You are on page 1of 12

KONJUNGTIVITIS

Skenario Kasus
Nina, 20 tahun mahasiswi, dating kepoli mata karena mata kanan dan kiri merah, bengkak dan keluar banyak
kotoran berwarna putih keruh sejak 2 hari yang lalu, keluhan tidak disertai nyeri, silau dan kabur. Satu minggu
yang lalu teman kampus nya mempuyai gejala yang sama. Nina belum berobat kedokter untuk keluhan ini. Dua
bulan yang lalu periksa mata karena mata kabur hasil ODS sferis -1,00 cylinder -0,50 axis 900
Pemeriksaan fisik :
Keadaan umum

: sadar dan kooperatif

Vital Sign

: TD 120/80 mmHg. Nadi 92 x/menit, RR: 18 x/menit, suhu: 36,7°C

Mata :

OD : VOD 6/6, injeksi konjungtiva (+), secret purulent (+), blefarospasme (-), kornea jernih
OS : VOS 6/6, injeksi konjungtiva (+), secret purulent (+), blefarospasme (-), kornea jernih

Identifikasi Masalah
1. Nina, 20 tahun mahasiswi, datang kepoli mata karena mata kanan dan kiri merah, bengkak dan keluar
banyak kotoran berwarna putih keruh sejak 2 hari yang lalu, keluhan tidak disertai nyeri, silau dan kabur.
2. Satu minggu yang lalu teman kampus nya mempuyai gejala yang sama.
3. Nina belum berobat kedokter untuk keluhan ini. Dua bulan yang lalu periksa mata karena mata kabur hasil
ODS sferis -1,00 cylinder -0,50 axis 900
4. Pemeriksaan fisik :
Keadaan umum
Vital Sign

: sadar dan kooperatif

: TD 120/80 mmHg. Nadi 92 x/menit, RR: 18 x/menit, suhu: 36,7°C

Mata :

OD : VOD 6/6, injeksi konjungtiva (+), secret purulent (+), blefarospasme (-), kornea jernih
OS : VOS 6/6, injeksi konjungtiva (+), secret purulent (+), blefarospasme (-), kornea jernih

Prioritas masalah
No :
Alasan :

Analisis masalah

BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV

1

20 tahun mahasiswi. Apa penyebab dari mata merah dan secret berwarna putih keruh? Jawab :  Injeksi konjungtiva (mekanis.  Hiperpurulen : disebabkan oleh gonokok atau meningokok.  Purulen : disebabkan oleh bakteri atau klamidia. ulkus kornea. a. Nina. alergi. Apa makna secret mata berwarna putih keruh ? Jawab : Makna secret mata yang berwarna putih keruh tersebut mengindikasikan kemungkinan agent penyebabnya adalah bakteri atau klamidia d. datang kepoli mata karena mata kanan dan kiri merah. glaukoma. benda asing di kornea. Bagaimana anatomi fisiologi dan histologi organ yang terlibat ? (konjungtiva dan palpebral) Jawab : b. uveitis. Pada kasus mata merah dan secret berwarna putih keruh terjadi akibat infeksi bakteri dikonjungtiva (konjungtivitis) BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 2 . infeksi konjungtiva). c. bengkak dan keluar banyak kotoran berwarna putih keruh sejak 2 hari yang lalu.KONJUNGTIVITIS 1. keluhan tidak disertai nyeri.  Injeksi siliar atau injeksi perikornea (radang kornea. panoftalmitis).  Serous : disebabkan oleh adenovirus. endoftalmitis.  Mukoid : disebabkan oleh alergi atau vernal. Jelaskan jenis-jenis secret mata berdasarka penyebab nya ? Jawab :  Air : disebabkan oleh infeksi virus atau alergi. silau dan kabur.

silau dan kabur ? Jawab : Maknanya tidak disertai nyeri. Bagaimana mekanisme terjadinya keluhan mata kanan dan kiri merah. BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 3 . bengkak dan keluar banyak kotoran berwarna putih keruh pada mata ? Jawab : Mata kanan dan kiri merah Kontak dengan secret penderita konjungtivitis  transmisi agent infections (bakteri) dari penderita ke orang lain  invasi agent infectious (bakteri) pada konjungtiva  sebagian agent infectioud menembus tears film  injury stroma konjungtiva  reaksi inflamasi  pelepasan mediator inflamasi (prostaglandin)  dilatasi arteri konjungtiva posterior  peningkatan aliran darah pada arteri konjungtiva posterior pada mata kanan dan kiri  mata merah kanan dan kiri Bengkak Kontak dengan secret penderita konjungtivitis  transmisi agent infections (bakteri) dari penderita ke orang lain  invasi agent infectious (bakteri) pada konjungtiva  sebagian agent infectioud menembus tears film  injury stroma konjungtiva  reaksi inflamasi  pelepasan mediator inflamasi (prostaglandin)  bengkak Keluar banyak kotoran berwarna putih keruh pada mata Kontak dengan secret penderita konjungtivitis  transmisi agent infections (bakteri) dari penderita ke orang lain  invasi agent infectious (bakteri) pada konjungtiva  sebagian agent infectioud menembus tears film  injury stroma konjungtiva  reaksi inflamasi  fagositosis  degradasi mikroba dan juga sel-sel radang terbentuk secret putih keruh f. Bagaimana cara penularannya ? Jawab : Infeksi menyebar ke orang lain melalui benda yang dapat menyebarkan kuman (fomit)/ benda yang terkontaminasi dengan sekret mata penderita. silau dan kabur  kemungkinan belum terjadi radang pada kornea mata 2.KONJUNGTIVITIS e. Apa makna keluhan tidak disertai nyeri. Satu minggu yang lalu teman kampus nya mempunyai gejala yang sama. Apa hubungan keluhan teman kampusnya mempunyai gejala yang sama 1 minggu yang lalu dengan keluhan yang dialami nina saat ini? Jawab : Hubungannya adalah sebagai faktor resiko pada keluhan ini sehingga telah terjadi transmisi atau penularan penyakit mata. a. b.

c. Dua bulan yang lalu periksa mata karena mata kabur hasil ODS sferis -1. peningkatan indeks refraksi.KONJUNGTIVITIS 3. Nina belum berobat kedokter untuk keluhan ini. perubahan posisi/lokasi lensa). BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 4 . arsitektur. perubahan posisi/lokasi lensa). tukang las.50 axis 900 a. Apa saja jenis-jenis lensa ? Jawab : Jenis-jenis lensa adalah sebagai berikut:  Lensa sferis : lensa dengan diameter kurvatura yang sama di semua meridian. Apa saja faktor-faktor terjadinya kelainan refraksi ? Jawab :  Miopia o Lensa yang terlalu kuat akibat aktivitas otot siliaris yang berlebihan o Axis atau ukuran bola mata yang terlalu panjang (ukuran bola mata yang terlalu panjang. penurunan indeks refraksi.00 cylinder -0.  Hipermetropia : suatu anomali refraksi di mana sinar parallel tanpa akomodasi difokuskan di belakang retina. d.00 cylinder -0.  Presbiopia : perubahan kemampuan akomodasi secara fisiologis yang melemah di usia tua. peningkatan kurvatura kornea/lensa. hilangnya konveksitas kurvatura kornea/lensa.  Hipermetropia o Lensa yang terlalu lemah o Axis atau ukuran bola mata yang terlalu pendek (ukuran bola mata yang terlalu pendek. Apa makna dua bulan yang lalu periksa mata karena kabur ODS sferis -1. Apa saja jenis-jenis kelaina refraksi ? Jawab : Berikut adalah jenis-jenis kelainan refraksi:  Miopia : suatu anomali refraksi di mana sinar parallel tanpa akomodasi difokuskan di depan retina.  Astigmatisme o Gangguan kurvatura kornea o Gangguan kurvatura lensa  Presbiopia o Proses degeneratif o Pekerjaan-pekerjaan yang sering menggunakan akomodasi misalnya penjahit.50 axis 900 ? Jawab : Maknanya adalah dua bulan yang lalu nina sudah mengalami kelainan refraksi berupa myopia atau rabun jauh yaitu suatu kondisi dimana sinar parallel tanpa akomodasi difokuskan didepan retina b.  Astigmatisme : suatu anomali refraksi di mana tiap meridian memfokuskan sinar parallel pada titik fokus yang berbeda.

 Jika memang benar kelainan refraksi. blefarospasme (-). secret purulent (+). Pemeriksaan fisik : Keadaan umum Vital Sign : sadar dan kooperatif : TD 120/80 mmHg. Jika pasien kesulitan membaca.  Lensa sferosilinder : kombinasi antara lensa sferis dan lensa silinder. o Konkaf/cekung/minus : menyebarkan berkas cahaya (divergen) → memperkecil dan menjauhkan bayangan. o Konkaf/cekung/minus : menyebarkan berkas cahaya (divergen) → memperkecil dan menjauhkan bayangan. injeksi konjungtiva (+). kornea jernih a. kornea jernih OS : VOS 6/6. blefarospasme (-). RR: 18 x/menit. injeksi konjungtiva (+).  Pasien diminta untuk menyebutkan huruf-huruf yang terdapat di Snellen Chart dengan salah satu mata ditutup. secret purulent (+). o Konveks/cembung/plus : memfokuskan berkas cahaya (divergen) → memperbesar dan mendekatkan bayangan. hentikan pemeriksaan). Nadi 92 x/menit. Bagaimana interpertasi dari hasil pemeriksaan fisik mata ? Jawab : OD VOD 6/6 BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV OS VOS 6/6 5 . lakukan uji pinhole untuk mengetahui apakah merupakan kelainan refraksi atau bukan. Bagaimana cara pemeriksaan refraksi ? Jawab:  Pasien duduk di kursi dengan jarak antara mata dan Snellen Chart adalah 6 meter.KONJUNGTIVITIS o Konkaf/cekung/minus : menyebarkan berkas cahaya (divergen) → memperkecil dan menjauhkan bayangan. maka tambahkan lensa minus atau plus dimulai dengan ukuran terendah dan tanyakan pada pasien ada perubahan menjadi lebih jelas atau lebih kabur. e. 4.7°C Mata :   OD : VOD 6/6.  Lensa silinder : jenis lensa yang mempunyai 2 meridian yang saling tegak lurus satu sama lain. suhu: 36.  Pemeriksa memasang lensa plus terlebih dahulu pada frame kacamata untuk mengurangi akomodasi mata pasien dan segera melepasnya. (namun apabila bukan kelainan refraksi. o Konveks/cembung/plus : memfokuskan berkas cahaya (divergen) → memperbesar dan mendekatkan bayangan. o Konveks/cembung/plus : memfokuskan berkas cahaya (divergen) → memperbesar dan mendekatkan bayangan.

Bagaimana mekanisme dari hasil pemeriksaan fisik mata ? Jawab : OD Injeksi konjungtiva (+) OS Injeksi konjungtiva (+) Sebagian agent infectious menembus tears Sebagian agent infectious menembus tears film → injury stroma konjungtiva → reaksi film → injury stroma konjungtiva → reaksi inflamasi → pelepasan mediator inflamasi inflamasi → pelepasan mediator inflamasi (prostaglandin) → dilatasi arteri konjungtiva (prostaglandin) → dilatasi arteri konjungtiva posterior → peningkatan aliran darah pada posterior → peningkatan aliran darah pada arteri konjungtiva posterior → injeksi arteri konjungtiva posterior → injeksi konjungtiva (+). orbicularis oculi Kornea jernih : normal b. Blefarospasme (+) (purulen). Secret purulent (+) Purulent (mengindikasikan infeksi bakteri) Blefarospasme (+) Purulent (mengindikasikan infeksi bakteri) Blefarospasme (+) Kekakuan pada palpebral karena aktivitas Kekakuan pada palpebral karena aktivitas berlebihan dari m. Injeksi konjungtiva (+) terlihat jelas pada jarak 6 meter. BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV berlebihan dari m. orbicularis oculi Kornea jernih : normal berlebihan dari m.KONJUNGTIVITIS Pasien hanya mampu melihat Snellen Pasien hanya mampu melihat lambaian Chart pada jarak 6 meter. orbicularis oculi. Blefarospasme (+) Kekakuan pada palpebral karena aktivitas Kekakuan pada palpebral karena aktivitas berlebihan dari m. Injeksi konjuntiva (+) Dilatasi arteri konjungtiva posterior Secret purulent (+) Dilatasi arteri konjungtiva posterior. yang pada orang tangan pada jarak 6 meter. yang pada orang normal Snellen Chart tersebut dapat normal lambaian tangan tersebut dapat terlihat jelas pada jarak 6 meter. Secret purulent (+) Sebagian agent infectious menembus tears Sebagian agent infectious menembus tears film → injury stroma konjungtiva → reaksi film → injury stroma konjungtiva → reaksi inflamasi → mikroba dan fagositosis juga → sel-sel degradasi inflamasi radang → mikroba → dan fagositosis juga → sel-sel degradasi radang → terbentuk sekret putih kekuning-kuningan terbentuk sekret putih kekuning-kuningan (purulen). orbicularis oculi 6 . Secret purulent (+) konjungtiva (+).

Jika pasien kesulitan membaca. warna lebih merah. g.  Jika memang benar kelainan refraksi. lakukan uji pinhole untuk mengetahui apakah merupakan kelainan refraksi atau bukan. uveitis.00 D = miopia tinggi / gravis. Bagaimana pembagian derajat miopia dan termasuk diderajat mana pasien ini? Jawab:  < 3. Apa kemungkinan infeksi pada kasus dan alasannya? Jawab: Kemungkinan agent infeksi pada kasus ini adalah bakteri. alergi.  Pemeriksa memasang lensa plus terlebih dahulu pada frame kacamata untuk mengurangi akomodasi mata pasien dan segera melepasnya. karena dilihat dari bentukan sekret yang purulen. f. panoftalmitis). sulit digerakkan karena menempel erat dengan jaringan perikornea (limbus). d. benda asing di kornea. e.00 D = miopia rendah atau miopia simpleks  3. infeksi konjungtiva)  dari perifer ke central.  dari central ke perifer. Bagaimana cara pemeriksaan tajam penglihatan (visus)? Jawab:  Pasien duduk di kursi dengan jarak antara mata dan Snellen Chart adalah 6 meter. Apa saja jenis-jenis injeksi pada mata dan pada kasus apa? Jawab:  Injeksi konjungtiva (mekanis.  Pasien diminta untuk menyebutkan huruf-huruf yang terdapat di Snellen Chart dengan salah satu mata ditutup.00-6. ulkus kornea.KONJUNGTIVITIS c.  Injeksi siliar atau injeksi perikornea (radang kornea. maka tambahkan lensa minus atau plus dimulai dengan ukuran terendah dan tanyakan pada pasien ada perubahan menjadi lebih jelas atau lebih kabur. glaukoma. dan bagian mata yang terinfeksi adalah konjungtiva karena dilihat dari pemeriksaan mata terdapat injeksi konjungtiva sehingga kemungkinan pada kasus ini pasien mengalami konjungtivitis bakteri. warnanya lebih ungu  Mixes injeksi  Terjadi pelebaran kedua arteri tersebut Pada kasus awalnya terjadi infeksi pada konjungtiva yang menyebabkan pelebaran arteri konjungtiva posterior (injeksi konjungtiva). Bagaimana cara pemeriksaan injeksi konjungtiva? Jawab: BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 7 . (namun apabila bukan kelainan refraksi.00 D = miopia sedang  > 6. mudah digerakkan dari dasarnya. endoftalmitis. hentikan pemeriksaan).

Cara diagnosis Jawab : Anamnesis Pemeriksaan fisik “mata” 6. pinhole (+) Nyeri Terdapat papil pada konjungtiva tarsal BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 8 . Bagaimana cara pemeriksaan blefarospasme? Jawab: j. DD Jawab : Gejala Kasus Konjungtivitis Keratokonjungtiviti Hiperemia Mata berair Eksudat Blefarospasm + + Purulen + Bakteri + + Purulen + s bakteri + + Purulen - e Visus Pinhole Pinhole (+) Pinhole (-) (+) + + + + - turun. Bagaimana cara pemeriksaan papil pada konjungtiva? Jawab: i. Bagaimana cara pemeriksaan kornea? Jawab: 5.KONJUNGTIVITIS h.

WD Jawab :  Konjungtivitis bakteri akut  Miopia simpleks BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 9 . air √ √ +/- √ putih.KONJUNGTIVITIS Klinis & sitologi Hiperemia Mata berair Eksudat Bakteri Klamidia Generalisata Generalisata Sedang Banyak Sedang Banyak (purulent) (purulent) Purulen Mukopurulen Jarang. (lengket) s inklusi Disertai sakit tenggorokkan + Sesekali Tidak pernah Sesekali Tidak pernah demam Gatal Minimal Minimal Minimal Hebat 7. air √ - + Sering Tidak ada Sakit Intraorbita Papil tarsalis + Adenopati preaurikuler Jarang (follikuler) Hanya sering pada konjungtiviti Viral Generalisat a Banyak Minimal Alergi Generalisata Minimal Minimal Berserabut. Data tambahan Jawab :  Kerokan konjungtiva yang dipulas dengan pulasan Gram atau Giemsa  Kultur  Uji sensitivitas 8.

KONJUNGTIVITIS 9. rutin gunakan kacamata dalam membantu melakukkan kegiatan.  Miopia  Perhatikan jarak ketika membaca. Neisseria gonorrhoeae. Etiologi Jawab : Konjungtivitis Infeksi bakteri (Staphylococcus aureus. Manifestasi klinis Jawab : Konjungtivitis Mata merah (hyperemia). Neisseria meningitidis.  Miopia  Penyuluhan mengenai macam-macam kelainan refraksi. hipertrofi papilar. Tatalaksana Jawab :  Promotif :  Konjungtivitis  Penyuluhan mengenai penyakit infeksi pada mata dan cara penularannya. Miopia Kesulitan untuk melihat dalam jarak jauh karena visus yang menurun 11. nyeri. faktor-faktor penyebabnya serta komplikasi yang dapat terjadi. Escherichia coli. gatal. Streptococcus pneumonia.  Kuratif :  Konjungtivitis  Antibiotik berdasarkan etiologi (sambil menunggu hasil) BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 10 . Hemophilus aegyptius. Miopia o Lensa yang terlalu kuat akibat aktivitas otot siliaris yang berlebihan o Axis atau ukuran bola mata yang terlalu panjang 10. Hemophilus influenza. sekret purulen. mata berair (epifora). hindari penggunaan benda atau alat-alat secara bersamaan. menulis dan menonton. Proteus sp.  Preventif :  Konjungtivitis  Menjaga higienitas personal.

S. (4A. 14.KONJUNGTIVITIS  Antimikroba topical spectrum luas (misalnya polymyxin-trimethoprim). Prognosis Jawab : Konjungtivitis bakteri Quo ad vitam : dubia ad bonam. KDU Jawab : Konjungtivitis Tingkat Kemampuan 4: mendiagnosis. melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas Lulusan dokter mampu membuat diagnosis klinik dan melakukan penatalaksanaan penyakit tersebut secara mandiri dan tuntas.   Miopia  Penggunaan kacamata sferis konkaf (S-0. 15. Al-Mu’minun (23):78 BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 11 . PI Jawab : Firman Allah dalam Q.75D)  Rehabilitatif : istirahat yang cukup. Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter). 12. Komplikasi Jawab : Komplikasi yang dapat terjadi adalah sebagai berikut:  Berkembang menjadi konjungtivitis bakteri kronik  Brefaritis marginal kronik  Keratitis  Iritis 13. Quo ad fungsionam : dubia ad bonam.

” Kesimpulan Nina. tetapi sedikit sekali kamu bersyukur. 27 tahun menderita konjungtivitis akut et causa infeksi bakteri disertai kelainan refraksi myopia Kerangka konsep Faktor resiko (terkontak dengan penderita) à menginfeksi mata à proses inflamasi à konjungtivitis BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 12 . penglihatan dan hati nurani.KONJUNGTIVITIS Artinya: “Dan Dialah yang telah menciptakan bagimu pendengaran.