You are on page 1of 3

DIAGRAM SEBAB AKIBAT

Diagram sebab akibat sering disebut dengan diagram tulang ikan
atau fishbone diagram yang diperkenalkan pertama kali pada tahun1950
oleh seorang pakar kualitas Jepang, Koaru Ishikawa. Alat ini merupakan
satu-satunya alat dari 7 alat SPC yang tidak didasarkan pada statistika.
Manfaat diagram ini adalah dapat memisahkan penyebab dari gejala,
memfokuskan perhatian pada hal yang relevan, serta dapat diterapkan
pada setiap masalah.
Alat ini merupakan alat dalam menganalisa mutu dengan tujuam
untuk mengetahui secara menyeluruh hubungan antara kecacatan
dengan penyebabnya. Kepala ikan adalah akibat effect dan satu panah
tebal diagram menuju effect. Diagram ini dapat dipakai untuk
menganalisa hampir semua permasalahan.
1.1 Gambar Diagram Sebab Akibat

Contoh penerapan diagram sebab akibat :

Contoh Aplikasi Diagram Sebab Akibat :

B. Jadi jangan  hiraukan dulu. 3. Contoh : ada job A. Diperlukan pemikiran yang lebih (brainstorming) dari anggota team untuk menemukan kemungkinan sebabnya (possibility cause). Semua sebab-sebab cause yang tersaring harus mempunyai alasan(sebab yang benar / valid). Kemudian taruhlah valid cause ke diagram sebab akibat. Kenapa Gemuk ? Karena tidak olah raga. frasa ini mempunyai makna sebagai pemilihan job mengacu ke aturan metode. setelah diteliti ternyata disebabkan oleh kerusakan pada equipment yang dipakai. karena tidak berkaitan dengan proyek ini. Do the right thing and do the thing right  Do the right thing. Adalah benar-benar dari root cause jika dimasukkan (plug in root cause) ke dalam proses. Contoh : GemukÅTidakolahraga Åmalas. Job D adalah job yang sudah tertentu sesuai metode. Plug Out Setelah menemukan root cause. Contoh : Di bagian produksi banyak barang reject (speaker). Plug In. Kenapa Malas ? Malas adalah salah satu akar permasalahan. 2. B. Metode “5 Why” “5 kali kenapa” Katakanlah satu sebab telah ditemukan. A. Kenapa tidak olah raga ? Karena malas. Sehingga perlu diganti. . D dan E. pengecekan validitas / kebenaran dari root cause itu adalah keharusan. tanyakan kenapa sebab itu muncul. Itulah akar permasalahannya (the root cause). maka kerjakanlah job D dengan sempurna. Cara Mencari Dan Membuktikan Akar Permasalahan : 1. frasa ini masih berkaitan dengan hal diatas.Dalam satu team improvement sebaiknya melibatkan 4-10 anggota yang langsung dan tidak langsung menangani proses terkait. C dan E bukanlah pekerjaan yang ditentukan metode. bagaimanapun kondisinya. C. Do the thing right. akibat sebenarnya akan muncul. pertanyaan “Kenapa ?” yang berulang sehingga tidak ada jawaban lagi dari sebab yang terakhir. kemudian menyaringnya. Menarik (plug out) root cause dari proses sudah pasti akan menghilangkan akibat sebenarnya. setelah menentukan D.