You are on page 1of 17

Gunung Agung

NAMA GUNUNGAPI
NAMA LAIN
NAMA KAWAH
LOKASI
a. Administrasi
b. Geografis
KETINGGIAN
KOTA TERDEKAT
TIPE GUNUNGAPI

: GUNUNG AGUNG
: Piek Van Bali, Piek of Bali, Agung, Gunung Api
: :
:
:
:
:

Kab. Karangasem, Pulau Bali.
08°20' 30" Lintang Selatan dan 115°30' 30" Bujur Timur
3014 m di atas muka laut setelah letusan 1963
Karangasem
Strato
1. Desa Rendang,Kecamatan Rendan, Kab Karangasem, Bali (8°25'
30" LS, 115°26' 00" BT)
POS PENGAMATAN :
2. Budakeling (8°23' 30" LS, 115°26' 00" BT)
3. Batulompeh (8°15' 00" LS, 115°30' 00" BT)

pendakian terakhir lewat suatu punggung yang datar hingga dicapai tepi kawah sebelah barat. Pendakian dari Budakeling melalui Pura Puseh lewat Pura Plawangan ke Pura Telaga Mas.5 jam. andesit. dan abu gunungapi. kemudian ke Tirtadasar sampai di batas hutan di Pengubengan memakan waktu 4 . Agung dapat ditempuh dari tiga jurusan : (1) dari Pasar Agung (selatan puncak) (2) dari Budakeling lewat Nangka (tenggara puncak) (3) dari Besakih (baratdaya puncak) Pasar Agung yang berada di sisi selatan Gunungapi Agung menuju ke tepi kawah pendakian dapat dicapai ± 3 jam. dicapai ± 4 jam pendakian.Gambar 1. Bali (Sumber: www.go. Berdasarkan jenis batuannya bahan galian di Gunungapi Agung dan sekitarnya dapat dibagi 4 jenis yaitu basalt.esdm.1 Gunung Agung. Pendakian dari Besakih dilakukan melalui tempat perkemahan. .id) POTENSI EKONOMI Pencapaian Puncak Puncak G. pasir batu. Inventarisasi Sumberdaya Gunungapi Inventarisasi sumberdaya gunungapi yang terdapat di Gunungapi Agung diantaranya bahan galian.pvmbg.

dan batuapung. Sedangkan di bagian lereng bawahnya terdapat Sungai Telaga Waja yang dimanfaatkan sebagai kegiatan wisata olah raga dayung (rafting). pasir. . Material yang dimuntahkan yaitu abu. termasuk daerah lereng utara Gunungapi Agung. SEJARAH ERUPSI Erupsi Gunungapi Agung yang diketahui sebanyak 4 kali sejak tahun 1800. Agung Tahun Letusan Kegiatan 1808 Dalam tahun ini dilontarkan abu dan batuapung dengan jumlah luar biasa 1821 Terjadi Erupsi normal. Korban tercatat 1. Disamping itu industri parawisata tumbuh dan berkembang di sepanjang pesisir pantai utara. Erupsi bersifat magnatis. 1963 Erupsi dimulai tangga 18 Februari 1963 dan berakhir pada tanggal 27 Januari 1964. dan 1917 di berbagai tempat di dasar kawah dan pematangnya tampak tembusan fumarola.148 orang meninggal dan 296 orang luka. Tabel Catatan Erupsi G.Wisata Obyek wisata yang terdapat di sekitar Gunungapi Agung adalah Pura Besakih di Desa Besakih sebelah barat daya puncak Gunungapi Agung. Selanjutnya dalam tahun 1908. 1915. selanjutnya tidak ada keterangan 1843 Erupsi didahului oleh gempa bumi.

Batuan ini diperkirakan Andesit basaltis. hujan piroklastik dan abu). Morfologi kerucut gunungapi berbentuk hampir simetri dengan ketinggian 3014 m dpl. diantaranya adalah bersifat eksplosif (letusan. 1821. berhenti pada garis ketinggian 505. Satuan morfologi ini dibentuk oleh bahan piroklastik dan lava. Daerah yang terserang awan panas letusan pada kegiatan 1963 terbatas pada lereng selatan dan utara saja.Karakter Letusan Pola dan sebaran hasil erupsi lampau sebelum tahun 1808. bagian puncak ditutupi oleh bahan lepas yang cukup tebal. Sedangkan morfologi parasit gunungapi derah G. Awan panas letusan terjadi pada waktu ada letusan besar. lava dan breksi vulkanik. dan 1963 menunjukkan tipe letusan yang hampir sama. GEOLOGI Struktur Geologi Kaldera G. Lava yang meleler antara 19 Februari dan 17 Maret 1963 mengalir dari kawah utama di puncak ke utara. yakni di T. dengan melontarkan batuan pijar. terutama piroklastik jatuhan hasil letusan tahun 1963. Demikian awan panas di sebelah barat dipecah oleh punggung barat ke jurusan baratdaya dan utara. Beberapa kerucut pada bagian timur Gunungapi Agung. Bahan pembentuksatuan morfologi ini terdiri dari lava dan bahan lepas berupa skoria atau "cinder". Agung terutama berupa kerucut gunungapi dan parasit gunungapi. diantaranya G. Posisi stratigrafi dari produk yang tertua sampai dengan termuda adalah sebagai berikut :  Formasi Ulakan (Uvs) terdiri dari batu gamping koral. Stratigrafi G.290 m. . dan aliran lava. diduga bukan merupakan parasit dari Gunungapi Agung. 1843. Awan panas letusan yang terjadi selama kegiatan 1963 telah melanda tanah seluas ±70km2 dan menyebabkan jatuh 863 korban manusia.64 m dan mencapai jarak ± 7. Batur Morfologi G. Awan panas letusan yang melampaui tepi kawah bagian timur dipecah oleh punggung menjadi dua jurusan ialah timur laut dan tenggara. Agung didasarkan pada tingkat kesegaran batuan serta hubungan antara satuan batuan. membentuk kerucut-kerucut gunungapi (cone shape). lerengnya relatif terjal. Kedua punggung ini memanjang dari barat ke timur. Daya. karena baik di barat maupun di sebelah timur kawah ada sebuah punggung. Pawon (800 m dpl). pecahan lava. Agung terdapat pada lereng tenggara. lewat tepi kawah yang paling rendah. dan efusif berupa aliran awan panas. Luah dan di sebelah utara 14 km di T. Kecepatan dari awan letusan ini menurut pengamatan dari Pos Rendang adalah rata-rata 60 km per jam dan di sebelah selatan mencapai jarak paling jauh 13 km. yakni awan panas letusan dan awan panas guguran. Di Gunungapi Agung terdapat dua macam awan panas.

Untuk bahaya yang bersifat aliran. Sedangkan bahaya lontaran batu (pijar) terbatas pada radius 6 km dari kawah pada sekeliling lerengnya.Budakeling menunjukkan suatu kelurusan berarah barat laut .Batur .  Kelompok Batuan Vulkanik Batur (BAv) terdapat pada bagian barat Gunungapi Agung dan merupakan hasil erupsi Gunungapi Batur tua. lereng selatan dan tenggara hingga berjarak ± 14 km dari puncak. berupa lava dan batuan piroklastik. dan Kawasan Rawan Bencana II (KRB II).  Kelompok Batuan Budakeling (Bv) terdapat di bagian tenggara Gunungapi Agung yaitu di daerah Budakeling terdiri dari lava dan breksi vulkanik dengan fragmenfragmen batuan beku yang beraneka ragam. Khusus di dalam kawah ancaman juga berupa gas beracun .tenggara. Pada bagian selatan . Luas seluruh KRB II ini adalah ± 215 km2. yaitu Kawasan Rawan Bencana I (KRB I). Kelompok batuan Kondangdia (Kv) Kelompok batuan ini terdapat pada bagian timur hasil dari aktifitas tua terdiri dari aliran lava tua dengan struktur "sheeting joint". dan aliran lava. agak lapuk. Kawasan Rawan Bencana II Adalah kawasan yang berpotensi terlanda awan panas.  Kelompok Batuan Tabis (Tv) terletak di sebelah barat Gunungapi Agung.Abang .886 jiwa. . KRB II ini mencakup seluruh lereng utara sampai ke pantai Laut Bali. KAWASAN RAWAN BENCANA Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Agung terdiri dari 2 bagian. Sungai Tukad Daya .  Kelompok Batuan Cemara (Cv) terdapat pada bagian selatan. Jumlah penduduk yang bermukim dalam kawasan ini sebanyak 35. hujan abu (lebat). lontaran batu (pijar). Struktur geologi Komplek Gunungapi Agung .tenggara Gunungapi Agung memperlihatkan alihan pematang punggungan yang diduga akan terbentuk rekahan geser menganan.Tukad lateng menunjukkan suatu kelurusan yang memotong sebagian bukit Tabis yang terdapat di bagian tengahnya. dibentuk oleh lava dan piroklastik.

Jangga. KRB I terhadap aliran massa terutama di sepanjang aliran sungai. dan Tk. Daya di kaki sebelah utara dan Tk. Rilah. Tk. Pangandingah. Kabupaten Kelungkung. Timbul. Krekuk. Kawasan rawan bencana hujan abu lebat dan kemungkinan lontaran batu (pijar) mempunyai radius 10 km dari kawah. Tk. Tk. Tk. Kawasan ini meliputi areal seluas 185 km2. banjir dan hujan abu lebat serta kemungkinan perluasan aliran awan panas dan lontaran batu (pijar) terutama jika letusannya semakin membesar. Tk. Jumlah penduduk yang bermukim dalam kawasan ini sebanyak 77. yaitu Tk. Luah. Di kaki tenggara aliran lahar mengancam kota Amlapura dan dataran Karangasem melalui Tk. dan Tk.Kawasan Rawan Bencana I Adalah kawasan yang berpotensi terlanda aliran lahar hujan. Unda mengancam kota Semarapura. Peta Kawasan Rawan Bencana Gunungapi Agung hanya berlaku apabila: 1. Lajang. Arah letusan tegak lurus tanpa memperhatikan arah angin 3. Sedangkan aliran lahar ke selatan melalui Tk. Tk. Buhu.815 jiwa. Tk. Derajat kerawanan KRB I ini lebih rendah dari KRB II. tanpa memperhitungkan arah angin. Bangka. Bedih. Tk. Letusan terjadi di kawah pusat 2. Tidak terjadi letusan pembentukan kaldera yang berakibat (kawah berdiameter 2 km) . Telaga Waja. Batang di kaki sebelah timur.

go.esdm.2 Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Agung (Sumber: www.id) Gunung Slamet .esdm.3 Peta Geologi Gunung Agung (Sumber: www.id) Gambar 1.pvmbg.pvmbg.go.Gambar 1.

Pemalang Gambar 2.id) SEJARAH LETUSAN . Administrasi Tegal dan Kab. Pubalingga.Nama Gunungapi Nama Lain Nama Kawah Lokasi a. Banyumas dan Kab. b. Brebes. Kab. Pulosari. Kec.30 Bujur Timur : 3432 m dml : Bumiayu.30' Lintang Selatan dan 109°12.go. Moga. Kab.pvmbg.Pemalang. Jawa Tengah : 7°14. Kab.esdm. Purwokerto.1 Gunung Slamet. K2. Purbalingga : Strato : Desa Gambuhan. Geografis Ketinggian Kota Terdekat Tipe Gunungapi Pos Pengamatan : Gunungapi Slamet : Slamat : K1. K3 dan K4 : Kab. Jawa Tengah (Sumber: www.

terjadi letusan abu 15 .29 Maret dan 8 . terjadi letusan abu dan lava November (selama seminggu). Agustus dan Oktober. terjadi letusan abu Terjadi letusan abu 14 Juli . terjadi letusan abu 21.30 Maret. terjadi letusan abu September (2 hari). Juni.10 Oktober.29 Maret.13 November. 30 Juni. terjadi letusan abu 18 Maret. terjadi letusan abu dan lava 9 . Oktober dan 30 Desember. 6 Mei. terjadi peningkatan kegempaan terjadi peningkatan kegempaan Nopember. 1 . 6 dan 16 Desember. 7 dan 15 Juni. Jawa Tengah Tahun 1772 1825 1835 1847 1849 1860 1875 1885 1890 1904 1923 1926 1927 1928 1929 1930 1932 1934 1939 1940 1943 1944 1948 1949 1951 1952 1953 1955 1957 1958 1960 1961 1966 1969 1973 1988 1989 1990 1991 1992 2000 2004 2005 2009 Peristiwa 11-12 Agustus. terjadi peningkatan kegiatan 14 November. terjadi letusan abu dan lava Juni. terjadi peningkatan kegiatan. terjadi letusan abu dan lava 20 . 5 dan 13 September. 26 Juni.12 Mei. 2 Juli. Slamet. terjadi letusan abu Peningkatan kegiatan 1 Desember. terjadi peningkatan kegempaan 20 Februari . terjadi letusan abu 17 April. November dan Desember. terjadi peningkatan kegiatan Terjadi peningkatan kegiatan 11 Februari. terjadi letusan abu dan lava 2 . terjadi letusan abu dan lava Oktober.13 April. terjadi letusan abu dan lava 6. terjadi letusan abu dan lava 12 . terjadi letusan abu dan lava 27 Februari. terjadi peningkatan kegempaan 28 Juni . 4 dan 6 Mei. terjadi letusan abu dan lava 1 Juli dan 12 September.9 Juli. 15 Juli dan 4 Desember. akhir April. Slamet dinaikkan dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pada tanggal 23 April 2009 pukul 18:00 WIB. terjadi letusan abu dan lava 8 Februari. hujan abu dan suara dentuman 5 Januari. terjadi letusan abu Terjadi letusan abu Juni. terjadi letusan abu 19 Maret dan 11 April. Juli dan 28 .30 Oktober. terjadi peningkatan kegiatan 1 Januari.9 Agustus. terjadi letusan abu dan lava Peningkatan kegiatan 20 Maret. terjadi peningkatan kegiatan Juli. terjadi letusan abu Januari.Tabel sejarah letusan G. 24 Agustus. terjadi semburan lava di kawah 12 . tremor hembusan Aktivitas vulkanik G. Juli dan Agustus.akhir Oktober. terjadi letusan ab Mei.4 April. tremor hembusan 21 Juli. terjadi peningkatan kegempaan 12 Maret . Oktober. terjadi letusan abu dan lava Desember.20 Maret dan 15 April. terjadi letusan abu Agustus. Peningkatan .13 Juli.

Galunggung (1982) atau G. 1 tahun mungkin masih satu fase letusan atau kegiatan lanjutan. Letusannya berlangsung beberapa hari. Embusan asap putih tebal masih keluar dari kawah gunung ke arah timur hingga setinggi 1 km Karakter Letusan Berdasarkan catatan sejarah letusan. 1 tahun dan terpanjang 53 tahun. tergantung pada ketinggian lontaran dan kencangnya angin yang bertiup pada saat terjadi letusan. pasir dan abu) dan mungkin aliran lava. G. Sedangkan bahaya sekunder (bahaya tidak langsung dari letusan) adalah lahar hujan yang terjadi setelah letusan apabila turun hujan lebat di sekitar puncak. seperti letusan G. lapili. Untuk periode istirahat lk. kadang-kadang mengeluarkan lava pijar. . Jauhnya sebaran jatuhan piroklastik. sempat terjadi gempa letusan hingga 171 kali. maka bahaya utama letusan G. Letusan G. Bila terjadi letusan besar. Perioda Letusan. pada umumnya letusan G. berlangsung paling lama sampai beberapa minggu (kurang dari satu bulan). tercatat sebanyak 57 kali gempa letusan. Slamet adalah letusan abu disertai lontaran sekoria dan batu pijar. Periode istirahat terpendek antara dua letusan lk. terutama penyebaran hujan abu dan pasir. pada keadaan luar biasa mencapai beberapa minggu. Agung (1962). Colo (1983). lontaran piroklastik (bom vulkanik. Slamet berulang-ulang dalam tempo. Slamet atau bahaya primer (bahaya langsung akibat letusan) adalah luncuran awan panas.2014 kegiatan ini berlangsung hingga Juli 2009 Menunjukkan aktifitas dan statusnya menjadi Waspada.

Sesar Normal Si Jambang. aliran lava. Slamet dapat dibedakan menjadi 3 buah struktur sesar yaitu : Sesar Normal Jegjeg. Retakan pada lempeng membuka jalur lava ke permukaan. Slamet meliputi 5 kabupaten dengan luas 1500 km2 yang terdiri dari endapan jatuhan Piroklastika. Gunung Slamet terbentuk akibat subduksi Lempeng Indo-Australia pada Lempeng Eurasia di selatan Pulau Jawa. lahar. maka struktur geologi yang berkembang di G. Slamet dari tua sampai muda semuanya berumur kuarter. menutupi batuan sedimen berumur tersier. Sesar Normal Pengasinan. kelurusan bukit dan lembah. Graben Guci. umumnya berupa sesar normal yang banyak dijumpai pada kelompok Slamet Tua. zona hancuran. gores garis sesar.Geologi Sebagaimana gunung api lainnya di Pulau Jawa. Sesar Normal Karanggondang. Slamet dan sekitarnya. Sesar Normal Kalipagu dan Sesar Normal Ganting. Slamet bersifat Andesitik. Jejak-jejak sesar ini di lapangan dijumpai berupa Breksiasi. Sebagian hasil erupsi G. Endapan hasil erupsi G. awan panas dan endapan permukaan berupa Alluvial dan Flluvial. Sesar Normal Kubangan. Sesar Normal Kali Buntu. Sesar Normal Gunung Gratamba. Umumnya endapan lava yang ditemui di G. gawir yang lurus dan terjal serta kontak tajam antara satuan batuan. Berdasarkan kriteria tersebut di atas. Sesar Normal Mengger. . Struktur geologi yang berkembang di daerah G.

yaitu Sta.Gambar 2.2 Peta Geologi Gunung Slamet (Sumber: www. Slamet di Desa Gambuhan. nama dan posisi stasion seperti Tabel dibawah ini. 8" BT 109o15'48. Slamet. Cilik (1600 m) di lereng utara G. dipantau dengan menggunakan seismograf (model MEQ-800) dengan seismometer satu komponen tipe Ranger SS-1. CLK). baik secara visual maupun kegempaan. Pemantauan secara instrumental dilakukan dengan menggunakan seismometer L4-C (1Hz) yang dipasang secara permanen di dua stasion yakni di Bukit Cikunang/Buncis (Sta. dipantau secara terus-menerus dari Pos Pengamatan G. Sinyal dari kedua stasion tersebut dikirimkan ke Pos PGA dengan gelombang radio secara telemetri (RTS) dan direkam dengan menggunakan seismograf analog Kinemetrics PS-2 dan secara digital pada PC komputer. 0" BT Keting gian (m Ellips) Jenis Seismom eter 1426 L4C 1530 L4C . Cilik (CLK).6 " LS 07o14'12. BCS) serta Bukit Cilik (Sta. karena lokasi sebelumnya telah menjadi lahan pertanian sehingga rekaman gempa banyak terganggu oleh aktivitas manusia.esdm. Setelah peningkatan kegiatan April 2009 di tambah dua stasion.go. Sejak 17 Mei 1993.pvmbg. Tabel Lokasi dan Posisi Stasion Seismik G. Kegiatan kegempaan G. Bambangan (BBG) dan G. Cilik seismometernya di ganti yang sebelumnya L4-C menjadi jenis tiga komponen (3D) L4-3D. Slamet pada ketinggian lk. Slamet. 3000 m. sejak tanggal 24 Mei 2009 stasion seismik G. Kabupaten Pemalang. Slamet Nama Stasion dan Chanel table Buncis (BCS) E006 Bambangan(B BG) 007 Posisi Geografis Posisi Geografis Lintang 07o11'37. Pada awalnya seismometer (sensor gempa) ditempatkan di lereng utara G.0 " LS Bujur 109o11'58. yang dioperasikan secara sistem radio telemetri (RTS). seismometer dipindahkan ke lokasi sekitar G. Slamet.id) MITIGASI BENCANA GUNUNGAPI Kegiatan G. Pemindahan sensor gempa kembali dilakukan tanggal 27 Februari 2006.

Kawasan Rawan Bencana I terhadap aliran lahar Lereng dan kaki timur Pemukiman yang berpotensi terlanda lahar di alur sungai Soso. Kawasan Rawan Bencana I ( Daerah Waspada) Kawasan Rawan Bencana I adalah kawasan yang berpotensi terlanda lahar dan tidak menutup kemungkinan dapat terkena perluasan awan panas dan aliran lava. K. Selama letusan membesar.Repeater BBG G. Ponggawa lk.6" BT 1518 - 1518 - KAWASAN RAWAN BENCANA GUNUNGAPI Untuk menghadapi bahaya letusan G. sehingga kemungkinan akan terlanda oleh bahaya langsung. kawasan ini berpotensi tertimpa material jatuhan berupa hujan abu dan lontaran batu (pijar). Kec.12 km. Cilik (CLK) E009 (X) G. Cilik (CLK) E00A (Y) 07o09'49. Alurjero lk 10 km.4 " LS 07 o11'48. 6" BT 883 - 1518 L4-3D 109? 12'57.4" LS 07? 11'48. Slamet. Sungai-sungai lainnya diperpanjang lk 607 km. daerah bahaya ini diperkirakan meliputi wilayah dalam radius lk 5 km berpusatkan kawah aktif di puncak G.4" LS 109o15'44. Sungai-sungai tersebut yaitu : Kali Gung diperpanjang sampai lk.6" BT 109? 12'57. Tanpa memperhitungkan arah tiupan angin pada saat terjadi letusan. Cilik (CLK) E008 (Z) G. Kawasan ini diperpanjang pada lembah-lembah sungai yang curam yang berhulu di daerah puncak/tepi kawah sampai sejauh lk 10-14 km. Sat dan K. yaitu Daerah Bahaya (Kawasan Rawan Bencana II) dan Daerah Waspada (Kawasan Rawan Bencana I). aliran lava dan lontaran piroklastik serta lahar hujan. Kawasan Rawan Bencana II (Daerah Bahaya) Adalah daerah yang letaknya terdekat dengan sumber bahaya. k. Slamet jika terjadi letusan besar. 7" BT 109o12'57. Pelus dan K.4" LS 07? 11'48. Bobotsari adalah : Sung ai Soso Desa Dusun Telagagenin g Sebagian dari Kedawung . berupa luncuran awan panas. Peta Daerah Bahaya G. maka digunakan Peta Daerah Bahaya atau Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB). 14 km. Slamet dibagi menjadi 2 zona.

Cikunang Karangsari Barat dan sebagian dari Genting .Serang Sangkanay u Serayularan gan Lambur Gandasuli Gunung Malang. sebagian Tangkeban. Sirau. sebagian Pasanggrahan Sebagian dari Pondoknangka. Moga adalah: Sung ai Com al Desa Dusun Warungpri ng Kecepit Sebagian dari dusun Tegalarja Sebagian dari dusun Kecepit Sebagian dari dusun Mejagong Sebagian dari dusun Dukuh Sebagian dari Jayin. sebagian Dukuh Tengah. Patud Sebagian dari Simbatan Sebagian dari Capiturang Mejagong Banjarany ar Randudon gkal Karangmo ncol Semingkir Pemukiman yang berpotensi terlanda lahar di wilayah Kec. dan Krajan Sebagian Gondangsari Pasar Anyar. Gunungsari. Jurangmangu. Parungbongas Lereng dan Kaki Utara Pemukiman yang berpotensi terlanda lahar di alur Sungai Comal. Pring Taliamba. Sipendil dan Sibendil Dukuh Wetan. Kenari. Pulosari adalah Sungai Comal Desa Nyalembeng Krangga n Gunungsari Jurangmang u Karangsari Dusun Gunung. sebagian Gintungagung. Kec. Kali Urip. sebagian Situ Sebagian dari Gandengan.

Gambar 2.id) .esdm.go. Untuk kemungkinan bahaya lahar. Pengalusan Selabangge Majingkrak Lor Citrakusumah ng Lembara Mangunegar Sebagian Mangunmargo. Mangunmargo dan n a Citrakusuma Karangturi Sebagian dari Pesawahan Adalah kawasan yang letaknya lebih jauh dari sumber bahaya. Mrebet adalah: Sungai Paingan Desa Dusun Pengalusan Sebagian dari Katelklawa.pvmbg. Piting. Slamet.3 Peta Kawasan Rawan Bencana Gunung Slamet (Sumber: www. pasir dan lapili.Lereng dan kaki tenggara Pemukiman yang berpotensi terlanda lahar di wilayah Kec. Daerah ini mungkin akan terlanda hujan abu. Daerah ini terutama hanya berdasarkan untuk kemungkinan terlanda lontara piroklastik (pyroclastic fall). meliputi lembah dan daerah aliran sepanjang sungai-sungai yang berhulu di daerah puncak. daerah ini meliputi wilayah antara radius 5 dan 8 km dari kawah aktif di puncak G. Tanpa memperhitungkan arah tiupan angin pada saat terjadi letusan.

S. Irawan. S. Direktorat Vulkanologi. Bandung..wikipedia.co. Jawa Tengah. 1996.id www. 1984. Hamidi. Arsip Direktorat Vulkanologi. Laporan Kegiatan Pemetaan Daerah Bahaya G. Bandung. dkk. Dasar Gunungapi Indonesia.  Bandung. Juni 1999. Bandung. dkk.. Deden Wahyudin.go. K. Direktorat Vulkanologi Nasution. R. Slamet. S. Jawa Tengah. Agung. 1989.   Direktorat Vulkanologi Kusumadinata. M. M. W. dkk. Laporan Pengumpulan Bahan  Informasi Kegunungapian G. 1979.id Aswin. Yana Karyana. Direktrat Vulkanologi S.  Direktorat Vulkanologi Rizal D. Santoso.. Direktorat Vulkanologi . Jawa Tengah. Laporan Pemetaan Bahan Galian Gunungapi Agung. Laporan Pengumpulan Data dan Informasi G.D. Hadisantono. Arsip Direktorat Vulkanologi. laporan Pemetaan Geologi G.  Arsip Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Arsip Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi. Bronto. Agung. Ato Djuhara. 1998. Laporan Inventarisasi Kawasan Rawan Bencana G. dkk. Slamet. A. 1979. Jawa Tengah. Data Dasar Gunungapi Indonesia.DAFTAR PUSTAKA     www. Laporan kemajuan II. Hendrasto dan Dadi Mulyadi. Hamidi.. D. Tardin. Laporan Pemantauan Kegiatan Gunungapi Slamet. Arsip Direktorat Vulkanologi.esdm. Bandung. dkk. Martono. Kusumadinata. 1989.pvmbg. Erfan. 2002. Slamet Jawa Tengah. 2006. Bandung. Pemetaan Geologi Gunungapi Slamet. Maemunah. 2006. Laporan Pemetaan Kawasan    Rawan Bencana Gunungapi Agung..