You are on page 1of 14

1

GAMBARAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
TINGKAT DEPRESI PADA LANJUT USIA
DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUBU II
JANUARI-FEBRUARI 2014
IGM Agus Bhayu WWPSR1, Nyoman Ratep2, Wayan Westa2
1
Program Studi Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Udayana
2
Bagian Psikiatri Fakultas Kedokteran Universitas Udayana/ RSUP Sanglah
ABSTRAK
Depresi merupakan salah satu masalah global kesehatan yang terjadi pada lanjut usia
(lansia) dimana prevalensinya bertambah tinggi seiring meningkatnya usia seseorang. Terdapat
beberapa faktor penyebab terjadinya depresi pada lansia, beberapa faktor tersebut antara lain:
faktor psikososial, faktor biologis, karakteristik personal, faktor medikasi, dan faktor
sosiodemografi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran faktor-faktor yang
mempengaruhi tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kubu II. Penelitian ini
merupakan penelitian potong lintang dengan jumlah sampel 84 orang yang dipilih secara
consecutive sampling. Sebagai sampel adalah lansia yang berdomisili di wilayah kerja
Puskesmas Kubu II dan tidak ada kriteria eksklusi. Sampel yang memenuhi kriteria kemudian
dimintakan kesediaannya untuk berpartisipasi dengan menandatangani informed consent.
Pengumpulan data dengan menggunakan kuisioner kepada sampel yang terpilih. Analisis data
dilakukan secara univariate dan bivariate. Dari 84 sampel lansia, didapatkan 30,9% mengalami
depresi ringan dan 14,3% mengalami depresi berat. Dari kelompok sampel yang mengalami
depresi, persentase depresi tertinggi terjadi pada kelompok usia 75-90 tahun dengan sebaran
proporsi depresi ringan 25,0% dan depresi berat 11,5%, pada kelompok jenis kelamin proporsi
kejadian depresi paling tinggi pada jenis kelamin perempuan dengan sebaran proporsi depresi
ringan 40,0% dan depresi berat 11,5%, sedangkan berdasarkan ada tidaknya penyakit dasar,
proporsi kejadian depresi terdapat pada sampel yang memiliki penyakit dasar yaitu dengan
sebaran proporsi depresi ringan 42,1% dan depresi berat 19,3%. Simpulan pada penelitian ini
adalah tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kubu II tergolong cukup tinggi
dan kejadian depresi terbanyak terjadi pada kelompok usia 75-90 tahun, lansia dengan jenis
kelamin perempuan, dan lansia yang memiliki penyakit dasar.
Kata Kunci: depresi, lansia, usia, jenis kelamin, penyakit dasar.

putus asa. age. The conclusion of the study are level of depression in the elderly in Kubu II Primary Health Centre was quite high and the incidence of depression occurred in the 75-90 years old. Depresi juga merupakan suatu depresi biasanya umum terjadi pada kombinasi lansia. rasa marah. elderly. The elderly that fulfil the sample criteria was asked to participate by signing the informed consent. Questionnaires were distributed to the sample. the proportion of depression found in the sample who have underlying disease that is the proportion of minor depression 42. Keyword: depression.9% had minor depression and 14.0% and 11. kesepian. There are several factors contributing to the depression in the elderly. From the 84 samples of the elderly.5% were major depression. some of these factors include: psychosocial factors. dan rasa di komunitas pada orang dewasa yang bersalah yang disertai dengan berbagai berumur 65 tahun ke atas dikatakan 1 gejala fisik lainnya.5%.6 suatu emosi dari berhubungan yang normal perasaan termasuk kesedihan.5.3. As a sample was the elderly who stay in working region of Kubu II Public Health Centre. The data from the questionnaires are collected and analyzed in univariate and bivariate ways. personal characteristics. tidak Prevalensi kejadian depresi mayor berharga. and socio-demographic factors. Insiden depresi di Amerika Serikat yang diketahui lebih dari 12% pada laki-laki digambarkan dalam bentuk kesedihan dan dan 20% pada perempuan.2 FACTORS THAT AFFECT THE RATE OF DEPRESSION IN ELDERLY AT KUBU II PUBLIC HEALTH CENTRE WORKING AREA JANUARY-FEBRUARY 2014 ABSTRACT Depression is one of the global health problems that occur in the elderly (seniors) where a high prevalence increases along with the increasing age.4. depression percentage was highest in the age group 75-90 years with minor depression proportion of 25. we found 30. and the elderly who had underlying disease. underlying disease depresi bervariasi di setiap daerah di PENDAHULUAN Depresi dengan dunia.2 Selain itu duka.3% had major depression. Aim of the study was describe of the factors that influence the rate of depression in the elderly in Kubu II Public Health Centre working area. biological factors.1% and 19. and without exclusion criteria.0% the proportion of minor depression and major depression 11. female. This study was a cross sectional study with 84 samples which chosen by consecutive sampling. From the sample group were depressed. while based on the underlying disease.3% major depression. medication factors. gender. agitasi. Insiden terjadinya mencapai angka antara 1% sampai 5%. . the proportion of gender group highest incidence of depression in women with distribution 40.

6. faktor penyembuhan penyakit dasar tersebut. depresi juga mengalami depresi memiliki riwayat secara umum merupakan penyebab utama penyakit dasar tertentu. merupakan beberapa faktor dunia.7 dari keseluruhan medikasi dapat anxiolytics. Hal Berdasarkan dilakukan studi-studi sebelumnya.10 hampir 12% disabilitas. karakteristik personal.8 Sedangkan Penurunan mood kurang umum terjadi .5. yang itu rendah.6. faktor yang risiko ini kemungkinan bersifat sementara tetapi pada beberapa kasus dapat bersifat terjadinya depresi pada lansia dapat menetap dan mengganggu fungsi sosial dikelompokkan menjadi beberapa faktor.8 tertentu menunjukkan gejala depresi. pekerjaan. seperti: 2. kesepian. morbiditas pada fungsi sosial.8 biologis.8. terhitung dalam terjadinya depresi.7 Depresi juga dapat menyebabkan sosiodemografi peningkatan jumlah disabilitas. 5.3 sementara gejala depresi hampir muncul faktor pada 20% lansia. dan adanya baik kesedihan atau anhedonia stress kehidupan penyakit kronis.8 Selain secara umum bervariasi antara 10-20%. lansia dengan riwayat penyakit dasar dan interpersonal.8 Secara umum.6.8 Karakteristik dengan total lima atau lebih gejala selama personal antara lain: sifat ketergantungan.8.13 Faktor biologis atau genetik dan minor. latar belakang hal ini juga tergantung pada situasi pendidikan budaya di masing-masing daerah di pernikahan. dan rendah diri.11 Kriteria diagnosis depresi dapat meliputi: jenis kelamin perempuan. pesimis. sosioekonomi yang rendah. dan faktor sosiodemografi. obat-obatan inflamasi. faktor medikasi. dan antara lain: faktor psikososial. mayor menurut DSM-V harus ditemukan defisiensi folat dan vitamin B12. periode waktu lebih dari dua minggu.11.8. Mental Disorder fifth edition (DSM-V). prevalensi tranquilizers. 2. yang Sekitar meliputi turut 46% lansia dan status status berperan yang Selain itu.4. dan lain- yang digolongkan menjadi depresi mayor lain.9 Faktor psikososial dapat meliputi akan menghambat Diagnosis ditegakkan depresi berdasarkan proses dapat kriteria Diagnostic and Statistical Manual of kesedihan.5.3 Berdasarkan World penggunaan Health Organization (WHO). anti keseluruhan kejadian depresi pada lansia sebagainya.6.4. masalah finansial.

kemarahan. dengan Kecamatan dewasa mengalami muda depresi. cemas. maka diperlukan ilmiah depresi diukur dengan kuesioner Geriatric Depression Scale untuk (GDS) yang terdiri dari 30 pertanyaan. kesejahteraan hidup lansia tersebut secara Penelitian dilakukan di wilayah psikososial. setelah rancangan penelitian deskriptif cross tidak sectional. Pada DSM- penelitian V. Berdasarkan survey yang kerja Puskesmas Kubu II. ini. kelompok yaitu: usia 60-74 tahun. yang dimana juga gejala Kubu. Pada penelitian tertentu. dan berat lansia yang mengalami depresi. Berdasarkan hal tersebut. hal ini dimaksudkan bahwa kesedihan kehilangan yang pasangan terjadi hidup dieksklusi. Jenis kelamin memberikan untuk yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Variabel terikat acak empat rumah dari masing-masing pada penelitian ini adalah tingkat depresi desa di wilayah kerja Puskesmas Kubu II. yang Variabel bebas pada penelitian ini adalah mempengaruhi tingkat depresi pada lansia usia yang dikelompokkan dalam tiga di wilayah kerja Puskesmas Kubu II. Kabupaten Karangasem. terutama (20-30) yang dialami oleh lansia yang pada lansia yang memiliki penyakit dasar berusia 60 tahun ke atas. 75-90 Hasil penelitian ini diharapkan dapat tahun. dan di atas 90 tahun. simultan atau pada satu waktu yang Namun masih belum diketahui bagaimana bersamaan. yang digolongkan dalam 3 kriteria. yaitu: peneliti menemukan terdapat beberapa normal (0-9).4 pada lansia dengan depresi dibandingkan di wilayah kerja Puskesmas Kubu II. jumlah lansia sebanyak 3557 jiwa. Stress psikososial METODE seperti kematian pasangan hidup dapat Penelitian ini menggunakan jenis mencetuskan episode depresi. ringan (10-19).6 secara kuantitatif dengan variabel bebas dan terikat pada objek Di wilayah kerja Puskesmas Kubu penelitian diukur dan dikumpulkan secara II. dan gejala somatik lebih sering muncul. pada bulan peneliti lakukan dengan memilih secara Januari-Februari 2014. program-program pencegahan selanjutnya Penyakit dasar yaitu adanya penyakit mengetahui penelitian tingkat faktor-faktor landasan dasar .

sebagai dengan berikut.12 antara lain: usia lanjut 29 orang pertanyaan yang (34.5%).4%) dengan jenis kelamin laki-laki. Pengolahan data pada penelitian ini usia sangat Berdasarkan tua hal 3 orang tersebut (3. tidak seluruh sampel dapat mengisi kuisioner yang dibagikan dengan baik karena terdapat sebagian besar sampel yang buta huruf. Dari 84 memenuhi sampel syarat yang untuk telah diteliti. sampel dibagi ke dalam 3 pengumpulan data dilakukan dengan kelompok usia menurut WHO tahun menyebarkan disediakan dijawab kuisioner oleh itu. menggunakan Cara kelompok usia. dan kuesioner dengan GDS. Kriteria inklusi adalah bersedia menjadi lansia sampel. Sampel dipilih consecutive sampling terjangkau inklusi dengan yang tanpa metode dari populasi memenuhi ada kriteria kriteria eksklusi. didapatkan 44 orang (52. usia tua 52 orang (61.9%).6%). didapatkan . Apabila ada sampel yang menolak atau tidak memenuhi kriteria. berdasarkan yang telah 1999. Populasi penelitian ini adalah tabulating dan entry data. Alat yang digunakan HASIL Karakteristik Sampel Sampel berjumlah dalam 84 penelitian orang dan ini dalam pelaksanaan pengumpulan data. Sampel dalam penelitian ini adalah lansia yang datang ke Puskesmas Kubu II.5 kronis yang dialami oleh lansia di dilakukan wilayah kerja Puskesmas Kubu II. yang sedangkan kriteria eksklusi adalah lansia yang tidak bersedia dijadikan sampel penelitian. Selain sampel/ responden.6%) dengan jenis kelamin perempuan. melalui tahapan editing. sehingga sebaran sampel dalam lebih banyak terdapat pada jenis kelamin pengumpulan data untuk tiap variabel laki-laki. yang merupakan bagian dari populasi yang telah dipilih. dan bivariat. maka akan digantikan sampel lain yang dipilih secara consecutive sampling juga sampai jumlah sampel terpenuhi. sehingga didapatkan jumlah sampel sebanyak 84 orang. Kemudian di seluruh lansia yang tinggal wilayah kerja analisis menggunakan analisis univariat Puskesmas Kubu II. scoring. sedangkan 40 orang (47. sehingga harus dibantu oleh peneliti untuk mengisi kuisioner.

5 (60-74 Distribusi tahun) Usia tua 52 61. Pada Usia sangat tua 3 3. Tabel 3. Dari 84 sampel lebih dari 50% sampel memiliki penyakit dasar. Karakteristik Sampel Penelitan Penyakit berdasarkan Kelompok Usia Dasar Kelompok Frekuensi Usia Usia lanjut 29 Frekuensi Persentase (%) Persentase Ya 57 67. Setiap (>90 jawaban “ya” mendapatkan skor satu dan tahun) Total GDS terdapat 30 pertanyaan dengan 84 100 setiap jawaban “tidak” akan mendapatkan skor nol. Distribusi Frekuensi Riwayat Penyakit Dasar pada Sampel Penelitian Tabel 2.6 Total 84 100 penyakit kardiovaskuler.9%. penyakit psikiatri.6 pilihan jawaban “ya” dan “tidak”. Sebaran Tabel 1. sehingga dari hasil perhitungan skor GDS maka tingkat . serta penyakit radang tulang dan sendi. Karakteristik Sampel Penelitian penyakit dasar yang dialami oleh sampel berdasarkan Jenis Kelamin juga berbeda-beda. Laki-laki 44 52.9 (%) Tidak 27 32.1 Total 84 100 34.6 bahwa sebaran sampel menurut kelompok Distribusi Frekuensi Riwayat Penyakit usia didapatkan paling banyak pada Dasar pada Sampel Penelitian kelompok dengan usia tua yaitu 61. Kemudian semua skor pada setiap pertanyaan yang terjawab akan dijumlahkan. yang dikelompokkan Jenis Frekuensi Kelamin Persentase menjadi (%) penyakit metabolik.9 Tingkat Depresi pada Sampel Penelitian (75-90 Tingkat depresi pada penelitian ini tahun) diukur dengan menggunakan GDS.4 Perempuan 40 47.

5%. Angka hampir Namun. Selain itu. tingkat depresi lebih yang mengalami depresi. persentase tingkat depresi lebih tinggi terjadi pada sampel yang Hasil Tabulasi Data Pada tabel 5 menggambarkan memiliki penyakit dasar dibandingkan distribusi frekuensi dan persentase tingkat dengan yang tidak memiliki penyakit depresi berdasarkan dasar.8 17.6%) justru lebih rendah kelompok pada lansia usia.0% dan depresi berat Normal 46 54. persentase tingkat depresi baik ringan Hasil pada penelitian ini maupun berat.7 depresi pada sampel penelitian dapat kelompok usia baik kelompok usia 60-74 dikelompokkan menjadi tiga kategori tahun maupun kelompok usia 75-90 tahun yaitu normal (skor total 0-9).5 % jika dibandingkan dengan sampel Ringan 26 30. dan depresi berat (20-30).9 berjenis kelamin laki-laki. 25. tingkat depresi ringan lebih wilayah kerja Puskesmas Kubu II yang banyak jika dibandingkan dengan tingkat mengalami depresi cukup depresi berat maupun persentase normal. depresi persentase normal lebih tinggi daripada ringan (10-19). dimana kejadian banyak terjadi pada kelompok usia 75-90 depresi ini dibagi menjadi dua kategori tahun dengan distribusi depresi ringan yatu depresi ringan dan depresi berat.3 Total 84 100 Tingkat depresi yang dilihat berdasarkan ada tidaknya penyakit dasar pada sampel. secara keseluruhan jika ditinjau mencapai setengah dari jumlah sampel dari variabel umur. sampel dilihat maka berdasarkan pada kedua . pada sampel yang variabel-variabel lainnya. Distribusi Tingkat Depresi pada berdasarkan jenis kelamin. Pada kelompok usia di atas menunjukkan bahwa jumlah lansia di 90 tahun. Apabila tingkat memiliki penyakit dasar tingkat depresi depresi normal (38. tingkat depresi Sampel Penelitan lebih banyak terjadi pada sampel dengan Tingkat Frekuensi Depresi Persentase jenis kelamin perempuan dengan sebaran (%) depresi ringan 40. Berat 12 14. ini Apabila tingkat depresi dilihat Tabel 4.0% dan depresi berat 11. mencengangkan.

setengah sampel berada pada kategori Tingkat Depresi Variabel Total Normal Ringan Berat (%) (%) (%) 13 11 5 29 (44. dan mengalami depresi. penelitian ini sejalan dengan penelitian 10 Dasar Tidak (30.8% yang mengalami depresi berat.4) (3.3) (100) (%) 75-90 th >90 th Jenis Perempuan 5 44 yang mendapatkan hasil bahwa terdapat (65.5) (100) dan 15.8 dibandingkan dengan tingkat depresi yang terdistribusi pada depresi ringan ringan (42. sebanyak 30.9) (7. Kabupaten Karangasem cukup tinggi yaitu 45. Hasil 29 Penyakit Ya cukup tinggi pada lansia.3) (100) depresi dapat mencapai 20%.0) (11. Hal ini sejalan dengan studi-studi Kubu.5) (40.8) (37.9) (22.1%).3) (100) yaitu mencapai 60%.9% yang mengalami depresi ringan 17 16 7 40 (42.13 Namun berbeda 24 2 1 27 (88.7) (11.7) (100) dengan hasil studi lainnya yang dilakukan Prevalensi tingkat depresi pada lansia di wilayah kerja Puskesmas Kubu Kecamatan oleh Onya (2013) menunjukkan hasil prevalensi kejadian depresi yang lebih PEMBAHASAN II.9%) dan depresi berat (14.2% kecil yaitu 28%.1) (19. dimana gejala yang dilakukan oleh Bodhare dkk (2013) Kelamin Laki-laki yang telah dilakukan dan menyatakan bahwa terdapat prevalensi depresi yang Usia 60-74 th normal.9% dan depresi berat sebanyak 14.4) (100) 28. walaupun lebih dari Penyakit Dasar.0) (17. Tingkat Depresi Sampel hampir setengah dari jumlah sampel Berdasarkan Usia.5) (25.9) (17.8 Perbedaan prevalensi yang terjadi kemungkinan disebabkan karena perbedaan budaya atau penggunaan alat ukur penelitian yang . Jenis Kelamin.3%). Angka ini menunjukkan Tabel 5.7 Selain itu prevalensi yang didapatkan oleh Nailil (2013) kejadian 22 24 11 57 depresi justru tergolong cukup tinggi (38.7) (33.5) (100) 0 2 1 3 didistribusikan menjadi depresi ringan (0) (66.6) (42.3%.3 Selain itu 33 13 6 52 kejadian depresi pada penelitian ini juga (63.

isolasi sosial terkait dengan kejadian Usia merupakan salah satu faktor risiko terjainya Semakin Sebagian besar lansia dengan meningkatnya usia maka risiko terjadinya kelompok usia 60-74 tahun terlihat masih depresi juga akan menjadi dua kali lipat. depresi.9 digunakan untuk mengevaluasi kejadian yang penting dari dukungan sosial dan depresi.12 merawat tertentu. Hal ini disebabkan karena pada masa serta masih mampu untuk melakukan tersebut banyak terjadi suatu perubahan hubungan interpersonal dengan baik dan pada diri seseorang.11 mampu untuk mengurus dirinya sendiri. Hasil ini sejalan dengan perlakuan keluarga dalam merawat lansia. psikologis. mulai Sedangkan kurang diri sendiri mampu pada untuk dan hubungan Pada penelitian ini berdasarkan interpersonal yang kurang serta tidak variabel usia. ditemukan adanya pengaruh kejadian depresi antara lansia (2011) yang membandingkan di panti . Hal ini juga dipengaruhi oleh 75-90 tahun. penelitian yang dilakukan oleh Onya dkk dimana (2013) hasil sebagian besar menghabiskan waktunya kategori di luar rumah.4 dan spiritual yang mempengaruhi kualitas hidup seorang besar lansia. pekerjaan ekonomi. peningkatan proporsi terjadinya depresi pada setiap tersebut kemungkinan disebabkan karena peningkatan usia pada penelitian ini.7%. kelompok usia 75-90 tahun sebagian sosial depresi. Sehingga sebagian besar kelompok usia 75-90 tahun yaitu dengan lansia pada kelompok umur tersebut 8 kurang mendapat perhatian dan dapat yang persentase persentase Kartika mendapatkan terbanyak 85. berdasarkan survey lapangan lebih lanjut sejalan dengan penelitian yang dilakukan yang peneliti lakukan terhadap sampel Ayu penelitian.12 Perbedaan yang terjadi pada hasil anggota Selain itu. pada kelompok usia 60-74 tahun. pada Hasil dimana penelitian hasil yang didapatkan justru paling tinggi berada keluarga lainnya menimbulkan terjadinya depresi pada lansia tersebut. persentase tingkat depresi mampu untuk melakukan suatu pekerjaan paling banyak terjadi pada kelompok usia tertentu. Perubahan tersebut masih mampu untuk melakukan suatu baik perubahan secara fisik. (2012).

Bodhare (2013).4% pada lasia perempuan di juga sesuai Mc. terjadi perempuan pada jenis dibandingkan kelamin laki-laki.4.15 (2011). dan didapatkan hasil yang bermakna yang juga dilakukan itu penelitian yang dilakukan di menunjukkan bahwa berdasarkan jenis secara statistik dengan nilai p=0.15 usia.002.46%.295. Namun. yaitu dengan perbandingan perempuan dan laki-laki yaitu 2:1.333.0% pada lansia perempuan di Brazil proporsi dan 62. Menurut beberapa studi lansia perempuan dengan jenis kelamin tidak dan p=0.14 Hasil yang berbeda justru memang memiliki risiko depresi lebih didapatkan pada penelitian Onya dan tinggi dibandingkan dengan lansia laki- Nailil (2013) yang menyatakan bahwa laki antara proporsi terjadinya depresi lebih banyak 10 pada perempuan dan terdapat hubungan juga antara jenis kelamin perempuan dengan yang terjadinya depresi pada lansia.10 werdha dengan lansia di komunitas dilakukan oleh Leal dkk (2014) yang dengan hasil proporsi terjadinya depresi melakukan penelitian prevalensi pada pada lanjut usia meningkat seiring dengan lansia pertambahan mendapatkan usia. Selain itu didapatkan hasil pada yang serupa penelitian .12% dan pada dengan nilai p=0.70. dan McDougall karakteristik jenis depresi (2014).074.4 Selain itu penelitian banyak pada perempuan dengan proporsi ini penelitian 81.1 Hasil yang serupa rentangan usia 80-90 tahun di Portugal juga didapatkan pada penelitian Ayu dengan persentase 51.05. pada penelitian ini menunjukkan sesuai bahwa proporsi kejadian depresi lebih bermakna secara statistik dengan p-value banyak masing-masing yaitu p=0. proporsi di Portugal hasil dan Brazil bahwa proporsi tersebut tidak bermakna secara statistik terjadinya depresi pada lansia lebih dengan nilai p>0. p=0.Dougall dengan (2007) bahwa kejadian depresi meningkat sesuai dengan Portugal. Penelitian Selain 14 oleh Das kelamin proporsi terjadinya depresi tertinggi pada terjadi pada perempuan namun nilai rentangan usia 70-80 tahun di Brazil tersebut tidak bermakna secara statistik dengan persentase 34. Portugal dan Brazil menunjukkan hasil Berdasarkan kejadian dkk terbanyak (2007) bahwa nilai kejadian depresi kelamin.7.

kemungkinan perbedaan hasil penelitian lainnya.034. Dari hasil pada penelitian ini usia sampel dimulai penelitian pada usia 60 tahun ke atas.11 dengan p-value masing-masing p=0. oleh perubahan dilakukan onset of menurut ada tidaknya penyakit yang menopause atau post-menopause.17 Selain itu pusat pelayanan kesehatan untuk keluhan perbedaan dalam teknik pengumpulan depresi adalah perempuan. yang adanya fisiologis.5 Sedangkan data juga penelitaian Kartika yang berlokasi di dari panti wredha justru lebih memudahkan seperti: mempengaruhi kematian perbedaan sosial dan penelitian mempengaruhi pasangan budaya. komunitas sehingga sedikit sulit untuk dan mendeteksi depresi pada laki-laki dan kurangnya partisipasi dalam beraktivitas memang kebanyakan yang datang ke selama masa hidupnya. dengan penyakit dasar juga lebih tinggi Hasil yang cukup berbeda justru ditemukan pada penelitian yang dilakukan oleh Kartika (2012). Selain itu angka menyebabkan depresi lebih banyak pada proporsi tingkat depresi berat pada lansia perempuan dibandingkan laki-laki. banyak terjadi pada perempuan daripada Selain variabel usia dan jenis laki-laki kemungkinan juga diakibatkan kelamin. berbeda. Lansia dengan riwayat penyakit fisik yang multipel. Proporsi untuk mendeteksi depresi pada laki-laki depresi yang lebih dengan observasi yang dilakukan. hasil yang didapatkan bahwa proporsi kejadian jika dibadingkan dengn lansia yang tidak memiliki riwayat penyakit dasar. pada penelitian ini berlokasi di hidup.16.8.12 Perbedaan tersebut kemungkinan karena adanya beberapa faktor lain yang disebabkan karena lokasi penelitian yang kemungkinan depresi. memiliki risiko . pengaruh early misalnya Sehingga sesuai dengan pada penelitian penilaian tingkat didapatkan penyakit tanpa disertai ini bahwa dasar juga depresi lansia cenderung dengan adanya kemungkinan faktor risiko yang dapat riwayat penyakit dasar.002 tertinggi depresi terdapat pada lansia laki- dan p=0.1 Karena mendasari lansia tersebut.13 Hal ini dapat disebabkan laki. kemungkinan dengan pada masa ini sampel perempuan pada mengalami risiko depresi yang lebih penelitian ini berada dalam tahap post- tinggi jika dibandingkan dengan lansia menopause.

II.3% pada dibandingkan dengan lansia tanpa riwayat depresi berat. Factors associated penelitian ini adalah. Belmaker of RH.and gender-specific prevalence pada lansia dengan riwayat memiliki and penyakit dasar dengan proporsi 42. Berdasarkan usia. Selain itu Puskesmas Kubu dkk (2010). dkk.12 terjadinya depresi yang lebih tinggi jika pada depresi ringan dan 19.9% dan depresi berat Neuroscience. 2(1): 1-7. dari 84 sampel elderly hampir setengah dari sampel mengalami Bangladeshi individuals. Luppa M. Kecamatan Penelitian yang dilakukan oleh Wahyudi Karangasem.04. Ahmed S. 14. dasar proporsi kejadian depresi terbanyak Age. Major The New lebih banyak terjadi pada kelompok usia depressive 75-90 tahun.1% symptoms risk factors in for the depressive elderly: a . Das J. dan apabila 3. 2008. menurut jenis kelamin England Journal of Medicine. dilihat dari ada atau tidaknya penyakit Braehler E. and H. Farzana FD. Spangenberg L. Glaesmer disorder. among rural Psychiatry Agam G. American depresi yang tersebar dalam tingkatan Journal depresi ringan 30. memiliki lansia Kabupaten suatu untuk program melakukan p=0. jenis kelamin perempuan.19 DAFTAR PUSTAKA SIMPULAN Simpulan yang dapat ditarik dari 1. memperlihatkan hasil yang II signifikan terhadap terjadinya depresi posyandu pada lansia dengan penyakit kronis pengontrolan terhadap penyakit dasar seperti gagal ginjal kronis dan diabetes yang dimiliki lansia sehingga dapat mellitus yang tidak terkontrol dengan p- mengurangi angka kejadian depresi pada value masing-masing adalah p=0.01 dan lansia. perlu Kubu. Oleh karena itu perlu diuji penyakit fisik. 2014.10.3%. Ferdous F. sebaran depresi terbanyak terdapat pada 358(1): 55-68.18 Adanya penyakit dasar lebih lanjut mengenai variabel rambang merupakan salah satu stressor pada lainnya terhadap tingkat depresi pada seseorang lansia di wilayah kerja Puskesmas Kubu yang mampu untuk meningkatkan risiko terjadinya depresi. Rieder-Heller S. proporsi depresi depression with 2.

The New England Journal of Medicine. 6. Fakultas Kedokteran Universitas Diponegoro. Haralambous B. Dow B.13 population-based study. 370(13): 1180-1182. Indonesia. Lin X. 2014. Diagnosing depression in 4. Semarang. 357(22): 2269-2276. 2013. 2007. National Ageing Research Psychogeriatric Association. Origins of factors among institutionalized depression in later life. Acta Paul Enferm. Risk factors for depressive illness among elderly England and wales. Prevalence of 2013. The tresna wredha budi mulia 01 dan 03 New England Journal of Medicine. Purnomo. Venkatesh K. 7. 36: 562-568. Blazer DG. jakarta timur [skripsi]. 7. Stanley PC. Depression in elderly. International study. 2012: 1-74. Depression in older age: a scoping . Kaushal V. Apostolo JLA. and symptomatology of depression in 1(1): 11-15. Hybels CF. Psychological elderly. Leal MCC. Kumar MA. Mendes of Dental and Medical Sciences. McDougall FA. 12. Late-life depression. Gambaran tingkat depresi pada lanjut usia (lansia) di panti sosial 5. Universitas 2007. older adults in primary care. The New England Journal of Medicine. Prevalence in Medical Research. Taylor WD. 371(13): 1228-1236. 1-102. 27(3): 208-214. 2005. 2011. 11. Kartika S. Nailil. AMOC. gopd attendees at upth. Perspective K. Prevalence and risk 13. Brayne C. Ayu FSW. Marques APO. dkk. Matthews FE. 2014. Oxford University Press. 2014. 2013: 1-9. Bodhare TN. Hubungan antara karakteristik dengan kejadian depresi pada lansia di panti werda pelkris pengayoman kota semarang. 2009. Kvaal population in rural area. Kejadian dan tingkat depresi pada lanjut usia: studi perbandingan di panti wreda dan komunitas. IOSR Journal 15. Onya ON. depressive symptoms and associated 9. Mojtabai R. 5(2): 77-86. 10. 2011: 1-20. 35(1): 1-12. India. Dewey ME. Medicine. Unutzer J. Arwani. factors of depression among elderly 14. older people living in institution in 8. 1- Institute.

47-52. 17. Risk factors for depressive symptom changes in Indonesian geriatric outpatient. The Social Science. 1-8.14 16. Prevalence and risk factor for depression in elderly Turkish and Moroccan migrants in the Netherlands. Dijkshoorn H. Istanti R. 19. Hossain RM. Harimurti K. Wurff FB. 2013. Setiati S. 18. Beekam ATF. 1: 154-157. Dewiasty E. . dkk. 2010. 83: 33-41. Journal of Aging Health. Wahyudi ER. Spijker JA. 2006. Journal of Affective Disorders. Gender difference in disability free life expectancy at old ages in Bangladesh. Demography of aging and related problems in Bangladesh. Tareque MI. Begum S. Acta Medica Indonesiana-The Indonesian Journal of Internal Medicine. 2004.