You are on page 1of 12

Tugas Manajemen Strategik

Tugas Manajemen Strategik


Carilah Kasus di Internet tentang Proses perusahaan dalam menyusun
Visi.Misi,Tujuan dan Sasaran.Serta jelaskan efektifitasnya dalam implementasi
Manajemen strategi
Hasil study kasus Pada Perusahaan Bina Grahita Mandiri
A. Latar Belakang
Bina Grahita Mandiri didirikan oleh Nur A. Soedjatmiko. Berdiri sejak tanggal 30 Juli
1990, dengan SIUP No: 1562/13-1/PK/VII/1990 yang kemudian telah didaftar ulang
dengan No. 503/6556A/436.6.11/2010, berbentuk usaha dagang dengan akte notaris
pendirian usaha dari Notaris St. Sindhunatha, SH, No 35 (5 Desember 1992). Pada
dua tahun pertama berdirinya telah menjalin kerja sama dengan lebih dari 200
perusahaan dan hingga kini sudah lebih dari 1500 perusahaan yang pernah
menggunakan jasa psikologi dan manajemen dari Bina Grahita Mandiri.
Layanan yang diberikan di bidang psikologi meliputi konsultasi pribadi, psikotes
untuk penerimaan atau promosi pegawai, penelusuran bakat dan minat anak dan
pelajar, dan konseling. Bina Grahita Mandiri juga pernah menjadi mitra untuk
konsultan manajemen di beberapa perusahaan serta melakukan beberapa training
pengembangan pribadi. Bina Grahita Mandiri juga menerbitkan beberapa buku
pengembangan pribadi yang dapat dimanfaatkan untuk peningkatan SDM di
perusahaan. Untuk membantu perusahaan mendapatkan pekerja, Bina Grahita Mandiri
juga memberi layanan di bidang rekrutmen.
B. VISI
Menjadi perusahaan yang bergerak di bidang jasa psikologi dan manajemen serta
merupakan pilihan pertama bagi masyarakat yang hendak menggunakan jasa psikologi
dan manejemen. Untuk menjadi pilihan pertama, maka harus menjadi pilihan yang
terbaik. Oleh karena itu, setiap personil yang ada bekerja dengan sebaik-baiknya
sesuai dengan motto perusahaan: Make us Really Work For You
C. MISI
Melayani jasa psikologi dan manajemen secara umum secara profesional
Memberi pelayanan jasa psikotes dan konsultasi bagi perusahaan, sekolah dan
perorangan (pribadi)
Memberi jasa training dan jasa rekrutmen
Menerbitkan buku maupun majalah

D. TUJUAN
Memberikan pelayanan yang terbaik sehingga customer bertambah dan tetap
memakai jasa Psikotest BGM.
E. Analisi SWOT Visi Dan Misi
Visi misi dari Perusahaan Bina Grahita Mandiri yaitu, Menjadi perusahaan yang
bergerak di bidang jasa psikologi dan manajemen serta merupakan pilihan pertama
bagi masyarakat yang hendak menggunakan jasa psikologi dan manejemen. Untuk
menjadi pilihan pertama, maka harus menjadi pilihan yang terbaik. Oleh karena itu,
setiap personil yang ada bekerja dengan sebaik-baiknya sesuai dengan motto
perusahaan: Make us Really Work For You
Analisis dalam lingkup internal :
1. Kekuatan
Perusahaan yang sudah berdiri sejak 1990 sehingga sudah sangat berpengalaman
dalam kinerjanya.
Harga prouk jasa yang murah dan berkualitas diminati banyak pelanggan.
Kebutuhan standar perusahaan yang harus melakukan psikotest dalam rekrutmen
karyawannya.
Telah bekerja sama dengan lebih dari 1500 perusahaan diseluruh Indonesia dan masih
terus bertambah.
Hasil proses psikotest dengan tempo dua sampai tiga hari.
Pelayanan psikotes yang sangat fleksibel menyesuaikan dengan kebijakan konsumen.
2. Kelemahan
Belumseluruh proses kinerja perusahaan berbasis sitem IT.
Ruangan yang masih terbatas untuk 70 orang menjadi hambatan ketika peserta yang
datang untuk tes diatas 70 peserta.
F. Analisis Dalam Lingkup Eksternal
1. Peluang
Kebutuhan sumber daya manusia yang berkualitas serta pemenuhan standar
Perusahaan , memaksa pihak pelanggan (perusahaan lain) harus melakukan tes
psikotest dalam proses rekrutmennya.

Advertising yang terjadi lebih banyak dari mouth to mouth, sehingga dimasa yang
akan datang perusahaan-perusahaan akan mendapat referesni dari perusahaan lain dan
merekomendasikan untuk melakukan tes psikotest di Bina Grahita Mandiri.
2. Ancaman
Adanya kompetitor yang telah melakukan proses kinerjanya dengan berbasis IT.
Persaingan dalam harga
3. Sikap yang diambil dalam memanfaatkan peluang dan mengatasi ancaman adalah
Melakukan penawaran kepada perusahaan yang belum bekerja sama dalam proses
perekrutan karyawannya.
Memberi komisi kepada perusahaan yang bisa merekomendasikan perusahaan lain
untuk bekerja sama dengan Bina Grahita Mandiri.
Melakukan penawaran training sekaligus psikotest kepada perusahaan-perusahaan
yang sudah bekerja sama.
Melakukan pembenahan terhadap proses administrasi internal menjadi berbasis IT
sehingga lebih praktis dalam prosesnya.
4. Teknik-Teknik Yang Akan Dilakukan
Melakukan promosi psikotest. Menyesuaikan harga dengan melihat kondisi harga
serta kualitas pesaing.tis ditempat yang menjadi kerumunan orang.
Melakukan training kepada karyawan Bina Grahita Mandiri guna meningkatkan
kulitas kinerjanya.
Menerapkan system administrasi yang berbasis sistem IT.
Memberi diskon harga kepada perusahaan yang mengirim calon karyawan mereka
pada jumlah tertentu.
Menjalin hubungan baik dengan pelanggan.
Menyesuaikan kembali SOP yang sudah ada.
Untuk rating faktor Strength diberi kriteria :
Rating 1

: Sedikit Kuat

Rating 2

: Agak Kuat

Rating 3

: Kuat

Rating 4

: Sangat Kuat

Untuk rating faktor Weakness diberi kriteria :


Rating 1

: Sedikit Lemah

Rating 2

: Agak Lemah

Rating 3

: Lemah

Rating 4

: Sangat Lemah

Untuk rating faktor Threat diberi kriteria :


Rating 1

: Sedikit Mengancam

Rating 2

: Agak Mengancam

Rating 3

: Mengancam

Rating 4

: Sangat Mengancam

Untuk rating faktor Opportunity diberi kriteria :


Rating 1

: Sedikit Peluang

Rating 2

: Agak Peluang

Rating 3

: Peluang

Rating 4

: Sangat Peluang

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui kekuatan (Strenght)

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui kelemahan


(weaknest)

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui Peluang (oportunity)

Kuisoner analisis faktor analyst strategi untuk mengetahui ancaman (Threat)

Koordinat Analisis Internal


(Skor total Kekuatan Skor Total Kelemahan) : 2 = (3.68- 3.29): 2 = 0.20
Koordinat Analisis Eksternal
(Skor total Peluang Skor Total Ancaman) : 2 =(3.47 3.62) : 2 = -0.07
Titik koordinatnya terletak pada (0,45; -0,35)

Setelah diketahui titik pertemuan diagonal-diagonal tersebut (X), maka posisi unit
usaha diketahui pada kuadran I namun cenderung dekat pada kuadran IV sehingga
perlu diadakan penyempurnaan analisis dengan menghitung luasan wilayah pada tiaptiap kuadran. Hasil perhitungan dari masing-masing kuadran dapat digambarkan pada
tabel berikut ini
Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh perusahaan
adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap keunggulan pada
kesempatan yang ada.

Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada


kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari
kelemahan.
Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk
menghadapi setiap ancaman.
Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi setiap
ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang.
Setelah diketahui titik koordinat tersebut maka posisi unit perusahaan di ketahui pada
kuadran IV sehingga mempunyai strategi yang lebih baik dan penyempurnaan analisis
dengan menghitung luasan wilayah pada tiap kuadran.
1. Pada kuadran I ( S O Strategi ) strategi umum yang dapat dilakukan oleh
perusahaan adalah menggunakan kekuatan perusahaan untuk mengambil setiap
keunggulan pada kesempatan yang ada
a. Meningkatkan fleksibilitas dalam melayani pelanggan dalam memanfaatkan
peluang perusahaan jasa psikotest yang dibutuhkan dalam proses rekrutmen dan
penjurusan sekolah.
b. Meningkatkan inovasi dalam hal kecepatan dalam pelaporan hasil psikotest
sehingga pelanggan akan puas dan yang masih memakai jasa kompetitor diharapakan
akan berpindah ke Bina Grahita Mandiri
2. Pada kuadran II ( W O Strategi ) perusahaan dapat membuat keunggulan pada
kesempatan sebagi acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan menghindari
kelemahan.
a. Menambah cabang di tempat- tempat yang berdekatan dengan daerah industry.
b . Menambah proses penyaluran karyawan yang berkualitas.
c. Melakukan kerjasama kontrak dengan perusahaan yang selalu melakukan proses
rekrutmen contoh perusahaan outsorcing.
3. Pada kuadran III ( W T Strategi ) Meminimumkan segala kelemahan untuk
menghadapi setiap ancaman.
a. Melakukan inovasi baru dalam pelayanan psikotest.
b. Melakukan inovasi dalam promosi sehingga sedikit lebih modern.
c. Melakukan kerjasama yang bersifat kontrak.

4. Pada kuadran IV ( S T Strategi ) Menjadikan setiap kekuatan untuk menghadapi


setiap ancaman dengan menciptakan diversifikasi untuk menciptakan peluang
a. Memperkuat pelayanan yang bersifat fleksibel sehingga membentuk kesan bahwa
Binagrahita Mandiri adalah perusahaan jasa psikotest yang paling bisa menyesuaikan
pelayanan sesuai kebutuhan dari pelanggan.
b. Terus menerus melakukan inovasi produk agar tidak kalah dengan kompetitor
lainnya
c. Meningkatkan deferensiasi produk, diferensiasi pelayanan dan Kualitas jasa dengan
harga yang sama dengan kompetitor.
Berdasarkan diagram bobot dan rating pada setiap unsur matrik SWOT sebagaiman di
jabarkan diatas, bahwa posisi perusahaan saat ini berada pada kuadran IV yaitu
kuadran kombinasi dimana strategi umum yang dapat dilakuakan perusahaan adalah
membuat keunggulan sebagai acuan untuk memfokuskan kegiatan dengan
menghindari kelemahan.
STRATEGI BISNIS UNIT
- Prioritas I
Menciptakan Iinovasi fleksibilitas baru dalam pelayanan terhadap pelanggan dalam
hal ini kaitannya dengan differensiasi pelayanan dengan kompetitor.
Faktor penentu keberhasilan :
Inovasi promosi kearah modern dengan memanfaatkan teknologi yang ada, jumlah
psikolog yang memadai, laporan yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.

Aktivitas yang dilakukan :


Meningkatkan tampilan website dengan menambahkan berbagai macam widget untuk
promosi online , Pengadaan SDM yang berkompeten di bidangnya dan Penggunaan
dana sesuai dengan alokasi yang sudah ditentukan.

Output
: Promosi secara online di website dan Hasil psikotest yang bisa diakses
secara online.
Outcome : Meningkatkan jumlah pelanggan (pertumbuhan pelanggan)
Impact : Citra perusahaan meningkat dan Sebagai pelopor perusahaan jasa psikotest
terfleksibel dalam hal pelayanan.
- Prioritas II
Meningkatkan pangsa pasar yang ada untuk produk psikotest tertentu melalui usaha
pemasaran secara online dan tradisional.
Faktor penentu keberhasilan :
Memanfaatkan SDM yang ada sebaik mungkin untuk melakukan pemasaran secara
online dan tradisional.
Aktivitas yang dilakukan :
Membuat posting di website tentang produk jasa psikotest dan menawarkan produk
psikotest secara langsung dengan cara mengirim surat penawaran ataupun proposal.
Output

: Pangsa pasar pesaing menurun, menguasai pangsa pasar

Outcome : Pertumbuhan pelanggan meningkat


Impact

: Semakin meluasnya pangsa pasar

- Prioritas III
Menambah produk produk baru yang saling berhubungan untuk pangsa pasar yang sama

Faktor penentu keberhasilan :


Inovasi produk, pengadaan SDM yang ahli dan harga yang kompetitif.

Aktivitas yang dilakukan :


Menganalisa keadaan pasar dan membuat inovasi yang belum ada di kompetitor.
Output

: Bisnis yang dilakukan ada pada blue ocean

Outcome : Pertumbuhan pelanggan meningkat


Impact

: Semakin meluasnya pangsa pasar

- Prioritas IV

Menambah produk produk baru yang saling tidak berhubungan untuk pangsa pasar yang
berbeda

Faktor penentu keberhasilan :


Inovasi produk, pengadaan SDM yang ahli dan harga yang kompetitif.

Aktivitas yang dilakukan :


Menganalisa keadaan pasar dan membuat inovasi yang belum ada di kompetitor.
Output

: Psikotest secara online

Outcome : Pertumbuhan pelanggan meningkat


Impact

: Semakin meluasnya pangsa pasar

# Porters Five Forces


Ancaman pendatang baru

Mendirikan perusahaan jasa psikotest bukanlah hal yang sulit bagi setiap Mahasiswa
lulusan Psikologi yang sudah memiliki ijin praktik. Dengan demikian kemungkinan
bertambahnya kompetitor sangat besar. Perpindahan pelanggan ke kompetitor yang
baru pun bisa mungkin terjadi, apalagi dengan promo psikotest yang bisa dilakukan
oleh kompetitor yang merupakan pendatang baru. Untuk mengantisipasi hal itu perlu
adanya pelayanan yang memuaskan pelanggan dan selalu up to date dan bisa saja
menggunakan sistem jemput bola guna menambah pelanggan baru.
Kekuatan Pembeli

Pembeli memiliki kekuatan yang sangat besar karena banyaknya perusahaan jasa
psikotest, sehingga pembeli bisa memilih tempat psikotest mana yang menurut mereka
cocok. Untuk memanfaatkan peluang atau ancaman ini perusahaan harus selalu
berinovasi dalam hal marketing juga dalam hal pelayanan agar bisa memberikan
pelayanan yang sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pembeli.
Tabel KPI