You are on page 1of 8

EKTIMA

Skenario Kasus
Si toto 7 tahun dibawa ibunya berobat dengan keluhan koreng-koreng ditungkai bawah kanan dan kiri disertai gatal
sejak 10 hari yang lalu. Awalnya timbul bintik kemerahan yang gatal di tungkai bawah kanan dan kiri yang sering
digaruk sehingga menjadi koreng. Si toto sering mai dirawa-rawa dan sering digigit nyamuk. Si toto juga pernah
menderita penyakit yang sama sejak 3 bulan yang lalu dan sebagian meninggalkan bekas parut. Si toto jarang
mandi dan berganti pakaian.
Pemeriksaan fisik :
Nodul inguinal kiri dan kanan 2 buah, malnutrisi
Status dermatologikus :
Krusta coklat, multiple, irregular, discret, timbul jaringan scar yang atropi, lapisan kulit meninggi dan eritema
sekitar kulit.

Identifikasi Masalah
1. Si toto 7 tahun dibawa ibunya berobat dengan keluhan koreng-koreng ditungkai bawah kanan dan kiri
disertai gatal sejak 10 hari yang lalu.
2. Awalnya timbul bintik kemerahan yang gatal di tungkai bawah kanan dan kiri yang sering digaruk sehingga
menjadi koreng.
3. Si toto sering mandi dirawa-rawa dan sering digigit nyamuk.
4. Si toto juga pernah menderita penyakit yang sama sejak 3 bulan yang lalu dan sebagian meninggalkan
bekas parut.
5. Si toto jarang mandi dan berganti pakaian
6. Pemeriksaan fisik :
7. Status dermatologikus :
Krusta coklat, multiple, irregular, discret, timbul jaringan scar yang atropi, lapisan kulit meninggi dan
eritema sekitar kulit.

Prioritas masalah

Analisis masalah
1. Si toto 7 tahun dibawa ibunya berobat dengan keluhan koreng-koreng ditungkai bawah kanan dan
kiri disertai gatal sejak 10 hari yang lalu.
a. Organ apa yang terlibat ?
Jawab :
Sistem integumentum
BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV

1

Fungsi ekskresi 4. Fungsi Proteksi 2. Apa penyebab keluhan tersebut ? Jawab : BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 2 . pada dewasa yang tidak terurus atau pasien dengan diabetes diekstremitas bawah.EKTIMA b. reticular dermis 3. Apa hubungan usia dan jenis kelamin pada kasus ? Jawab :  Usia  paling sering mengenai usia2-7 tahun. Dermis  papilari dermis. 2. membran basalis. Namun tidak menutup kemungkinan untuk semua umur (dewasa) misalnya pada dewasa  yang tidak terurus  atau pasien diabetes diekstremitas bawah Jenis kelamin  laki = perempuan e. Subcutan  banyak jaringa adiposa.  Pada ektima biasanya berlokasi di tungkai bawah yang bertempat paling relative banyak  mendapat trauma. Fungsi pengaturan suhu tubuh 6. Bagaimana anatomi tungkai ? Jawab : c. Fungsi absorpsi 3. Fungsi pembentukan vitamin D d. Epidermis  st. korneum. f. pembuluh darah dan jaringan ikat longgar Fisiologi 1. Fungsi pembentukan pigmen 7. Bagaimana histologi dan fisiologi kulit ? Jawab : Histologi 1. spinosum. granulosum. Ektima juga banyak ditemukan pada tunawisma atau tentara yang sedang berperang pada daerah  yang lembab dan panas Predilesi lesi umumya pada anak. basalis. Fungsi keratinisasi 8. lusidum. Apa makna adanya koreng di tungkai bawah kanan kiri disertai gatal sejak 10 hari yang lalu ? Jawab : Maknanya adalah kemungkinan telah terinfeksi kuman MO yaitu streptococcus  ektima. Fungsi persepsi 5. umumnya mengenai anak-anak.

Trauma + hygiene buruk (bintik merah ditungkai bawah kanan dan kiri )MO menempel dikulit dan menginfeksi koloni bakteri meningkat dipermukaan kulit  MO berkembang biak  melepaskan sitokin inflamasi  stimulasi pelepasan IgE  memicu aktivitas sel mast  histamine keluar BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 3 . Adanya kerusakan jaringan (ekskoriasi. a.EKTIMA Ektima merupakan pioderma yang ditandai dengan erosi atau ulkus berkrusta tebal umumnya disebabkan oleh streptococcus B hemolyticus. berlokasi ditungkai bawah. hygiene buruk. streptococcus B hemolyticus dapat menyebabkan lesi atau menginfeksi secara sekunder lesi yang sudah ada sebelumnya. dermatitis) dan imunokompromis (diabet. gigitan serangga . malnutrisi. Apa makna timbul bintik kemerahan yang gatal di tungkai bawah kanan dan kiri yang sering digaruk sehingga menjadi koreng? Jawab : Maknanya  ektima Faktor risiko terjadinya Ektima biasanya ditandai dengan adanya trauma (gigitan nyamuk). Bagaimana mekanisme adanya koreng di tungkau bawah kanan kiri disertai gatal? Jawab : FR (malas mandi. Status bakteriologi dari ektima pada dasarnya mirip dengan impetigo. jarang berganti pakaian. sering main dirawa-rawa dan malnutrisi)  mikroorganisme menempel dikulit dan menginfeksi  koloni bakteri meningkat dipermukaan kulit  MO berkembang biak  koreng ditungkai bawah kanan kiri  melepaskan sitokin prainflamasi  stimulasi IgE  memicu aktivasi sel mast  histamine keluar  gatal 2. neutropenia) merupakan predisposisi pada pasien untuk timbulnya ektima. g. Awalnya timbul bintik kemerahan yang gatal di tungkai bawah kanan dan kiri yang sering digaruk sehingga menjadi koreng. Penyebaran infeksi streptococcus pada kulit diperbesar oleh kondisi lingkungan yang padat dan hygiene yang buruk. Apa saja kemungkinan penyakit dengan keluhan ditungkai bawah ? Jawab :  Ektima  predileksi ditungkai bawah tampak sebagai krusta tebal berwarna kunging dan  biasanya dasarnya ialah ulkus  sembuh menimbulkan scar Folikulitis  Predileksi ditungkai bawah dengan kelainan berupa papul atau pustule yang eritomatosa h. Dan biasanya disebabkan oleh streptococcus. tampak krusta tebal berwarna kunging.

plasma. Karena hygiene yang buruk atau tidak menjaga kebersihanya sehingga MO tersebut berkembang biak lagi dan mengalami keluhan seperti saat ini.EKTIMA gatal rasa ingin menggaruk  menjadi koreng  tampak sebagai krusta di tungkai bawah kanan dan kiri (tanda khas dari ektima) 3. Apa makna si toto pernah menderita penyakit yang sama sejak 3 bulan yang lalu dan sebagian meninggalkan bekas parut ? Jawab : Ektima biasanya meninggalkan jaringan perut (scar). Pemeriksaan fisik : Nodul inguinal kiri dan kanan 2 buah. monosit atau sel radang  pembesaran KGB  tampak pembesaran berupa nodul 2 buah diinguinal kanan dan kiri BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 4 . a. Apa makna sering mandi dirawa-rawa dan sering digigit nyamuk ? Jawab : Maknanya  faktor risiko untuk timbulnya ektima Ektima dapat terjadi akibat hygine yang buruk (mandi dirawa-rawa ) dan akibat trauma (gigitan nyamuk) 4. Si toto juga pernah menderita penyakit yang sama sejak 3 bulan yang lalu dan sebagian meninggalkan bekas parut. Apa hubungan si toto jarang mandi dan berganti pakaian dengan keluhan ? Jawab : Malas mandi dan jarang berganti pakaian menyebabkan hygine yang buruk . b. 6. malnutrisi a. Kemungkinan sejak 3 bulan yang lalu si toto telah terinfeksi oleh streptococcus dan menimbulkan bekas parut (scar). Si toto jarang mandi dan berganti pakaian a. Bagaimana interpretasi ada benjolandi inguinal dexstra sinistra ? Jawab : Interpertasi  limfadenopati Kemungkinan MO sudah menyebar secara limfogen  adanya benjolan diinguinal dextra sinistra FR (malas mandi. Si toto sering mandi dirawa-rawa dan sering digigit nyamuk. 5. sering main dirawa-rawa dan malnutrisi)  mikroorganisme menempel dikulit  koloni bakteri meningkat dipermukaan kulit  menyebar keseluruh tubuh melalui aliran limfe  sel KGB menghasilkan pertahanan tubuh seperti limfosit. jarang berganti pakaian. hygiene yang buruk merupakan salah satu faktor risiko kejadian ecthyma karena mempermudah bakteri dalam berkembang biak. histosit.

ukuran > ½ cm 4. Sinus : saluran yg menghubungkan rong. discret. klinis ditandai keluarnya cairan jernih. Bagaimana mekanisme ? Jawab : FR (malas mandi. batas tegas. multiple. gigitan serangga  vesikulopustul kecil  ulkus    kecil ditutupi krusta yang melekat. Kista : rongga berkapsul dilapisi oleh epite lium.jolan padat di atas kulit. KGB membesar Jika sembuh  menimbulkan scar b. Erosi : kerusakan kulit berupa hilangnya sebagian atau seluruh epidermis/ mukosa epitelium. Jika sembuh dapat mening galkan scar/ jaringan parut 4. yang mempunyai dinding dasar dan tepi. Nodul : penonjolan padat di atas kulit sampai di bawah kulit. Bagaimana interpretasi dari status dermatikus ? Jawab : Interpretasi  tanda khas dari ektima  Biasanya pada ektima dimulai adanya trauma. Apa saja jenis-jenis efloresensi ? Jawab : Lesi yang lebih tinggi dari permukaan kulit : 1. timbul jaringan scar yang atropi. terpi meninggi. Atrofi 5. Ekskoriasi : kerusakan kulit berupa hilang. ukur. jarang berganti pakaian. Massa di bawah kulit lebih besar (seperti gunung es). Plaque : penonjolan di atas kulit. 5. a.nya lapisan kulit sampai stratum papilare.an < ½ cm 2. tapi tdk lebih dr 24 jam 6. pembengkakan kulit/ edema lokal akibat lepasnya plasma dari dinding pembuluh darah. berisi cairan/ masa semisolid. datar (plateau). ukuran > ½ cm 3. sering main dirawa-rawa dan malnutrisi)  mikroorganisme menempel dikulit  koloni bakteri meningkat dipermukaan kulit  MO berkembang biak  koreng. 2. Status dermatologikus : Krusta coklat. padat. Tepi ulkus agak meninggi Nyeri. aringan parut/ scar Lesi yang lebih rendah dari permukaan kulit : 1. timbul mendadak dan menghilang perlahan-lahan dalam beberapa jam. lapisan kulit meninggi dan eritema sekitar kulit. kotor c.EKTIMA 7. Papula : efloresensi primer berupa penon. klinis ditandai adanya bintik-bintik darah 3. irregular.ga supurative yg dalam satu sama lain a. Ulkus : kerusakan kulit minimal sampai stratum papilare.tau menghubungkan rongga tersebut ke permukaan kulit BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 5 . Wheal/ urtika .

2. Cara diagnosis Jawab :  Anamnesis  Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan penunjang 8. biasanya akibat garukan berulang Lesi berisi cairan : 1. Krusta : efl skunder berupa pengeringan dari eksudat. Terowongan/ burrow : saluran menyerupai terowongan berkelok-kelok pada bagian luar epidermis yang dibuat oleh parasit (contoh pada sca bies).5 cm 3. biasanya karena regangan kulit yg cepat 7. 8. Fisura Lesi yang mendatar/ sama dengan permukaan kulit : 1.5cm. DD Jawab : Ektima Impetigo krustosa Folikulitis  Persamaan : kedua-duanya berkrusta berwarna kuning  Perbedaan : pada ektima terdapat baik pada anak maupun dewasa. ukuran < 0.ukuran < 0. Patch : perubahan warna kulit semata yg berukuran > ½ cm Lesi berupa perubahan pada permukaan 1. batas tegas. tetapi predileksi ditungkai bawah dan dasarnya ialah ulkus  Persamaan : kedua-duanya berkrusta berwarna kuning  Perbedaan : terdapat pada anak. berisi cairan jernih. Vesikula : efl primer berupa penonjolan di atas kulit. berisi pus/ nanah. Striae : depresi linear pada kulit akibat pe rubahan kolagen retikular. batas tegas. berlokasi dimuka dan dasarnya ialah erosi  Predileksi ditungkai bawah dengan kelainan berupa papul atau pustule yang eritomatosa  Perbedaannya pada folikulitis. ukuran > 0. Skuama : efl skunder berupa penglepasan stratum korneum terluar 2. darah & bahan dari luar (bedak. dll). ukuran kurang dari ½ cm 2.5 cm 7. Likenifikasi : efl skunder berupa penebalan kulit disertai adanya garis-garis kulit yang lebih jelas. 3. batas tegas.EKTIMA 6. Pustula : efl primer berupa penonjolan di atas kulit. pus. Bula : efl primer berupa penonjolan di atas kulit berisi cairan jernih. Makula : efloresensi berupa perubahan warna kulit semata. ditengah papul dan pustule terdapat rambut dan biasanya multipel BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 6 .

Kompetensi yang dicapai pada saat lulus dokter. Data tambahan Jawab :  Pemeriksaan biopsy kulit dengan jaringan dalam untuk pewarnaan gram dan kultur  Pemeriksaan histopatologi  didapatkan peradangan dalam yang terinfeksi kokus dengan infiltrate  PMN dan pembentukan abses mulai dari foliel pilosebasea Pewarnaan gram atau pulasan gram. 15. 10. melakukan penatalaksanaan secara mandiri dan tuntas. Prognosis Jawab : Bonam. Ektima sembuh secara perlahan. 12. 4A.EKTIMA 9. Tatalaksana Jawab : Nonfarmakologi  Mandi dengan sabun antibakteri dan sering mengganti sprey. handuk dan pakaian  Kompres pada bagian luka  untuk memperbaiki hygiene  Perbaiki nutrisi Farmakologi Jika terdapat sedikit. Komplikasi Jawab :  Gangreng  Limfangitis  Limfadenitis supuratif  Selulitis  GNAPS 13. PI Jawab : BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 7 . krusta diangkat lalu diolesi dengan salep antibiotic. tapi biasanya meninggalkan jaringan perut (scar) 14. KDU Jawab : Tingkat kemampuan 4: mendiagnosis. WD Jawab : Ektima 11. Kalau banyak juga diobati dengan antibiotic sistemik  Sistemik  jika infeksi luas (golongan penisilin 25 mg/kgBB 3 x sehari)  Topikal  jika infeksi terlokalisit (neomisin) Edukasi Memberikan pengertian kepada pasien tentang pentingnya menjaga kebersihan badan dan lingkungan untuk mencegan timbulnya dan penularan penyakit kulit.

bersih dan mencintai kebersihan.EKTIMA Kebersihan adalah bagian dari iman (HR Bukhari muslim) Sesungguhnya Allah Ta’ala adalah baik dan mencintai kebaikan. gigitan nyamuk. Tarmizi RA) Kesimpulan Toto 7 tahun mengeluh timbul bintik kemerahan dan koreng-koreng ditungkai bawah kanan dan kiri disertai gatal karena menhalami ektima et causa gigitan nyamuk. maknutrisi) + Bakteri penyebab  MO menempel dikulit  menginfeksi kulit (ekstremitas inferior)  Ektima BY : DESI PUSPITASARI 702012006 BLOK XV 8 . mulia dan mencintai kemuliaan. dermawan dan mencintai kedermawanan. maka bersihkanlah halaman rumahmu dan jangan kamu menyerupai orang yahudi (HR. Hygiene yang buruk dan malnutrisi Kerangka konsep FR ( Hygiene buruk.