You are on page 1of 9

LAPORAN HARIAN PADA Ny.

S
DENGAN MALAISE PADA HEPATITIS B Di IRD RSUP Dr.SARDJITO
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Pkk Kegawat Daruratan Dan Menejemen
Bencana

Disusun Oleh :
ADITA CHOIRI FADHILA
2520142571

AKADEMI KEPERAWATAN NOTOKUSUMO
YOGYAKARTA
2016

............) Mengetahui............... CI Lahan.........SARDJITO Pratikan........ (..............................) (.....) .LEMBAR PENGESAHAN Laporan Harian Pada Tn..........SARDJITO Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mandiri Pkk Kegawat Daruratan Dan Menejemen Bencana pada : Hari : Tanggal : Tempat : IRD RSUP DR...... CI Akademik.....S Dengan Malaise Pada Hepatitis B Di Ird RSUP DR..... (......................

biokimia serta seluler yang khas. Hepatitis B adalah peradangan pada hati yang disebabkan oleh virus B (Wening Sari. Penyakit ini dapat menyebabkan penyakit hati kronis dan bisa menyebabkan penderitanya beresiko tinggi mengalami kematian akibat komplikasi lebih lanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati. 2008) Hepatitis adalah infeksi sistemik oleh virus disertai nekrosis dan klinis. suatu anggota family hepadnavirus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau kronis yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Hepatitis B merupakan masalah kesehatan global utama dan merupakan jenis yang paling serius dari semua jenis Hepatitis. sekresi . Menyebabkan toksik untuk hati. Definisi Hepatitis B adalah infeksi pada hati yang berpotensi menyebabkan kematian yang disebabkan oleh virus hepatitis B. dan racun. tidak menyembuh secara klinis atau laboratorium atau pada gambaran patologi anatomi selama 6 bulan (Mustofa & Kurniawaty. Hepatitis B akut jika perjalanan penyakit kurang dari 6 bulan sedangkan Hepatitis B kronis bila penyakit menetap. Obat-obatan. Virus hepatitis B (HBV) merupakan virus yang bercangkang ganda yang memiliki ukuran 42 nm. 2008) Hepatitis B adalah suatu penyakit hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis B. semen. 2. (WHO. suatu virus yang dapat menyebabkan peradangan hati akut atau menahun yang dapat berlanjut menjadi sirosis hati atau kanker hati. Etiologi Penyebab hepatitis menurut Wening Sari (2008) meliputi: 1. saliva.LAPORAN PENDAHULUAN A. 3. sehingga sering disebut hepatitis toksik dan hepatitis akut. Berdasarkan pengertian tersebut penulis dapat menyimpulkan bahwa hepatitis B adalah radang hati yang disebabkan oleh virus B. bahan kimia. B. 2013). Ditularkan melalui darah atau produk darah. Reaksi transfusi darah yang tidak terlindungi virus hepatitis. Infeksi virus.

Unit fungsional dasar dari hepar disebut lobul dan unit ini unik karena memiliki suplai darah sendiri. pekerja laboratorium. Di sini agen infeksi menetap dan mengakibatkan peradangan dan terjadi kerusakan sel-sel hati (hal ini dapat dilihat pada pemeriksaan SGOT dan SGPT). Masa inkubasi 40 – 180 hari dengan rata.vagina. perawat dan terapis respiratorik. akibat kerusakan ini maka terjadi penurunan penyerapan dan konjugasi bilirubin . sebagian besar klien yang mengalami hepatitis sembuh dengan fungsi hepar normal (Baraderu. Setelah lewat masanya.rata 75 hari. Virus atau bakteri yang menginfeksi manusia masuk ke aliran darah dan terbawa sampai ke hati. karena terjadi retensi (akibat kerusakan sel ekskresi) dan regurgitasi pada duktuli. maupun bilirubin yang sudah mengalami konjugasi (bilirubin direk). Gangguan terhadap suplai darah normal pada sel-sel hepar ini menyebabkan nekrosis dan kerusakan sel-sel hepar. sel-sel hepar yang menjadi rusak dibuang dari tubuh oleh respon sistem imun dan digantikan oleh sel-sel hepar baru yang sehat. dokter gigi. pola normal pada hepar terganggu. tetapi karena adanya kerusakan sel hati dan duktuli empedu intrahepatik. selain itu juga terjadi kesulitan dalam hal konjugasi. Oleh karenanya. Patofisisiologi Inflamasi yang menyebar pada hepar (hepatitis) dapat disebabkan oleh infeksi virus dan oleh reaksi toksik terhadap obat-obatan dan bahan-bahan kimia. Ibu hamil yang terinfeksi oleh hepatitis B bisa menularkan virus kepada bayi selama proses persalinan. Sering dengan berkembangnya inflamasi pada hepar. maka terjadi kesukaran pengangkutan billirubin tersebut didalam hati. Timbulnya ikterus karena kerusakan sel parenkim hati. Akibatnya billirubin tidak sempurna dikeluarkan melalui duktus hepatikus. ata diantara mitra seksual baik heteroseksual maupun pria homoseksual C. Jadi ikterus yang timbul disini terutama disebabkan karena kesukaran dalam pengangkutan. 2002). 2008). staf dan pasien dalam unit hemodialisis. Faktor resiko bagi para dokter bedah. konjugasi dan eksresi bilirubin (Smeltzer dan Bare. Walaupun jumlah billirubin yang belum mengalami konjugasi masuk ke dalam hati tetap normal. para pemakai obat yang menggunakan jarum suntik bersama-sama. empedu belum mengalami konjugasi (bilirubin indirek).

Fase Pre Ikterik Keluhan umumnya tidak khas. Peradangan yang terjadi mengakibatkan hiperpermea-bilitas sehingga terjadi pembesaran hati. Aktivitas yang berlebihan yang memerlukan energi secara cepat dapat menghasilkan H2O2 yang berdampak pada keracunan secara lambat dan juga merupakan hepatitis non-virus. 2006). nausea. Keluhan yang disebabkan infeksi virus berlangsung sekitar 2-7 hari. Hal ini dimanifestasikan dengan adanya rasa mual dan nyeri di ulu hati pucat (abolis). D. bahu dan malaise. nyeri persendian. Inflamasi pada hepar karena invasi virus akan menyebabkan peningkatan suhu badan dan peregangan kapsula hati yang memicu timbulnya perasaan tidak nyaman pada perut kuadran kanan atas. Keluhan gatal-gatal mencolok pada hepatitis virus B. maka hal ini merusak hati sendiri dengan berkurangnya fungsinya sebagai kelenjar terbesar sebagai penetral racun (Syaifuddin. lekas capek terutama sore hari. Manifestasi Klinis Manifestasi klinis hepatitis menurut FKUI (2006) terdiri dari 3 tahapan meliputi: 1. peradangan ini akan mengakibatkan peningkatan suhu tubuh sehinga timbul gejala tidak nafsu makan (anoreksia). vomitus. Nyeri tekan dapat terjadi pada saat gejala ikterik mulai nampak (Syaifuddin. dan hal ini dapat diketahui dengan meraba atau palpasi hati. .sehingga terjadi disfungsi hepatosit dan mengakibatkan ikterik. H2O2 juga dihasilkan melalui pemasukan alkohol yang banyak dalam waktu yang relatif lama. 2006). Nafsu makan menurun (pertama kali timbul). sehingga menimbulkan bilirubin urine dan kemih berwarna gelap. perut kanan atas (ulu hati) dirasakan sakit. Salah satu fungsi hati adalah sebagai penetralisir toksin. jika toksin yang masuk berlebihan atau tubuh mempunyai respon hipersensitivitas. Peningkatan kadar bilirubin terkonjugasi dapat disertai peningkatan garam-garam empedu dalam darah yang akan menimbulkan gatal-gatal pada ikterus (Smeltzer dan Bare. Seluruh badan pegal-pegal terutama di pinggang. pusing. Karena bilirubin konjugasi larut dalam air. 2002). suhu badan meningkat sekitar 39o C berlangsung selama 2-5 hari. maka bilirubin dapat dieksresi ke dalam kemih. ini biasanya terjadi pada alkoholik.

tinja berwarna pucat. F. dan molekuler (Hardjoeno. Ikterus pada kulit dan sklera yang terus meningkat pada minggu I. rasa lesu dan lekas capai dirasakan selama 1-2 minggu. 2013) 1. Kerusakan jaringan paremkin hati yang meluas akan menyebabkan sirosis hepatis. Pemeriksaan Biokimia . rata-rata 14-15 hari setelah timbulnya masa ikterik. selanjutnya pada biopsi hepar dapat menunjukkan gambaran peradangan dan fibrosis hati (Mustofa & Kurniawaty. E. namun lemas dan lekas capai. kemudian menetap dan baru berkurang setelah 10-14 hari. USG abdomen dan Biopsi hepar (Mustofa & Kurniawaty. rasa sakit di ulu hati. Komplikasi yang sering adalah sesosis. Pemeriksaan USG abdomen tampak gambaran hepatitis kronis. serologis. semakin beras jaringan parut yang terbentuk dan semakin berkurang jumlah sel hati yang sehat. penderita mulai merasa segar kembali. Kadangkadang disertai gatal-gatal pasa seluruh badan. pada serosis kerusakan sel hati akan diganti oleh jaringan parut (sikatrik) semakin parah kerusakan. Fase penyembuhan Dimulai saat menghilangnya tanda-tanda ikterus. Warna urine tampak normal. 2. penyakit ini lebih banyak ditemukan pada alkoholik. Pemeriksaan laboratorium pada VHB terdiri dari pemeriksaan biokimia. 2007). disusul bertambahnya nafsu makan. 3. Komplikasi Komplikasi hepatitis menurut FKUI (2006) adalah: 1.2. 2013). Pemeriksaan Penunjang Pemeriksaan penunjang terdiri dari pemeriksaan laboratorium. Fase Ikterik Urine berwarna seperti teh pekat. Ensefalopati hepatic terjadi pada kegagalan hati berat yang disebabkan oleh akumulasi amonia serta metabolik toksik merupakan stadium lanjut ensefalopati hepatik. rasa mual. penurunan suhu badan disertai dengan bradikardi. 3.

Sekitar 510% pasien. Amplifikasi target (metode Polymerase Chain Reaction/PCR) telah dikembangkan teknik real-time PCR untuk pengukuran DNA VHB. .Stadium akut VHB ditandai dengan AST dan ALT meningkat >10 kali nilai normal. d. dimana infeksi bertahan di serum >6 bulan (EASL. Stadium kronik VHB ditandai dengan AST dan ALT kembali menurun hingga 2-10 kali nilai normal dan kadar albumin rendah tetapi kadar globulin meningkat (Hardjoeno. HbsAg menetap di dalam darah yang menandakan terjadinya hepatitis kronis atau carrier (Hardjoeno. Hybrid Capture Chemiluminescence (HCC) merupakan teknik hibridisasi yang lebih sensitif dan tidak menggunakan radioisotop karena sistem deteksinya menggunakan substrat chemiluminescence. menentukan prognosis. dan kadar albumin serta kolesterol dapat mengalami penurunan. Pemeriksaan serologis Indikator serologi awal dari VHB akut dan kunci diagnosis penanda infeksi VHB kronik adalah HBsAg. 2007) 3. Pemeriksaan molekuler Pemeriksaan molekuler menjadi standar pendekatan secara laboratorium untuk deteksi dan pengukuran DNA VHB dalam serum atau plasma. Radioimmunoassay (RIA) mempunyai keterbatasan karena waktu paruh pendek dan diperlukan penanganan khusus dalam prosedur kerja dan limbahnya. 2009). c. Metode pemeriksaannya antara lain: a. Pemeriksaan HBsAg berhubungan dengan selubung permukaan virus. serum bilirubin normal atau hanya meningkat sedikit peningkatan Alkali Fosfatase (ALP) >3 kali nilai normal. 2007) 2. Amplifikasi signal (metode branched DNA/bDNA) bertujuan untuk menghasilkan sinyal yang dapat did eteksi hanya dari beberapa target molekul asam nukleat. dan monitoring efikasi pengobatan antiviral. b. Pengukuran kadar secara rutin bertujuan untuk mengidentifikasi carrier.

Vitamin K pada kasus dengan kecenderungan perdarahan. jarum suntik dan spuit sekali pakai akan menghilangkan sumber infeksi. Penatalaksanaan Penatalaksanaan menurut Syaifuddin (2002) adalah: 1. d. pembuangan kemih dan feses dari pasien yang terinfeksi secara aman. Pemberian bila untuk menyelamatkan nyawa dimana ada reaksi imun yang berlebihan. Contoh obat : Asam glukoronat/asam asetat. M. 2013. 2. Berikan obat-obatan yang bersifat melindungi hati. 2007) G. Kurniawaty E. Becompion. Jakarta : EGC Mustofa S. Ilmu Penyakit Dalam Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC Hardjoeno. Istirahat mutlak tidak terbukti dapat mempercepat penyembuhan tetapi banyak pasien akan merasakan lebih baik dengan pembatas aktifitas fisik. Kortikosteroid tidak diberikan bila untuk mempercepat penurunan bilirubin darah. Jakarta: EGD. Pada periode akut dan keadaan lemah diberikan cukup istirahat. Karena terbatasnya pengobatan terhadap hepatitis maka penekanan lebih dialirkan pada pencegahan hepatitis. kecuali diberikan pada mereka dengan umur orang tua dan keadaan umum yang buruk. kortikosteroid. Bandar Lampung: Aura Printing & Publishing. 2007. Interprestasi Hasil Tes Laboraturium Diagnostik. Daftar Pustaka Baraderu. termasuk penyediaan makanan dan air bersih dan aman. dan HCV sebelum diterima menjadi panel donor. pemakaian kateter.272 . Klien Dengan Gangguan Hati: Asuhan Keperawatan. Manajemen Gangguan Saluran Serna : Panduan Bagi Dokter Umum. H. Higien umum. Obat-obatan a. HBV. c. b. Semua donor darah perlu disaring terhadap HAV.Amplifikasi DNA dan kuantifikasi produk PCR terjadi secara bersamaan dalam suatu alat pereaksi tertutup (Hardjoeno. Obat-obatan yang memetabolisme hati hendaknya dihindari. (2008). FKUI (2006). Hlm.

Edisi 3. H. Penerbit Buku Kedokteran EGC. (2002). L. Wening Sari. I. B. (2008). Jakarta. 2006. Jakarta: EGC. Care Yourself Hepatitis.Smeltzer. Syaifuddin. S Dan Bare. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah. Anatomi Dan Fisiologi Untuk Mahasiswa Keperawatan.. Jakarta: Penebar Plus .