SEMINAR AKHIR MATERNITAS

Comparing the Effects of Swaddled and Conventional Bathing Methods on Body
Temperature and Crying Duration in Premature Infants:
A Randomized Clinical Trial
Disusun untuk Memenuhi Tugas Praktik Profesi Departemen Maternitas

Disusun oleh:
KELOMPOK 1 PSIK K3LN 2011
Putu Ayu Dian K
Ayuni Rizka Utami
Carina Rega Utomo
Sugeng Trianugrah

115070213131002
115070200131001
115070200131005
115070207131017

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2016
HALAMAN PENGESAHAN

0

SEMINAR AKHIR KOMUNITAS

Comparing the Effects of Swaddled and Conventional Bathing Methods on Body
Temperature and Crying Duration in Premature Infants:
A Randomized Clinical Trial

Oleh :
Kelompok 1 PSIK K3LN 2011

Perseptor Akademik

Perseptor Klinik

Ns. Laily Yuliatun, S.Kep, M. Kep

Ida Priyanti, Amd, Keb, SST.

NIP. 197707112005012001

NIP. 196905101992032011

Kepala Puskesmas Tumpang

dr. Sri Juliati.
NIP. 19590731 198802 001

KATA PENGANTAR

1

................................Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan Hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan Departemen Maternitas dengan judul “Comparing the Effects of Swaddled and Conventional Bathing Methods on Body Temperature and Crying Duration in Premature Infants: A Randomized Clinical Trial”.. Yuliatun................. sehingga dapat bermanfaat untuk penulis khususnya dan masyarakat secara umum............................................. Yuli....Kep............... 2 Daftar isi.. Keb.................. Malang... 2....... 3............................ Perseptor Akademik Departemen Maternitas Jurusan Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya. S..... Kep.............. Ketertarikan penulis akan topik ini didasari pada pentingnya pencegahan terjadinya gangguan perkembangan pada bayi prematur khususnya dalam menjaga suhu tubuh bayi........ selaku Perseptor Klinik departemen Maternitas di Peskesmas Pakisaji..... 1 Halaman Pengesahan.................... M............. Ida Priyanti......................... 4 2 ................. Ns................. oleh karena itu penulis membuka diri untuk segala saran dan kritik yang membangun bagi penulis.............................. Penulis mengucapkan terimakasih kepada: 1. dr.................SST....... Amd...... selaku kepala Puskesmas Tumpang......... Penulis menyadari bahwa penulisan laporan Departemen Maternitas ini masih kurang sempurna. Januari 2016 Penulis DAFTAR ISI Kata Pengantar ...................................... 3 Latar Belakang............ Laily...........

............................ 13 Penerapan di Indonesia.................. 12 Kekurangan dan Kelebihan Jurnal .................. 9 Kesimpulan .................... Salah satu penyebab tingginya angka 3 ................................................................ 16 SOP Memandikan Bayi Prematur Menururt IDAI ........................................................................ akibatnya makin tinggi kematian perinatal menunjukkan bahwa pelayanan kesehatan yang buruk................................... 5 Sampel ..........................................................................................................Metode .......................................................... 17 Daftar Pustaka....................................................................................................................................... 5 Proses Penelitian .................. 12 Pembahasan Perbandingan dengan Jurnal yang Lain .................................... 20 A......................................................................................................................... 6 Hasil Penelitian ....................................................................................... Latar Belakang Kematian perinatal merupakan tolak ukur kemampuan suatu negara dalam upaya menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang bermutu dan menyeluruh...... 8 Pembahasan ..................................................................................................................................................................

atau 1 dari 10 kelahiran. namun cara memandikan bayi yang salah terutama pada bayi prematur justru akan dapat memperburuk kondisi bayi (Edraki et al. Berbagai masalah yang dapat timbul karena kesalahan dalam teknik memandikan bayi terutama adalah turunnya suhu bayi. WHO (2012). 2007). Pada tahun 2005 angka kejadian persalinan prematur di rumah sakit Indonesia sebayak 3142 kasus dan pada tahun 2006 yaitu sebayak 3063 kasus (Depkes RI. Iran adalah negara dengan angka kelahiran bayi prematur terbanyak di dunia dengan angka kelahiran bayi prematur sebesar 12. angka kejadian bayi prematur adalah 16-18% dari semua kelahiran hidup (Sastrawinata. Di Indonesia. bayi terlahir dengan prematur. Stres ini dapat mempengaruhi pematangan dan pembentukan penglihatan. tidur yang terganggu.9%. 2008). 2005). pendengaran. Luas permukaan tubuh bayi prematur lebih besar dibandingkan dengan massa tubuh bayi. dan kurang kemampuan untuk mempertahankan fleksi ekstremitas adalah salah satu faktor yang membuat bayi prematur lebih mungkin mengalami 4 . di awal kelahirannya bayi prematur harus dimasukkan di ruang NICU dan diletakkan dalam inkubator untuk mempertahankan suhunya. Salah satu komponen penting dalam perawatan bayi adalah memandikan bayi. selain itu kulit yang lebih tipis. pola tidur. Di NICU Bayi mengalami berbagai stressor. menyebabkan lemak coklat pun terurai untuk termogenesis. Pencegahan terjadinya gangguan perkembangan pada bayi prematur sangatlah penting. menyatakan setiap tahun 15 juta bayi terlahir prematur di seluruh dunia. 2012). seperti prosedur yang menyakitkan. Bayi prematur membutuhkan penanganan yang khusus dibandingkan dengan bayi normal dalam segala aspek. kebisingan yang berlebihan dan pemisahan dari ibu.kematian perinatal atau sekitar 70% disebabkan oleh persalinan prematur (Manuaba. Mandi adalah suatu tindakan yang sangat penting bagi kesehatan bayi. 2014). pertumbuhan dan perkembangan dan dalam jangka panjang akan menyebabkan gangguan pada pembentukan syaraf bayi (Montirosso et al.

bayi ditempatkan dalam posisi tertekuk. dibilas. cacat koagulasi. hipoglikemia. dengan kriteria: 1. Salah satu metode mandi yang menggabungkan prinsip-prinsip perkembangan dalam praktek perawatan memberikan adalah mandi membedong atau swaddle. Subjek penelitian dibagi menjadi dua dengan masing-masing grup terdiri dari 25 subjek. Metode Penelitian ini menggunakan 50 bayi prematur di NICU RS. dan segera dibungkus kembali. 2. garis tengah. Waldron & MacKinnon. dicuci. Subjek dipilih secara random dan dibagi kedalam kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. dimana dengan metode tersebut memungkinkan bayi untuk tetap dalam kehangatan (Edraki et al. Setiap anggota badan kemudian secara lembut. gagal ginjal akut. Dalam mandi membedong atau swaddle. B. C. asidosis metabolik. hipoksia. 2007). 2012). Kriteria eksklusi 5 . Kriteria inklusi  Usia bayi 30-36 minggu  Usia postnatal 7-30 hari  Tidak menggunakan sedative atau relaksan musculoskeletal  Tidak ada kelainan kongenital. kromosom atau neurologis  Tidak dalam operasi  Tidak ada masalah berat dari kelahiran  Tidak ada bukti kelas II atau perdarahan intraventrikular lebih tinggi  Parameter stabilitas psikologis anak  Tidak ada penyalahgunaan zat atau penggunaan narkoba penenang oleh ibu. 2014. dan akhirnya meninggal. apnea. dan kemudian direndam dalam bak air hangat. salah satu masalah yang paling penting dalam memandikan bayi prematur adalah menjaga suhu tubuh mereka. Mengingat akibat yang disebutkan di atas. Hipotermia dapat menyebabkan takipnea. terbungkus dalam selimut atau handuk yang lembut.kehilangan panas dan hipotermia dibandingkan dengan bayi normal (Loring et al. Sampel Sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah 50 bayi premature. Hafez selama Juli 2013-Januari 2014.

Mata dibersihkan dari bagian dalam ke luar. bayi akan ditampatkan fleksi.Kriteria inklusi pada penelitian ini adalah terjadinya kejang atau ketidakstabilan gejala fisiologis pada bayi. masih terbungkus dengan handuk yang lembut dan setelah dikeluarkan dari inkubator. mereka akan di masukkan ke dalam bak mandi dengan air hangat. Proses Penelitian Pada penelitian yang dilakukan dalam jurnal. Bak mandi yang digunakan terbuat dari plastik yang berstandar. untuk membersihkan mata dan wajah digunakan air hangat dan kapas yang berbentuk bola. D. kelompok perlakuan akan dimandikan dengan menggunakan metode swaddled bathing dan kelompok kontrol akan dimandikan dengan mandi konvensional. Lengan jUga dibersihkan menggunakan kapas dan hanya membuka satu ekstremitas saja dalam satu waktu. dan keengganan orangtua untuk terus berpartisipasi dalam penelitian ini. Punggung bayi dibersihkan dengan posisi bedong tidak terbuka. Kedalaman dari air 10 cm. Kaki dari bayi diposisikan bagian bawah. tetapi tangan perawat masuk ke dalam bedong untuk membersihkan punggung bayidan yang terakhir adalah rambut bayi dibersihkan sebelum mandi 6 . posisi tengah. Pada kelompok perlakuan.

baju telah dibuka dan bayi berada di handuk.berakhir untuk mengurangi stres karena dingin. 20 rekomendasi video dipilih secara random dan diinterpretasikan oleh orang yang tidak terlibat dalam penelitian. Baju yang digunakan oleh bayi selama penelitian juga sama. suhu bayi dihitung baik 10 menit sebelum maupun sesudah mandi pada axila. Pada kelompok kontrol bayi dikeluarkan dari inkubator dan dibersihkan secara konvensional dengan bagian masing-masing yang berbeda. Untuk meningkatkan reliabilitas rekaman tangisan bayi. suhu lingkungan 25 o dan dilakukan oleh perawat denganshift pagi. 7 . berat ketika mandi. usia postnatal dan usia ibu. Pada masing-masing kelompok. total waktu mandi. digunakan interater reliabilitas. Setelah observasi video rekaman tangisan bayi dan merekam semua waktu tangisan bayi. Untuk menjaga keakuratan hasil penelitian. Kehangatan dari air pada kelompok kontrol dan perlakuan diperlakukan sama yaitu 36. suhu tubuh berubah sebelum dan setelah mandi serta persentase tangisan bayi pada kedua grup dibandingkan. Penelitian ini sebagai dasar untuk mendukung validitas dari tangisan bayi selama penelitian. Data demografi sebagian didapatkan dari orangtua bayi. Bayi dikembalikan dengan cepat ke dalam tempat yang hangat. Penelitian tentang rekaman tangisan bayi direkam dengan interval 10 detik. digunakan kamera digital. Pada akhirnya. Metode ini mengkaji tingkah laku atau respon selama mandi.5 o. Tangisan bayi dihitung selama mandi dengan persentase yang akan digunakan adalah (total tangan/total waktu mandi) x 100. suhu tubuh selama 10 menit sebelum dan setelah perlakuan. berat lahir. Suhu dari air antara 37-38o. Kondisi lingkungan saat memandikan digunakan kondisi yang tenang. Mandi dilakukan satu jam setelah bayi minum susu dan bayi dalam kondisi tenang dan stabil. Data yang dikumpulkan termasuk data yang dikumpulkan dari hasil rekaman tangisan bayi termasuk data karakteristik demografi dari subjek. Untuk melengkapi mandi. Sedangkan untuk menghitung lamanya tangisan bayi. kemudian tubuh bayi dan kepalanya dibedong. perawat yang terlibat adalah perawat profesional. dan total persentase tangisan dari masing-masing bayi. Pada saat mulai mandi. usia gestasional. Karakteristik demografi meliputi menit pertama dan kelima apgar skor.

Hasil dari penelitian diindikasikan bahwa semua variabel adalah kuantitatif kecuali tangisan bayi selama mandi menunjukkan distribusi normal. data yang dilaporkan sebagai mean dan standar deviation (SD) untuk variabel kuantitatif dengan menggunakan chi-square. dan APGAR score. Selain itu. Hasil dari penelitian juga menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam suhu tubuh 10 menit sebelum mandi antara 2 kelompok. berat badan saat dimandikan. Sedangkan kolmogorov-smirov digunakan untuk konfirmasi distribusi normal dari variabel.55 0C dan setelah dimandikan adalah 35. digunakan independent t-test dan mann-whitney untuk tangisan bayi.960C. Dengan menggunakan paired T test diketahui bahwa pada kelompok perlakuan tidak ada perbedaan signifikan pada suhu tubuh sebelum dan sesudah dimandikan. Untuk membandingkan mean variabel antara kedua grup. usia ibu.Data dikumpulkan kemudian dianalisis SPSS versi 13. berat badan lahir. Rata rata suhu tubuh sebelum dimandikan pada kelompok control adalah 36.42 0C. terdapat perbedaan signifikan pada suhu tubuh sebelum dan sesudah dimandikan dimana suhu tubuh 10 menit setelah dimandikan lebih rendah. usia postnatal. 8 . Hasil Penelitian Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan diantara kelompok perlakuan dan control terkait gender. cara persalinan. Suhu tubuh 10 menit sebelum dimandikan rata rata 36. paired t-test digunakan untuk membandingkan suhu tubuh pada masing-masing grup. Sedangkan perbandingan durasi menangis di uji menggunakan mannwhitney U test dan menunjukkan hasil bahwa durasi menangis pada kelompok perlakuan lebih pendek daripada kelompok control. umur gestasi. E. hilangnya panas tubuh pada kelompok control lebih besar daripada kelompok perlakuan. Sedangkan di kelompok control.50 0C dan 10 menit setelah dimandikan adalah 36.

Pembahasan Penelitian ini dilakukan untuk membandingkan efek dari metode swaddled bathing dan konvensional pada suhu tubuh dan durasi menangis pada bayi prematur. tidak ada penelitian yang ditemukan dalam literatur Iran maupun internasional mengenai efek swaddled bathing pada suhu tubuh pada bayi baru lahir prematur. Misalnya. Selain itu . Mengingat bahwa kehilangan panas tubuh terjadi sebagai akibat dari penguapan. Satu keuntungan lain untuk metode ini adalah mampu meminimalkan penurunan suhu pada neonatus.F. membandingkan efek dari bak mandi dan spons pada perubahan suhu tubuh pada bayi dan hasilnya menunjukkan bahwa kehilangan panas bayi dalam bak mandi lebih rendah daripada spons ( P< 0. Namun. dan proses radiasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu tubuh setelah mandi pada kelompok konvensional lebih rendah daripada kelompok swaddled bathing. Hasil penelitian ini konsisten dengan studi lain tentang pengaruh bak mandi pada suhu tubuh bayi.. Bryanton et al.001 ). 9 . swaddled bathing lebih efektif dalam menjaga suhu tubuh dan mencegah kehilangan panas pada bayi prematur dibandingkan dengan mandi konvensional. melaporkan bahwa bayi prematur pada kelompok mandi bak menunjukkan perubahan suhu secara signifikan lebih rendah daripada mereka dalam kelompok spons mandi ( P = 0. Perubahan suhu tubuh juga minimal dalam kelompok swaddled bathing dibandingkan kelompok mandi konvensional.02 ). dalam penelitian mereka pada membandingkan suhu tubuh bayi prematur sebelum dan sesudah bak dan spons mandi. Hasil ini mendukung hipotesis pertama penelitian. (2012). Selain itu. dapat disimpulkan bahwa metode swaddled bathingefektif dalam mengurangi kehilangan panas tubuh. konduksi. Oleh karena itu. Loring et al. (2004).

Selanjutnya. melindungi dan merendam bayi baru lahir dapat mengurangi kehilangan panas melalui radiasi. tetapi seperti yang disebutkan sebelumnya mandi dianggap sebagai pengalaman stres untuk bayi. Hasil ini mendukung hipotesis kedua penelitian ini. didapatkan kesimpulan bahwa bak mandi dapat meningkatkan perilaku yang terkait dengan stres seperti menangis dan agitasi pada bayi prematur (P < 0. dalam sebuah studi oleh Liaw et al. Memberikan pertahanan untuk bayi yang baru lahir selama proses mandi. yaitu penurunan durasi menangis dan agitasi pada bayi baru lahir. Studi menunjukkan bahwa swaddled bathing dapat membantu mengurangi rasa sakit pada bayi baru lahir dan efektif dalam menurunkan stres pada mereka. (2010) dalam penelitian mereka bertujuan untuk mengetahui pengaruh perilaku perawat pada bayi prematur perilaku selama mandi melaporkan bahwa perilaku pemberian perawatan yang lebih mendukung selama mandi (perilaku terutama seperti dukungan posisi dan penahanan) menunjukkan dapat mengurangi stres dan perilaku self-regulatory. Namun.. mensimulasikan lingkungan rahim dan aman serta mempromosikan pengalaman mandi yang tenang dan bebas stres untuk bayi yang baru lahir..bayi yang baru lahir tampaknya lebih terkena aliran udara dalam metode mandi konvensional yang digunakan di sebagian besar NICU dan faktor ini sangat mungkin memiliki dampak yang besar pada bayi kehilangan panas setelah mandi. Dalam metode swaddled bathing. dapat mengurangi stres.. (2002).001). yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh bak mandi terhadap stres pada bayi prematur. Teknik Mandi bervariasi antara NICU. Keuntungan dari metode ini mandi dinyatakan oleh Fern et al. konduksi dan evaporasi. Temuan lain dari penelitian ini menunjukkan bahwa waktu menangis selama mandi secara signifikan lebih rendah pada bayi baru lahir pada kelompok swaddled bathing dibandingkan pada kelompok mandi konvensional. Liaw et al. Tidak ada studi yang ditemukan dalam literatur Iran maupun internasional mengenai efek swaddled bathing terhadap durasi menangis pada bayi baru lahir prematur. 10 . menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perilaku stres dalam mandi dengan spons. (2006). Sebuah studi oleh Peters (1998). Dalam metode swaddled bathing.

Meskipun bayi baru lahir hanya difilmkan close-up untuk mencatat waktu menangis selama mandi dan pengamat tetap kurang informasi tentang tujuan dan jenis intervensi. ini agak dapat mempengaruhi hasil penelitian.Belum ada literatur (yang berasal dari Iran atau literatur internasional) yang membahas tentang efek swaddle bathing pada suhu tubuh bayi baru - lahir dengan prematur. Oleh karena itu. Belum ada literatur (yang berasal dari Iran atau literatur internasional) yang membahas tentang efek swaddle bathing pada durasi menangis bayi baru lahir dengan prematur. Karena rangsangan lingkungan dapat mempengaruhi perilaku bayi. Karena setiap bayi yang baru lahir adalah unik. Kehadiran rangsangan lingkungan yang tidak diinginkan adalah keterbatasan lain penelitian ini. Kesimpulan Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa metode swaddled bathing dapat membantu untuk menjaga suhu tubuh dan mengurangi stres pada bayi prematur selama mandi. sedikit peserta yang termasuk dalam penelitian ini dan tidak dapat mengakses lebih banyak sampel dalam waktu yang terbatas. G. Kekurangan dan Kelebihan Jurnal 1. H.Keterbatasan penelitian ini meliputi berikut ini: karena banyak kriteria inklusi. Satu saran untuk mengurangi bias potensial ini dalam studi masa depan adalah untuk mencatat waktu bayi menangis selama mandi melalui penggunaan alat perekam suara. Oleh karena itu disarankan untuk melakukan penelitian ini pada sejumlah sampel yang lebih besar. respon perilaku yang disebabkan oleh stres bervariasi antara bayi. upaya yang dilakukan selama penelitian untuk memiliki mandi dilakukan di lingkungan yang tenang dan stimulus bebas. Namun. 11 . itu tidak mungkin untuk sepenuhnya mengendalikan semua rangsangan lingkungan di lingkungan NICU. Kekurangan . namun kemungkinan tanpa sadar pengamat mungkin telah sadar akan metode yang digunakan dan tujuan penelitian.

Kalinci. Two Hulya Methods on the membandingkan Kulakci.Sumber yang dipakai berasal dari 10 tahun terakhir .Umbilical yang selama cord basah tub 12 . 1 Tulay Tahun 2015 Judul The Effects Negara of Turkey .Umbilical cord Funda lebih cepat lepas Veren dengan menggunakan sponge bathing . dan Bathing Isi penulis pelepasan . Time of pengaruh sponge Ferruh Separation of bathing dan tub Niyazi Umbilical Cord in bathing terhadap Ayoglu. Kelompok sampel mencakup bayi prematur per vaginam dan saecar sehingga bisa diterapkan di masyarakat oleh bidan I. Pembahasan perbandingan dengan jurnal yang lain No Penulis .Di dalam jurnal memaparkan teknik swaddled bathing dan metode - konvensional dengan rinci.Pada jurnal ini Ayyildiz. Dalam jurnal ini juga belum dibahas apakah metode swaddled bathing ini hanya dapat digunakan pada bayi prematur saja ataukah dapat digunakan bada bayi baru lahir aterm maupun post-term baik secara pervaginam ataukah SC 2. Term Babies in lama Nihal Turkey umbilical cord.- Dalam jurnal ini tidak dibahas mengapa dengan swaddle bathing dapat mengurangi kemungkinan perubahan suhu tubuh dan dapat mengurangi - durasi menangis bada bayi baru lahir dengan prematuritas. Kelebihan jurnal ini adalah: .Merupakan jurnal keluaran terbaru tahun 2014 .

n signifikan terhadap Lundgren D. Bathing Amerika lahir Bayi Loring Serikat of the Late Preterm Infants yang dimandikan dengan variabilitas Reilly J. Thermoregulatio tub bathing kurang LeBlanc V.bathing menyebabkan umbilical cord lebih lama lepas.Teknik swaddle bathing menunjukkan 13 .Sponge bathing developmentally untuk supportive prematur care during infant beresiko bathing: reducing menghilangkan stress through swaddle bathing bayi panas tubuh . Improves Gargan B. BS 2008 Practising Inggris sponge bathing. sehingga sponge bathing lebih direkomendasika n pada bayi baru 2 C. . 2012 Tub Gregory K. et al suhu tubuh dan secara keseluruhan hangat dan 10 30 setelah lebih menit menit mandi dibandingkan dengan bayi yang dimandikan dengan 3 Kerry Hall RSCN.

4 dan rewel dan menjaga suhu tubuh Memandikan bayi Maria Luzia 2005 Effect of Bathing Chollopetz on Skin Flora of hanya dengan air da Preterm atau air ditambah Newborns sabun mempunyai Cunha.hasil mengurangi perilaku stres yang terjadi seperti menangis. RN. PhD Renato Brazil cegukan S. PhD bakteri di bayi preterm. pada kolonisasi MD. Semuanya untuk mengurangi kolonisasi gram 5 positif negative Kehilangan dan Tub Walsh D. sponge pada bathing for the newborn Canada bakteri Bryanton J. efek yang sama Procianoy. 2004 Gaudet D bathing efektif suhu Bayi yang dimandikan dengan metode tub bathing dibandingkan metode sponge bathing 14 . versus traditional tubuh lebih sedikit Barrett M.

Penerapan memandikan bayi premature menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia sedikit berbeda dengan penelitian dalam jurnal ini. bersihkan masing-masing mata dengan kapas yang berbeda dan telah dicelup di air bersih dengan gerakan arah dalam ke luar (Roesiani. baru bedong/kain tersebut dilepas. Sedangkan dalam jurnal ini. Bersihkan wajah tanpa sabun. 15 . bayi segera diangkat dari air.J. Setelah prosedur memandikan bayi selesai. saat memandikan bayi bedongnya tidak dilepaskan semuanya tetapi hanya seperlunya saja. Jaga kepala berada di atas air dengan memegang dasar kepala dan bahu sedangkan badan serta kaki terendam di air. Penerapan di Indonesia Di Indonesia sudah ada klinik khusus untuk perawatan bayi prematur di wilayah Jakarta dengan nama GrowUp Clinic yang menerapkan teknik memandikan bayi prematur dengan metode swaddled bathing. setelah semua baju terlepas hangatkan bayi dengan menyelimutinya/membedong secara longgar. Buka dan angkat selimut atau bedong dari dalam air. 2014). di Indonesia cara memandikan bayi premature yaitu dengan buka baju bayi secara perlahan dengan memantau keadaan bayi. lalu segera menutupi tubuh bayi dengan handuk sampai dengan kepala. Gunakan tempat duduk khusus untuk bak mandi ataupun alas anti licin. Celupkan / ceburkan bayi secara perlahan ke dalam bak mandi dengan memegang kepala-bahu dan ke dua kaki bersama selimut atau bedongnya.

16 . Buka baju bayi secara perlahan dengan memantau keadaan bayi. periksa dengan siku ibu sebaiknya air tidak terasa panas ataupun dingin. siku. Perhatikan apakah bayi menunjukkan tanda tidak nyaman seperti di atas. tutup jendela dan sebaiknya tidak ramai/berisik dan ajak bicara bayi dengan suara lemah lembut mengenai langkah-langkah yang akan dilalui seperti membuka baju. Jangan lupa mengeringkan telinga dengan menggunakan handuk yang sama atau handuk kering lainnya. bersihkan masing-masing mata dengan kapas yang berbeda dan telah dicelup di air bersih dengan gerakan arah dalam ke luar. 5. Beberapa kepustakaan menganjurkan temperatur air mandi menyerupai suhu tubuh bayi (98. mengangkat tangan disertai membuka jari-jarinya.Cara Memandikan Bayi Prematur menurut IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) : 1. 2. Siapkan air hangat. Bersihkan wajah tanpa sabun. Buka dan angkat selimut atau bedong dari dalam air. 8. dan menangis. kembali perhatikan daerah lipatan. menyelupkan badan dan lain-lain. dan lain-lain.237. Bilas dengan air bersih.70C). 3. angkat bayi dalam perlekatan kulit dan segera keringkan menggunakan handuk yang telah dihangatkan. Siapkan perlengkapan mandi di dekat bak mandi dan ajak ayah atau anggota keluarga lain untuk menolong. 6. lutut. 7. Sabuni bayi dari bagian atas tubuh ke arah bawah. 4. Sebaiknya kita menghentikan tindakan tersebut dan menunggu hingga bayi kembali ke posisi semula. bila menggunakan termometer untuk air. Jaga suhu ruangan tidak terlalu dingin maupun hangat (suhu ruangan 24-27 0 C). bila bayi merasa tidak nyaman mereka akan menguap. perhatikan daerah lipatan seperti leher. Celupkan / ceburkan bayi secara perlahan ke dalam bak mandi dengan memegang kepala-bahu dan ke dua kaki bersama selimut atau bedongnya. Jaga kepala berada di atas air dengan memegang dasar kepala dan bahu sedangkan badan serta kaki terendam di air.60 F) yaitu berkisar antara 99-1000 F (37. Setelah semua baju terlepas hangatkan bayi dengan menyelimutinya/membedong secara longgar. Gunakan tempat duduk khusus untuk bak mandi ataupun alas anti licin.

Namun dalam penerapan teknik swaddled bathing juga memiliki beberapa kendala yaitu cara memandikan bayi yang cukup rumit karena harus dilakukan tanpa membuka bedong yang dipakai bayi saat memandikan bayi juga kurangnya pemahaman ibu mengenai langkah. jurnal ini dapat diterapkan di Indonesia. Waktu yang tepat untuk memandikan bayi premature Mandikan bayi 30 menit sebelum minum berikutnya untuk mencegah kembung atau gangguan perut atau stomach upset.langkah yang harus diterapkan dalam teknik swaddled bathing salah satunya seperti menggunakan kapas bulat untuk membasuh mata bayi dimana selama ini tidak pernah dilakukan dalam memandikan bayi di 17 . minyak. walaupun tidak didapatkan perbedaan yang signifikan antara teknik memandikan dengan bedong dan teknik memandikan konensional. Dari segi penerapan. 12. sebab dalam jurnal tersebut menjelaskan bahwa keuntungan dengan menggunakan teknik swaddled bathing pada bayi prematur dapat menurunkan intensitas menangis bayi prematur saat dimandikan dan lebih mampu menjaga kestabilan suhu tubuh bayi saat dimandikan. Bila bayi teraba dingin dapat dihangatkan dengan meletakannya di dada ibu dan dilakukan perlekatan antara kulit ibu dan bayi dengan Perawatan Metode Kanguru (PMK). muntah atau terkena kotorannya. Setelah mandi bayi akan minum lahap dan tidur lelap. 10.9. Mandikan bayi prematur anda tiap 2-4 hari sekali. ataupun bedak. Perawatan Metode KanguruBayi dipakaikan baju kembali dan sebaiknya tidak menggunakan lotion. Seka wajah bayi dan lipatan leher setiap hari. Kulit bayi prematur mudah kering bila dimandikan terlalu sering. dapat lebih sering bila bayi kerap gumoh. Bayi diselimuti dan menggunakan topi. 11.

17(1): e19053.2004. Mostajab RN... 33(6): 704-12. doi:10. Comparing the effects of swaddled and conventional bathing methods on body temperature and crying duration in premature infants: A randomized clinical trial. 3(2). Journal of Caring Sciences. 83-9.19503. Jakarta : Depkes RI. et al. Walsh D. Bryanton J. 18 . Zohre M. 2014. Barrett M. 2008. Sedigheh M.. Tub bathing versus traditional sponge bathing for the newborn. sehingga dalam aplikasinya mungkin perlu dilakukan sosialisasi secara intenif terlebih dahulu kepada ibu-ibu yang memiliki bayi prematur. Gaudet D. Depkes RI. JOGNN.5812/ircmj. The Effects of Two Bathing Methods on the Time of Separation of Umbilical Cord in Term Babies in Turkey.. Edraki M. DAFTAR PUSTAKA Ayyildiz. Maryam P.Indonesia. 2015. Profil Kesehatan Indonesia.

WHO. Graves C. Bellù R. Hall. Yin T. 129(5): 1129-37. Montirosso R. 375–379. Swaddled bathing in the newborn intensive care unit.00 WIB Sastrawinata. Chao SC. Manuaba.Tub bathing improves thermoregulation of the late preterm infant. 19 . Practising developmentally supportive care during infant bathing: reducing stress through swaddle bathing. Journal of Perinatology (2005) 25. Yuh YS. The global action report on preterm birth. 19(1‐2): 89-99. Roesiani. Infant. LeBlanc V. 2(1): 3-4. 2012. Ikatan Dokter Anak Indonesia. Neonatal thermoregulation. Yang L. http://www. 3(3):101-4. Effects of tub bathing procedures on preterm infants' behavior. Infant Journal.or. 14(4): 297-305.id/public-articles/klinik/pengasuhan-anak/ memandikan-bayi-prematur-di-rumah. Rosalina Dewi. Effect of Bathing on Skin Flora of Preterm Newborns. 2012. Memandikan Bayi Prematur di Rumah. Loring C. Liaw JJ. L'Huillier M. Liaw JJ. Bathing premature infants: physiological and behavioral consequences. 2005. Del Prete A. et al. 2008. Gregory K. Kerry.Level of NICU quality of developmental care and neurobehavioral performance in very preterm infants. Pediatrics. Pengantar Kuliah Obstetri. Jakarta : EGC. Ilmu Kesehatan Reproduksi : Obstetric Patologi Ed 2. Waldron S. 4(6): 198-201. 2007.B. Newborn Infant Nurs Rev 2002. Am J Crit Care 1998. Yang MH. Maria. Lundgren D. Tronick E. 2014. Jakarta: EGC. Chou HL.who.G. http://idai. 2007. J Obstet Gynecol Neonatal Nurs. Peters KL. Luzia. I. Relationships between nurse care‐ giving behaviours and preterm infant responses during bathing: a preliminary study. J Clin Nurs 2010.Fern D. Gargan B. Reilly J. 2012. Diakses tanggal 17 Juli 2015. Yang L. Borgatti R. J Nurs Res 2006. Geneva. MacKinnon R. Sulaiman. 2005. 41(2): 171-9.html Diakses tanggal 18 Juli 2015 Jam 20.int/pm nch/media/news/201 2/preterm_birth_report/en. 7(2): 90-100.