PROSES KREATIF

DALAM PEMBUATAN TARI

Oleh:
Rizka Nuraini A.
Miftah Arif R.
Pradana firly A.
Parrisca Indra P.
Etty Zakiya
Ike Restuti K.N.
A.A. Mas Sudarningsih

157865002
157865008
157865013
157865014
157865021
157865024
157865030

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
PROGRAM PASCA SARJANA
PENDIDIKAN SENI BUDAYA
2016

mengendalikan dan menghentikan gerak. pasti akan memerlukan tenaga. tidak mungkin dapat dihasilkan gerak yang baik. yaitu agar ayunan bisa sama. Untuk lebih jelasnya sebagai contoh. B. Gerak tari telah melalui perubahan atau dipindahkan dari gerak yang wantah diubah bentuknya menjadi gerak tari. desain atas. Gerak tari tidak bisa lepas dari unsur tenaga. dalam hal ini yang dimaksudkan adalah penyusunan tari yang disebut dengan koreografi Dalam penyusunan karya tari perlu kiranya dibekali dengan beberapa teori untuk membimbing sebagai penata tari pemula.BAB I UNSUR-UNSUR TARI Tari adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan melalui gerak-gerak ritmis yang indah (Soedarsono 1978:3). Unsur tenaga di dalam tari menggambarkan suatu usaha yang menentukan memberikan watak pada gerak. 1 . karena penggunaan tenaga dengan baik akan memberi efek dinamika dalam sebuah tarian. Tanpa tenaga. komposisi kelompok. dan waktu. ruang. Untuk itu harus memahami cara penggunaannya. Tenaga Setiap kita melakukan gerak. tema. misalnya jika anda menggerakkan tangan ke depan dan ke belakang dalam menari massal. Ruang di dalam tari dapat dibedakan dariruang yang diciptakan oleh penari dan ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak. agar gerakannya kelihatan seragam maka tenaga yang digunakan harus seragam pula. karena tenaga merupakan kekuatan yang akan mengawali. Ruang Diatas telah dikemukakan bahwa ruang adalah salah satu unsur pokok yang menentukan terwujudnya suatu gerak. Dengan demikian. dramatik. tata lampu dan tata suara Gerak di dalam tari berbeda dengan gerak sehari-hari.Komposisi berarti susunan. desain lantai. penari semata-mata dapat bergerak atau menari karena adanya ruang. Penggunaan tenaga didalam gerak tari berbeda dengan penggunaan tenaga dalam kebutuhan lain. Mustahil jika suatu gerak lahir tanpa adanya ruang. A. dinamika. Adapun elemen-elemen komposisi yang mendasar dan perlu diketahui sebagai berikut: Gerak. tata panggung. tata rias dan busana. musik. karena setiap gerak yang dibuatnya memiliki disain ruangan dan berhubungan dengan benda-benda lain dalam dimensi ruang dan waktu. properti.

misalnya:Panggung. Garis tegak lurus memberi kesan tenang dan seimbang. c. halaman terbuka lapangan dan lain – lain. yaitu jangkauan gerak yang tergantung dari besar kecilnya ruanganyang digunakan seoerang penari.Misalnya jika anda bergerak menirukan burung terbang dengan menggunakankedua tangan ke atas dan kebawah. dan ke arah lainnya. Garisdatar memberi kesan istirahat dan sebagainya. Volume. Garis. baik itu berupa ruang yang diciptakan oleh penarimaupun ruang tempat menari. merupakan arena yang dilalui penari saat melakukan gerak. Garis diagonal atau zig-zag menimbulkankesan dinamis. Fokus. Ketinggian maksimal dicapai penari adalah pada saat melompat keudara dan ketinggian minimal dicapai ketika rebah dilantai. Misalnya garis tubuhyang melengkungmenimbulkan kesan manis. dan fokus. yaitu sudut pandang suatu perspektif penonton dan yang diperlukandalam melakukan rangkaian gerak. Dengan kata laingerakan kecil bisa dikembangkan dan gerakan besar daoat dikecilkanvolumenya. langkah ke depan dapatdilakukan dengan langkah pendek. Ruang pentas atau tempat penari melakukan gerak adalah wujud ruang secaranyata. Misalnya. 2. yaitu kesan yang ditimbulkan setelah menggerakkan tubuhsedemikian rupa dengan membentuk garis tubuh diluar garis tubuh yangalami. volume. Pokok permasalahan yangterkandung dalam ruang. Gerakanini sama tetapi dilakukan dengan ukuran yang berbeda. d. sejauh jangkauan ayunan tangan itulah yangdimaksud dengan ruang yang diciptakan oleh penari. Ruang yang diciptakan penari adalah ruang yang langsung berhubungan denganpenari. arah. berhubungan dengan tinggi rendahnya penari pada saat melakukangerakan.1. Garis-garis ini menimbulkan kesan yang tidak berbeda dengan garis-garis dalam seni rupa. Arah. meliputi: Garis. kesamping. b.Untuk lebih jelasnya dapat diuraikan sebagai berikut: a.yaitu arah hadap penari ketika melakukan gerak. Level. 2 . Arah itu bisa kedepan. langkah biasa dan langkah lebar. level. ke belakang. e. yang batas imajinasinya adalah batas yang paling jauh yang dapatdijangkau oleh tangan dan kaki penari dalam keadaan tidak pindah tempat.

yanggerakannya telah mengalami stitisersi ataupun distorsi dengan memperhatikan unsur tenaga. Suatu saat gerakannya sangat lembut mengalun. Sebagai contoh. Gerakan yang dilakukan dalam tempo yang cepat dapat memberikan kesan aktif dan menggairahkan. Oleh sebab itu. Waktu Waktu adalah elemen yang membentuk gerak tari selain unsur tenaga ruang dan yang tidak dapat dipisahkan antara satu dan lainnya. saat berikutnya cepat dan menghentak. karena merupakan suatu struktur yang saling berhubungan perannya saja yang berbeda. Dalam unsur waktu ada dua faktor yang sangat penting yaitu tempo dan ritme. Elemen waktu berkaitan dengan ritme tubuh dan ritme lingkungan. Gerak yang dilakukan dalam waktu sedang cepat maupun lambat akan memberikan daya hidup pada sebuah tarian. atau sebaliknya membosankan. Unsur waktu sangat berkaitan dengan unsurirama yang meberi nafas sehingga tampak hidup.C. 3 . penonton akan jenuh dan bosan. ritme lebih mengarah ukuran cepat atau lambatnya setiap gerakan yang dapat diselesaikan oleh penari. ruang dan waktu (Murgiyanto. sedangkan gerakan lambat akan berkesan tenang. jika anda melihat suatu bentuk tarian anda akan melihat penari tersebut melakukan gerakan dengan tempo yang berbeda. Tempo berarti kecepatan dari gerak tubuh kita. Berdasarkan uraian mengenai gerak tari di atas dapat disimpulkan bahwa gerak dalam tari adalah gerak wantah yang telahdiubah menjadi gerak seni yang indah. Sedangkan ritme dalam ferak tari menunjukkan ukuran waktu dari setiap perubahan detail gerak. agung. Jika suatu tarian gerakannya selalu dalam tempo yang lambat. yang dapat dilihat dari perbedaan panjang pendeknya waktu yang diperlukan. 1983: 19-29). Sebaliknya jika selalu cepat akan memberikan kesan “melelahkan” dan membosankan pula.

keresahan. 2). proses tersebut dikenal dengan tahap produksi kreatif. Soedarsono) sebelum digarap tema perlu dites terlebih dahulu agar mendapatkan hasil yang baik. Jayaprana . Sangkuriang.Layonsari. Efek sesaat dari tema terhadap penonton apakah menguntungkan. (Masitoh. Seringkali terjadi kesulitan atau kebimbangan bagi penata tari pemula dalam penentuan tema. 2005: 47). Cerita rakyat atau legenda dari berbagai daerah misalnya: joko tarub. 3). peristiwa seharihari seperti ketemtraman. kemarahan. Bagi penata tari penentuan tema menjadi sangat penting karena tema ini lah yang membimbing dalama pencarian gerak atau penentuan dramatik. Dapatkah tema tersebut ditarikan. Penulisan Naskah Tari 1. Pemilihan Tema Tari Tema adalah ide-ide pokok/ ide sentral. Roro Jonggrang. Malinkundang. Ande-ande Lumut. Danau Toba. Penggalian Ide a. Untuk menentukan tema dalam penggarapan karya tari membutuhkan waktu serta pemikiran yang matang sehingga hasil yang diharapkan oleh piñata tari sesuai konsep dan ide. tjm. Bagi seorang penata tari yang kreatif semestinya hal tersebut tidak terjadi atau tidak kesulitan dalam menentukan tema. kepanikan dan sebagainya. kesedihan. kehidupan binatang.BAB II PROSES KREATIF DALAM TARI Setiap koreografi selalu melalui sejumlah proses. Secara garis besar tahap produksi kreatif dimulai dari A. kesombongan. kejahatan. ketamakan dan sebagainya. karena banyak peristiwa yang bisa dijadikan sumber tema diantaranya: Pengalaman hidup diri pribadi maupun orang lain yang dialami seperti kesenangan. dinamika maupun elemen yang lainnya. Raja Pala. La Meri mengyebutkan ada 5 tes tentang tema yaitu:1). ini dikarenakan tidak diimbangi dengan pencarian referensi baik dalam bentuk tulisan maupun kepekaan dalam merespon peristiwa sekitarnya. Keyakinan penata tari atas nilai dari tema. Menurut La Meri dalam bukunya yang berjudul Dance Composition The Basic Elemen (Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari. Dalam mengembangkan tema dapat dipilih dari berbagai topik yang dipandang relevan. Perlengkapan 4 . kesederhanaan. 4).

dan melodi. Cerita Semua bentuk penyajian memiliki alur.teknik tari dari pencipta dan penari. cukup menarik dan yang paling penting harus sesuai dengan tema. yaitu bagian-bagian yang saling berkaitan satu dengan yang lain. Sebagai elemen dasar dari musik adalah nada. tetapi harus benar-benar diketahui dan dikuasai seluk beluknya. d. e. Musik/karawitan merupakan teman yang tidak dapat dipisahkan satu dengan yang lainnya. Di dalam 5 . Penyusunan Konsep a. Judul Koreografi Judul hendaknya dinyatakan dengan singkat. Fasilitas-fasilitas yang diperlukan untuk pertunjukan misalnya: ruang. ritme. b. Sumber Materi Musik Musik adalah salah satu elemen komposisi yang sangat penting dalam suatu penggarapan tari. Tujuan sinopsis dikemukakan atau diinformasikan adalah untuk membantu penonton dalam mengikuti sajian pertunjukan. Sumber Pendukung Sumber pendukung bertujuan untuk memperkuat keyakinan koreografer akan objek yang dipilihnya karena objek yang ditangkap tidak hanya atas dasar kesan sesaat. ( Hidayat. 5). karena antara musik dan tari merupakan dua perpaduan yang harmonis. c. Oleh karena itu koreografer perlu memaparkan pengertian dan merumuskan alasan pemilihan judul. Tempo adalah cepat lambatnya irama. Selain itu ada juga pengembangan tari dimulai dari tahapan penetapan ide hingga muncul kehendak mewujudkan gerakan. 2008 : 37-40) 2. Ritme adalah degupan dari musik dengan aksen yang diulang-ulang secara teratur. Sumber Materi Garapan Tari Sumber materi garapan ini menyangkut teknik tari. musik dan lain sebagainya. b. kostum. Menyusun Sinopsis Sinopsis adalah suatu rangkaian penjelasan yang ditulis atau dibacakan pada waktu pertunjukan akan disajikan. lighting. gaya dan kesan-kesan gerak yang ditonjolkan. Melodi adalah susunan dari beberapa nada untuk membentuk satu gending.

2008:40-41 ). Penyajian Sebuah kegiatan dimana penata tari menyatakan gagasannya yang dituangkan dalam kegiatan proses kreatif secara kolektif dan disajikan / dipetunjukkan di depan publik (penikmat). hentakan kaki. Proses Kreatif 1. B. Musik diatonis adalah alat musik yang menggunakan elektronik. tari Bedoyo. Hal ini menunjukkan keterkaitan yang erat dalam tiga ranah yang disebuttrilogi penciptaan seni. Eksplorasi Merupakan sebuah proses kreatif yang dijadikan langkah awal untuk menentukan teknik gaya atau berbagai hal yang memiliki daya tarik. 2. Musik eksternal yaitu musik yang berasal dari luar diri penari atau suara yang dihasilkan oleh alat . Komposisi Sebuah penyatuan gerak yang bermacam-macam namun diperlukan kejelasan struktur wujud atau bentuk yang dikomunikasikan. dan penikmat. yaitu terdiri atas: koreografer. ( Hidayat.tari musik dibedakan menjadi dua yaitu musik internal dan musik eksternal. 22 ( Hidayat. ( Hidayat. tari Kecak dari Bali. misalnya tepuk tangan. 3. Srimpi. karya seni. Contoh tari sebagian besar tarian menggunakan musik eksternal kalau di Yogyakarta misalnya tari Golek. Sedangkan musik pentatonis adalah musik gamelan atau disebut juga musik tradisional. Klono Topeng dan sebagainya. tepuk paha. Musik internal yaitu musik yang bersal dari diri penari. Contoh dalam tari Saman dari Aceh. 2008: 52) 6 . Untuk musik eksternal ini bisa dari musik diatonis atau pentatonis. suara. 2008: 52) C. nepuk dada. Improvisasi Mencari kemungkinan gerak yang nyata dari penata tari atau penari.

Karya Seni Proses apresiasi Proses kreatif Seniman/ Koreogrfer Penikmat (Penonton) Interaksi sosial Bagan 2.1 Trilogi Penciptaan Seni (Koreografi) 7 .

Sal. Malang: Jurusan Seni & Desain Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang. Elemen-Elemen Dasar Komposisi Tari. Robby. Smith. Meri. Yogyakarta: Ikalasti Yogyakarta. Yogyakarta: Lagalito 8 . 1978. Murgiyanto. Komposisi Tari Sebuah Petunjuk Praktis Bagi Guru. Jacqueline. Humhprey. Terjemahan: Soedarsono. Soedarsono. 2008. 1985. Terjemahan: Ben Suharto.DAFTAR PUSTAKA Hidayat. 1975. Jakarta: Dewan Kesenian Jakarta. La. 1983. Terjemahan: Sal Murgiyanto. 1986. Seni Menata Tari. Soedarsono. Yogyakarta: Akademi Seni Tari Imdonesia Yogyakarta. Doris. Yogyakarta: Lagaligo. 1983. Jakarta: Depdikbud. Elemen-elemen Dasar Komposisi Tari. Koreografi: Pengetahuan Dasar Komposisi Tari. Pengantar Teori dan Praktek Menyusun Tari Bagi Guru. Pengantar Pengetahuan dan Komposisi Tari.

1 hit. 4 . 3 9 hit. 2 hit. 4 Contoh Ragam Gerak B Hitungan 1x4 hit. 2 hit. 3 hit. 1 hit.Lampiran Contoh PROSES KREATIF DALAM MEMBUAT GERAK TARI KONSEP KARYA TARI BERTEMA PASAR Contoh Ragam Gerak A Hitungan 1x4 hit.

Kiri-Kanan) – A (2x4) 3. 2 hit. Ragam Gerak A (2x4) – B (2x4. 1 hit. 6 hit.Contoh Ragam Gerak C Hitungan 1x8 hit. …. Kanan-Kiri) – C (1x8) 2.dst CATATAN 10 . 5 hit. 3-4 hit.7-8 Contoh Penggabungan Ragam Gerak 1. Ragam Gerak A (2x4) – C (1x8) – B (2x4.

Related Interests