e – BUDGETING

1. Pendahuluan
e-Budgeting saat ini merupakan salah satu topik utama yang hangat dan up to
date untuk diperbincangkan, setelah diterapkan di Surabaya dan DKI Jakarta serta
kemungkinan nanti akan diterapkan pula di Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam
hal penyusunan APBN. Begitu besar reaksi masyarakat dalam menanggapi penerapan
e-budgeting tersebut dengan berbagai alasan dasar, seperti bahwa e-budgeting
membuat keuangan daerah menjadi transparan, dapat dipertanggungjawabkan, dan
bebas dari penyelewengan.
e-Budgeting merupakan salah satu bentuk manajemen perubahan yang
dilakukan oleh beberapa pemerintah daerah diIndonesia dalam menangani tindak
korupsi oleh oknum – oknum yang tidak bertanggung jawab. Proses perubahan ini tentu
saja ada yang setuju dan ada juga yang kontra. Salah satunya Koordinator Gerakan
Indonesia Bersih (GIB) Adhie Massardi yang menilai persoalannya bukan soal sukses
atau tidaknya program e-budgeting dalam menangkal anggaran siluman, namun
program e-budgeting itu adalah bentuk pengebirian peran legislatif di DPRD DKI.
"Sistem e-budgeting itu menjadi bentuk pengebirian legislatif dalam hal ini DPRD DKI
dalam melakukan fungsi pengawasan dan hak budgeting. Karena e-budgeting adalah
program yang dirancang agar eksekutif (gubernur) berjalan tanpa ada control dari
parlemen," terang Adhie di Jakarta, Rabu (18/3) seperti informasi yang dilansir
indopos.co.id. Sementara itu ada juga yang menanggapinya secara positif yaitu MenPan
– RB Asman Abnur "Saya mengapresiasi daerah yang telah menerapkan e-budgeting.
Namun e-budgeting harus didasarkan pada kinerja yang akan diwujudkan (outcome).
Saya harap itu bisa dikembangkan," ujar Asman di Surabaya, Selasa (2/8).Menurutnya,
dengan menerapkan e-budgeting, maka efektivitas dan efisiensi dalam penggunaan
anggaran bisa ditingkatkan. Hal ini dikarenakan dalam implementasinya, program atau
kegiatan 'siluman' bisa dicegah melalui transparansi sistem penganggaran.

2. Pengertian e – Budgeting
e-Budgeting adalah sistem saling mengawasi anggaran agar terciptanya
transparansi dalam penyusunan anggaran dalam suatu daerah.Jadi dengan adanya
sistem ini masyarakat dapat melihat anggaran apa saja yang dibuat atau di ajukan.

Badan Perencanaan Kota (Bappeko). tapi juga berdampak positif pada peningkatan pelayanan publik.3. Banyak ditemukannya inefisiensi penggunaan anggaran yang tidak jelas c. Latar Belakang Penggunaan e-Budgeting a. 6. 2. penerapan pelbagai sistem layanan elektronik itu bukan hanya terbukti sukses meminimalkan potensi terjadinya korupsi. 3. Tim Peneliti berhak membuat perubahan komponen yang diajukan SKDP. Kelompok ini bertugas memeriksa komponen yang diusulkan SKDP kena pajak atau tidak kena pajak. dalam Undang-Undang 23 tahun 2014 tentang b. Di negara maju. SKDP. Legislatif. Setiap satuan dinas mempunyai login untuk mengisi usulan kegiatan dan harga yang disesuaikan dengan anggaran yang diberikan. Pendorong  Komitmen pimpinan daerah untuk mempercepat proses penganggaran  Mengurangi kebocoran anggaran APBD  Mempercepat proses penyusunan RKA SKPD  Mengurangi penggunaan kertas Penghambat  Perlu waktu untuk mengubah mindset para pegawai untuk membangun dan menjalankan e-budgeting  Adanya resistensi penolakan pada beberapa SKPD  Ketergantungan terhadap jaringan internet . Dapat mengakses semua akses user dan mengunci kegiatan yang sudah diusulkan satuan kerja. menghapus komponen dan mengunci komponen. Merupakan kelompok yang ditunjuk untuk memonitoring anggaran dan usulan dari SKDP. 4. sudah sepatutnya negara ini menerapkan sistem serupa untuk menumpas para siluman anggaran. baik di pihak legislatif maupun eksekutif. Tim Peneliti. Pihak yang berperan dalam E-Budgeting serta tugas dan peran masing-masing pihak dalam EBugdgeting antara lain adalah sebagai berikut : 1. Bertugas menentukan program dan anggaran SKDP. Tim Data. Administrator. Anggota Dewasn dapat melihat usulan perencanaan setiap satuan kerja. Selain itu Tim Data dapat merubah komponen harga. 5. Karena itu. E-budgeting telah diatur pemerintahan daerah.

Sistem ini terbilang revolusioner dan berdampak sangat baik untuk perlawanan dan pencegahan praktik korupsi yang selama ini sering bersarang di birokrat. Manfaat  Penyusunan Anggaran SKPD menjadi lebih cepat  Mempermudah dan mempercepat SKPD untuk melakukan perubahan atau menambahkan komponen pada rincian RKA jika sudah ada izin dari tim  Tersedianya standar harga (SBU) untuk menyusun anggaran  Mendapatkan informasi dan data rencana anggaran lebih cepat    Studi Kasus PEMKOT SURABAYA   pada 31 mei 2014. bu risma melekukan MOU dengan 14 kepala daerah untuk kerjasama lintas kota. salah sattunya sistem e-budgeting ini. Sekarang saatnya pemda lain turut menggunakan sistem ini !!!!! ^^ . Adanya keterbatasan SDM untuk mengoperasikan aplikasi e-budgeting  Masih banyaknya SKPD yang belum memahami penggunaan aplikasi e-budgeting Tahapan proses  Membuat mapping sistem dan database budgeting disesuaikan dengan alur kerja manajemen penganggaran  Membuat alur kerja e-budgeting beserta manajemennya  Membangun sistem e-budgeting (software dan hardware) sesuai dengan alur kerja manajemen kinerja  Melakukan pelatihan bagi SDM pengelola sistem  Uji coba sistem e-budgeting  Internalisasi e-budgeting kepada seluruh SKPD dan stakeholders  Menerapkan dan memelihara sistem e-budgeting. Pemkot Sby memiliki niat baik untuk membagikan software nya mulai dari sistem ini sampai sistem perijinan dan bersedia memberikan pelatihan pemda lain jika mau.

Diskusi publik di banyak media. kisruh ini adalah yang pertama terjadi di Indonesia secara telanjang. . tidak hanya pada saat lelang. seorang peserta bertanya ketika saya selesai mempresentasikan eProcurement (lelang online) di Indonesia: Apakah Anda yakin sistem tersebut benar-benar menghapus korupsi? Jawab saya: Tidak seratus persen. Sebaliknya. publik diberi tontonan menarik ini. Ahok menuduh DPRD yang menambah anggaran “siluman” sebesar Rp 12. dengan aksi saling melaporkan. termasuk media sosial. kekisruhan ini bereskalasi dalam beberapa hari terakhir.Dalam sebuah konferensi internasional. Mengapa menarik? Meskipun ini adalah masalah DKI Jakarta. Saling tuduh siapa mengubah RAPBD adalah menu utamanya. “Bau busuk” korupsi dapat tercium mulai pada saat perencanaan atau penyusunan anggaran. Bahkan. Dalam beberapa pekan terakhir. Saya jelaskan bahwa korupsi dalam ranah pengadaan barang dan jasa. mencakup semua spektrum. Drama kekisruhan antara DPRD dan Gubernur DKI Jakarta (Ahok) dalam penyusunan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) adalah buktinya. Publik semakin dewasa dan lebih peduli dengan masalah bangsa. DPRD menuding pihak eksekutif yang melakukannya.1 triliun. adalah indikasinya.

Supaya tidak hanya menjadi mimpi tanpa ujung. fitur ini dalam sistem eBudgeting di DKI Jakarta telah menolak usulan anggaran yang tidak relevan sebesar Rp 5. Daftar manfaat ini dapat diperpanjang. Faktor non-teknis. Dengan demikian. Ketiga. pemerintah menjadi lebih akuntabel. mulai dari perencanaan. Rasa penasaran publik terobati. termasuk kemungkinan melakukan simulasi dan bahkan peramalan anggaran. Sampai hari ini. namun tetap aktual. Kota Surabaya sudah menggunakannya mulai beberapa tahun yang lalu. Jika daftar manfaat ini terwujud. sangat sulit mencari laporan realisasi APBD detil yang dapat diakses oleh publik. bunyi slogan sebuah iklan. sampai dengan kendali dan evaluasi. termasuk kepentingan beragam orang yang terlibat. Tulisan ini dimuat dalam Kolom Analisis Harian Kedaulatan Rakyat. hambatan terbesarnya bukan masalah teknis. eBudgeting adalah aplikasi teknologi informasi atau perangkat lunak untuk mendukung siklus penganggaran. tranparansi anggaran dapat ditingkatkan. kontrol akan lebih mudah dilakukan. jika fitur ini dirasa perlu dan dimasukkan ke dalam sistem. “Kalau bersih kenapa harus risih”.Bagaimana mengurangi “bau busuk” korupsi yang mungkin terjadi pada saat penyusunan anggaran? Sistem eBudgeting yang digunakan oleh DKI Jakarta adalah salah satu jawabnya. sistem eBudgeting memuat fitur ini. Lagi-lagi. Usulan anggaran yang “mengada-ada” dapat diminimalkan. kontrol dapat dilakukan sejak tahap perencanaan. Dengan catatan. Karena itulah. Ahok dapat dengan “mudah” mengetahui dan yakin munculnya anggaran “siluman”. penggunaan eBudgeting bukan tanpa hambatan. Hanya mereka yang berhak yang dapat mengakses dan mengubah anggaran. Keempat. eBudgeting di Indonesia sebetulnya bukan hal baru. Ke depan. Namun demikian. eBudgeting didesain untuk dapat menolak usulan yang dianggap tidak relevan. diperlukan keberanian khusus dari pada pemimpin pemerintahan semua tingkat. Nilai yang disuntikkan ke dalam sistem eBudgeting adalah kontrol dan transparansi. Kedua. Namun demikian. termasuk realisasinya secara detil seharusnya juga dapat diakses oleh publik. Tidak semua orang nyaman dengan ini. Masih banyak pihak yang risih dengan berbagai alasan. meski tidak pada situs web resmi. 6 Maret 2015 . pembuatan program. perlu diingat. kontrol realisasi anggaran akan menjadi lebih mudah dilakukan. Masalah klasik. Ahok mengklaim. manfaat ini mewujud hanya jika asumsi orang yang berhak tersebut adalah orang-orang terpercaya. Apa manfaat dari eBudgeting? Pertama. sangat mungkin lebih dominan. Karenanya. karena setiap rupiah pengeluaran dapat dilacak dengan mudah. publik dapat melihat RAPBD detil dua versi secara online. Capaian pelaksanaan program dan keterserapan anggaran bahkan dapat diketahui secara langsung ketika sudah dilaporkan ke sistem. Saat ini. kepercayaan publik terhadap pemerintah pun dapat terungkit.3 triliun. Sebagai halnya banyak inisiatif penggunaaan teknologi informasi di sektor publik. RAPBD versi final. pelacakan siapa mengisi apa seharusnya juga dapat dilakukan dengan mudah (jika fitur ini dikembangkan). Pada kasus DKI Jakarta.