KOMPETENSI INTI

1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya
3. Memahami dan menerapkan pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
4. Mengolah, menyaji dan menalar dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai
dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori
KOMPETENSI DASAR
1.1
1.2
1.3
2.1
2.2
3.1
3.2
3.3
3.4
4.1
4.2
4.3

Menghayati ketentuan pinjam meminjam
Menghayati nilai-nilai utang piutang
Menghayati ketentuan gadai
Mengamalkan ketentuan pinjam meminjam, utang piutang dan gadai
Membiasakan diri memberikan upah sesuai ketentuan
Memahami ketentuan pinjam meminjam
Memahami ketentuan utang piutang
Menganalisis ketentuan gadai
Menjelaskan ketentuan upah
Mempraktikkan tata cara pelaksanaan utang piutang
Mensimulasikan tatacara gadai
Mensimulasikan tata cara pelaksanaan pemberian upah
PETA KONSEP
Pinjam - Meminjam

MUAMALAH DI LUAR
JUAL BELI

Utang Piutang, Gadai, dan
Brog
Upah
Mendemonstrasikan

AMATI GAMBAR BERIKUT INI DAN

BUATLAH KOMENTAR ATAU PERTANYAAN

. pertanyaan apa yang muncul dari pikiran kalian tentang pinjam meminjam.. KETENTUAN PINJAM MEMINJAM . . Gambar 3: ………………………………………… PERTANYAAN Pertanyaan saya terhadap ilustrasi tersebut adalah: a. Gambar 1: . c. ………………………………………….………………………………………. Gambar 3: ………………………………………… d.. …………………………………………. Dan jika diperhatikan ada perbedaan antara lingkungan pedesaan A.………………………………………. b.. Tulisalh seperti pertanyaan seperti contoh di bawah TANGGAPAN Tanggapan saya terhadap ilustrasi tersebut adalah: a.Gambar seseorang majikan memberi gaji kepada pegawainya Setelah kalian mengamati gambar dan mendengarkan hasil pengamatan teman kalian. Gambar 2: ………………………………………… c. utang piutang dan upah. MEMBACA Dalam kehidupan sehari-hari manusia selalu mengadakan hubungan kerja dengan pihak lain. b.. ………………………………………. d.

Sedangkan di lingkungan masyarakat perkotaan banyak terjadi sewa menyewa dan upah mengupah. dengan tujuan kemaslahatan bersama. masyarakat perkotaan merupakan masyarakat yang bersifat individual (mementingkan dirinya sendiri). Pengertian dan Dalil meminjam Pinjam meminjam dalam bahasa Arab disebut “Ariyah”.. Orang yang meminjam adalah orang yang membutuhkan sesuatu yang memiliki sesuatu. Manusia adalah makhluk sosial sudah sewajarnya apabila dalam hidupnya membutuhkan orang lain. orang-orang yang berbuat riya.‫أششرأشدديشت اللِدذ ي دديشكرذدب ِدبوالردديِدن‬ ‫ل شديدح ض‬ . Dan salah satu bentuk tolong menolong adalah pinjam meminjam. Sedangkan orang yang meminjamkan 1. Dan “Dan enggan (menolong dengan) barang berguna. berfirman: ‫شوشتشعواشودناوا شعشل ى ادلِدبرر شواللتدقشاو ى شو ش‬ ‫ل شتشعواشودناوا شعشل ى داإلدثِدم شوادلدعددشواِدن شوالتدقاوا اللش إِدلن اللش ششششِددديدد‬ ‫ادلِدعشقواِدب‬ Artinya “Dan tolong-memolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. seseorang tidak akan bisa hidup sendirinya tanpa bantuan orang lain. Bertakwalah kepada Allah. . Pinjam-meminjam menurut istilah ‘Syara” ialah akad berupa pemberian manfaat suatu benda halal dari seseorang kepada orang lain tanpa ada imbalan dengan tidak mengurangi atau merusak benda itu dan dikembalikan setelah diambil manfaatnya Allah swt. . Semua sistem tersebut diatur dalam Islam. Secara bahasa artinya pinjaman. ‫ شفشذِدلشك اللِدذ ي شديددضع ادلشنيِدتنيشم‬. Itulah orang yang menghardik anak yatim. . utang piutang dan upah. dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Hukum Pinjam Meminjam .” (Al Ma’un : 1 7) 2. ‫ شو ش‬. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat. saling tolong menolong dan menghindari ada kerugian di salah satu pihak. Hal ini terjadi karena masyarakat pedesaan termasuk masyarakat paguyuban masyarakat yang senang bergotong royong. Allah sangat berat siksa-nya. ‫ض شعلششش ى شطشعششواِدم ادلِدمدسششِدكنيِدن‬ ‫صش ش‬ ‫ شوشديدمشندعششاوشن‬. Di lingkungan masyarakat pedesaan banyak terjai utang piutang dan pinjam meminjam. . dan jangan tolong memolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya.dengan lingkungan perkotaan. ‫ اللشِدذديشن دهششدم دديششرادءوشن‬.” (Al-Maidah: 2). ‫لِدتِدهدم شسشوادهاوشن‬ ‫ اللِدذديشن دهدم شعشدن ش‬.. sungguh. ‫صرلنيشن‬ ‫شفشاودديلل ِدلدلدم ش‬ ‫ادلشموادعاوشن‬ Artinya: “Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?.

hal ini dilarang oleh agama. artinya pinjam meminjam yang dilakukan merupakan suatu kebutuhan akan hajatnya. b. artinya pinjam meminjam yang merupakan kebutuhan yang sangat mendesak dan kalau tidak meminjam akan menemukan suatu kerugian misalnya : ada seseorang yang tidak punya kain lantaran hilang atau kecurian semuanya. .Hanya mengambil manfaat dari barang dari barang yang dipinjam. Haram. orang yang meminjam . c. Oleh sebab itu. d. Sunnah. barang yang akan dipinjam .Barang yang akan dipinjam benar-benar miliknya. Rukun dan Syarat Pinjam meminjam Rukun meminjam berarti bagian pokok dari pinjam meminjam itu sendiri. Wajib. . . 3. .Hukum pinjam meminjam dalam syariat Islam dibagi menjadi 4 (empat) bagian. misalnya meminjam sepeda untuk mengantarkan tamu. Adanya Musta’aar ( ‫ ) دمدسشتشعوالر‬yaitu.Ada manfaatnya . maka dianggap batal. lantaran dirinya tidak punya. hal ini wajib pinjam dan yang punya kainjuga wajib meminjami. Orang yang dipaksa anak kecil tidak sah meminjamkan. ini merupakan hukum asal dari pinjam meminjam. . b.Mampu berbuat kebaikan. Contoh lain.Berhak berbuat kebaikan tanpa ada yang menghalangi. orang yang meminjami . c. pinjam tempat (rumah) untuk berbuat maksiat. artinya pinjam meminjam yang dipergunakan untuk kemaksiatan atau untuk berbuat jahat. orang gila atau anak kecil tidak sah meminjam. Adanya Mu’iir ( ‫ ) دمِدعدنيلر‬yaitu. maka yang setelah dimanfaatkan menjadi habis atau berkurang zatnya tidak sah dipinjamkan. Oleh karena itu. Apabila ada bagian dari rukun itu tidak ada.Barang yang dipinjamkan itu milik sendiri atau menjadi tanggung jawab orang yang meminjamkannya. Adanya Musta’iir ( ‫ ) دمدسشتِدعدنيلر‬yaitu. Mubah. artinya boleh. meminjam uang untuk bayar sekolah anaknya dan sebagainya. Demikian juga syarat berarti hal-hal yang harus dipenuhi.Barang itu kekal (tidak habis setelah diambil manfaatnya). maka apabil atidak pinjam kain pada orang lain akan telanjang. Rukun pinjam meminjam ada empat macam dengan syaratnya masingmasing sebagai berikut: a. misalnya seseorang meminjam pisau untuk membunuh.Mampu menjaga barang yang dipinjamnya dengan baik agar tidak rusak. yaitu : a.

Adanya lafadz ijab dan qabul. Ada pendapat lain bahwa waktu tidak menjadi syarat perjanjian dalam pinjam meminjam. 4. Dengan perjanjian waktu untuk mengembalikan. seseorang meminjamkan tanah dengan akad hanya diperkenankan untuk ditanami padi. sehingga apabila terjadi suatu kerusakan atau keadaan yang harus mengeluarkan biaya menjadi tanggung jawab peminjam. tanggung jawab berada padanya. Misalnya. : Artinya : ‫اشدلشعواِدرشديدة دمشؤشدلة شواللرِدعدنيدم شغشواِدرلم‬ “Pinjaman itu wajib dikembalikan dan orang-orang yang menanggung sesuatu harus membayar. Hak dan Kewajiban Pemberi Pinjaman 1) Menyerahkan atau memberikan benda yang dipinjam dengan ikhlas dan suka rela 2) Barang yang dipinjam harus barang yang bersifat tetap dan memberikan manfaat yang halal 3) Tidak didasarkan atas riba b. Hadits Nabi Saw. jika harus mengeluarkan biaya 4) Selama barang itu ada pada peminjam. Merawat barang dengan baik. Orang yang meminjam barang hanya boleh menggunakan barang itu sebatas yang diizinkan oleh pemilik barang atau kurang dari batasan yang ditentukan oleh pemilik barang. maka tidak boleh ditanami tebu. ‫صلل ي الد شعلشدنيِده شو شسللشم شعشل ي ادلشنيِدد شموا أششخشذدت شحلت ى دديشؤرددديِده )رواه‬ ‫شعدن شسدمشرشة شقواشل اللنِدبض ي ش‬ ‫الخمسة ا ل‬ (‫ل النسوائ‬ . sebab pada hakekatnya pinjam meminjam adalah tanggung jawab bersama dan saling percaya.” (HR. Pinjam meminjam barang untuk perbuatan maksiat hukumnya haram b. yaitu ucapan rela dan suka atas barang yang dipinjam.d. Hak dan Kewajiban Pemberi Pinjaman dan Peminjam Antara pemberi pinjaman dan peminjam harus selalu menjaga hak dan kewajiban dalam pinjam meminjam antara lain : a. 5. Pinjam meminjam harus dimanfaatkan untuk hal-hal yang baik dan halal. c. Hak dan Kewajiban Peminjam 1) Harus memelihara benda pinjaman dengan rasa tanggung jawab 2) Dapat mengembalikan barang pinjaman dengan tepat 3) Biaya ditanggung peminjam. Abu Daud dan Turmudzi) e. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pinjam meminjam a.

Jika barang yang dipinjamkan itu rusak atau hilang dengan pemakaian sebatas yang diizinkan pemiliknya. i. g. e. Lima Orang Ahli Hadits). Artinya : “Dari Samurah. maka pengakuan yang diterima adalah pengakuannya pemberi pinjaman dengan catatan disertai sumpah. (H. Maka jika terjadi hal seperti itu maka ahli waris wajib mengembalikannya. Dan andaikan ahli waris menggunakannya maka wajib membayar sewanya. h.R. dan manfaatnya. Pengertian Utang Piutang Utang piutang adalah memberikan sesuatu kepada seseorang dengan .: ( ‫اشدلشعواِدرشديدة دمشؤلدلة شو اللزِدعدنيدم شغواِدرلم )رواه اباو داود و الترمذ‬ Artinya :“Pinjaman wajib dikembalikan. misalnya yang pemberi pinjaman mengatakan bahwa barangnya belum dikembalikan. hukum . dan tidak halal menggunakannya. ” (H. dan orang yang menjamin sesuatu harus membayar “ (H. Abu Daud). Akad pinjam-meminjam boleh diputus dengan catatan tidak merugikan salah satu pihak. atau karena gila. Akan tetapi kalau kerusakan barang yang dipinjam akibat dari pemakaian yang tidak semestinya atau oleh sebab lain. 1. maka dia tidak boleh memakai barang yang dipinjam itu. Lima Orang Ahli Hadits) d. Nabi saw. Akad pinjam-meminjam akan putus jika salah seorang dari kedua belah pihak meninggal dunia. ‫صلل ي الد شعلشدنيِده شو شسللشم شعشل ي ادلشنيِدد شموا أششخشذدت شحلت ى دديشؤرددديِده )رواه‬ ‫شعدن شسدمشرشة شقواشل اللنِدبض ي ش‬ ‫الخمسة ا ل‬ (‫ل النسوائ‬ f. bersabda : Tanggung jawab barang yang diambil atas yang mengambil sampai dikembalikannya barang itu.R. maka wajib menggantinya Hadits Nabi saw. Jika terjadi perselisihan antara pemberi pinjaman dengan peminjam. maka peminjam tidak wajib mengganti. Sebab pinjam-meminjam itu sendiri berarti saling percayamempercayai.Artinya: “ Dari Samurah.R. Setelah si peminjam telah mengetahui bahwa yang meminjamkan sudah memutuskan / membatalkan akad. Jika dalam proses mengembalikan barang itu memerlukan ongkos maka yang menanggung adalah pihak peminjam. sedang peminjam mengatakan bahwa barangnya belum dikembalikan. KETENTUAN UTANG PIUTANG Pembahasan materi tentang utang piutang berikut meliputi tentang pengertian. bersabda: Tanggung jawab barang yang diambil atas yang mengambil sampai dikembalikannya barang itu”. B. Nabi saw.

menyewa pelacur dan sebagainya.110. Ibnu Majah) c. Rasulullah bersabda : ‫صلل ى الد شعشلدنيِده شوشسللشم ِدسةنوا شفشوادعشط ى ِدسةنوا شخدنيةرا‬ ‫ اِددسشتدقشر ش‬: ‫شعدن اشِدب ي دهشردديشرشة شقواشل‬ ‫ض شردسداودل الِد ش‬ ‫ضواةء ﴿راواهاحمد اوالترمنين ى اوصححه‬ ‫﴾ِدمدن دسلنِدة شوشقواشل ِدخشنيوادردكدم اششحواِدسدندكدم شق ش‬ .. jika peminjam itu benar-benar dalam keadaan terdesak. dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Istilah “dain” (‫ )دديششن‬ini juga sangat terkait dengan istilah “qard” (‫ )قرض‬yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan pinjaman. 100. 2. Tambahan ini termasuk riba (tidak halal). Hukum memberi hutang bisa menjadi haram. maka Rasulullah saw bersabda : ‫ضوا شملرشتدنيِدن إِد ل‬ ‫ضِدر د‬ ‫ض دمدسِدلةموا شقدر ة‬ ‫شموا ِدمدن دمدسِدلمم ددي د‬ ‫صشدشقِدتشهوا شملرة )رواه ابن مواجه‬ ‫ل شكواشن شك ش‬ Artinya : "Tidak ada seorang muslim yang memberi pinjaman kepada seorang muslim dua kali kecuali seolah-olah dia telah bersedekah kepadanya dua kali". yaitu: a.000. Hukum dan Dalil Utang Piutang Hukum memberi utang piutang bersifat fleksibel tergantung situasi dan kondisi. Contoh : Fatimah menghutangi Ahmad Rp. Hukum orang yang berhutang menjadi sunah dan hukum orang yang menghutangi menjadi wajib.perjanjian bahwa dia akan mengembalikan sesuatu yang diterimanya dalam jangka waktu yang disepakati. Adapun yang menjadi dasar hutang piutang dapat dilihat pada ketentuan Al-Qur’an dan Al-Hadits. Hukum orang yang berhutang adalah mubah (boleh) sedangkan orang yang memberikan hutang hukumnya sunah sebab ia termasuk orang yang menolong sesamanya. misalnya memberi hutang untuk hal-hal yang dilarang dalam ajaran Islam seperti untuk membeli minuman keras.dalam waktu 3 bulan Ahmad harus mengembalikan hutangnya menjadi Rp. hutang uang untuk biaya pengobatan dan lain sebagainya.000. misalnya hutang beras bagi orang yang kelaparan. b. maka hal ini tidak termasuk riba bahkan dianjurkan. dalam Al-Qur’an terdapat dalam surat AlMaidah ayat 2 yang berbunyi : ‫إلدثِدم شوادلدعددشواِدن شوالتدقاوا اللش إِدلن اللش ششِددديدد ادلِدعشقواِدب‬ ‫…شوشل شتشعواشودناوا شعشل ى ا د ِد‬ “…Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa. Utang piutang disebut dengan “dain” (‫)دديششن‬. Tetapi jika tambahan ini tidak disyaratkan waktu aqad tetapi sukarela dari peminjam sebagai bentuk terima kasih.-.(Q.S al-Maidah : 2)” Dalam hutang piutang dilarang memberikan syarat dalam mengembalikan hutang. (HR.

Artinya :“Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah SAW telah berhutang binatang ternak. Hutang piutang harus ditulis dan dipersaksikan. c. akan tetapi . Hal ini terjadi jika salah satunya mensyaratkan atau menjanjikan penambahan. dan Rasulullah bersabda : Orang yang paling baik di antara kamu adalah orang yang dapat membayar hutangnya dengan yang lebih baik. Dan hendaklah seorang penulis di antara kamu menuliskannya dengan benar. ‫شولف ى اللد ِدبشك‬ Dari Abu Hurairah ra. hendaklah kamu menuliskannya.”. « ‫ شفشقشواشل » أشدعدط اوده‬. Kaidah fikih berbunyi: ‫ض شجلر شندفةعوا شفدهشاو ِدرةبوا‬ ‫دكضل شقدر م‬ Artinya: “Setiap hutang yang membawa keuntungan. apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan. Salah satu penyebabnya adalah kurangnya pemahaman merekatentang ketentuan utang piutang yang seharusnya. maka hukumnya riba”. ‫ل ِدسمنوا شفداوشقشهشوا‬ « ‫ضواةء‬ ‫ شقواشل اللنِدبض ى – صل ى ال علنيه وسلم – » إِدلن ِدخشنيواشردكدم أشدحشسدندكدم شق ش‬. ia berkata: “Nabi mempunyai hutang kepada seseorang. Melunasi hutang dengan cara yang baik Hal ini sebagaimana hadits berikut ini: ‫شعدن أشِدب ى دهشردديشرشة – رض ى ال عنه – شقواشل شكواشن ِدلشردجمل شعشل ى اللنِدبر ى – صل ى ال علنيششه‬ « ‫ضواده شفشقواشل – صل ى ال علنيه وسلم – » أشدعدطاوده‬ ‫إلِدبِدل شفشجواشءده شديشتشقوا ش‬ ‫وسلم – ِدسنن ِدمشن ا ِد‬ ‫ شفلشدم شديِدجددوا لشده إِد ل‬، ‫ شفشطلشدباوا ِدسلنده‬. Pemberi hutang atau pinjaman tidak boleh mengambil keuntungan atau manfaat dari orang yang berhutang. Untuk menghindari perselisihan yang tidak diinginkan. kemudian Beliau membayar dengan binatang yang lebih besar umurnya dari binatang yang Beliau pinjam itu. maka kedua belah pihak perlu memperhatikan hal-hal sebagai berikut: a.. AlBaqarah: 282) b. ، ‫ شفشقشواشل أشدوشفدنيشتِدنش ى‬. Dalilnya firman Allah : ‫شديوا أشضديشهوا اللِدذديشن آشمدناوا إِدشذا شتشداشديدندتدم ِدبشددديمن إِدشل ى أششجمل دمشسمم ى شفوادكدتدباوده شودلشنيدكدتدب شبدنيشندكششدم شكششواِدتلب‬ ‫ِدبوادلشعددِدل‬ Artinya: “Hai orang-orang yang beriman. “Berikan kepadanya” kemudian mereka mencari yang seusia dengan untanya. 3. (Maka) beliaupun berkata.” (HR. (yaitu) seekor unta dengan usia tertentu. Ahmad At-Turmudzi dan telah menshohehkannya). Beberapa ketentuan dalam Utang Piutang Dalam kehidupan bermasyarakat. sering terjadi pertikaan antar warga. Orang itupun datang menagihnya. (QS.

maka hendaklah beralih (diterima pengalihan tersebut)”. Jika salah seorang kamu dialihkan kepada orang yang mudah membayar hutang. dan merubah hutang. bersabda. karena akan memperparah keadaan. . Karena hal ini termasuk bagian dari menunaikan hak yang menghutangkan. Sebab orang yang menunda-menunda pelunasan hutang padahal ia telah mampu. Dan barangsiapa mengambilnya untuk menghabiskannya (tidak melunasinya. pent). g. maka Allah akan membinasakannya”.. maka Allah akan tunaikan untuknya. Janganlah berdiam diri atau lari dari si pemberi pinjaman. f. Bukhari) Berhutang dengan niat baik dan akan melunasinya ‫شعدن أشِدب ى دهشردديشرشة – رض ى ال عنه – شعِدن اللنِدبر ى – صل ى ال علنيه وسلم – شقواشل » شمدن أششخشذ أشدمشششاواشل‬ ‫ شوشمدن أششخشذ دديِدرديدد إِددت ش‬، ‫اللنواِدس دديِدرديدد شأشداشءشهوا أشلد ى اللد شعدنده‬ « ‫لشفشهوا أشدتشلشفده اللد‬ Dari Abu Hurairah ra. jika tidak akan kelaparan atau sakit yang mengantarkannya kepada kematian.. (HR. Maka Nabi saw. Bukhari Muslim). bersabda: “Barangsiapa yang mengambil harta orang lain (berhutang) dengan tujuan untuk membayarnya (mengembalikannya). (HR. membalas dengan setimpal”. mereka tidak menemukan kecuali yang lebih berumur dari untanya. Bukhari) Tidak berhutang kecuali dalam keadaan darurat atau mendesak. h. hendaklah orang yang berhutang memberitahukan kepada orang yang memberikan pinjaman. Semoga Allah swt. Sebagaimana hadits berikut: ‫شعدن أشِدب ى دهشردديشرشة – رض ى ال عنه – أشلن شردساوشل اللِد – صل ى ال علنيه وسلم – شقششواشل‬ « ‫ شفِدإشذا أددتِدبشع أششحدددكدم شعشل ى شمِدلى ى شفدلشنيدتشبدع‬، ‫» شمدطدل ادلشغِدنر ى دظدللم‬ Dari Abu Hurairah ra. Dia pun menjawab. bahwa Rasulullah saw. Maksudnya kondisi yang tidak mungkin lagi baginya mencari jalan selain berhutang sementara keadaan sangat mendesak. maka ia tergolong orang yang berbuat zhalim. yang awalnya sebagai wujud kasih sayang. Bersegera melunasi hutang Orang yang berhutang hendaknya ia berusaha melunasi hutangnya sesegera mungkin tatkala ia telah memiliki kemampuan untuk mengembalikan hutangnya itu. e. “Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik dalam pengembalian (hutang)”.d. “Engkau telah menunaikannya dengan lebih. Memberikan Penangguhan waktu kepada orang yang sedang kesulitan dalam melunasi hutangnya setelah jatuh tempo. atau semisalnya. Nabi (pun) berkata: “Berikan kepadanya”. (HR. bersabda: “Memperlambat pembayaran hutang yang dilakukan oleh orang kaya merupakan perbuatan zhalim. Jika terjadi keterlambatan karena kesulitan keuangan. berubah menjadi permusuhan dan perpecahan. ia berkata bahwa Nabi saw.

000. dan barangsiapa yang menyembunyikannya. 2. maka hendaklah yang dipercayai itu menunaikan amanatnya (hutangnya) dan hendaklah ia bertakwa kepada Allah Tuhannya.000.(dua juta rupiah). dan menyedekahkan (sebagian atau semua utang) itu. Maka Sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya.Hal ini berdasarkan dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits.(dua juta lima ratus ribu rupiah) sebagai jaminan utangnya. lebih baik bagimu. Al-Qur’an: ‫ضدكدم شبدع ة‬ ‫ضلة شفِدإدن أشِدمشن شبدع د‬ ‫ضوا شفدلدنيشؤرد اللِدذ ي‬ ‫شوإِددن دكدندتدم شعشلىى شسشفمر شولشدم شتِدجددوا شكواِدتةبوا شفِدرشهوالن شمدقدباو ش‬ ‫ادؤدتِدمشن أششمواشنشتده شودلشنيلتِدق اللش شرلبده شوشل شتدكدتدماوا اللششششهواشدشة شوشمششدن شديدكدتدمشهششوا شفششِدإلنده آِدثششلم شقدلدبششده شواللدشش ِدبشمششوا‬ ‫شتدعشمدلاوشن شعِدلنيلم‬ Artinya: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu'amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis. Maka di dalam gambaran ini. C. Maka berilah tangguh sampai dia berkelapangan.. Sebagai contoh. KETENTUAN GADAI 1.Allah swt.. bila ada seseorang memiliki hutang kepada anda sebesar Rp. jika dia gagal (berhalangan) melunasinya.000. Benda tersebut dijadikan jaminan utang (pinjaman) agar bisa dibayar dengan harganya oleh pihak yang wajib membayarnya. Al-Baqarah: 280). Maka hendaklah ada barang tanggungan (borg) yang dipegang (oleh yang berpiutang). 2. jika kamu Mengetahui. utangnya kelak dapat dilunasi dengan sebagian nilai barang yang digadaikannya itu bila dijual 2. berfirman: ‫صلددقاوا شخدنيلر لشدكدم إِددن دكدندتدم شتدعلشدماوشن‬ ‫شوإِددن شكواشن دذو دعدسشرمة شفشنِدظشرلة إِدشل ى شمدنيشسشرمة شوأشدن شت ش‬ Artinya: “Dan jika (orang yang berhutang itu) dalam kesukaran. Lalu dia memberikan suatu barang yang nilainya sekitar Rp. dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan persaksian. . Al-Baqarah: 283) Istilah “barang tanggungan” yang dalam di atas biasa dikenal sebagai jaminan atau obyek pegadaian. yaitu: a. akan tetapi jika sebagian kamu mempercayai sebagian yang lain.500. Pengertian Gadai Gadai dalam bahasa arab disebut ar-rahn. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. secara istilah gadai adalah penyerahan suatu benda yang berharga dari seseorang kepada orang lain untuk mendapatkan hutang.” (QS. Hukum Gadai Hukum asal gadai adalah mubah atau diperbolehkan.

jenis dan sifatnya. maka akad gadai tersebut sah. Rukun gadai ada tiga. ada ketentuan tambahan yang disebut syarat. berakal dan rusyd (kemampuan mengatur). yaitu: 1) Shighat (ijab dan qabul). 2) Al-‘aqidan (dua orang yang melakukan akad ar-rahn). yaitu barang yang digadaikan/diagunkan (al-marhun) dan utang (al-marhun bih). yaitu harus ada serah terima. c) Barang gadai tersebut harus diketahui ukuran. 3. Selain ketiga ketentuan dasar tersebut. b) Barang gadai tersebut adalah milik orang yang manggadaikannya atau yang dizinkan baginya untuk menjadikannya sebagai jaminan gadai. yaitu pihak yang menggadaikan (ar-râhin) dan yang menerima gadai/agunan (al. yaitu baligh. Rukun dan Syarat Gadai a. 4. 2) Syarat yang berhubungan dengan Al-Marhun (barang gadai) ada tiga: a) Barang gadai itu berupa barang berharga yang dapat menutupi hutangnya. dan dilakukan oleh orang yang layak melakukan tasharruf (tindakan). karena gadai adalah transaksi atau harta sehingga disyaratkan hal ini.murtahin). baik barang atau nilainya ketika tidak mampu melunasinya. Al-Hadits: ‫شعدن شعواِدئشششة – رض ى ال عنهوا – أشلن اللنِدبل ى – صل ى ال علنيه وسلم – ادششتشر ى شطشعواةمششوا ِدمششدن‬ ‫ شوشرشهشنده ِدددرةعوا ِدمدن شحِددديمد‬، ‫شديدهاوِددى ى إِدشل ى أششجمل‬ Artinya:Aisyah Radhiyallahu ‘Anha berkata: “Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam pernah membeli makanan dari orang Yahudi dengan tempo (kredit) dan beliau menggadaikan kepadanya baju besi. b. Jika semua ketentuan tadi terpenuhi. sesuai dengan ketentuan syariah. 3) Al-ma’qud ‘alaih (yang menjadi obyek akad). 3) Syarat berhubungan dengan Al-Marhun bihi (hutang) adalah hutang yang wajib atau yang akhirnya menjadi wajib. Syarat gadai: Disyaratkan dalam transaksi gadai hal-hal berikut: 1) Syarat yang berhubungan dengan orang yang bertransaksi yaitu Orang yang menggadaikan barangnya adalah orang yang memiliki kompetensi beraktivitas. Beberapa Ketentuan Umum Dalam Muamalah Gadai: .b.

tujuan utama disyariatkannya pegadaian tidak dapat dicapai dengan barang yang haram atau tidak dapat diperjual-belikan. 6. Pemanfaatan barang gadai tesebut. adalah tergolong barang yang tidak dapat digadaikan.Ada beberapa ketentuan umum dalam muamalah gadai setelah terjadinya serah terima barang gadai. agar dapat menjadi jaminan bagi pemilik uang. Barang gadai bukanlah sesuatu yang harus ada dalam hutang piutang. Barang gadai tersebut berada di tangan pemberi utang selama masa perjanjian gadai tersebut. maka boleh menggunakan dan memerah air susunya apabila ia memberikan nafkah untuk pemeliharaan barang tersebut. Barang Gadai Dipegang Pemberi utang. 5. Jika barang gadai butuh biaya perawatan misalnya hewan perahan. Namun di sana ada keadaan tertentu yang membolehkan pemberi utang memanfaatkan barang gadaian. sebagaimana firman Allah: “Jika kamu dalam perjalanan (dan bermu’amalah tidak secara tunai) sedang kamu tidak memperoleh seorang penulis. c. Barang yang dapat digadaikan adalah barang yang memiliki nilai ekonomi. hewan tunggangan. Barang yang Dapat Digadaikan. maka hendaklah ada barang tanggungan yang dipegang (oleh yang berpiutang). Dengan demikian. barang gadai adalah milik orang yang berutang. maka ia hanya berhak untuk menahan barang tersebut. tentunya sesuai dengan besarnya nafkah yang dikeluarkan dan memperhatikan keadilan. barang yang tidak dapat diperjual-belikan. sehingga pemanfaatannya menjadi milik pihak orang yang berutang. atau haram untuk diperjual-belikan. Pemanfaatan Barang Gadai. Adapun pemberi utang. dikarenakan tidak ada harganya. sebelum dan setelah digadaikan. b. Jadi. sepenuhnya. Karenanya jika dia telah membayar utangnya maka barang tersebut kembali ke tangannya. Di antaranya: a. Sebab. Al-Baqarah: 283). yaitu bila barang tersebut berupa kendaraan atau hewan yang diperah air susunya. Barang Gadai Adalah Amanah. Biaya Perawatan Barang Gadai. dia hanya diadakan dengan kesepakatan kedua belah pihak. sebagai jaminan atas uangnya yang dipinjam sebagai utang oleh pemilik barang. Yang demikian itu dikarenakan.. dan budak (sebagaimana dalam As-sunnah) maka: . barang gadai itu hanya sebagai penegas dan penjamin bahwa peminjam akan mengembalikan uang yang akan dia pinjam. misalnya jika pemilik uang khawatir uangnya tidak atau sulit untuk dikembalikan. Pihak pemberi utang tidak dibenarkan untuk memanfaatkan barang gadaian.” (QS.

ia tidak bertanggung jawab kecuali ia melakukan tindakan melewati batas atau melakukan kelalaian. Jika ia tidak bisa membayar. KETEMTUAN UPAH Ajaran Islam melarang seseorang berpangku tangan. tanpa kerja. Pelunasan Hutang Dengan Barang Gadai. niscaya penguasa/pemerintah menjualnya dan membayarkan hutangnya. tidak boleh lebih. Hikmah Gadai. bermalas-malasan. Gadai adalah amanah di tangan penerima gadai (kreditor) atau orang yang diberi amanah. Jika dia dibiayai oleh pemiliknya maka pemilik uang tetap tidak boleh menggunakan barang gadai tersebut. bila orang yang berutang tidak mampu melunasi utangnya. Dan jika tidak. Apabila pelunasan utang telah jatuh tempo. maka pemberi utang berhak menjual barang gadaian itu untuk membayar pelunasan utang tersebut. boleh dan dianjurkan untuk dilakukan. Tidak ada pekerjaan dinilai rendah dalam pandangan Islam. penguasanya memaksanya membayarnya atau menjual barang yang digadaikan. ia menjualnya dan membayar hutang. Apa bila ternyata ada sisanya maka sisa tersebut menjadi hak pemilik barang gadai tersebut. Jika ia tidak melakukan. Bila telah lunas maka barang gadaian dikembalikan kepada pemiliknya. Gadai disyari'atkan untuk memelihara harta agar tidak hilang hak pemberi pinjaman. maka orang yang berutang berkewajiban melunasi utangnya sesuai denga waktu yang telah disepakatinya dengan pemberi utang. maka jika penggadai mengijinkan kepada yang mendapat jaminan dalam menjualnya. Sebaliknya. 7. bila harga barang tersebut belum dapat melunasi utangnya. Dan ini berbeda sekali pengertian upah dalam istilah barat. Upah dalam istilah adalah pemberian sesuatu sebagai imbalan dari jerih payah seseorang dalam bentuk imbalan di dunia dan dalam bentuk imbalan di akhirat. maka orang yang menggadaikannya tersebut masih menanggung sisa utangnya 7. asal pekerjaan itu baik dan halal 1. yaitu Gaji biasa atau minimum . Apabila telah jatuh tempo. yang memberi jaminan wajib membayar. Islam menyuruh setiap bekerja dan berusaha untuk membiayai hidupnya. Namun. Jadi semua pekerjaan yang baik.a. Jika dibiayai oleh pemilik uang maka dia boleh menggunakan menggunakan barang tersebut sesuai dengan biaya yang telah dia keluarkan. D. b. Pengertian upah Upah dalam bahasa Arab disebut dengan Ujrah.

Pada masa khalifah Umar r. sebab termasuk perbuatan aniaya.R. tetapi bila hal itu sudah menyangkut hak seseorang sebagai mata pencaharian berarti wajib. (QS. tetapi tidak memberikan upahnya.” (HR. Bukhari) 3. Jika tingkat biaya hidup masyarakat setempat meningkat. Hukum Upah Pemberian upah hukumnya mubah. maka ia wajib untuk mengerjakan tugas-tugas yang dibebankan kepadanya dengan sebaik-baiknya. (H. Upah yang diberikan hendaknya berdasarkan tingkat kebutuhan dan taraf kesejahteraan masyarakat setempat. Rukun dan Syarat Upah mengupah a. Al baqarah: 233) Sabda nabi saw: ‫ احتجم النب ى صل ال‬:‫حدثنوا ابن طواوس عن أبنيه عن ابن عبواس رض ي ال عنهموا قوال‬ ‫علنيه وسلم واعط ى الحجوام اجره )رواه البخوار ي‬ Artinya: ”Hadist dari Ibnu Thawus dari ayanya dari Ibnu Abbas r.a gaji pegawai disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kesejahteraan masyarakat setempat.Bukhari) Upah merupakan hak pekerja yang harus dibayarkan sesuai dengan jenis pekerjaannya. maka upah para pegawai maka upah para pegawai harus dinaikkan. tidak mempunyai keterkaitan erat antara upah dengan moral. Allah swt berfirman: ‫ضدعاوا أشدوشلشددكدم شف ش‬ ‫ل دجشنواشح شعشلدنيدكدم إِدشذا شسللدمدتدم شموا آشتدنيدتدم ِدبوادلشمدعدروِدف‬ ‫شوإِددن أششردددتدم أشدن شتدسشتدر ِد‬ Artinya : “Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain. (2) orang yang menjual orang merdeka kemudian makan harganya (3) orang yang mengupahkan dan telah selesai. Menunda-nunda pembayaran upah tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan hidup 2. Sebagai karyawan/pegawai adalah pemegang amanah majikan/pemilik perusahaan. dan tidak memiliki dimensi dunia dan akhirat. oleh pengusaha kepada pekerja hanya dalam kaitan dengan hubungan kerja.yang dibayarkan langsung atau tidak langsung. Nabi saw bersabda: ‫شث ش‬ ‫صدمدهدم شديدزشم دلِدقشنيواشمِدة شردجلل اشدعشط ى ِدبد ي دثلم شغشدشر شوشردجلل شبواشع دحمرا شفشأشكشل شثشمشنده شوشردجلل‬ ‫لشثلة أششنوا شخ د‬ (‫اِددسشتدأشجشر أشِدجدنيةرا شفوادسشتداوشف ى ِدمدنده شولشدم شديدعِدطِده أشدجشرده )رواه البخوار ى‬ Artinya : “Tiga orang (tiga golongan) yang aku musuhi nanti pada hari kiamat. yaitu (1) orang yang memberi kepadaku kemudian menarik kembali. Pengupah dan pihak pekerja (Mu’jir .a dia berkata bahwa Nabi Saw pernah mengupah seorang tukang bekam kemudian membayar upahnya”.

Namun demikian. Lebih-lebih apabila upah mengupah itu antara majikan dan karyawan yang pada . pemberian/penyerahan upah dilakukan seketika pekerjaan itu selesai. maka akadnya tidak sah 3) Cakap dalam mengendalikan hasrat b. sesuai dengan perjanjian. sifat barang yang akan disewakan ataupun pekerjaan yang akan dilakukan 4. Upah atau Imbalan Yaitu uang dan sebagainya yang di bayarkan sebagai pembalas jasa atau sebagai pembayar tenaga yang sudah dikeluarkan untuk mengerjakan sesuatu. Dalam sighat ada ijab dan kabul. dalam rangka membina saling pengertian percaya mempercayai. dan diisyaratkan diketahui jumlahnya oleh kedua belah pihak.dan jenis pekerjaannya yaitu pekerjaan jalan? kemudian buruh menjawab “ya”.. Sama halnya dengan jual beli yang pembayarannya pada waktu itu juga. saya bersedia c.000. Pembayaran upah ini boleh berupa uang dan boleh berupa benda. anak-anak yang belum mumayiz dan tidak berakal 2) Ada kerelaan dari keduanya untuk melakukan akad ijarah. Ijab merupakan pernyataan dari pihak pertama (mu’jir) untuk menyewakan barang atau jasa sedangkan kabul merupakan jawaban persetujuan dari pihak kedua untuk menyewakan barang atau jasa yang dipinjamkan oleh mu’jir. Apabila salah seorang diantaranya terpaksa melakukan akad itu.20. Mensegerakan Membayat Upah Secara umum. namun tidak disyaratkan baligh. Shighat (Ijab Qabul) Shiqat adalah ucapan yang dilontarkan oleh pihak pengupah dan pekerja.dan Musta’jir). d. anda bersedia bekerja pada proyek ini dalam waktu dua bulan dengan upah perharinya Rp. memberikan upah lebih dahulu adalah lebih baik. Jadi pembayaran upah itu disesuaikan dengan bunyi surat perjanjian pada saat akan melaksanakan akad upah mengupah. Tetapi pada waktu membuat surat perjanjian boleh dibicarakan dan diputuskan untuk mendahulukan pembayaran upah atau mengakhirkannya. membajak sawah dan sebagainya. Sebelum melakukan sebuah akad ijarah hendaknya manfaat yang akan menjadi objek ijarah harus diketahui secara jelas agar terhindar dari perselisihan dikemudian hari baik jenis. Maka tidak dibenarkan mempekerjakan orang gila. Misalnya. Adanya Kemanfaatan Pekerjaan dan barang yang akan dijadikan objek kerja harus memiliki manfaat yang jelas seperti mengerjakan pekerjaan proyek. syaratnya 1) Berakal dan mummayiz.

Bila masing-masing individu dalam suatu masyarakat itu lebih dapat memenuhi kebutuhannya. Hadits Nabi Saw : ‫أشدعدطداوا ا د ش‬ (‫لِدجدنيشر أشدجشرده شقدبشل اشدن شديِدجشف شعشرشقده )رواه ابن مواجه‬ Artinya : “Berikanlah kepada buruh upahnya sebelum keringatnya kering. Dengan diterimanya upah dari orang yang memakai jasa. Ibnu Majah) 4. Majikan wajib pula memberikan upah sebagaimana yang telah ditentukan sebelum tepat pada waktu yang telah ditentukan. Apabila kebutuhan hidup terpenuhi maka musta’jir tidak lagi resah ketika hendak beribadah kepada Allah. Hikmah Disyariatkan Upah Tujuan dibolehkan ujrah pada dasarnya adalah untuk mendapatkan keuntungan materil.” (HR. Karyawan atau buruh hendaknya mematuhi ketentuan dalam perjanjian. Dengan transaksi upah-mengupah dapat berdampak positif terhadap masyarakat terutama dibidang ekonomi. Memenuhi nafkah keluarga Salah satu kewajiban seorang muslim adalah memberikan nafkah kepada keluarganya. (al-Baqarah: 233) . Sehingga akan menciptakan kedamaian dihati mereka. Adapun hikmah diadakannya ujaah antara lain: a. baik perjanjian itu tertulis atau perjanjian lisa. maka yang memberi jasa dapat memenuhi kebutuhan sehari-harinya. yang meliputi istri. Allah swt berfirman: ‫شوشعشل ى ادلشمداودلاوِدد لشده ِدردزدقدهلن شوِدكدسشاودتدهلن ِدبوادلشمدعدروِدف‬ Artinya: ”Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara ma’ruf”. Membina ketentraman dan kebahagiaan Dengan adanya ijarah akan mampu membina kerja sama antara mu’jir dan mus’tajir. Namun itu bukanlah tujuan akhir karena usaha yang dilakukan atau upah yang diterima merupakan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah swt. Yang paling penting adalah agar kedua belah pihak mematuhi perjanjian yang telah disetujui dan ditanda tangani bersama. Dengan adanya upah yang diterima musta’jir maka kewajiban tersebut dapat dipenuhi. b. karena masyarakat dapat mencapai kesejahteraan yang lebih tinggi. maka masyarakat itu akan tentram dan aman.umumnya sangat memerlukan uang untuk kebutuhan biaya makan keluarga dan dirinya sehari-hari. anak-anak dan tanggung jawab lainnya.

c.[Pada intinya hikmah ijarah yaitu untuk memudahkan manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. Masalah 1. lalu bagaimana dengan system pengupahan sekarang (gaji)? 4 Apa perbedaaan antara pinjam meminjam dengan utang piutang? 5 Apakah sistem pengupahan system Islam berbeda dengan sistem di perusahaan barat? Hasil Diskusi MOTIVASI Perniagaan yang berhasil Abdurrahman bin Auf adalah salah satu sahabat nabi yang kaya raya dan dermawan karena kemahirannya dalam berdagang. qadai dan upah diskusikanlah masalah berikut ini: No. utang piutang. Maka ujrah merupakan akad yang mempunyai unsur tolong menolong antar sesama. Rasulullah SAW banyak mempersaudarakan kaum Muhajirin dan kaum Anshor. d. Abdurrahman termasuk orang yang menjadi pelopor kaum Muslimin untuk mengikuti ajakan Nabi yang mulia ini. Tatkala Rasulullah SAW dan para sahabat hendak melakukan hijrah ke Madinah. . Memenuhi hajat hidup masyarakat Dengan adanya transaksi ijarah khususnya tentang pemakaian jasa. Menolak kemungkaran Diantara tujuan ideal berusaha adalah dapat menolak kemungkaran yang kemungkinan besar akan dilakukan oleh yang menganggur. Sebutkan langkah-langkah yang harus dilakukan agar terbentuk perilaku bertanggung jawab sebagai implementasi hikmah dari ketentuan upah 2 Apakah boleh pinjam meminjam sesuatu yang mungking membahayakan orang lain 3 Hadits menyebutkan bahwa bayarlah upah buru sebelum kering keriangatnya. maka akan mampu memenuhi hajat hidup masyarkat baik yang ikut bekerja maupun yang menikmati hasil proyek tersebut. Di antaranya Abdurrahman yang dipersaudarakan dengan Saad bin Rabi' alAnshory Ra. Ia termasuk salah satu sahabat nabi yang permulaan menerima Islam (Assabiqunal Awwaluun). Untuk memperluas wawasan tentang tentang pinjam meminjam. Di kota Madinah.

Lalu Sa'ad berkata kepadanya: Saudaraku! Saya adalah salah seorang penduduk Madinah yang punya banyak harta. ia menghimbau mereka untuk memberikan bagi hasil seikhlasnya. barang jaminan. Abdurrahman bukan hanya tahu. pasar itu menempati tanah milik seorang saudagar Yahudi. Kegigihannya dalam berdagang juga seperti yang beliau ungkapkan sendiri: "aku melihat diriku kalau seandainya akau mengangkat sebuah batu aku mengharapkan mendapatkan emas atau perak". Pinjammeminjam istilah syara’ ialah akad berupa pemberian manfaat suatu benda halal dari seseorang kepada orang lain tanpa ada imbalan dengan tidak mengurangi atau merusak benda itu dan dikembalikan setelah diambil manfaatnya. Sebelumnya ditentukkan. Abdurrahman menjawab semoga Allah memberkatimu pada hartamu dan keluargamu (akan tetapi) tunjukkanlah di mana letak pasarmu. yang berperan sebagai pemilik barang dan peminjam barang.Diriwayatkan dari Anas bin Malik. Keuntungannya berlipat. Abdurrahman bin Auf boleh miskin materi. Ia hanya minta ditunjukkan jalan ke pasar. Ia minta tolong saudara barunya untuk membeli tanah yang kurang berharga yang terletak di samping tanah pasar itu. Abdurrahman keluar dari kemiskinan. Bila dari berdagang itu terdapat keuntungan. tapi ia tidak akan pernah menjadi miskin mental. Dari pengamatannya ia tahu. Kreativitas Abdurrahman pun muncul. melainkan memegang teguh nilai itu. lihatlah salah satunya yang mana yang menarik hatimu sehingga saya bisa mentalaknya untukmu. .) dengan Sa'ad bin al-Rabi' al-Ansari tatkala tiba di Madinah. dan pemberian upah.a. Tanah tersebut lalu dipetak-petak secara baik. sebagaimana para pedagang sekarang menyewa kios di mal. Para pedagang berjualan di sana dengan menyewa tanah tersebut. orang berutang dan berpiutang. Mereka berbondong pindah ke pasar baru yang dikembangkan Abdurrahman. Tugas Setelah mempelajari ketentuan pinjam meminjam. Jangankan meminta. Semua gembira.w. Ia pun memutar otak bagaimana dapat keluar dari kemiskinan tanpa harus menerima pemberian orang lain. pilihlah dan ambillah/ dan saya juga mempunya dua orang isteri. Abdurahman mendapat bagi hasil. Dari keuntungan itu. Merekapun menunjukkan pasar. penguasaha dan karyawan  Pinjam-meminjam disebut juga ‘ariyah artinya pinjaman. 'Tangan di bawah' sama sekali bukan perilaku mulia. bahkan menjadi salah seorang sahabat Rasul yang paling berada. Ia pun pergi ke pasar dan mengamatinya secara cermat. Para pedagang gembira dengan tawaran itu karena membebaskan mereka dari biaya operasional. utang piutang. ia pun pantang menerima pemberian orang selain upahnya sendiri. Siapa pun boleh berjualan di tanah itu tanpa membayar sewa. sesungguhnya Abdurrahman bin Auf telah dipersaudarakan (oleh Nabi s. cobalah kalian praktekkan tatacaranya masing-masing dalam beberapa kelompok. Tak perlu makan waktu lama. maka beliaupun melakukan transaksi jual beli sehingga mendapatkan laba (yang banyak) dan telah mampu membeli keju dan lemak. gadai.

benda yang disewakan d.  Hukum gadai dan borg ialah sunnah bagi yang memberikan utang (menerima borg) dan mubah bagi yang berutang (menyerahkan borg/jaminan). yaitu ijab dan qabul  Kata ijarah menurut bahasa artinya upah atau sewa. atau berupa uang dari seseorang kepada orang lain yang memerlukan denga perjanjian orang yang berutang akan mengembalikannya dalam jumlah yang sama. yang menyewa b. Yang meminjamkan b. Ujrah PENDALAMAN KARAKTER d. upah e.  Upah disebut al-ajru.  Gadai menurut istilah syara’ ialah penyerahan suatu benda yang berharga dari seseorang kepada orang orang lainsebagai penguat atau tanggungan dalam utang piutang. yaitu suatu pemberian. Ijarah atau sewamenyewa menurut istilah ialah memberikan suatu benda kepada orang lain untuk diambil manfaatnya dengan ketentuan orang yang menerima benda itu memberikan imbalan sebagai bayaran penggunaan manfaat barang yang dipergunakan. yang menyewakan c. Borg (atau jaminan) ialah benda yang dijadikan penguat dalam utang-piutang itu. Utang-piutang istilah syara’ ialah akad untuk memberikan sesuatu benda yang ada harganya. Yang meminjam c. Wajib hukumnya bila orang yang meminjam itu sangat memerlukannya.  Rukun sewa-menyewa: a. dan haram hukumnya bila untuk mengerjakan perbuatan yang dilarang. Hukum pinjam-meninjam adalah sunnah sebagaimana tolong menolong yang lain. Sesuatu yang Dengan memahami dikerjakan ajaran Islam mengenai Kurban dan akikah maka seharusnya kita memiliki sikap sebagai berikut : Membiasakan diri untuk selalu ikhlas dalam setiap perbuatan Menyingkirkan sifat kikir yang melekat pada diri kita dengan belajar dari para tetangga yang setiap tahun melakukan ibadah kurban Saling berbagi kebahagiaan dengan cara memberikan sesuatu yang kita miliki kepada orang lain Meningkatkan ketaqwaan kita kepada Allah SWT Mentaati perintah kedua orang tuan sebagai bentuk ketaatan kepada mereka . sedangkan orang yang memberi pinjaman hukumnya sunnah.  Orang yang berutang hukumnya mubah (boleh). Mu’jir (orang yang memberi upah) dan musta’jir (orang yang menerima upah) b.  Hukum ijarah adalah mubah dan dapat berubah menjadi haram apabila sewa-menyewa itu untuk berbuat maksiat.  Akad pemberian upah hukumnya mubah (boleh)  Rukun pemberian upah: a. Barang yang dipinjam d. akad  Utang-piutang disebut ad-dain. baik berupa uang atau sesuatu barang dari seseorang kepada orang lain sebagai balas jasa atau ganti tenaga yang dikeluarkan oleh orang yang bekerja untuk kepentingan orang yang memberi pekerjaan. Aqad. Ijab Kabul antara mu’jir dan musta’jir c.  Rukun pinjam-meminjam: a.