PERKEMBANGAN ILMU DAN METODE DALAM MNCARI

PENGETAHUAN: RASIONALISME, EMPIRISME, DAN
METODE KEILMUAN
Laporan ini dibuat untuk memenuhi tugas presentasi
Mata Kuliah Filsafat MIPA

MATA KULIAH

:

FILSAFAT MIPA

KELOMPOK 3
Dinda Kharisma

3145136204

Ghina Rosika Amalina

3145136203

Muhammad Fachrizal

3145135197

PROGRAM STUDI SISTEM KOMPUTER
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA
© MEI 2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena dengan rahmat.
Karunia, serta taufik dan hidayah-Nya tim penulis dapat menyelesaikan laporan yang berjudul
“Perkembangan Ilmu dan Metode dalam Mencari Pengetahuan: Rasionalisme,
Empirisme, dan Metode Keilmuan” dengan baik dan tepat pada waktunya. Terimakasih
kepada Ibu Sri Sudaryati selaku Dosen Pengampu Mata Kuliah Filsafat MIPA semester 104.
Kami berharap laporan ini dapat berguna dalam rangka menambah wawasan serta
pengetahuan khalayak umum mengenai Perkembangan Ilmu dan Metode dalam Mencari
Pengetahuan. Tim penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini terdapat kekurangan
dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya kritik dan saran demi
perbaikan laporan yang kami buat di masa yang akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang
sempurna tanpa saran yang membangun.
Sekiranya laporan ini dapat berguna bagi masyarakat pada umumnya dan tim penulis
pada khususnya. Kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata yang kurang berkenan dan
kami memohon kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi perbaikan makalah ini
di waktu yang akan datang.

Jakarta, 18 Mei 2016

Tim Penyusun

i

....................................... Test dan Pengujian Kebenaran (Verifikasi) Hipotesis . 1 PERKEMBANGAN ILMU .... 7 LAMPIRAN I: SLIDE PPT PRESENTASI ...... Kesadaran dan Perumusan Masalah ........................................................... Kerangka Dasar Metode Keilmuan........................................................ Prinsip Teori Empirisme: ............................................................................ ii BAB V .................. 6 D................. 4 B.... Pendekatan Induktif-Deduktif Modern .... 7 f................................................................................................................................................................ 6 c............................................................ Kesimpulan ............................................... 6 d...... DAN ....................................................................................... Permulaan Ilmu ....... 16 REFERENSI ................... 1 B.............. Bacon Dan Metode Induktif ................. 6 b.................................................................. 5 a.................. 4 A. EMPIRISME................. 4 RASIONALISME.................................................................................................................................................. 4 METODE DALAM MENCARI PENGETAHUAN: .......................................................................................... 17 ii ............................................................................................................................................................................................................................... 5 C. Dedukasi dari Hipotesis ...............................................................................................DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ... Penyusunan dan Klasifikasi Data .............................................................................................................................................................................................................................................................. Empirisme........................ Perumusan Hipotesis ......................................................................... i DAFTAR ISI.......................................................................................................... 7 e.............................................. 5 b..................... 1 A............................. 2 BAB VI .................................................................................................. Rasionalisme ........................................................................................................................... Pengamatan dan Pengumpulan Data ............. 6 a..................................................... Metode Keilmuan: Kombinasi Antara Rasionalisme Dan Empirisme ........................... Aspek Teori Empiris: .................................................................................................................................................................................................................................................................... 1 C............................................................................ 4 METODE KEILMUAN ...................................................................................... 7 E............................................................................................................................................................................................... 8 LAMPIRAN II: PERTANYAAN DAN JAWABAN ...............

manusia berpikir seakan seperti suatu gimnastik mental tanpa hubungan sama sekali dengan pengamatan dan pengalaman alam nyata. Setelah itu. B. di mana banjir Sungai Nil yang terjadi tiap tahun ikut menyebabkan berkembangnya sistem almanak. pemikiran secara deduktif yang selalu diterapkan sejak bangsa Yunani menimbulkan kontra. muncul bangsa Yunani yang menitikberatkan pada pengorganisasian ilmu di mana mereka bukan saja menyumbang perkembangan ilmu dengan astronomi. Namun. usaha mula-mula di bidang keilmuan dilakukan oleh bangsa Mesir. bangsa Yunani dapat dianggap sebagai perintis dalam mendekati perkembangan ilmu secara sistematis. Keberhasilan ini kemudian diikuti oleh bangsa Babylonia. Ia kemudian mencetuskan metode penalaran Induktif. Permulaan Ilmu Permulaan ilmu sudah dimulai sejak zaman peradaban Kuno. geometri. namun juga silogisme yang menjadi dasar bagi penjabaran secara deduktif pengalaman manusia. kedokteran. tidak berdasarkan konsultasi dengan seorang ahli. Metode deduktif ini memiliki kekurangan karena pendekatan silogisme terbatas hanya jika dasar pemikiran benar dan pantas berhubungan dapat diketahui. Beberapa abad terlewati.1 BAB V PERKEMBANGAN ILMU A. dan kegiatan survey. Francis Bacon memimpin pemberontakan terhadap cara berpikir Deduktif. Hanya mengamati atau menguji. kita tidak boleh begitu saja menerima premis orang yang mempunyai otoritas sebagai suatu kebenaran. Bacon Dan Metode Induktif Pada permulaan abad-17. Maka. Berdasarkan sejarah. Menurut Bacon. Metode penalaran induktif merupakan proses pemikiran yang berpangkal dari peristiwa yang bersifat khusus yang dihasilkan berdasarkan hasil . muncullah metode penalaran baru dalam perkembangan keilmuan. dan sistem klasifikasi Aristoteles. perkembangan keilmuan tidak seintensif kegiatan yang dilakukan oleh Mesir. Oleh karena itu.

manusia menjelaskan gejala yang ditemuinya dalam kehidupan sebagai perbuatan dewa-dewi. tahap animisme. Diantaranya pemborosan waktu dan kurang efektif. Ilmu mulai dengan suatu observasi dan menggabungkannya dengan observasi-observasi lain sehingga diperoleh suatu kesamaan atau perbedaan untuk menyusun prinsip-prinsip dasar yang dapat digunakan untuk menerangkan terjadi atau tidak terjadinya serangkaian pengalaman. manusia menyadari bahwa gejala alam dapat diterangkan melalui telaah sebab-musabab alamiah. Mouly membagi perkembangan ilmu pada: 1. D. • Tingkat yang paling akhir dari ilmu adalah ilmu teoritis yang menerangkan hubungan dan gejala yang ditemukan dalam ilmu empiris dengan dasar suatu kerangka pemikiran tentang sebab-musabab sebagai langkah untuk meramalkan dan menentukan cara untuk . Observasi sistematis dan kritis. Hipotesis dihubungkan dengan pengetahuan.Dilanjutkan oleh Proses Deduktif. Namun demikian. terdiri dari Proses Induktif. Suatu penyelidikan yang tidak diarahkan oleh sebuah hipotesis kemungkinan akan berakhir dengan kebingungan dan bukan dengan kejelasan dan kesimpulan yang bersifat umum. yaitu Pengamatan dihubungkan dengan hipotesis. ilmu empiris. Terakhir merupakan pengujian. C. bahkan di negara-negara yang peradabannya telah sangat maju 2. metode Induktif pun memiliki kelemahan. Pandangan mistis itu hingga kini masih berlangsung juga. yaitu Menguji sah atau tidak hipotesis secara empiris. tetapi juga mulai mengintegrasikannya menjadi suatu pola yang berarti. Pendekatan Induktif-Deduktif Modern Metode pendekatan Induktif-Deduktif Modern ini dipelopori oleh Charles Darwin. Metode ini merupakan gabungan dari metode induktif dan deduktif. Perkembangan Ilmu George J.2 pengamatan empirik dan menghasilkan suatu kesimpulan atau pengetahuan yang bersifat umum. Metode ini kemudian disempurnakan oleh Metode Induktif-Deduktif Modern yang dipelopori oleh Charles Darwin. hantu dan berbagai makhluk halus. • Titik tolak ilmu adalah pengalaman. 3. ilmu teoritis. penjelasan yang mengembangkan suatu struktur teoritis yang bukan hanya menerangkan hubungan empiris yang terpisah-pisah.

Hingga kini ilmu empiris gagal menyusun kerangka teoritis yang merupakan sintesis dari serangkaian penemuan empiris (khususnya di bidang/ kajian ilmu sosial). Hal itu terjadi karena ilmu-ilmu sosial terlalu menitikberatkan aspek empiris dan melalaikan aspek teoritis. . Menemukan jawaban tentang apa yang terjadi relatif lebih mudah dibandingkan harus menjawab mengapa hal itu terjadi. Ilmu teoritis dapat memperpendek proses untuk sampai pada pemecahan masalah. • Peralihan dari ilmu empiris ke ilmu teoritis adalah langkah yang sukar.3 mengontrol kegiatan agar hasil yang diharapkan dapat dicapai. Padahal empirisme merupakan tahap keilmuan yang belum lengkap dan memerlukan orientasi yang lebih besar teradap teori.

keadilan adalah salah satu bentuk yang berada secara mutlak dan tidak berubah kapan pun dan bagi siapa pun. Idea itu sudah ada sebagai bagian dari kenyataan dasar yang tertangkap oleh pikiran manusia yang menalar. Ia berpendapat bahwa kenyataan dasar terdiri dari idea atau prinsip. Ia mengatakan bahwa seseorang tidak dapat mengatakan suatu pernyataan adalah benar apabila sebelumnya ia tidak tahu bahwa itu benar. kendati manusia tidak menciptakannya maupun tidak mempelajarinya lewat pengalaman. Dengan perkataan lain. Kaum rasionalis berdalil bahwa karena pikiran dapat memahami prinsip. Prinsip itu tidak dikembangkan dari pengalaman karena pengalaman hanya dapat dimengerti jika ditinjau dari prinsip itu. DAN METODE KEILMUAN A. ia hanya teringat pada yang telah ia ketahui.4 BAB VI METODE DALAM MENCARI PENGETAHUAN: RASIONALISME. Teori pengetahuan Plato itu kemudian diintegrasikan dengan pendapatnya tentang hakikat kenyataan. tegas dan pasti dalam pikiran manusia. prinsip harus benar dan nyata. Rasionalisme Kaum rasionalis mulai dengan suatu pernyataan yang sudah pasti. Pikiran manusia mampu ‘mengetahui’ idea itu. Idea itu disebutnya bentuk. Aksioma dasar yang digunakan untuk membangun sistem pemikirannya diturunkan dari idea yang jelas. prinsip-prinsip dasar dan umum sebelumnya sudah ada dalam pikiran manusia. seseorang harus menemukan kebenaran yang tidak diketahui sebelumnya. Manusia tidak mempelajari apa pun. EMPIRISME. Prinsip itu dianggap sebagai suatu apriori atau pengalaman. ketiadaan prinsip itu tidak memungkinkan manusia menggambarkannya sebagai ada. . kebenaran. maka prinsip itu harus ada artinya. Gambaran klasik rasionalisme yang dikemukakan Plato dalam dialog yang disebut Meno mengajukan dalil bahwa untuk mempelajari sesuatu. Keindahan. Manusia dapat mengetahui bentuk-bentuk itu lewat proses intuisi rasional yang merupakan kegiatan khas dari pikirannya.

inti rasionalisme adalah bahwa pengetahuan yang dapat diandalkan bukan berasal dari pengalaman. Aspek Teori Empiris: 1. Tetapi karena indra itu tidak dapat meyakinkan. B. • Kesimpulan bersifat umum. b. Dengan demikian. Ia beranggapan bahwa pengetahuan dihasilkan oleh indra. Yang paling bisa diandalkan adalah diri sendiri. maka indra tidak dapat diandalkan. a. melainkan dari pikiran. Perbedaan antara yang mengetahui dan yang diketahui. . • Prinsip Keserupaan • Gejala-gejala yang berdasarkan pengalaman adalah identic atau sama. bahkan mungkin pula menyesatkan. Dalam point kedua ini diterangkan bahwa Empirisme menolak anggapan bahwa manusia telah membawa fitrah pengetahuan dalam dirinya ketika dilahirkan. 2. apabila didekat kita terdapat kekuatan yang dapat dikuasai untuk meningkatkan pengetahuan manusia. yang meskipun bersifat lebih lambat namun lebih dapat diandalkan. Prinsip Teori Empirisme: • Prinsip Keteraturan • Alam adalah teratur • Pengetahuan tentang alam disasarkan pada presepsi mengenai cara yang teratur tentang tingkah laku sesuatu. • Kaum empiris memegang teguh pendapat bahwa pengetahuan manusia diperoleh lewat pengalaman. maka aku ada).5 Rasionalisme mencapai puncaknya melalui Rene Descartes yang terkenal dengan adagiumnya: Cogito. Empirisme • Semua pengetahuan berasal dari pengalaman manusia. Kebenaran atau pengujian kebenaran dari fakta atau objek yang didasarkan oleh pengalaman manusia. Dalam point ketiga ini kaum empiris hanya mendengarkan laporan mengenai pengalaman kita tapi dia baru menerimanya jika dia berhasil memeriksa kebenarannya. • Kaum empiris berdalil bahwa tidak beralasan untuk mencari pengetahuan mutlak dan mencakup semua segi. ergo sum (Aku berpikir.

b. Tanpa adanya suatu masalah yang didefinisikan secara jelas. . • Pengetahuan merupakan hasil dari kegiatan keilmuan (pikiran) yag mengkombinasikan sensasi-sensasi pokok. dimana data yang ditangkap pancaindera lalu tergambar disitu. Metode Keilmuan: Kombinasi Antara Rasionalisme Dan Empirisme Metode keilmuan adalah satu cara dalam memperoleh pengetahuan. • Locke memandang pikiran sebagai suatu alat yang menerima dan menyimpan sensasi pengalaman. membandingkan dan membedakan fakta-fakta yang relavan tergantung kepada adanya sistem klasifikasi yang disebut taxonomi dan ilmuwan modern terus berusaha untuk menyempurnakan taxonomi khusus bidang keilmuan mereka. • Menurut pendapat John Locke sebagai bapak kaum empiris Inggris adalah “Pikiran manusai pada saat lahir dianggap sebagai selembar kertas lilin yang licin (tabula rasa). memberikan dukungan yang dramatis terhadap konsep keilmuan sebagai suatu prosedur yang pada dasarnya adalah empiris dan induktif. kaum empiris mendasarkan teori pengetahuannya kepada pengalaman yang ditangkap oleh panca indera kita. yang dibuat oleh manusia dengan penuh akal. manusia tak akan mempunyai jalan untuk mengetahui fakta apa yang harus dikumpulkan. Penyusunan dan Klasifikasi Data Dalam semua cabang-cabang ilmu usaha untuk mengidentifikasikan. Suatu rangkaian prosedur yang tertentu harus diikuti untuk mendapatkan jawaban yang tertentu dari pernyataan yang tertentu pula. C. Pengamatan dan Pengumpulan Data Pengamatan yang teliti yang dimungkinkan oleh terdapatnya berbagai alat.6 • Secara khusus. D. c. menganalisis. Kesadaran dan Perumusan Masalah Manusia menciptakan masalah dan mengajukan sesuatu menurut pikirannya adalah pertanyaan yang dapat dijawab. Kerangka Dasar Metode Keilmuan a.

Dedukasi dari Hipotesis Hipotesis menyusun pernyataan logis yang menjadi dasar untuk penarikan kesimpulan atau deduksi mengenai hubungan antara benda-benda tertentu yang sedang diselidiki. • Metode keilmuan tidak mengajukan diri sebagai sebuah metode yang membawa manusia kepada suatu kebenaran akhir yang tak akan pernah berubah. E. . Kesimpulan • secara singkat dapat dikatakan bahwa metode keilmuan adalah sebuah teori yang dipergunakan manusia dalam memberikan jawaban tertetu terhadap suatu penyataan. • Sekumpulan pengetahuan yang diperluas secara terus menerus. Dalam hubungan ini maka keputusan terakhir terletak kepada fakta. Perumusan Hipotesis Hipotesis adalah pernyataan sementara tentang hubungan antara benda-benda. Hipotesis sendiri dapat membantu kita dalam memberikan ramalan dan menemukan fakta yang baru. bersifat mengoreksi diri sendiri. • Manusia telah mampu mengumpulkan pengetahuan secara kumulatif. f.7 d. Hubungan hipotesis ini diajukan dalam bentuk dugaan kerja atau teori yang merupakan dasar dalam menjelaskan kemungkinan hubungan tersebut. Test dan Pengujian Kebenaran (Verifikasi) Hipotesis Pengujian kebenaran dalam ilmu berarti mengetes alternatif-alternatif hipotesis dengan pengamatan kenyataan yang sebenarnya atau lewat percobaan. e.

8 LAMPIRAN I: SLIDE PPT PRESENTASI .

9 .

10 .

11 .

12 .

13 .

14 .

15 .

6. Kenapa peralihan dari ilmu empiris ke teoritis sukar? (Saulia) Jawab: Peralihan dari ilmu empiris ke ilmu teoritis adalah langkah yang sukar. Kesimpulan : semua hewan yang berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Jadi. . Hingga kini ilmu empiris gagal menyusun kerangka teoritis yang merupakan sintesis dari serangkaian penemuan empiris (khususnya di bidang/ kajian ilmu sosial).16 LAMPIRAN II: PERTANYAAN DAN JAWABAN 1. 2. Panda berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Apa pengaruh teori evolusi Charles Darwin terhadap perkembangan ilmu? (Zhalgornaen) Jawab: teori evolusi Charles Darwin sangat mempengaruhi perkembangan ilmu. Menurut Kelompok kalian. terutama di bidang Biologi dan Kedokteran karena teori evolusi menjadi referensi dalam penemuan di bidang kedokteran dan biologi selanjutnya. dsb. Hal itu terjadi karena ilmu-ilmu sosial terlalu menitikberatkan aspek empiris dan melalaikan aspek teoritis. sesuatu disebut ilmu jika bisa dipastikan kebenarannya.(Erik) Jawab: Contoh penalaran deduktif: Semua manusia akan mati Amin adalah manusia Jadi. metode silogisme sama saja dengan metode deduktif yaitu penalaran yang beralur dari pernyataan-pernyataan yang bersifat umum menuju pada penyimpulan yang bersifat khusus -> semakin lama menimbulkan kesesatan. DNA. Jika tidak dihubungkan dengan teori. Metode silogisme itu metode seperti apa? (Herlinda) Jawab: metode silogisme itu merupakan penjabaran deduktif masalah. apakah empirisme dapat dikatakan sebagai ilmu? (M. 3. Padahal empirisme merupakan tahap keilmuan yang belum lengkap dan memerlukan orientasi yang lebih besar teradap teori. seperti genetika. Apa yang dimaksud dengan Almanak? (Dimas) Jawab: Almanak merupakan sistem kalender yang ditemukan oleh bangsa Mesir kuno. kelinci berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Amin akan mati (konklusi / kesimpulan) Contoh penalaran induktif : kucing berdaun telinga berkembang biak dengan melahirkan. Sehingga harus dihubungkan dengan teori yang berlaku terlebih dahulu. Karena kelompok empirisme membuktikannya sementara kelompok rasionalisme hanya melalui pikiran tanpa adanya pembuktian. lebih baik kelompok empirisme atau rasionalisme? (Karina) Jawab: menurut kelompok kami. Menemukan jawaban tentang apa yang terjadi relatif lebih mudah dibandingkan harus menjawab mengapa hal itu terjadi.Baehaqi) Jawab: empirisme tidak dapat dikatakan sebagai ilmu.berdasarkan peredaran matahari 4. Sebutkan masing-masing contoh penalaran deduktif dan induktif serta kekurangannya. 7. lebih baik empirisme daripada rasionalisme. 5. Karena.

Sulawesi Selatan: Umpar Press . Filsafat Aliran-Aliran. dkk. Jakarta: PT Bumi Aksara Nihaya. 2008.17 REFERENSI Suriasumantri.wikipedia.wikipedia. 1999. Ilmu Filsafat Suatu Pengantar.org/wiki/Animisme Surajiyo.com/2013/05/31/penalaran-induktif-dan-penalaran-deduktif/ https://id.org/wiki/Filsafat_ilmu https://id. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia. S. Ilmu Dalam Perspektif. 2008.wordpress. https://noviananuryan. Jujun.

Related Interests