You are on page 1of 4

PEMANTAUAN DAN PERTUMBUHAN

BALITA DI POSYANDU
No.Dokumen :
B/VI/SKUKM/SOP/01/2016/042.02

SOP

No. Revisi

: 00

Tanggal Terbit : 16 Jan 2016
Halaman
: 1/2
UPT PUSKESMAS
RAWAT INAP
SIMPUR
PENGERTIAN
TUJUAN
KEBIJAKAN
REFERENSI

PROSEDUR

UNIT
TERKAIT

Evi Mutia Afriyeti
NIP.19660128 199509 2 001

Penilaian pertumbuhan anak secara teratur melalui penimbangan BB
setiap bulan, pengisisan KMS, menentukan status pertumbuhan
berdasarkan hasil penimbangan BB
Memperoleh gambaran tentang pertumbuhan balita di Posyandu
setiap bulan
SK Kepala Puskesmas Rawat Inap Simpur tentang Pemberlakuan
Standar Operasional Prosedur nomor : A/I/SK/02/2016/043
1. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 tentang
petunjuk Peaksanaan Surveilans gizi;
2. Undang-undang No. 36 tahun 2009 tentang Kesehatan;
3. Perturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No. 75 tahun
2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat.
1. Petugas gizi membuat jadwal posyandu
2. Petugas gizi dan kader posyandu menyebarluaskan informasi
tentang jadwal posyandu
3. Petugas gizi besama bidan atau perawat poskeskel dan kader
melaksanakan pemantauan pertumbuhan balita di Posyandu
dengan menggunakan KMS
4. Petugas gizi memberikan penyuluhan di meja 4 sesuai dengan
rujukan kader posyandu
5. Petugas gizi membuat pencatatan dan pelaporan (SKDNTOB)
6. Evaluasi hasil kegiatan posyandu

1.
2.
3.
4.

Penanggung jawab gizi
Petugas gizi
Bidan / Perawat (Poskeskel)
Kader Posyandu

PELACAKAN KASUS GIZI BURUK
No.Dokumen

:

B/VI/SKUKM/SOP/01/2016/042.02

No. Revisi

: 00

A PADA BAYI (6-11 BULAN) DAN BALITA (1259 BULAN) DI POSYANDU DAN TK/PAUD SOP PELAKSANAAN PELAYANAN BP UMUM Page 2/2 . Petugas gizi menyiapkan instrumen pelacakan (Form pelacakan gizi buruk) 3.SOP Tanggal Terbit : 16 Jan 2016 Halaman : 1/2 UPT PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPUR PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN REFERENSI PROSEDUR UNIT TERKAIT Evi Mutia Afriyeti NIP. dan memeriksa balita gizi buruk) 4.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Bidan / perawat (Poskeskel) 5. Kader posyandu PEMBERIAN KAPSUL VIT. Ditemukannya kasus baru balita gizi buruk untuk dapat ditangani secara cepat dan tepat 2. Petugas gizi 4. Dokter 2. Petugas gizi melaporkan kasus gizi buruk ke Dinas Kesehatan Kota Bandar Lampung 7.75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat 1.19660128 199509 2 001 rangkaian kegiatan penyelidikan atau ivestgasi terhadap faktor resiko terjadinya gizi buruk dan penemuan kasus balita gizi buruk lainnya disuatu wilayah kerja 1. Ditetapkannya rencana pencegahan dan penanggulangan gizi buruk SK Kepala Puskesmas Rawat Inap Simpur tentang Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur nomor : A/I/SK/02/2016/043 1. mengukur TB. Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No. Petugas gizi membuat rencana tindak lanjut 1. Petugas gizi mencatat dan pelaporan status gizi buruk 6. 2. Penanggung jawab gizi 3. Undang-undang No. Petugas gizi mengidentifikasi hasil pengukuran BB dan TB serta menilai status gizi 5. Petugas gizi mendapat adanya laporan dari kader posyandu tetang balita gizi buruk 2. Teridentifikasinya faktor resiko gizi buruk disuatu wilayah sebagai bahan informasi bagi sektor terkait dalam penentuan intervensi 3. 3. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 tentang Petunjuk Pelaksanaan Surveilans Giz. Petugas gizi bersama dengan petugas lain dan dokter puskesmas melakukan penyelidikan kasus balita gizi buruk (Menimbang BB.

Kader posyandu 6.0 2 No. Petugas gizi 3. Petugas gizi membuat jadwal distribusi 6.19660128 199509 2 001 1. Petugas gizi bekerjasama dengan petugas pengelola obat 7. Undang-undang No. Pemberian Kapsul Vitamin A pada bayi (6-11 bln) / biru (100. 2. Bidan/perawat 5. Petugas gizi Puskesmas merekap hasil pemberian kapsul vitamin A pada bulan februari dan agustus kemudian melaporkan laporan ke Dinas Kesehatan setiap bulan februari dan agustus 1.75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan Masyarakat 1. Penanggung jawab gizi 2. Petugas gizi mengajukan kebutuhan kapsul vitamin A biru dan merah 5. Bidan/perawat poskeskel mencatat. Guru TK/PAUD SOP PELAKSANAAN PELAYANAN BP UMUM Page 3/2 . 3. Bidan/perawat poskeskel mendistribusikan kapsul vitamin A kepada kader Posyandu sesuai dengan kebutuhan pada bulan februari dan agustus di posyandu 9. Petugas gizi menghitung kebutuhan 4.36 tahun 2009 tentang Kesehatan. Petugas gizi bersama bidan/perawat poskeskel serta guru TK/PAUD memberikan kapsul vitamin A dosis tinggi pada anak di TK/PAUD pada bulan februari dan agustus 10. Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun 2015 tentang petunjuk pelaksanaan surveilans gizi. Petugas gizi mendistribusikan kapsul vitamin A ke bidan/perawat Poskeskel/TK/PAUD sesuai dengan kebutuhan pada bulan februari dan agustus 8. Pegelola obat 4.000 IU) setiap bulan Februari dan Agustus 2. Petugas gizi mengecek kesediaan kapsul vitamin A biru dan merah 3. Petugas gizi menyiapkan data jumlah sasaran 2.Dokumen SOP : B/VI/SKUKM/SOP/01/2016/042. Peraturan Kementrian Kesehatan Republik Indonesia No. Pemberian Kapsul Vitamin A pada anak balita (12-59 bln) / merah (200.000 IU) setiap bulan Februari dan Agustus Mencegah kekurangan vitamin A pada bayi (6-11 bln) dan anak balita (12-59 Bulan) SK Kepala Puskesmas Rawat Inap Simpur tentang Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur nomor : A/I/SK/02/2016/043 1. merekap dan melaporkan hasil kegiatan pemberian kapsul vitamin A kepada petugas gizi puskesmas bulan februari dan agustus 11.No. Revisi : 00 Tanggal Terbit : 16 Jan 2016 Halaman : 1/2 UPT PUSKESMAS RAWAT INAP SIMPUR PENGERTIAN TUJUAN KEBIJAKAN REFERENSI PROSEDUR UNIT TERKAIT Evi Mutia Afriyeti NIP.

SOP PELAKSANAAN PELAYANAN BP UMUM Page 4/2 .