You are on page 1of 5

FORMULIR PENGKAJIANKEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

I. IDENTITAS KLIEN
Inisial
Tanggal pengkajian
Umur
RM No.

: Ny. W (P)
: 11 Agustus 2016
: 43 tahun
: 435xxx

Informan
Ruangan rawat

: pasien
: Srikandi

II. ALASAN MASUK
Pasien mengatakan sering mendengar suara yang menyuruhnya untuk bekerja
lagi di perusahaan tempat pasien bekerja 1 tahun lalu. Pasien merasa depresi
saat di PHK dari tempat bekerjanya dan mengatakan sering dimarahi oleh
suaminya. Terakhir sebelum masuk RSJD Arif Zaenudin pasien mengatakan
ditampar oleh suaminya.
III. FAKTOR PREDISPOSISI
Pasien mengatakan pernah ditampar oleh suaminya sebelum masuk rumah
sakit jiwa 2 minggu yang lalu. Pasien ingin membalas menampar tetapi
menahannya. Pasien pernah mengalami gangguan jiwa sebelumnya. Belum
pernah ada anggota keluarga yang mengalami hal yang sama dengan pasien.
Pasien mengatakan pernah mengalami pengalaman yang tidak menyenangkan
sekitar 1 tahun yang lalu karena dimarahi dan di PHK oleh atasannya
disebuah perusahaan karena produksi menurun. Sejak saat itu pasien diam
terus di rumah, tidak bekerja, dan jarang keluar rumah.
Masalah Keperawatan :
Risiko perilaku kekerasan, isolasi sosial

IV.FISIK
1. Tanda vital

: TD : 110/80 mmHg N : 86 x/menit S : 36,7 ˚C P

20x/menit
2. Ukur
: TB: 156 cm BB : 62 kg
3. Keluhan fisik
: Ya [ ]
Tidak [ √ ]
Jelaskan
:
Pasien tidak mengalami gangguan fisik

Orang yang berarti : pasien mengatakan orang yang paling berarti adalah orang tua dan anaknya b.sedangkan di rumah sakit mengurus diri sendiri segala sesuatunya. pasien mengatakan sebelumnya pernah bekerja disebuah perusahaan tetapi di PHK.V. e. anak dan suami. Ideal diri : pasien mengatakan ingin segera sembuh. suami pasien terdiri dari 3 bersaudara. . Konsep diri a. b. Peran serta dalam kegiatan kelompok / masyarakat : pasien mengatakan jarang sekali keluar rumah sejak berhenti bekerja di sebuah perusahaan. c. Harga diri : pasien tidak merasa dikucilkan. 3. usianya. Gambaran diri : pasien mengatakan tidak ada bagian tubuh yang tidak disukai. bersyukur saja dengan apa yang diberi Allah. Hubungan Sosial a. Identitas : pasien menyebutkan namanya. Pasien memiliki 3 anak. Peran : pasien mengatakan dirumah mengurus rumah. d. c. hanya diam saja di rumah mengurus anak dan suaminya. jika sudah sembuh pasien ingin segera bekerja kembali di sebuah perusahaan. Hambatan dalam berbuhungan dengan orang lain : pasien jarang bersosialisasi dengan tetangganya. 2. Tidak ada keluarga pasien yang mengalami masalah jiwa seperti yang dialami pasien. tetapi jarang berkumpul dengan tetangganya. pasien mengatakan tidak merasa menjadi orang paling cantik. PSIKOOSIAL 1. Genogram Pasien terdiri dari 7 bersaudara.

Nilai dan keyakinan : pasien mengatakan beragama Islam. Pembicaraan Pasien berbicara teratur. b. pasien mampu berhias. rambut pasien tampak rapi. pasien sering mendengar suara yang menyuruhnya untuk sholat tahajud. sholat tahajud VI. Kegiatan ibadah : pasien melaksanakan sholat 5 waktu. pasien mau menceritakan pengalamannya. 2. 5. Pasien meyakini suara tersebut adalah nyata. Pasien mengatakan bahwa kesucian itu tidak harus setiap saat berwudlu. Aktivitas Motorik: Pasien tidak tampak gelisah. 8. Pasien mengatakan “jika tidak percaya antarkan saya ke perusahaan untuk membuktikan suara tersebut”. 3. pasien merasa ada suara yang sering menyemangatinya untuk bekerja kembali. lnteraksi selama wawancara Pasien ada kontak mata. Pasien kooperatif. tidak tremor 4. jika ditanya pasien menjawab dengan baik. tampak fokus saat pengkajian. namun terkadang pasien seperti malu. Masalah Keperawatan : Gangguan persepsi sensori (pendengaran).Masalah keperawatan: Isolasi sosial 4. Spiritual a. STATUS MENTAL 1. 9. pasien berkomunikasi 2 arah. 6. 7. Afek Pasien memiliki afek labil. Alam perasaaan Pasien tampak sedikit sedih saat menceritakan bahwa pasien ingin pulang dan ingin segera bekerja kembali disebuah perusahaan. selalu menjalankan sholat 5 waktu dan berdoa. Isi Pikir Tidak ada masalah . tidak mudah tersinggung. terkadang tampak senang terkadang tampak sedih. Proses Pikir Tidak ada masalah. Penampilan Pasien mengenakan pakaian rapi. Persepsi Pasien mengatakan sering mendengarkan suara yang menyuruhnya bekerja lagi di perusahaan. pasien tampak sehat. Pasien merasa bahwa perusahaan tersebut memanggil terus untuk bekerja kembali.

Pasien mengatakan jarang keluar rumah sejak berhenti bekerja di sebuah perusahaan. Pasien mengatakan pernah di PHK dari sebuah perusahaan. VIII. Tingkat konsentrasi dan berhitung Pasien mampu berhitung. Pasien mampu berpakaian secara rapi. Kebutuhan Persiapan Pulang Pasien tidak ada masalah dalam melakukan kebutuhan dirinya seperti makan. pasien merasa cukup dnegan bersekolah hingga SMP. tidur malam pukul 21.00 s/d 03. konsentrasi baik. 12. Kegiatan yang dilakukan sebelum atau sesudah tidur: berdoa. Pasien dapat Mandi secara mandiri. Kemampuan penilaian Tidak ada masalah 14. Pasien mengatakan pendidikan terakhir SMP. Tingkat kesadaran Pasien sadar penuh 11. X. shampoo. Daya tilik diri Tidak ada masalah VII. pasien dapat mengingat pengalaman pada masa lalu maupun yang baru dialami. jadi jarang berhubungan dengan tetangganya. Masalah Psikososial dan Lingkungan: Pasien mengaku jarang ada tetangga yang berkunjung ke rumahnya sekalipun ia sedang sakit. Pasien mengatakan tidak ada masalah dnegan perumahan Pasien mengatakan semenjak berhenti bekerja pasien sangat sulit untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Pengetahuan Kurang Tentang: Pasien mengetahui dirinya sedang sakit dan berada di rumah sakit jiwa. BAK. 13. BAB. Pasien harus dibantu untuk diingatkan meminum obat. pasien mengatakan jarang tidur siang. memakai sabun. Mekanisme Koping Pasien mengatatakan jika ada masalah suka bercerita kepada keluarganya.00. mampu berhias seperti memakai make-up dan menyisir rambutnya. menggosok gigi. karena pasien mengatakan jika di rumah pasien sering lupa meminum obat. Memori Pasien tidak mengalami gangguan memori jangka panjang maupun pendek. IX. Analisa Data Data Masalah .10.

Isolasi sosial Subjektif - Pasien mengatakan jarang berkomunikasi dengan tetangganya di - rumah Pasien - berkomunikasi dengan pasien lain Pasien memilih sendiri menonton tv mengatakan jarang saat di Rumah Sakit.Subjektif - Pasien mengatakan sering mendnegar Gangguan persepsi sensoro:halusinasi suara yang menyuruhnya kembali - bekerja di perusahaan Pasien sering mendengar suara yang - menyemangati untuk bekerja Pasien sering mendengar suara yang menyuruh sholat tahajud Objektif Pasien tampak seperti yakin bahwa suara itu nyata Pasien menceritakan pengalamannya. Daftar Masalah Keperawatan dan pohon masalah Gangguan persepsi sensori : Halusinasi Isolasi sosial XIII. Daftar Diagnosis Keperawatan Gangguan persepsi sensori : Halusinasi Isolasi sosial . Objektif - Pasien tampak sering sendiri menonton tv XII.