You are on page 1of 10

N

O
1

DESKRIPSI

DAMPAK LINGKUNGAN

PROSPEKSI
Langkah awal usaha pertambangan
yang bertujuan untuk menemukan
adanya atau terdapat nya bahan
galian yang berharga atua yang
bernilai ekonomis yang akan
diselidiki
atau diexplorasi lebih
lanjut.
Metode pencariannya terbagi dua
yaitu :
1.Metode lansung
berdasarkan penglihatan
atau
pengamatan
lansung,biasanya
digunakan studi geologi beberapa
data tambahan dari foto udara
maupun peta topografi wilayah
tersebut.
2.Metode tidak lansung
bahan
galian
nya
tersembunyi,biasanya
digunakan
metode geofisika,dengan analisa

Jika pada tahap prospeksi ini tidak ditemukan


adanya cadangan bahan galian yang berprospek
untuk diteruskan sampai ke tahapan eksplorasi,
maka kegiatan ini harus dihentikan. Apabila
tetap diteruskan akan menghabiskan dana
secara sia-sia.kegiatan tidak terlalu berdampak
bagi lingkungan.kegiatan ini tidak dimasukkan
dalam kajian Amdal.

PENGELOLAAN

SUMBER

gravitasi,
elektromagnetik
ukuran radiometrik.

dan

EKSPLORASI
Merupakan kegiatan lanjutan dari
prospeksi atau penyelidikan umum
yang bertujuan untuk mendapatkan
kepastian tentang endapan bahan
galian tersebut yang meliputi
ukuran ,bentuk,letak kedudukan
,kadar endapan bahan galian,dan
batuna samping.

Kegiatan Eksplorasi dengan metode Eksplorasi


dapat menyebabkan lahan terganggu, antara
lain meliputi lubang pengeboran, sumuruji,
parituji, dan/atau fasilitas penunjang Eksplorasi
serta dapat menyebabkan kebisingan akibat
kegiatan pengeboran

Metode eksplorasi antara lain :


a. pemetaangeologi;
b. pemercontohan dengan jarak yang
lebar;
c. pembuatan paritan; dan
d. pengeboran
3

STUDI KELAYAKAN TAMBANG


Merupakan tahapan akhir dari

Kegiatan ini tidak berdampak buruk bagi

rentetan penyelidikan awal yang


dilakukan sebelumnya sebagai
penentu apakah kegiatan
penambangan endapan bahan galian
tersebut layak dilakukan atau tidak.

lingkungan namun sebaliknya kegiatan ini


dilakukan untuk mengkaji kelayakan kegiatan
pertambangan dan juga didalamnya terdapat
AMDAL yang menganalisis dampak2 akibat
dari proses penambangan bagi lingkungan.

Dasar pertimbanganyang digunakan


meliputi pertimbangan teknis dan
ekonomis dengan memperhatikan
keselamatan kerja serta kelestarian
lingkungan hidup. Pada titik ini,
perusahaan sudah mengeluarkan
perhitungan untuk menemukan dan
mendefinisikan endapan.

LAND CLEARING
Suatu aktifitas pembersihan material
hutan
yang
meliputi
pepohonan,hutan belukar sampai
alang-alang yang dimulai dari
pemotongan
pepohonan
hutan
,pembabatan sampai ke pembakaran
hasilnya.

a).Mengubah bentuk topografi dan keadaan


muka tanah (land impact),
c).Menghancurkan satwa liar dan habitatnya
d).Perubahan bentang alam Penurunan
kualitas udara dan kebisingan
e).Penurunan kualitas air sungai
f).Sedimentasi dan erosi
g).Run off
Variabel yang mempengaruhi land h).Penurunan kualitas air tanah dan air
clearing :
permukaan

a).Hindari pembabatan selama Suyartono,dkk


dalam tahap kondisi kritis.
2003.
Good mining
b).Membatasi dampak yang practice.semarang:
disebabkan oleh fragmentasi studi nusa
habitat minimalisasi jumlah jalan
akses
dan
menutup
serta Pusat
penelitian
merehabilitasi jalan-jalan yang pengembangan
tidak digunakan lagi.
(puslitbang)
teknologi mineral

1.Pepohonan yang tumbuh


2.Kondisi dan daya dukung tanah
3.Topografi
4.Hujan dan perubahan cuaca

i).Perubahan iklim mikro


b).Larangan berburu hewan liar dan
j).Hilangnya vegetasi berupa flora dan fauna dikawasan tambang.
batubara.Departem
serta biota perairan
en
ESDM.2006.batub
ara
Kegiatan pembersiahan lahan ini
indonesia.jakarta
baru dilaksananakan pada lahan yang
benar-benar
akan
ditamabang
,sedangkan lahan yang belum segera
ditambang wajib tetap dipertahankan
pepohonan yang tumbuh di lahan .

PENGUPASAN TANAH
PUCUK(TOP SOIL)

a).pergantian profil tanah genetik tanah genetic,


b).penurunan kesuburan tanah
c).merubah sifat fisik tanah
Pengupasan
tanah
pucuk
ini d).gerusan-gerusan batu yang mengakibatkan
dilakukan terlebih dahulu dan banjir dan sungai mengalami kedangkalan dan
ditempatkan terpisah terhadap batuan juga merusak ekosistem sungai.
penutup(over burden)agar pada saat
pelaksanaan
reklamasi
dapat
dimamfaatkan kembali.
Pengupasan Top Soil ini lapisan
subsoil,yaitu pada kedalaman dimana
telah sampai pada lapisan batuan

Setelah pembabatan selesai maka


tanah pucuk (top soil) yang pada
umumnya subur dan berhumus
tidak dibuang bersama-sama
tanah penutup yang relatif tidak
sbur,melainkan
harus
diselamatkan
dengan
cara
menimbun di tempat yang
berbeda,kemudian
ditananmi
dengan
tumbuh-tumbuhan
penutup yang sesuai,sehingga
pada saat nya nanti masih dapat
dimamfaatkan untuk keperluan

Sitorus S.R.P.2000
Pengembangan
sumber daya tanah
berkelanjutan.jurus
an tanah fakultas
pertanian
.IPB.Bogor

penutupan(tidak mengandung unsur


hara.

reklamasi lahan bekas tambang.

PENGUPASAN TANAH PENUTUP


(OVERBURDEN)
Lapisan penutup ini biasanya
dibongkar lansung dengan Exsavator
dikarenakan batuan yang digali tidak
keras dan apabila agak keras
biasanya dengan metode Riping dan
ada juga dengan peledakan karena
batuan di frotnt cukup keras jika
digali
lansung
dengan
Exsavator,maka
batuan
difront
tersebut
diadakan
peledakan
(blasting)pada area tersebut .
Dalam kegiatan pengupasan tanah
penutup biasanya kendakla yang
menghalangi kelancaran kerja adalah
masuknya air hujan (run of mine) ke
front .Penanganan air ini dilakukan
dengan membuat sump pada front
dan mengarahkan air tersebut ke
sump dan setelah itu dilakukan
pemompaan.

a).Perubahan bentang alam


b).Penurunan kualitas udara dan kebisingan
c).Penurunan kualitas air sungai
d).Sedimentasi dan erosi
e).Run off
f).Penurunan kualitas air tanah dan air
permukaan
g).Perubahan iklim mikro
b). Memperbesar Erodibilitas lahan
c).Menurunkan kemantapan lereng (slope
stability).

a).pengupasan tanah penutup


sebaiknya memakai metode
nisbah pengupasan yang konstan
(constant ratio method ) nisabah
pengupasan yang semakin besar
(increasing
stripping
ratio
method) sehingga luas lahan
yang terkupas tidak sekaligus
besar.
b).Menggunakan
struktur
penahan
sedimen
untuk
meminimalkan jumlah sedimen
yang
keluar
dari
lokasi
penambangan .
c).pada saat mengupas tanah
penutup
(stripping
of
overburden) jalan-jalan angkut
yang
berdebu,perlu
disiram
secara berkala.

Wardana W.A .
2001.Dampak
Pencemaran
Lingkungan.Pener
bit
Andi
Yogyakarta.Yogya
karta

Air hasil pemompaan air tanbang ini


disalurkan ke kolam penampungan
(settling pond)yang terdiri dari 3
kompartemen ,yaitu :

d).Bila keadaan memungkinkan


hasil pengupasan tanah penutup
tidak dinuang ke arah lembahlembah yang curam,karena hal
ini
akan
memperbesar
erodibilitas lahan yang berarti
menambah jumlah tanah yang
akan terbawa air sebagai lumpur .

a).Kompartemen pertama untuk


mengendapkan kandungan lumpur
yang ikut larut dalam aliran air
tamabang yang terpompa.
b).Kompartemen
kedua
,untuk
penanganan (treatmen)kualitas ph air
tambang yang dihasilkan ,dimana air
tambang harus ber-ph standartd
sesuai batasan baku mutu air
tambang yang dizinkan.
c).kompartemen ketiga untuk kolam
penstabilan air tambang dan titik
penataan kualitas air tambang
sebelum air tambang tersebut
disalurkan ke perairan atau sungai.
7

DRILLING dan BLASTING

a).rusaknya perumahan warga disekitar lokasi


pertambangan,
b)`kegagalan panen ,
c).beberapa lahan yang berlubang sehingga
menimbulkan daerah rawan banjir ,

Untuk menghindari timbulnya


getaran (ground fibration)dan
lemparan batu yang berlebihan
sdigunakan detonator tunda
(millisecond delay detonator) dan

Jimeno
.,cl.1995.Drilling
and Blasting of
rock ,AA Bakema
Roterdam.

d).menurunnya potensi resapan air ke dalam peledakan geometri


tanah.
geometri )yang tepat.
e).Selain itu dengan lebih terbukanya lahan
maka semakin mudah lapisan tergerus air hujan
maka sedimentasi akan terjadi di sungai dan
akibatnya kapasitas air akan menurun.
f).Juga berdampak pada pencemaran udara
yang dapat menjadi salah satu penyebab utama
dari berjangkitnya penyakit infeksi saluran
pernafasan akut.

(blasting
Koesnaryo
,S.2001. Pemboran
Untuk Penyediaan
Lubang
Ledak,Jurusan
Teknik
Pertambangan
UPN
Veteran
.Yogyakatrta

PENGANGKUTAN .
Untuk
proses
pengangkutan
digunakan alat angkut misalnya
Rear Dump Truckdan Caterpillar
dll.

a).Polusi udara yang ada di sepanjang jalan


yang
dijadikan
aktifitas
pengangkutan
(hauling)
menimbulkan merebaknya
penyakit infeksi saluran pernapasan yang dapat
memberi efek jangka panjang berupa kanker
paru-paru
darah
atau
lambung,bahkan
disinyalir dapat menyebabkan kelahiran bayi
cacat.
b).Kerusakan jalan
c). Kebisingan
d).Gangguan lalulintas
e).Penurunan kualitas tanah
f).Penurunan biota perairan(pengangkutan
dengan kapal tongkang

a)`Pendekatan teknologi dengan


orientasi teknologi preventiv
(control / protective) yaitu
pengembangan sarana atau jalur
khusus utk
pengangkutan
batubara
sehingga
akan
mengurangi keruwetan masalah
transportasi
dan
untuk
meminimalkan resiko terekspos
atau terpapar debu batu bara(coal
dust)
para
pejalan
kaki
menggunakan masker debu (dust
masker).
b).untuk menekan terhamburnya

Suyartono,dkk
2003.
Good mining
practice.semarang:
studi nusa
Wardana W.A .
2001.Dampak
Pencemaran
Lingkungan.Pener
bit
Andi
Yogyakarta.Yogya
karta

debu ke udara dilakukan


penyiraman secara berkala di
sepanjang jalan angkut tempattempat pemuatan ,penimbunan
dan peremukan(crushing).

PENGOLAHAN dan PEMURNIAN


Kegiatan usaha pertambangan untuk
menigkatkan mutu mineral atau bijih
serta untuk memperoleh mineral
ikutan sampai memenuhi persyaratan
untuk diperdagangkan atau sebagai
bahan baku industri lainnya).
Proses pengolahan bijih bertujuan
untuk mengatur ukuran partikel
bijih ,menghilangkan bagian-bagian
yang
tidak
di
inginkan
,meningkatkan kualitas ,kemurnian
atua kadar bahan yang diproduksi .
Proses ini biasanya terdiri dari :
1.penghancuran
2.penggilingan
3.pencucian
4.pelarutan

a).Bahan-bahan kimia yang digunakan pada


proses
pengolahan
seperti
,sianida,raksa,collectors,frothers,antifoams,acti
vator ,depressant dan asam kuat sangat
berbahaya bagi kesehatan.

a).Pengangkutan,penggunaan,
penyimpanan dan pembuangan
bahan kimia perlu pengawasan
ynag ketat untuk menghindari
tejadinya ganguan kesehatan.

GOOD MINING
PRACTICE
Disampaikan Pada
Acara Rapat Keraj
Evaluasi Kinerja
Pengelolaan
b).Dampak potensial yang timbul akan b.penentuan lokasi dan design Lingkungan Hidup
berpengaruh pada komponen lingkungan penempatan limbah batuan.
Dan Perhitungan
seperti :
Kontribusi
1.kualitas air dan hidrologi
c).menentukan
luas
dan Penurunan Beban
2.flora dan fauna
kedalaman zona mineralisasi
Pencemaran
3.hilangnya habitat alamiah
Lingkungan Sektor
Pertambangan
c).terjadinya longsoran fasilitas tailing
kementrian

5.kristalisasi
6.penyaringan
7.pemilahan
8.pembuatan ukuran tertentu
9.sintering(penggunaan tekanan dan
panas dibawah titik lebur untuk
mengikat partikel-partikel logam).
10.pellettizing(pembentukan
partikel-partikel logam menjadi lebih
kecil).
11.kalsinasi (untuk mengurangi
kadar air).
12.roasting(pemanggangan)
13.pemanasan
14.klorinasi
15.pengentalan secara gravitasi
16.pemisahan secara magnetis
17.pemisahan scra elektrostatis
18.pertukaran ion
19.extraksi pelarut
20.electrowinning
21.presipitasi
22.amalgamasi
23.heap leaching