You are on page 1of 4

Pemanfaatan Biomassa Sebagai Sumber Energi

Terbarukan dari Perseroan Yang Cinta Lingkungan


17 Januari 2014 pukul 6:28
Pembukaan
Industri properti di Indonesia sedang geliat-geliatnya saat ini karena meningkatnya kesadaran
masyarakat akan pentingnya investasi jangka panjang dan tentu saja properti lah yang paling
menjanjikan untuk dijadikan investasi. Kenaikan harga investasi properti pun sangat
menjanjikan karena hanya dalam hitungan hari nilai investasi properti ini akan terus naik.
Dengan dibangunnya berbagai perumahan-perumahan, mall-mall, dan apartment-apartment
baru yang semakin menjamur, tentu saja kebutuhan akan bahan baku yang paling utama yaitu
semen terus meningkat. Akibatnya produksi semen makin hari tentu makin banyak
jumlahnya. Kemajuan dalam perkembangan investasi seperti ini memang seperti sebilah
pisau yang memiliki dua mata, akan tetapi, haruslah kita sadari bahwa biasanya salah satu
mata pisau ini akan lebih tajam dari yang lainnya dan yang biasanya terjadi adalah yang
memberi efek negatif lah yang lebih tajam. Hal ini terjadi pula dalam perkembangan
pembuatan semen yang tentu saja memiliki beberapa efek buruk pada lingkungan yang
terutamanya polusi. Polusi yang dihasilkan dari dampak pembuatan semen utamanya adalah
polusi udara dan tanah.
Sebagai penduduk bumi, seluruh umat manusia seharusnya menunjukan kepedulian yang
tinggi terhadap lingkungan karena terkadang untuk memenuhi kebutuhan hidup kita sering
mencemari dan merusak lingkungan secara sadar maupun tidak. Sebagai perseroan yang
bertanggung jawab atas lingkungan, seyogyanya berbagai perusahaan yang beroperasi dan
menimbulkan efek pada lingkungan mencari solusi dan alternatif baru untuk mengurangi
dampak buruk lingkungan dari hasil produksinya.
Biomassa sebagai alternatif pemanfaatan energi terbarukan
Keadaan bumi kita yang semakin hari semakin memprihatinkan seharusnya membuat hati
kita tergerak untuk mengurangi berbagai aktivitas yang mengganggu kelestarian lingkungan.
Setiap orang bertanggung jawab atas segala hal yang ia lakukan dan lebih baik lagi bila kita
bisa menjadi teladan bagi manusia lain.
Tidak hanya setiap individu yang bisa menjadi teladan bagi yang lain, dalam bisnis dan
investasi hal ini juga dapat dilakukan, seperti salah satu perusahaan dapat menjadi contoh
bagi perusahaan yang lain.
Contoh yang sangat baik dan bijak ini telah di laksanakan oleh Semen Indonesia (Persero)
Tbk, dengan melakukan hemat energi demi lingkungan. Cara yang dilakukan adalah dengan
mengguanakan biomassa untuk melakukan pemanfaatan energi terbarukan. Biomassa ini
digunakan sebagai alternatif pengganti penggunaan batu bara untuk produksi semen.
Penggunaan biomassa ini ternyata juga mampu menurunkan kebutuhan listrik secara
signifikan

Manfaat penggunaan biomassa pada industri semen


Biomassa yang digadang-gadang sebagai alternatif yang sangat menjanjikan dalam
pemanfaatan energi terbarukan tentu saja memiliki beberapa keunggulan bila di gunakan
dengan bijak dan efektif dalam industri, khususnya industri semen. Beberapa manfaat dari
biomassa di industri semen adalah:
1. Mereduksi emisi gas, khususnya CO2 yang juga dikenal sebagai penyebab utama efek
rumah kaca,
2. Memberikan solusi alternatif pengolahan limbah yang ramah lingkungan dan sebagai
alternatif baru dalam pengolahan limbah,
3. Karena bahan-bahan yang digunakan dalam proses biomassa ini sebagian besar
limbah hasil pertanian yang sudah tidak digunakan lagi, dengan adanya biomassa ini
tentu saja petani-petani tidak akan membuang begitu saja sekam-sekam padinya yang
ternyata bernilai jual untuk sumber energi tinggi biomassa. Hal ini tentu saja sangat
bermanfaat karena mampu menambah penghasilan masyarakat,
4. Dengan metode biomassa ini, tentu dapat mengurangi banyaknya sumber daya tak
terbarukan yang digunakan dalam proses produsi semen seperti batu bara sehingga
eksploitasi sumber daya dapat berkurang. Hal ini dilakukan karena sebagai wujud
usaha mendukung program pemerintah dalam usaha pembangunan berkelanjutan, dan
5. Efisiensi biaya sehingga perusahaan pun akan memiliki profit lebih.
Cara pembuatan biomassa untuk produksi semen
Semen Indonesia (Persero) Tbk tentu saja berusaha menggunakan cara-cara ramah
lingkungan untuk produksi semennya. Seperti telah disebutkan diatas, salah satu cara yang
digunakan oleh Semen Indonesia (Persero) Tbk adalah penggunaan biomassa. Bagaimanakah
caranya? Semen Indonesia (Persero), Tbk menggunakan sekam padi, serbuk gergaji, serbuk
kelapa (cocopeat) dan limbah tembakau sebagai jenis biomassa yang digunakan sebagai
bahan bakar alternatif.
Seringkali pertanyaan muncul mengapa harus menggunakan biomassa jenis ini? Jawaban
bijak pun muncul, yaitu karena berbagai sumber yang digunakan untuk membuat biomassa
ini,antara lain sekam padi, serbuk gergaji, dan kulit kacang, sangatlah berlimpah dan
sebenarnya bahan-bahan ini hanya akan menjadi kotoran yang tak berguna bila tidak
dimanfaatkan ulang.Selain karena jumlahnhya yang banyak dan melimpah serta hanya akan
mengotori lingkungan bila tidak dimanfaatkan ulang, bahan-bahan ini ternyata juga memiliki
energi yang sangat tinggi sehingga sangat cocok digunakan sebagai sumber energi. Dan yang
lebih menakjubkan, hasil dari pembuatan biomassa ini tidak menghasilkan limbah
sampingan.
Bahan baku pembuatan biomassa Semen Indonesia (Persero) Tbk ini di diambil dari
beberapa tempat di daerah dekat pabrik antara lain: kabupaten Tuban, Lamongan dan
Bojonegoro. Kita dapat melihat sismbiosis mutualisme yang sangat baik disini. Karena hal ini
sangat membantu petani di daerah tersebut dengan dapat meningkatkan penghasilan mereka
karena sisa-sisa hasil tanam petani-petani ini bisa dijual ke pabrik untuk di jadikan biomassa.

Disisi lain, pabrik pun sangat terbantu karena memiliki sumber energi terbarukan yang sangat
tinggi, mudah di dapat, ramah lingkungan, dan dengan harga yang murah.

Semen Indonesia (Persero), Tbk menggunakan metode co-processing untuk menghasilkan


biomassa. Berikut adalah contoh cara pembuatan biomassa dengan menggunakan sekam padi.
Pertama, perusahaan harus memastikan kadar kelembaban (moisture) dan nilai kalori sekam
padi yang akan digunakan. Setelah dipastikan spesifikasinya cocok, sekam padi tersebut
dimasukkan kedalam hopper dan diterima oleh belt conveyor. Setelah itu, sekam padi tadi
berproses dan masuk ke dalam calciner untuk dibakar pada suhu 800 9000 C. Proses
pembakaran ini harus di control menggunakan DCS (Distributed Control System) agar dapat
terbakar sempurna dan tidak menghasilkan gas sampingan yang berbahaya berupa CO.
Dengan cara ini, nantinya hasil yang didapat tidak akan memiliki limbah sampingan karena
kesemua komponen tercampur dengan sempurna. Dengan cara ini, sekam padi yang tadinya
dianggap sebagai barang sisa menjadi sesuatu yang sangat istimewa karena memiliki tingkat
energi yang tinggi.

Tanggapan masyarakat dan dunia dengan Penggunan biomassa di industri semen

Di Eropa, Amerika, Kanada, dan Jepang penggunaan biomassa pada industri memang
sudah sering ditemukan. Namun, lain halnya di Indonesia. Di Indonesia, metode ini relatif
masih baru karena belum banyak masyarakat yang mengetahui manfaat yang begitu besar
dari metode ini.
Oleh karena itu, sebagai salah satu perseroan yang peduli lingkungan, Semen
Indonesia memberanikan diri menggunakan metode ini. Dan hasilnya, sungguh luar biasa.
Berbagai tanggapan positif dan apresiasi telah di berikan oleh berbagai pihak akan hal ini,
baik dari dalam maupun luar negeri.
Kementrian Lingkungan Hidup Republik Indonesia pernah memberikan Proper Emas
bagi perseroan sebagi penghargaan lingkungan. Tak hanya itu, kiprah jenius perseroan juga
telah diapresiasi dunia. Sebagai buktinya, Oktober lalu Semen Indonesia (perseroan), Tbk
baru saja mendapatkan penghargaan dari ASEAN Center for Energy (ACE) dalam kategori
Special Submission of Energy Management in Industries. Hal ini memang pantas
didapatkan oleh Perseroan Semen Indonesia karena mampu memelopori dan menginspirasi
penggunaan biomassa dalam industri tak hanya di Indonesia, tetapi juga di kawasan Asia
Tenggara. Di penghargaan ini, dibeberkan pula bahwa Semen Indonesia (perseroan), Tbk
yang sudah memulai menggunakan biomassa sejak 2009 silam, telah menggunakan kurang
lebih 61 ton sumber biomassa yag setara dengan 12% batu bara. Tentu penghematan ini
sangat besar manfaatnya dan dapat meningkatkan profit perusahaan dan juga mengurangi
kerusakan lingkungan.
Kesimpulan

Dapat kita tarik kesimpulan bahwa penggunaan biomassa dalam industri semen sangat
bermanfaat karena biomassa ini adalah inovasi penggunaan bahan limbah industri yang dapat
digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang dapat diperbaharui untuk menggantikan bahan
bakar fosil, seperti batu bara yang tidak dapat diperbaharui. Selain itu, dengan metode ini,
industri semen dapat mengurangi efek rumah kacanya yang merusak lingkungan. Dan,
walaupun terlihat sepele, substitusi batu bara ke biomassa ini dapat membantu petani-petani
memiliki penghasilan tambahan sejalan dengan meningkatnya pula keuntungan perusahaan
karena ketersediaan bahan baku yang banyak dan berlimpah serta mudah di dapatkan. Dan
dengan inovasi substitusi ke biomassa ini, selain tingkat energi yang dihasilkan lebih tinggi,
tak ada zat sisa yang ada sehingga tidak menimbulkan limbah. Dan, yang terpenting, dalam
setiap usaha, hakekatnya adalah bagaimana kita dapat bermanfaat dan menjadi tauladan yang
baik bagi lainnya seperti halnya yang dicontohan oleh Semen Indonesia (Persero), Tbk yang
sangat memerhatikan kelestarian lingkungan. Semoga inovasi yang luar biasa ini dapat ditiru
oleh berbagai pihak untuk kemaslahatan umat manusia bersama. Terima kasih Indonesia
(Persero), Tbk