LAPORAN TUTORIAL

SKENARIO 1 BLOK 5.3

PENGAMPU:

dr. ANGGELIA PUSPASARI
KELOMPOK VII:

PAZKA ANASTASIA GULTOM

G1A114066

RAHAYU OKTALIANI

G1A114068

SHINTA LAKSMI S

G1A114070

KHOIRUNNISA SARABAYAN P

G1A114072

ELMIRA NITA QAINY

G1A114073

RACHILLA ARANDITA S

G1A114080

MUTIA RAMADHANI S.L

G1A114081

WULAN REKSA FORTUNA

G1A114085

M AINUN NAJIB

G1A114086

M HERPIAN NUGRAHADIL

G1A114087

HANIFA AZZAHRA

G1A114089

PENDIDIKAN DOKTER
FAKULTAS KEDOKTERAN DAN ILMU KESEHATAN
UNIVERSITAS JAMBI
2016

SKENARIO
F, anak laki-laki, 22 bulan, BB: 4,8 kg, PB: 60 cm, di bawa ke RS karena tidak
mau makan. Orang tua An. F khawatir karena badan anaknya semakin lama
semakin kurus. Selama ini berat badannya selalu di bawah garis merah
berdasarkan KMS. Saat ini anak tampak lemas, sangat kurus, mata cekung,
perut,muka dan kaki kelihatan semakin membesar, rambut tipis, mudah rontok
dan bibir kering. Menurut ibu, An.F juga sering diare. Saat ini An.F belum bisa
berjalan, dan belum bisa duduk. An.F adalah anak ke-5 dari 5 bersaudara. Ibu F
mengatakan bahwa pertumbuhan An.F lebih lambat dibandingkan dengan
kakaknya. Pendidikan terakhir orangtua An.F adalah SD, ayah bekerja sebagai
buruh dan ibu tidak bekerja. Waktu lahir berat badan An.F 2kg dan panjang
badan 40cm, lahir spontan ditolong oleh bidan. Sejak lahir anak diberi ASI saja
selama 6 bulan dan setelah itu diberi makanan pendamping ASI seadanya, tidak
diberi susu formula. Pada pemeriksaan fisik didapatkan anak apatis, konjungtiva
palpebra anemis, wajah tampak seperti orangtua. Rambut kemerahan dan
mudah dicabut, perut buncit, otot-otot kaki atrofi, edema tibia (+), crazy
pavement dermatosis(+), baggy pants(+). Dokter kemudian mencoba memberi
tahu status gizi anak dengan menggunakan standar antropometri penilaian
status gizi anak(WHO-NCHS dan CDC). Apa yang terjadi pada An.F? Bagaimana
penatalaksanaannya?

KLARIFIKASI ISTILAH
1. KMS

:Kartu menuju sehat untuk melihat pertumbuhan

anak.1
2. Diare
yang yang

:Frekuensi dan konsistensi pengeluaran feses

3. Apatis
dan acuh

berlebih dan kekentalan
feses kurang
1
(abnormal).
:Yaitu keadaan di mana pasien tampak segan

tak acuh terhadap lingkungannya.1
4. Konjungtiva Palpebra Anemis
:Kondisi membran halus yang melapisi
kelopak mata
dan menutupi bola mata yang berwarna pucat. 1
5. Atrofi
:Pelisutan; mengecilnya sel, jaringan, organ atau
bagian
tubuh.1

6. Crazy Pavement Dermatosis
:Kelainan kulit berupa bercak merah muda
yang meluas dan
berubah warna menjadi coklat kehitaman dan
terkelupas.1
7. Baggy Pants
:Mengendornya
bagian bokong karena

proses lipolisis.1
8. Antropometri
dengan pengukuran

:Ilmu pengetahuan yang berurusan
besar,berat dan proporsi tubuh manusia.1

IDENTIFIKASI MASALAH
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.

Apa makna klinis An.F 22 bulan dengan BB 4.8 kg dan PB=60 cm ?
Apa makna klinis tidak nafsu makan pada An.F ?
Apa faktor penyebab An.F tidak nafsu makan ?
Bagaimana mekanisme An.F semakin lama semakin kurus ?
Apa makna klinis BB An.F dibawah garis merah KMS ?
Berapa BB ideal anak sesuai usia berdasarkan kurva WHO ?
Bagaimana cara membaca kartu KMS yang baik dan benar ?
Apa makna klinis dan mekanisme dari semua keluhan dan symptoms yang

dialami An.F ?
9. Apa saja penyakit yang ditandai dengan keluhan dan symptoms yang
dialami An.F ?
10.Bagaimana mekanisme dan faktor penyebab keluhan An.F dengan diare
yang dialaminya ?
11. Mengapa An.F belum bisa duduk dan berjalan pada usia 2 bulan serta apa
kemungkinan penyebab ?
12.Apa saja faktor penyebab pertumbuhan An.F lebih lambat dari saudaranya
?
13.Apakah hubungan keluhan dengan status sosial ekonomi keluarga An.F ?
14.Apa makna klinis BBL 2 kg dan PBL 40 cm pada An.F ?
15.Apakah ada hubungan Panjang badan lahir dengan intrauterina fetal
retardation ?
16.Apakah ada hubungan keluhan dan tanda dengan diberikannya ASI selama
6 bulan, MPASI seadanya dan tanpa pemberian susu formula pada An.F ?
17.Apa MPASI yang tepat diberikan pada anak sesuai usianya ?
18.Bagaimana cara mengukur status gizi An.F sesuai standar WHO, NHCS dan
CDC ?
19.Bagaimana kebutuhan gizi anak sesuai usia ?
20.Apa modalitas untuk pengukuran perkembangan sesuai intrumen KPSP
dan DDS ?

21. Jelaskan kurva antropometri berdasarkan ketentuan WHO, NHCS dan
CDC !
22.Bagaimana alur penegakan diagnosis dari An.F ?
23.Apa saja diagnosis banding dari keluhan dan symptom An.F ?
24.Apa yang terjadi pada An.F ?
25.Apa defenisi pada penyakit An.F ?
26.Apaetiologi pada penyakit An.F?
27.Apaepidemiologi pada penyakit An.F?
28.Bagaimana patogenesis danpatofisiologipada penyakit An.F?
29.Apamanifestasi klinisnya dari penyakit An.F ?
30.Bagaimana penatalaksanaan dari penyakit An.F?
31.Bagaimana komplikasi dari penyakit An.F?
32.Bagaimana prognosis dari penyakit An.F?
33.Bagaimana edukasi dan pencegahan dari penyakit An.F?

ANALISIS MASALAH
1. Apa makna klinis An.F 22 bulan dengan BB 4.8 kg dan PB=60 cm ?
Jawab :
An. F mengalami gizi buruk. Anak usia 22 bulan dengan BB 4 kg dan
PB 60 cm, merupakan suatu keadaan yang abnormal, yang menndakan
adanya gangguan dalam pertumbuhan tubuh anak. Dilihat dari BB anak
saat usia 22 bulan seharusnya mencapai ± 8 kg dan PB anak normalnya
± 72 cm. Jumlah ini diperoleh dari tabel pola pertumbuhan fisik dinama
berat badan Anak saat usia 22 bulan atau mendekati 24 bulan BB anak
adalah berat lahir berlipat 4 (bl anak 2 kg) jadi 2kg dikalikan 4 sama
dengan 8 kg. Sedangkan panjang badan saat akhirtahun pertama akan
bertambah 50% dari PB (PB anak 40 cm, 50% nya = 20 cm) dan saat
memasuki tahun kedua panjang badan anak akan bertamah 5 inchi / 12
cmjadi kira-kira panjang badan anak = 40 +20+12 cm = 72 cm.
Sumber: M.abraham rudolph dkk. 2006. Buku Ajar Pediatri
Rudolph Edisi 20 .volum 1. EGC. Jakarta.
2. Apa makna klinis tidak nafsu makan pada An.F ?
Jawab :
An. F mengalami malnutrisi, akibatnya sel-sel

kekurangan nutrisi

yang menyebabkan kerusakan pada mukosa lambung sehingga vili-vili
usus berkurang, akhirnya penyerapan nutrisi pun terganggu selain itu juga
akibat

terganggunya

konduksi

yang

menghantarkan

impuls

ke

hypothalamus sebagai rangsangan lapar, akibatnya anak tidak mau
makan. Nelson. 2000.IlmuKesehatanAnak. Jakarta: EGC.
3. Apa faktor penyebab An.F tidak nafsu makan ?
Jawab :
Penyebab kesulitan makanan itu sangatlah

banyak.

Semua

gangguan fungsi organ tubuh dan penyakit bias berupa adanya kelainan
fisik, maupun psikis dapat dianggap sebagai penyebab kesulitan makan

Beberapa factor tersebut dapat berdiri sendiri tetapi sering kali terjadi lebih dari 1 faktor.sehingga bisa yaitu menghasilkan Glukoneogenesis glukosa untuk energi. Apa makna klinis BB An. gangguan proses makan di mulut dan pengaruh psikologis. sehingga melakukan proses (proteolisis.lipolisis. Proses ini menyebakan cadangan lemak dan protein di bagian tubuh seperti di subkutan dan otot menjadi habis. Jakarta: PT Sagung Seto.Agus Firmansyah.Aspek. diikuti gangguan proses makan.8 kg berdasarkan grafik berada pada garis dibawah pita merah (pada gambar di bawah ini ditunjukkan oleh tanda panah) artinya anak mengalami gizi buruk. Corry. Sedangkan factor psikologis yang dulu dianggap sebagai penyebab utama.dsb tubuh melakukan kompensasi dengan katabolisme ). dkk. Gastroenterology problem makan pada bayi dan anak. Pediatric Nutrition Update. 2003. Edisi 2. Secara umum penyebab umum kesulitan makan pada anak dibedakan dalam 3 faktor. Bagaimana mekanisme An.1 . diantara nya adalah hilang nafsu makan. Matondang. kemudian terjadi atropi otot dimana sel-sel kekurangan asupan dan mengalami kematian itulah yang menyebabkan sehingga anak menjadi kurus.F semakin lama semakin kurus ? Jawab : Kurangnya intake makanan menyebabkan berkurangnya asupan nutrisi bagi tubuh.pada anak. Diagnosis Fisis Pada Anak. 2003.F dibawah garis merah KMS ? Jawab : Berdasarkan skenario umur anak 22 bulan dan berat badan hanya 4.  Gangguan proses makan di mulut  Gangguan saluran pencernaan  Gangguan psikologis Sumber : . Kelainan fisik dapat berupa kelainan organ bawaan atau infeksi bawaan sejak lahir dan infeksi didapat dalam usia anak. 4. S. Penyebab paling sering adalah hilangnya nafsu makan. 5. mungkin saat mulai ditinggalkan atau sangat jarang.

go. Tentang 2010.Sumber: Sedyaningsih.gizikia. Berapa BB ideal anak sesuai usia berdasarkan kurva WHO ? Jawab: .pdf. Diakses pada 29 November 2016. Republik Endang Indonesia Rahayu.id/wpcontent/uploads/downloads/2012/07/PMK-No. http://www. 6.-155-ttg-Penggunaan-KartuMenuju-Sehat-KMS-Bagi-Balita. Peraturan Pnggunaan Menteri Kartu Kesehatan Menuju Sehat.depkes.

Berdasarkan kurva dan table diatas. KMS Anak Laki-Laki untuk anak laki-laki dan KMS Anak Perempuan untuk anak perempuan.id/professional-resources/growth-chart/kurvapertumbuhan-who 7. Bagaimana cara membaca kartu KMS yang baik dan benar ? Jawab : Kartu Menuju Sehat (KMS) adalah kartu yang memuat kurva pertumbuhan normal anak berdasarkan indeks antropometri berat badan menuru tumur. Kurva Pertumbuhan WHO diakses tanggal 28 November 2016 pukul 20. Cara menggunakan KMS : Langkah-langkah pengisian KMS adalah sebagai berikut : 1. Memilih KMS sesuai jenis kelamin. Mengisiidentitasanakdan orang tuapadahalamanmuka KMS.8 kg. .6 kg – 11. 2. 2013. berat badan ideal terhadap umur An. F usia 22 bulan berkisar antara 10.05 WIB melalui http://www.idai.or. Sumber : Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Meletakkan titik berat badan dan membuat garis pertumbuhan anak . e. tanyakan perkiraan umur anak tersebut. d. Tulis bulan lahir anak pada kolom umur 0 bulan b. c. catatan data identitas Aida Fitri adalah sebagai berikut 3. 4.Contoh. Tulis bulan saat penimbangan pada kolom sesuai umurnya. Apabila anak tidak diketahui tanggal kelahirannya. Tulis semua kolom bulan penimbangan berikutnya secara berurutan. Mengisi bulan lahir dan bulan penimbangan anak a. Tulis semua kolom bulan penimbangan berikutnya secara berurutan.

hubungkan titik berat badan bulan lalu dengan bulan ini dalam bentuk garis lurus. b.  Tulis berat badan di bawah kolom  bulan saat penimbangan Letakkan titik berat badan pada titik temu garis tegak (umur) (berat dan garis datar badan). Mencatat setiap kejadian yang dialami anak . Letakkan (plot) titik berat badan hasil penimbangan.a. Hubungkan titik berat badan bulan ini dengan bulan lalu Jika bulan sebelumnya anak ditimbang. 5.

Kesimpulan dari penentuan status pertumbuhan adalah seperti tertera sebagai berikut: 7. Mengisi catatan pemberian imunisasi bayi . Menentukan status pertumbuhan anak Status pertumbuhan anak dapat diketahui dengan 2 cara yaitu dengan menilai garis pertumbuhannya. atau dengan menghitung kenaikan berat badan anak dibandingkan dengan Kenaikan Berat Badan Minimum (KBM).6.

tanpa makanan dan minuman lain. diisi dengan . bulan tersebut dan bulan berikutnya tanda (-).Tanggal imunisasi diisi oleh petugas kesehatan setiap kali setelah imunisasi diberikan. 8. Bila diberi makanan lain selain ASI. 9. Isi kolom Pemberian ASI Eksklusif Beri tanda (√) bila pada bulan tersebut bayi masih diberi ASI saja. Mengisi catatan pemberian kapsul vitamin A Tanggal diisi oleh kader sesuai dengan tanggal dan bulan pemberian kapsul vitamin A oleh kader.

dimana kadar kalori dan protein berkurang didalam tubuh sehingga glukosa darah berkurang. Cairan . Protein berguna untuk regenerasi dan pembentukan jaringan rambut. E yang merupakan nutrisi penting pada rambut. Vitamin C akan digunakan untuk reduksi prolin menjadi hidroksi prolin untuk pembentukan kolagen. Penurunan serum asam amino esensial dan non esensial akan menurunkan sekresihidroksi prolin yang digunakan unruk pembentukan  kolagen sehingga rambut mudah dicabut dan rontok.C.id/wp-content/uploads/2012/05/PedomanPenggunaan-KMS_SK-Menkes. Apa makna klinis dan mekanisme dari semua keluhan dan symptoms yang  dialami An. F mengalami malnutrisi. Folat.depkes. Perut. Rambut tipis dan rontok : karena kekurangan protein.pdf 8.SUMBER : Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Direktorat Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat. Konjungtiva palpebra anemis : An. F mengalami malnutrisi karena intake makan berkurang kedalam tubuh termasuk vitamin dan mineral seperti Fe.go. Asupan glukosa ke otak pun berkurang sehingga terjadi gangguan metabolisme di  otak dan terjadi penurunan kesadaran. 2010 [cited 2016 Nov 24]. As. dan vitamin. Kurangnya vitamin dan mineral inilah yang menyebabkan aliran darah ke konjungtiva berkurang sehingga  didapatkan konjungtiva anemis. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Tentang Penggunaan Kartu Menuju Sehat (KMS) Bagi Balita [internet]. Wajah seperti orang tua : karena intake makanan yang berkurang tubuh mengambil energi dari cadangan makanan lemak dan protein untuk diubah menjadi glukosa melalui proses glukoneogenesis.F ? Jawab : Apatis : An. muka dan kaki membesar: asupan asam amino yang tidak memadai dari protein dapat mengganggu sintesis albumin serta protein lain oleh hati sehingga menyebabkan hipoalbuminemia yang berdampak pada penurunan konsentrasi protein plasma sehingga tekanan onkotik menurun yang mengakibatkan peningkatan filtrasi kapiler diseluruh tubuh sehingga menyebabkan keluarnya cairan plasma menuju jaringan. Available from :http://gizi. Pada hal ini lemak dibawah kulit wajahnya berkurang dan wajah tampak seperti orang  tua. vitamin A.

hingga ada kala nya makanan hanya dapat diberikan melalui sonde lambung. dengan feses yang cair dan mengandung banyak asam laktat . 2012. Departemen Kesehatan RI.Bagaimana mekanisme dan faktor penyebab keluhan An. Apa saja penyakit yang ditandai dengan keluhan dan symptoms yang dialami An. And Lorraine M. DirektoratGizi Masyarakat. 2008.Robbins & Cotran Dasar Patologis Penyakit. Selain itu karena gizi buruk akibat kurang nya mikro nutrient berupa Zn sehingga  adanya penekanan dan diikuti pelembapan oleh keringat dan terjadi Crazy Pavement Dermatosis. Soetjiningsih.Wilson. Buku Bagan Tatalaksana Anak Gizi Buruk Buku I. Arthur and Hall. Price. Jakarta : EGC 9. Pada anoreksia yang berat penderita menolak segala macam makanan. Atrofi otot  sel-sel otot kekurangan nutrisi terjadi apoptosis lalu terjadi atropi otot. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6.F ? Jawab :  Gizi buruk  Diare  TBC  HIV Sumber.2006. Edisi 7. Direktorat Jendral Bina Kesehatan Masyarakat. Guyton. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. gliserol dan badan keton sehingga lemak yang banyak di pantat berkurang karena itulah terjadi baggy pants. halaman 461-463 2. Sylvia A. 10. Diare tampak pada sebagian besar penderita. Baggy pants : Kurang asupan makanan (karbohidrat) menyebabkan pemecahan sumber enargi lemak dan protein (glukoneogenesis) pada jaringan lemak menjadi asam lemak. Tumbuh Kembang Anak. Sumber : 1.F dengan diare yang dialaminya ? Jawab : Gejala saluran pencernaan merupakan gejala penting pada penderita Kwashiorkor-Marasmus. Jakarta : EGC. Jakarta : EGC 4. Crazy pavement dermatosis : Karena ketika terjadi defisiensi protein dalam : Malnutrisi menyebabkan gangguan metabolisme sehingga jumlah yang tinggi dan jangka waktu yang lama akan menyebabkan crazy pavement (+).plasma terakumulasi dalam jaringan akan mengakibatkan terjadinya  oedem. 1995. Kumar Vinay dkk (editor). Jakarta:Departemen Kesehatan 3.

psikososial maupun spiritual. ras. dan beberapa keunikan sifat dan sikap tubuh seperti temperamen. glukoneogenesis. Edisi keempat. tingkat sensitifitas jaringan terhadap rangsangan. Arthur and Hall.F lebih lambat dari saudaranya ? Jawab : Berdasarkan scenario. . umur pubertas. Referensi Pudjiadi Solihin. an. yaitu secara bertahap. F tidak bisa berjalan dan duduk. Faktor ini dapat ditentukan dengan adanya intensitas dan kecepatan dalam pembelahan sel telur. Jakarta : EGC 12. Buku Ajar Fisiologi Kedokteran Edisi 11. Sumber : Guyton.karena mengurangnya produksi lactase dan enzim disakaridase lain. Potensi genetik yang berkualitas hendaknya dapat berinteraksi dengan lingkungan yang positif agar memperoleh hasil yang optimal. Malnutrisi lipolisis. Faktor-faktor penyebab pertumbuhan lambat Faktor heriditer/ genetic Faktor heriditer Pertumbuhan adalah suatu proses alamiah yang terjadi pada individu. pertumbuhan fisik. lipolisis sehingga cadangan lemak dan protein berkurang.  cadangan intake menurun lemak dan  protein berkurang  atropi otot  tidak bisa duduk dan berjalan sehingga lebih  lambat dari saudaranya. dan berhentinya pertumbuhan tulang. F mengalami malnutrisi sehingga intake makanan akan menurun . memacu tubuh untuk melakukan glukoneogenesis. 2005 : 95-137. Ada kalanya diare demikian disebabkan pula oleh cacing dan parasit lain.F proteolisis. 11. Jakarta. Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia.Apa saja faktor penyebab pertumbuhan An. warna mata. rambut.F belum bisa duduk dan berjalan pada usia 2 bulan serta apa kemungkinan penyebab ? Jawab : An. Faktor ini tidak dapat berubah sepanjang hidup manusia. Cadangan lemak dan protein berkurang tersebut akan menyebabkan atropi otot sehingga An. Merupakan faktor keturunan secara genetik dari orang tua kepada anaknya. Mengapa An. proteolisis. berat dan tinggi anak semakin bertambah dan secara simultan mengalami peningkatan untuk berfungsi baik secara kognitif. 2008. dapat menentukan beberapa karkteristik seperti jenis kelamin. Penyakit KEP (kurang Energi dan Protein) dari Ilmu Gizi Klinis pada Anak.

Faktor lingkungan ini secara garis besar dibagi menjadi 2 yaitu : -Lingkungan pranatal (faktor lingkungan ketika masihdalam kandungan).Apakah hubungan keluhan dengan status sosial ekonomi keluarga An. radiasi. Sylvia A. sekolah. pendidikan orang tua. gizi. 4. Pola makan (Makanan pendamping ASI seadanya) . mineral. dan radiasi. imunitas. 2012.F ? Jawab : a. infeksi. Lingkungan keluarga dan adat istiadat. 2. faktor mekanis.  kepribadian orang tua. meliputi pekerjaan atau pendapatan keluarga. jenis kelamin. stabilitas rumah tangga. Anak yang lahir dan dibesarkan dalam lingkungan status sosial yang tinggi cenderung lebih dapat tercukupi kebutuhan gizinya dibandingkan dengan  anak yang lahir dan dibesarkan dalam status ekonomi yang rendah. Jakarta : EGC 13. keadaan rumah. penyakit kronis. Lingkungan postnatal dapat di golongkan menjadi : 1. Faktor Status Sosial ekonomi Status sosial ekonomi dapat berpengaruh pada tumbuh kembang anak. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6. apabila kondisi status kesehatan kurang baik. karbohidrat. dan air. meliputi sanitasi. Lingkungan biologis. teman sebaya. toksin atau zat kimia.Wilson. Faktor pranatal yang berpengaruh antara lain gizi ibu pada waktu hamil. stress. meliputi stimulasi. interaksi anak dengan orang tua. Selama masa tumbuh kembang. Sumber : Price. Faktor kesehatan Status kesehatan dapat berpengaruh pada pencapaian tumbuh kembang. Pada anak dengan kondisi tubuh yang sehat. perawatan kesehatan. motivasi belajar. endokrin. percepatan untuk tumbuh kembang sangat mudah. cinta kasih. Apabila kebutuhan tersebut tidak di penuhi maka  proses tumbuh kembang selanjutnya dapat terhambat. Lingkungan psikososial. stress. -Lingkungan postnatal ( lingkungan setelah kelahiran ). dan anoksia embrio. cuaca. Faktor Lingkungan/ eksternal Lingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi individu setiap hari mulai lahir sampai akhir hayatnya. dan fungsi metabolisme. Namun sebaliknya. lemak. vitamin. akan terjadi perlambatan. And Lorraine M. meliputi ras. anak sangat membutuhkan zat gizi seperti protein. dan sangat mempengaruhi tercapinya atau tidak potensi yang sudah ada dalam diri manusia tersebut sesuai dengan genetiknya. Lingkungan fisik. Faktor nutrisi Nutrisi adalah salah satu komponen penting dalam menunjang kelangsungan proses tumbuh kembang. 3.

F adalah kurang. yang berarti dapat dikatakan berat badan An. keadaan sosial dan politik yidak stabil. tahu dan lain-lain ) sangatlah dibutuhkan.Apa makna klinis BBL 2 kg dan PBL 40 cm pada An.F saat lahir kurang dari nilai normal. Faktor sosial budaya (ayah bekerja sebagai buruh) Hidup di negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. terutama pada masa peralihan ASI ke makanan pengganti ASI. b. saat dimana ibunya pun tidak dapat mencukupi kebutuhan proteinnya. namun bagi yang tidak memperoleh ASI protein dari sumber-sumber lain (susu. Normalnya berat badan bayi baru lahir berkisar 2. Kurangnya pengetahuan ibu mengenai keseimbangan nutrisi anak berperan penting terhadap terjadinya kwashiorkor. Bayi yang masih menyusui umumnya mendapat protein dari ASI yang diberikan ibunya. Faktor pendidikan orangtua (orang tuan An. Untuk panjang badan bayi baru lahir normalnya berkisar 45-55 cm. An. Sumber : . ataupun adanya pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dan sudah berlangsung turuntemurun dapat menjadi hal yang menyebabkan terjadinya gizi buruk.IlmuKesehatanAnak. Jakarta: EGC.Yang dalam hal ini. Nelson. 14. c. F hanya tamat SD) Pendidikan orangtua yang rendah membuat ketidaktahuan orangtua akan kebutuhan gizi anaknya. keju. 2000.5 – 4 kg untuk bayi lahir matur. tidak semua makanan mengandung protein/ asama amino yang memadai.F dikatakan mengalami gizik buruk sejak lahir. telur. Meskipun intake makanan mengandung kalori yang cukup. penyebabnya bias karena faktor dari ibu yaitu kurang asupan nutrisi yang baik dari ibu akibat faktor sosial ekonomi yang tidak memadai pada orang tua An. d. yang berarti dapat dikatakan panjang badan An.Protein dan karbohidrat adalah zat yang sangat dibutuhkan anak untuk tumbuh dan berkembang.F saat lahir belum mencukupi nilai normal atau dapat diartikan berat badan An.F ini.F ? Jawab : Waktu lahir berat badan Anak F 2kg dan panjang badan 40 cm. Faktor ekonomi (Penghasilan seadanya) Kemiskinan keluarga/ penghasilan yang rendah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi.

Apakah ada hubungan Panjang badan lahir dengan intrauterina fetal retardation ? Jawab : Pertumbuhan janin terhambat merupakan suatu bentuk deviasi atau reduksi pola pertumbuhan janin. Yang terjadi pada IUGR adalah proses patologi yang menghambat janin mencapai potensi pertumbuhannya. pertumbuhan janin terhambat (Intrauterine growth restriction) diartikan sebagai suatu kondisi dimana janin berukuran lebih kecil dari standar ukuran biometri normal pada usia kehamilan.bidanku. Intra Uterine Growth Restriction (IUGR) merupakan suatu keadaan dimana janin tidak mampu berkembang sesuai dengan ukuran normal akibat adanya gangguan nutrisi dan oksigenase. dan disfungsi vili – vili plasenta sering mengakibatkan IUGR. Kadang pula istilah PJT sering diartikan sebagai kecil untuk masa kehamilan-KMK (small for gestational age). Berat Badan Bayi Menurun. atau dengan kata lain suatu keadaan yang dialami bayi dengan berat badan lahir dibawah batasan tertentu dari umur kehamilannya. dimana berkurangnya suplai oksigen atau asupan gizi.com/berat-badan-bayi- menurun-normalkah] 15. Perkembangan abnormal. di mana bayi mempunyai berat badan kecil yang tidak menimbulkan kematian perinatal.1. dimana penurun kemampuan janin untuk menggunakan asupan gizi. Plasenta memainkan peranan penting dalam dua kategori yang pertama. Artinya janin memiliki berat kurang dari 90 % dari keseluruhan janin dalam usia kehamilan yang sama. Pada plasenta dari ibu dengan hipereklamsi terjadi invasi sitotrofoblas yang dangkal pada rahim dan diferensiasi sitotrofoblas yang abnormal. Bila berada di bawah presentil ke-7 maka disebut small for gestational age (SGA).ibudanbalita. 2011. Penyebab multifaktor dari IUGR ini disebabkan oleh tiga kemungkinan yaitu gangguan fungsi plasenta. . Panjang Badan Bayi Usia 0-12 Bulan [Diakses tanggal 29 november 2016 dari URL http://www. >37 minggu). faktor janin. Normalkan? [Diakses tanggal 29 November 2016 dari URL http://www. Umumnya janin dengan PJT memiliki taksiran berat dibawah persentil ke-10. berkurangnya perfusi.com/diskusi/PANJANGBADAN-BAYI-USIA-0-12-BULAN] Anonym. faktor ibu . Janin dengan PJT pada umumnya akan lahir prematur (<37 minggu) atau dapat pula lahir cukup bulan (aterm. khususnya pada tipe simetris. Menurut Gordon (2005). Anonym.

Kegagalan invasi sitotrofoblas ini akan mencegah remodeling desidual distal menyebabkan berkurangnya perfusi maternal-vili plasenta. kemudian secara bertahap terjadi pergeseran ke fase hipertopi. infark dan kerusakan sitokinin akan mengakibatkan terjadinya angiogenesis yang tidak menentu pada plasenta. Disfungsi vili plasenta yang disebabkan oleh apoptosis pada trofoblas. Hal sebaiknya terjadi kondisi percepatan pertumbuhan pada kondisi hiperglikemia pada kehamilan lanjut. Gangguan pertumbuhan pada malnutrisi yang terjadi selama fase hiperplasia akan menyebabkan berkurangnya jumlah sel yang sifatnya permanen (IUGR simetris). Didapati ukuran plasenta yang luas. PERKEMBANGAN PJT INTRAUTERIN Peningkatan rasio berat plasenta terhadap berat lahir ditimbulkan oleh kondisi diet rendah nutrisi terutama protein 1. Kondisi kekurangan nutrisi pada pertengahan kehamilan Defisiensi makanan mempengaruhi pertumbuhan janin dan plasenta. yang sifatnya reversibel (IUGR asimetris). Kondisi kekurangan nutrisi pada akhir kehamilan . tapi bisa juga terjadi peningkatan pertumbuhan plasenta sebagai kompensasi. Kondisi kekurangan nutrisi pada awal kehamilan Pada kondisi awal kehamilan pertumbuhan embrio dan trofoblas dipengaruhi oleh makanan. hipoksia plasenta setempat yang akan mengakibatkan terjadinya IUGR. Studi pada binatang menunjukkan bahwa kondisi kekurangan pertumbuhan dan nutrisi sebelum perkembangan. sehingga menghambat pemulihan dari plasenta. Fase hiperplasia dimulai pada awal perkembangan janin. implantasi Kekurangan bisa menghambat nutrisi pada awal kehamilan dapat mengakibatkan janin berat lahir rendah yang simetris. 3. Apabila malnutrisi terjadi pada fase hiperplasia dan hipetropi akan menyebabkan berkurangnya jumlah dan ukuran sel (IUGR kombinasi). 2. stress oksidatif. Malnutrisi yang terjadi selama fase hipertropi akan menyebabkan berkurangnya ukuran sel.

Dimana ASI ekslusif berfungsi untuk mencukupi gizi bayi. Dalam kehidupan dewasa. Diakses tanggal 16 Februari 2015 dari situs www. obesitas.stroke dan sindrom metabolik. kecuali obat dan vitamin disebut ASI eksklusif. perawakan pendek dan gangguan perkembangan saraf. Pada kondisi kronis mungkin telah terjadi proses perlambatan pertumbuhan yang irreversibel. MPASI seadanya dan tanpa pemberian susu formula pada An. Medan . Pengaruh IUGR juga sering mempengaruhi masa anak-anak dan dewasa.com 16. 2009. Volume dan Sekresi Ginjal pada Pertumbuhan Janin Terhambat dan Normal dengan Pemeriksaan Ultrasonografi. Pertumbuhan Janin Terhambat. segera setelah bayi lahir sampai umur 6 bulan tanpa makanan atau cairan lain termasuk air putih. Berghella etiology and V. pertumbuhan terlambat. penyakit arteri koroner. terjadi peningkatan risiko cerebral palsy. Menjelaskan fenomena yang mengacu pada dampak negatif dari peristiwa intrauterin atau perinatal pada pengembangan organ janin dengan kemungkinan peningkatan kerentanan penyakit di usia dewasa. Angelica et al.F ? Jawab : Pemberian hanya ASI saja.botefilia.Apakah ada hubungan keluhan dan tanda dengan diberikannya ASI selama 6 bulan. individu yang memiliki riwayat IUGR tercatat memiliki insiden yang lebih tinggi mengalami hipertensi. Komposisi kolostrum dan ASI (setiap 100 ml) .  A. Efek kekurangan makan tergantung pada lamanya kekurangan. Curr Obstet Gynecol Rep (2013) 2:102-11 Hasibuan.  Suhag (IUGR). Intrauterine growth restri ction diagnosis. diabetes. Dessy S.Terjadi pertumbuhan janin yang lambat yang mempengaruhi interaksi antara janin dengan plasenta. 2009 Sasongko W.  Departemen Obstetri dan Ginekologi FK USU. Pada kondisi akut terjadi perlambatan pertumbuhan dan kembali meningkat jika nutrisi yang diberikan membaik. Selama periode masa kanak-kanak.

dan gangguan enzim maupun hormonal.3 Tidak diberikannya susu formula mungkin juga berhubungan dengan status pekerjaan orang tua dan keadaan ekonomi keluarga dimana susu . pada anak yang BB lahirnya normal MP-ASI diberikan dengan frekuensi 2-3 kali dalam sehari maka dari itu untuk An.Setelah umur 6 bulan. seperti maldigesti. Susu formula umum adalah formula yang disediakan untuk bayi sehat maupun sakit dengan penyakit non metabolik sebagai pengganti ASI. malabsorbsi. Pada skenario ini An. Pemberian konsumsi gizi pada anak yang hanya sebatas ASI dan MP-ASI seadanya tidak dapat menggantikan kekurangan kalori pada anak. F mendapatkan MP ASI seadanya. 2 Pada kasus ini dengan BB lahir anak yang awalnya 2 kg dimana kemungkinan bayi lahir prematur atau bisa juga normal berarti telah terjadi kekurangan nutrisi sejak dalam kandungan. Seharusnya dengan berat badan lahir kurang tersebut pemberian ASI tidak hanya sampai usia bayi tersebut 6 bulan namun harus diteruskan hingga gizi anak mencukupi dan frekuensi pemberian ASI juga harus lebih sering dan diberikan dengan menggunakan pipa sonde karena refleks menghisap pada bayi ini belum berfungsi dengan baik. Susu formula khusus adalah formula yang disediakan untuk bayi atau anak dengan penyakit metabolik bawaan atau didapat. Juga memberikan MP-ASI tidak bisa hanya seadanya. F harus diberikan lebih sering bisa sampai 5 kali atau lebih dalam sehari. setiap bayi membutuhkan makanan lunak yang bergizi yang sering disebut Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).

Jakarta: EGC. Kebutuhan nutrisi nya tidak tercukupi hanya dari ASI saja. F adalah An. 3. dimana setelah 6 bulan kebutuhan nutrisi bayi akan meningkat. 3 Sehingga hubungannya dengan keluhan yang dialami An. Jakarta: EGC. Ilmu Kesehatan Anak. 9-12 bulan 3-4x makanan lembik + 1- 1 /2 mangkuk ukuran 250 ml 2x makanan selingan + 12-24 bulan ASI 3-4x makanan keluarga + 1-2x makanan selingan + ASI 3 /4 mangkuk ukuran 250 ml . Sumber: 2. Suraatmaja S. Sehingga pada kasus ini anak yang hanya diberikan ASI selama 6 bulan. seharusnya sebagai pengganti ASI. 17.Apa MPASI yang tepat diberikan pada anak sesuai usianya ? Jawab : UMUR (BULAN) ASI MAKANAN LUNAK MAKANAN LEMBIK MAKANAN KELUARGA 0-6 6-9 9-12 12-24 Frekuensi dan jumlah MPASI yang diberikan Umur 6-9 bulan Frekuensi 2-3x makanan lumat + 1-2x Jumlah setiap kali makan 2-3 sendok makan penuh setiap kali makan makanan selingan + ASI dan tingkatkan secara perlahan sampai 1 /2 dari mangkuk ukuran 250 ml tiap kali makan. berikan juga susu formula khusus untuk bayi berat badan lahir rendah. Sekitar 70% tercukupi dari ASI dan 30% nya dari makanan pendamping. 2000. Aspek Gizi Air Susu Ibu. F yang rendah.formula memang terbilang cukup mahal. F telah mengalami kekurangan gizi sejak lahir dengan pemberian nutrisi yang tidak mencukupi. 1997. susu formula perlu diberikan. maka sebaiknya dari lahir disamping pemberian ASI yang utama. untuk memenuhi kekurangan nutrisi dan mengejar pertumbuhan agar sesuai dengan pertumbuhan anak lain yang seusianya. Nelson. Dan juga mengingat BB lahir An.

Garis horisontal pada beberapa kurva pertumbuhan WHO menggambarkan umur dan panjang / tinggi badan.Bagaimana cara mengukur status gizi An. Makanan keluarga seperti nasi dengan lauk pauk. MPASI yang tepat diberikan pada An.id/download/Pedoman%20Gizi/PGS %20Ok.  Panjang badan menurut usia Laki-laki : a. Hubungkan angka pada garis horisontal dengan angka pada garis vertikal hingga mendapat titik temu (plotted point). Makanan lumat yaitu sayuran.depkes. 2. Tentukan angka yang berada pada garis horisontal / mendatar pada kurva. Usia 6 bulan-2 tahun . Tentukan umur.Bentuk MP-ASI : 1. bubur kacang hijau. umur.30 WIB melalui http://gizi. nasi tim halus. Titik temu ini merupakan gambaran perkembangan anak berdasarkan kurva pertumbuhan WHO. air jeruk manis. 3. NHCS dan CDC ? Jawab : 1) Antropometri WHO Cara menggunakan kurva pertumbuhan WHO : 1. Berdasarkan table diatas. daging/ikan/telur. 2. panjang badan (anak di bawah 2 tahun)/tinggi badan (anak di atas 2 tahun). dan IMT.F adalah makanan keluarga. tahu/tempe dan buah yang dilumatkan/disaring. pisang lumat halus. berat badan.go. 2014. seperti tomat saring. Tentukan angka yang berada pada garis vertikal/lurus pada kurva.pdf 18. Makanan lembik atau dicincang yang mudah ditelan anak. Pedoman Gizi Seimbang hal 76 diakses tanggal 28 November 2016 pukul 20.F sesuai standar WHO. seperti bubur nasi campur. 3. bubur susu dan bubur ASI. sayur dan buah . Garis vertikal pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan panjang/berat badan. pepaya lumat. 4. Sumber : Kementerian Kesehatan RI.

Usia 0-2 tahun .b.

6 bulan-2 tahun .c. Usia 0-5 tahun  Berat badan menurut usia Laki-laki a.

b. 0-2 tahun .

0-5 tahun  Berat badan menurut panjang .c.

Laki-laki : 0-2 tahun  Indeks Massa Tubuh Laki-laki : 0-2 tahun .

Garis yang lain dinamakan garis z-score. -3). -2. 3. Tabel 1. Pada kurva pertumbuhan WHO garis ini diberi angka positif (1. Tabel Pertumbuhan WHO . Untuk menginterpretasikan arti titik temu ini pada kurva pertumbuhan WHO dapat menggunakan tabel berikut ini. Titik temu yang berada jauh dari garis median menggambarkan masalah pertumbuhan. Garis 0 pada kurva pertumbuhan WHO menggambarkan median. Titik temu yang berada antara garis z-score -2 dan -3 diartikan di bawah -2. 3) atau negatif (-1. 2. Lingkar kepala Laki-laki 0-2 tahun Cara interpretasi kurva pertumbuhan WHO : 1. 4. Titik temu yang berada antara garis z-score 2 dan 3 diartikan di atas 2. 5. atau rata-rata 2.

or. Jika makin mengarah ke garis Z-skor 2 resiko gizi lebih makin meningkat. Mungkin untuk anak dengan perawakan pendek atau sangat pendek memiliki gizi lebih. SUMBER : .Tabeldikutipdari http://www.id/wp-content/uploads/2013/05/Tabel-GrowthChart-WHO. Hal ini merujuk pada gizi sangat kurang dalam modul pelatihan IMCI (Integrated Management of Childhood Illness in-service training. WHO. 3. Hal ini tidak masih normal. Geneva.idai. Titik plot yang berada di atas angka 1 menunjukan berisiko gizi lebih.jpg Catatan : 1. 5. 1997). Anak dalam kelompok ini mungkin memiliki masalah pertumbuhan tapi lebih baik jika diukur menggunakan perbandingan beratbadan terhadap panjang / tinggi atau IMT terhadap umur. 4. Anak dalam kelompok ini berperawakan tubuh tinggi. Singkirkan kelainan hormonal sebagai penyebab perawakan tinggi. 2.

h. tentukan usia untuk bulan terdekat bagi bayi dan anak-anak yang berusia 2 tahun hingga ¼ tahun terdekat bagi anak yang berusia 2-20 tahun. Tuliskan perawakan ibu dan ayah. . 3. setelah diukur. c.or. Kalkulasi IMT ketika anak berusia 2-20 tahun. Setelah memilih kurva dan menulis identitas dan nomor rekam pasien. Pertama. rekam data kelahiran anak (lewati langkah menggunakan kurva CDC usia 2-20 tahun). Gunakan kurva dibawah ini bagi bayi dan anak yang berusia 0-2 tahun    : WHO Weight-for-age WHO Length-for-age WHO Weight-for-length Gunakan kurva dibawah ini bagian anak dan remaja berusia 2-19 tahun:  CDC Weight-for-age  CDC Stature-for-age  CDC BMI-for-age 2. Tuliskan BB dan PB. g. d. rekam informasi mengenai faktor-faktor yang didapat saat kunjungan awal yang mempengaruhi pertumbuhan. jika perlu lengkapi tabel data. Tuliskan tanggal kelahiran. e. Tuliskan usia gestasi dalam minggu (abaikan langkah ini jika in ijika menggunakan kurva CDC usia 2-20 tahun). Tuliskan usia anak. b.Kurva Pertumbuhan WHO [internet]. Tambahkan catatan tambahan. Tuliskan BB dan PB saat lahir. Tuliskan tanggal sewaktu kunjungan tsb. Available from http://www. i.id/professional-resources/growthchart/kurva-pertumbuhan-who 2) Antropometri CDC 2000 Langkah-langkah menggunakan kurva pertumbuhan CDC : 1.idai. 2013 May 13 [cited 2016 Nov 25]. Tambahkan catatan tambahan (cont. : menyusui) Rekam informasi yang didapat sewaktu kunjungan f. a. Pilih kurva pertumbuhan yang cocok berdasarkan usia dan jenis kelamin anak. Selanjutnya.

c. artinya 5 dari 100 anak (5%) dengan jenis kelamin dan usia yang sama pada populasi referensi memiliki IMT menurut usia yang lebih tinggi. Tentukan usia anak pada aksis horizontal. Interpretasi pengukuran plot. Dilakukan dengan cara sebagai berikut.  Tentukan ranking persentil  Tentukan apakah ranking persentil menunjukkan indeks antropometrik berindikasi risiko nutrisional berdasarkan nilai batas ambang persentil  Bandingkan ranking persentil sekarang dengan ranking dari kunjungan sebelumnya untuk mengidentifikasi setiap pergeseran pada pola pertumbuhan anak dan diperlukannya assesmen lanjutan.4. Garis bergelombang pada kurva menunjukkan persentil yang mengindikasikan ranking pengukuran anak. Tarik garis membentuk garis vertikal lurus dari titik tersebut. Standar kurva pertumbuhan WHO dan CDC: . a. Contoh. ketika titik berada di plot garis persentil 95 pada kurva pertumbuhan IMT menurut usia CDC. panjang/tinggi badan. Gunakan tabel yang sesuai dengan parameter yang sedang diukur (berat badan. b. IMT) dan temukan ukuran yang sesuai yang didapatkan dari pengukuran anak pada garis vertikal. Mengukur plot. temukan panjang badan pada aksis horizontal. Saat melakukan plotting berat badan-panjang badan. Interpretasi pengukuran plot berdasarkan ranking persentil pada kurva pertumbuhan WHO atau CDC dan nilai batas ambang presentil menunjukkan indikasi nutrisi. Tarik garis horizontal lurus hingga berpotongan dengan garis vertikal yang sebelumnya telah dibuat. Tandai titik dimana dua garis berpotongan 5.

gov/NCCdphp/dnpa/growthcharts/resources/growthchart.pdf Kurva Pertumbuhan CDC : a.cdc.Tabel dikutip dari http://www. Persentil panjang badan dan berat badan menurut usia .

Laki-laki usia 0-36 bulan b. Persentil lingkar kepala menurut usia dan berat badan menurut panjang badan Laki-laki usia 0-36 bulan .

Physical Activity. May 2013 [cited 2016 Nov 25]. & Obesity.SUMBER : Use and Interpretation of the WHO and CDC Growth Charts for Children from Birth to 20 Years in the United States [internet].Bagaimana kebutuhan gizi anak sesuai usia ? Jawab : .gov/NCCdphp/dnpa/growthcharts/resources/growthchart.pdf 19. Available from : http://www.cdc. National Center for Chronic Disease Prevention and Health Promotion Division of Nutrition.

angka kecukupan vitamin yang dianjurkan perhari c. angka kecukupan energi. angka kecukupan mineral yang dianjurkan perhari Sumber : . protein. lemak. serat dan air yang dianjurkan perhari b. karbohidrat.a.

go. 30.pdf pada 29 November 2016 pukul 14. 21. Bila umur anak lebih dari 16 hari dibulatkan menjadi 1 bulan. 18. 42. yaitu : . 36. Cara menggunakan KPSP : Link KPSP usia : 3.id/download/Kebijakan%20Gizi/Tabel%20AKG.03 20. 72 bulan Bila anak berusia diantaranya maka KPSP yang digunakan adalah yang lebih kecil dari usia anak. Contoh : bayi umur 3 bulan 16 hari dibulatkan menjadi 4 bulan bila umur bayi 3 bulan 15 hari dibulatkan menjadi 3 bulan. 6. 60.  KPSP terdiri dari 2 macam pertanyaan. 54. Bila anak ini kemudian sudah berumur 9 bulan yang diberikan adalah KPSP 9 bulan. 15. 48.  Tentukan umur anak dengan menjadikannya dalam bulan.  Setelah menentukan umur anak pilih KPSP yang sesuai dengan umur anak. 12.Apa modalitas untuk pengukuran perkembangan sesuai intrumen KPSP dan DDS ? Jawab : KPSP Formulir KPSP adalah alat/instrumen yang digunakan untuk mengetahui perkembangan anak normal atau ada penyimpangan. 24. 9.LAMPIRAN PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 75 TAHUN 2013 TENTANG ANGKA KECUKUPAN GIZI YANG DIANJURKAN BAGI BANGSA INDONESIA (online) diakses dari http://gizi. Contoh : bayi umur umur 7 bulan maka yang digunakan adalah KPSP 6 bulan.depkes. 66.

Interpretasi Hasil KPSP  Hitung jawaban Ya (bila dijawab bisa atau sering atau kadang-kadang)  Hitung jawabab Tidak (bila jawaban belum pernah atau tidak pernah)  Bila jawaban YA = 9-10. Contoh : “pada posisi bayi anda terlentang. perkembangan anak meragukan (M)  Bila jawaban YA = 6 atau kurang. . Untuk Anak dengan Perkembangan SESUAI (S)  Orangtua/pengasuh anak sudah mengasuh anak dengan baik. perkembangan anak sesuai dengan tahapan perkembangan (S)  Bila jawaban YA = 7 atau 8. Contoh : “dapatkah bayi makan kue sendiri?” o Perintah kepada ibu/pengasuh anak atau petugas untuk melaksanakan tugas yang tertulis pada KPSP. kemungkinan ada penyimpangan (P).  Pertanyaan dijawab berurutan satu persatu. tariklah bayi pada pergelangan tangannya secara perlahan-lahan ke posisi duduk”  Baca dulu dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang ada.  Teliti kembali semua pertanyaan dan jawaban.  Setiap pertanyaan hanya mempunyai satu jawaban YA atau TIDAK. Bila tidak jelas atau ragu-ragu tanyakan lebih lanjut agar mengerti sebelum melaksanakan.  Pola asuh anak selanjutnya terus lakukan sesuai dengan bagan stimulasi sesuaikan dengan umur dan kesiapan anak.o Pertanyaan yang dijawab oleh ibu/pengasuh anak.  Rincilah jawaban TIDAK pada nomer berapa saja.

 Lakukan stimulasi intensif selama 2 minggu untuk mengejar ketertinggalan anak. Keterlibatan orangtua sangat baik dalam tiap kesempatan stimulasi. Lakukan stimulasi selama 2 minggu. Pada saat menilai KPSP kembali gunakan dulu KPSP 6 bulan.  Lakukan skrining rutin.  Lakukan KPSP ulang setelah 2 minggu menggunakan daftar KPSP yang sama pada saat anak pertama dinilai. Bila semua bisa. jawaban masih (M) = 7-8 jawaban YA. DDST Fungsi DDST . Untuk Anak dengan Perkembangan MERAGUKAN (M)  Konsultasikan nomer jawaban tidak. bisa dilaksanakan KPSP 9 bulan.  Bila setelah 2 minggu intensif stimulasi. karena anak sudah berusia 9 bulan. Lakukan lagi untuk KPSP yang sesuai umur anak. Konsultasikan dengan dokter spesialis anak atau ke rumah sakit dengan fasilitas klinik tumbuh kembang. dan ia hanya bisa 7-8 YA. pastikan anak tidak mengalami ketertinggalan lagi. Tanyakan adakah penyakit pada anak tersebut yang menghambat perkembangannya. Laksanakan stimulasi sebagai kegiatan sehari-hari yang terarah. Tidak usah mengambil momen khusus.  Bila anak sakit lakukan pemeriksaan kesehatan pada dokter/dokter anak. Misalnya umur anak sekarang adalah 8 bulan 2 minggu.  Bila usia anak sudah berpindah golongan dan KPSP yang pertama sudah bisa semua dilakukan.  Ikutkan anak setiap ada kegiatan Posyandu. mintalah jenis stimulasi apa yang diberikan lebih sering .

Menatap muka 2. Mengamati tangannya 5. Mengikuti ke garis tengah 2. Daag-daag dengan tangan 10.Memakai T-shirt 22.Bermain ular tangga / kartu 24. yang meliputi : a.Main bola dengan pemeriksa 11.Membuka pakaian 16. Mengamati manik-manik 6. Tersenyum spontan 4.Mengambil makan b.Minum dengan cangkir 13. Memegang icik-icik 4. Menyatakan keinginan 9. Makan sendiri 7. Mengikuti 1800 5. Berusaha menggapai mainan 6.Berpakaian tanpa bantuan 23.Gosok gigi tanpa bantuan 25. motorik halus. seperti: 1.Gosok gigi dengan bantuan 19.Menggunakan sendok dan garpu 15.Membantu di rumah 14.DDST digunakan untuk menaksir perkembangan personal sosial.Cuci dan mengeringkan tangan 20.Menyuapi boneka 17. Tangan bersentuhan .Menirukan kegiatan 12. bahasa dan motorik kasar pada anak umur 1 bulan sampai 6 tahun.Memakai baju 18. melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu dan dilakukan dalam: 1. Fine Motor Adaptive (Gerakan Motorik Halus) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak untuk mengamati sesuatu. Tepuk tangan 8. Mengikuti lewat garis tengah 3. bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungannya. Aspek-aspek Perkembangan yang Dinilai Dalam DDST terdapat 125 tugas-tugas perkembangan dimana semua tugas perkembangan itu disusun berdasarkan urutan perkembangan dan diatur dalam 4 kelompok besar yang disebut sektor perkembangan. Membalas senyum pemeriksa 3. Personal Social (Perilaku Sosial) Aspek yang berhubungan dengan kemampuan mandiri.Menyebut nama teman 21.

Mencoret-coret 16.Menara dari 2 kubus 18. mengikuti .Menyebut 1 gambar 21.Mencontoh ð yang ditunjukkan 28. Mencari benang 9.Menara dari 4 kubus 19.3 kata 17.Menunjuk 4 gambar 23. Language (Bahasa) Kemampuan untuk memberikan respon perintah dan berbicara spontan yang meliputi : 1. Menoleh ke arah suara 8.Memegang dengan ibu jari dan jari 13.Mencontoh ð c.Menyebut 4 gambar terhadap suara. Bersuara 3. Meniru bunyi kata-kata 10.Mengoceh 13. Oooo ? Aaaah 4.Bicara dengan dimengerti 24.Menunjuk 2 gambar 19.Menggambar orang 6 bagian 29.Menara dari 6 kubus 20.Menara dari kubus 22.Menyebut bagian badan 22.Mengambil dua buah kubus 12.Papa/mama spesifik 14.Kombinasi kata 20.Menaruh kubus di cangkir 15. Menoleh ke bunyi icik-icik 7.Papa/mama tidak spesifik 11.Mencontoh O 24. Satu silabel 9.Meniru garis vertical 21. Berteriak 6.Mencontoh (titik) 26.7.1 kata 15.Membenturkan 2 kubus 14.Menggambar dengan 3 bagian 25.Memindahkan kubus 11.2 kata 16.6 kata 18.Menggoyangkan dari ibu jari 23. Bereaksi 2.Ambil manik-manik ditunjukkan 17. Meraih 8. Menggaruk manik-manik 10.Kombinasi silabel 12.Memilih garis yang lebih panjang 27. Tertawa 5.

Berdiri tanpa pegangan 11. Mengangkat kepala 3. Menumpu badan pada kaki 6.Berjalan naik tangga 20.Lari 19.Melempar bola.Menyebut satu warna 28. Bangkit kepala tegak 9.Bicara semua dimengerti 31.Berlawanan 2 37.Mengartikan 7 kata d.Menendang bola ke depan 21.Mengerti 2 kata sifat 27.Kegunaan 2 benda 29.Mengerti 4 kata depan 32.Bangkit waktu berdiri 12. Gerakan seimbang 2.Berjalan tumit ke jari kaki 30. Duduk tanpa pegangan 10.Menghitung 6 kubus 36. meliputi kemampuan dalam: 1.Mengartikan 6 kata 34.Berdiri 2 detik 14.Berdiri satu kaki 1 detik 25.Berdiri satu kaki 2 detik 26. Gross Motor (Gerak Motorik Kasar) Aspek yang berhubungan dengan pergerakan dan sikap tubuh.Berdiri satu kaki 6 detik Cara penilaian .Melompat dengan satu kaki 27.Mengetahui 30.Membungkuk kemudian berdiri 16.Berdiri satu kaki 3 detik 28.Berjalan dengan mundur 18.Berdiri sendiri 15.Berdiri satu kaki 4 detik 29. Kepala terangkat ke atas 4.Berjalan dengan baik 17.Melompat 22. Membalik 8.Menyebut 4 warna 33.25. lengan ke atas 23. Duduk kepala tegak 5.Bangkit terus duduk 13.Loncat 24.Mengetahui 3 kata sifat 35.Mengetahui 2 kegiatan 26. Dada terangkat menumpu satu lengan 7.

abnormal. Kemudian ditarik garis berdasarkan umur kronologis. gagal (Fail: F). Normal o Semua yang tidak tercantum dalam kriteria tersebut di atas. d. c.Anak gagal atau menolak melakukan tugas pada item di sebelah - o kanan garis usia. Nilai ini diberikan jika anak gagal atau menolak melakukan tugas padaitem yang di lalui garis usia di daerah gelap kotak (75%-90%) . ataukah anak tidak mendapat kesempatan melakukan tugas (No Opportunity: N. Meragukan o Bila pada 1 sektor didapatkan 2 keterlambatan atau lebih. o Bila pada 1 sektor atau lebih didapatkan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. b. pada 2 sektor atau lebih o Bila dalam 1 sektor atau lebih didapatkan 2 atau lebih keterlambatan plus 1 sektor atau lebih dengan 1 keterlambatan dan pada sektor yang sama tersebut tidak ada yang lulus pada kotak yang berpotongan dengan garis vertikal usia. yang memotong garis horisontal tugas perkembangan pada formulir DDST. Penilaian per item o Penilaian item lebih (advance).O). Setelah itu dihitung pada masing-masing sektor.gagal atau menolak melakukan tugas pada item di derah putih kotak ( 25%-75%) Penilaian item P “peringatan” (C=caution). berapa yang P dan berapa yang F. Tidak dapat dites o Apabila terjadi penolakan yang menyebabkan hasil tes menjadi abnormal atau meragukan. hasil tes diklasifikasi dalam normal.Penilaian apakah lulus (Passed: P). selanjutnya berdasarkan pedoman. Penilaian Ok atau normal : nilai ini di berikan pada anak dengan kondisi . Abnormal o Bila didapatkan 2 atau lebih keterlambatan. a. Nilai di berika apabila anak lulus dari item o sebelah kanan garis usia. meragukan (Questionable) dan tidak dapat dites (Untestable). Anak lulus. Interpretasi Hasil a.

Statistic vital 3 Klinis 3.8 : 12. jika test hasil berulang kali suspek dan tidak dapat di uji .Untuknilai ideal menurutumurdapat di lihatpadaKurva CDCNCHS WHO .4% ( An. 2004. Lakukan uji ulang 1-2 minggu kemudian.5 x 100% = 38. NHCS dan CDC ! Jawab : a KRITERIA MEMENTUKAN STATUS GIZI Langsung : Tak langsung : 1 Antropometri 1. lakukan konsultasi o dengan seorang ahli Tidak dapat di uji : interpretsai ini diberikan jika terdapat satu atau lebih skor “ terlambat” dan dua atau lebih “ peringtan “ di sebabkan oleh penolakan bukan kegagalan. Lakukan uji ulang pada pertemuan berikutnya Suspek : interpretasi ini di berikan jika ada terdapat satu atau lebih skor “terlambat” dan dua atau lebih “ peringatan”di sebab kan oleh kegagalan bukan penolakan. Niali ini di berikan jika anak mendapat skor “ tak” atau tidak ada kesempatan untuk mencoba b. Lakukan uji ulang 1-2 minggu berikutnya . Jelaskan kurva antropometri berdasarkan ketentuan WHO.o Penilaian item T “ terlambat” ( D= delayed).% 4. Nilai ini diberikan jika anak gagal atau meolak melakukan tugas untuk item di sebelah kiri garis usia o sebab tugas tersebut di tunjukan untuk anak yang lebih muda Penilaian item tak “ tak ada kesempatan “ (No Opurtunity). IDAI 21.F mengalami gizi buruk karena kurang dari 60%) Tabel 2. Survey konsumsi 2 Biokimia 2. Sumber : Gutama. Factor ekologi 4 biofisik b Penggolongan keadaan gizi menurut indeks Antropometri. Dalam Prosiding Inovasi Pangan dan Gizi untuk Optimalisasi Tumbuh Kembang Anak. Aspek Gizi dan Stimulasi Pendidikan Anak Dini Usia. INTEPRETASI KASUS PADA SKENARIO Cara WHO-CDC-NCHS Nilaisekarang /Nilai ideal menurutumurpadakurva CDC. Jakarta. Penialaian keseluruhan test o Normal : intepretasi ini di berikan jiak ada skor terlambat dan maksimal o satu peringatan.NCHS x 100% =……….

Status gizi Indeks BB/U TB/U BB/TB Gizi baik >80% >90% >90% Gizi sedang 71% . pernah kurang Baik Jangkung.80% 71% . tidak Rendah obesitas Lebih. masih Tinggi Normal Tinggi Rendah Normal baik Buruk Buruk.Penilaianmenurutcara WHO BB/TB Normal Normal Normal BB/U Rendah Normal Tinggi Rendah Rendah Rendah Tinggi Tinggi Rendah Rendah Normal Tinggi Tinggi Tinggi Tinggi TB/U Rendah Normal Tinggi Status Gizi Baik.90% 81% . pernah kurang MenurutRumus Z-score  Nilai individu subjek > nilai median Z-score = (nilai individual subjek) – (nilai median baku rujukan) (nilai +1 SD) .80% 81% .90% Gizi kurang 61% . kurang Kurang Lebih.80% Gizi buruk ≤60% ≤70% ≤70% Catatan :persen dinyatakan terhadap median baku NCHS Tabel 3.(Nilai median baku rujukan)  Nilai individu subjek < nilai median Z-score = (nilai individual subjek) – (nilai median bakurujukan) Nilai median bakurujukan – (nilai -1 SD)  Nila individu subjek = nilai median Z-score = (nilai individual subjek) – (nilai median baku rujukan) Nilai median baku rujukan . obesitas Lebih.70% 71% .

Indeks PB/U  Z-score = (60-86.9 Interpretasi :Nilai z-score menunjukkanbahwaAn. Tabel 4.AnakF : Usia : 22 bulan Berat badan : 4.9)/(5.1/0.9 ( severe stunted ).8-10.Fsangatpendek -8.1) = -26/2.75 menunjukkan keadaan An.FpanjangbadanAn.F sangat kurus.F sangat rendah (severe underweight).9-5.8)/11.38 menunjukkan bahwa berat badan - An. Indeks BB/PB  Z-score = (4.Klasifikasi Status Gizi Sesuai Z-score .3 = -5.8-5.5) = -7/1.9 = -8.38 Interpretasi : Nilai z-score -5.4 = -2.0)/(86-83.8 kg Panjang badan : 60 cm Indeks BB/U  Z-score = (4.5) = -1.75 Intepretasi : Nilai z-score -2.8 – 11.

Buku Saku Pelayanan Kesehatan Anak di Rumah Sakit.F ? Jawab : 1 Anamnesis dan Manifestasi Klinis Berkenaan dengan keluhan-keluhan yang dialami an. F .INDEKS BB/U STATUS GIZI Z-SKOR • BB LEBIH (OVER WEIGHT) >+ 2 SD • BB NORMAL (NORMAL WEIGHT) -2 SD S/D +2 SD • BB RENDAH (UNDER WEIGHT) -3 SD S/D <-2 • BB SANGAT RENDAH (SEVERE UNDER WEIGHT) SD <-3 SD TB/U • TB JANGKUNG (TALL) >+ 2 SD PB/U • TB NORMAL (NORMAL HEIGHT) -2 SD S/D +2 SD • TB PENDEK (STUNTED) -3 SD S/D <-2 • TB SANGAT PENDEK (SEVERE SD STUNTED) <-3 SD BB/TB • GEMUK (FATTY) >+ 2 SD BB/PB • NORMAL -2 SD S/D +2 SD • KURUS (WASTED) -3 SD S/D <-2 • SANGAT KURUS (SEVERE WASTED) SD <-3 SD 4. Sylvia A. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit Edisi 6. Department of Child and Adolescent Health and Development (CAH). 2012.Wilson. Price. Jakarta : EGC 22. 5. And Lorraine M.Bagaimana alur penegakan diagnosis dari An. World Health Organization.

25 e cm pada laki-laki dan sekitar 2.2 Pemeriksaan Fisik a Tanda vital b Mengukur TB dan BB c Menghitung indeks massa tubuh.J. b. Sumber :Marcdante. c. Lemak dibawah kulit banyaknya adalah 50% dari lemak tubuh. Pemeriksaan mikroskop: Parasit dan darah adalah indikasi dari f. disentri.5 cm pada wanita. B. Hiponatremia adalah temuan yang signifikan.F ? Jawab : 1. Tes langsung cocok tapi mahal. Glukosa darah: Hipoglikemia jika < 3 mmol / L. Hemoglobin: Level lebih rendah dari 40 g/L adalah menunjukkan anemia parah. itu adalah panduan untuk prognosis. J. biasanya dangan menggunakan jangka lengkung (kaliper). 3 Tes Laboratorium a. E. K. 23. Robert. yaitu BB (dalam kilogram) d dibagi dengan TB (dalam meter) dikuadratkan Mengukur ketebalan lipatan kulit dilengan atas sebelah belakang (lipatan trisep) ditarik menjauhi lengan. Richard.Marasmus 2. g. Albumin: Meskipun tidak berguna untuk diagnosis. Pemeriksaan smear darah dengan mikroskop atau langsung tes deteksi: Kehadiran parasit adalah indikasi infeksi. Status gizi juga dapat diperoleh dengan mengukur LLA untuk memperkirakan jumlah otot rangka dalam tubuh (lean body massa. e. massa tubuh yang tidak berlemak). Singapura: Elsevier. sintesis protein secara massal terganggu. Lipatan lemak normal sekitar 1. Elektrolit: Mengukur elektrolit jarang membantu dan mungkin menyebabkan terapi tidak tepat. d. Nitrit dan leukosit diuji pada Multistix juga. M. K. sehingga lapisan lemak dibawah kulitnya dapat diukur. Kwashiorkor . Hal B. NelsonIlmu Kesehatan Anak Esensial. jika albumin yang lebih rendah dari 35 g / L. Pemeriksaan urin dan kultur: Bila lebih dari 10 leukosit per bidang daya tinggi adalah indikasi infeksi.Apa saja diagnosis banding dari keluhan dan symptom An. 2011.

Hipertiroidisme 5. Jakarta 1997. apatis 6. cengeng 4. Ditjen Binkesmas Pedoman Penanggulangan Kekurangan Energi Protein (KEP) dan Petunjuk Pelaksanaan PMT pada Balita. : Direktorat Bina Gizi Masyarakat. iga gambang 7. dengan BB/U <60% baku median WHO-NCHS disertai edema yang tidak mencolok. wajah keliatan tua 3.edema 2. pandangan mata sayu 4. perut cekung 6.anaknya rewel. Diare karena infeksi Maramus 1. Tampak sangat kurus 2. hepatomegali 7.3. wajah membulat dan sembab 3. atrofi otot Kwashiorkor 1. Marasmik-Kwashiorkor 4.kulit keriput dan baggy pant 5. rambut tipis dan merah 5. Hipertiroidisme . crazy pavement 8. diare kronik Marasmik-kwashiorkor Gambaran klinik merupakan campuran dari beberapa gejala klinik Kwashiorkor dan Marasmus. SUMBER Depkes. diare akut 8.

kelemahan otot. Tremor biasanya gemetar baik di tangan dan jari. berat badan berkurang. Rambut rapuh. Keluhan dan gejala ini disebabkan deplesi air yang isotonik. ujung-ujung ekstremitas dingin dan kadang sianosis. Nafsu makan yang meningkat karena metabolisme yang meningkat menuntut asupan energi yang lebih banyak. bahkan ketika nafsu makan dan jumlah dan jenis makanan yang Anda makan tetap sama atau bahkan meningkat. gelisah dan mudah tersinggung. tekanan darah menurun sampai tidak terukur. nyeri perut atau kejang perut. hematochezia.Penurunan berat badan mendadak. Karena kehilangan cairan seseorang merasa haus. muka pucat. yang mungkin tampak sebagai bengkak di pangkal leher. akan terjadi kepincangan pembagian darah dengan pemusatan yang lebih banyak dalam sirkulasi paru-paru. pada umumnya lebih dari 100 kali per menit dan denyut jantung tidak teratur atau aritmia dengan perasaan berdebar atau palpitasi. Detak jantung cepat atau takikardia. Diare yang berlangsung beberapa waktu tanpa penanggulangan medis yang adekuat dapat menyebabkan kematian karena kekurangan cairan di badan yang mengakibatkan renjatan hipovolemik atau karena gangguan biokimiawi berupa asidosis metabolik yang lanjut. tenesmus. Karena kehilangan kalium pada diare akut juga dapat timbul aritmia jantung. Berkeringat berlebihan dapat terjadi karena tubuh meghasilkan panas yang berlebihan pada saat mengalami peningkatan metabolisme. Bila keadaan asidosis metabolik menjadi lebih berat. Perubahan pola haid. Observasi ini penting karena dapat menyebabkan edema paru pada pasien yang menerima rehidrasi cairan intravena tanpa alkali . Penurunan tekanan darah akan menyebabkan perfusi ginjal menurun dan akan timbul anuria. Penipisan kulit. Pasien mulai gelisah. lidah kering. Peningkatan sensitivitas terhadap panas. yang berarti pada saat tersebut kita menghadapi gagal ginjal akut. Gangguan kardiovaskular pada hipovolemik yang berat dapat berupa renjatan dengan tanda-tanda denyut nadi yang cepat. mata menjadi cekung. Kelelahan. Perubahan pola buang air besar. Kesulitan tidur. Diare karena infeksi Diare akut karena infeksi dapat disertai keadaan muntah-muntah dan/atau demam. tulang pipi menonjol. turgor kulit menurun serta suara menjadi serak. Kelenjar tiroid membesar (gondok). Gugup. Bila keadaan ini tidak segera diatasi akan timbul penyulit berupa nekrosis tubulus ginjal akut. seringkali buang air besar lebih sering.

tenesmus. Kesulitan - tidur. mata gelisah dan mudah - - tersinggung. - - cengeng . tulang pipi menonjol.F ? . Maramus - Tampak sangat - tua anaknya rewel. Berkeringat seseorang merasa - berlebihan Gugup. Frek BAB >> Kelenjar menjadi serak. Rambut rapuh. berkurang. Peningkatan haus. kelemahan - otot. kehilangan cairan - meningkat.Nelson. lidah kering. 24. turgor sensitivitas kulit menurun terhadap serta suara panas. nyeri perut atau - kejang perut.Apa defenisi pada penyakit An.F ? Jawab : Malnutrisi tipe Malnutrisi Energi Protein(MEP) derajat berat dengan bentuk klinis Marashmus dan Kwarshiorkor dengan gangguan perkembangan 25. Penipisan - kulit. berat badan menjadi cekung. Jakarta: EGC. 2000. hematochezia.Apa yang terjadi pada An. tiroid - membesar Kelelahan.kulit - dan sembab pandangan - mata sayu rambut tipis - dan merah apatis hepatomegali crazy - pavement diare kronik keriput dan baggy - pant perut - cekung iga - gambang diare akut atrofi otot edema wajah Hipertiroidisme - Penurunan berat badan membulat kurus wajah keliatan - Kwashiorkor - mendadak takikardia Nafsu makan yang Diare karena - infeksi muntah-muntah dan/atau demam. Ilmu Kesehatan Anak.

Jakarta. Diakses pada 29 November 2016. 2 Sumber : 1. K. . 2. Kwashiorkor : gangguan gizi berupa kekurangan protein yang biasa disebut busung lapar. 5 Sumber: 4. Hal B.J.id%2F288%2F8%2FBAB %2520II. J. Richard. Nelson Ilmu Kesehatan Anak Esensial. 1985. Selain itu. E. kekurangan gizi dalam tubuh juga berakibat terjadinya malabsorpsi makanan atau kegagalan metabolik (Oxford medical dictionary 2007: 524). Jakarta. 2001. Robert. Disertai edema dan hipoalbuminea.google. Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FKUI.d. 360-66. 26. penyakit ginjal menahun dengan gangguan saraf pusat.Apa etiologi pada penyakit An.F? Jawab : MARASMUS Marasmus dapat terjadi pada semua umur. 10436. malabsorpsi. Edisi ke-14. Universitas Lampung.c2I.pdf&usg=AFQjCNFut1wEBG7YJMdtC5fOOJGi2TDzQA&bvm=bv.2 Dapat juga disebabkan oleh karena pemasukan kalori atau protein atau keduanya yang tidak mencukupi akibat kekurangan dalam susunan makanan. 5. FKUI.co. K.Jawab : Malnutrisi adalah keadaan dimana tubuh tidak mendapat asupan gizi yang cukup. MOP berat. Marasmus dapat terjadi akibat berbagai penyakit seperti infeksi. Jilid I. Ilmu Gizi Klinis pada Anak. Ini bias terjadi karena asupan makan terlalu sedikit ataupun pengambilan makanan yang tidak seimbang.id/url? sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=web&cd=7&cad=rja&uact=8&sqi=2&ve d=0ahUKEwij3efSkdDQAhWKrI8KHdIQCA4QFgg8MAY&url=http%3A%2F %2Fdigilib.1. 2011. Marcdante. BB/tb rendah. dan kebiasaan makan makanan yang tidak layak. B. Singapura: Elsevier. FKUI. gangguan metabolik. M. https://www.4 Marasmus : gangguan gizi berupa kekurangan karbohidrat. Pudjiadi S. kelainan jantung bawaan.ac. kelainan bawaan saluran pencernaan.139 782543. akan tetapi sering dijumpai pada bayi yang tidak mendapat cukup ASI dan tidak diberi makanan pengganti nya atau sering diserang diare.unila. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak. malnutrisi dapat juga disebut keadaaan yang disebabkan oleh ketidak seimbangan di antara pengambilan makanan dengan kebutuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan.

Dan sebaliknya MEP. Faktor yang dapat menyebabkan hal tersebut diatas antara lain5: 1 Pola makan Protein (dan asam amino) adalah zat yang sangat dibutuh kan anak untuk tumbuh dan berkembang. keadaan social dan politik tidak stabil. walaupun dalam derajat ringan akan menurunkan imunitas tubuh terhadap infeksi.5 Faktor ekonomi Kemiskinan keluarga/ penghasilan yang rendah yang tidak dapat memenuhi kebutuhan berakibat pada keseimbangan nutrisi anak tidak terpenuhi. tahu dan lain-lain) sangatlah dibutuhkan. saat dimana ibunya pun tidak dapat mencukupi 4 kebutuhan proteinnya. Kumar SP. Sumber : 2. keju.2 Faktor sosial Hidup di Negara dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Bayi yang masih menyusui umum nya mendapatkan protein dari ASI yang diberikan ibunya. Infeksi derajat apapun dapat memperburuk keadaan gizi. tidak semua makanan mengandung protein/ asam amino yang memadai.KWASHIORKOR Penyebab terjadinya kwashiorkor adalah in adekuatnya intake protein yang berlansung kronis. Meskipun intake makanan mengandung kalori yang cukup. atau pun adanya pantangan untuk menggunakan makanan tertentu dan sudah berlansung turuntemurun 3 dapat menjadi hal yang menyebabkan terjadinya kwashiorkor. telur. Avaliable . 6 Kurangnya pengetahuan ibu mengenai keseimbangan nutrisi anak berperan penting terhadap terjadi kwashiorkhor. WHO Global Database on Child Growth and Malnutrition – World Health Organization.2 Faktor infeksi dan penyakit lain Telah lama diketahui bahwa adanya interaksi sinergis antara MEP dan infeksi. namun bagi yang tidak memperoleh ASI protein dari sumber-sumber lain (susu. terutama pada masa 2 peralihan ASI kemakanan pengganti ASI.

Otot dapat mempergunakan . Kwashiorkor (Protein-Calorie Malnutrition). Dalam : Standar Pelayanan Medis Kesehatan Anak.htlm.com/ency/article/001604. Avaliable from : http://Pennhealth.F? Jawab : a. Avaliable from : http://health. from Avaliable : http://tmcr. Selama puasa jaringan lemak dipecah menjadi asam lemak. Malnutrisi energi protein. Tropical Medicine Central Resource.F? Jawab : 28. gliserol dan badan keton.mil/tmcr/chapter16/Kwashiorkor.int//nutgrowthdb&gt. Kwashiorkor (kwash&180. 217222. 27. Van Voorhees BW. Health-cares Foundation. tubuh akan memkompensasi untuk mempertahankan hidup dengan memenuhi kebutuhan energi. atau keduanya tidak tercukupi oleh diet. 4. Patofisiologi Kekurangan kalori protein akan terjadi pada saat kebutuhan tubuh akan kalori. Last update July 2007 [diakses pada tanggal 29 November 2016].Bagaimana patogenesis dan patofisiologi pada penyakit An. Edisi I. 5.Who.allrefer.eor’kor).Usuhs. namun kemampuan tubuh untuk menyimpan karbohidrat sangat sedikit. Dalam keadaan kekurangan makanan. Untuk itu katabolisme protein terjadi setelah beberapa jam dengan menghasilkan asam amino yang segera diubah jadi karbohidrat di hepar dan ginjal. karbohidrat (glukosa) dapat dipakai oleh seluruh jaringan tubuh sebagai bahan bakar. Jakarta : 2004 . Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). protein dan lemak merupakan hal yang sangat penting untuk mempertahankan kehidupan. protein.htm. Last update January 2006 [diakses pada tanggal 29 November 2016].. Last update June 13rd 2007 [diakses pada tanggal 29 November 2016]. 3. sehingga setelah 25 jam sudah dapat terjadi kekurangan. Last update January 2007 [diakses pada tanggal 29 November 2016]. Kemampuan tubuh untuk mempergunakan karbohidrat.Apa epidemiologi pada penyakit An.htm.com/health/kwashiorkor-info. 6. Kwashiorkor.from : http://www.

b. akan terjadi kekurangan berbagai asam amino esensial dalam serum yang diperlukan untuk sintesis dan metabolisme. Bila diet cukup mengandung karbohidrat. Makin berkurangnya asam amino dalam serum ini akan menyebabkanGlukosa kurangnya produksi albumin oleh hepar. rewel  Perut cekung/datar sehingga iga terlihat  Dapat disertai diare/konstipasi b. 2007. 29. Marasmus :  Anak tampak sangat kurus akibat kehilangan berat badan  Kulit keriput dan longgar karena hilangnya turgor kulit dan lemak subkutan (wajah seperti orang tua)  Cengeng. dengan akibat adanya penimbunan lemak dalam hati. Patogenesis Lipolisis dan Protelisis Cadangan lemak dan protein habis Kekurangan Kalori Protein (KKP) Marasmus dan kwasiorkor Dwyer.asam lemak dan badan keton sebagai sumber energi jika kekurangan makanan ini terjadi berkepanjangan. Asupan Makanan (-) akan meningkat dan sebagian asam amino maka produksi insulin dalam serum yang jumlahnya sudah kurang tersebut akan disalurkan kejaringan otot. Kwashiorkor . Nutrition. Johanna. In : Harison’s Principles of Internal Medicine vol II ed 14th. sehingga transport lemak dari hati terganggu.lipoprotein. Karena kekurangan protein dalam diet. yang kemudian Darah ↓ Kompensasi Tubuh Glukoneogenesis berakibat timbulnya edema.Apa manifestasi klinisnya dari penyakit An. Editors : Braunwald Issebacher Fauci. Perlemakan hati terjadi karena gangguan pembentukan beta.F ? Jawab : a.

Sumber : - nelson ilmu kesehatan anak halaman 212-213 (tengok sumber - mutek yg nelson terus ganti halamannyo  Noah S Scheinfeld. tanda dari marasmus dan kwashiorkor. pneumonia. MD.F? Jawab : . JD. d.Infeksi yaitu.Bagaimana penatalaksanaan dari penyakit An. tipis dan mudah dicabut Anak tampak apatis. i. f. Gagal jantung yang berhubungan dengan anemia Hipotermia Hipoglikemia Hipokalemia Diare akut Dehidrasi Anemia Kekurangan vitamin A Intoleransi Laktosa Sumber :Nelson. FAAD.Bagaimana prognosis dari penyakit An. j.F? Jawab : 31. diare. respon sosial menurun Anak tidak nafsu makan (anoreksia) Kulit tampak kemerahan lalu berubah jadi gelap dan terkelupas (Crazy pavement dermatosis)  Dapat dijumpai hepatomegali dan cardiomegali Tanda-tanda Marasmus-Kwashiorkor : Tanda-tanda marasmus – kwashiorkor merupakan gabungan tanda- c. 2016. Noah S. JD. malaria. b. g. e. infeksi saluran kencing. Protei-energy Malnutririon diakses tanggal 28 November 2016 pukul 21.medscape. Komplikasi utama yang terjadi ketika malnutrisi (kekurangan zat makanan) adalah mental. sepsis gram negatif. h. FAAD Scheinfeld.25 WIB melalui http://emedicine.terganggu nya otak. c. MD. 2000.com/article/1104623-clinical#showall 30.Bagaimana komplikasi dari penyakit An. Jakarta: EGC. 32.F? Jawab : a. Edema awalnya di seluruh tubuh kemudian lebih terlihat pada muka     dan kaki Rambut tampak kemerahan/keabu-abuan.IlmuKesehatanAnak.

walaupun jika dilihat secara ratio berat dan tinggi anak berada dalam batas yang normal. Hanya saja pertumbuhan dan perkembangan anak yang pernah mengalami kondisi marasmus ini cenderung lebih lambat. Jakarta. Hal ini berbanding terbalik dengan psikomotor anak yang mendapat penanganan malnutrisi lebih cepat menurut umurnya. Edisi keempat. 2005 : 95-137. tetapi prognosis nya dapat dikatakan baik apabila malnutrisi ditangani secara tepat dan cepat. Fakultas Kedokteran Univesitas Indonesia. sekali pun telah mendapatkan penanganan yang sama. terutama terlihat jelas dalam hal pertumbuhan tinggi badan anak dan pertambahanan berat anak. jilid I. 33.Prognosis pada penyakit ini buruk karena banyak menyebabkan kematian dari penderitanya akibat infeksi yang menyertai penyakit tersebut. Markum. anak yang lebih muda saat mendapat perbaikan keadaan gizinya akan cenderung mendapatkan kesembuhan psikomotornya lebih sempurna dibandingkan dengan anak yang lebih tua. Pada anak yang mendapatkan malnutrisi pada usia yang lebih dewasa. Pudjiadi Solihin.Bagaimana edukasi dan pencegahan dari penyakit An. 1996.F? Jawab : EDUKASI  Beri ASI sampai 2 tahun  Umur >6 bulan – MPASI bergizi  Jaga kebersihan lingkungan  Imunisasi  Pantau gizi Sumber. Jakarta Balai Penerbit FKUI . Penyakit KEP (kurang Energi dan Protein) dari Ilmu Gizi Klinis pada Anak. Kematian dapat dihindarkan apabila dehidrasi berat dan penyakit infeksi kronis lain seperti tuberculosis atau hepatitis yang menyebabkan terjadinya sirosis hepatis dapat dihindari. Ilmu Kesehatan Anak.

Related Interests