumas diperlukan 6 liter. sehingga biaya pertahun adalah: Rp. maka diperlukan bahan bakar dan pelumas: .000.- = Rp.000. 18. .

2. = Rp. D e lta T a m a W a ja C o r p . 3.000. Dalam kondisi sebaliknya (NPV negatif).000. C o n s u lti n g G r o u p Penyusutan : .000.000.Jumlah = Rp 23. Perhitungan belum mengaitkan dengan jaringan jarak jauh. Bunga Bank Bunga Bank dihitung rata-rata pertahun 20% dari nilai investasi sarana dan prasarana.096.840.852. 11. 2. 203. Indikatornya kalau NPV menunjukkan angka positif maka kegiatan investasi dapat dilanjutkan.800.-.000. Ringkasan Arus Kas Gambaran secara ringkas dari arus kas dapat dilihat dalam Tabel 18 di bawah. 5% x Rp.Prasarana .= Rp.LAPORAN AKHIR P T .157..400.562.- d. Analisis Finansial 1.000. 790. maka investasi sebaiknya tidak dilanjutkan.000. Penerimaan Bersih per Tahun Rencana penerimaan berasal dari penumpang jalur komuter khusus lintasan ini.Sarana 1. yaitu: (1) Nilai bersih sekarang (NPV = Net Present Value): yaitu suatu parameter yang digunakan untuk melihat nilai bersih sekarang dari suatu hasil investasi di masa yang akan datang melalui proyeksi.800.5% x Rp. Dalam menghitung NPV ini harus berpedoman pada ”cost of money” yang berlaku saat ini (2) Tingkat pengembalian internal (Internal Rate of Return = IRR) yaitu suatu parameter finansial yang menunjukkan apabila tingkat IRR sama dengan atau di Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 54 . 5. Analisis Kelayakan Proyek Dalam melakukan analisis kelayakan proyek ini akan dilihat melalui 3 (tiga) parameter keuangan yang lazim digunakan.

maka BCR-nya akan senantiasa diatas 1.464. maka kegiatan investasi dapat ditindak-lanjuti.3. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 55 . Dalam kondisi IRR lebih kecil dari tingkat bunga yang berlaku. 2. maka kegiatan investasi dapat ditindak-lanjuti. Ini menunjukkan bahwa proyek tidak layak.2 Tingkat Pengembalian Internal (IRR) Pada tingkat bunga antara IRR aktual didapat -0.000. Kriteria NPV. Dalam kondisi BCR lebih kecil dari 1 maka kegiatan investasi sebaiknya tidak dilanjutkan. Dari ketiga parameter tersebut antar IRR dan BCR memiliki kaitan yang erat. 2.-. 2. D e lta T a m a W a ja C o r p .000.07<1. IRR.016% < dari IRR estimate 20%.3 Profitable Index (PI) Dari hasil perhitungan PI ternyata memperlihatkan 0. Sebagai catatan bahwa yang dihitung dari investasi proyek ini hanya pengeluaran investasi untuk sarana dan biaya operasional. Kalau pengeluaran jenis yang terakhir ini dimasukkan.3. sementara pengeluaran investasi untuk prasarana (jalan KA dan jembatan) tidak dihitung. Sebaliknya kalau IRR-nya dibawah tingkat bunga yang dicari (bunga yang berlaku) maka BCR-nya akan di bawah 1. maka kegiatan investasi sebaiknya tidak dilanjutkan. C o n s u lti n g G r o u p atas tingkat bunga yang berlaku.Rp 790. hampir dipastikan proyek menjadi sangat tidak layak. Apabila IRR melebihi tingkat bunga yang dicari (tingkat bunga yang berlaku).dan PI dari hasil analisis menunjukkan proyek secara finansial tidak layak.1 Nilai Bersih Sekarang (NPV) Dari hasil perhitungan analisis investasi memperlihatkan bahwa pada tingkat bunga 20%.3.LAPORAN AKHIR P T . (2) Benefit Cost Ratio (BCR) adalah nilai manfaat suatu proyek yang menunjukkan apabila hasilnya sama dengan atau lebih besar dari 1. NPV = .

Pendekatan publik. dalam kerangka Trans Sumatera Railway. Dengan opsi kapasitas pelayanan yang ada. dan yang satunya merugi. Pendekatan private. dan disamping terdapat hasil hutan. yaitu : Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 56 . C o n s u lti n g G r o u p So what ? Posisi pelayanan transportasi: 1. industri dengan volume yang besar. Supply creates demand atau 2. Dalam kasus pembangunan kembali pelayanan kereta api di Nangroe Aceh Darusallam. dan terjadilah pelayanan yang sustainable dalam pertumbuhan. dan Pendekatan dalam pelayanan transportasi: 1. sehingga berada posisi usaha yang tidak sustainable. atau 2. Demand creates supply. maka akumulasi agregatnya adalah kemandegan atau kegagalan pasar. Pendekatan mana yang dipakai? 3.LAPORAN AKHIR P T . Apakah semua pihak beruntung? Dengan opsi jalur tunggal dan hanya memperhitungkan potensi komuter. Dalam interaksi 2 stakeholder. Semua beruntung atau terjadi alokasi terbaik bagi semua pihak. Lokasi lintasan adalah memebentang melintasi simpul aglomerasi kawasan prioritas pengembangan wilayah Nangroe Aceh Darusallam. konsumen-produsen. kriteria kelayakan tidak terpenuhi: secara mikro provider merugi. Satu beruntung. Terdapat lebih dari 5 juta penduduk pada pusat system aglomerasi pada koridor Banda Aceh-Medan. dan atau 2. 1. Bagaimana posisi provider dan user? 2. D e lta T a m a W a ja C o r p . perkebunan. akan tercipta hasil: 1.

langsung ½. Negara sebagai provider of the transportation services. 2. Long distance : jarak jauh langsung. 80% beroperasi 20% spare.811 juta pnp/th 2012. biaya transport yang murah. pemerintah berperan untuk mendorong . kompetetif terhadap moda lain. dan terjangkau kebanyakan masyarakat. Maka integrasi pelayanan komuter jalur tunggal dengan pelayanan jarak jauh jalur tunggal. Jalur ganda :7. 15perjalanan pp/hari. Dengan pelayanan ini. 2. melalui mekanisme perpajakan. 80% beroperasi 20% spare. 6 perjalanan jarak jauh pp. 3 kelas pelayanan. Commuting distance: jarak orang bekerja. harian. 1spare. 40% pangsa pasar. Pada fase awal dengan kondisi yang masih gagal pasar ini. demikian juga untuk komuter 6 KA.LAPORAN AKHIR P T . 18loko-180 gerbong. D e lta T a m a W a ja C o r p . 7loko-70gerbong. C o n s u lti n g G r o u p 1. “ supply creates demands”. 40% pangsa pasar. menuju double track merupakan opsi arah pengembangan agar pelayanan sustainable. dan Opsi perjalanan: 1. sebagai substansi dari regional development Nangroe Aceh Darusallam. Jalur tunggal :3. Sustainability dilihat dari siklus pembiayaan-pendapatan negara: sumber biaya pelayanan publik berasal dari publik yang dilayani. disamping opsi menaikan tariff agar konsumen menanggung kondisi yang belum baik ini. kompetetif terhadap moda lain. Dengan eksternalita positif ini masyarakat akan mencapai development baru. dalam wujud antara lain aksesibilitas dengan wilayah lain yang meningkat. 3 kelas pelayanan. mudah. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 57 . pergi-pulang. terjadi eksternalita positif bagi masyarakat luas.6jt pnp/th 2012. atau omnibus.

2 Lokomotif Unit 2.6 18.852.8 790.7 13.53 0.2 22.2 Unit Unit 7 70 20.2 14.852.330.4 20.081.449.125.471.0 11.081.3 12.6 18.3 Gerbong Unit Biaya Operasional & Maintenance 2.7 39.948.966.4 3.4 5. Tabel 2.7 23.330.518.7 20.8 33.LAPORAN AKHIR P T .8 20.852.924.577.7 (3.7 - 2 Pengeluaran Investasi 2.140.157.5 871.688.2 20.4 937. SEKSI ALUERAYA-PEUDADA NO A.081.4 Bahan Bakar Rp/tahun 2.0 11.852.0 993.8 790.8 203.5 1.589.2 796.5 2.157.840.997.00550 Penerimaan dan Pengeluaran : 1 Penerimaan .5 34.0 900.0 - Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 58 .840.8) (4.057.852.2 11.0 57.9 20.2 13.881.852.081.0 146.438.8 203.5 Biaya Personil Rp/tahun 2.248.0 13.4 4.655.447.4) 741.840.9 16.3 21.6 1.036.0 57.071.4 (5.8 12.4 3.8 %/tahun %/tahun Rp/tahun Tahun ke-3 13.4 3.9 18.771.510.997.330.9 829.4 16.519.0) 993.8 22.7 Perawatan Sarana %/tahun Total Pengeluaran - 2.8 (4.1) (5. B.699.8 3.852.082.123.157.930.659.4 2. SEKSI ALUERAYA-PEUDADA (Dalam Jutaan Rupiah) TOTAL URAIAN SATUAN VOLUME HARGA HARGA Tahun ke-0 Tahun ke-1 Tahun ke-2 (Rp.476.1 Prasarana 1.7 15.710.0 2492848.157.1 : CASH-FLOW PEMBANGUNAN JALUR KA LHOKSEUMAWE-SIGLI.7 1. D e lta T a m a W a ja C o r p .4 (2.510.054.510.2 977.4 4.852.984.511.506.589.6 21.7) 4.438.4 720.853.7 3.710.308.4 720.0 57.710.4 720.057.363.610.330.2 Sarana -Lokomotif -Gerbong km 75 10.9) (2.157.308.149.4 18.8 146.4 24.3) (998.7 16.8 22.4 792.5 37.057.519.8 790.049.0 2.3 11.2 11.194.930.510.0 146.0 1 1 1.8 203.519.7 19.430.159.0 819.073.967.5) (1.7 864.073.746.6 Perawatan Prasarana %/tahun 2.149.993.0 11.5 75 7 70 10.7 15.4 958.Juta) Investasi: 1.779.6 11.069.1 3.8 146.997.248.448.0 790.1 Prasarana km 2.9 18.017.2 14.4 3.048.5 21. C o n s u lti n g G r o u p Tabel 18 : CASH FLOW PEMBANGUNAN JALUR TRANSPORTASI KA LINTAS LHOKSEUMAWE-SIGLI.4) 87.8 790.0 Selisih Kas (Bersih) Komulatif Kas 993.3.5 1.0 11.4 4.096.0 819.997.4 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 993.069.1 2.697.997.0 57.8 4.Angkutan komuter orang Total Penerimaan Nilai Buku Penyusutan Sarana Penyusutan Prasarana Jumlah penyusutan 993.233.426.353.7 36.

seksi Alueraya-Peudada. D e lta T a m a W a ja C o r p . Lintas Lhokseumawe-Sigli.LAPORAN AKHIR P T . C o n s u lti n g G r o u p Tabel 19 : Ikhtisar Biaya Pembangunan Jalan dan Jembatan KA. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 59 .

407 Aliran kas/cash inflow tahun 10 33.874 - Investasi awal/Initial Investment 993.123 25.156 57.066 649.282 33.590 18.289 26.368 28.033 33.148 Aliran kas/cash inflow tahun 8 33.822 34.562 39.998 EAT 13.008 24.407 33.700 28.998 Aliran kas/cash inflow tahun 1 12.194 31.994 23. D e lta T a m a W a ja C o r p .628 688.637 Aliran kas/cash inflow tahun 4 34.149 18.659 54.072 21.109 54.018 34.00% Profitability Index 0.510 35.519 36.385 Aliran kas/cash inflow tahun 3 34.082 16.651 55.148 33.592 29.711 15.574 Cash Inflow 30.Biaya Operasi dan Pendapatan naik rata-rata 10%/tahun Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 60 .118 Depresiasi 16.081 24.LAPORAN AKHIR P T .186 Aliran kas/cash inflow tahun 9 33.310 58.164 54.275 56.249 20.033 Aliran kas/cash inflow tahun 5 33.329 35.082 37.185 29.074 22.779 19.282 Aliran kas/cash inflow tahun 7 33.718 29.579 Aliran kas/cash inflow tahun 6 33.819 - Net Value 12.692 Cash Outflow 18.390 32.193 27.186 33.267 54.577 33.637 34.579 33. C o n s u lti n g G r o u p PENILAIAN INVESTASI DENGAN PROFITABILITY INDEX Investasi Awal Aliran kas Keterangan Tahun ke-1 Tahun ke-2 Tahun ke-3 Tahun ke-4 Tahun ke-5 Tahun ke-6 Tahun ke-7 Tahun ke-8 Tahun ke-9 Tahun ke-10 Tahun ke-11 Tahun ke-12 993.234 21.510 Aliran kas/cash inflow tahun 2 35.351 26.522 62.948 39.758 60.874 Tingkat suku bunga 20.385 34.822 Aliran kas/cash inflow tahun 11 34.442 658.866 30.07 KESIMPULAN Investasi tidak layak Catatan: 1.442 Aliran kas/cash inflow tahun 12 658.472 20.

C o n s u lti n g G r o u p PENILAIAN INVESTASI DENGAN BERBAGAI KRITERIA Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 61 . D e lta T a m a W a ja C o r p .LAPORAN AKHIR P T .

00% Catatan: 1.267 20.874 0.073.310 24.758 25.16% (790.193 60.779 Tahun ke-3 16.248.28 31.185 Tahun ke-12 39.574 688.948 30.282 33.329.822 34.03 29.692 29.148 33.13 649.118.442 658.066 62.628 28.522 26.156 23.081.008 Tahun ke-8 26.LAPORAN AKHIR P T .510 35.082 54.033 33.04 28.998 Cash Cash Keterangan EAT Depresiasi Inflow Outflow Tahun ke-1 13.91 37.519 54.385 34.17 33.072 Tahun ke-6 22.94 27.73 39.561.275 21.659 18.67 16.866 56.819 Tingkat suku bunga 20.407 33.164 18.351 Tahun ke-10 32.579 33.186 33.289.472 Tahun ke-4 18.637 34.109 19.081.90 36.592 57.Biaya Operasi dan Pendapatan naik rata-rata 10%/tahun INTERNAL RATE OR RETURN NET PRESENT VALUE PROFITABILITY INDEX Net Value 12.018 54.651 21.123 Tahun ke-9 29.589.79 34.149 Tahun ke-2 15.368 58.577 54.390.994 Tahun ke-7 24.234 Tahun ke-5 20.07 KESIMPULAN Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 62 .194 55. C o n s u lti n g G r o u p Investasi Awal Aliran kas 993.464) 0.700 Tahun ke-11 35.718. D e lta T a m a W a ja C o r p .710.21 30.

seksi Alueraya-Peudada.6 juta penumpang/tahun. dengan struktur 65.81 juta/tahun pada jalur tunggal. dengan bantalan beton prestressed K-385. panjang 75. kecepatan operasi 100 km/jam. Pada lengkung dengan nilai R≥ 2200 m. untuk melayani lintasan 6 perjalan komuting dan 6 perjalanan jauh. dengan kecepatan maksimum 120km/jam. Dilihat dari sisi manfaat dan biaya. diperlukan lahan baru yang harus dibeli dari masyarakat. atau 7. dan 6 perjalanan pulang pergi untuk perjalanan jauh. dan proyeksi pertumbuhan pelayanan 25 tahun mendatang. Pembangunan jalan kereta api lintas Lhokseumawe-Sigli. maka opsi jalur ganda amat menjanjikan.4/1000. Kelandaian jalur antara 0. nilai peninggian/ Cant. rel UIC60 atau R60.LAPORAN AKHIR P T . Opsi operasi kereta api lintas Banda Aceh-Medan adalah jalur tunggal dan ganda. Kondisi geologi teknik mampu menerima beban pelayanan tubuh track. adalah dalam kerangka pembangunan pelayanan transportasi kereta api lintas Banda Aceh-Medan yang merupakan bagian terintegrasi Trans Sumatera Railway Development. D e lta T a m a W a ja C o r p . Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 63 .01 /1000 hingga 1. seksi Alueraya-Peudada. dan 15 perjalanan komuting pada lintas Lhoksumawe-Bireun. sedangkan opsi jalur tunggal kurang menarik. dan nilai panjang lengkung peralihan TL=0 m. Volume perjalan jalur tunggal 6 perjalanan pulang pergi untuk perjalanan jauh. C o n s u lti n g G r o u p Disain prasarana kereta api lintas Lhokseumawe-Sigli. Track menggunakan standard gauge 1435mm.6 % perjalanan jarak jauh.6 km. untuk menjaga stabilitas dibangun retaining wall dan gabion. Pada bagian embankment dan galian dengan ketinggian lereng yang >1m. dengan koreksi radius lengkungan. Dengan jumlah penumpang 3. dengan tipe perjalanan jarak jauh dan jarak commuting untuk perangkutan penumpang. Akibat koreksi radius.hingga R> 2200 m. C=0 mm. dengan pengait elastis Pandroll .603 km. dan tipe perjalanan jauh untuk barang. dan 34. dan kecepatan minimum 80km/jam. Pencapaian koreksi lengkungan menghasilkan konfigurasi lengkungan dengan R minimum 743 m atau dibulatkan 750m. dan 6 perjalanan komuting pada lintas Lhoksumawe-Bireun. dan 6 perjalanan komuting pada lintas Lhoksumawe-Bireun. Namun dengan memperhatikan keterlaksanaan pada tahap awal dibangun dahulu jalur tunggal dengan alokasi pengembangan jalur ganda. mengambil opsi jalur tunggal. sepanjang 74.4% perjalanan komuting. Trase jalan menggunakan trase eksisting dengan lebar koridor 12m. Sedangkan untuk jalur ganda volume 15 perjalanan pulang pergi untuk perjalanan jauh.

sepanjang 74. biaya perjalanan murah yang mampu dijangkau kebanyakan masyarakat. dan nilai sekarang netto arus dana yang negative. diperkuat dengan pondasi dalam. dengan posisi supply creates demand. Pada 53 titik dirancang dibangun jembatan baja untuk bentang > 20m. yang menjadi kewenangan Negara. dan 53 perlintasan belum dibangun. 5 stasiun kelas II yaitu stasiun Alueraya.75m. dan tetap dengan skenario single track. dan box culvert untuk bentang 2-6m. seksi Alueraya-Peudada. dan dialokasikan menjadi tujuan relokasi dan menjadi solusi persoalan sosial masyarakat di sepanjang lintasan. dan konservasi lingkungan hidup. dan stasiun besar dengan 3 emplasemen. Geukuh. Namun. Substruktur jembatan dengan bentang ≥ 8m. Di seluruh lokasi stasiun. Matang Glumpang. 71 bangunan telah dibangun dan dalam kondisi kuat menerima beban pelayanan walaupun dengan lebar ruang bebas samping yang kurang dari yang dipersyaratkan. diarahkan menampung fungsi ruang yang terintegrasi pada orde simpul. Pembangunan prasarana kereta api lintas Lhokseumawe-Sigli.LAPORAN AKHIR P T . D e lta T a m a W a ja C o r p . dan 2 stasiun klas besar yaitu stasiun Bireun dan Cunda sebagai alternative dari Stasiun Punteut. berupa pintu sesuai dengan standar yang berlaku. jembatan beton untuk bentang 8-12. C o n s u lti n g G r o u p Pada lintasan dirancang 7 stasiun.603 km ini. bila hanya dilihat secara partial/sendiri. aksesibilitas. Pada perlintasan jalur jalan dibangun perlintasan sebidang. secara financial menunjukan tingkat pengembalian internal yang rendah. Geuregok. Dan apabila obyek diletakan dalam posisi integral dalam sistem jaringan terbangun Banda Aceh –Medan dan Trans Sumatera Railway. dan Meunasah Alue. nisbah profitabilitas di bawah 1. Artinya tidak menarik. yaitu kemudahan. dengan sifat pelayanan kereta api yang massal. Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 64 . Di sepanjang jalur terdapat 117 perlintasan dengan badan sungai dan saluran air. disamping terwujudnya penghematan energi. Stasiun klas II dengan 2 emplasemen. apabila dilihat dengan pendekatan public. maka akan diperoleh manfaat yang besar bagi masyarakat dan Negara dalam bentuk eksternalita positif. dan terdapat 15 perlintasan dengan jalan arteri primer Banda Aceh-Medan dan arteri sekunder. Dari 117 perlintasan sungai/saluran air. pengurangan tingkat kecelakaan. maka manfaat pelayanan kereta api ini akan sangat atraktif.

C o n s u lti n g G r o u p Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 65 .LAPORAN AKHIR P T . D e lta T a m a W a ja C o r p .

D e lta T a m a W a ja C o r p . C o n s u lti n g G r o u p TOTAL Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 66 .LAPORAN AKHIR P T .

5 1. C o n s u lti n g G r o u p NO URAIAN A.157.330.852.149.2 Lokomotif 2.0 146.8 203.6 18.308.840.0 819.1 Prasarana 2.Angkutan komuter Total Penerimaan Nilai Buku Penyusutan Sarana Penyusutan Prasarana Jumlah penyusutan 2 Pengeluaran Investasi 2.308.2 20.53 0.0 Rp/tahun Rp/tahun %/tahun %/tahun 1 1 1.5 1.6 Perawatan Prasarana 2.1 Prasarana 1.4 720.0 11.840.997.157.Juta) 993.930.0 2.LAPORAN AKHIR P T .330.519.7 - 993.8 203.2 Unit Unit 7 70 20.4 720.0 790.510.997.8 790.0 57.00550 %/tahun %/tahun Rp/tahun 2.4 Bahan Bakar 2.5 2. D e lta T a m a W a ja C o r p .0 819.4 3.4 Review Disain Pembangunan Jalan dan Jembatan KA di Aceh 67 .510.2 Sarana -Lokomotif -Gerbong B.5 Biaya Personil 2.0 57.519.3 Gerbong Biaya Operasional & Maintenance 2.8 146.157.8 790.930.0 orang 2492848.0 13.0 HARGA (Rp.057.5 km Unit Unit 75 7 70 10. 1 Penerimaan dan Pengeluaran : Penerimaan .7 Perawatan Sarana Total Pengeluaran SATUAN VOLUME HARGA km 75 10.710. Investasi: 1.