MAKALAH UTILITAS

UNIT PENDUKUNG PROSES
“LISTRIK”

Disusun Oleh :

Aditya Dwi Wahyu N. 21030114130130

Jefry Riadi Gurning 21030114120079

Andreas Henri 21030114130136

John Philia Yuliandjaja 21030114120101

Andri Husain 21030114120046

Muh. Lutfi Aziz 21030114140156

Anggun Anaulia Siahaan 21030114120064

Nadia Dwi Ayu 21030114140119

Bagas Guntur Pradana 21030114120013

Naufarrel Kaviandhika 21030114120036

Charis Achmad T. 21030114120105

Nadia Sevi Ardiana 21030114120072

Dini Wulandari 201030114120084

Salsalina Sinasa 21030114120017

Dwi Purwati 21030114120089

Stephanus Steven 21030114140182

Irwan Chendra T. 21030114120092

Virantika Wiji Pangestu 21030114120058

JURUSAN TEKNIK KIMIA
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2016
1

KATA PENGANTAR

Puji syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas segala nikmat dan karunia
yang diberikan kepada penyusun sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah mengenai
utilitas listrik sebagai salah satu tugas pada mata kuliah Utilitas.
Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas dalam mata kuliah Utilitas.
Selain itu untuk mengetahui utilitas listrik secara lebih mendalam ditinjau dari unit penyediaan
listrik, proses distribusi, dan rancangan biaya untuk memenuhi kebutuhuhan listrik pada pabrik.
Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini tidak terlepas dari berbagai pihak yang
membantu. Untuk itu penyusun mengucapkan terima kasih kepada :
1. Dosen pengampu mata kuliah Utilitas, Bapak Ir. Slamet Priyanto yang telah membimbing
dalam penyusunan makalah;
2. Kawan – kawan mahasiswa teknik kimia Universitas Diponegoro
3. Berbagai pihak yang telah membantu yang tidak dapat penyusun sebutkan satu per satu.
Dalam penyusunan makalah ini penyusun percaya bahwa tidak ada yang sempuna sehingga
seiring berkembangnya teknologi, segala referensi mengenai utilitas listrik sangat diperlukan.
Demikian yang dapat penyusun sampaikan, semoga makalah ini bermanfaat bagi banyak pihak
khususnya mahasiswa Teknik Kimia Universitas Diponegoro Semarang.

Semarang, Mei 2016

Penyusun

2

................. 4 1... 4 1.2 Rumusan Masalah ..................................................6 Tinjauan Kinetika........................................................................................ 19 3.................................................................... 19 3......................5 Aliran Listrik Tiga Fase ...........................................................3 Rincian Biaya untuk Tagihan Listrik 7 2........................ 5 2...............................................................................................2 Saran ............................... 14 2..... 12 2.................................. 4 BAB 2 PEMBAHASAN ............................................................. 5 2..........................................................................1 Unit Penyedia Proses .................................. 3 BAB 1 PENDAHULUAN ......2 Unit Penyedia Listrik ...................................................................4 Sistem Distribusi Tenaga Listrik ............................................................... 1 Kata Pengantar ....... 20 3 ....................................................................... 2 Daftar Isi ...... 5 2.................................. 4 1............................................................DAFTAR ISI Halaman Judul .................................................................................................3 Manfaat ................................................................................................................................................................................ 19 DAFTAR PUSTAKA ............... 13 BAB 3 PENUTUP .1 Latar Belakang ...........1 Kesimpulan ..............................................................................................................................................................................

Bagaimana unit penyediaan listrik? c. Unit pendukung proses atau sering pula disebut unit utilitas merupakan sarana penunjang proses yang diperlukan pabrik agar dapat berjalan dengan baik. Bisa dikatakan listrik turut ikut membantu dalam perkembangan zaman karena hampir setiap teknologi yang ada sekarang ini digerakkan oleh listrik. Termasuk sebagai unit pendukung proses.3 Tujuan Tujuan makalah ini adalah mengkaji unit penyedia proses. 1. kukus (steam). atau secara tidak langsung yang diperoleh dari pembelian ke perusahaan-perusahaan yang menjualnya. dan listrik. 1. Bagaimana rincian biaya untuk keperluan listrik pada industri? d. Pada umumnya.1 Latar Belakang Sejak pertama kali ditemukannya listrik oleh seorang ilmuan berkebangsaan Yunani yang bernama Thales. Apa yang dimaksud unit pendukung proses? b. 4 . rincian biaya dan sistem distribusinya. dimana salah satunya yaitu listri secara lebih mendalam. Bagaimana sistem distribusi tenaga listrik? 1. yaitu listrik secara lebih mendalam.2 Rumusan Masalah Masalah yang akan dibahas dalam makalah ini antara lain : a. utilitas dalam pabrik proses meliputi air.4 Manfaat Manfaat dari penulisan makalah ini yaitu sebagai media belajar mengenai unit penyedia proses. Kemudian listrik pun terus berkembang sampai akhirnya seperti sekarang ini. Penyediaan utilitas dapat dilakukan secara langsung dimana utilitas diproduksi di dalam pabrik tersebut. Selain itu juga membahas unit penyedia.BAB I PENDAHULUAN 1.

5. Unit Penyediaan dan Pengolahan Air Berfungsi sebagai air proses. Unit pendukung proses yang dibutuhkan pada pabrik meliputi : 1. pemenuhan kebutuhan listrik dipenuhi oleh PLN dan sebagai cadangan adalah generator set untuk menghindari gangguan yang mungkin terjadi pada PLN. Unit Penyediaan Udara Tekan Berfungsi sebagai penyedia udara tekan untuk menjalankan sistem instrumentasi. Kebutuhan listrik dapat dibagi : a. Listrik diperoleh dari PLN dan Generator Set sebagaiccadangan apabila PLN mengalami gangguan.1 Unit Pendukung Proses (Utilitas) Unit pendukung proses atau sering disebut unit utilitas merupakan bagian penting yang menunjang berlangsungnya suatu proses dalam suatu pabrik. Prosescpendinginan digunakan di Cooling Tower.BAB II PEMBAHASAN 2.2 Unit Penyediaan Listrik Unit ini berfungsi untuk memenuhi kebutuhan listrik di seluruh area pabrik. Listrik untuk utilitas c. Listrik untuk laboratorium dan bengkel e. Listrik untuk instrumentasi Berikut ini merupakan contoh kebutuhan listrik dalam pabrik : a. Udara tekan diperlukan untuk alat kontrol pneumatik. 2. 3. Listrik untuk keperluan proses 5 . 6. air umpan boiler dan aircsanitasi untuk air perkantoran dan air untuk perumahan. Alat penyediaan udara tekan berupa kompresor dan tangki udara. 2. Unit pengolahan limbah Berfungsi untuk mengolah limbah pabrik baik yang berupa padat. air pendingin. Unit Penyediaan Listrik Berfungsi sebagai tenaga penggerak untuk peralatan proses maupuncpenerangan. Listrik untuk penerangan dan AC d. evaporatorcdan Heat Exchanger. Unit Penyediaan Steam Digunakan untuk proses pemanasan di reaktor. cair maupun gas. Listrik untuk keperluan proses b. Unit Penyediaan Bahan Bakar Berfungsi menyediakan bahan bakar untuk Boiler dan Generator 4. kristalizer.

Daya listrik memiliki satuan housepower atau HP.6542 KW b. Listrik untuk instrumentasi Listrik untuk instrumentasi diperkirakan Jumlah kebutuhan listrik total = 5 KW = 514 KW Emergency generator yang digunakan mempunyai efffisiensi 80% Maka input generator = = 642.7457 KW maka power yang dibutuhkan = 109.7457 KW = 18.6425 KW 2.7457 KW Power yang dibutuhkan = 25 x 0. Peralatan utilitas Diketahui 1 HP = 0.8629 KW Ditetapkan input generator = 650 KW 6 . 5 x 0. Listrik untuk laboratorium dan bengkel Listrik untuk laboratorium dan bengkel diperkirakan = 40 KW 4.7457 KW = 81. Listrik untuk keperluan alat kontrol dan penerangan Listrik untuk AC diperkirakan 5000 W = 5 KW Listrik untuk penerangan dperkirakan = 100 KW 3. dimana 1 HP sama dengan 0.

Ada juga pelanggan yang dikenakan tarif ganda. Biaya Pemakain Trafo / Sewa Trafo (jika ada) 4. Biaya Pemakaian kWh Biaya pemakaian merupakan biaya pemakaian energi. Biaya pemakaian kWh 2. Biaya administrasi loket pembayaran Gambar 2. yaitu pada saat WBP 7 . Perhitungan Jam Nyala Jam nyala minimum yang ditetapkan PLN adalah 40 jam /bulan.1 Tabel Harga Tarif Dasar Listrik April 2016 Sumber: PLN Persero 1. Maka bila jam nyala < jam nyala minimum. pelanggan akan dibebankan rekening minimum dengan perhitungan Biaya rekening minimum = ?�?�?�?� ?� ?�?�?� ?�?�?�?�?� ?� ?�?�?�?�?� ?�?�?�?� 2.3 Rincian Biaya untuk Tagihan Listrik Tagihan yang harus dibayar terdiri dari : 1.Spesifikasi generator Tipe = AC Generator Kapasitas = 650 KW Tegangan = 220/360volt Effisiensi = 80% 2. Untuk pelanggan tertentu. Materai 5. maksudnya untuk pemakaian sampai jumlah tertentu. Pajak penerangan jalan (PPJ) 6. perhitungannya dikenakan sistem blok. Dihitung berdasarkan jumlah pemakaian selama satu periode atau satu bulan. yaitu 60 jam pertama mendapat tarif murah dan selebihnya dikenakan tarif yang lebih mahal. Biaya kelebihan pemakaian kVArh (jika ada) 3.

(Waktu Beban Puncak) antara jam 18. 8 . 3. ( cos φ ).00 s/d 22. balast pada lampu neon dll.02) Faktor daya listrik adalah perbandingan antara daya aktif dengan daya buta. atau dapat dirumuskan sebagai berikut : dimana : P = daya aktif dalam KW S = daya buta dalam KVA Umumnyaa faktor daya listrik ini disebut juga coshinus phi. Daya reaktif ( Q ) :  Daya reaktif induktif Daya yang timbul akibat mengalirnya arus listrik melalui kumparan- kumparan kawat seperti pada motor-motor listrik. elemen pemanas atau heater. Daya aktif ( P ) Daya yang timbul akibat mengalirnya arus listrik melalui hambatan / resistor seperti lampu pijar.85 tiap bulan. Satuan dari daya reaktif ini adalah volt ampere reaktif ( VAR ) atau kilo volt ampere reaktif (KVAR). satuan volt I = arus listrik beban. Biaya Kelebihan Pemakaian kVArh Untuk pelanggan tertentu seperti Badan Sosial. Satuan dari daya aktif ini adalah Watt atau kilo Watt. b. yang menyebabkan nilai kVArh tinggi.00 dikenakan tarif lebih besar dari tarif LWBP (Luar Waktu Beban Puncak). yaitu jika power factor pelanggan kurang dari 0. Hotel. PLN membatasi nilai dari kVArh yaitu tidak boleh lebih dari 0. transformer.62 dari total energi (LWBP + WBP). Secara matematis dinyatakan dengan persamaan : S = √3 x V x I ( untuk sistem 3 phase ) dimana : V = tegangan antar phase dari sistem. Daya buta ( S ) Daya buta adalah hasil perkalian antara arus dan tegangan listrik pada suatu beban. Biaya pemakaian ini adalah pemakaian LWBP + pemakaian WBP. satuan ampere S = daya buta .62 x total kWh) x harga (Untuk golongan I3 = Rp. Untuk mudahnya dapat ditulis dengan : kVArh yang dibayar = kVArh terpakai – (0. c. satuan volt ampere. 1033. Daya ini dipergunakan untuk melakukan kerja atau dengan kata lain daya yang benar-benar digunakan sesuai dengan kebutuhan tenaga listrik. Beberapa istilah listrik yang perlu diketahui yang erat kaitannya dengan faktor daya listrik antara lain : a.  Daya reaktif kapasitif Daya yang timbul akibat mengalirnya arus listrik pada sebuah kapasitor. Mal dan Industri dikenakan denda kelebihan kVArh.

Tujuan menaikkan tegangan ialah untuk memperkecilkerugian daya listrik pada saluran transmisi. yaitu 220/380 Volt. Dari saluran distribusi primer inilah gardu-gardu distribusi mengambiltegangan untuk diturunkan tegangannya dengan trafo distribusi menjadi sistem tegangan rendah. Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Adalah pajak yang dipungut Pemerintah Daerah (PEMDA) berdasarkan peraturan daerah (PERDA) . 2. Selanjutnya disalurkan oleh saluran distribusi sekunder ke konsumen-konsumen. karena catu daya pada pusat-pusat beban (pelanggan) dilayani langsung melalui jaringan distribusi. pada daerah-daerah pusat beban tegangan saluran yang tinggi ini diturunkan kembali dengan menggunakan trafo-trafo step9 .4. Nilai tegangan yang sangat tinggi ini (HV. dimana dalam hal ini kerugian dayaadalah sebanding dengan kuadrat arus yang mengalir (I kwadrat R). besarnya pajak juga ditentukan oleh PERDA. yang tidak dapat menyediakan trafo sendiri. maka arus yang mengalir semakin kecil sehingga kerugian daya juga akan kecil pula. 5.154kV. Biaya Pemakaian Trafo/Sewa Trafo Adalah biaya yang dikenakan untuk pelanggan tertentu. 6.2 Tahun 2014 PPJ untuk industri senilai 3% dari biaya total perhitungan tagihan. kemudian dengan sistem tegangan tersebut penyaluran tenaga listrik dilakukan oleh saluran distribusi primer. Pada sistem penyaluran daya jarak jauh. Materai Biaya materai biasanya berkisar antara adalah Rp 7000. dengan menggunakan trafo-trafo step-up. selalu digunakan tegangan setinggi mungkin. atau Jadi fungsi distribusi penyaluran tenaga listrik ke tenaga beberapa listrik adalah: tempat (pelanggan) 2) Merupakan sub sistem tenaga listrik yang langsung berhubungan dengan pelanggan. Maka. Dengan dayayang sama bila nilai tegangannya diperbesar. Dengan ini jelas bahwa sistem distribusimerupakan bagian yang penting dalam sistem tenaga listrik secara keseluruhan.4 Sistem Distribusi Tenaga Listrik Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Berdasarkan Perda Kota Semarang No. tegangan diturunkan lagi menjadi 20 kV dengantransformator penurun tegangan pada gardu induk distribusi.EHV) menimbulkan beberapa konsekuensi antara lain: berbahaya bagi lingkungan dan mahalnya harga perlengkapan-perlengkapannya. 220kV atau 500kV kemudian disalurkan melalui saluran transmisi.UHV.Rp 9000. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power Source) sampai 1) ke Pembagian konsumen. Dari saluran transmisi. Tenaga listrik yang dihasilkan oleh pembangkit listrik besar dengan tegangan dari11 kV sampai 24 kV dinaikan tegangannya oleh gardu induk dengan transformator penaik tegangan menjadi 70 kV . Besarnya PPJ tergantung dari peraturan daerah yang berlaku. selain menjadi tidak cocok dengan nilai tegangan yang dibutuhkan pada sisi beban. Hasil ini disetor ke kas PEMDA dan masuk sebagai penghasilan asli daerah (PAD).

down. lalu diadakan pembagian serta pembatasanpembatasan seperti pada Gambar diatas: Daerah I : Bagian pembangkitan (Generation) Daerah II : Bagian penyaluran (Transmission) . Klasifikasi Saluran Distribusi Tenaga Listrik 10 . konduktor dan peralatan perlengkapannya. SKTM. pipa-pipa pelindung. c. peralatan grounding. terdiri dari : Transformator. bertegangan tinggi (HV.UHV. indoor dan outdoor termination dan lain-lain. Akibatnya. kabel-kabel. SUTM. terdapat bagian-bagian saluran yang memiliki nilai tegangan berbeda-beda. b. Pengelompokan Jaringan Distribusi Tenaga Listrik Gambar 1. serta peralatan pengaman dan pemutus. Yang membedakan hanya dimensinya. bergantung dari segi apa klasifikasi itu dibuat. Dengan demikian ruang lingkup Jaringan Distribusi adalah: a. Gardu trafo. SUTR dan SKTR. tiang. bertegangan rendah. terdiri dari: sama dengan perlengkapan/material pada SUTM dan SKTM.dan lain-lain. d. bila ditinjau nilai tegangannya. Konfigurasi Sistem Tenaga Listrik Untuk kemudahan dan penyederhanaan. terdiri dari : Kabel tanah. Berdasarkan pembatasan-pembatasan tersebut. maka diketahui bahwa porsi materiSistem Distribusi adalah Daerah III dan IV. bertegangan menengah (6 atau 20kV). yang pada dasarnya dapat dikelasifikasikan menurut beberapa cara.EHV) Daerah III : Bagian Distribusi Primer. pondasi tiang. Instalasi. rangka tempat trafo. Daerah IV : (Di dalam bangunan pada beban/konsumen). LV panel. terdiri dari : Tiang dan peralatan kelengkapannya. Arrester. transformer band. maka mulai dari titik sumber hingga di titik beban.

Saluran kawat udara. c. bisa disebut jaringan distribusi. Saluran Distribusi Sekunder. Menurut bentuk tegangannya: a. 3. bila saluran fasa terhadap fasa yang lain/terhadap netral. Saluran Distribusi AC (Alternating Current) menggunakan sistem tegangan bolak-balik. bila konduktornya telanjang. bila konduktornya terbungkus isolasi. Terletak pada sisi primer trafo distribusi. Terletak pada sisi sekunder trafo distribusi. Saluran distribusi Primer. Menurut susunan (konfigurasi) salurannya: a. tanpa isolasi pembungkus. Jaringan listrik 70 kV atau 150 kV. bila saluran-saluran tersebut membentuk garis vertikal .Secara umum. b. yaitu antara titik Sekunder trafo substation (Gardu Induk) dengan titik primer trafo distribusi. Saluran Bawah Tanah. dengan menggunakan kabel tanah (ground cable). b.Saluran kabel udara. b. yaitu antara titik sekunder dengan titik cabang menuju beban (Lihat Gambar 2-2) 2. Saluran Konfigurasi horizontal. Saluran Distribusi DC (Direct Current) menggunakan sistem tegangan searah. Saluran Konfigurasi Vertikal. Saluran udara. dipasang di dasar laut dengan menggunakan kabel laut(submarine cable) 4. b. dipasang pada udara terbuka dengan bantuan penyangga (tiang) dan perlengkapannya. saluran tenaga Listrik atau saluran distribusi dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. 11 . Saluran ini bertegangan menengah 20 kV. Menurut jenis/tipe konduktornya: a. dan dibedakan atas: . Saluran Bawah Laut. . dipasang di dalam tanah. Menurut nilai tegangannya: a. jika langsung melayani pelanggan. atau saluran positip terhadap negatip (pada sistem DC) membentuk garis horisontal.

Jaringan distribusi ring (loop). Sistem distribusi sekunder digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu distribusi ke beban-beban yang ada di konsumen. Saluran distribusi ini direntangkan sepanjang daerah yang akan di suplai tenaga listrik sampai ke pusat beban. yaitu: . . .Jaringan Distribusi Radial.kabel udara. Sistem distribusi primer digunakan untuk menyalurkan tenaga listrik dari gardu induk distribusi ke pusat-pusat beban. Terdapat bermacam-macam bentuk rangkaian jaringan distribusi primer.c. Sistem ini dapat menggunakan saluran udara. Saluran konfigurasi Delta.Jaringan distribusi spindle . Jaringan Sistem Distribusi Primer. bila kedudukan saluran satu sama lain membentuk suatu segitiga (delta). 5.Saluran Radial Interkoneksi b. dengan model: Radial tipe pohon. Radial dengan pusat beban dan Radial dengan pembagian phase area. Jaringan Sistem Distribusi Sekunder. a. dengan model: Bentuk open loop dan bentuk Close loop. Menurut Susunan Rangkaiannya Dari uraian diatas telah disinggung bahwa sistem distribusi di bedakan menjadi dua yaitu sistem distribusi primer dan sistem distribusi sekunder.Jaringan distribusi Jaring-jaring (NET) . Radial dengan tie dan switch pemisah. Pada sistem distribusi sekunderbentuk 12 . maupun kabel tanah sesuai dengan tingkat keandalan yang diinginkan dan kondisi serta situasi lingkungan.

Pada dasarnya tidak berbeda dengan sistem distribusi DC. Sistem satu fasa dua kawat 120 Volt 2.Papan pembagi pada trafo distribusi. . dimana semua peralatan listrik mulai dari pembangkit (generator set) hingga peralatan kerja (motormotor listrik) di suplai dari negara pemberi pinjaman/kerja sama tersebut. yaitu: 1. ini bergantung pula pada jumlah fasanya. (1) EEI : Edison Electric Institut. Sistem tiga fasa empat kawat 240/416 Volt 8. Sistem ini biasanya disebut sistem tegangan rendah yang langsung akan dihubungkan kepada konsumen/pemakai tenaga listrik dengan melalui peralatan-peralatan sbb: . Sebagai anggota. Sistem tiga fasa empat kawat 220/380 Volt Di Indonesia dalam hal ini PT. IEC (International Electrotechnical Comission). Sistem tiga fasa tiga kawat 240 Volt 6. sehingga peralatan/beban dapat dioperasikan secara optimal. Sistem tiga fasa tiga kawat 480 Volt 7. Indonesia telah mulai menyesuaikan sistem tegangan menjadi 220/380 Volt saja. Sistem tiga fasa empat kawat 265/460 Volt 9. PLN menggunakan sistem tegangan 220/380 Volt. Sistem ini dapat menggunakan kabel yang berisolasi maupun konduktor tanpa isolasi. Sistem satu fasa tiga kawat 120/240 Volt 3. gambar 2. saluran distribusi AC dibedakan atas beberapa macam tipe dan cara pengawatan. menggunakan salah satu sistem diatas sesuai dengan standar yang ada. Ditinjau dari cara pengawatannya.Saluran Layanan Pelanggan (SLP) (ke konsumen/pemakai) . Pemakailistrik yang dimaksud umumnya mereka bergantung kepada negara pemberi pinjaman atau dalam rangka kerja sama.Hantaran tegangan rendah (saluran distribusi sekunder). Komponen Sistem Distribusi Tegangan Sistem Distribusi Sekunder Ada bermacam-macam sistem tegangan distribusi sekunder menurut standar. . karena IEC sejak tahun 1967 13 .Alat Pembatas dan pengukur daya (kWh meter) serta fuse atau pengaman pada pelanggan. Sistem tiga fasa empat kawat 120/208 Volt 4. PLN. (2) NEMA (National Electrical Manufactures Association). faktor utama yang perlu diperhatikan adalah besar tegangan yang diterima pada titik beban mendekati nilai nominal. Sedang pemakai listrik yang tidak menggunakan tenaga listrik dari PT.saluran yang paling banyak digunakan ialah sistem radial. Sistem tiga fasa empat kawat 120/240 Volt 5.

biasanya digunakan untuk melayani penyalur daya berkapasitas kecil dengan jarak pendek. dan 480 Volt. yaitu daerah perumahan dan pedesaan. Diperoleh dua alternatif besar tegangan. Pada tipe ini.5 Aliran Listrik Tiga Fase Pada suatu sistem listrik AC. 4. Tipe ini dipakai untuk melayani beban-beban industri atau perdagangan. Seperti halnya padasistem tiga fasa yang lain. di sini perlu diperhatikan keseimbangan beban antara ketiga fasanya. Sebagai saluran “netral” disini dihubungkan pada tengah belitan (center-tap) sisi sekunder trafo. 14 . yaitu daerah perumahan pedesaan dan perdagangan ringan. dan diketanahkan. 5. gelombang voltase tersebut bisa berjumlah satu atau tiga. Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas sedang dengan jarak pendek. Tipe ini merupakan bentuk dasar yang paling sederhana. 2. Sedangkan jika terdapat tiga gelombang voltase maka disebut dengan listrik AC tiga fasa. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/208 Volt. dan disini terdapat dua alternatif besar tegangan. Sistem distribusi tiga fasa dengan tiga kawat. 2. Jika sistem listrik AC tersebut hanya terdapat satu gelombang voltase.sudah tidak mencantumkan lagi tegangan 127 Volt. Untuk rangkaian delta tegangannya bervariasi yaitu 240 Volt. Sistem distribusi tiga fasa dengan empat kawat. yang dalam hal ini terdapat dua alternatif besar tegangan. Sistem distribusi satu fasa dengan tiga kawat. Jumlah satu dan tiga ini lebih familiar digunakan di khalayak umum dibandingkan dengan angka yang lain. Sistem distribusi tiga fasa empat kawat tegangan 120/240 Volt. (IEC Standard Voltage pada Publikasi nomor 38 tahun 1967 halaman 7 seri 1 tabel 1). Pada tipe ini. Tipe ini untuk melayani penyalur daya berkapasitas kecil dengan jarak pendek. Diagram rangkaian sisi sekunder trafo distribusi terdiri dari: 1. yang dalam pelaksanaannya perlu diperhatikan adanya pembagian seimbang antara ketiga fasanya. Dalam hal ini rangkaian tiga fasa sisi sekunder trafo dapat diperoleh dalam bentuk rangkaian delta (segitiga) ataupun rangkaian wye (star/bintang). 3. Tipe ini banyak dikembangkan secara ekstensif. Sistem distribusi satu fasa dengan dua kawat. prinsipnya sama dengan sistem distribusi DC dengan tiga kawat. maka hal ini disebut listrik AC satu fasa. dimana terdapat dengan beban 3 fasa.dimana saluran netral diambil dari titik bintangnya. untuk tujuan pengamanan personil. 6. yaitu daerah perumahan dan pedesaan. sisi sekunder (output) trafo distribusi terhubung star.

Perbedaan Gelombang Listrik AC Fasa Tunggal dengan Tiga Fasa Bagaimana bisa ada dua tipe arus listrik AC di atas adalah berasal dari sumber arus listrik AC tersebut. (a) Alternator Dengan Satu Putaran Lilitan Kumparan Sebagai Rotor (b) Alternator Dengan Beberapa Putaran Lilitan Kumparan Sebagai Rotor 15 . Berikut akan kita bahas lebih lanjut dua tipe generator ini berdasarkan fasa listrik AC yang ia hasilkan. 1. atau beberapa kumparan kawat yang tersusun secara seri. Generator AC Fasa Tunggal. Jumlah dan susunan kumparan menjadi penentu jumlah fasa yang dihasilkan oleh sebuah generator AC. Untuk lebih jelasnya mari kita perhatikan beberapa skema generator berikut. dalam hal ini adalah generator. Generator AC yang menghasilkan listrik fasa tunggal adalah generator yang di dalamnya hanya memiliki satu kumparan kawat (armature). Komponen generator yang menentukan jumlah fasa yang dihasilkan tersebut adalah kumparan kawat (armature).

Gambar (c) dan (d) adalah generator AC tipe medan magnet sebagai rotor. dimana kumparan kawat bertambah menjadi empat kumparan dan begitu pula dengan kutub magnet yang juga menjadi empat kutub. yakni sebuah alternator dengan kumparan sebagai rotor. Nampak pada gambar (c). namun memiliki nilai voltase yang berlipat ganda sesuai dengan jumlah lilitan kumparan. Generator gambar (d) merupakan pengembangan dari desain (c). Dengan desain semacam ini. Lilitan kumparan saling terhubung secara seri sesuai dengan gambar di atas. Selain itu karena kumparan 16 . hal ini dikarenakan tiaptiap kumparan akan menghadap ke medan magnet dengan kutub yang berbeda. sehingga kawat kumparan didesain berada di sisi stator. Selain itu arah putaran lilitan kumparan antara yang satu dengan yang lainnya nampak saling berkebalikan. Gambar (b) juga sama seperti gambar (a). Nampak pada grafik dibawahnya bahwa dengan satu putaran lilitan kumparan mampu menghasilkan listrik AC fasa tunggal. Hanya saja lilitan kumparan diperbanyak menjadi beberapa kali. Sehingga di setiap satu putaran rotor akan tercipta dua gelombang penuh listrik AC. Dengan desain demikian akan membuat arah arus listrik yang terbangkitkan akan selalu searah antara kumparan yang satu dengan yang lainnya.(c) Alternator Dengan Satu Pasang Kumparan Sebagai Stator (d) Alternator Dengan Dua Pasang Kumparan Sebagai Stator Keempat jenis generator di atas sama-sama menghasilkan arus listrik AC satu fasa. untuk setiap 90o putaran rotor. stator tersusun atas dua sisi kumparan yang saling terhubung secara seri. Hal ini akan menghasilkan arus listrik AC fasa tungggal dengan frekuensi yang sama seperti gambar (a). Gambar (a) adalah sebuah generator AC dengan kumparan kawat sebagai rotor. kutub voltase listrik akan berubah arah dari positif ke negatif ataupun sebaliknya.

Generator AC Fasa Tiga. Generator tiga fasa memiliki prinsip kerja yang sama dengan generator satu fasa. disusun sedemikian rupa sehingga diantara ketiganya memiliki jarak sudut 120o.dihubungkan secara seri dan output tegangan berupa satu fase. Jika pada alternator satu fasa beberapa kumparan dihubungkan secara seri akan menghasilkan tegangan listrik AC yang lebih besar. Masingmasing kumparan memiliki dua ujung kawat yang salah satu ujungnya dihubungkan dengan ujung kawat kumparan lainnya dengan bentuk konfigurasi delta (Δ) atau wye (Y) seperti 17 . maka besar tegangan listrik total yang dihasilkan oleh generator ini sebanyak empat kali tegangan yang dihasilkan oleh masing-masing kumparan. Pembeda paling utama adalah digunakannya tiga kumparan kawat yang saling terhubung dengan konfigurasi khusus. maka pada alternator tiga fasa koneksi antar ketiga kumparan kawat akan menghasilkan tiga gelombang voltase listrik AC yang saling mendahului. Dengan kata lain dua kali lebih besar dibandingkan dengan tegangan listrik yang dihasilkan oleh generator (c). Koneksi Antar Kumparan Pada Alternator AC Tiga kumparan kawat. 2. baik diposisikan sebagai rotor ataupun stator alternator.

dan hijau adalah posisi dimana kumparan kawat harus diletakan serta merepresentasikan fase satu. Ketiga gelombang tersebut memiliki frekuensi yang sama persis.pada gambar di atas. 18 . Dibawah ini adalah sebuah animasi proses pembentukan gelombang listrik AC dari sebuah alternator. 3 Kumparan Sebagai Stator Alternator Saling Terhubung dengan Koneksi Y Tegangan listrik keluaran alternator AC tiga fasa membentuk tiga buah gelombang sinus jika diproyeksikan ke dalam sebuah grafik. namun saling memiliki jarak sepertiga gelombang antara satu gelombang dengan gelombang lainnya. dua. Sedangkan ujung-ujung kawat kumparan lainnya berfungsi sebagai output untuk menyalurkan energi listrik AC yang terbangkitkan keluar generator. biru. dan tiga. Titik-titik merah.

maka sangat penting untuk mengkaji keperluan listrik dan biayanya. Oleh karena itu perlu dikaji secara rinci keperluan listrik untuk proses.1 Kesimpulan Unit pendukung proses atau sering pula disebut unit utilitas merupakan sarana penunjang proses yang diperlukan pabrik agar dapat berjalan dengan baik. Sistem Distribusi merupakan bagian dari sistem tenaga listrik. Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power Source) sampai ke konsumen. 19 . Untuk mengerti biaya yang diperlukan untuk memenuhi keperluan listrik sebagai unit penyedia proses. Pada umumnya. kukus (steam). utilitas dalam pabrik proses meliputi air.2 Saran Dalam perancangan sebuah pabrik. 5.BAB V PENUTUP 5. maka perlu dibuat rincian biaya. Penyediaan Listrik untuk keperluan proses dapat dari PLN maupun generator. Listrik merupakan salah salah satu unit pendukung yang penting. dan listrik.

2014.pdf.F.DAFTAR PUSTAKA Anonim.pln. Dikutip dari www. 2016. co. Penyesuaian Penetapan Tarif Tenaga Listrik. Macam-macam Generator AC.co.id . Diakses pada tanggal 1 Mei 2016 20 . Unit Pendukung Proses.id/2008/12/sistem-distribusi-tenaga-listrik. 2007.com/macammacam-generator-ac/3/. Dikutip dari http://artikel-teknologi. Diakses pada tanggal 1 Mei 2016 Anonim. Sistem Distribusi Tenaga Listrik. Dikutip dari eprints. Diakses pada tanggal 1 Mei 2016 Anonim.html. 2015. Dikutip dari http://dunia-listrik.ac.ums.id/1541 9/5/BAB_IV_40_000. A. Diakses pada tanggal 1 Mei 2016 Wahyuningtyas.