You are on page 1of 7

TUGAS PAPER

MANAJEMEN PELAYANAN KESEHATAN MASYARAKAT

NAMA : RISNAWATI
NPM : 13 710 108
KELAS : B
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS DAYANU IKHSANUDDIN
BAUBAU
2016

A. Manajemen Kesehatan Masyarakat


Manajemen adalah suatu kegiatan untuk mengatur orang lain guna mencapai
suatu tujuan.
Manajemen kesehatan adalah suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur
para petugas kesehatan masyarakat melalui program kesehatan.
Manajemen kesehatan masyarakat adalah penerapan manajemen umum
dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat sehingga yang menjadi objek dan
sasaran manajemen adalah sistem pelayanan kesehatan masyarakat.

B. Manajemen Di Rumah Sakit


Rumah

sakit

sebagai

salah

satu

subsistem

pelayanan

kesehatan

menyelenggarakan dua jenis pelayanan untuk masyarakat yaitu pelayanan kesahatan


dan pelayanan administrasi. Pelayanan kesehatan mencakup pelayanan medik,
pelayanan penunjang medik, rehabilitasi medik dan pelayanan perawatan. Pelayanan
tersebut dilaksanakan melalui unit gawat darurat, unit rawat jalan, dan unit rawat
inap. Dalam perkembangannya pelayanan rumah sakit tidak terlepas dari
pembangunan ekonomi masyarakat. Perkembangan ini tercermin pada perubahan
fungsi klasik RS yang pada awalnya hanya memberikan pelayanan yang bersifat
penyembuhan (kuratif) terhadap pasien melalui rawat inap. Pelayangan RS
kemudian bergeser karena kemajuan ilmu pengetahuan khususnya ilmu kedokteran,
peningkatan pendapatan dan pendidikan masyarakat. Pelayanan kesehatan di RS
saat ini tidak saja bersifat kuratif (penyembuhan), tetapi juga bersifat pemulihan
(rehabilitatif). Keduanya dilaksanakan secara terpadu melalui upaya promosi
kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif). Dengan demikian, sasaran
pelayanan kesehatan RS bukan hanya untuk individu pasien, tetapi juga berkembang
untuk keluarga pasien dan masyarakat umum. Fokus perhatiannya memang pasien
yang datang atau yang dirawat sebagai individu dan bagian dari keluarga. Atas dasar
sikap seperti itu pelayanan kesehatan di RS merupakan pelayanan kesehatan yang
paripurna (komperhensif dan holistik).

C. Fungsi Manajemen Di Rumah Sakit


I.
Planning (Perencanaan)
Perencanaan memusatkan perhatian pada masa yang akan datang.
Menejemen harus mempersiapkan rumah sakit dalam menghadapi hal-hal yang
akan datang baik sudah diramalkan maupun tidak terduga sebelumnya.
Perencanaan memprediksikan apa yang harus dicapai atau dilakukan
dimasa datang dan bagaimana hal tersebut dapat dilaksanakan. Atau dapat
ditegaskan sebagai berikut: fungsi perencanaan mencakup aktifitas-aktifitas
manajerial yang menentukan sasaran dan alat yang tepat untuk mencapai sasaran
tersebut.
Beberapa faktor untuk perencanaan antara lain:

Sasaran sasaran
Tindakan tindakan
Sumber sumber daya yang diperlukan
Implementasi

Segi penting pada perencanaan diantaranya:


a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.

Dukungan direksi
Jenis perencanaan
Persiapan forecasting
Tujuan, target dan standart
Peningkatan operasional
Koordinasi
Persiapan sumber daya

Secara topikal rencana sederhana dibagi dalam:


a. Perencanaan jangka pendek
b. Perencanaan jangka menengah
c. Perencanaan jangka panjang
Perencanaan jangka pendek, menengah, panjang ini oleh
perencanaan tergantung pada sifat sasaran/target yang dilakukan
dalam waktu yang diperlukan untuk menyelesaikannya.

a. Perencanaan jangka pendek misalnya:


Renovasi kamar selama satu minggu
Perbaikan taman
Pembenahan jendela kamar
b. Perencanaan jangka menegah
Pembuatan ruang operasi
Pembuatan pagar rumah sakit
Pengadaan alat operasi
c. Perencanaan jangka panjang
Perluasan wilayah rumah sakit
Penggadaan
II.

Organitation (Pengorganisasian)
Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana,
mengatur dan menentukanapa tugas pekerjaanny, macam, jenis, unit kerja, alatalat, keuangan dan fasilitas
Penorganisasian suatu rumah sakit berdasarkan analisis SWOT.
a. Keuangan (Finance)
S
:- Cadangan dana
- Backup perusahaan induk
- Asset rumah sakit berupa gedung dan ruang-ruang
W
:-Untung/rugi
-gaji, motivasi untuk atasi inflasi
-peraturan-peraturan dalam pengendalian pengadaan
O
:kredibilitas
T
:inflasi/deviasi
Usulan perbaikan
Menurunkan biaya
Perhitungan biaya/unit
Sistem gaji

efisiensi
tarif
melalui prestasi

b. Gedung dan fasilitas kesehatan


S
: -Lokasi strategis
-fasilitas cukup modern dan lengkap
W
:-pembelian alat harus melalui peraturan
-BOR (Bed Occupacy Rate) tinggi/rendah
O
:-tidak ada rumah sakit di wilayah tersebut

:Di

tahun-tahun

mendatang

akan

banyak

rumah

sakit

bermunculan di tempat tersebut dengan fasilitas yang cukup baik


Usulan perbaikan
Bila memungkinkan prosedur anggaran dan penggadaan barang singkat

Swastanisasi
c. Marketing
S
: perusahaan induk sebagai costumer yang cukup berat
W
: tempat tidur terlalu penuh sehingga kadang kadang
menyulitkan
O
: tarif bersaing
T
:ditahun-tahun mendatang akan muncul rumah sakit swasta yang
cukup modern.
Usulan perbaikan
Meningkatkan layanan bermutu, baik perawatan, mutu dokternya,
pendidikan, training yang berkesinambungan, perlu sistem yang
mengarah ke arah perbaikan mutu.
d. Sumber daya manusia
S
:-dokter spesialis full time cukup lengkap
-stand by 24 jam
W
:tidak mudah mencari tenaga dokter yang berkualitas untuk
peremajaan
Jumlah masih dirasa kurang
Motivasi sulit karena peraturan
O
:gaji untuk tenaga perawat dan administrasi lebih besar dari
rumah sakit lain, sehingga tidak pindah ke rumah sakit lain.
T
: motivasi di rumah sakit untuk dokter lebih baik
Usulan perbaikan

Bila peraturan memungkinkan perlu sistem motivasi, reward and


punishment yang jelas
Gaji disesuaikan dengan prestasi/kontribusi

swastanisasi

SWOT ini tentunya sangat tergantung pada keadaan masing-masing


rumah sakit.

a.
b.
c.
d.
e.
f.
g.
h.
i.
III.

Ciri rendahnya pengorganisasian yang baik meliputi:


Seringnya perubahan rencana
Gagalnya pengumpulan keberhasilan pekerjaan
Lambatnya pengambilan keputusan
Informasi yang tidak tepat sasaran
Rendahnya pertanggung jawaban
Rapat dan komunikasi berlebihan
Dibiarkan hal yang tidak kompeten
Gaji dan honor yang tidak adil
Berharap yang berlebihan

Actuating /Directing (Pengarahan dan Pengembangan )


Pergerak (actuating), menggerakkan orang-orang agar mau / suka
bekerja. Ciptakan suasana bekerja bukan karena perintah, tetapi harus dengan
kesadaran sendiri, termotifasi secara interval.
Actuating/directing tidak lepas dari kemampuan menejer/atasan untuk
bisa mengarahkan staffnya ataupun bawahannya untuk meningkatkan fungsi
masing-masing

dengan

baik.

Banyak

yang

harus

diketahui

oleh

pimpinan/manajer untuk bisa mengarahkan anak buah untuk bekerja sebaik


mungkin sehingga rumah sakit yang dipimpinnya berhasil dalam mencapai
tujuan yang dikehendaki.
Pengertian motivasi atau memotivasi merupakan suatu proses dengan apa
seseorang manajer merangsang bawahan untuk bekerja dalam rangka upaya
mencapai sasaran organisatoris, sebagai alat untuk memuaskan keinginan
pribadi mereka sendiri.

IV.

Controling (Pengendalian)
Pengendalian/pengawasan (controlliang), merupakan fungsi pengawasan
agar tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang-orangnya, cara
dan waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera
diperbaiki.
Komponen pengendalian yang harus diperhatikan adalah:

Adanya standart penilaian


Adanya standart prosedur
Sistem informasi
Evaluasi dan deviasi yang terjadi
Tindakan koreksi

Bentuk kegiatan pengendalian antara lain:


1. Merumuskan tatalaksana dalam bentuk manual, standar, kriteria,
norma, instruksi dan prosedur lain.
2. Melaksanakan pengamatan (monitoring), evaluasi dan laporan, guna
mendapatkan gambaran dan informasi tentang penyimpangan dan
jalannya pelaksanaan dari rencana.
3. Melakukan kunjungan staff guna

mengidentifikasi

pelaksanaan dalam rangka penncapaian tujuan.


4. Melakukan superfisi.

cara-cara