You are on page 1of 1

Sajak Windiyatmoko

Yogyakarta, 20 November 2015

Darah Juang

Suara senapan menderu indah di telingaku


Di balik gubug ku hanya bisa terpaku
Kobaran api melalap seisi kampung
Kumpulan asap hitam membumbung tinggi
Selongsong peluru bertebaran di tanah

Di balik gubug ku berlindung


Dengan kaki penuh luka ku coba merangkak raih pintu
Ku lihat orang orang bergeletak penuh darah
Rombongan berbadan tegap mulai muncul dari pekatnya asap hitam
Dengan senapan yang kehabisan peluru dan noda di wajah